P. 1
128 Depkumham Ditjen Imigrasi Pelaks Angg

128 Depkumham Ditjen Imigrasi Pelaks Angg

|Views: 18|Likes:
Dipublikasikan oleh Abdel Hardwin

More info:

Published by: Abdel Hardwin on Sep 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2014

pdf

text

original

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN KEGIATAN TAHUN 2007 PADA DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DI JAKARTA, MEDAN, BATAM DAN SURABAYA

Nomor Tanggal

: 17/HP/XIV/06/2008 : 3 Juni 2008

DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi ................................................................................................................ Resume Hasil Pemeriksaan ............................................................................... 1. 2. I. Sistem Pengendalian Intern ....................................................................... Temuan Pemeriksaan ................................................................................ Gambaran Umum ...................................................................................... A. B. C. D. E. II A. B. C. III IV 1. 2. Tujuan Pemeriksaan .......................................................................... Sasaran Pemeriksaan ....................................................................... Metode Pemeriksaan ......................................................................... Jangka Waktu Pemeriksaan .............................................................. Obyek Pemeriksaan .......................................................................... Lingkungan Pengendalian ................................................................. Aktifitas Pengendalian ....................................................................... Pemantauan ...................................................................................... i iii iii iii 1 1 1 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 5

Hasil Pemeriksaan ..............................................................................................

Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern (SPI) ..........................

Hasil Pemeriksaan Tindak Lanjut............................................................ Temuan Pemeriksaan............................................................................... Pelaksanaan Pekerjaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika Direktorat Jenderal Imigrasi Tidak Sesuai Ketentuan ..... Keterlambatan Pekerjaan Pemeliharaan Peralatan Visa On Arrival Pada Beberapa Tempat Pemeriksaan Imigrasi Terlambat dan Belum Dikenakan Sanksi Denda Keterlambatan Sebesar Rp184.860.000,00 ...... Terdapat Kelebihan Pembayaran Atas Kontrak Pekerjaan Pengkajian Sistem Photo Terpadu Berbasis Biometrik dan Kontrak Pekerjaan Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelekronika sebesar Rp45.900.000,00 .......................................................................... Terdapat Kemahalan Atas Kontrak Pekerjaan Pengadaan Alih Media Arsip dan Kontrak Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika Sebesar Rp43.350.000,00 ....……………. Pembebanan Biaya Perpanjangan Ijin Frekwensi Alat Komunikasi Ditjen Imigrasi Pada Kontrak Pemeliharaan dan Perawatan Jaringan Komunikasi Radio Tidak Tepat ................................................................... Terdapat Enam Kegiatan Belanja Barang Dan Modal Dengan Alokasi Anggaran Sebesar Rp31.220.370.000,00 Tidak Dilaksanakan ..................

17

3.

20

4.

22

5.

24 27 32

6.

Lampiran................................................................................................................

i

Lampiran 1 Rekapitulasi Perubahan Harga Satuan Antara Addendum Kontrak dengan Kontrak Awal : Instlalling Testing Commision dan Training Perangkat Hardware ......................................................................... Lampiran 2 Rekapitulasi Biaya OSA Lapangan/Akomodasi Biaya Perjalanan Satuan Tugas ................................................................................... Lampiran 3 Rekapitulasi Biaya OSA/Akomodasi Instlalling Testing Commision dan Training Perangkat Hardware pada Lokasi Yang Belum Siap ..

32 40 41

ii

Resume Hasil Pemeriksaan Berdasarkan ketentuan Pasal 23 E perubahan ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pasal 6 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan serta Pasal 2 ayat (2) dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham) Tahun Anggaran 2007 di Jakarta, Medan, Batam dan Surabaya. Pemeriksaan atas pelaksanaan anggaran tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan BPK RI pada tahun 2007. Tanpa mengurangi keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang telah dicapai, hasil pemeriksaan masih menemukan kelemahan-kelemahan sebagai berikut : 1. Sistem Pengendalian Intern Sistem Pengendalian Intern pelaksanaan anggaran Kegiatan Ditjenim yang meliputi unsur lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas pengendalian, komunikasi dan informasi dan pemantauan masih mengandung beberapa kelemahan antara lain berita acara penerimaan barang yang ditandatangani panitia penerima barang/jasa tidak didasarkan pada kondisi sebenarnya, panitia pengadaan barang tidak cermat dalam menyusun HPS dan menilai penawaran harga serta perpanjangan izin frekwensi alat komunikasi dibebankan kepada kontrak pemeliharaan alat komunikasi sehingga pelaksanaan anggaran kegiatan belum berjalan sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. 2. Temuan pemeriksaan a. Pelaksanaan Pekerjaan Pengembangan Teknologi Informasi dan

Mikroelektronika Direktorat Jenderal Imigrasi Tidak Sesuai Ketentuan Tahun 2007 Ditjenim telah melaksanakan pekerjaan pengembangan informasi dan teknologi mikroelektronika yang dilaksanakan oleh PT Nusantara Compnet

Integrator sesuai kontrak Nomor F1-PL.03.06.3-506 tanggal 28 Agustus 2007 senilai Rp43.595.100.000,00 kemudian di addendum sesuai kontrak Nomor F1-PL.03.06.3618 tanggal 19 Nopember 2007 senilai Rp47.841.747.800,00 dengan jangka waktu pekerjaan selama 109 hari kalender yang berakhir tanggal 15 Desember 2007. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor F1.PAN.E/XII-1375 tanggal 10 Desember 2007 dan telah dibayar

iii

280.000.697.00.00 (termasuk PPN 10 %). Keterlambatan Pekerjaan Pemeliharaan Peralatan Visa On Arrival Pada Beberapa Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan Belum Dikenakan Sanksi Denda Keterlambatan Sebesar Rp184. Hal tersebut disebabkan adanya kesalahan presepsi dari Panitia Penerima Barang dan Jasa dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjenim yang menganggap bahwa penyempurnaan aplikasi yang belum selesai termasuk dalam masa pemeliharaan dan panitia pengadaan barang kurang cermat dalam mengevaluasi penawaran harga addendum yang diajukan pihak penyedia barang/jasa.PAN.000.00 = Rp2.498.lunas sesuai bukti pembayaran terakhir (tahap III) berupa SPM Nomor 00412/409272/2007 tanggal 14 Desember 2007.B/X-1051 tanggal 3 Oktober 2007 senilai Rp3.200.174.492.06.00 Tahun 2007 Ditjenim telah melaksanakan pekerjaan pemeliharaan peralatan Visa On Arrival (VOA) pada beberapa Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang dilaksanakan oleh PT Medcom Indosa Engineering dengan kontrak Nomor F1.PAN.B/X-1051 tanggal 3 Oktober 2007.00.455. Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 5 Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Surat Perjanjian Kerja Nomor F1-PL.000. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 75 hari kalender yang berakhir tanggal 17 Desember 2007.00 sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam klausul Surat Perjanjian Kerja Nomor F1. terdapat kelebihan pembayaran atas kesalahan perhitungan harga satuan transport lokal dan osa lapangan serta biaya pelatihan sebesar Rp1. Hasil pemeriksaan atas laporan pelaksanaan kegiatan dan cek fisik ternyata penyelesaian pekerjaan tersebut terlambat sehingga PT Medcom Indosa 5% x Engineering harus dikenakan sanksi denda keterlambatan sebesar Rp3. Selain hal tersebut.03.900. b.200.624. pelaksanaan pekerjaan belum selesai sehingga PT Nusantara Compnet Integrator dikenakan sanksi denda keterlambatan (setelah dikurangi PPN) sebesar 5% x Rp43.PAN.860.E/XII-1373 tanggal 10 Desember 2007 dan telah dibayar lunas 100% sesuai bukti pembayaran terakhir (tahap IV) berupa SPM Nomor 00403/409272/2007 tanggal 12 Desember 2007.860. Hal tersebut terjadi karena adanya unsur kelalaian dari Panitia Penerima Barang dan iv .000.697.00 = Rp184. Hasil pemeriksaan atas laporan Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tim TIK) dan Konsultan Pengawas ternyata sampai dengan saat pemeriksaan BPK tanggal 15 Februari 2008.000.3-506 tanggal 28 Agustus 2007. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Nomor F1.000.

000.350. Terdapat Kelebihan Pembayaran Atas Kontrak Pekerjaan Pengkajian Sistem Photo Terpadu Berbasis Biometrik dan Pengembangan Rp45.900.3-502 tanggal 27 Agustus 2007 senilai Rp1.216 tanggal 30 April 2007 senilai Rp544.PAN.03.00 dan CV Indosarana Informatika sebesar Rp25.500.00.06.00 Pada Tahun Anggaran 2007 Direktorat Jenderal Imigrasi telah melaksanakan kegiatan antara lain Pekerjaan Pengadaan Alih Media Arsip yang dilaksanakan oleh PT Berdikari Mandala Pratama sesuai Surat Perjanjian Nomor F1.457.00 Pada tahun 2007 Ditjenim telah melaksanakan kegiatan antara lain pekerjaan Pengkajian Sistem Photo Terpadu Berbasis Biometrik yang dilaksanakan oleh CV Global Indotelekomunika sesuai Surat Perjanjian Nomor F1. laporan kegiatan.B/XI-1163 tanggal 1 November 2007 senilai Rp329.000.360.00 dan pekerjaan Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelekronika yang dilaksanakan oleh CV Indosarana Informatika sesuai Surat Perjanjian Kerja Nomor F1-145.000. c.00.00 dan Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika yang dilaksanakan PT Duta Astakona Girinda sesuai Surat Perjanjian Nomor F1. Terdapat Kemahalan Atas Kontrak Pekerjaan Pengadaan Alih Media Arsip dan Kontrak Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika Sebesar Rp43.000.280. Hal ini disebabkan adanya kelalaian dari pihak pelaksana yang tidak melaporkan penggantian beberapa tenaga ahli kepada Pejabat Pembuat Komitmen.000.00.Jasa PPK Ditjenim yang menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan dan Berita Acara Penyerahan Barang yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.PAN.400.900. Teknologi Informasi Kontrak Pekerjaan Perencanaan dan Mikroelekronika Sebesar v .848.614.700.09.000.B/XI-1160 tanggal 2 November 2007 senilai Rp1.000.453.000. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Pasal 5 Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.00 yang yang ditetapkan dalam RAB kontrak tidak dikenakan kepada CV Global sesuai kenyataan sebenarnya sehingga terjadi kelebihan pembayaran sebesar masing-masing Indotelekomunika sebesar Rp20.PR. d. konfirmasi dengan panitia pengadaan dan pernyataan dari pihak pelaksana kedua kegiatan diketahui bahwa jumlah tenaga ahli Rp45. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak.PL.

Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan uji banding dengan kontrak sejenis lainnya. vi . Sesuai bukti pembayaran izin frekwensi tahun 2007 PT. Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak diketahui bahwa dalam RAB terdapat komponen biaya izin frekwensi selama 1 tahun (tahun 2007) sebesar Rp129.000.00 yang seharusnya tidak dialokasikan dalam kontrak pemeliharaan karena bukan merupakan bagian dari pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab Ditjenim. Hal tersebut disebabkan Perencanaan Ditjen Imigrasi tidak cermat dalam menempatkan biaya rutin perpanjangan penggunaan izin frekwensi ke dalam kontrak.00 dibanding yang ditetapkan dalam RAB kontrak sebesar Rp129. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Pasal 5 Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.000.000.A/XI-1169 tanggal 5 November 2007 senilai Rp9.697.100.PAN. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Pasal 3 huruf b Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Hal ini terjadi karena panitia pengadaan barang lalai/tidak cermat dalam menyusun dokumen pengadaan dan mengevaluasi dokumen penawaran e.097.387.350. Pembebanan Biaya Perpanjangan Izin Frekwensi Alat Komunikasi Ditjen Imigrasi Pada Kontrak Pemeliharaan dan Perawatan Jaringan Komunikasi Radio Tidak Tepat Tahun 2007 Ditjenim telah melaksanakan pekerjaan perawatan/pemeliharaan jaringan komunikasi radio yang dilaksanakan oleh PT Masaro Radiokom sesuai Surat Perjanjian Nomor F1.000. Jumlah tersebut lebih tinggi sebesar Rp39. Masaro Radiokom telah membayar biaya izin diketahui bahwa sebesar frekwensi Rp169.400.00 dan Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika sebesar Rp19.00. ternyata biaya pelaporan yang ditetapkan dalam RAB kontrak lebih mahal dari yang seharusnya sehingga terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp43. Desember 2007.00 masing-masing Pekerjaan Pengadaan Alih Media Arsip sebesar Rp24.00.250.500.00 yang berlaku surut sejak bulan Januari s. Pembebanan biaya perpanjangan izin frekwensi alat komunikasi Ditjenim dalam kontrak pemeliharaan perawatan/pemeliharaan jaringan komunikasi radio dapat mengakibatkan adanya kemungkinan jaringan radio komunikasi milik Ditjen Imigrasi tidak dapat berfungsi jika kontrak pekerjaan jasa perawatan/pemeliharaan peralatan radio komunikasi Ditjenim tidak direalisasikan dan biaya perpanjangan izin tidak dibayar.000. mengingat persetujuan penggunaan PNBP Keimigrasian dari Menteri Keuangan baru terbit pada akhir triwulan III Tahun Anggaran 2007.00.d.400.000.397.397.

Terdapat Enam Kegiatan Belanja Barang Dan Modal Dengan Alokasi Anggaran Sebesar Rp31.00 per hari dirasakan tidak cukup dan tidak sesuai dengan SK Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.220.000.370.01. Sesuai surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM. sedangkan kelebihan perhitungan harga satuan dalam addendum kontrak pekerjaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika pihaknya menjelaskan bahwa perubahan harga satuan osa lapangan bukan merupakan kesalahan perhitungan tetapi merupakan tambahan biaya dalam rangka mengakomodir permintaan dari Tim Satgas yang merupakan pegawai Ditjenim yang bertugas melakukan training pada seluruh Unit Pelaksana Teknis mengingat biaya yang dialokasikan sebesar Rp500.900.370. BPK RI tidak dapat menerima alasan yang dikemukakan Direktur Jenderal Imigrasi mengenai perubahan harga satuan dalam addendum kontrak karena bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 dan apabila terdapat permintaan penyesuaian harga maka hal tersebut menjadi tanggungjawab PT Nusantara Compnet Integrator selaku pelaksana pekerjaan. Sehubungan dengan hal tersebut.02/2006.PW.000.01-83 tanggal 11 Oktober 2007 yang menyarankan agar pengadaan jaringan radio komunikasi Ditjenim dilakukan dengan sistem pelelangan dan terlambatnya persetujuan penggunaan anggaran PNBP sebagai sumber pembiayaan dari Menteri Keuangan.00 Tidak Dilaksanakan Hasil pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2007 diketahui bahwa terdapat enam kegiatan belanja barang dan modal dengan alokasi anggaran sebesar Rp31.01-1020 memberikan tanggapan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti beberapa hasil pemeriksaan BPK RI yaitu telah menyetor ke kas negara denda keterlambatan sebesar Rp2.f.484.000. BPK RI menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM supaya menginstruksikan Sekretaris Ditjenim : 1.00 dan kelebihan pembayaran sebesar Rp89. Menarik kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Compnet Integrated atas kelebihan perhitungan harga satuan dan jumlah hari dalam adendum kontrak serta vii . Hal tersebut disebabkan adanya surat Sekretaris Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM Nomor B.11.220.250.359.00 sesuai dengan bukti setor pada tanggal 15 April 2008.000.00 tidak dilaksanakan sehingga mengakibatkan sasaran kegiatan yang telah direncanakan oleh Ditjenim tidak tercapai dan anggaran Ditjenim Tahun 2007 tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana.

4.biaya pelatihan sebesar Rp1. 3 Juni 2008 Penanggung Jawab. Jakarta. Melakukan koordinasi dengan Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM supaya dalam pengadaan jaringan radio komunikasi dapat mempertimbangkan pengadaan melalui prosedur penunjukan langsung kepada distributor tunggal merk Motorola di Indonesia sebagai kelanjutan dari pekerjaan pengadaan tahun sebelumnya dalam rangka menjamin tetap berfungsi dan terkoneksinya seluruh jaringan peralatan komunikasi yang telah terpasang dengan tetap melakukan negosiasi teknis dan harga sehingga diperoleh harga yang wajar dan paling menguntungkan bagi negara serta secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.000. 5. Heru Kreshna Reza NIP. 6. 2. 3. Melakukan koordinasi dengan Departemen Keuangan supaya penerbitan persetujuan penggunaan PNBP sebagai sumber pembiayaan lebih dipercepat sehingga program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana sebelum berakhirnya Tahun Anggaran. Meningkatkan pengawasan sehingga pada masa yang akan datang hal tersebut tidak terulang kembali. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan tentang Pegawai Negeri Sipil kepada Panitia Penerima Barang dan Jasa serta Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Ditjenim yang lalai/kurang cermat dalam melaksanakan tugasnya.280. DR.00. 240001926 viii . Biaya perpanjangan izin frekwensi tahun 2009 tidak dibebankan dalam kontrak pemeliharaan dan diusulkan untuk dimasukkan dalam anggaran langganan daya dan jasa Ditjenim. menyetorkan ke Kas Negara dan copy bukti setor disampaikan ke BPK RI.455.

Tujuan Pemeriksaan Untuk menguji dan menilai apakah : 1. Sistem pengendalian intern telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian. Gambaran Umum A. 2. 5.HASIL PEMERIKSAAN I.00 3. Dokumen-dokumen pengadaan barang/jasa atau pemborongan pekerjaan serta pengujian terhadap kelayakan fisik/barang dan rincian biaya dari pekerjaan yang dilaksanakan. Kegiatan pengelolaan anggaran telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku.00 1.839.420.000. 1 . Pelaksanaan Belanja modal meliputi : No.387. pelaporan dan pengawasan.00 9.669.741.397.571. pemanfaatan hasil kegiatan proyek.000. 2.160. Sasaran Pemeriksaan Pengembangan teknologi informasi & mikroelektronika Pengadaan genset Pemasangan AC sentral Pengadaan alih media arsip Pemeliharaan peralatan Visa On Arrival Pemeliharaan peralatan radiokom Jumlah Anggaran (Rp) 49.907. Metode Pemeriksaan Pemeriksaan dilakukan secara uji petik terhadap dokumen-dokumen pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan pada Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) serta meminta penjelasan dari pejabat/petugas pelaksana.000. 3.848. cek fisik dan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait. B.642. penguasaan dan pengurusan keuangan.200.500. 3. Organisasi dan prosedur kerja.697. rencana dan pelaksanaan kegiatan.00 72.00 6.260. Sasaran Pemeriksaan Sasaran pemeriksaan meliputi : 1. 4.00 1. 1. Informasi keuangan yang disajikan telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.100.000. penatausahaan.00 C. 6. 3. 2.000.

pedoman. keuangan. norma. kriteria dan prosedur di bidang keimigrasian. pemeliharaan gedung. Pembinaan dan pengelolaan SDM. pemeliharaan alat komunikasi. 08/ST/III-XIV. c. e. d. Perumusan standar. Ditjenim dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal dengan dibantu 6 unit Eselon II. perlengkapan. Perencanaan. b.2/2/2008 tanggal 4 Februari 2008 selama 35 hari kalender sejak tanggal 14 Februari s. Kegiatan Obyek Pemeriksaan Ditjenim merupakan salah satu unit Eselon I Depkumham yang memiliki tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. f. Pelaksanaan kebijakan di bidang keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. sistem dan metode di bidang keimigrasian. Obyek Pemeriksaan 1. Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian. pengadaan AC dan genset. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Ditjenim menyelenggarakan fungsi antara lain : a. pengendalian dan pengamanan teknis operasional di bidang keimigrasian. Direktorat Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian dan Direktorat Informasi Keimigrasian.D.d 2 April E. Direktorat Izin Tinggal Orang Asing dan Status Keimigrasian. yaitu Sekretariat Direktorat Jenderal. Jangka Waktu Pemeriksaan Sesuai Surat Tugas Anggota BPK RI Nomor 2007. 2 . pemeliharaan Visa on Arrival. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut. pelaksanaan. Penyiapan perumusan kebijakan departemen di bidang keimigrasian. g. Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian. Pelaksanaan urusan administrasi Direktorat Jenderal. Kegiatan Ditjenim antara lain pengembangan teknologi informasi dan mikroelektronika.

Anggaran.083.047. Seluruh kegiatan Tahun Anggaran 2007 yang ditetapkan dalam DIPA tidak seluruhnya terlaksana. II. 2. Struktur Organisasi Struktur pelaksana anggaran kegiatan pada Ditjenim dilaksanakan oleh satu unit organisasi yaitu Sekretariat Direktorat Jenderal Imigrasi yang membawahi bagian perencanaan.000. Integritas dan Nilai Etika Respon terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh para pelaksana sulit dilakukan.00 % 55. Lingkungan Pengendalian 1. Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern A. realisasi dan anggaran yang diperiksa Tahun Anggaran 2007 adalah sebagai berikut : Anggaran diperiksa (Rp) 75.2.00 3.287.997.104 Anggaran (Rp) 304.90 % 44.395.00 Realisasi (Rp) 170. Pencapaian Tujuan dan Sasaran Kegiatan Obyek Pemeriksaan Belanja Modal pada Ditjenim Departemen Hukum dan HAM bertujuan untuk meningkatkan pelayanan di bidang sarana dan prasarana dalam rangka meningkatkan pembinaan sumber daya manusia dan sistem informasi. Hal ini terjadi karena pelaksana adalah Pegawai Negeri Sipil yang terkait dengan birokrasi kepegawaian sehingga apabila pihak manajemen melakukan Pemutusan Hubungan Kerja harus melalui birokrasi kepegawaian.108. bagian perlengkapan dan rumah tangga serta bagian 3 . Realisasi dan Anggaran yang Diperiksa Anggaran.375. Rendahnya realisasi kegiatan tersebut disebabkan beberapa kegiatan yang dibiayai dari PNBP Keimigrasian tidak dapat dilaksanakan karena persetujuan penggunaan PNBP baru diterbitkan oleh Menteri Keuangan pada akhir triwulan III Tahun Anggaran 2007. Respon yang dilakukan hanya sebatas teguran yang tidak dapat menimbulkan efek jera tanpa bisa melakukan tindakan lebih tegas misalnya skorsing dan Pemutusan Hubungan Kerja.

4. Hal ini terlihat pada: 1. direktorat teknis yang berkepentingan dengan barang atau bangunan tersebut juga diikutkan dalam masalah-masalah yang bersifat teknis. Khusus untuk pelaksanaan kegiatan pengadaan barang atau pembangunan gedung. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada saat menjelang akhir Tahun Anggaran 2007 sehingga beberapa kegiatan tidak dapat diselesaikan secara tepat waktu dan menimbulkan terjadinya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Proforma keuangan. sedang atau tinggi. Aktivitas Pengendalian Review manajemen terhadap pencapaian. Disamping itu. Penilaian/Analisa Resiko Entitas yang terlibat pelaksanaan anggaran kegiatan Ditjenim pada umumnya belum melakukan proses formal untuk menganalisa resiko yang dihadapi dalam proses pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Praktek dan Kebijakan Sumber Daya Manusia Pejabat atau pegawai yang tercantum dalam kepanitiaan pengadaan barang dan jasa adalah hanya satu orang yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan yaitu memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa. tidak ada kriteria yang jelas untuk menentukan tingkat resiko yang dihadapi apakah termasuk tingkat resiko rendah. 3.keuangan. 5. Masing-masing bagian melaksanakan fungsi sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran pelaksanaan anggaran. B. Pemantauan Pemantauan yang dilakukan oleh Sekretaris Ditjen Imigrasi selaku Kuasa Pengguna Anggaran Ditjenim atas pelaksanaan anggaran kegiatan Ditjenim belum optimal. Tanggung Jawab dan Wewenang Tanggung jawab dan wewenang masing-masing pelaksana anggaran telah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian. dalam rangka memenuhi persyaratan administrasi pencairan 4 . C. Organisasi dan prosedur kerja pelaksanaan anggaran kegiatan di Ditjenim belum menciptakan sistem pengendalian intern yang baik.

Pelaksanaan Pekerjaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika Direktorat Jenderal Imigrasi Tidak Sesuai Ketentuan Dalam upaya menghasilkan kinerja layanan keimigrasian dengan standar mutu internasional. Pengumuman Pelelangan Prakualifikasi telah dilaksanakan melalui harian Media Indonesia pada tanggal 6 Juni 2007. Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Berdasarkan Resume Hasil Rapat Pra Pembahasan Tindak Lanjut antara BPK RI dengan Departemen Hukum dan HAM yang dilaksanakan tanggal 13 Februari 2007. Metode pemilihan penyedia barang/jasa digunakan melalui metode Prakualifikasi karena lingkup pekerjaan yang kompleks.10 Tahun 2007 tanggal 2 Januari 2007. perusahaan yang mengembalikan dokumen prakualifikasi sebanyak 57 Perusahaan. b. IV.09. 5 . Ditjenim telah melakukan penataan dan pembangunan organisasi dengan memanfaatkan teknologi dan informasi melalui program kegiatan pengembangan teknologi informasi dan mikroelektronika Ditjenim tahun 2007.PR. Temuan Pemeriksaan 1. Perusahaan yang mendaftar dan mengambil dokumen prakualifikasi sebanyak 91 Perusahaan.00 WIB. Prosedur pengadaan barang/jasa yang telah dilakukan oleh Panita Pengadaan Barang/Jasa adalah sebagai berikut : a. III. Dari jumlah tersebut sampai dengan penutupan pendaftaran pada tanggal 14 Juni 2007 jam 16. Hasil Pemeriksaan Tindak Lanjut Pada Tahun 2006 BPK RI telah melakukan pemeriksaan pada Ditjenim dengan jumlah temuan pemeriksaan sebanyak 16 temuan dan 28 saran. Beberapa kegiatan dalam DIPA yang dananya bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Keimigrasian yang tidak terlaksana karena persetujuan PNBP dari Menteri Keuangan terlambat. c.2. Kuasa Pengguna Anggaran Ditjenim telah membentuk Panitia Pelelangan Pengadaan Barang/Jasa Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika Ditjenim Tahun 2007 sesuai Surat Keputusan Nomor F1-145. seluruh saran atas temuan pemeriksaan telah selesai ditindaklanjuti.

Pada tanggal 26 Juli 2007. g. Lingkup evaluasi adalah sebagai berikut : 1. 6 . Panitia menutup penerimaan dokumen pada tanggal 17 Juli 2007 pukul 12. d. b.d. Dari hasil evaluasi/penilaian keabsahan persyaratan (Legalisir dan Cap Perusahaan). Jumlah perusahaan/peserta pelelangan yang berhak mengajukan dokumen penawaran berjumlah 7 perusahaan. jumlah perusahaan yang memasukkan penawaran sebanyak perusahaan.00 WIB. Kelengkapan dan keabsahan syarat administrasi. 4) PT Praweda Ciptakarsa Informatika. 3) PT Pentadata Prima Sakti. 2) PT Nusantara Compnet Integrator. Evaluasi Administrasi meliputi : a. tanggal 17 Juli 2007) dan Metrocom Global Solusi (Surat pengunduran diri Nomor MKT/VII/2007. yaitu : 1) PT Bayu Mega Sejahtera. tanggal 17 Juli 2007) sedangkan 7 perusahaan lainnya tidak menyampaikan surat pemberitahuan. Surat dukungan prinsipal. maka hasil keputusan Panitia bahwa dari jumlah 57 Perusahaan hanya 16 Perusahaan yang memenuhi persyaratan/kualifikasi untuk dapat mengikuti proses selanjutnya. Daftar Personil. 5) PT Mitra Infosarana. Sesuai jadwal yang tercantum pada Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Aanwijzing. e. c. syarat-syarat administrasi serta kelengkapan lainnya yang telah sesuai dengan persyaratan. Dari 16 perusahaan yang diundang sampai dengan penutupan penerimaan 7 (Surat PT 472/MGS- dokumen. h. 2 perusahaan mengundurkan diri yaitu PT Astragraphia pengunduran diri Nomor 2006-183-VII-07. Panitia mengadakan evaluasi terhadap Dokumen Administrasi dan Teknis terhadap perusahaan/rekanan yang telah mengikuti pemasukan dan pembukaan dokumen penawaran. 7) PT Total Solusi Teknindo. Transfer teknologi serta Pelatihan SDM. f. 6) PT Berca Hardaya Perkasa.

b. Rencana usulan kerja (Metodologi).2. Pada tanggal 3 Agustus 2007. panitia didampingi oleh : 1) Tim Independen di bidang IT. d.PL. Setelah dilakukan evaluasi dokumen administrasi dan teknis dan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan bonafiditas peserta lelang dalam pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika serta berdasarkan Pasal 6 ayat 3 (huruf a) Dokumen Pengadaan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dan untuk menciptakan obyektifitas dan transparansi pemaparan (Pasal 2 jo Pasal 3 Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003). Sisinfokim Ditjenim. Evaluasi Teknis meliputi : a. Kepada perusahaan yang tidak lulus Evaluasi Teknis diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan yang ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Ditjenim dengan masa sanggah selama 5 hari kerja (tanggal sampai dengan 14 Agustus 2007). yaitu : 1) PT Berca Hardaya Perkasa. 2) PT Nusantara Compnet Integrator. kemudian memberikan kesempatan kepada 7 perusahaan/rekanan untuk memaparkan isi dokumen teknis yang ditawarkan.06. e. 7 7 . j. Panitia Lelang telah mengadakan Evaluasi Teknis terhadap 7 tujuh perusahaan/rekanan yang telah mengikuti pemasukan dan pembukaan dokumen penawaran.PAN/BJ/VIII-60 tanggal 03 Agustus 2007 dan Surat Penetapan PPK Ditjenim Nomor F1. Metode kerja. c. maka Perusahaan yang Lulus Evaluasi Teknis dan dapat mengikuti tahapan Penyelarasan Teknis serta memasukkan Dokumen Penawaran Harga pekerjaan Pengadaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika hanya 3 perusahaan. Berdasarkan Berita Acara Hasil Penilaian Teknis Nomor F1. l. 03. Kualifikasi tenaga ahli.3-476 tanggal 7 Agustus 2007. Pendistribusian barang. Spesifikasi barang. k. 3) PT Praweda Cipta Karsa informatika. 3) In-House Consultant (UI dan IOM). 2) Tim TIK Dit. i.

panitia telah mengadakan evaluasi terhadap penawaran harga dengan hasil keputusan panitia sebagai berikut : No 1.06.00 sekaligus menunjuk PT Nusantara Compnet Integrator sebagai penyedia barang/jasa sesuai Surat Keputusan Ditjenim Nomor F1-PL.000.3-503 tanggal 27 Agustus 2007.49 49. Pada tanggal 16 Agustus 2007 Panitia mengadakan acara Penyelarasan Teknis dengan mengundang 3 perusahaan yang telah lulus evaluasi teknis.773.PAN/BJ/VIII-75 tanggal 23 Agustus 2007 mengusulkan penetapan pemenang sesuai hasil evaluasi panitia.100.03. Surat panitia kepada Ditjenim Nomor F1.977. Maksud dan tujuan diadakannya penyelarasan teknis adalah spesifikasi teknis dari 3 perusahaan tersebut disetarakan/disejajarkan dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan sesuai kebutuhan Direktorat Jenderal Imigrasi.495. maka dihasilkan penawaran harga sebagai berikut: 1) PT Nusantara Compnet Integrator : Rp43.495.100.03.3-506 tanggal 28 Agustus 2007 senilai Rp43.00 dengan jangka waktu 8 .000. n. 3.595.637.926. 2.49 3) PT Berca Hardaya Perkasa : Rp49.000. Pada tanggal 21 Agustus 2007 diadakan Rapat Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran Harga dengan dihadiri oleh wakil dari 3 perusahaan yang telah lulus evaluasi teknis.977. Pada tanggal 23 Agustus 2007. q.100.495.m. Setelah diadakan penelitian terhadap surat-surat penawaran harga beserta kelengkapannya yang masuk.00 o.00 2) PT Praweda Ciptakarsa Informatika : Rp45.00 Keterangan Calon Pemenang Cadangan I Cadangan II p. Ditjenim menetapkan PT Nusantara Compnet Integrator sebagai pemenang dengan nilai penawaran sebesar Rp43.562.00 45.066.066.926.562.637.06. Ditjenim dengan PT Nusantara Compnet Integrator sepakat menandatangani surat perjanjian kontrak Nomor F1-PL. Perusahaan PT Nusantara Compnet Integrator PT Praweda Ciptakarsa Informatika PT Berca Hardaya Perkasa Penawaran (Rp) 43.773.100. Atas dasar keputusan tersebut.000.

03-5.03.2036.E/XII-1368 tanggal 10 Desember 2007.PAN. Ditjenim telah meminta kepada PT Nusantara Compnet Integrator untuk mengajukan penawaran sesuai surat masing-masing : a.d tanggal 15 Desember 2007. e.03-5.747. c.03.1 tanggal 2 Oktober 2007.784.2100.06.647. 9 .PAN. F1.06. d.3-506 tanggal 28 Agustus 2007 sesuai addendum Surat Perjanjian Kerja Nomor F1-PL. No.00 dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tidak berubah yaitu selama 109 hari kalender terhitung mulai tanggal 28 Agustus sampai dengan tanggal 15 Desember 2007. F1. Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa sesuai hasil minutes of meeting.PL. No.1 tanggal 26 Oktober 2007.E/XII-1375 tanggal 10 Desember 2007 dan telah dibayar lunas 100% sesuai bukti pembayaran terakhir tahap III (sebesar 10%) berupa SPM Nomor 00412/409272/2007 tanggal 14 Desember 2007 sebesar Rp4.00 kepada Ditjenim sesuai surat Nomor 1098A/NCI/2/FC/O-GOV/ XI/07 tanggal 16 November 2007.246. Project Manager E-Office telah mengajukan tambahan pekerjaan implementasi E-Office kepada Ditjenim masing-masing sesuai surat hasil minutes of meeting : a.800.3-565 tanggal 30 Oktober 2007.PL.841.780.3-560 tanggal 24 Oktober 2007. F5-KP.06.00 sehingga secara total nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp47.03. c.00.1 tanggal 9 Oktober 2007.PL.03. F1.800. b. No.2074. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% dan telah dilakukan serah terima dari PT Nusantara Compnet Integrator kepada Panitia Penerima Barang/Jasa Ditjenim sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Nomor F1.03-5. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan tersebut PT Nusantara Compnet Integrator menyerahkan hasil pekerjaan kepada Ditjenim sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor F1. d.02.2036.3-556 tanggal 11 Oktober 2007.1 tanggal 30 Oktober 2007. F1.06.800.246.03-5.1 tanggal 22 Oktober 2007.03-5. F5-KP.02.647.06.2137. F5-KP. No. Nusantara Compnet Integrator telah mengajukan penawaran sebesar PT Rp4.3-618 tanggal 19 November 2007 dengan penambahan biaya sebesar Rp4. No.02.06. b.174. F5-KP. Atas dasar tersebut maka dilakukan addendum atas Surat Perjanjian Kerja Nomor F1-PL. F5-KP. Atas dasar permintaan tambahan pekerjaan tersebut.02.03.02.PL.pekerjaan selama 109 hari kalender terhitung mulai tanggal 28 Agustus s.03.3-548 tanggal 5 Oktober 2007.

c. UPS 750 VA dari 30 set yang dikirim baru terpasang 14 set. Printer LaserJet dari 36 Set yang dikirim baru terpasang 28 set. Komputer Thin Client dari 132 set yang dikirim baru terpasang 120 set.d.Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak termasuk RKS dan Laporan akhir tanggal 18 Desember 2007 yang dibuat oleh Konsultan Pengawas PT Duta Astakona Girinda. diketahui : a. hal tersebut menunggu penentuan lokasi penempatan. yaitu : Keterangan Belum selesai a. Hal tersebut karena yang dipasang hanya UPS untuk PC.d.d 5 Maret 2008. Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tim TIK) yang dibentuk oleh Direktorat Informasi Keimigrasian serta pemeriksaan fisik pada Kantor Wilayah dan Kantor Imigrasi di Wilayah Sumatera Utara tanggal 3 s. 8 Maret 2008 dan Wilayah Jawa Timur tanggal 16 s. Pusat Operasi Data. Penyelesaian Pekerjaan Terlambat Hasil pemeriksaan atas Laporan Konsultan Pengawas dan Tim TIK tanggal 18 Desember 2007 serta hasil minutes of meeting. Output/Hasil Menurut RKS Terkoneksinya seluruh perangkat di Lingkungan Kantor Pusat Ditjenim dalam rangka pelaksanaan fungsi fasilitatif dan substantif. yaitu : No 1. Pusat komunikasi dan Akses. 20 Maret 2008. Hal tersebut menunggu lokasi penempatan. 2. yaitu : 7 set server yang masih dalam proses instalasi aplikasi dan 2 set NAC server yang masih membutuhkan diskusi dan perencanaan detail dengan pihak Imigrasi dan Konsultan. No Output/Hasil Menurut RKS Output/Hasil Menurut Laporan Akhir Keterangan 10 . Pusat Data di Kantor Pusat Ditjenim telah ada namun masih terdapat beberapa perangkat yang belum terpasang. Output/Hasil Menurut Laporan Akhir Masih terdapat beberapa alat yang belum terpasang di lingkungan Ditjenim. ternyata masih terdapat beberapa output atau hasil kegiatan sampai dengan pemeriksaan tanggal 15 Februari 2008 belum seluruhnya selesai dilaksanakan. Wilayah Batam tanggal 6 s. Terbangunnya Pusat Data di Kantor Pusat Ditjenim yang berfungsi sebagai Pusat Operasi Jaringan. Belum seluruhnya selesai b.

III dan IV) Baru terbangun 129 lokasi LAN. akurat dan terkini untuk keperluan pimpinan. Kanim Belawan.000. Kanim Batam. Kanim Polonia. Pelatihan security system dan Manajerial di kantor pusat (untuk Eselon I. Kanim Bengkalis. Kanwil Bengkulu. Hasil konfirmasi pada Kanwil Departemen Hukum dan HAM Sulawesi Tengah dan Jawa Barat pada tanggal 29 Februari 2007. Kanwil Sumsel. Kanim Khusus 11 . Kanim Medan. Aplikasi Fasilitatif keimigrasian belum seluruhnya selesai.262. Belum selesai 4.00 dan jaminan pemeliharaan Nomor BMG7740214959007 tanggal 11 Desember 2007 senilai Rp2. Kanim Pematang Siantar.087. Kanwil Depkumham Jatim. Kanwil Riau. 1 Unit Khusus dan 1 Akademi Imigrasi. kelima hasil kegiatan tersebut belum seluruhnya selesai. 103 Kanim. Kanim Pemalang. Belum seluruhnya selesai 5. manajerial dan operasional.3. Kanwil Jabar.593. Menurut penjelasan Tim TIK dan pemeriksaan pada kantor pusat Ditjenim diketahui bahwa sampai dengan saat pemeriksaan tanggal 15 Februari 2008 atau 60 hari setelah batas waktu kontrak. Kanwil Sulteng karena bangunannya masih dalam proses renovasi. PT Nusantara Compnet Integrator telah menyerahkan jaminan pembayaran dan jaminan pemeliharaan kepada Ditjenim yang diterbitkan oleh Bank Mandiri dengan masing-masing Jaminan Pembayaran Nomor MBG7740215159707 tanggal 14 Desember 2007 yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 April 2008 senilai Rp5. masih ada 9 lokasi yang belum terpasang. yaitu Kanim Meulaboh. II.392. Terbangunnya aplikasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan data/ informasi substanstif dan fasilitatif keimigrasian serta didukung manajemen data lengkap.00 yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2008. diketahui bahwa seluruh peralatan sudah berada dilokasi namun belum terpasang karena ruangan untuk penempatan peralatan baru selesai di renovasi pada akhir bulan Desember 2007 sedangkan hasil pemeriksaan fisik secara uji petik pada Kanwil Depkumham Sumut. Kanim Palembang. Belum dilakukan Belum seluruhnya selesai Sebagai jaminan atas belum selesainya pekerjaan tersebut. Terbangunnya infrastruktur jaringan area local (Local Area Network) atau LAN dan interkoneksi di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terintegrasi antara Kantor Pusat Ditjenim dengan 33 Kanwil.390.

310.000.310.000. Perhitungan Tim BPK atas perubahan harga satuan tersebut adalah sebesar Rp1.145. c. pegawai negeri dan pegawai tidak tetap.000.00 Hasil pemeriksaan dan uji banding harga satuan antara yang ditetapkan dalam addendum kontrak dengan kontrak awal. 2) Kelebihan perhitungan harga satuan osa lapangan perjalanan training Satgas sebesar Rp 80.00 dengan rincian : 1) Kelebihan perhitungan harga satuan transport udara dan lokal serta osa lapangan kegiatan installing testing commisioning dan training perangkat hardware sebesar Rp921. b.500. osa lapangan serta jumlah hari untuk kegiatan installing testing commisioning dan training perangkat hardware dan perjalanan training satuan tugas (Satgas) yang ditetapkan dalam addendum kontrak lebih tinggi dibanding yang ditetapkan dalam kontrak awal.05/2007 tanggal 25 April 2007 tentang perjalanan dinas jabatan dalam negeri bagi pejabat negara.000.250.00 (Lampiran-1).00 (Lampiran-2). dan Kanim Malang diketahui bahwa seluruh peralatan E-Office sudah terpasang dan dapat berfungsi secara on line namun belum dapat digunakan untuk operasional sehari-hari karena masih menunggu petunjuk operasional dari Ditjenim.054.250.000.00 12 Database Administration dan Webmaster sebesar . Kelebihan Pembayaran Atas Biaya Pelatihan Network dan System Administration. Kanim Klas I Perak.000. Terdapat Kesalahan Perhitungan Harga Satuan dan Jumlah Hari Dalam Addendum Kontrak sebesar Rp1. Perubahan harga satuan tersebut karena selain adanya tambahan pekerjaan juga karena adanya perubahan skenario pelatihan dari konsep awal yang semula dilakukan secara regional menjadi on site di masing-masing UPT pada saat pelaksanaan pemasangan peralatan dan acuan perubahan biaya yang digunakan adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. 3) Kelebihan perhitungan harga satuan transport udara.Klas I Surabaya.00 (Lampiran-3). diketahui bahwa harga satuan transportasi udara dan lokal. Rp30.756. lokal dan osa lapangan serta jumlah hari kegiatan pelatihan dan installing testing commisioning dan training perangkat hardware pada 7 lokasi yang belum siap sebesar Rp248.

00 97. 4.00 75.000.000.Makan Siang .500.Hasil pemeriksaan atas RAB kontrak diketahui terdapat biaya lima paket kegiatan pelatihan di Kantor Pusat Ditjenim yang diperuntukan bagi petugas Imigrasi (Tim Teknologi Informasi dan Elektronika Ditjenim) dan manajerial untuk para pejabat Eselon I. Uraian Pelatihan Network dan System Administration Database Aministration Web Master Security System Managerial Jumlah Satuan Paket Paket Paket Paket Paket Vol 1 1 1 1 1 Harga (Rp) 125.000. yaitu : No.000. tiga kegiatan telah dilaksanakan di Kantor Pusat Ditjen Imigrasi. 1.000. yaitu : No.Makan Siang 13 .00 – 16. II. 5.000.000. 1.Coffe break .500. satu kegiatan yaitu Security System sedang dilaksanakan dan satu kegiatan pelatihan managerial hingga pemeriksaan tanggal 15 Februari 2008 belum dilaksanakan.00 Berdasarkan laporan akhir yang disusun oleh Tim TIK Ditjenim diketahui bahwa dari lima kegiatan pelatihan.000. Kegiatan Pelatihan Network dan System Administration Waktu Pelaksanaan 11-14 Desember 2007 (Selama 4 hari dari pukul 09. 2.4 orang petugas imigrasi selama 4 .500. Pemeriksaan lebih lanjut atas laporan Tim TIK Ditjenim dan daftar hadir peserta diketahui bahwa tiga kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut ternyata masing-masing kegiatan hanya diikuti oleh 3 . 3.00 WIB) Jumlah Peserta 4 Orang Jumlah Instruktur 1 Orang Tempat kegiatan Kantor Pusat Ditjen Imigrasi Fasilitas yang diperoleh peserta .000. 2. III dan IV senilai Rp560.00 125.5 hari.000. Kegiatan Pelatihan Database Aministration Waktu Pelaksanaan 11-15 Februari 2008 (selama 5 hari dari Jumlah Peserta 3 Orang Jumlah Instruktur 1 Orang Tempat kegiatan Kantor Pusat Ditjen Fasilitas yang diperoleh peserta .00 560.00.Coffe break .Hand Out No.00 138.000.

454.00).000.00 WIB) 3. Database Aministration.00 untuk tiga jenis pelatihan yaitu Network dan System Administration.000.00 (Rp325. Web adalah tidak wajar yaitu sebesar Rp325.000. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar atau spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen kontrak maka pengguna barang/jasa bersama penyedia barang/jasa dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain: a. b.000. Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak. Penjelasan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dijelaskan bahwa Perubahan kontrak dapat dilakukan : 1.854. Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan : a.Coffe break .00 – 16.000.545. dapat disimpulkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan 11 orang staf Ditjen Imigrasi di bidang Network dan System Administration.000.854. Berdasarkan perhitungan biaya pelatihan yang diperoleh dari PT Nusantara Compnet Integrator diketahui bahwa biaya masing-masing jenis kegiatan adalah sebesar Rp98.000. Mengurangi atau menambah jenis pekerjaan.145.00 atau sebesar Rp294.000. 14 .285.55 untuk masing-masing orang selama 5 hari.00 – 16. Database Adminitration dan Web Master sehingga ada kelebihan pembayaran sebesar Rp30. b. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Pasal 5 Tentang Etika Pengadaan huruf f yang menyatakan Pengguna barang/jasa.Makan Siang .pukul 09.00 WIB) 4 Orang 1 Orang Imigrasi Kantor Pusat Ditjen Imigrasi . Web Master 18-22 Februari 2008 (selama 5 hari dari pukul 09.Hand Out Berdasarkan uraian di atas.Hand Out .00 atau Rp29. Penyedia barang/jasa dan para pihak yang terkait dalam pengadaan barang/jasa mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa.00 – Rp294.

00 = Rp2.900.03.00. 2. d. 15 . maka pihak kedua wajib membayar denda sebesar 1/000 (satu per seribu) dari harga pekerjaan untuk setiap hari kelambatan dan setinggi-tingginya 5 % (lima persen) dari harga pekerjaan.000. Melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan. 2. 3.492.498. Pasal 19 angka 2 ditetapkan bahwa dalam hal perubahan lingkup dan volume pekerjaan yang mengakibatkan penambahan dan pengurangan harga pekerjaan maka dilakukan penyesuaian harga pekerjaan berdasarkan harga satuan yang telah disepakati atau berdasarkan negosiasi pada saat pelaksanaan antara pihak pertama dengan pihak kedua apabila harga satuan untuk pekerjaan tambah kurang tersebut tidak terdapat dalam perjanjian ini. 3. Pasal 4 tentang jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang menyatakan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan selesai pada tanggal 15 Desember 2007. PT Nusantara Compnet Integrator dikenakan sanksi denda keterlambatan (setelah dikurangi PPN) sebesar 5% x Rp43.3-506 tanggal 28 Agustus 2007: 1. c. Surat Perjanjian Kerja Nomor F1-PL.06.624. Pasal 30 tentang denda menyatakan antara lain apabila pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. Hal tersebut mengakibatkan : a. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh pengguna barang/jasa secara tertulis kepada penyedia barang/jasa.174.c. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan addendum kontrak. ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan harga dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal.

000.310. Kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Compnet Integrator atas kesalahan perhitungan harga satuan dan jumlah hari dalam adendum kontrak serta biaya pelatihan sebesar Rp1.000. Hal tersebut disebabkan : a. Panitia pengadaan barang kurang cermat dalam mengevaluasi penawaran harga addendum yang diajukan pihak penyedia barang/jasa.900.174. Biaya Pelatihan Network dan Administration.000. Perhitungan dalam HPS adalah sesuai dengan RKS yakni satu paket.01-1020 memberikan tanggapan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti beberapa hasil pemeriksaan BPK RI yaitu telah menyetor ke kas negara denda keterlambatan sebesar Rp2.00 + Rp30. c.250.00 per hari dirasakan tidak cukup dan tidak sesuai dengan SK Menteri Keuangan No.00 (Rp1. BPK RI tidak dapat menerima alasan yang dikemukakan Direktur Jenderal Imigrasi mengenai perubahan harga satuan dalam addendum kontrak karena bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 dan apabila terdapat permintaan 16 .00 sesuai dengan bukti setor pada tanggal 15 April 2008.455. Lemahnya pengawasan Sekretaris Ditjenim selaku Kuasa Pengguna Anggaran.145. Ditjenim belum dapat memanfaatkan sistem informasi e-office secara tepat waktu.000. sedangkan kelebihan perhitungan harga satuan dalam addendum kontrak pekerjaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika pihaknya menjelaskan bahwa perubahan harga satuan OSA Lapangan bukan merupakan kesalahan perhitungan tetapi merupakan tambahan biaya dalam rangka mengakomodir permintaan dari Tim Satgas yang merupakan pegawai Ditjenim yang bertugas melakukan training pada seluruh Unit Pelaksana Teknis mengingat biaya yang dialokasikan sebesar Rp500.624. Adanya kesalahan presepsi dari Panitia Penerima Barang dan Jasa Ditjenim yang menganggap bahwa penyempurnaan aplikasi yang belum selesai termasuk dalam masa pemeliharaan. dapat dijelaskan bahwa sesuai perencanaan dalam Harga Perkiraan Sendiri (HPS) direncanakan bahwa untuk setiap pelatihan akan dilatih 20 orang tetapi dalam pelaksanaannya hanya diikuti oleh empat orang petugas. b. 96/PMK.02/2006. c.01.280.00).b.000.000. Database Administration dan Webmaster sebesar Rp325.00 adalah tidak wajar. Sesuai surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM.

200.697.860.000.00.penyesuan harga maka hal tersebut menjadi tanggungjawab PT Nusantara Compnet Integrator selaku pelaksana pekerjaan. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan tersebut PT Medcom Indosa Engineering telah menyerahkan hasil pekerjaan kepada Ditjenim sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Nomor F1.E/XII-1372 tanggal 10 Desember 2007 Panitia Penerima Barang/Jasa Ditjenim. kurang cermat dalam melaksanakan tugasnya serta lebih meningkatkan pengawasan sehingga pada masa yang akan datang hal tersebut tidak terulang kembali.697. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan tentang Pegawai Negeri kepada Kepala Bagian Perlengkapan Ditjenim selaku Panitia Penerima Barang dan Jasa serta Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Ditjenim yang lalai melegalisasi.00 (termasuk PPN 10 %). Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan uji banding dengan Laporan Pelaksanaan Pekerjaan yang dibuat oleh PT Medcom Indosa Engineering serta bukti 17 .000.PAN.00 dan menyetorkannya ke Kas Negara dan menyampaikan copy bukti setor kepada BPK RI.E/XII-1373 tanggal 10 Desember 2007 dan telah dibayar lunas 100% sesuai bukti pembayaran terakhir (tahap IV) berupa SPM Nomor 00403/409272/2007 tanggal 12 Desember 2007 seluruhnya senilai Rp3. 2.PAN. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% dan telah diserahterimakan dari PT Medcom Indosa Engineering kepada Ditjenim sesuai Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Nomor F1.000. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 75 hari kalender terhitung mulai tanggal 4 Oktober sampai dengan 17 Desember 2007. Keterlambatan Pekerjaan Pemeliharaan Peralatan Visa On Arrival Pada Beberapa Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan Belum Dikenakan Sanksi Denda Keterlambatan Sebesar Rp184. b. Menarik kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Compnet Integrated atas kesalahan perhitungan harga satuan dan jumlah hari dalam adendum kontrak serta biaya pelatihan sebesar Rp1.200.B/X-1051 Rp3.00 Pada Tahun Anggaran 2007 Ditjenim telah melaksanakan kegiatan/pekerjaan pemeliharaan peralatan Perjanjian Nomor Visa on Arrival (VOA) pada 38 Tempat Pemeriksaan tanggal 3 Oktober 2007 senilai Imigrasi (TPI) yang dilaksanakan oleh PT Medcom Indosa Engineering sesuai Surat F1. BPK RI menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM supaya menginstruksikan Sekretaris Ditjenim selaku Kuasa Pengguna Anggaran : a.PAN.000.455.280.

Peralatan tersebut diterima di TPI. 4. Performance test terhadap peralatan/sistem VOA dengan data riil. Komunikasi data ke pusat belum dapat difungsikan karena perangkat yang terpasang baru ada satu PC. 2. yaitu: 1. 08010501/SJ-POL. Jenis Barang Barcode Scanner Rak Server UPS Server Type APC Smart 1000 Data Base Server Rak Server 4. 5. c.01 Komputer Server HP-DL 380 GS UPS Power Suply Smart APC 1000 DSL Modem Switch 4 port 1 1 1 1 Kanim Bandara Polonia Medan Kegiatan pada tanggal 4 Januari 2008 yaitu: 1. Barang diterima di Kanim.1020 Vol (unit) Tujuan Laporan Pekerjaan 1 1 TPI Nongsa Batam Kegiatan pada tanggal 27 Desember 2007. 3. Berdasarkan bukti penerimaan barang di empat lokasi TPI: No . Tanggal Surat Jalan dan Jenis Barang 07122501/SJNG/2007. 29 November 2007 Komputer Workstation HP de 5700 Printer Laser HP L. 2. 2. 6. Testing peralatan dan konfigurasi device terhadap sistem aplikasi VOA baik yang lama maupun yang existing. Instalasi pemasangan peralatan dan sistem aplikasi VOA yang lama dengan yang baru. UPS APC Smart 1000VA Rak Server Vol 4 1 1 1 1 1 3 Tujuan Kanim Khusus Ngurahrai Kanim Polonia Medan Kanim Surabaya Sda Sda Kanim Klas I Batam Bagian Perlengkapan Tgl Surat Jalan 31-1-2008 14-1-2008 29-1-2008 Sda Sda 3-12-2007 5-2-2008 Tgl Diterima 31-1-2008 31-1-2008 28-1-2008 Sda Sda 20-1-2008 5-2-2008 Lama Keterlambatan 44 hari 44 hari 41 hari 41 hari 41 hari 33 hari 49 hari b. 3. 2. 3. dengan rincian sebagai berikut: a. Memindahkan sistem database VOA yang lama ke komputer server yang baru. Migrasi sistem aplikasi VOA yang lama ke perangkat VOA yang baru dan pemindahan data base VOA yang lama ke PC yang baru. 1.penerimaan barang dan pemeriksaan fisik ternyata pelaksanaan pekerjaan tersebut terlambat. diketahui bahwa 18 . Nomor. Berdasarkan laporan pekerjaan: No . Instalasi pemasangan peralatan dan sistem aplikasi VOA lama dengan peralatan dan sistem VOA yang baru. Hasil pemeriksaan fisik pada Kantor Imigrasi Khusus Klas I Surabaya pada tanggal 13 Maret 2008 atau 85 hari setelah masa akhir kontrak. 1.

Berdasarkan hal tersebut maka Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Nomor F1.000.peralatan VOA yang dikirim oleh pihak pelaksana ternyata belum dipasang dan masih disimpan di dalam gudang.860.00). Hal tersebut disebabkan : 19 .B/X-1051 tanggal 3 Oktober 2007 : a. maka denda maksimum yang dikenakan adalah sejumlah 5% dari nilai keseluruhan pekerjaan tersebut.00 (5% x Rp3.PAN. maka untuk setiap hari keterlambatan Pihak kedua wajib membayar denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) dari nilai kontrak. b. Hal tersebut tidak sesuai dengan Surat Perjanjian Nomor F1. Hal tersebut mengakibatkan : a. Pasal 5 tentang jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ayat (1) antara lain menyatakan bahwa dalam jangka waktu 75 hari kalender terhitung sejak tanggal diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) harus sudah diterima dan dapat digunakan sesuai fungsinya.200. Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan peralatan Visa On Arrival belum selesai 100% yaitu terlambat antara 10 hari sampai dengan 85 hari kalender. b. Kantor Imigrasi belum dapat memanfaatkan hasil pemeliharaan peralatan Visa On Arrival tersebut sesuai tujuan pengadaannya secara tepat waktu. Penerima Barang/Jasa Ditjenim yang menyatakan pekerjaan telah selesai 100% adalah tidak sesuai dengan keadaan PT Medicom Indosa Engineering harus dikenakan sanksi denda keterlambatan maksimal sebesar Rp184. 2) Ayat (2) menyatakan bahwa apabila akumulasi denda tersebut pada ayat (1) di atas melebihi 5% dari nilai keseluruhan pekerjaan.PAN.000. Pasal 8 tentang sanksi dan denda : 1) Ayat (1) menyatakan bahwa apabila Pihak kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pengadaan barang sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 5 ayat (1) surat perjanjian ini.E/XII-1372 tanggal 10 Desember 2007 yang ditandatangani oleh Panitia yang sebenarnya.697.

20 Kontrak Pekerjaan Perencanaan dan Mikroelekronika Sebesar Teknologi Informasi . 3.01. Pekerjaan tersebut dilaksanakan selama 45 hari kalender terhitung mulai tanggal 2 November s.00.000. BPK RI menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM menginstruksikan Sekretaris Ditjen Imigrasi selaku Kuasa Pengguna Anggaran untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan tentang Pegawai Negeri Sipil kepada Panitia Penerima Barang dan Jasa Ditjenim yang lalai dalam menandatangani Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang tidak sesuai kenyataan sebenarnya dan lebih meningkatkan pengawasan sehingga pada masa yang akan datang hal tersebut tidak terulang kembali.860.B/XI-1163 tanggal 1 November 2007 senilai Rp329.700.09.000. pengawasan Sekretaris Ditjenim selaku Kuasa Pengguna Sesuai surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM.PR.00 pada tanggal 10 April 2008.01-1020 memberikan tanggapan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK RI yaitu telah menyetor ke kas negara denda keterlambatan sebesar Rp184.457.d 15 Desember 2007 dan telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Nomor F1.PAN. Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelekronika yang dilaksanakan oleh CV Indosarana Informatika sesuai Surat Perjanjian Kerja Nomor F1-145.E/XII-1379 tanggal 11 Desember 2007 serta dibayar b. Lemahnya Anggaran. b. Terdapat Kelebihan Pembayaran Atas Kontrak Pekerjaan Pengkajian Sistem Photo Terpadu Berbasis Biometrik dan Pengembangan Rp45.000.a.280. lunas sesuai bukti pembayaran terakhir SPM Nomor 00407/409272/2007 tanggal 13 Desember 2007. Pengkajian Sistem Photo Terpadu Berbasis Biometrik yang dilaksanakan oleh CV Global Indotelekomunika sesuai Surat Perjanjian Nomor F1.00. Adanya unsur kelalaian dari Panitia Penerima Barang dan Jasa PPK Ditjenim yang menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan dan Berita Acara Penyerahan Barang yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.216 tanggal 30 April 2007 senilai Rp544.900.PAN.00 Pada tahun 2007 Ditjenim telah melaksanakan kegiatan antara lain : a.

000.000.500.900.00 dan CV Indosarana Informatika sebesar Rp25.00.850.000.000. laporan kegiatan.00 yang masing-masing dikenakan kepada CV Global Indotelekomunika sebesar Rp20. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 5 menetapkan bahwa pengguna barang/jasa. antara lain huruf f yaitu menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa.Pekerjaan tersebut dilaksanakan selama 45 hari kalender terhitung mulai tanggal 30 April s.00 masing-masing atas nama Dona Hardiansyah sebesar Rp7. Untuk pekerjaan Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelekronika diketahui bahwa dari 22 orang tenaga ahli yang tercantum dalam RAB kontrak ternyata hanya 20 orang yang ikut terlibat dalam pekerjaan tersebut sehingga ada kelebihan pembayaran kepada dua orang tenaga ahli sebesar Rp19.000. b. penyedia barang/jasa dan para pihak terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika. Selain hal tersebut.000. Untuk pekerjaan Pengkajian Sistem Photo Terpadu Berbasis Biometrik diketahui bahwa dari 13 orang tenaga ahli yang tercantum dalam RAB kontrak ternyata hanya 10 orang yang ikut terlibat dalam pekerjaan tersebut sehingga ada kelebihan pembayaran kepada tiga orang tenaga ahli sebesar Rp20. dalam RAB kontrak terdapat biaya sewa ruangan sebesar Rp6.00 dan Rudy Hartoyo sebesar Rp5.00 dan Hari Waluyo sebesar Rp12.000.00. 21 .850.500.000.000. Keadaan tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp45.400. Hari Waluyo sebesar Rp8.400. konfirmasi dengan panitia pengadaan dan pernyataan dari pihak pelaksana kedua kegiatan tersebut di atas. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak.00 yang seharusnya tidak diperhitungkan karena tidak sesuai dengan ketentuan.000.E/VI-557 tanggal 11 Juni 2007 serta dibayar lunas sesuai bukti pembayaran terakhir SPM Nomor 00114/409272/2007 tanggal 6 Juni 2007.00.d 14 Juni 2007 dan telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Nomor F1.00.500.000. diketahui hal-hal sebagai berikut : a.00 yang masing-masing atas nama Saiful Akbar sebesar Rp5.700.000.000.PAN.

