Anda di halaman 1dari 18

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Tujuan Instruksional Khusus :

Agar mahasiswa dapat menjelaskan :

Materi Pembahasan :

1. Nilai strategis rantai-suplai. 2. Pembelian : Keputusan membuat atau membeli. 3. Strategi rantai-suplai. 4. Seleksi vendor. 5. Mengelola rantai-suplai 6. Material handling 7. Peralatan material handling

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Nilai Strategis dari Rantai-Suplai


Manajemen rantai-suplai adalah integrasi dari kegiatan pengadaan material, transformasi material ke barang setengah jadi dan produk jadi, dan mengirimkan produk ke konsumen melalui sistem distribusi. Kegiatan-kegiatan ini meliputi fungsi pembelian secara tradisional dan kegiatan penting lainnya dalam hubungannya dengan suplier dan distributor. Idenya adalah untuk membangun suatu ranrai suplier yang difokuskan pada penurunan pemborosan dan maksimasi nilai bagi konsumen. Manajemen rantai-suplai meliputi penentuan : Transportasi vendor. Transfer kas dan kredit. Suplier. Bank dan distributor. Hutang dan piutang. Pergudangan dan tingkat persediaan. Pemenuhan pesanan dan Pertukaran informasi tentang konsumen, prediksi dan produksi.

Kunci dari manajemen rantai-suplai yang efektif adalah menjadikan suplier sebagai partner dalam strategi perusahaan untuk memuaskan konsumen. Berikut ini ditunjukkan bagaimana rantai-suplai dapat mendukung strategi perusahaan :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Item Tujuan suplier

Strategi rendah Suplai pada rendah memungkinkan.

biaya permintaan

Strategi respon Respon atas kebutuhan permintaan meminimalkan secepatnya perubahan & untuk

Strategi diferensiasi Turut serta dalam riset pasar, mengembangkan produk dan pilihan.

harga

paling yang

Kriteria seleksi utama

Seleksi untuk biaya.

terutama

kehabisan material. Seleksi terutama untuk kecepatan fleksibilitas. Investasi kelebihan dan proses kapasitas, dan dalam kapasitas yang

Seleksi

terutama

untuk keterampilan & pengembangan produk. Menyesuaikan proses dengan massa. Minimisasi persediaan dalam rantai untuk menghindari keuangan. Investasi agresif mengurangi berkembangnya waktu tunggu. Gunakan desain yang dapat untuk diferensiasi disesuaikan menunda produksi secara untuk kustomisasi

Karakteristik proses

Mempertahankan utilisasi rata-rata yang tinggi

Karakteristik persediaan

Minimisasi persediaan melalui rantai untuk menekan biaya.

fleksibel. Mengembangkan sistem dengan pengaman responsif, persediaan sebagai

Karakteristik tunggu

waktu

Memperpendek waktu tunggu selama tidak meningkatkan biaya.

jaminan suplai. Investasi secara agresif menekan tunggu produksi. untuk waktu

Karakteristik produk

desain

Maksimisasi

kinerja

Gunakan produk mengarah up dan

desain yang pada cepatnya

dan minimisasi biaya

rendahnya waktu setpelaksanaan produksi.

selama mungkin.

Strategi Pembelian Dari Perusahaan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Rantai-suplai mendapatkan perhatian cukup besar karena melibatkan sejumlah biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, strategi pembelian yang efektif penting dilakukan dan disini terdapat peluang untuk menekan biaya serta meningkatkan marjin kontribusi. Pembelian adalah pengadaan sejumlah barang dan jasa. Tujuan dari pembelian adalah : 1. Membuat identifikasi produk dan jasa yang dapat diperoleh secara eksternal. 2. Mengembangka, mengevaluasi dan menentukan suplier terbaik, harga, serta pengiriman produk dan jasa tersebut. Keputusan Membuat Atau Membeli Keputusan membuat atau membeli adalah pemilihan antara memproduksi suatu komponen atau jasa atau membelinya dari sumber luar. Peran bagian pembelian adalah mengevaluasi alternatif suplier dan menyediakan data relevan yang lengkap, akurat dan aktual. Berikut ini adalah hal-hal yang dipertimbangkan dalam keputusan membuat atau membeli :
Alasan Membuat 1. Biaya produksi rendah. 2. Tidak ada suplier yang baik. 3. Jaminan suplai yang memadai (jumlah atau pengiriman) 4. Pemanfaatan surplus tenaga kerja atau fasilitas dan membuat marjin kontribusi. 5. Mencapai kualitas yang diinginkan. 6. Menghindari kolusi suplier. 7. Membuat sesuatu yang unik sehingga tidak memerlukan suplier. 8. Mempertahankan kemampuan organisasi dan melindungi pekerja. 9. Mempertahankan kualitas dan desain yang memadai. Alasan Membeli 1. Biaya pengadaan lebih murah. 2. Menghargai komitmen suplier. 3. Memperoleh kemampuan manajemen atau teknis. 4. Kapasitas tidak memadai. 5. Mengurangi biaya persediaan. 6. Jaminan sumber daya. 7. Sumberdaya manajerial dan teknis tidak memadai. 8. Saling membutuhkan. 9. Itemnya dilindungi oleh paten atau untuk perdagangan rahasia. 10. Membebaskan manajemen menghadapi bisnis utamanya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

