Anda di halaman 1dari 38

ABSTRAK

Agus Kurniawan, Benazir Noor Santung, Dessy Ariani, dan Monika Pratiwi Suprianto. Viskositas dibimbing oleh Rika Setiawan. Percobaan ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 1 November 2012. Di laboratotium Fisika Dasar lantai 3, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Viskositas adalah tingkat kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gaya gesek pada fluida. Pernah kita melihat sirup lebih kental dibandingkan dengan air. Sirup tersebut merupakan contoh dari viskositas. Viskositas dilakukan pada percobaan kali ini adalah untuk memahami konsep fisika tentang mekanika fluida yang berkaitan dengan kekentalan. Pada laporan ini kita dapat menghitung viskositas dengan bantuan beberapa alat. Alatalat tersebut berupa beberapa tabung silinder yang berisi fluida, bolabola kecil serta sendok saringan untuk mengambil bolabola dari tabung. Dimana tabung silinder tersebut masingmasing berisi minyak goreng dan oli. Cara perhitungan viskositas kali ini, dengan cara perhitungan tanpa KTP dan perhitungan secara KTP. Sehingga kita dapat menentukan KTP mutlak dan KTP relatif dari viskositas dari bendabenda tersebut. Kata kunci : viskositas, fluida, dan koefisien viskositas.

ABSTRACT
Dessy ariani, Monica Pratiwi S, Benazir Noor Santung, Agus Kurniawan, Viscosity led by Rika Setiawan. The experiment was conducted on Thursday, Nov 1 2012. On the third floor laboratotium Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University Mulawarman. Viscosity is the fluid viscosity which states the size of the frictional forces on the fluid. Once we see the syrup is more viscous than water. Syrup is an example of viscosity. Viscosity experiments performed at this time is to understand the physics concepts of fluid mechanics related to the viscosit. In this report, we can calculate the viscosity with the help of some tools. The tool - a tool in the form of a cylindrical tube containing some fluid, ball - a small ball and spoon strainer to retrieve the ball - the ball of the tube. Cylindrical tube in which the individual - each containing cooking oil and grease. Viscosity calculation method this time, by means of calculations without ID cards and ID calculations. So that we can determine the absolute identity cards and identity cards of the relative viscosity of the object - the object. Key words: viscosity, fluid, and koefficien viskosites

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Fluida baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda-beda pula. Jika kita membandingkan air dengan sirup, maka siruplah yang lebih kental ketimbang air. Viskositas berkaitan dengan keadaan atau fase viskeus yakni fase di antara padat dan cair yang terjadi sewaktu bahan padat menjadi lembek sebelum menjadi cair sewaktu dipanaskan. Tidak semua bahan padat mengalami fase viskeus sebelum menjadi cair. Dalam fase viskeus demikian, mengalirnya bahan tidak leluasa seperti cairan karena adanya hambatan di antara bagian-bagiannya atau antara lapisan-lapisannya dalam gerakan alirannya. Viskositas tak lain membicarakan masalah gesekan tara bagian-bagian atau lapisan lapisan cairan atau flurida pada umumnya, yang bergerak satu terhadap yang lain. Oleh karna itulah praktikum fisika tentang viskositas ini sangat perlu di lakukan,supaya/agar lebih memahami konsep fisika tentang mekanika fluida yang berkaitan dengan kekentalan(Viskositas). 1.2 Tujuan 1. Mengetahui perbedaan antara Kohesi dan Adesi. 2. Memahami satuan-satuan koefisien viskositas fluida. 3. Mengetahui koefisien viskositan oli dan minyak/manakah yang lebih tinggi,koefisien viskositas antara minyak dan oli. 1.3 Batasan Masalah 1. Jelaskan Bagaimana hubungan viskositas dengan fluida 2. Sebutkan dan jelaskan aplikasi viskositas dalam kehidupan sehari-hari

3. Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi perbedaan kecepatan bola pada fluida (Minyak,Oli). 4. Menjelaskan faktor faktor kesalahan pada percobaan 1. 4 Manfaat 1. Dapat mengetahui perbedaan antara Kohesi dan Adesi. 2. Dapat memahami satuan-satuan koefisien viskositas fluida. 3. Dapat mengetahui koefisien viskositan oli dan minyak/manakah yang lebih tinggi,koefisien viskositas antara minyak dan oli.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Viskositas Viskositas ada pada zat cair dan zat gas dan pada intinya merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang berisisan pada fluida pada waktu lapisanlapisan tersebut bergerak satu melewati lainnya. Dengan adanya viskositas, kecepatan lapisan-lapisan fluida tidak seluruhnya sama. Lapisan fluida yang terdekat dengan dinding pipa bahkan sama sekali tidak bergerak ( V = 0 ), sedangkan lapisan fluida pada pusat aliran memiliki kecepatan terbesar. Pada zat cair, viskositas disebabkan akibat adanya gaya-gaya kohesi antar molekul. Viskositas atau kekentalan hanya ada pada fluida riil, fluida yang dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari seperti air, oli, minyak, asap knalpot dan lainlain. Fluida riil berbeda dengan fluida ideal. Fluida ideal sebenarnya tidak ada di dalam kehidupan sehari-hari. Fluida ideal hanyalah model yang digunakan untuk membantu kita dalam menganalisis aliran fluida (Giancoli,1977,FISIKA,Hal: 28). Tingkat kekentalan suatu fluida dinyatakan oleh koefisien viskositas fluida. Secara matematis, koefisien viskositas bisa dinyatakan dengan persamaan. Fluida juga sangat dipengaruhi oleh gaya adhesi dan kohesi. Kohesi adalah gaya tarik menarik antar molekul sejenis, sedangkan adhesi adalah gaya tarik menarik antara molekul tak sejenis. Gaya adhesi bekerja antara dinding-dinding dan lapisan fluida (molekul fluida dan molekul dinding saling tarik menari ). Sedangkan gaya kohesi bekerja di antara selaput fluida (molekul fluida saling tarik menarik). Tingkat kekentalan suhu suatu fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair atau fluida, semakin berkurang tingkat kekentalan zat cair atau fluida tersebut. Misalnya ketika minyak yang dipanaskan, minyak awalnya kental lalu menjadi lebih cair ketika dipansakan. Sebaliknya semkain tinggi suhu suatu zat, semakin kental zat gas tersebut.

Viskositas adalah suatu kekentalan dari suatu fluida yang di mana kekentalan dapat menentukan aliran pada fluida tersebut. Viskositas adalah gesekan internal fluida.Gaya viskos melawan gerakan sebagian fluida relatif terhadap yang lain.Viskositas merupakan alasan diperlukannya usaha utuk mendayung melaui air yang tenang,tetapi juga merupakan alasan mengapa dayung bisa bekerja. Setiap benda yang bekerja dalam fluida mendapat gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida tersebut. Gaya gesekan itu juga disebut viskositas fluida. Semakin besar viskositasnya maka,semakin susah viskositas mengalir. Viskositas fluida juga menunjukan bagaimana gerakan zat padat dalam fluida tersebut. Gaya gesekan tersebut sebanding dengan kecepatan relatif benda terhadap fluida Viskositas adalah suatu kekentalan dari suatu fluida yang di mana gesekan di timbulkan oleh fluida yang bergerak di dalam fluida.Besarnya gesekan ini,biasa juga di sebut sebagai derajat kekentalan zat cair.Jadi semakin besar viskositas zat cair,maka semakin susah benda padat bergerak di dalam zat cair tersebut. Aliran adalah arus yang lembut suatu cairan yang melalui suatu tabung dengan memperlancar cairan mengikuti alur yang sama dengan yang lainya.Jika kecepatan arus menjadi besar dan tabung berubah arah gesekan arus di uraikan ketika bergerak. Seperti yang telah di sebutkan cairan mempunyai suatu jumlah tertentu interval fisik adalah sifat merekat cairan dan gas serta sangat utamanya suatu kekuatan tentang pergeseran antar lapisan daerah yang berbeda ketika berpindah.Gerakan yang di lewati suatu sama lain di dalam cairan berkaitan dengan kekuatan kompleks antar molekul,di dalam gas terbentuk dari benturan antar molekul. Fluida adalah zat yang mengalami perubahan bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser walaupun relatif kecil.Gaya geser adalah komponen gaya yang menyinggung permukaan dan jika di bagi dengan luas permukaan tersebut menjadi tegangan geser rata-rata permukaan itu (Bruce : 2004)

