Anda di halaman 1dari 9

Laringitis Akut

Pada umumnya merupakan kelanjutan dari rinofaringitis akut (common cold) atau merupakan manifestasi dari radang saluran napas bagian atas.
Pada anak, laringitis akut dapat menimbulkan sumbatan jalan napas atas --> rimaglotis anak relatif lebih sempit daripada orang dewasa.

Etiologi
Etiologi yang terjadi biasa karena virus dan superinfeksi bakteri.
Biasanya merupakan perluasan radang saluran napas bagian atas oleh karena bakteri Haemophilus influenzae, Staphylococcus, Streptococcus atau Pneumococcus. Dihubungkan dengan perubahan cuaca atau suhu, gizi yang kurang, dan pemakaian suara yang berlebihan.

Patofisiologi
Laringitis akut adalah peradangan pada laring dan mukosa plica vokal itu berlangsung kurang dari tiga minggu. Etiologi --> Lipatan vokal menjadi bengkak and vibration is adversely affected.

Tekanan ambang fonasi meningkatkan derajat untuk menghasilkan tekanan fonasi yang adekuat dalam batas normal menjadi sulit --> suara serak.
Frank aphonia mengakibatkan pasien tidak dapat menghasilkan tekanan ambang fonasi yang diperlukan untuk mengatur lipatan vokal bergerak.

Pembungkus membran dari lipatan vokal biasanya merah dan bengkak.


Nada rendah pada pasien laringitis adalah hasil dari penebalan yang tidak teratur sepanjang lipatan vokal.

Tindakan pengobatan konservatif, biasanya cukup untuk mengatasi peradangan laring dan untuk mengembalikan lipatan vokal untuk aktivitas getaran normal.

Gejala

Rasa kering di tenggorokan


Nyeri ketika menelan atau berbicara

Batuk kering sampai berdahak


Demam, malaise Suara serak sampai tidak bersuara sama sekali Dalam keadaan lanjut terjadi gejala sumbatan jalan napas bagian atas

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
a. Anamnesis dan riwayat perjalanan penyakit

b. Gejala dan pemeriksaan klinis (terutama laring)


c. Pemeriksaan apusan (swab) dari laring untuk kultur dan uji resistensi Pemeriksaan laring ditemukan:

Kemerahan dan penebalan atau edema pita suara

Penatalaksanaan
1. Perawatan Umum

Istirahat bicara dan bersuara selama 2-3 hari

Dianjurkan menghirup udara lembab


Menghindari iritasi pada faring dan laring, misalnya merokok, makan pedas, atau minum dingin Penderita dapat berobat jalan. Kecuali bila ada tanda sumbatan jalan napas, penderita harus dirawat

Terapi Medikamentosa
1. Antibiotika

golongan penisilin

Anak 50 mg/kgBB dibagi dalam 3 dosis.

Dewasa 3 X 500 mg perhari.


Bila alergi terhadap penisilin dapat diberikan eritrosin atau bactrim. 2. Kortikosteroid diberikan untuk mengatasi edem laring.

Terapi Bedah
Tergantung pada stadium sumbatan laring menurut klasifikasi Jackson, dilakukan terapi sebagai berikut: Stadium I : rawat, observasi, pemberian O2 dan terapi adekuat. Stadium II : trakeostomi Stadium III : intubasi dan oksigenasi, kemudian dilanjutkan dengan trakeostomi.