10. Meningkatkan

atau

mempertahankan

ukuran perusahaan.

Strategi Rantai-Suplai

1. Banyak Suplier. Negosiasi dengan banyak suplier, mengadu satu suplier terhadap yang lain dan order akan jatuh pada penawar terendah. Tidak ada tujuan untuk membina hubungan partner jangka panjang.

2. Sedikit Suplier. Mengembangkan hubungan partner jangka panjang dengan sedikit suplier yang berdedikasi untuk memuaskan konsumen akhir. Integrasi antara suplier, produksi dan distribusi yang dibutuhkan untuk operasi yang cepat. Kelemahan dengan sedikit suplier adalah tingginya biaya berganti partner jika harus dilakukan, sehingga kedua pihak harus saling menjaga resiko. 3. Integrasi Vertikal. Integritas vertikal adalah pengembangan kemampuan untuk memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya dibeli, atau membeli suplier atau distributor secara aktual. Integrasi dapat dilakukan secara backward (membeli suplier) atau forward (memproduksi produk akhirnya juga), seperti tampak dalam skema berikut: Integrasi vertikal Bahan mentah (suplier) Contoh integrasi vertikal Pertanian

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Integrasi ke belakang

Transformasi sekarang Integrasi ke depan

Panggilingan tepung

Barang jadi (konsumen)

Produk bakeri / roti

4. Jaringan Keiretsu. Hubungan partner jangka panjang. Suplier menjadi bagian dari koalisi perusahaan.

5. Perusahaan Virtual. Perusahaan yang menggantungkan pada berbagai hubungan suplier untuk menyediakan jasa jika dibutuhkan. Disebut juga perusahaan jaringan atau hollow company.

Seleksi Vendor / Suplier

Keputusan tentang kepada siapa material akan dibeli. Tahapan :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Evaluasi vendor yaitu menemukan vendor potensial dan menentukan siap yang akan menjadi suplier terbaik. Pengembangan vendor yaitu dapat berupa training atau bantuan teknis agar vendor memahami tuntutan perusahaan (kualitas, skedul, dsb). Negosiasi yaitu pendekatan yang dilakukan personel pembelian untuk mengembangkan hubungan kontraktual dengan suplier, dapat secara cost-based price model, market-based price model atau competitive bidding.

Mengelola Rantai Suplai

Untuk menciptakan nilai melalui siklus aliran material, berikut akan dibahas beberapa peluang yang ada : 1. Postponement. Penundaan modifikasi atau kustomisasi produk selama mungkin dalam proses produksi. 2. Channel assembly. Berupa penundaan perakitan akhir produk agar jalur distribusi dapat merakitnya. 3. Drop shipping ang special packaging. Mengirimkan langsung dari suplier ke konsumen akhir daripada dari penjual, sehingga akan menghemat waktu dan biaya. 4. Blanket order. Komitmen pembelian jangka panjang ke suplier untuk item tertentu yang akan dikirimkan saat-saat diperlukan (jangka pendek). 5. Invoiceless purchasing. Unit yang dibeli dibayar oleh organisasi pembelian tanpa permintaan resmi oleh suplier. 6. Electronic ordering and funds transfer.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Order dan transfer dana secara elektronik (computerized) yang akan mengurangi transaksi kertas dan mempercepat proses pengadaan. 7. Stockless purchasing. Suplier mengirimkan material secara langsung pada departemen yang memerlukannya daripada ke ruang penyimpanan pusat. 8. Standardization. Standarisasi komponen yang dimaksudkan untuk menekan jumlah variasi material dan komponen dan juga menekan biaya.

