Anda di halaman 1dari 5

PRESENTASI KASUS TINEA CRURIS

I. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Suku bangsa Agama Status Alamat II. : Tn. J S : 27 tahun : Laki-laki : SLTA : Wiraswasta : Jawa : Islam : Sudah menikah : Kel.Weru ,Kec.Palimanan, Kab.Cirebon

ANAMNESIS (Autoanamnesis) Keluhan utama : Bercak kemerahan disertai rasa gatal di daerah bokong dan lipat paha. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke Poli Kulit dan Kelamin RSUD Arjawinangun dengan keluhan timbul bercak kemerahan disertai rasa gatal di daerah bokong dan lipat paha. Keluhan ini dirasakan 4 minggu sebelum datang ke Rumah Sakit. Awalnya bercak kemerahan hanya berukuran kecil yang timbul di bokong dan terasa sangat gatal, Kemudian oleh pasien digaruk-garuk sehingga merah dan gatal mulai menyebar ke seluruh bokong. Gatal yang dirasakan pasien hilang timbul, lebih gatal saat pasien sedang berkeringat. Tidak ada perbedaan gatal yang dirasakan pasien pada siang dan malam hari. Pasien mandi sehari sekali, pasien rutin ganti pakaian dalamnya setiap habis mandi, pasien tidak pernah berganti pakaian dengan orang lain, pasien menggunakan handuk dan peralatan mandi tidak bersama dengan anggota keluarga lainnya. Pasien sudah pernah berobat ke puskesmas dan diberikan obat tablet dan kapsul, namun pasien tidak mengingat nama obatnya. Psien juga memakai salep cina, tapi tidak ada perubahan. Pasien juga sering mengoles belerang yang dicampur 1

dengan minyak kelapa pada daerah yang terasa gatal. Riwayat alergi, alergi obat, bersin-bersin pada pagi hari disangkal. Pasien tidak sedang memelihara hewan peliharaan. Pasien menyangkal telah digigit serangga. Riwayat penyakit dahulu : Pasien belum pernah menderita penyakit seperti ini Riwayat penyakit keluarga: Keluarga pasien tidak ada yang mengeluhkan gejala yang sama. III. PEMERIKSAAN FISIK 1. STATUS GENERALIS Keadaan umum : Tampak sakit ringan Kesadaran Keadaan gizi Vital sign Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu Kepala Mata Hidung Telinga Leher Thorax Abdomen KGB Ekstremitas Kulit Distribusi At Regio : tidak dilakukan : 84 x/menit : 20 x/menit : afebris : rambut hitam, tidak mudah rontok, aloplesia (-) : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/: sekret -/-, tidak ada deviasi septum : sekret -/: pembesaran KGB (-), tidak ada deviasi trakea : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : lihat status dermatologikus : lokalisata : intergluteal-gluteus dan inguinalis bilateral. : Compos mentis : Cukup

2. STATUS DERMATOLOGIKUS

Efloresensi

: tampak makula eritema disertai adanya hiperpigmentasi yang

sirkumskripta berukuran plakat dengan skuama positif. IV. RESUME Pasien datang dengan keluhan timbul makula eritema disertai pruritus di regio gluteal dan inguinal sejak 4 minggu yang lalu. Awalnya makula eritema tersebut hanya berukuran lentikular, Kemudian digaruk-garuk sehingga menyebar ke seluruh regio gluteal. Pruritus yang dirasakan hilang timbul, lebih terasa saat pasien sedang berkeringat. Tidak ada perbedaan yang dirasakan pasien pada siang dan malam hari. Pasien mandi sehari sekali, pasien rutin ganti pakaian dalamnya setiap habis mandi, pasien tidak pernah berganti pakaian dengan orang lain, pasien menggunakan handuk dan peralatan mandi tidak bersama dengan anggota keluarga lainnya. Pasien sudah pernah berobat ke puskesmas dan juga memakai salep cina, tapi tidak ada perubahan. Riwayat alergi, alergi obat, bersin-bersin pada pagi hari disangkal. Pasien tidak sedang memelihara hewan peliharaan. Pasien menyangkal telah digigit serangga. Status dermatologikus, tampak makula eritema disertai adanya hiperpigmentasi yang sirkumskripta berukuran plakat dengan skuama positif VI. DIAGNOSIS BANDING Tinea cruris Candidiasis ingunalis VII. DIAGNOSA KERJA Tinea cruris VIII. SARAN PEMERIKSAAN LANJUTAN Pemeriksaan mikroskopis : dengan mengikis tepi lesi yang meninggi dan aktif lalu diberikan pewarnaan dengan KOH 20%. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan hifa yang bercabang yang khas pada dermatofita.

IX.

PENATALAKSANAAN Umum 1. Menjelaskan kepada pasien tata cara penggunaan obat yang benar. 2. Menghindari faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit, seperti menjaga kebersihan diri. 3. Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakitnya akan dapat beresiko berulang dan dapat menular kepada orang lain. 4. Memberikan instruksi kepada pasien dan keluarganya agar mencuci pakaian, seprei dan lain-lain dengan terlebih dahulu merendamnya dengan menggunakan air panas. Khusus: Topical Oral Griseofulvin 125mg 1 x 4 tablet selama 2 minggu Interhistin 3 x 1 tablet Ketokonazol krim 2 x sehari (pagi dan sore)

X.

PROGNOSIS Que ad Vitam Que ad Functionam Que ad Sanationam : ad bonam : ad bonam : ad bonam