Pengawasan Kuasa Pengguna Anggaran dan Ditjenim atas pelaksanaan kegiatan belum optimal.00 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender terhitung mulai tanggal 2 November s.E/XII-1381 tanggal 11 Desember 2007 serta dibayar lunas sesuai bukti pembayaran terkahir SPM Nomor 00408/409272/2007 tanggal 13 Desember 2007. b.PAN.Hal tersebut disebabkan : a. Sesuai surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM.3-512 tanggal 4 September 2007 dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan selama 105 hari kalender terhitung sejak tanggal 22 27 Agustus .00 pada tanggal 10 April 2008.3-502 tanggal 27 Agustus 2007 senilai Rp1.848.900. 03.00 yang kemudian diaddendum sesuai kontrak Nomor F1.000.03.PL.01-1020 memberikan tanggapan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK RI yaitu telah menyetor ke kas negara kelebihan pembayaran sebesar Rp45. 4.PL.B/XI-1160 tanggal 2 November 2007 senilai Rp1.614.06.360.01. b. Kelalaian dari pihak pelaksana yang tidak melaporkan penggantian beberapa tenaga ahli kepada Ditjenim.000.000.06.00 Pada Tahun Anggaran 2007 Ditjenim telah melaksanakan kegiatan antara lain : a.350. Terdapat Kemahalan Atas Kontrak Pekerjaan Pengadaan Alih Media Arsip dan Kontrak Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika Sebesar Rp43. Pekerjaan Pengadaan Alih Media Arsip yang dilaksanakan oleh PT Berdikari Mandala Pratama sesuai Surat Perjanjian Nomor F1.000.PAN. BPK RI menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM menginstruksikan Sekretaris Ditjen Imigrasi selaku Kuasa Pengguna Anggaran untuk memberikan teguran kepada pelaksana pekerjaan yang tidak melaporkan penggantian beberapa tenaga ahli kepada Ditjenim dan lebih meningkatkan pengawasan sehingga pada masa yang akan datang hal tersebut tidak terulang kembali. Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika yang dilaksanakan PT Duta Astakona Girinda sesuai Surat Perjanjian Nomor F1.453.d 15 Desember 2007 dan telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Nomor F1.

000.00 dengan rincian : (dalam rupiah) No 1 2 3 Uraian Lap Pelaksanaan Lap.000.000 9.350.000 30.000.00 masing-masing kepada PT Berdikari Mandala Pratama sebesar Rp24.500.000 Selisih 10.000.000 100.350.750.000 750.E.000 2.000 8.250.XII-1357 tanggal 7 Desember 2007 dan telah dibayar lunas sesuai SPM terakhir Nomor 00417/409272/2007 tanggal 14 Desember 2007. penyedia barang/jasa dan para pihak terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika antara lain huruf f yaitu menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa.00 dan PT Duta Astakona Girinda sebesar Rp19.750.250.800.00 dengan rincian : (dalam rupiah) Uraian Lap.000 Selisih 5.250.000 BPK 1 x 10 x 45.000 = 10.350.000.000 Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 5 menetapkan bahwa pengguna barang/jasa.000 750.000 1.000 9.000 6.d tanggal 9 Desember 2007.000 200.500.250.100.000 Total 8. Akhir Buku Manual Jumlah Kontrak Jmh 15 15 15 Hrg Sat 550.750.500.000.000 Jmh 15 10 15 BPK Hrg Sat 200.250.000. Draft Final Kontrak 24 x 10 x 45.100. Kontrak Pekerjaan Pengadaan Alih Media Arsip sebesar Rp24.250. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan uji banding dengan kontrak yang sama pada Ditjenim ternyata biaya pelaporan yang ditetapkan dalam RAB kontrak pada kedua kontrak tersebut lebih mahal sebesar Rp43.000 6 x 10 x 175. Pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Nomor F1.000 1 x 10 X 175.000 Total 3.750. Hal tersebut disebabkan : 23 . masing-masing terinci sebagai berikut : a.00.000 = 10.000 24.000.000 11.000 b.000 = 1.2007 s.250. Hal tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp43.00.PAN.000 11. Kontrak Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Teknologi Informasi dan Mikroelektronika sebesar Rp19.000 = 450.250. Pendahuluan Lap.

000.01-1020 memberikan tanggapan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK RI yaitu telah menyetor ke kas negara kelebihan pembayaran sebesar Rp43. Panitia pengadaan barang lalai/tidak cermat dalam menyusun dokumen pengadaan dan melakukan evaluasi dokumen penawaran. Sesuai surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM. Lemahnya pengawasan Kuasa Pengguna Anggaran atas pelaksanaan kegiatan.350. BPK RI menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM mengintruksikan Sekretaris Ditjen imigrasi selaku Kuasa Pengguna Anggaran memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan tentang Pegawai Negeri Sipil kepada Panitia pengadaan barang yang lalai/tidak cermat dalam menyusun dokumen pengadaan dan melakukan evaluasi dokumen penawaran serta lebih meningkatkan pengawasan sehingga pada masa yang akan datang hal tersebut tidak terulang kembali.01.a. Pembebanan Biaya Perpanjangan Izin Frekwensi Alat Komunikasi Ditjen Imigrasi Pada Kontrak Pemeliharaan dan Perawatan Jaringan Komunikasi Radio Tidak Tepat Ditjenim Departemen Hukum dan HAM secara bertahap sejak tahun 2003 s. b. 5. Untuk mengantisipasi hal tersebut. USA.d 2006 telah melaksanakan pembangunan jaringan radio komunikasi yang dilaksanakan oleh PT Masaro Radiokom selaku Distributor Tunggal Motorola Inc.00 pada tanggal 10 April 2008. namun karena anggaran PNBP baru dapat dicairkan sekitar triwulan III setiap tahunnya. maka tidak memungkinkan untuk dilakukan perikatan perjanjian pada awal Tahun Anggaran sedangkan kegiatan perawatan dan pemeliharaan harus dilakukan sepanjang tahun (dari awal tahun sampai akhir Tahun Anggaran) agar tidak terjadi kerusakan yang mengakibatkan tidak berfungsinya jaringan radio komunikasi. setiap tahunnya mulai tahun 2005 dilakukan perawatan dan pemeliharaan yang anggarannya bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjenim. Dalam rangka menjamin agar seluruh peralatan dapat berfungsi dengan baik. setiap tahunnya Sekretaris Ditjenim meminta kesediaan PT Masaro Radiokom selaku distributor tunggal Motorola untuk 24 .

Pada tahun 2006 Sekretaris Ditjenim telah mengirimkan surat kepada PT Masaro Radiokom untuk melaksanakan pekerjaan perawatan dan pemeliharaan sesuai surat nomor F-1-PL. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dibuat oleh Panitia Pengadaan barang telah sesuai dengan standar harga pemerintah yaitu Surat Edaran Bersama antara Ketua BAPPENAS dan Menteri Keuangan Nomor 1203/D.03. Di samping itu.PAN. Hal ini terjadi sejak tahun 2005 s.06-3059 tanggal 22 Desember 2006 dan telah dijawab oleh PT Masaro Radiokom sesuai surat pernyataan kesanggupan tanggal 26 Desember 2006 yang isinya antara lain PT Masaro Radiokom sanggup untuk melaksanakan pekerjaan perawatan/pemeliharaan jaringan komunikasi radio Ditjenim terhitung mulai tanggal 1 Januari 2007 s.d.d 2007 dengan ketentuan pelaksana (dhi. hasil negosiasi yang disepakati adalah wajar dan 25 .00 dengan jumlah peralatan yang dirawat/dipelihara sebanyak 2. Batam dan Jawa Timur diketahui halhal sebagai berikut : 1. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pemeriksaan fisik pada Kantor Imigrasi di Wilayah Sumatera Utara.A/X-1121 tanggal 25 Oktober 2007 dan diketahui bahwa secara teknis dan harga.A/XI-1169 tanggal 5 November 2007 yang berlaku surut sejak bulan Januari s. Pelaksanaan pekerjaan perawatan/pemeliharaan dilakukan sebelum adanya perjanjian kontrak. Desember 2007 senilai Rp9.d.662 unit yang tersebar di 269 lokasi pada 29 provinsi di Indonesia.387. Panitia telah melakukan negosiasi teknis dan harga sesuai dengan Berita Acara Hasil Evaluasi dan Negosiasi Nomor F1.500.000.II/03/2000 dan SE-38/A/2000 tanggal 17 Maret 2000 serta telah disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku. PT Masaro Radiokom) tidak dapat menuntut pembayaran apabila anggaran tidak dapat dicairkan dan proses penunjukan pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan Metode Penunjukan Langsung tersebut tidak bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah khususnya Pasal 17 ayat (5) dan Lampiran I Keppres Nomor 80 Tahun 2003.melaksanakan kegiatan perawatan dan pemeliharaan jaringan tersebut mulai awal tahun dengan resiko apabila anggaran dari PNBP tersebut tidak cukup dan/atau tidak dapat dicairkan maka PT Masaro Radiokom tidak akan menuntut pembayarannya.PAN. 31 Desember 2007 dan pekerjaan tersebut telah dituangkan dalam kontrak Nomor F1.

26 . b.d.400.000. Hasil pemeriksaan atas RAB kontrak diketahui terdapat komponen biaya izin frekwensi selama 1 tahun (tahun 2007) sebesar Rp129. menyatakan bahwa pengadaan barang dan jasa wajib menerapkan prinsip efektif yang berarti pengadaan barang dan jasa harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.00 .8 Maret 2008 dan Wilayah Jawa Timur tanggal 16 s. Adanya kemungkinan jaringan radio komunikasi milik Ditjenim tidak dapat berfungsi jika kontrak pekerjaan jasa perawatan/pemeliharaan peralatan radio komunikasi Ditjenim tidak direalisasikan dan biaya perpanjangan izin tidak dibayar.697.397.400. Keputusan Presiden Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang mengatur antara lain Pasal 3 Huruf b. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : 1.397. diketahui bahwa seluruh peralatan komunikasi telah dipelihara secara rutin setiap tiga bulan sekali dan pada saat pemeriksaan seluruh peralatan berfungsi secara baik. Wilayah Batam tanggal 6 s.000. 20 Maret 2008. PT Masaro Radiokom menanggung izin biaya lebih untuk pembayaran perpanjangan penggunaan frekwensi sebesar Rp39.00.00. Biaya izin perpanjangan frekwensi peralatan komunikasi dialokasikan dalam biaya rutin DIPA Ditjenim.d. Jumlah tersebut lebih tinggi sebesar Rp39.d.000.097. Hasil pemeriksaan fisik pada Kantor Wilayah dan Kantor Imigrasi di Wilayah Sumatera Utara tanggal 3 s. 2. Sesuai bukti pembayaran izin frekwensi tahun 2007. Hal tersebut mengakibatkan : a.097. 2.397.dapat dipertanggungjawabkan karena masih dibawah standar harga yang ditetapkan pemerintah.00). 5 Maret 2008.697.Rp129.00 yang seharusnya tidak dialokasikan dalam kontrak pemeliharaan karena bukan merupakan bagian dari pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab Ditjenim.00 (Rp169.00 bila dibandingkan Rp129. diketahui bahwa PT Masaro Radiokom dengan telah yang membayar ditetapkan biaya dalam izin RAB frekwensi kontrak sebesar sebesar Rp169.400.397.