Material Handling

Material handling adalah kegiatan untuk memindahkan, membungkus dan menyimpan material selama proses operasi. Kegiatan ini penting karena akan sangat mempengaruhi kelancaran jalannya proses operasi dan dengan demikian mempengaruhiskedul penyelesaian produk. Jika tidak ditangani dengan baik maka aliran material selama proses produksi dapat terhambat dan dapat menimbulkan penumpukkan material pada suatu stasiun kerja. Tujuan material handling adalah mencapai pemindahan material dari satu bagian ke bagian berikutnya secara terastur dan tertib dengan biaya yang rendah.

Penurunan biaya material handling dapat diupayakan dengan cara : Pengurangan jumlah dan jarak pengangkutan, jadi berhubungan dengan layout. Pengurangan waktu pengangkutan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

Pemilihan alat angkut yang tepat.

Alat Angkut Dalam Material Handling

Alat-alat material handling dapat dibedakan dala 2 kategori, yaitu : 1. Fixed-path equipment. Alat angkut yang memiliki jalur tetap dan tidak dapat dipindahkan. Alat ini biasanya dioperasikan secara otomatisasi. Misalnya : lift, ban berjalan atau kereta.

2. Varied-path equipment. Alat angkut yang memiliki jalur tidak tetap dan dapat dipindah-pindahkan. Pada umumnya alat ini dioperasikan secara manual. Misalnya : truk, forklift, kereta dorong, mobil, dsb.
Nilai Strategis Keputusan Tata Letak

Tata letak (layout) adalah salah satu kunci keputusan yang menentukan efisiensi operasi dalam jangka panjang. Layout fasilitas adalah penenpatan atau susunan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk proses operasi dalam dan sekitar bangunan. Tata letak mempunyai sejumlah implikasistrategis karena menentukan prioritas bersaing perusahaan dalam hubungannya dengan kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas hidup kerja, kontak konsumen dan image. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai keunggulan strategi yang mendukung diferensiasi, biaya rendah, atau respon. Benetton, misalnya, mendukung strategi diferensiasi dengan investasi tinggi pada tata letak gudang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

10

yang memungkinkan kecepatan, pemilihan akurat dan pengiriman ke 5.000 buah gerainya (outlet). Tujuan strategi layout adalah mengembangkan layput ekonomis yang memenuhi persyaratan kompetitif perusahaan. Desain layout ekonomis harus mempertimbangkan beberapa hal berikut : 1. Pemanfaatan/penggunaan ruang, peralatan dan orang secara maksimal. 2. Perbaikan aliran informasi, material, atau orang. 3. Perbaikan moral dan kondisi kerja yang lebih aman. 4. Perbaikan dalam interaksi konsumen/klien. 5. Fleksibilitas (layout yang ada sekarang akan memerlukan perubahan). Merancang layout membutuhkan pandangan yang dinamis, yang berarti harus mempertimbangkan penggunaan peralatan yang kecil, mudah dipindahkan, dan flrksibel untuk membuat perubahan model dan tingkat produksi yang cepat dan mudah. Untuk meningkatkan fleksibilitas layout, manajer dapat melakukan pelatihan lintas pekerja, merawat peralatan, menjaga investasi tetap rendah (biaya rendah), menempatkan pusat kerja secara berdekatan, dan menggunakan peralatan yang kecil, dapat dipindahkan dan fleksibel. Jadi dapat diringkas bahwa perancangan tata letak harus memenuhi atau sesuai dengan : Desain produk dan volume (strategi produk). Kapasitas dan peralatan proses (strategi proses). Kualitas hidup kerja (strategi sumber daya manusia). Hambatan bangunan dan tempat (strategi lokasi).

Tujuannya adalah untuk memaksimalkan : Kepuasan konsumen. Pemanfaatan/penggunaan ruang, alat dan orang.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

11

Aliran informasi, bahan, dan orang yang efisien. Moral dan keselamatan karyawan.

