Anda di halaman 1dari 9

BAB II TUNE - UP 2.

1 Langkah Langkah dan Hal Hal yang Perlu Dilakukan pada saat Tune Up Agar kondisi kerja mesin tetap dalam keadaan baik, maka perlu diadakan tune up mesin secara periodik. Apalagi mobil yang sering digunakan sebagai sarana angkutan secara terus-menerus . Hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang sering terjadi pada kendaraan ketika sedang digunakan, seperti mendadak mogok ditengah jalan. Tune up yang dilakukan tidak harus disertai dengan penggantian oli, karena penggantian oli tergantung dari waktu pemakaian dan jarak kilometer tertentu. Keterampilan mekanik yang terlatih sangat diharapkan dalam melakukan perawatan dan perbaikan mobil, agar kondisi mesin kendaraan selalu siap digunakan setiap saat. Untuk itu mekanik harus mempunyai keterampilan tune-up yang cukup. Adapun langkah-langkah dan keterampilan yang harus dimiliki mekanik dalam kegiatan perawatan tune-up secara periodik adalah sebagai berikut: 1. Pemeriksaan Baterai 2. Pemeriksaan Saringan Udara (air filter) 3. Pemeriksaan van-belt atau tali kipas 4. Pemeriksaan Air Pendingin 5. Pemeriksaan Air Wiper dan Wiper 6. Pemeriksaan Saringan solar (fuel filter) 7. Pemeriksaan saringan oli (Oil Filter) 8. Penyetelan celah katup 9. Pemeriksaan Sistem penerangan (Lampu-lampu) 2.2 Peralatan dan Perlengkapan Kerja 1. Kunci T 10 2. Kunci T 8 3. Kunci Ring 8 10 4. Kunci kombinasi 10 12 9. Lampu 10. Avo Meter 11. SST fuel filter & SST oil filter 12. Obeng (+)

5. Kunci Pas 10 - 12 6. Tang Kombinasi 7. Obeng (-) 2.3 Tune Up

13. Fuller 14. Pistol Udara 15. Lap/Majun

Dalam kegiatan tune-up langkah-langkah dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan komponen mobil adalah sebagai berikut: 2.3.1 Pemeriksaan Baterai Langkah-langkah Pemeriksaan Baterai: a. Lepaskan kabel negatif dari baterai sebelum melakukan pemeriksaan untuk menghindari terjadinya hubungan singkat arus listrik dari baterai. b. Periksa volume air accu, apakah berkurang atau habis karena retak (bocor). c. Periksa banyaknya elektrolit baterai pada setiap selnya dengan melihat garis ukuran pada baterai (upper level dan lower level). Jika kurang dari batas upper level maka tambahkanlah dengan air accu/suling/aquades bukan dengan air zuur. Batas penambahan sampai dengan garis upper level jika lebih dari batas maka air accu akan berkurang dengan jumlah banyak dari lubang pembuangan, sehingga akan mengakibatkan air accu cepat habis.

Gambar 2.1 Batas Volume Air Accu. d. Periksa tutup lubang pengisian air accu yang biasanya terbuat dari plastik, dari kemungkinan rusak atau retak. e. Periksa terminal baterai dari kemungkinan berkarat atau kotor terkena reaksi oksidasi dari cairan elektrolit. Jika berkarat maka gosoklah

13

dengan kertas gosok hingga bersih, tetapi jika kotor karena reaksi oksidasi maka siram dengan air panas.

Gambar 2.2 Pembersihan Kotoran Pada Terminal Accu f. Periksa kekencangan dari masing masing terminal accu. Jika terjadi kelonggaran akan mengakibatkan loncatan bunga api listrik sehingga arusnya akan terbuang dengan percuma.