2.2 Koefisian Viskositas Kalau gaya gesek antara permukaan-permukaan dua benda padat sebanding dengan gaya tekan satu permukaan terhadap yang lain, maka gaya gesekan antara permukaan benda padat dengan medium di mana benda itu bergerak sebanding dengan kecepatan gerak benda tersebut terhadap mediumnya, sedangkan gaya gesekan antara lapisan-lapisan cairan akan sebanding dengan gradien kecepatan aliran lapisan-lapisan itu, sepanjang tegak lurus arah mengalirnya cairan seperti yang dijelaskan alih gambar di bawah y

x Gambar 2.1 Gradient kecepatan air Dengan arah aliran sepnajang sumbu x pada gambar di atas gradien kecepatannya ialah v/y di mana sumbu y tegak lurus sumbu x. Gaya gesekan itu sebanding dengan luas permukaan yang bergesekan, A, sehingga kita dapat menulis gaya gesekan tersebut sebagai berikut: Dengan sebagai tetapan pembanding lurus yang dinamakan tetapan viskositas atau lebih tepat koefisien viskositas, yang besarnya tergantung jenis dan suhu fluida ; untuk larutan, besarnya koefisien viskositas tergantung pada konsentrasi atau kepekaan larutan itu (Frederick, 2006 : FISIKA UNIVERSITAS , Hal : 30). 2.5 Hubungan gaya stokes,gaya vector, dan gaya Archimedes Jika sebuah benda berbentuk padat yang mempunyai massa jenis dilepaskan pada permukaan zat cair tanpa kecepatan awal, bola bola tersebut akan mendapatkan percepatan. Dengan bertambahnya kecepatan bola maka, gaya stokes

pada bola tersebut akan bertambah pula sehingga pada suatu ketika pula bola itu akan bergerak dengan kecepatan tetap, yaitu terjadi keseimbangan antara gaya Vektor, gaya Archimedes gaya Stokes, pada bola tersebut. Gerak bola mula-mula dipercepat sampai pada suatu tempat, gerakanya menjadi beraturan. Gerak bola ini mengalami gaya gesekan Fr dan gaya apung ke atas ( B ). Mula-mula : Fy = m.a Fy = 0 ( Setelah v tetap ) Pada saat ini berlaku : G - B Fr = 0 Fr = G r.v G = m.g = ( Giancoli,1977, FISIKA , Hal : 244 ). 2.4 Oli Semua jenis oli pada dasarnya sama, yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan, sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan halus, yang berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin untuk mencegah kegoresan atau keausan. Untuk beberapa oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Terdapat beberapa jenis oli anatra lain : 1. Oli Mineral Oli mineral terbuat dari oli besar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan zat-zat aktif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya (Frederick, 2006 : FISIKA UNIVERSITAS , Hal :42). 2. Oli Sintesis Persamaan 9 Menurut dalil Stokes gaya gesek untuk bola adalah : Persamaan 8

Oli sintesis biasanya terdiri dari Polyalphaolifas yang datang dari bagian terbesih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester, yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain. Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli yang paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan ali atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antara permukaan logam. Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient mengalir secara tertutup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resistensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan (Frederick, 2006 : FISIKA UNIVERSITAS , Hal : 4). 2.5 Rumus Poisuille Debit yaitu banyaknya cairan yang mengalir per satuan waktu atau kuat arus, kecuali ditentukan oleh beda tekanan di kedua ujung yang memberikan gaya pengaliran itu, juga ditentukan oleh koefisien viskositas cairan yang berkaitan dengan mudah sukarnya cairan mengalir serta luas penampang pipa sepanjang aliran cairan. Menurut poisuille, debit cairan yang mengalir sepanjang pipa yang menampangnya bundar berjari-jari R yang panjangnya 1 adalah yang memperlihatkan bahwa debit itu sebanding dengan gradien tekanan ( P1 P2 ) / 1 serta pangkat 4 jari-jari penampang yang berarti sebanding dengan kuadrat luas penampang dan berbanding terbalik dengan koefisien viskositas sebagaimana

seharusnya. Dengan tetapan viskositas yang besar, hambatan alirannya juga besar sehingga debitnya menjadi rendah (Alonso ,Marcelo 1980 , hal : 235) 2.6 Koefisien Viskositas Fluida Satuan sistem International ( SI ) untuk koefisien viskositas adalan NS/m 2 = Pa . s ( pascal sekon ). Satuan CGS ( centimeter gram sekon ) untuk koefisien viskositas adalah dyn.s/ cm2 = poise (p). Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P. Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang ilmuwan prancis.Jean Cors Marie Poseville.1poise = 1 dyn.s/cm2 =151 N.s/m2. Fluida Air Darah (keseluruhan) Plasma darah Ethyl alkohol Oli mesin Gliserin Udara Hidrogen Uap air Temperatur (0c) 0 37 37 20 30 0 20 0 100 Koefisien viskositas 1,8 4,0 1,5 1,2 200 10.000 0,018 0,009 0.013

2.7 Archimedes Sebuah benda seluruhnya atau sebagian dicelupkan dalam suatu fluida yang diam (baik cairan maupun gas), fluida tersebut akan memberikan tekanan pada tiap tiap bagian permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida.

Benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapatkan tekanan hidrostatis. Tekanan hidrostatis pada bagian atas benda sebesar p 1 dan pada bagian bawah benda sebesar p2. Besar gaya tekan yang dialami oleh benda merupakan selisih gaya tekanan pada bagian bawah benda dengn bagian permukaan benda, dirumuskan : Fa = Wu - Wc Fa = F2 F1 Fa = P2 P1 A Fa = p.A Persamaan 1 Persamaan 2 Persamaan 3 Persamaan 4

ben da

Fa = .g (n2-n1 )A Fa = .g.v Keterangan : Fa = gaya tekanan keatas (N) = massa jenis fluida/zat cair (kg/m3 ) V = volume benda yang tercelup (m2) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2 )

Persamaan 5 Persamaan 6

Jadi , besar gaya tekanan ke atas bergantung pada massa jenis ( kerapatan ) fluida dan volume benda tetapi tidak pada bentuk benda. Besarnya gaya yang diberikan oleh fluida pada benda tenggelam didalamnya disebut gaya apung yang besanya juga sama dengan fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.Dengan demikian dapat dirumuskan / disimpulkan bahwa : Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida akan mendapat gaya keatas oleh sebuah gaya yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan (Alonso ,Marcelo 1980 , hal : 230) 2.8 Penerapan hukum Archimedes a) Kapal laut, kapal selam Prinsip kerja kapal selam dan kapal laut pada dasarnya sama, jika kapal akan menyelam air laut dimasukkan kedalam ruang cadangan sehingga berat kapal bertambah (Giancoli,1977, FISIKA , Hal : 242). b) Jembatan pontoon Jembatan poton adalah jembatan yang dibuat berdasarkan benda terapung. Apabila air surut , jembatan mengikuti pasang surutnya suatu air (Giancoli,1977, FISIKA , Hal : 24 ). c) Balon udara

Jika gaya keatas lebih besar dari berat balon ,balon akan naik.Jika gaya keatas sama dengan berat balon seluruhnya,balon akan melayang ( Giancoli,1977, FISIKA , Hal : 242 ). d) Galangan kapal Prinsip kerja galangan kapal pada dasarnya mirip dengan prinsip kerja kapal selam dan kapal laut.Jika kapal akan menyelam,air di kapal akan di masukkan ke dalam ruang Cadangan (Giancoli,1977, FISIKA , Hal : 242). Dengan hukun archimedes, dapat di jelaskan peristiwan terapung, melayang, dan tenggelam. 1. Terapung Benda di katakan terapung jika sebagian atau seluruh bagian benda berada di atas permukaan zat cair. Pada saat bergerak menuju permukaan air, gaya ke atas (FA) lebih besar dari pada berat benda dengan kata lain, ketika benda berada dalam zat cair berlaku pertidaksamaan : FA > W

Dalam hal ini : Vcair = V benda Sehingga : Suatu benda akan terapung dalam zat cair jika massa jenis benda-benda ( ) kurang dari massa jenis zat cair ( ).

2. Melayang Benda di katakan melayang jika seluruh bagian benda dalam zat cair. Pada saat melayang, berat benda sama dengan nol. Oleh karna itu, berlaku persamaan :

FA > W

Dalam hal ini : Vcair = V benda Sehingga : Suatu benda akan melayang jika seluruh bagian benda dalam zat cair, dan jika massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair.