Jenis-jenis Tata Letak

Keputusan layout meliputi penempatan mesin terbaik (dalam set produksi), kantor dan meja (dalam set kantor), pusat pelayanan (dalam set rumah sakit atau departemen stores). Layout yang efektif memudahkan aliran material, orang, dan informasi didalam dan diantara berbagai bagian/tempat. Untuk mencapai tujuan tersebut telah dikembangkan berbagai pendekatan dalam merancang tata letak, seperti tata letak posisi tetap, tata letak proses dan seterusnya yang akan dibahas kemudian (pada sub bab berikutnya). Untuk membuat layout yang baik maka perlu menentukan beberapa hal berikut : 1. Peralatan material handling yang akan digunakan. 2. Kapasitas dan ruang yang dibutuhkan. 3. Lingkungan dan estetika. 4. Aliran informasi. 5. Biaya pemindahan antar berbagai tempat kerja.

Tata Letak Posisi Tetap

Tata letak posisi tetap (fixed-position layout) ditujukan untuk tata letak perlengkapan proyek yang statis atau proyek besar seperti kapal atau bangunan. Disini proyek tetap pada satu tempat dan tenaga kerja serta peralatan didatangkan ke lokasi tetap proyek tersebut. Beberapa faktor yang menyulitkan dalam jenis tata letak ini antara lain adalah ruang yang terbatas dalam site proyek, tahapan yang berbeda dalam proses konstruksi akan memerlukan material yang berbeda pula, dan volume material yang dibutuhkan dinamis.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

12

Tata Letak Proses

Tata letak proses (process-oriented layout) digunakan untuk produksi dengan volume rendah, variasi produk tinggi, dan mesin serta peralatan yang serupa dikelompokkan bersama. Ini merupakan cara tradisional untuk mendukung strategi diferensiasi. Dalam tata letak ini (job shops environment) setiap produk atau sekelompok kecil produk dikerjakan dengan urutan operasi yang berbeda. Tata letak ini tidak hanya cocok untuk manufaktur tetapi juga untuk jasa seperti klinik atau rumah sakit, bank, sekolah atau perpustakaan. Kelebihan tata letak ini terlletak pada fleksibilitas peralatan dan penugasan kerja. Tata letak ini juga baik untuk menanganiu proses manufaktur komponen dalam kelompok kecil atau job lots (kelompok komponen yang diproses bersama) dan untuk produksi dengan variasi komponen luas dalam hal ukuran atau bentuk.

Sementara kelemahannya terletak pada peralatan yang multi guna atau sifat pemakaiannya umum. Waktu yang dibutuhkan untuk proses lebih besar karena terdapat kesulitan dalam penjadwalan, perubahan set-up, dan penanganan material yang unik. Mesin multi guna juga memerlukan keterampilan pekerja yang tinggi sehingga dibutuhkan pengalaman dan pelatihan yang tinggi pula dan persediaan work in process yang tinggi sehingga memerlukan investasi lebih tinggi pula. Dalam mendesain tata letak ini, taktik yang paling sering digunakan adalah mengatur bagian atau pusat kerja sedemikian rupa sehingga dapat meminimisasi biaya material handling. Biaya material handling akan tergantung pada : (1) jumlah beban (atau orang) yang dipindahkan antar dua departemen selama

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

13

periode waktu tertentu, (2) jarak perpindahan antar dua departemen. Tujuan minimisasi biaya tadi dapat dinyayakan seperti berikut : n Minimisasi biaya = n

Xij Cij

I=1 j=1

Dimana :

n = jumlah pusat kerja atau bagian I, j = bagian individual Xij = jumlah beban dipindahkan dari bagian I ke bagian j Cij = jumlah perpindahan dari bagian I ke bagian j

Cellular layout or work cells

Pengaturan mesin dan personel untuk fasilitas process-oriented yang dilakukan secara product-oriented tetapi sifatnya sementara (temporal). Jadi work cells dapat dianggap sebagai kasus khusus dalam tata letak proses.

Beberapa keuntungan dalam Work Cells : Mengurangi persediaan dalam proses. Lebih sedikit ruang yang dibutuhkan. Mengurangi persediaan bahan baku dan barang jadi yang dibutuhkan. Mengurangi biaya tenaga kerja langsung. Meningkatkan keinginan partisipasi pekerja. Meningkatkan pemanfaatan mesin dan peralatan. Mengurangi investasi dalam mesin dan peralatan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

14

Tata Letak Kantor


Perbedaan antara tata letak kantor dan tata letak pabrik adalah pada penekanan atas pentingnya informasi. Jika tata letak kantor yang mengalir adalah informasi, maka untuk tata letak pabrik yang mengalir adalah tata letak bahan-bahan. Dalam tata letak kantor terjadi pengelompokkan pekerja serta peralatannya dan ruangan/kantor yang menyediakan kenyamanan, keamanan dan pergerakkan/perpindahan informasi. Walaupun perpindahan informasi meningkat secara elektronis, tetapi analisa trata letak kantor tetap membutuhkan pendekatan berdasar tugas. Oleh karena itu, manajer harus menguji pola komunikasi tradisional dan elektronis, memisahkan kebutuhan dan kondisi lain yang menyebabkan efektivitas kerja. Alat yang dapat digunakan untuk analisa tata letak kantor disebut relationship chart (lihat figure 9.9 di Heizer : 3341 ).