Gambar 2.3 Pengencangan Terminal Accu 2.3.2 Pemeriksaan Saringan Udara Langkah langkah yang harus dilakukan dalam pemeriksaan saringan udara adalah sebagai berikut: a. Lepaskan mur pengunci yang terletak dibagian atas atau klem pengikat dari tutup saringan udara. b. Keluarkan elemen saringan dan periksalah terlebih dahulu kondisi fisik dari elemen saringan udara. Jika sudah sangat kotor dan rusak maka harus diganti dengan yang baru, tetapi jika masih memungkinkan untuk digunakan maka bersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan sampai bersih. Penyemprotan dilakukan dari arah dalam keluar, setelah itu baru bagian luar disemprot dengan cara di kibas kibaskan saja. c. Pasang kembali elemen saringan udara pada rumahnya setelah dibersihkan. 2.3.3 Pemeriksaan Air Pendingin 14

Langkah langkah yang dapat dilakukan pada saat pemeriksaan air pendingin adalah sebagai berikut: a. Periksa air pendingin yang berada pada reservoir tank, jika air pendingin kurang dari batas full berarti cadangan air dalam reservoir tank perlu ditambah dengan air sampai batas full.

Gambar 2.4 Reservoir tank. b. Periksa kebocoran air pendingin dari kerapatan klem pada masing masing slang dan tutup tap iar pendingin. 2.3.4 Periksa Air Wiper dan Wiper tambahkan sampai full. b. Penambahan air wiper bisa menggunakan air sabun atau air biasa yang bersih. c. Periksa penyemprot air wiper, apakah berfungsi dengan baik atau tersumbat kotoran. Jika tersumbat maka gunakan jarum penusuk untuk membersihkannya. 2.3.5 Periksa Saringan bahan bakar (Fuel Filter) Pemeriksaan saringan bahan bensin perlu bila kendaraan menempuh jarak sejauh 5.000 km lebih dan bila jarak tempuh kendaraan sudah mencapai 20.000 km sebaiknya saringan bensin diganti dengan yang baru. a. Periksa volume air wiper pada reservoir tank, jika kurang maka

15

Gambar 2.5 Saringan Bahan bakar Langkah Langkahnya antara lain: a. Periapkan service spesial tool (SST) saringan solar (FF). b. Lepaskan selang saluran masuk dan saluran keluar dari saringan solar. c. Lepaskan klem pengikat saringan solar. d. Lepas saringan solar menggunakan SST FF dengan baik dan benar. e. Lihat kondisi solar yang keluar dari saringan jika sudah terlalu kotor maka sebaiknya saringan solar diganti dengan yang baru. f. Pasang kembali saringan solar dengan arah aliran solar yang benar pada selang yang masuk ke saringan solar. 2.3.6 Pemeriksaan dan pembersihan pompa solar (water separator) Water separator adalah komponen sistem bahan bakar pada mesin diesel yang berfungsi sebagai pemompa bahan bakar dan menyaring bahan bakar (solar) dari kemungkinan tercampur air. Langkah-langkahnya antara lain: a. Lepas baut pengikat water separator dari bodi mobil 3 buah menggunakan kunci T 10 dan kunci kombinasi 10. b. Lepas dudukan water separator menggunakan kunci kombinasin 12. c. Lepas baut pengikat pada badan water separator menggunakan SST pada ragum. d. Kocok-kocok bagian dalam water separator menggunakan sisa-sisa solar didalamnya. e. Semprot bagian dalam dan saluran in dan out water separator menggunakan kompresor angin. f. Ketika dirasa sudah bersih, pasang kembali water separator menggunakan SST pada ragum. Letak baut

16

Gambar 2.6 water separator g. Tes water separator apakah mampu menyedot dengan menekan-nekan pemompa dibagian atas water separator. h. Pasang kembali dudukannya dengan menggunakan kunci kombinasi 12. i. Pasang 3 buah baut pengikat pada bodi mobil. 2.3.7 Pemeriksaan Sistem Penerangan