3. Tenggelam Benda di katakan tenggelam jika dalam zat cair benda lebih besar dari nol. Dengan kata lain, berat benda dalam zat cair lebih besar dari gaya ke atas (FA). FA < W

Dalam hal ini : Vcair = V benda Sehingga : Suatu benda akan tenggelam jika massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis zat cair. Dalam fluida real (tidak ideal), selain gaya archimedes, dalam fluida ada juga gaya stokes (FS). Gaya ini muncul akibat adanya viskositas (kekentalan) fluida. Arah gaya stokes dalam fluida berlawanan arah dengan gerak benda. Jika dalam zat cair benda bergerak turun berlaku : W > F a + Fs W = Berat Benda Fa = Gaya ke atas (archimedes)

Fs = Gaya stokes Sebaliknya jika dalam zat cair benda naik berlaku pertidaksamaan : W + F s < Fa Besar gaya stokes sebanding dengan kecepatan benda dalam fluida. Oleh stokes besar gaya itu di rumuskan :

Dengan : n : Koefisien viskositas r = Jari-jari benda berbentuk bola (M) v = Kecepatan berat benda (m/s) Archimedes juga dapat di turunkan dari pengertian tekanan hidrostatis. Suatu benda dalam/berada pada zat cair. Misalnya benda itu berbentuk kubus, maka tutup benda itu berada pada kedalaman (n) dan alas benda berada pada kedalaman (ntt).

BAB 3 METODELOGI PERCOBAAN

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa 18 Oktober 2011 pukul 16.00-18.00 WITA dan bertempat di Laboratorium Fisika Dasar Lantai 3 Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman. 3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat 1. Tabung silinder 2. Bola-Bola kecil 3. Mikrometer sekrup 4. Sendok saringan 5. Stopwatch 6. Penggaris 7. Neraca analitik 3.2.2 Bahan

1. Minyak 2. Oli 3.3 Prosedur Percobaan 1. Di ukur diameter tiap-tiap Bola dengan micrometer sekrup.Di ulangi percobaan sebanyak 5 kali. 2. Di timbang tiap-tiap bola dengan neraca ohaus. 3. Di tempatkan gelang yang melingkari tabung.Kira-kira 5 cm dari bagian atas dan bawah tabung.

4. Di ukur jarak jatuh (d) (jarak kedua gelang atas dan bawah). 5. Di masukkan sendok saringan sampai dasar tabung dan tunggu beberapa saat fluida diam. 6. Di ukur waktu jatuh (T) untuk tiap-tiap bola.Di ulangi 5 kali. 7. Di ubah letak gelang 5 cm.Di ulangi Percobaab seperti pada prosedur 4-6.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Data Pengamatan 4.1.1 Bola Diameter (m) 0,02451 0,02466 0,02499 0,02453 0,02455 4.1.2 Minyak Jarak Jatuh (d) 5 cm = 0,05 m 10 cm = 0.1 m 15 cm = 0,15 m 20 cm = 0,20 m 25 cm = 0,25 m t1 0,072 1,038 1,007 1,352 1,304 t2 0,11 1 1,19 0 0,82 7 1,09 5 1,42 8 4.1.3 Oli Jarak Jatuh (d) 5 cm = 0,05 m 10 cm = 0,1 m 15 cm = 0,15 m 20 cm = 0,20 m 25 cm = 0,25 m t1 0,493 1,108 1,640 2,572 2,741 t2 0,609 0,328 1,676 2,489 2,948 t3 0,95 1 0,47 6 1,75 1 2,11 9 2,32 t4 1,123 0,916 2,120 2,238 2,77 t5 1,046 1,118 1,508 2,546 2,732 0,8444 0,982 1,739 2,3928 2,7026 t3 0,141 1,062 0,917 1,199 1,132 t4 0,469 0,417 0,767 1,173 1,413 t5 0,75 2 0,92 5 1,06 5 1,33 6 1,13 7 0,309 0,9264 0,9166 1,231 1,2828 Jari-jari (m) 0,01225 0,01233 0,012295 0,012265 0,012275 Massa (kg) 0,01008 0,01008 0,01014 0,01005 0,01012

4.2 Analisis Data 4.2.1 Perhitungan Tanpa KTP 4.2.1.1 volume bola

= 7,7

= 7,82

= 7,78

= 7,74

= 7,74

= 7,756 4.2.1.2 Masa Jenis Bola

4.2.1.3 koefisien Viskositas Minyak

Untuk d = 0,05

Untuk d=0,1

Untuk d =0,15

Untuk d= 0,2

Untuk d=0,25

4.2.1.4 Koefisien Viskositas Oli = (


m

Untuk d = 0,05

Untuk d= 0,1

Untuk d=0,15

Untuk d=0,2

Untuk d=0,25

4.2.2 Perhitungan Dengan KTP 4.2.2.1 Volume Bola

4.2.2.2 Massa Jenis Bola

4.2.3 KTP MUTLAK 4.2.3.1 Volume

4.2.3.2 Massa Jenis

4.2.4 KTP RELATIF 4.2.4.1 Volume

4.2.4.2 Massa Jenis

4.5 Alanisis Grafik 4.2.5.1 Minyak

Tr12= Tr12= Tr1 = 6,78 . Tr22=

Tr22= Tr2 = 1,18 . Tr32= Tr32= Tr3 = 1,17 . Tr42= Tr42= Tr4 = 1,357 . Tr52= Tr52= Tr5 = 1,385 .