Tata Letak Retail


Retail layout didasarkan pada ide bahwa penjualan dan porfitabilitas bervariasi secara langsung terhadap ekspos produk kepada konsumen, sehingga manajer operasi retail harus mengekspos sebanyak mungkin produknya pada konsumen. Tujuan dari layout ini adalah memaksimalkan porfitabilitas untuk setiap jengkal ruang/lantai (atau setiap jengkal rak yang tersedia). Sementara variabel keputusan dalam layout ini adalah bentuk aliran penyimpanan dan alokasi ruang/lantai untuk masing-masing produk serta respon terhadap perilaku konsumen. Tipenya ada dua : Grid design, Free-flow design (look at the transparency sheets).

Tata Letak Gudang


Tujuan dari tata letak gudang (warehousing and storage layouts) ini adalah menemukan trade-off yang optimal antara biaya material handling dan luas

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

15

gudang. Jadi tugas manajer adalah memaksimlkan pemanfaatan seluruh luas gudang, yaiutu memanfaatkan pada volume penuh tetapi biaya material handlingnya rendah. Biaya material handling didefinisikan sebagai semua biaya yang berhubungan dengan transportasi kedatangan bahan, penyimpanan dan transportasi material keluar gudang. Biaya-biaya ini antara lain untuk peralatan, orang, material, supervisi, asuransi dan depresiasi. Tata letak gudang yang efektif juga meminimisasi kerusakan material selama di gudang.

Tata Letak Produk Atau Repetitif


Tata letak produk (product-oriented layout) digunakan untuk produk atau lini produk yang sama dengan volume tinggi dan variasi produk rendah. Produksi repetitif dan produksi kontinyu menggunakan tata letak ini. Asumsu yang digunakan adalah : Volume dan pemanfaatan peralatan yang tinggi. Permintaan produk cukup stabil untuk disesuaikan dengan tingginya investasi dalam peralatan khusus/spesial. Produk standard. Pasokan bahan mentah dan komponen memadai dan kualitasnya juga seragam untuk menjamin bahwa mereka akan bekerja dengan mesin khusus/spesial. Dalam layout ini ada 2 tipe yaitu fabrication line (yang membuat komponenkomponen, seperti komponen kulkas) dan assembly line (yaitu menempatkan komponen pabrikasi bersama dalam suatu rangkaian pusat-pusat kerja, digunakan dalam proses repertitif). Pada kedua jenis tata letak ini harus dijaga terjadinya keseimbangan garis, yaitu jika waktu yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan pada satu mesin atau pusat kerja sama atau seimbang dengan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan pada mesin atau pusat kerja berikutnya. Tujuan dari layout ini tentu saja untuk meminimalkan ketidakseimbangan penggunaan orang dan mesin tersebut.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

16

Perbedaan kedua tipe product-oriented layout :


FABRICATION LINE Membentuk komponen-komponen. Menggunakan seri/rangkaian mesin. Proses repetitif. Mengikuti mesin-mesin. Keseimbangan dalam perancangan secara fisik. ASSEMBLY LINE Memasang bagian-bagian yang dibuat. Menggunakan stasiun kerja. Proses repetitif. Mengikuti tugas-tugas. Keseimbangan dalam perpindahan tugas.

ulang

tugas-

Daftar Pustaka :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

17

1. Barry Render & Jay Haizer, 2001, Prinsip-prinsip Manajemen Operasi, Jakarta:Salemba Empat. 2. Hani Handoko, T, 2000, Dasar-dasar Manajemen Produksi & Operasi, Yogyakarta: BPFE-UGM. 3. Manahan P.Tampubolon, 2004, Manajemen Operasional, Jakarta: Ghalia Indonesia.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Hidayat Wiweko, SE. MSi.

MANAJEMEN SEMINAR OPERASIONAL

18