Uraian Belanja Pengadaan alat komunikasi Anggaran (Rp) 7.Hal tersebut disebabkan : a. dengan rincian sebagai berikut : No. 1.000.01.370.287. Sesuai surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM. b. Melakukan koordinasi dengan Departemen Keuangan agar penerbitan persetujuan penggunaan PNBP sebagai sumber pembiayaan lebih dipercepat sehingga program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana sebelum berakhirnya Tahun Anggaran. perpanjangan penggunaan izin frekwensi ke dalam kontrak.00. diketahui bahwa terdapat beberapa kegiatan belanja barang dan modal sebesar Rp31.000. Lemahnya pengawasan Sekretaris Ditjenim terhadap hasil perencanaan.000.00 tidak dilaksanakan. 6. Perencanaan Ditjenim tidak cermat yang menempatkan biaya rutin b.047.220. Terdapat Enam Kegiatan Belanja Barang dan Modal dengan Alokasi Anggaran Sebesar Rp31. c. c. Hasil pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2007. Persetujuan penggunaan anggaran PNBP sebagai sumber pembiayaan dari Menteri Keuangan terlambat.000 27 .01-1020 memberikan tanggapan bahwa biaya perpanjangan izin frekwensi alat komunikasi untuk Tahun Anggaran 2009 dan seterusnya akan dianggarkan ke dalam biaya rutin langganan daya dan jasa Ditjenim demikian halnya biaya pemeliharaan dan perawatan alat radio komunikasi akan diupayakan melalui alokasi anggaran rutin Ditjenim sehingga dapat menjamin berfungsinya alat komunikasi secara baik. Meningkatkan pengawasan sehingga pada masa yang akan datang hal tersebut tidak terulang kembali. Biaya perpanjangan izin frekwensi tahun 2009 tidak dibebankan dalam kontrak pemeliharaan dan diusulkan untuk dimasukan dalam anggaran langganan daya dan jasa Ditjenim. BPK RI menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM mengintruksikan Sekretaris Ditjenim selaku Kuasa Pengguna Anggaran : a.370.00 Tidak Dilaksanakan Dalam DIPA Tahun Anggaran 2007 Ditjen Imigrasi telah dialokasikan anggaran sebesar Rp304.220.300.000.

Alat komunikasi Ditjenim telah diadakan setiap tahun sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 dengan total anggaran sebesar Rp75. 4. Proses pengadaan alat komunikasi tersebut pada tahun 2003 adalah dengan penunjukan langsung kepada PT Masaro Radiokom selaku distributor tunggal radio komunikasi merk Motorola di Indonesia.000. pemilihan penyedia barang dan jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap satu penyedia barang dan jasa dengan cara melakukan negosiasi teknis dan harga sehingga dapat diperoleh harga yang 28 .300.000.639.00 yang sumber anggarannya berasal dari hasil PNBP Ditjenim.220.600.000 Pemeriksaan lebih lebih lanjut terhadap rendahnya realisasi anggaran Ditjenim tersebut.800.00 dan telah mencakup 29 Kanwil Departemen Hukum dan HAM.000 2. jaringan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang murah. 5.500.000.000 600.000.798.622.000 10.000 121. Tujuan dari pembangunan jaringan radio komunikasi Ditjenim tersebut adalah untuk menunjang pelaksanaan kegiatan operasional keimigrasian di lapangan.2. Dalam desain awalnya. Dasar Hukum penunjukan langsung tersebut adalah Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Pasal 17 ayat (5) yang menyebutkan bahwa dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus. Penggantian lift Pengadaan rumah dinas/flat untuk TPI Seokarno-Hatta Rekondisi sprinkler Pengadaan Senjata Api Pengadaan Laptop Jumlah 9.370.000 31.500. 3. efektif dan efisien bagi seluruh jajaran kantor imigrasi di seluruh Indonesia.000. diketahui hal-hal sebagai berikut : a. 6.870. Pertimbangan penunjukan langsung adalah pada saat itu kebutuhan akan radio komunikasi bagi jajaran imigrasi khususnya di daerah lintas batas antar negara sangat mendesak dan pekerjaan pembangunan jaringan radio komunikasi merupakan pekerjaan yang komplek karena merupakan pembangunan sistem yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia serta dilakukan oleh rekanan yang merupakan distributor tunggal di Indonesia. Pengadaan Alat Komunikasi Pengadaan alat komunikasi Ditjenim pada Tahun Anggaran 2007 telah dialokasikan sebesar Rp7.

untuk pengadaan jaringan radio komunikasi Ditjenim tahun 2004. yang semuanya menyatakan bahwa proses pengadaan tersebut dengan metode Penunjukan Langsung adalah benar serta sesuai dengan ketentuan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 yang berlaku. Sekretaris Ditjenim selaku Kuasa Pengguna Anggaran meminta pendapat kepada Inspektur Jenderal Departemen Hukum dan HAM tentang Tata Cara Pengadaan Jaringan Komunikasi Ditjenim melalui surat nomor F1.wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.622.11. keamanan dan keselamatan masyarakat pelaksanaannya tidak dapat ditunda atau harus dilakukan segera termasuk penanganan darurat akibat bencana alam. Sebagai tindak lanjut pengadaan tahun 2003.10-1869 tanggal 4 Oktober 2007 dan telah dijawab oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM melalui surat nomor B.639.PW. pabrikan. pemegang hak paten atau pekerjaan yang kompleks yang hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi khusus dan/atau hanya ada satu penyedia barang/jasa yang mampu mengaplikasikannya. Untuk pengadaan Tahun Anggaran 2007 tersebut.00 tetap dapat berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan kerugian negara. Proses pengadaan tersebut telah diperiksa oleh Tim BPKP.500.01-83 tanggal 11 Oktober 2007 yang isinya antara lain menyetujui pemeliharaan alat komunikasi dengan sistem penunjukan langsung dan memberikan saran bahwa pengadaan jaringan radio komunikasi Ditjenim dilakukan dengan sistem pelelangan.03.PL. 2005 dan 2006 juga dilakukan dengan cara menunjuk langsung PT Masaro Radiokom selaku Distributor tunggal radio komunikasi merk Motorola guna memastikan dan menjamin sistem yang telah dibangun tetap merupakan satu kesatuan sistem serta investasi yang telah dikeluarkan Ditjenim dalam membangun jaringan radio komunikasi selama empat tahun dengan biaya sebesar Rp75. serta pengadaan barang/jasa khusus yaitu pekerjaan barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang dan jasa. Tim Riksus Itjen serta Tim BPK. Adanya pendapat yang berbeda tentang tata cara pengadaan jaringan komunikasi Ditjenim untuk Tahun 2007 antara Sekretaris Itjen Departemen 29 . dan Lampiran I Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 yang menyebutkan bahwa penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria tertentu seperti keadaan tertentu yaitu penangangan darurat untuk yang pertahanan negara.

senjata api dan pengadaan laptop tidak dilaksanakan karena PNBP yang merupakan sumber pembiayaan baru cair pada bulan November 2007 sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pelelangan karena sudah menjelang batas waktu akhir Tahun Anggaran. maka Sekretaris Ditjenim tidak melaksanakan kegiatan tersebut sebelum terdapat kepastian atas metode yang benar. pembangunan rumah dinas/flat TPI Soekarno Hatta. rekondisi sprinkler. yang menyatakan pengadaan barang dan jasa wajib menerapkan prinsip efisien yang berarti pengadaan barang dan jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dan huruf b. Hal tersebut disebabkan : a. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pasal 3 huruf a. Pengadaan lift.220370. Hal tersebut mengakibatkan sasaran kegiatan yang telah direncanakan oleh Ditjenim tidak tercapai dan anggaran Ditjen Imigrasi Tahun 2007 sebesar Rp31.Hukum dan HAM yang menyarankan untuk dilakukan dengan metode Pelelangan dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Keppres Nomor 80 tahun 2003 dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Tim BPKP.PW.01-83 tanggal 11 Oktober 2007 yang menyarankan agar 30 . Tim Riksus Itjen dan Tim BPK yang menyatakan bahwa proses pengadaan adalah benar dengan dilakukan Penunjukan Langsung. yang menyatakan pengadaan barang dan jasa wajib menerapkan prinsip efektif yang berarti pengadaan barang dan jasa harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.11.00 tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana.000. b. Adanya surat Sekretaris Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM Nomor B.

Sesuai surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-UM.pengadaan jaringan radio komunikasi Ditjenim dilakukan dengan sistem pelelangan.01-1020 memberikan tanggapan bahwa pembangunan/pengembangan sistem jaringan komunikasi radio Ditjenim yang merupakan pekerjaan yang kompleks akan dilakukan melalui prosedur menunjukan langsung dalam rangka menjamin satu kesatuan sistem yang sudah terbangun. b. BPK RI menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM mengintruksikan Sekretaris Ditjenim selaku Kuasa Pengguna Anggaran : a. b.01. c. Ditjenim ragu untuk melakukan penunjukan langsung atas pekerjaan pengadaan jaringan alat komunikasi radio Ditjenim. Melakukan koordinasi dengan Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM supaya dalam pengadaan jaringan radio komunikasi dapat mempertimbangkan pengadaan melalui prosedur penunjukan langsung kepada distributor tunggal merk Motorola di Indonesia sebagai kelanjutan dari pekerjaan pengadaan tahun sebelumnya dalam rangka menjamin tetap berfungsi dan terkoneksinya seluruh jaringan peralatan komunikasi yang telah terpasang dengan tetap melakukan negosiasi teknis dan harga sehingga diperoleh harga yang wajar dan paling menguntungkan bagi negara serta secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Terlambatnya persetujuan penggunaan anggaran PNBP sebagai sumber pembiayaan dari Menteri Keuangan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI 31 . Melakukan koordinasi dengan Departemen Keuangan supaya penerbitan persetujuan penggunaan PNBP sebagai sumber pembiayaan lebih dipercepat sehingga program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana sebelum berakhirnya Tahun Anggaran.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->