Pemeriksaan sistem penerangan dilakukan untuk melihat fungsi dari masing-masing lampu yang terdapat pada mobil. Adapun lampu penerangan yang perlu diperiksa antara lain: lampu kota depan belakang, lampu kepala (jauh dan dekat), lampu belok kiri-kanan depan dan belakang, lampu hazard, lampu rem, lampu mundur (atret), lampu kabut. Jika terjadi masalah maka dilakukan pemeriksaan pada sistem yang mengalami masalah. 2.3.8 Pemeriksaan tali kipas atau van belt Tali kipas atau van belt berfungsi sebagai penerus tenaga mesin dari puli poros engkol untuk menggerakkan bagian bagian pembantu mesin yang antara lain seperti pompa air, kipas, dan alternator. Karena fungsinya yang rentan sekali tehadap kelancaran dari kerja mesin, maka tali kipas perlu perhatian dan perawatan yang baik. Perawatan tali kipas terletak pada keelastisitasan yang dimilikinya, tetapi keelastisitasannya akan hilang setelah dipergunakan dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu setiap kali mobil di tune up tali kipas atau van belt perlu diperiksa keelastisitasannya. Adapun langkah langkah pemeriksaa tali kipas/van belt antara lain: 1) Hidupkan mobil terlebih dahulu sebelum kita mulai memeriksa tali kipas, perhatikan dan dengarkan kerja dari pada tali kipas. Jika terdapat kelainan pada tali kipas lakukan penyetelan atau periksa kondisi fisiknya, bila rusak sebaikknya diganti dengan yang baru.

17

2) Periksa kekencangan tali kipas dengan cara menyentuh atau menekan tali kipas antara puli kipas dengan alternator, dengan beban 10 kg atau spesifikasi ketegangan 7-9 mm, seperti gambar dibawah ini.

Gambar2.7 Pemeriksaan tali kipas 3) Lepaskan tali kipas dari dudukannya untuk pemeriksaan bagian dalam dan luar secara visual. Jika terdapat kerusakan pada tali kipas biasanya terlihat adanya keretakan, menggeliat, atau aus yang berlebihan. Bila keadaannya seperti itu maka ganti tali kipas dengan yang beru. 4) Periksa dudukan tali kipas apakah terjadi slip, sebab keadaan slip akan memungkinkan puli berputar dengan kondisi goyang dan akan berakibat tali kipas menjadi aus serta cepat rusak. 5) Jika kekencangan tali kipas tidak sesuai dengan spesifikasinya maka perlu dilakukan penyetelan kekencangan tali kipas dengan cara: Kendorkan baut pengikat pada alternator agar tali kipas bisa distel tingkat ketegangannya. Setel tali kipas dengan cara mengungkit alternator menggunakan pengungkit (biasanya menggunakan super long extension) sehingga diperoleh jarak sesuai spesifikasi atau dengan penyetalan Adjusting bolt.

18

Gambar 2.8 Mengungkit alternator Kencangkan baut pengikat pada alternator setelah ketegangannya sesuai, tetapi harus tetap ditahan terus dengan pengungkit sampai baut pengikatnya kencang agar posisinya tidak berubah. Kipas yang terlalu keras akan merusak bantalan alternator dan bisa menimbulkan bunyi. Sebaliknya jika terlalu kendor akan mengakibatkan slip, sehingga kerja dari pompa air, alternator, dan kipas untuk pendinginan tidak bisa sempurna. 2.4 Penyetelan celah katup Langkah langkah dalam penyetelan celah katup antara lain: 1) Persiapkan peralatan untuk penyetelan celah katup menggunakan : 2) 3) 4) 5) 6) T 10, 12 Obeng (-) Feeler gauge Kunci ring 12 Ratchet dan kunci shock 24

Lepas cover air filter dan cover valve menggunakan kunci T 10 Lepas juga pipa EGR (pada TBR 5,4). Setelah cover valve terlepas, pasang shock 24 pada ratchet untuk memutar pulley crankshaft. Putar pully crankshaft untuk menentukan top silinder 1 atau top silinder 4. Jika top silinder 1, maka katup yang dapat distel: Silinder 1 : semua (in dan ex) 19

7) 8)

Silinder 2 : katup in Silinder 3 : katup ex Silinder 4 : tidak bisa Silinder 1 : tidak bisa Silinder 2 : katup ex Silinder 3 : katup in Silinder 4 : semua katup (in dan ex)

Jika top silinder 4, maka katup yang dapat distel :

Celah katup adalah 0,40 mm

20