4.2.5.2 Oli

Tr12= Tr12= Tr1 = 1,126 .

Tr22= Tr22= Tr2 = 1,21 . Tr32= Tr32= Tr3 = 1,61 . Tr42= Tr42= Tr4 = 1,89 . Tr52= Tr52= Tr5 = 2,03 .

4.4 Pembahasan Letak gelas atas berada pada skala 5 pada gelas ukur dan posisi gelang bawah berada pada skala 10 pada gelas ukur.Apabila gelang diletakan terlalu tinggi (dipermukaan tabung)maka kecepatan bola menjadi tidak konstan (cepat untuk pertama kali dijatuhkan dan setelah itu melambat),dan apabila letak gelang terlalu dasar,hal itu sama saja jika tidak perlu memakai gelang sebagai pembatas,selain itu akan susah menentukan apakah bola telah menyentuh dasar,apabila di coba ke fluida yang bewarna gelap(oli). Dari percobaan yang telah dilakukan,didapat bahwa bola yang dijatuhkan ke dalam minyak membutuhkan waktu yang lama dari pada ketika dijatuhkan kedalam oli.Jadi fluida yang lebih kental adalah minyak.Jika kita lihat ke koefisien viskositas kedua fluida,koefisien viskositas minyak lebih besar dari pada oli.Meskipun pada suhu yang sama. Pada percobaan ini digunakan minyak dan oli di karenakan kedua fluida ini memiliki koefisien viskositas yang besar,selain itu dari bentuk fisik kedua fluida ini terlihat hampir sama kentalnya,sehingga kita menggunakan kedua fluida untuk melihat fluidamana yang memiliki tingkat kekentalan yang tinggi Didalam setiap percobaan pastilah terdapat factor kesalahan yang di kethui atau yang tidak disadari oleh peneliti.Faktor kesalahan itu antara lain: 1. Ketidak tepatan dalam memulai stopwatch,hal ini terjadi karena ketelitian setiap orang berbeda-beda dalam melihat apakah bola sudah mulai melewati gelang pembatas atau belum. 2. Kesalahan dalam pencatatan waktu tempuh bola karena kurangnya kefokusan peneliti. 3. Peletakan gelang atas dan bawah yang tidak tepat atau pas dengan skala.

BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan 1. sejenis.Gaya 2. NS/m2
=

Kohesi adhesi

adalah bekerja

gaya di

tarik-menarik

antara dan

molekul lapisan

sejenis,sedangkan adhesi adalah gaya tarik-menarik antara molekul tak antara dinding-dinding fluida,sedangkan kohesi bekerja di antara selaput fluida. Satuan sistem International ( SI ) untuk koefisien viskositas adalan Pa . s ( pascal sekon ). Satuan CGS ( centimeter gram sekon ) untuk

koefisien viskositas adalah dyn.s/ cm2 = poise (p). Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P. Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang ilmuwan prancis.Jean Cors Marie Poseville.1poise = 1 dyn.s/cm2 =151 N.s/m2. 3. Dari percobaan yang telah dilakukan,minyak membutuhkan waktu yang lama dari pada ketika dijatuhkan dari pada oli.Jadi fluida yang lebih kental adalah minyak.Dan koefisien viskositas minyak lebih besar dari pada oli.Meskipun pada suhu yang sama. 5.2 Saran Dalam percobaan selanjutnya oli dan minyak diganti dengan akuades dan alcohol,agar lebih bervariasi.

DAFTAR PUSTAKA Alonso, Marcelo. 1999. Dasar-Dasar Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga Giancoli, C. Douglas. 2005. Fisika Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga Haliday, David. 1984. Fisika Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga Soedojo, B.SC, Dr. Peter. 2007. Fisika Dasar. Yogyakarta: Andi Triple, Paul. A. 1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga