ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V-1

BAB V
PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.1 Data Perencanaan Jembatan

h

5m

45 m

Gambar 5.1 Skema Rangka Baja
Data-Data Bangunan
1. Bentang total

: 45,00 m

2. Lebar jembatan

: 9,00 m

3. Lebar lantai kendaraan

: 2 x 3,5 m

4. Lebar trotoar

: 2 x 1,00 m

5. Mutu baja

: BJ 37

6. Sambungan

: baut

7. Mutu beton

: fc 30 Mpa

8. Mutu tulangan

: fy 400 Mpa

9. Konstruksi atas:
a. Struktur rangka

: rangka baja

b. Lantai jembatan

: lapis aspal beton

c. Perikatan angin

: tertutup

10. Konstruksi bawah:
a. Abutment

: beton bertulang

b. Pondasi

: sumuran

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-2

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

5.2. Analisa Elemen Struktur
5.2.1

Perhitungan Sandaran

hs

ls
Gambar 5.2 Sandaran pada Jembatan
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna jembatan
khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan
Raya hal 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horisontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada tinggi
90 cm di atas lantai trotoar.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 800.300 dengan
ketinggian profil 80 cm, sedangkan tinggi pelat lantai 20 cm, maka tinggi sandaran
dari titik terbawah rangka induk :
hs = 0,8 + 0,2 + 1,15 = 2,15 m
Sedangkan tinggi total rangka :
h total rangka = 5 + 0,2 + 0,8 = 6 m
Sandaran diasumsikan menumpu sendi pada rangka utama dengan panjang
sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) :

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-3

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

2,15 m

6,0 m

Dengan menggunakan perbandingan segitiga :

l
ls
5,0 m

l
6−2,15
=
dimana l = 0,5 ls
2,5
6
l = 1,604 m

ls = 2 x l
ls = 2 x 1,604 = 3,21 m

Gaya yang terjadi akibat beban 100 kg/m’ :
q = 100 kg/m'

A

3,21 m

B

Gambar 5.3 Pembebanan pada Sandaran Jembatan

RA = RB =
Mh =

q h x ls
= 160,5 kg
2

1
1
qh x ls2 = x 100 x 3,212 = 128,8 kgm
8
8

Sandaran direncanakan menggunakan pipa Ø 76,3

a. Data Perencanaan :

σ ijin = 160 Mpa = 1600 kg / cm2
E baja = 2,1 x 105 Mpa

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

Data Teknis Profil : t D D = 7.7 cm3 G = 8.OK 384 x 2.V-4 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.3 dapat dipakai untuk sandaran. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.07 cm……….58 x 1333 = 773.5 2) Terhadap momen σu < σ ijin Mu < σ ijin W 12880 = 688.1 x 106 x71.5 x 18.7 DxS = 41.5 cm i = 2.2 cm2 W = 18.5 τijin = 0.53 cm F = 11. Kontrol terhadap bahan dan tegangan yang ada : 1) Terhadap lendutan 5 x q h x l4 l < 384 x E x I 300 5 x 1 x (321)4 = 0.79 kg/m c. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.98 kg/cm2 = I 71.77 kg/cm2 < 1600 kg/cm2…………OK 18.5 cm4 t = 0.58 x σ ijin = 0.921 cm < 1.14 kg/cm2 τ < τijin……………………………………………OK → Pipa Ø 76.63 cm I = 71.7 3) Terhadap geser τ = 160.

72 kg /m2 = 22. Beban Mati 1) Beban trotoar = 0.0 = 500 kg 2) Beban merata pada trotoar (qL) = 500 kg/m2 x 1.0 x 22. a.25 x 1.0 x 2200 kg/m3 3 = 550 kg/m 2) Beban lantai jembatan = 0.0 x 2500 kg/m = 500 kg/m 3) Berat DeckBaja = 1.V-5 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Beban Hidup 1) Beban horisontal pada kerb (PL) = 500 kg/m x 1.4 Pembebanan pada Trotoar Berdasarkan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 hal 10 : ¾ Konstruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup sebesar 500 kg/m2 ¾ Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat menahan satu beban horisontal ke arah melintang jembatan sebesar 500 kg/m’ yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm di atas permukaan lantai kendaraan apabila kerb yang bersangkutan lebih tinggi dari 25 cm.72 kg/m b.0 = 500 kg/m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 Perhitungan Lantai Trotoar q = 500 kg/m2 P = 500 kg/m 25 cm 20 cm 100 cm Gambar 5.2.2 x 1. ( L2A098005 ) .72 kg / m + WD = 1072.

5 x qL x L2 = 500 x 0.6 x 425 = 1323.632 kgm = 13.2 x 548. Tegangan yang terjadi: Mx = 1323. Penulangan lantai beton hanya direncanakan sebagai tulangan minimum yang ditujukan hanya untuk menahan susut.P Hokayu Indonesia.2 = 82. ( L2A098005 ) . sebagai acuan untuk pengisi beton yang berfungsi mendukung seluruh beban mati.632 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 132363.35 + 0.5 x 1072.36 kgm ML = PL x 0.2 MD + 1. beban lalu lintas dan beban-beban lateral yang terjadi.6 ML = 1.5 x WD x L2 = 0.72 x 12 = 536.35 + 0. Perhitungan Momen MD = 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V-6 c.23632 kNm d. Perhitungan Tulangan Pelat lantai kendaraan jembatan baja ini adalah lantai beton dengan menggunakan lembaran baja gelombang (deck plate) merk combideck® produksi PT. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x 500 12 = 425 kgm Mu = 1.5 + 1.727 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

17 mm.5 Mpa 25.2 = 16.f’c ρ max = F.3825 = 25. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V-7 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 5 70 70 Gambar 5.85 x 30 Rl fy = 0.5 400 = 0. ¾ Data teknis Mu = 1323.2 = 365.64 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 Penulangan arah X Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan. Berat = 22.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5942 cm2/m.mak x = 0.5 Profil Deck Baja = 1600 kg / cm2 σ ijin As = 26. ( L2A098005 ) .85 × 450 600 + 400 = 0.3825 x = 0.72 kg / m2 Is = 40.46 cm4/m.632 kg.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.85.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0. t Ys = 21. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = • Mx 132363.

..08 = 1.....93 cm2 10 .5 400 = 2.75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ..25 % dari luas beton As = 0.54 kg..4 400 = 0.25 % x As....m’ = 165454 = 0.0244 F < F. Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.10 – 200...V-8 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.0241 = 0.25 % x 100 x 15 = 3. 12 – 200 As...0037 ρ min < ρ < ρ mak... ( L2A098005 ) .200 Gambar 5......632 0. Terpasang 6..55 cm² Digunakan tulangan Ø.. Oke Penulangan Arah sumbu Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 6..c = 0..08 100 × 16.6 Denah penulangan trotoar Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S......4 = 0.08 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 6.4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0.0241 100 × 16...200 • 12 .0035 = 1323..0244 x 100 x 16. As terpasang 3..216 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0.4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.8 = 1654..4 x 25.mak ..

819624 x 1.V-9 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.02272 T/m’ + WD = 0.752 = 0.752 = 0.75 1.02272 = 0. M max = ¼ P L = ¼ x 10 x 1.819624 x 1.11 T/m’ c) Air hujan : 0.05 T/m’ d) Deck Baja : 1 x 0.m’ M lap 2) Beban T Beban T dianggap sebagai beban terpusat sebesar 10 Ton di tengah bentang antara dua gelagar memanjang Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 : Beban T adalah beban yang merupakan kendaraan truk yang mempunyai beban roda ganda (dual wheel load) sebesar 10 ton.75 Gambar 5.75 1.375 ton m 3) Beban Angin Beban angin bekerja pada kendaraan dengan arah horisontal sebesar q = 150 kg/m2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 WD = 0. ( L2A098005 ) .2 x 1 x 2.819624 ton/m’ 1/24 1/10 1/11 1.05 x 1 x 1 = 0.05 x 1 x 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 T/m’ b) Perkerasan : 0.228 ton.68272 T/m’ Wu = 1.7 Koefisien momen pada plat menerus M tump = 1/10 x Wu x L2 = 1/10 x 0.3 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan a.5 = 0.m’ = 1/11 x Wu x L2 = 1/11 x 0.2.75 1/11 1/24 1/10 1/16 1/16 1/11 1.75 = 4.251 ton. Pembebanan 1) Beban Mati a) Pelat lantai komposit : 0.2 = 0.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ” Pada Lapangan Tegangan yang terjadi: Mx = 5278 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 527800 = 329.543 x 1.875 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.228 + 5. ( L2A098005 ) .857 kg = 1.05 = 5.05 ton m Momen Total : M lap → Ml = 0.8 Beban akibat Angin Reaksi pada roda = Beban roda + angin → 2 x 9 x 1.10 200 cm ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 80 cm q = 150 kg/m 2 175 cm Gambar 5.75 T = 10 + 1.251 + 5.75 = 5. Perhitungan Tulangan 1) Arah X Pada desain kekuatan deck baja digunakan teori elastis sedang pada desain beton bertulang digunakan teori kekuatan batas.278 Tm M tump → Mt = 0.V .543 = 11.05 = 5.8 x 150 = 1542.543 Ton M max = ¼ P L = ¼ x 11.301 Tm b.543 Ton 1.

85.3825 = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.11 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 = 1600 kg / cm2 σ ijin 5 70 70 As = 26.72 kg / m2 Is = 40.85 x 30 Rl fy = 0. Berat = 22.3825 x = 25. ( L2A098005 ) .01 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 ” Tulangan Pada Tumpuan Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.46 cm4/m.5942 cm2/m.f’c ρ max = F.17 mm.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0.5 Mpa 25. t Ys = 21.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3. ¾ Data teknis Mu = 5301 kg.5 400 = 0.V .2 = 16.85 × 450 600 + 400 = 0.mak x = 0. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = Mx 527800 = 1458.

. As terpasang 3..4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1.75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ..68 = 2.10 – 200.0966 100 × 16......4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0......0966 = 0.6641 cm² 400 Digunakan tulangan Ø..m’ = 662625 = 0...V . Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0..68 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 12. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0077 ρ min < ρ < ρ mak....12 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.68 100 × 16...25 % x As... Oke 2) Arah Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 12..536 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0..... ( L2A098005 ) ..25 % dari luas beton As = 0..4 x 25.25 % x 100 x 15 = 3.5 = 10..102 F < F.4 400 = 0.... 12 – 100 As..102 x 100 x 16.4 = 0. Terpasang 12..mak .0035 = 5301 0.c = 0..25 kg.8 = 6626.93 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

200 12 .75 M POT ONGAN MELINT ANG 10 .200 POT ONGAN MEMANJANG Gambar 5.75 m 1.9 Denah penulangan pelat lantai 5.V . 1.10 Pola Pembebanan pada Gelagar Memanjang Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 12 .200 1.200 12 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 m 1.4 Perhitungan Gelagar Memanjang 5m Direncanakan gelagar memanjang tidak komposit. ( L2A098005 ) .2.200 12 .75 m 1.200 10 .200 10 .75 m Gambar 5.13 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 12 .200 12 .

V - 14

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

a. Beban

1) Beban Mati
a) Berat pelat lantai

: 0,2 x 1,75 x 2,5

= 0,875 t/m

b) Perkerasan

: 0,05 x 1,75 x 2,2

= 0,1925 t/m

c) Air hujan

: 0,05 x 1,75 x 1

= 0,0875 t/m

d) Deck Baja

: 1,75 x 0,02272

= 0,03976 t/m

e) Berat Profil perkiraan

= 0,1
q1

t/m+

= 1,29476 t/m

2) Beban Hidup
Beban D
Sesuai tabel 3 Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 11

untuk 30 m < L < 60 m, maka q = 2,2 -

L = 45 m → q = 2,2 -

1,1
(L − 30)
60

1,1
(45 − 30) → q = 1,925 t/m
60

Jarak antar gelagar memanjang = 1,75 m
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 →
Beban terbagi rata =
=

q
x αxs
2,75

1,925
x 1 x 1,75
2,75

= 1,225 t/m
= 1225 kg/m
→ q total = 1294,76 + 1225
= 2519,76 kg/m
a) Koefisien kejut
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
K = 1+

20
50 + L

K = 1+

20
50 + 45

K = 1,21

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V - 15

b) Beban garis
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 :
P xαxsxK
2,75

Beban garis =

12
x 1 x 1,75 x 1,21
2,75

=

= 9,24 t
= 9240 kg
Momen max = 1 qtotal x L2 + 1 PL
8
4
=

1
1
x 2519,76 x 5 2 + x 9240 x 5
8
4

= 19360,81 kgm
Dalam merencanakan gelagar memanjang di tinjau gelagar yang paling banyak
menerima beban yaitu yang berada di tengah.

Wx

=
=

Momen max
σ

1936081
= 1210,05cm 3
1600

digunakan profil IWF 350 x 250 x 14 x 9 - 79,7
t2

t1

h

b

Gambar 5.11 Penampang Profil Gelagar Memanjang
Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 16

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Data Profil :
Berat =

79,7 kg/m

Ix

=

21700 cm4

h

=

350 mm

Iy

=

3650 m4

b

=

250 mm

ix

=

14,6 cm

F

=

101,5 cm2

iy

=

6 cm

t1

=

9 mm

Wx

=

1280 cm3

t2

=

14 mm

Wy

=

292 cm3

a. Check berat sendiri

Berat asumsi ≥
100 kg/m ≥

berat profil
79,7 kg/m………………..OK

b. Perhitungan Tegangan
σ ts

σ bs

Gambar 5.12 Diagram Tegangan Profil Baja
σ ts

= σ bs
=

Momen maximum / wx

=

1936081
1280

= 1512,56 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 …………………. OK
c. Kontrol lendutan

f ijin =

f

500
L
=
= 1 cm
500 500
5 x q x L4
P x L3
+
=
384 x E x I profil
48 x E x I profil

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

65 kg 16.58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….46 x 5/2 + 9240 = 15488. Cek Tegangan Geser Dmax = 2499.1 cm 8.9 cm Gambar 5.52803 = 0.858 x (16.505 cm3 = DmaxSx b Ix τ = 15488.44636 + 0.1 x 8.17 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ = 5 x (24.97466 cm < 1 cm…………………….05 + 2 x 0.OK d.1 – 0.58 x σ ijin = 0.8 + 0.2234 x 2) = 731.1 x 10 6 x 21700 48 x 2.9 x 16.1 x 10 6 x 21700 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 cm 25 cm 0.134 kg/cm2 τ ijin = 0.505 0..05 16.9946) x 500 4 9240 x 500 3 + 384 x 2.4 x 16.65 × 731.V . ( L2A098005 ) .8 cm 1.13 ½ Tinggi Penampang Gelagar Memanjang Sx = 25 x 1.9 x 21700 = 580.

( L2A098005 ) .27446 t/m P1 = q1 x 5 m = 1.75 x 2.1 t/m = q2 x 5m = 1.0797 t/m q1 + = 1.14 Pola Pembebanan pada Gelagar Melintang a.25 x 1 x 2.03976 t/m 5.02272 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 = 0.75 1.18 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perhitungan Gelagar Melintang Gelagar Melintang Gelagar Mem anjang 1.2 = 0.75 x 0.1925 t/m 3.5 = 0. Deck Baja : 1.3 kg b.5 t/m 2) Air hujan : 0.75 1.5 t = 5500 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 x 1 = 0. Perkerasan : 0.27446 x 5 = 6.875 t/m 2.75 x 2.5 = 0.75 1.2 x 1.05 x 1.05 x 1.00 Gambar 5.0875 t/m 4. Air hujan : 0.1 x 5 = 5.05 x 1 x 1 = 0. Berat pelat lantai : 0. Beban mati 1 1.00 9.V .00 1. Berat Gelagar memanjang = 0.2 x 1 x 2.05 t/m 3) Trotoar : 0.55 t/m + q2 Beban P2 = 1.3723 ton = 6372. Beban mati 2 1) Pelat lantai kendaraan : 0.75 1.

P3 = ½ P1 = ½ x 6372.6 x 4.6372.75m P2+P3 1.15 kg P2+P3 1m P1 1.5 .15) = 2 = 18244.5 .5 .15 Distribusi Beban pada Gelagar Melintang RA 3P1 + 2(P2 + P3 ) 2 3 x 6372.3 + 2(5500 + 3186.V .19 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ sedangkan.75 = 18244.75m 1m Gambar 5.65 kgm c.( P2 + P3 ) 3.75 = 40547.25 kgm R gm = 1 q x l 2 = 1 x 250 x 9 2 = 1125 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.( 5500 + 3186.P1 x 1. Berat sendiri gelagar melintang → Ditaksir q = 250 kg/m M max = 1 q x l2 8 = 1 x 250 x 92 8 = 2531.5 .3 x 1. ( L2A098005 ) .6 kg = M max = RA x 4.75m P1 1.3 = 3186.75m P1 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.15 ) 3.

50 1. q1 = ½ x 3500 = 1750 kg/m’ c) Koefisien kejut Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : K = 1+ 20 50 + L K = 1+ 20 50 + 45 K = 1.5 m Beban terbagi rata = q x 5 2.2 q.5 1.3 q1 P2 q2 P2 q2 0.V .75 5.5 t/m = 3500 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.16 Penggunaan beban “D” pada balok melintang L = 45 m → q = 2.5.00 Gambar. ( L2A098005 ) .75 m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 → Untuk lebar 5.925 x5 2.75 0.925 t/m 60 Jarak antar gelagar memanjang = 1.20 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d.1 (45 − 30) → q = 1.5 5.21 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 - 1. Beban hidup q.00 9.00 5.75 = 1.75 = 3.1 P1 q.

75 12 x 1.75m P1 0.5 m 1m 1m 0.75m 1. → Untuk trotoar q3 = 60 % x 500 kg/m2 x 1 m q3 = 300 kg/m q1 q2 q2 q3 A q3 5.75m B P2+P3 P2 P1 1.75m 1m Gambar 5.V .21 = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 = 5.21 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d) Beban garis Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 : Untuk lebar 5. q1 = ½ x 5280 = 2640 kg/m’ total q1 = 3500 + 5280 = 8780 kg /m total q2 = 1750 + 2640 = 4390 kg /m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : Dalam perhitungan kekuatan gelagar akibat pengaruh beban hidup pada trotoar diperhitungkan beban sebesar 60 % beban hidup trotoar.5 m P x K 2. ( L2A098005 ) .75 m P2+P3 P2 1m 1.17 Distribusi Beban Hidup Merata Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 m P1 1.28 t /m Beban garis = = 5280 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .

25 + 81515 = 124593.65 + 2531.75 + 300 x 1 + 8780 x 0.m σ = Wx = M total Wx 12459390 = 7787.9 kg.75 + q3 x 1 + q1 x 0. ( L2A098005 ) .m M max total = M max beban mati + M max berat sendiri + M max beban hidup = 40547.75 = 27737.5 – P2 x 1.5 – 15365 x 1.6 cm2 B = 302 mm Ix = 339000 cm4 t.5 – P1 x 3.75 = 81515 kg.5 – 4690 x 3.75 = 15365 kg P1 = q2 x 0.2 = 30 mm 8400 cm3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.22 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ P2 = q1 x 1.119cm 3 1600 Dipakai profil IWF 800 x 300 x 16 x 30 – 241 t2 h t1 b Gambar 5.5 x 4.125 = 4690 kg P1 Ra = Rb = ½ (2 x p1 + 3 x P2) = ½(2 x 4690 + 3 x 15365) = 27737.75 = 8780 x 1.1 = 16 mm wx = t.125 = 4390 x 0.V .5 kg Mmax = Ra x 4.18 Penampang Gelagar Melintang G = 241 kg/m’ r = 28 mm H = 808 mm A = 307.

19 ½ Tinggi Penampang Gelagar Melintang Sx = 30.776 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 ……….9 + 1.V .23 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.2234 x 2.2 x 3 x 38.355 1.OK c..1 kg 37.6 x 37.7 cm 38.355 cm3 τ = DmaxSx b Ix = 47107.6 cm Gambar 5.6 + 1125 + 27737.4 cm 18.8 ) = 4767.4 – 0.1× 4767.6 x 339000 = 414.OK b. ( L2A098005 ) . Check tegangan geser D max = RA beban mati + RA berat sendiri + RA beban hidup = 18244..5 = 47107. Check tegangan lentur σ = Mtotal wx = 12320921.7 + 2 x 1.2 cm 1.686 ( 37. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.04 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 x 18.9 cm 3 cm 30. Check berat sendiri Berat asumsi ≥ berat profil 250 kg/m ≥ 241 kg/m……………….25 8400 = 1466.

Check lendutan L = 900 = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.76 kg / m x 5 m 2 = 3186. Beban yang bekerja : 1) Beban mati : 1 x 1294.OK Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang a.46 cm = f yang terjadi < f ijin……………….58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….V . ( L2A098005 ) ..OK d.8 kg Untuk penyambung digunakan profil L 130 x 130 x 12 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 x 10 6 x 339000 = 1.15 kg 2) Beban hidup : 1 x 2519.58 x σ ijin = 0.65 kg 3) Beban garis : 1 x 9240 kg 2 = 4620 P total kg + = 14054.24 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ τ ijin = 0.8cm 500 500 5 Mmaxtotal × L2 f yang terjadi = 48 E Ix f ijin = 5 12459390 × 900 2 48 2.76 kg/m x 5 m 2 = 6248..

44 cm = 65354.4 mm = 4.82 2 + 4684.628 → pengaruh desak ¾ δ = d 2 b.20 Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.d 2 x 1600 x 1.93 2 = 5927.18 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.83 → diambil 3 baut = 2 σ ijin .5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 mm 1.8 P = 1.δ .V .82 × 9 = 3630.8 kg x 4.93 kg = P = n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.2 = 0.8 = 4684.25 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ e P 50 90 90 50 IWF 350 X 250 IWF 800 X 300 Gambar 5.4 = 44. ( L2A098005 ) .82 kgcm MxY 65354.6 < 0. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds = 14054. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.2 x 2 M = Pxe → e= 16 + 36.44 cm 2 = 14054.

( L2A098005 ) .628 → pengaruh desak 2 d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….8 1 3.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK τ 2) = P 1 π.2n 4 = 14054.26 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ c.d 2 .130. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.21 Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.d 1. Check tegangan 1) σ ds σ ijin ds 5927.01 kg/cm2 τ ijin = 0.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.OK Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang e IWF 350 X 250 L130.V .5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 cm 1.2 ¾ δ = = 0.6 < 0.18 = 2469.58 x σ ijin = 0.12 50 90 90 50 P IWF 800 X 300 Gambar 5.66 kg/cm2 = R = δ.

18 kg d.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8 = = 1.8 1 3.01 kg/cm2 τ ijin = 0.27 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.d 2 .9 mm = 4. δ .2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK 4) τ = P 1 π.8 kg x 4.93 2 = 5927. Check tegangan 3) σ ds σ ijin ds 5927.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.93 kg n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.09 cm = 65354.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….82 kgcm MxY 65354.2n 4 = 14054.83 → diambil 3 baut 2 σ ijin. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) . Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds P 14054.82 × 9 = 3630.d 1.82 2 + 4684.18 = 2469.d 2 x 1600 x 1.8 = P = = 4684.09 cm 2 = 14054.58 x σ ijin = 0.4 = 40.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.V .66 kg/cm2 = R = δ.2 x 2 = M = Pxe → e= 9 + 36.

75 kg Q2 = 15 % x 265. Q1 = 30 % x 265.5 Perhitungan Rangka Baja Perhitungan Pertambatan Angin Tekanan angin W = 150 kg/m2 Luas bidang rangka : 45 m x 5.28 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.2.9 m = 265.5 x 150 kg/m b.V .9m Q3 RA Gambar 5.5 m2 Beban angin yang timbul : a. ditambah 15 % luas bidang sisi lainnya.05m Q1+Q2 1. Beban hidup ( kendaraan ) Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Bidang vertikal beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang mempunyai tinggi menerus sebesar 2 m di atas lantai kendaraan. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Tekanan angin tersebut ditahan oleh pertambatan angin atas dan pertambatan angin bawah. ( L2A098005 ) . Rangka induk Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Untuk jembatan rangka diambil sebesar 30 % luas bidang sisi jembatan yang langsung terkena angin.5 x 150 kg/m2 = 11947. 2.22 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 kg 2 = 5973.95m RB 1.

57 kg RANGKA IKATAN ANGIN ATAS RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 RAN GKA IKATAN AN GIN BAW AH Gambar 5.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.( Q1 + Q2 ) 2. ( L2A098005 ) .29 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Q1 + Q2 = 11947.5 + 5973.95 = 0 5.17 kg RA → Masing – masing buhul menerima beban : P = 18113.9 .75 = 17921.9 RA = 4 x 13500 + 17921.23 Skema ikatan angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.95 = 18113.17 / 9 = 2012.Q3 x 4 .25 x 2.25 kg Σ MB = 0 RA x 5.

V - 30

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Perhitungan Ikatan Angin Bawah

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.24 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah
Dimana :

P = 2012,57 kg
1 P = 1006,285 kg
2

Konstruksi pertambatan angin bawah tersebut dibagi menjadi 2 bagian :
Konstruksi I

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.25 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi I )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 31

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Konstruksi II

1/2 P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.26 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi II )
Pendimensian pertambatan angin didasarkan pada batang yang mempunyai gaya
batang terbesar.
→ Berdasarkan SAP 2000 diperoleh :
Batang diagonal :

Batang 11 ( tarik )

= 9209,19 kg

Batang 27 ( tekan )

= 9209,19 kg

Pendimensian Pertambatan Angin Bawah
a. Batang diagonal ( tekan )

N

= 9209,19 kg

Lk

=

5 2 + 9 2 = 10,296 m = 1029,6 cm

σ ijin = 1600 kg/cm2
Dipakai profil L 180 x 180 x 16

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 32

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

w

b

y

a

b

v
x
s

x

a
s

y

b
b

Gambar 5.27 Penampang Profil L 180 x 180 x 16
s

=

50,2 mm

ix = iy

=

5,51 cm

v

=

71,1 mm

Ia

=

2690 cm4

w

=

127 mm

ia

=

6,96 cm

F

=

55,4 cm2

Ib

=

679 cm4

Berat

=

43,5 kg/m

ib

=

3,5 cm

=

4

Ix = Iy

1680 cm

1) Angka kelangsingan :
Lk = 1029,6 = 186,86
i min
5,51

λ

=

λg

= π

λs

=

λs ≥ 1

E
= 3,14
0,7 σ l

2,1 x 10 6
= 111,016
0,7 x 2400

λ = 186,86 = 1,68
λg
111,016

ω = 2,381 x λs2
= 2,381 x 1,682 = 6,75

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

88 kg/cm2 < 0.19 kg P geser = 0.19 = = 207.8 x F profil = 0.288 kg Jumlah baut ( n ) n S P geser 9209.4 = 44.19 kg Dipakai profil L 180 x 180 x 16 Fnt = 0.19 = 2572.3 Fnt σ = 207.4 b.58 ~ diambil 4 buah = b. Sambungan pelat buhul ikatan angin dengan gelagar melintang Digunakan las sudut sama kaki Tebal las a ≤ ( δ2 + 2 ) / 2 dimana : δ2 = tebal pelat buhul = 10 mm a ≤ 6 mm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.19 = 1121.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .62 x 1600 = 2572.75 ≤ σ ijin 9209.88 kg/cm2 < 1200 kg/cm2 ……………………. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 x 1600 kg/cm2 44.OK 55.288 = 3.8 x 0.14 x 1.8 x 55.3 cm2 → Check tegangan : N 9209.25 x 3.33 kg/cm2 < 1600 kg/cm2………..OK σ = Sambungan ikatan angin bawah a. Batang diagonal ( tarik ) N = 9209.33 2) Check tegangan : ω N A 6. Sambungan batang diagonal dengan pelat buhul ikatan angin S = 9209.8 x A x σ = 0.

95m RB = ( Q1 + Q2 ) + Q3 .71 x 1600 = 16.19 kg 568 Lnetto = 9209.V .5 = 568 Lnetto = 17. ( L2A098005 ) .71 cm Perhitungan Pertambatan Angin Atas RB 2.21 cm = a x Lnetto x 0.34 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ diambil tebal las 5 mm Panjang las S P las = 9209.28 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin P P P P P P P 1/2 P 9m 1/2 P 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m Gambar 5.51 kg 8 RA Gambar 5.05m Q3 P 1.21 + 3 x 0.71 σ Lbruto = Lnetto + 3a = 0.08 kg 1.25 + 13500 - 18113.RA = 17921.08 = 1663.5 x Lnetto x 0.17 = 13308.19 Las dan gaya membentuk sudut 45° P las = S Lnetto = 16.76 kg 2 = 13308.29 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Atas Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.9m Q1+Q2 1 P = 831.

Berdasarkan SAP 2000 diperoleh : ¾ Batang 27 ( tekan ) : 4351. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.71 kg ¾ Batang 10 ( tarik ) : 4351.5 2 = 6. ( L2A098005 ) . Batang tekan ( Batang 27 ) N = 4351.04 kg 9m B A 5m AB = AC = C 5 2 + 4.V .727 m Digunakan profil L 140 x 140 x 13 w b y a b v x s x a s y b b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.71 kg ¾ Batang 9 ( tekan ) : 6654.727 m a.71 kg Lk = 6.35 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Pertambatan Angin Atas Pendimensian pertambatan angin atas juga didasarkan pada batang yang mempunyai gaya batang terbesar.

8 x F profil = 0.016 → ω = 2.71 x 0.381 x 1.1234 kgcm 4.4192 = 4.36 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ s = 39.9 mm Ib = 262 cm4 F = 35 mm ib = 2.71 333.7 x 2400 λ = 157.38 cm w = 9.OK + 35 425.8 x 35 = 28 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.016 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Batang tarik ( Batang 10) N = 4351.381 x λs2 = 2.419 λg 111.2 mm Ia = 1010 cm4 v = 55.27 λ = λg = π λs = λs ≥ 1 E = 3.7 = 157. ( L2A098005 ) .794 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N + M A W ≤ σ ijin di mana M = P x ∆e M = 4351.27 cm 1) Angka kelangsingan : Lk = 672.4 mm ia = 5.07655 = 333.3 b.V .794 4351.14 0.5 i min 4.843 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….71 kg Dipakai profil L 140 x 140 x 13 Fnt = 0.5 mm r = 15 mm Ix = Iy = 638 cm4 ri = 7.7 σ l 2.5 mm ix = iy = 4.1234 = 596.5 = 1.1 x 10 6 = 111..74 cm Berat = 27.

75 kgm σ = 4.381 1.71 333.75 + = 1548.381 λs2 = 2.15 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N M + A W ≤ σ ijin di mana M = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 14 x 92 = 141. ( L2A098005 ) .3 = i min 6.7 x 2400 147.016 0.OK 17.71 x 0.1234 kgcm 4351.7 σ l 2.203 kg/cm2 < 0.04 kg Lk = 9m Digunakan profil IWF 150 x 75 x 5 x 7 .32 = λg 111.3 2 σ = 156.37 ¾ Check tegangan : N + M W Fnt di mana M = P x ∆e σ = M = 4351.07655 = 333.14 1) Angka kelangsingan : Lk 900 = 147..85 88.14 0.OK σ = c.3 λ = 1.203 kg/cm < 1200 kg/cm2 …………………….1 x 10 6 = 111.8 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.016 λs > 1 → ω = 2. Batang tekan ( Batang 9) N = -6654.5 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….04 141.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .75 x 1600 kg/cm2 + 28 425.322 = 4.11 λ = λg = π λs = E = 3.1234 = 156. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.15 6654.

95 kg 2 8) Berat pelat beton = 0.5 kg 2 3) Berat gelagar memanjang = 1 5 x 5 m x 79.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .7 kg/m = 996.1 kg 2 5) Ikatan angin bawah = ( 10.03 kg 2 2 2) Berat gelagar melintang = 1 x 9 m x 241 kg/m = 1084.296 m x 2 x 27.5 kg/m ) 1 = 566.41 m ) 283 kg/m = 3229.25 kg = 498.9 kg Untuk buhul tepi = 1 87.19 kg = 159.727 m x 27.25 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 996.14 kg 2 6) Berat trotoar = 0.5 m + 1 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.52 kg 2 2 b) Joint 11 = joint 19 = ( 1 5 m + 2 x 1 6.2 m x 9 m x 5 m x 2500 kg/m3 x 1 = 11250 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 11250 kg = 5625 kg 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Beban mati 1) Berat rangka induk → menggunakan IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 a) Joint 1 = joint 10 = ( 1 .13 kg 2 4) Ikatan angin atas = ( 1 6.19 kg Untuk buhul tepi = 1 318.38 Perhitungan Rangka Induk a.79 kg/m = 87.9 kg = 43.41 m ) 283 kg/m = 2521.53 kg 2 2 c) Joint 2 = joint 3 = joint 4 = joint 5 = joint 6 = joint 7 = joint 8 = joint 9 = joint 12 = joint 13 = joint 14 = joint 15 = joint 16 = joint 17 = joint 18 = ( 2 x 1 5 m + 2 x 1 6.6 kg/m ) 1 2 2 = 318. ( L2A098005 ) .25 m x 5 m x 1 m x 2200 kg/m3 = 2750 kg Untuk buhul tepi = 1 2750 kg = 1375 kg 2 7) Berat sandaran = 2 x 5 m x 8.41 m ) 283 kg/m = 1614.6.5 kg/m + 9 m x 29.28 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 566.28 kg = 283.

14 +1375 + 43.19 + 3229.25 + 566.03 + 1084.9 + 11250 + 1925 + 875 = 22763.13 + 283. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 + 2521. ( L2A098005 ) .03 = 3547.V .52 + 2169 + 498.5 kg 2 → Beban yang bekerja pada buhul atas : W3 = 318.53 = 2680.63 kg → Beban yang bekerja pada buhul bawah : W1 = 3229.05 m x 7 m x 5 m x 1000 kg/m3 x 1 = 875 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 875 kg = 437.5 +996.5 + 437.5 kg 2 10) Berat air hujan = 0.95 + 5625 + 962.22 kg W4 = 159.5 = 11924.96 kg W2 = 1614.28 + 2750 + 87.30 Pola Pembebanan pada Rangka Induk Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.39 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 9) Berat aspal = 0.24 kg W4 W3 W3 12 11 W3 W3 14 13 15 17 16 W4 W3 W3 W3 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 W2 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 10 W2 Gambar 5.05 m x 7 m x 5 m x 2200 kg/m3 x 1 = 1925 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 x 1925 kg = 962.

( L2A098005 ) . Jalur 0.75 Total beban terbagi rata untuk 2 rangka 2.925 x 5. Beban terpusat 12 x 5.5 ton 1.3766 2 = 24749.5 m = b.7062 2 = P x 0.5 x 1.5 x 1 45 x 0. Jalur 5.50 x 2 = 0. Beban terbagi rata q = 0.75 = 3.525 t/m = 4. S2 = S8 1 1 35 x 0. Jalur 0.75 m = 50% x 12 x 0.75 a.7062 + q x 5 x 0.21 2. Beban terbagi rata a.68 kg (tarik) b.375 b.375 t/m = 29. S1 = S9 = P x 0.225 2 2 1 + q x 5 x 0. Jalur 5.3766 + 2187.96 ton = 33 ton = 2.1875 t/m = 16. Beban hidup Distribusi pembebanan : 1.21 2.75 x 2 x 1.925 x 0.75 m = 50% x = 0.85 t/m c. Beban terpusat P = 0.75 x 2 2.3766 2 = 16500 x 0.5 m = 1.5 x 4.40 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.3766 + q x 1 45 x 0.9887 + q x Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.04 ton = 3.5 x 33 Gaya Batang akibat Beban Hidup / Garis Pengaruh a.9887 + q x 5 x 0.75 Total beban terpusat untuk 2 rangka Pembebanan untuk satu rangka : a. Trotoar = 60% x 0.600 t/m b.5 2.V .

19 + q x 5 x1.5 x 10 x 1. S28 = S35 = P x ( -0.5 x e.5 x 5 x 0.7062 + 2187.7533 ) 2 = 16500 ( -0.24 kg ( tarik ) = 16500 x 0.7533 ) 2 = .5 x 5 x 1. ( L2A098005 ) .69 + 2187.5 x 5 x 1.1 + 2187.22 2 = 16500 x 1.1 2 2 1 15 x 1.55 2 1 25 x 1.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .5 x 5 x 0.69 2 = 120306.55 2 2 = 114776. S4 = S6 = P x 1.1875 kg ( tarik ) d. S3 = S7 = P x 1.41 + q x 5 x 0.41 1 1 35 x 0.62 + 2187.7533 ) + 2187.5 x 5 x 0.69 2 = 16500 x 1.875 kg ( tarik ) = 16500 x 1.5 x c.5 x 5 x 0.41 + 2187.22 + 2187.65 + 2187.69 + q x 1 (45 + 5) x 1.65 + q x + qx 1 1 25 x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.55 + q x 5 x 0. S5 = P x 1.5 x 1 x 50 x 1.19 2 2 1 + 2187.5 x 5 x 0.93 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.41 + 2187.9887 + 2187.7062 2 = 67293.5 x = 97257.2825 2 2 1 + 2187.49505.41 + q x +qx 1 1 30 x 1.875 kg ( tarik ) f.7533 ) + q x 1 45 ( -0.5 x 1 x 45 ( -0.5 x x 15 x 1.65 + q x 5 x 1.55 2 1 1 + 2187.22 2 2 1 10 x 1.9887 + 2187.22 2 1 1 30 x 1.

25 kg ( tekan ) j.8447 ) + 2187.1207 + 2187.1207 + q x 1 5.14 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0. S30 i.57 kg ( tarik ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.63444.32 ) 2 = .88 ) + q x 1 45 ( -1.25 x 0.2413 + q x 1 11. S10 = S27 = .5 x 1 39.9654 ) + q x 1 45 ( -0.9654 ) + 2187.S22 = P x 0.5 x 1 11.9654 ) 2 = 16500 ( -0.32 ) + 2187.5 x 1 45 ( -0.8447 ) 2 = 16500 ( -0.1207 2 = 16500 x 0.69 kg ( tekan ) = S32 = P ( -1.75 kg ( tekan ) = S33 = P ( -1.25 x 0.625 x 0.88 ) 2 = 16500 ( -1.375 ( -0.9654 ) 2 = .32 ) 2 = 16500 ( -1. S29 h.5 x 1 45 ( -1.2413 + 2187.2413 2 = 6950.5 x 1 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 1 45 ( -1.S15 = .S24 = P x 0.111064.88 ) 2 = .S13 = .8447 ) + q x 1 39. ( L2A098005 ) .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ g.50315.69 ) + 2187.S26 = P ( -0.8447 ) 2 = .S11 = .69 ) + q x 1 45 x ( -1. S14 1) = S23 = .86748.375 ( -0.88 ) + 2187.123551.69 ) 2 = 16500 ( -1. S12 1) = S25 = .69 ) 2 = .32 ) + q x 1 45 ( -1.2413 2 = 16500 x 0.1207 2 = 2734.42 = S34 = P ( -1.625 x 0.5 x 1 45 ( -1.88 kg ( tekan ) k.74 kg ( tekan ) l. S31 V .

5 x 1 28.4827 2 = 19843.362 2 = 12654.362 + q x 1 16.724 ) 2 = .875 x 0.362 + 2187.5 x 1 22.125 ( -0.125 ( -0.5 x 1 22.72 kg ( tekan ) n.5 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.4827 + 2187.724 ) + 2187.724 ) + q x 1 33.362 2 = 16500 x 0. S16 1) = S21 = .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 2) V .5 x 0.5 x 0.44 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.6034 ) 2 = 16500 ( -0.S17 = .S20 = P x 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.875 x 0.6034 ) + 2187.28517.5 ( -0.5 ( -0.6034 ) + q x 1 28.43 = P x ( -0.75 ( -0.4827 2 = 16500 x 0.6034 ) 2 = .4827 ) + q x 1 22. ( L2A098005 ) .4827 ) 2 = 16500 ( -0.5 x 1 33.38671.5 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4827 ) 2 = .4827 ) + 2187.724 ) 2 = 16500 ( -0.4827 + q x 1 22. S18 = .78 kg ( tekan ) m.19843.75 ( -0.S19 1) = P x 0.5 x 1 16.

94 11180.5 -84698.45 196090.66 10062.89 196090.88 68979.64 283105.75 S13 83589.41 S19 -1921.875 S6 208674.66 -51978.09 -21764.79 97257.5 19843.38 4472.14 50315.66 7826.58 93757.19 -63444.75 55100.49 80855.24 S3 175785.75 48135.45 73451.78 133905.5 -19843.91 -17770.4 -97600.77 114776.38 7826.57 38671.5 -19843.83 67293.83 333514.14 -50315.94 10062.85 7826.85 11180.93 -17770.57 -38671.74 6950.24 S9 44229.70 63444.38 0 Batang Beban Mati Beban Hidup Total (Maximum) S1 44229. ( L2A098005 ) .92 S14 -58928.19 S17 26582.495 334632.76 120306.575 351125.66 7826. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 Rekapitulasi Gaya Batang ( Kg ) Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah 0 4472.94 11180.575 334632.61 -137748.73 280869.78 -6950.83 67293.91 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.09 -21764.78 12654.875 S5 219637.44 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Rekapitulasi Gaya Batang Tabel 5.85 10062.85 10062.72 19843.15 S16 -30425.89 24749.74 -2734.57 -179103.88 175538.75 -58942.19 S4 208674.585 333514.94 11180.95 192736.57 73451.44 S8 120970.95 68979.07 S11 112093.89 24749.08 276275.72 -12654.585 351125.68 S10 -115658.58 S12 -87432.73 192736.495 278512.44 28517.38 4472.44 -28517.875 S7 175785.V .09 17922.68 S2 120970.79 92663.97 S15 55086.41 2734.77 114776.66 4472.37 S18 -1921.91 17922.

75 S26 112093.29 5545.84 -111064.49 175538.78 -2734.56 -236444.33 -136848.93 -51978.19 S22 55086.78 6950.2 -348999.84 -111064.58 93757.15 S23 -58928.78 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.93 55100.45 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah Batang Beban Mati Beban Hidup S20 26582.78 -302174.V .69 S34 -152930.07 S28 -87342.74 2734.24 -123551.24 -123551.25 S32 -218517.75 80855.69 S30 -196654.44 -28517.6 0 0 Total (Maximum) -136848.6 -3234.75 -58942.93 0 0 3234.93 S29 -152930.57 -38671.78 -236444.04 -86748.78 -335137.58 S27 -115658.57 38671.09 -17770.70 -12654.5 -313264.2 -348999.6 -3234.29 6931.72 12654.13 -242913.14 -50315.03 -5545.29 -6931.5 -313264.25 S33 -196654.92 S25 -87432.4 -97600.74 63444.56 -335137.66 -84698.91 48135.85 -49505.69 S35 -87342.37 S21 -30425.19 -63444.85 -49505.14 50315.04 -86748.6 5545.69 S31 -218517. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.88 -179103.44 28517. ( L2A098005 ) .97 S24 83589.03 6931.03 -5545.29 -6931.78 133905.88 13927.61 -137748.72 -6950.03 3234.33 -302174.13 -242913.

575 kg 351125. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .85F 0.2 kg/cm2 = 0.575 P = 1145.2 cm t2 = 35 mm iy = 10.85 x 360.7 cm2 wy = 1930 cm3 a. Batang bawah ( tarik ) P max σ = σ = 351125.7 < 0. ( L2A098005 ) .75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.46 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Gelagar Induk Dipakai profil IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 t2 h t1 b Gambar 5.4 cm r = 22 mm wx = 5570 cm3 F = 360.31 Penampang Profil Gelagar Induk h = 428 mm Ix = 119000 cm4 b = 407 mm Iy = 39400 cm4 ti = 20 mm ix = 18.

016 0.63 = 0.78 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 500 = 48.47 b.07 = 677.016 0.08 i min 10.365 1.1 x 10 6 = 111.433 λg 111.41 = = 1.7 σ l 2.7 x 2400 λ = 48.593 − 0.OK 360..216 348999.7 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..593 − 0.593 − λs 1.07 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 641 = 61.08 = 0.183 < λs < 1 → ω = 1.OK 360.593 − λs 1.4 λ = λg = π λs = E = 3.78 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….183 < λs < 1 → ω = 1.7 x 2400 λ = 61.63 i min 10.216 1.7 c.78 = 1176.14 0.433 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.41 = = 1.1 x 10 6 = 111.56 λg 111. Batang atas ( tekan ) P max = 348999. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 σ l 2.14 0.41 1.365 179103.4 λ = λg = π λs = E = 3.56 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.016 0. ( L2A098005 ) .016 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….41 1.

Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.8 = 21.866 ……….575 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.58 P = = 572.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .7 = 11.OK tb 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.48 d.2 x 360.58 kg 175538.575 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 ……….85F 0.7 σ = < 0.2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .13 N tb Aσ 351125.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.OK σ Kontrol Rangka Induk terhadap Bahaya Lipat Menurut Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung 1987..54 kg/cm2 0. Batang bawah ( tarik ) P max = 351125.727 Aσ 360.2 A σl = 0.4 ≤ 39. Departemen Pekerjaan Umum Bab XII tentang bahaya lipat : “Ukuran – ukuran suatu profil harus memenuhi syarat – syarat tertentu untuk menghindari bahaya lipat “ a.OK 3..7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.7 x 2400 h = 42. ( L2A098005 ) .85 x 360.63 ≤ 20 ……….

2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 . Batang atas ( tekan ) P max = 348999. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .78 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.4 ≤ 39.7 x 2400 h = 42.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .63 ≤ 20 ……….13 N tb Aσ 348999.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.8 = 21.78 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.7 = 11.49 b.63 ≤ 20 ……….2 A σl = 0.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.OK tb 2 c.OK 3.2 A σl = 0.2 x 360.7 = 11. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.759 ………..07 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.759 Aσ 360.OK 3.2 x 360.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.

7 x 2400 h = 42.628 → pengaruh geser d 30 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.069………OK tb 2 d.63 ≤ 20 ……….2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 175538.625 360.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.OK 3.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Karena 0 < N ≤ 0.6 Perhitungan Sambungan Sambungan antar gelagar induk pada jembatan merupakan sambungan irisan 1.667 > 0. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.2 x 360.069 360.7 x 2400 h = 42..50 Karena 0 < N ≤ 0.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 70 – 135 179103.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .8 = 21.07 = 42.4 ≤ 42.8 = 21.58 70 – 135 = 42.7 = 11. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Direncanakan menggunakan : Baut → diameter d = 30 mm Pelat → ketebalan δ = 20 mm δ = 20 = 0.2.58 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.2 A σl = 0.4 ≤ 42.625………OK tb 2 5.

183891 6 3.91 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 4.403666 8 5.8 σ ijin x 2 x 1 π d 2 4 P = 18086.20339 4 3.83 334632.8 x 1600 x 1 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.73 73451.653 12 10.49 133905.93 -58942.61614 8 7.75 93757.83 196090.06117 6 12 10.91 -21764.4138 20 18.39636 6 5.25896 4 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.575 334632.91 55100.046493 4 3.25896 4 3.91 55100. ( L2A098005 ) .2 Perhitungan jumlah baut Batang Gaya Batang ( P ) S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 73451.653 20 18.58 -137748.585 283105.V .8419 4.95 196090.5019 20 19.73 283105.046493 4 1.8419 16 15.4 P = 0.66 -97600.90264 10 9.06117 6 9.09 -21764.20339 4 1.705557 10 7.95 -179103.585 351125.51 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Jumlah baut untuk 1 sisi pelat sambungan : n gsr n gsr P = 0.09 -58942.5019 16 15.14 x 3 2 2 RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 Tabel 5.07 175538.

4307 14 17.33 -313264.49 175538.78 -313264.56 -348999.4 → α = 67.403666 8 7.93 -97600. Buhul 1 b.78 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 5.75 133905.705557 10 9.58 -179103.56 -242913. R ANGKA INDU K 11 6m 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 5m 45 m Kontrol terhadap pelat buhul diwakili oleh buhul / joint : a.78 -242913.33 -136848.66 -137748.3204 18 19.56639 8 Kontrol Pelat Buhul pada Pelat Induk Kontrol pelat buhul pada rangka induk dilakukan untuk mengetahui bahwa dimensi pelat yang digunakan cukup aman akibat beban.2963 20 19.39636 6 7.2963 20 17.61614 8 9.78 -348999. ( L2A098005 ) .52 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Batang Gaya Batang ( P ) S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34 S35 93757.V .07 -136848. Buhul 14 6 Tg α = = 2.38° 2.90264 10 7. Buhul 11 d.3204 18 13.5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Buhul 5 c. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4307 14 7.183891 6 5. Kontrol pelat buhul cukup diwakili oleh buhul / joint yang mengalami momen dan geser maksimum.56639 8 13.

796 x 59. Wa = 540668.32 Detail buhul 1 Potongan 1 .95 x 20.5 / 6. Alubang = 2 x 2 x 1 x 3.62 cm. ∆I = 2 x 2 x 3.519 cm4. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.62 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.07 ( 2.481 cm4.4 = 467. Y= (480 × 0. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 12.5 × 120) − [12.5) = 4566.12 kg.303 = 5583111. H −Y 120 − 58.69 cm3.7 8 5 6 10 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM Gambar 5.1 x 53.95 – 179103. ( L2A098005 ) .1 = 12. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.481 = 540668.4 + 73451.6 cm2.V .382 ∆I = 35331. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 35331. D = 179103. 467.4 × 112] = 58.5) = 165325.91 kg.53 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 1 8 24.223 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.1 N = 73451.07 ( 6 / 6.519 In = = 8808.6 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 68885.4 cm2. 7 8 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 1 0 BAUT Ø30 MM 5 8 14.

.....1722 + 10.......93 cm4. Alubang = 2 x 2 x 4 x 3.........56 = 530..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 540668.3 – 37628.54 = 9223..519 = = 605.. OK Wb 9223....91 = = 353...172 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.. Y= (340 × 0...4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325.93 In = = 4303..56 kg/cm2 An 467.5) = 165325.1 x ( 40.....5) = 4566..34 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2). OK D 165325.95 – 179103.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 204708....69 σb = M 540668.. ( L2A098005 ) . Wa = 167079. OK Wa 8808.6 cm2. 290.91 x 10.765+ 633...519 = Y 58.3 cm4...07 ( 6 / 6.49 = 1734269 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 853 = 204708......172 cm....11 cm3.. OK 633... OK An 467..6= 290.1(6 + 16 + 26 + 36)] = 46..5 × 85) − [2 × 2 × 3.6 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 353.33 kg/cm2 ≤ σijin ..765 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). Abrutto = 2 x 2 x 85 = 340 cm2.096 cm3.34 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). ∆I = 2 x 2 x 3..91 kg.12 N = = 9.58 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).56 2 = 881.47 cm4.5 / 6..818 2 + 3 × 353....1722 + 20..519 = = 633.1722 + 30.1722 ) ∆I = 37628.11 σmaks = σn + σa = 9..07 ( 2...6 σa = M 540668.. Anetto = Abrutto – Alubang = 340 – 49... σn = 4566.818 = 643....818 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..........1 = 49.. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = Potongan 2 – 2 N = 179103.... D = 73451...47 = 167079.......4 cm2. H − Y 85 − 46. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..62 V .12 kg....

σi = 2 σ b + 3τ r 2 479...26 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....172 σn = N 165325..26 = 1048.7 8 5 5 8 14....33 Detail buhul 5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...03 kg/cm2 ≤ σijin ......V ............55 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 167079..72 = 23... OK An 290..... 7 IWF 400X400X20X35-283 8 8 24.....627 OK σmaks = σn + σb = 569.56 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).91 = = 569.26 2 + 3 × 15.58 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..72 2 = 480..........7 8 5 6 6 1 0 10 PELAT BUHUL t=20 MM 10 6 6 PELAT BUHUL t = 20 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 Gambar 5. 7 8 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM IWF 400X400X20X35-283 10 10 10 PELAT BUHUL t=20 MM 5 8 14.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).4 σa = 1734269 M = = 403........096 OK σb = 1734269 M = = 479.... Y 46.... Wa 4030.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...72 kg/cm2 An 290.. OK τr = D 4566.114 = = 15. = OK OK Buhul 5 PELAT BUHUL t = 20 MM 8 24....... ( L2A098005 ) ..3 + 479...627 cm3.. Wb 3618.........3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....93 = = 3618..4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 15........

5) = 50861...5 In = = 8754...5 × 85) − [2 × 2 × 3... Y= (480 × 0.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0044 kg/cm2 ≤ σijin ...864 2 = 222..352 kg.8 OK σa = M 862475.575 – 334632.1(5 + 35.......5 / 6...252 + 25... Wa 8754..852 + 33...85 cm3.864 = 172.V .4 + 95)] = 61..1 = = 102......8 cm3. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37... 442. τr = OK D = 442. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 102. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 2 + 3 × 114... Wb 8397.... An 442.05 – 21192.09 ( 2..575 x 41...6+ 102....8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 351125.5) = 4699..25 σn = 4699.514 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). D = 55100.585 x 41....8 cm2...25 Wb = In 514356.46 = 514356.. Wa = 514356...1 = = 98.5 = = 8397. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). ( L2A098005 ) .05 ....62 kg..1 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.2 = 442...85 OK σb = M 862475. Y 61...7 = 113..752 ) ∆I = 61643.751 = 862475.864 kg/cm2 An τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.8 OK σmaks = σn + σb = 10...296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).5 cm4... ∆I = 2 x 2 x 3.352 N = = 10.....613 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).25 cm. H − Y 120 − 61.....1 N = 351125...1 = 37.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.....7 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).334632..09 ( 6 / 6........8 = 114..1 x ( 56....585 – 55100...2 cm2.....34 x 8.56 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 ..46 cm4..

.5) ...645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).... H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.5) = 30770.....78 kg/cm2 ≤ σijin .....333 + 50861.5 / 6....643 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. Wb 10699.5) + 21764. Y= (600 × 0.94 = 40. D = 55100. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 20090...998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...3 M = = 41.94 kg. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2.5 × 150) − [2 × 2 × 3... Y 75 σn = N 30770.5) = 12821.... Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4.1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4..68 cm3..91 ( 2..1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 Y = 75 cm. OK τr = D 12821..998 = 106....68 OK σmaks = σn + σa = 64.5 / 6.94 2 = 62.221 kg. Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2.... OK 41.3 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4.91 ( 6 / 6.333 = 449362...21764.68 OK σb = 449362..... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Wa = 802476 In = = 10699.. Alubang = 2 x 2 x 10 x 3.....41 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2). Wa 10699. ( L2A098005 ) ..69 x 6... OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.......ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .....3 M = = 41. OK An 476 σa = 449362..57 Potongan 2 – 2 N = 55100.....09 ( 6 / 6....998 2 + 3 × 26...... ∆I = 2 x 2 x 3..68 cm3..62 x 6........94 = = 64......1 = 124 cm2....645 + 41..221 = = 26..09 ( 2..998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).94 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 26...

212 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 8 5 6 BAUT Ø30 MM 10 12 12 0 6 1 12 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM 8 24 .58 cm4.33 cm4. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 = 668664.81 cm3. Y= (520 × 0.5 × 130) − [2 × 2 × 3. Anetto = Abrutto – Alubang = 520 – 37.5 ) = 69333.1(45 + 94. H − Y 130 − 63.1 N = 136848.34 Detail buhul 11 Potongan 1 . D = 175538.33 – 63668.V .7872 ) ∆I = 63668.1 = 37.212 cm. Abrutto = 2 x 2 x 130 = 520 cm2.8 x 46.5 / 6.8 – 175538.58 ( 6 / 6. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.8 cm2.75 cm4.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 136848.2 = 482.58( 2. ( L2A098005 ) .6 + 125)] = 63. Wa = 668664.94 kg. 482.7 8 8 24 .84 x 41.2 cm2.5) = 162035. Inetto = Ibrutto – ∆I = 732333.7 8 PELAT BUHUL t= 20 MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=30 MM Gambar 5.58 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 11 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 6 12 12 12 12 12 5 8 14.79 = 9196734 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1303 = 732333.59 + 67514.2122 + 31.1 x ( 18.58 In = = 10011. ∆I = 2 x 2 x 3.3872 + 61.6 kg.

.59 = 1062. Wa 10011....5) = 162035.6= 430.6 cm2.59 = 10578.81 OK σb = M 9196734 = = 869.... Wb 10578......64 kg.5 cm4.06 cm3.....198 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....492 + 38. 430.. D = 67514. Alubang = 2 x 2 x 4 x 3.5 × 120) − [2 × 2 × 3. ( L2A098005 ) ..492 + 28.....58 = Y 63..212 V .6 = = 335....4 cm2..51 = 2107883 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.....616 kg/cm2 An 482.. ∆I = 2 x 2 x 3.........07 kg/cm2 ≤ σijin ... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 49.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 100031....84 + 68885.492 + 48....5 cm4....8 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 335...8 = 136400...147 cm3.5 = 475968. Wa = 475968.494 cm.1 x ( 58.. Y= (480 × 0..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 668664... H − Y 120 − 64.42 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..616 = 503.59 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....616 2 = 1087.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2..06 OK σmaks = σn + σa = 143.1 = 49. OK An 482.....425 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...94 N = = 143. OK D 162035..58 ( 6 / 6.....494 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.21 – 162035.6 x 2. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 918...5 In = = 8575.5 kg.608+ 918.608 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1(6 + 16 + 26 + 36)] = 64..8 σa = M 9196734 = = 918.59 2 + 3 × 335.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S....4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325..492 ) ∆I = 100031. OK Potongan 2 – 2 N = 175538. σn = 69333.91 x 15.

... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S... 8 BAUT Ø30MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM Gambar 5. OK An 430......916 kg/cm2 An 430...... 7 8 8 7 24...4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 316.35 Detail buhul 14 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 8 5 6 10 10 10 10 6 5 8 14.........994 OK σmaks = σn + σb = 7...374 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).60 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 475968. Wa 8575..7 8 5 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM BAUT Ø30MM 8 24.62 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).994 cm3. OK τr = D 136400.. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 285..916 2 = 618..266 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....V ....62 2 + 3 × 316........78 kg/cm2 ≤ σijin ....298 = = 7.916 = 475.. Y 64. OK Buhul 14 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 10 6 1 0 1 0 0 61 10 10 6 5 8 14.....5 = = 7379......645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).645 + 285..4 σa = 2107883 M = = 245... ( L2A098005 ) ............494 σn = N 3290.....6 = = 316.....81 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...... Wb 7379..147 OK σb = 2107883 M = = 285.....62 = 293........

H − Y 120 − 61..85 OK σb = M 1652349 = = 196..8 σa = M 1652349 = = 188.864 2 = 274.752 ) ∆I = 61643...5) = 50861.88 = = 32........751 = 1652349 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.5 cm4...4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.34 x 8.46 = 514356.5 In = = 8754.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.... Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.843+ 196.603 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..46 cm4. OK τr = D 50861. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..05 + 21192. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 196.8 x 41...1 = 37...8 cm3... ( L2A098005 ) .OK An 442....6 x 41.735 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..62 = = 114...5 = = 8397.76 2 + 3 × 114. Y 61.25 Wb = In 514356.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643..09 ( 6 / 6. Wb 8397.8 OK σmaks = σn + σb = 32...852 + 33......2 = 442... OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 348999... D = 55100..1 x ( 56..76 = 229. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37..5 × 85) − [2 × 2 × 3. ∆I = 2 x 2 x 3.61 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 .843 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..76 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....6 – 55100... Wa 8754.5 / 6..09 ( 2....864 = 172.85 cm3...864 kg/cm2 An 430.23 kg/cm2 ≤ σijin .05 . Y= (480 × 0....V ..... 442..8 – 313264.... Wa = 514356....25 σn = N 14542...25 cm....8 cm2.......88 kg.4 + 95)] = 61....296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).2 cm2..5) = 14542.252 + 25...313264..62 kg..1 N = 348999...1(5 + 35..

.4 = = 62.5) .....311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).......09 ( 2... Y= (600 × 0..... τr = D 43862.4 = = 62......09 ( 6 / 6.5) = 3547. OK OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...15 2 = 171....34 = = 92.5 × 150) − [2 × 2 × 3....62 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 2 – 2 N = 58942. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S........1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 = 75 cm....218 kg. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4. Y 75 σn = N 3547. Wa = 802476 In = = 10699..338 kg/cm2 ≤ σijin .91 ( 2...68 cm3..22 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).45 + 62.. σi = OK 2 σ b + 3τ r 2 = 62. Wb 10699. Alubang = 2 x 2 x 10 x 3....311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4.....4 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4.5) = 12821.5 / 6...311= 69....V . Wa 10699.68 OK σb = M 666709..55100..84 x 6.333 + 50861... OK An 476 σa = M 666709. Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2..1 = 124 cm2.55100.... D = 58942. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 54408.333 = 666709........62 x 6.68 cm3.221 kg. ( L2A098005 ) ......3112 + 3 × 92. ∆I = 2 x 2 x 3.68 OK σmaks = σn + σa = 7...452 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..218 = = 7. H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2....5 / 6.5) ..91 ( 6 / 6...15 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 92..15 = 138....148 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...

• Bantalan atau perletakan elastomer juga disebut bantalan Neoprene yang dibuat dari karet sinthetis. Pemasangan : • Bantalan atau perletakan elastomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. sehingga kepala jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5. • Merupakan satu kesatuan yang saling melekat kuat. baik yang vertikal maupun horisontal. diproses dengan tekanan tinggi. ( L2A098005 ) . Trans – Bakrie.3 Ukuran dan Kapasitas Elastomer Tipe Bearing Ukuran ( mm ) Load ( KN ) TRB.7 Perencanaan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan digunakan Elastomer memiliki karakteristik sebagai berikut : 5.63 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.3 TRB.2 TRB. • Lempengan logam yang paling luar dan ujung-ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak berkarat.1 Kateristik Elastomer a.1.2. PT.8. • Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam yang disusun secara lapis berlapis. Indonesia “. b. Indonesia Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 480 x 300 x 87 480 x 380 x 101 350 x 280 x 97 350 x 280 x 137 2425 3600 540 540 Sumber : Standar Steel Bridging For Indonesia. • Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk meredam getaran. Tabel. Ukuran : • Ukuran elastomer yang digunakan disesuaikan dengan buku “ Standart Steel Bridging For Indonesia. c. Trans – Bakrie. Spesifikasi : • Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat.1 TRB. PT.

000 kg 12.1.152 x 0.303. ukuran 480 x 300 x 87 dengan beban batas 2425 KN b.571.518. ( L2A098005 ) .= 4.16 = 8.1.061 ton 6 .14 = 33.892 Total ton = 35.969 ton = 195.061 + 12.3.750.076 x 0.875 kg Digunakan seismic buffer tipe TRB.045 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.125 kg 2 x2 o Rangka = 150 x 50% x ( 30% + 15% ) x ( 45 + 40 ) x o Trotoar = 150 x 0.875kg Beban Total = 33.875 = 45. ukuran 350 x 280 x 97 dengan beban batas 540 KN ¾ Seismic Buffer ( arah melintang ) Pembebanan : • Beban gempa • Beban Angin : : 236. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.531 ton ¾ Gaya gesek = 118.8.V .632.14 = 16.423 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.3 dengan beban maksimal 540 KN ( 54 ton ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Beban Vertikal ¾ Beban mati = 118.750 kg o Hidup = 150 x 45/2 x 2 = 6.64 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. Beban Horisontal ¾ Gempa = 118.45 x 45/2 = 1.571.076 x 0.076 ton ¾ Beban hidup = Total 76.2 Beban Yang Bekerja Pada Elastomer a.

2875 kg = 9468.773 kg untuk 2 baut H1.997 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.632.2875 2 = 4.875 10 8296. ( L2A098005 ) .5 H = 16.65 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kontrol Tegangan : 70 110 110 110 110 70 20 cm H H.657.886 kg V = R = Ti 4 H 2 +V 2 = = = 912.563.593.36 Gaya pada Seismic Buffer • Kontrol Tegangan Baut C = 45.1 H.Y ⎟ Y ⎝ ⎠ Mdalam = Mluar 55 H = 912.1 Y Y.25 Gambar 5.H + .875 x 20 2 Mluar = Ti x Mdalam Y1 ⎞ ⎛ = 2 x ⎜ Y .H .3 ) Baut Ø.baut = 8.1 H Baut Ø.296.657.V .886 2 + 4563.16 Seismic Buffer 350 x 280 x 97 ( TRB. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.632.5 kg cm 11 ⎞ ⎛ xHx11⎟ = 55H = 2 x ⎜ 22 xH + 22 ⎝ ⎠ 45.

Perhitungan konstruksi bawah meliputi : ¾ Perhitungan abutment ¾ Perhitungan pondasi sumuran Perencanaan elemen-elemen struktural pembentuk konstruksi bangunan bawah jembatan.V .66 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tegangan Baut : o Tegangan Geser : τ = V A = 4.085 2 + 1.56. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 = 2367.3 R A = 9468.47 kg/cm2 < 2080 kg/cm2 o Tegangan Tumpu : σ tumpu = 5.5 2 = 930.216 2 = 2051.296.886 0.25 × π × 2. σ = 2080 kg/cm2 = 1691.2875 0.30 .997 1.085 kg/cm2 o Tegangan Tarik : σ tarik = H A o Kombinasi tegangan tarik dan geser akibat beban sementara : σ 1 = σ tarik 2 + 1.25 kg/cm2 < 2400 kg/cm2 PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama konstruksi bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah. secara detail akan disajikan dalam sub-sub bab sesuai dengan jenis elemennya.216 kg/cm2 = 8.6 × 2.56 × 930.5 2 = 1691.τ 2 < 1.563. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.25 × π × 2. ( L2A098005 ) .

3. ( L2A098005 ) . 2. Di dalam pembebanan abutment. Gaya akibat berat sendiri abutment.3. Gaya akibat gempa.37 Dimensi rencana abutment 5.5 50 115. 3. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. 4.1 Perencanaan Abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65. Gaya akibat berat tanah vertikal. 5.1 Pembebanan pada Abutment Abutment direncanakan untuk menyalurkan beban struktur atas ke dalam tanah. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11.5. Gaya geser tumpuan dengan rangka baja.1. Gaya akibat tekanan tanah aktif. Gaya horisontal akibat rem dan traksi. 7.67 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.V . Beban mati dan beban hidup. perlu diperhatikan : 1.0 m 100 85 100 100 115 Gambar. 6.

031 3.350 4.5.300 0.375 0.905 5.375 2.440 0.038 0.190 1.859 88.220 0.100 1.900 1.150 -0.000 Y m 6.480 -0.150 -0.200 0.Y m^3 0.750 4.573 0.024 0.360 0.758 82.900 23.345 0.306 3.132 9.211 A.791 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.140 0.A.738 1.664 X m -0.830 -0.L ton 2.360 -0.125 0.500 A.500 232.38 Perhitungan titik berat abutment Tabel.820 5.119 0.4 Perhitungan titik berat abutment No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total A m^2 0.784 1.000 8.613 1.100 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.461 W=δ.328 4.8 9 80 435 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 93 475 50 110 115 G 0 73 Gambar.850 0.220 2.128 0.000 -1.730 0.5.020 -0.299 -0.V .400 4.050 0.420 -0.045 -0.430 -0.506 4. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.918 4.173 3.250 3.X m^3 -0.680 -0.048 0.930 0.013 -0.000 8.213 -0.150 1.276 0.5 532.081 0.030 5.800 0.480 0.438 9.085 -0.101 0. ( L2A098005 ) .280 0.68 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Vertikal A.250 -0.500 19.095 0.126 0.034 -0.

461 xa = ya B. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.40 Beban hidup pada abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5.V .152 ton X=0 C. Beban hidup P. ( L2A098005 ) .h Panjang 11.39 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.5.339 m = ∑ A 8.1.791 = 2.461 ∑ A * Y = 19.00 m O Gambar.211 = −0.69 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .143 m ∑ A 8. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.00 m O Gambar.

5 =⎜ × 12 + × 12 × 0.3 420 275 140.75 ⎝ 2. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 130 95 470 4 1 γ1 2 = 1.5 × 1.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.5 ⎟ × 1.925 ⎟ × 45 = 196.925 t/m 1.21 = 33 ton 2.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.925 + × 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 – [ (1.875 ton / 2 = 98.473 t/m3 C2 = 0 kg/cm2 112 Gambar.70 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ À Beban merata q = 2.50 x 1.700 t/m3 C1 = 0 kg/cm2 3 485.875 ton 2.4375 + 33 + 22. ( L2A098005 ) .4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.75 Beban hidup pada Trotoar : = 0.21 = 12 ton 1.41 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.5.9375 ton Xc = 0 D.5 120 5 6 464.2 108 122 O 88 γ2 = 1.50 ⎞ ⎛ 5.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.75 ⎠ ⎝ 2.2 – [ (1.5 Lengan terhadap titik O = 153.5 ⎛ 5.V .

300 -0.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .235 3.71 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.128 0.688 = −1.5. Gaya rem dan traksi XC 180 795.404 -0.250 1.008 = 3.384 3.28 ton Yc = 7.200 A.208 -3.787 39.153 0.200 2.X m^3 A.835 -0.838 0.116 0.008 3 γ 1= 1.02 m ∑ A 3.642 0.3.194 3.200 1.5.620 ∑ A * Y = 12. ( L2A098005 ) .955 m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 615.120 4.350 0.851 5.220 1.750 5.192 -2.156 0.738 8.125 0.00 m O Gambar.950 -1.42 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) c = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) = 0.L ton 0.203 2.5 Panjang 11.71 Lengan gaya terhadap titik O = 6.05 x 125.A.696 X m Y m -1.620 69.547 2.155 -1.173 12.080 -1.853 4.V .688 12.317 m = ∑ A 3.005 3.5 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.844 1.620 xa = ya ” Beban Horisontal A.Y m^3 -0.295 -0.

02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.02 x 0.139 x 2.825 1 = 1.5.85 1.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.5 x 1.1H1 = 1. 1.6552 x 0.60 x 1.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.374 x 11 = 147.2 = 40 ° C2 = 0 kg/cm2 Gambar.333 = 11.2 1.00 1.00 m O 0.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.15 465.1 = 0.825 + 11.139 = 13.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.5 x γ. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.473 t/m2 Ø.5 2 = 1. ( L2A098005 ) .374 = 2.tot Y.88) : 13.234 P.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.pa = 2.333 x 5.70 x 5.1 x H12x Ka.72 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ B.114 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.02 ton/m2 470 Pa.1 2.234 x 1.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.43 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.70 t/m3 5.374 ton ton ton = (2.1 = q x ka.2 = 0.70 = 1. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.655 Pa.88 Panjang 11.V .

44 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs . ( L2A098005 ) .M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.V .443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.73 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.00 m O Gambar.5.00 m Panjang 11.00 meter D. Gaya gesek pada tumpuan g 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.15 – 0.152 ton g = 0. Gaya akibat gempa h=E.152 = 35.18 ) b = beban pada tumpuan = 236. b dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.15 x 236.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

757 ton 5.317 Panjang 11.339 3.45 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 232. timbunan 5.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 69.14 = 9.2 Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.573 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.5.74 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ h bangunan atas h.664 x 0.14 = 33. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.664 ton hp = 232.000 h. abutment 2.696 x 0.1.3.14 = 32.V .152 ton hba = 236.00 m O Gambar. ( L2A098005 ) .696 ton hba = 69.152 x 0.

6 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Keterangan : A = beban angin. S = gaya sentrifugal. Tm = gaya akibat perubahan suhu. Ahg = gaya akibat aliran dan hanyutan pada waktu gempa. SR = gaya akibat perubahan suhu (selain susut dan rangkak). Ah = gaya akibat aliran dan hanyutan. Tu = gaya angkat (buoyancy). Gh = gaya horisontal ekivalen akibat gempa bumi. P1 = gaya-gaya pada waktu pelaksanaan. Rm = gaya rem. ( L2A098005 ) . Gg = gaya gesek pada tumpuan bergerak. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.5. Ta = gaya tekanan tanah. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V . Tb = gaya tumbuk. M = beban mati. Tag = gaya tekanan tanah akibat gempa bumi. (H+K) = beban hidup dengan koefisien kejut.

000 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.175 1143.164 408.500 Momen (T.175 MH 333.801 7.7 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.443 188.949 333.664 69.114 6.450 494.215 1134.773 354.837 134.m) MV MH 382.810 X Y 1.175 810.228 230.114 147.643 2.228 147.957 177.949 1143.8 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.500 147.949 Tabel.450 692.5.000 177.114 333.522 1.V . ( L2A098005 ) .270 333.512 430.931 Tabel.270 147.5.664 69.9 Kombinasi III Beban Jenis Komb.500 1.125 561. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.152 153.955 5.114 2.557 146.5.884 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.m) MV MH 382.114 692.815 511.175 333.696 236.443 5.267 175.280 35.607 H 147.696 236.938 X 1.152 538.267 175.949 49.121 400.046 912.522 1.906 2.215 182. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian Gaya (T) V 692.773 354.949 35.450 692.450 Y Momen (T.m) MV 1134.268 729.76 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.643 2.

( L2A098005 ) .757 33.227 5.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 1.834 73.000 V 232.7 × 81.m) MV 382.Nc + D f .215 912.268 608.573 9. didapat Nc = 95. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.443 5.3 ⎟ × 0 × 95.5 + 0.129 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.Nq + ⎜ 0.486 165.643 2.07 = = 148.696 236.339 3.3 ⎟c.512 359.773 354.2 Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.1 ⎟ × 1.B. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.6 Nq = 81. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.0 + 0.664 69.228 MH 76.522 1.008 H 110.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ qult = 445. hal 32 ) Untuk φ = 40 °.77 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.6 + 1.07 ton / m2 Daya dukung ijin qa = q ult 445.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 3⎞ 3⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.V .10 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Gh Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin 32.500 2.305 177.2 + ⎜ 0.5 + 0.1 ⎟γ t .000 35.3 × 1.194 300.267 175.188 31.152 538.γ 0 .0 + 0.889 Momen (T.36 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.179 450.5.

Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 692. Aman.175 ton m MH = 333.36 ton / m2) ……….78 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 692.450 809.OK 28.05 ton / m2 70.98 ± 49.82 > 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.42 > 2 • ………….175 = . ( L2A098005 ) .809. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 692.5 ………….226 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1143.05 ton / m2 σ max = 70.949 = 3.03 σ min = .114 ) = 2.01 ton / m2 Gambar 5.949 ton m M = 333.28.V .45 x ( 0.01 ton / m2 < q a (148.175 / 333..1143.46 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.114 ton MV = .6 / 147.949 – 1143...450 ton H = 147.226 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 20.

320.45 σ min = .5 …………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.78 < 2 • …………. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 430.505 ton / m2 Gambar 5.884 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 13.046) = 1.OK 6.6 / 146. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 430.810 x ( 0.36 ton / m2) ………. tidak aman.046 ton MV = .505 ton / m2 < q a (148.055 ± 19.931 = 1.V .815 ton m MH = 408.6.77 > 1.47 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...810 ton H = 146.395 ton / m2 32.810 320.884 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 729.931 ton m M = 408.815 / 408.395 ton / m2 σ max = 32.729.79 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 430.931 – 729. ( L2A098005 ) ..815 = .

48 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 • ………….988 ± 24.607 409.884 ) = 2.36 ton / m2) ………. ………….607 x ( 0..801 = 2.795 ton / m2 Gambar 5.810. Aman.9.801– 810. ( L2A098005 ) .409.884 ton MV = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.6 / 134.02 > 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 494.807 σ min = .125 ton m MH = 400.607 ton H = 134.819 ton / m2 39.V .324 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 810.125 / 400.819 ton / m2 σ max = 39.324 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 14.OK 9.795 ton / m2 < q a (148. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 494.2 > 1..801 ton m M = 400.80 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 494.125 = ..

008 x ( 0.02 > 2 • ………….67 σ min = .49 Tegangan tanah di dasar abutment Abutment tidak aman terhadap guling beban kombinasi II perlu pelebaran dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) ..36 ton / m2) ………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.55 ton / m2 < q a (148.179 = . Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 359.889 ton MV = .91 > 1.008 ton H = 73.889) = 2..79 ton / m2 σ max = 29.608.OK 7.129 ton m M = 300.05 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 10.5 …………. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 359.308.05 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 608.79 ton / m2 29. Aman.6 / 73.129 – 608.V .129 = 2.008 308.88 ± 18.179 / 300.179 ton m MH = 300..55 ton / m2 Gambar 5.7.81 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 359.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590. ( L2A098005 ) .50 Dimensi rencana abutment Pembebanan pada Abutment ” Beban Vertikal A.8 435 9 80 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 110 475 50 110 115 G 0 90 Gambar.5.51 Perhitungan titik berat abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.82 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perencanaan Abutment setelah pelebaran dasar abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.5 532.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11.0 m 100 100 135 100 165 Gambar.V .5.5 50 115.

100 1.500 -0.100 0.375 2.750 4.738 1.00 m O Gambar.045 -0.52 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.L ton 0.430 -0.150 1.350 4.223 0.000 264.440 0.101 0.128 m = ∑ A 9.610 xa = ya B.048 0.859 88.250 -0.276 0.050 0.Y m^3 0.375 0.300 0.784 1.203 0.V .248 4.100 0. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.000 A.83 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.030 5.213 -0.219 A.573 0.900 1.455 = 2.830 -0.680 -0.328 4.569 6.013 -0.A.806 110.024 0.223 0.613 1.299 -0.000 8.11 Perhitungan titik berat abutment A m^2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total W=δ.034 -0.132 9.610 ∑ A * Y = 20.905 5.220 0.020 -0.850 0.455 Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .127 m ∑ A 9.038 0.480 -0.250 5.095 0.918 4.345 0.223 0.000 -1.420 -0.000 9.275 Y m -0.360 0.150 -1.219 = −0.125 0.200 0.085 -0.900 0.152 ton X=0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.031 3.306 3.480 0.1.438 9.400 4.150 -0.X m^3 6. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.900 23.081 0.820 5.610 X m 2.5.272 2.280 0.220 2.5.000 20.800 0.360 -0. ( L2A098005 ) .

925 + × 0. ( L2A098005 ) .0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.75 ⎝ 2.5 ⎟ × 1.4375 + 33 + 22.5 × 1. Beban hidup P.2 – [ (1.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.875 ton / 2 = 98.50 x 1.5.h Panjang 11.925 t/m 1.21 = 33 ton 2.84 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.21 = 12 ton 1.75 ⎝ 2.875 ton 2.5 Lengan terhadap titik O = 153.2 – [ (1.925 ⎟ × 45 = 196.5 ⎞ =⎜ × 12 + × 12 × 0.9375 ton Xc = 0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 ⎛ 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.50 ⎛ 5.V .53 Beban hidup pada abutment À Beban merata q = 2.00 m O Gambar.75 ⎠ Beban hidup pada Trotoar : = 0.

X m^3 A.250 1.550 -0.192 -4. ( L2A098005 ) .243 0.851 9.402 4.281 3.5.648 xa = ya Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 420 275 140.200 2.203 0.12 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.5 γ2 O 155 = 1. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 155 140 95 470 4 1 γ1 2 = 1.040 X m -1.113 14.662 = 3.750 5.314 0.473 t/m3 C2 = 0 ton/m2 145 Gambar.6.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .472 -0.787 63.2 132.990 0.200 1.535 -0.189 5.950 -1.950 = −1.600 0.700 t/m3 C1 = 0 ton/m2 3 485.85 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D.333 -6.150 0.203 3.662 3 γ 1= 1.325 -1.Y m^3 -1.840 -0.853 4.23 m 5.V .304 m = ∑ A 5.400 -1.787 5.950 18.L ton 0.513 3.A.550 1.652 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.648 ∑A ∑ A * Y = 18.450 Y m 4.5 120 5 6 464. 5.200 A.648 109.278 18.804 0.375 0.54 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tabel.

70 t/m3 5.2 1.65 465.35 1.473 t/m2 Ø.02 ton/m2 470 Pa.5 Panjang 11.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.71 = 6.2 = 40 ° C2 = 0 ton/m2 Gambar.5. ( L2A098005 ) .955 m F.56 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 m O Gambar.00 m O 1.5 2 = 1.V .5.825 1 = 1.28 ton Lengan gaya terhadap titik O Yc = 7. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.86 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Horisontal E.88 Panjang 11.05 x 125.1 2. Gaya rem dan traksi XC 180 795.5 615.55 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) c = 0.00 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

333 x 5.333 = 11.88) : 13.pa = 2.2 = 0.57 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .70 x 5.139 x 2.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.139 = 13. Gaya gesek pada tumpuan g 5. b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.825 + 11.114 ton G.234 x 1.374 = 2.5.70 = 1.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.V .02 x 0.1H1 = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.6552 x 0.87 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.00 m O Gambar.5 x γ.655 Pa.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.00 m Panjang 11. 1.1 x H12x Ka.1 = q x ka.5 x 1.374 x 11 = 147.234 P.60 x 1.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.tot Y.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.374 ton ton ton = (2.1 = 0.

14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau h bangunan atas h.00 m O Gambar.04 ton hba = 109.15 – 0.275 ton hp = 264.88 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.152 ton g = 0. abutment 2. Gaya akibat gempa h=E.15 x 236.128 3. timbunan 5.14 = 33.18 ) b = beban pada tumpuan = 236.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 109.00 meter H.000 h. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.04 x 0.266 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.304 Panjang 11.275 x 0.152 ton hba = 236. ( L2A098005 ) .443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.152 x 0.14 = 15.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.998 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.14 = 36.5.58 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 264.V .152 = 35.

V .040 236.000 147.114 147.304 147.938 X 2.123 2.824 333.959 511.127 3.127 3.13 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Tabel.123 2.046 1374.113 340. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tabel.270 147.5.89 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.000 Momen (T.532 472.931 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.164 408.5.875 2.304 307.152 609.m) MV MH 562.000 2.m) MV MH 562.215 182.270 333.152 153.114 2.113 340.574 X Y 2.275 109.14 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 264.949 1099.949 Tabel.275 109.114 763. ( L2A098005 ) .405 Y Momen (T.532 472.824 1682.949 1682.557 146.5.467 487.405 763.949 35.949 333.15 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin Bagian Wa Wt Wba V Jarak Terhadap G (m) H 264.000 177. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.114 333.443 5.040 236.

Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.443 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.512 Momen (T.837 134.16 Kombinasi III Gaya (T) Beban Jenis Komb.266 33.275 109.3 × 1. didapat Nc = 95.228 MH 78.6 + 1. Nq = 81.215 1256.5.88 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.691 314.6 .801 7.405 545.305 177.7 × 81.0 + 0.65 ton / m Daya dukung ijin qa = q ult 449.957 177.152 609.000 188.304 5.000 H 120.998 15.460 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.Nq + ⎜ 0.439 165.3 ⎟ × 0 × 95.1 ⎟γ t .17 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Gh Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin V 264.500 2.90 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.467 406.2.884 Tabel.5 + 0.017 561.5 + 0.γ 0 .127 3.m) MV 562.289 H 147.V .732 50.2 + ⎜ 0. hal 32 ) φ = 40 °.65 = = 149.B.824 MH 333.873 837.123 1.5. ( L2A098005 ) .061 Jarak Terhadap G (m) X Y 2. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi. Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.311 36.405 763.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ 2 qult = 449. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.215 1682.1 ⎟ × 1.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 4⎞ 4⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.955 5.949 49.114 6.532 354.Nc + D f .3 ⎟c.915 471.768 80.128 3.280 35.m) MV 1682.443 5.000 35.824 1202. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian V 763.113 340.0 + 0.121 400.040 236.

63 ton / m2 σ max = 63..5 …………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.114 ) = 3.824 = .63 ton / m2 63.59 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .OK 28.405 x ( 0.1682.824 / 333..33 ton / m2 Gambar 5.824 ton m MH = 333.949 – 1682.28.1348.893 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1682.91 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 763.114 ton MV = .35 ± 45. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 763..6 / 147.949 ton m M = 333.98 σ min = . Aman.893 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 17.88ton / m2) ……….405 1348.11 > 1. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 763. ( L2A098005 ) .33 ton / m2 < q a (149.04 > 2 • ………….949 = 5.405 ton H = 147.

046) = 2 > 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..OK 12.92 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 487..931 = 2.48 ton / m2 34.028 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1099. ………….028 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 11.V .931 ton m M = 408.5 • …………. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 487.08 ± 23.69 < 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 487.691.931 – 1099.56 σ min = .48 ton / m2 σ max = 34.12.49 ton / m2) ……….1099.64 ton / m2 < q a (110.959 / 408.046 ton MV = .60 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.574 x ( 0.959 = .574 ton H = 146. Aman.64 ton / m2 Gambar 5.959 ton m MH = 408..6 / 146.574 691. ( L2A098005 ) .

29 ton / m2 39. ( L2A098005 ) .29 ton / m2 σ max = 39.31 σ min = .93 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 545.99 > 2 • ………….88ton / m2) ……….884 ) = 2.7 ton / m2 Gambar 5.216 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1202. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 545.61 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..14.7 ton / m2 < q a (149.289 x ( 0.1202.V .017 / 400.289 801.. Aman.884 ton MV = .6 / 134.017 ton m MH = 400.801 – 1202.5 ………….OK 14.216 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 12. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 545.39 ± 27.289 ton H = 134.43 > 1..801 ton m M = 400.801.017 = .801 = 2.

6 / 80.23 ± 17.94 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 406.08 ton / m2 < q a (149.03 > 1. ( L2A098005 ) .311 ton H = 80.460 = 2. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 406.5 ………….455 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 837.85 σ min = 1.311 x ( 0.915 = .915 ton m MH = 314.837.08 ton / m2 Gambar 5.V .523. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 406.66 > 2 • ………….915 / 314.460 – 837.62 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Aman.311 523.88ton / m2) ……….512 ton MV = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.512 ) = 3.38 ton / m2 σ max = 37.38 ton / m2 37..OK 1..460 ton m M = 314..455 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 19.

520 4.900 23.013 -0.920 1.306 3.273 -0. ( L2A098005 ) .95 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.000 Y m 4.730 4.437 11.450 3.5 370 15 500 A Gambar. dimana momen akibat beban vertikal diperhitungkan terhadap exsentrisitas dari garis netral badan abutment sebesar 15 cm.100 -0.63 Pembebanan pada badan abutment A.859 88.100 2.V .613 1.3.375 2.020 -0.155 0.375 0.360 0.675 -0.050 3.066 0.066 -0.125 0.933 0.297 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.000 0.1.200 2.Y m^3 -0.784 1.018 0.210 -0.850 0.450 2.X m^3 A.438 9.215 0.5.101 0.243 -0.449 0.095 0.091 5.050 0.L ton 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0.028 3.18 Perhitungan titik berat abutment ditinjau dari pangkal abutment No A m^2 W=δ.860 133.309 0.576 1.038 0.3 Penulangan Abutment Beban yang digunakan pada perhitungan penulangan badan abutment adalah berdasarkan pembebanan maksimal yang bekeja pada pangkal badan abutment.605 4.031 3.000 Total 4.048 0. M PV PH 115.120 -0.650 X m -0.750 0.525 -0.650 0.085 -0. Gaya Vertikal Gaya akibat berat sendiri abutment Tabel.5.583 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.A.600 A.

761 = 2.763 11. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.168 X m 18.9375 ton Lengan terhadap titik O Xc = 0.517 0.652 100.333 = 5.L ton 0.605 A.513 3. Gaya Horisontal Gaya akibat tekanan tanah aktif Tekanan tanah aktif Pa.990 0.X m^3 -1.553 2.039 A.V .355 = 1.5 x γ.787 63.5 = 153.192 -4.894 2.064 Y m -1.Y m^3 3.535 -0.375 0.600 5.325 -1. ( L2A098005 ) .70 x 4.840 -7.70 t/m3 Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik A : ya = ∑ A * Y = 11.02 x 0.761 γ = 1.4375 + 33 + 22.847 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.090 m 4.400 3.15 m Beban akibat tanah di atas pondasi Tabel.19 Perhitungan titik berat tanah ditinjau dari Potongan A Luas A m^2 No 1 2 3 4 Total W=δ.152 ton Lengan gaya terhadap titik O Xb = 0.1 H1 = 1.472 -0.950 -1.900 1.1 = 0.1 x H12x Ka.860 ∑A ∑ A × Y = 11.550 -0.648 m B.3552 x 0.5 x 1.587 4.297 = 2.333 x 4.5.96 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik A : ∑ A × X = .113 14.2 = 0.27 ∑ A 5.1 = q x ka.324 m = 4.860 ∑A xa = ya Beban mati akibat konstruksi atas Beban konstruksi atas total ( Pba ) = 236.A.203 3.450 4.479 ton Pa.15 m Beban hidup Beban hidup (Pq) = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.368 ton P.tot = 6.0.437 = −0.

..2 x 133.....061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 100..6 x 121.Kombinasi beban tetap = ( 1.152 x 0...14 = 33.6 x Pq ) = ( 1.59 ) = 197..6 x 23.....3943 ton.....368 x 1.......H = 75..D + M...V ..650 x 0..H M.650 x 0.607 = 121.....45 ) : 6..09 ) + ( 1.3943 + 23...152 ) + ( 1...324 ) + ( 33......6 + 153.650 ton hp = 133..05( 23.2 x P..064 ton hba = 100.607 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 6.711 x 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S....D + 1...479 x 2.97 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Y.064 x 0.09 ton.L + 1.847 x 11 = 75..14 = 18.18 + 5.59 ton..D = (236.9375 ) = 690..9375 x 0..wa ) + ( 1.Kombinasi beban sementara Mu = 1.847 = 1.L = 153.2 x 23.E = ( 18..2 x P...3943 ) + ( 1...wba ) + ( 1.152 ton hba = 236.034) = 347...6 M.E ) M.317 ton Gaya akibat gempa • Gaya gempa terhadap abutment : • Wa = 133. ( L2A098005 ) .15 = 23.034 ton.6 M..pa = ( 1.......14 = 14 ton ¾ Gaya Vertikal Ultimit ( Pu ) Pu = Beban vertikal Ultumit …………….152 x 0.061 x 3..09 ) = 23.70 ) + ( 14 x 2..317 x 1....m’ M.15 ) – (133...711 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : • Wba = 236.Kombinasi beban tetap Mu = 1.m’ = 256.......2 M..328 ton.m’ Kombinasi II.062 ton ¾ Momen Ultimit Kombinasi I.m’ M..278 ton.05 ( M.m’ Mu = ( 1.27 ) Mu = 1.650 ) + ( 1.L + M.2 x 236....09 + 197..

m’ f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa Ag = luas penampang = 1000 * 11000 = 1.10 h 1000 Dari grafik 6.0035 fy 400 ρmax = 0. 107 mm2 Ht = tinggi badan abutment = 3700 mm b = 1000 mm h = 1000 mm d’ = 50 + ½ .85 × 25 et = Mu 347.405 × 10 4 = 0. β = 1.061 ≅ 0.405 ton Mu = 347. 22 = 61 mm d = h – d’ = 1000 – 61 = 939 mm ϕ = 0.10 7 × 0.328 ton.10. tabel.4 = = 0.136 = 0.328 × 10 7 = 503.a (GTPBB) didapat : r = 0. ( L2A098005 ) . maka dipakai nilai ρmin ρmax = 0.002 x 1.328 = = 0. berdasar DDPBB.80 × 1.V .85 × f' c 0.0035 Karena ρ < ρmin.0203 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 1.136 h 3700 ⎛ ⎞ ⎛ et ⎞ Pu ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜ ⎟ = 0.0 1.062 × 10 4 et 503.0203 ……………………….98 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Disain tulangan abutment digunakan : Pu = 763.80 Pu 763.003 ρmin = f’c = 25 ..328 mm = Pu 690. 8 ρmin = 0.10 .003 ρ = r.04 = φ × Ag × 0.0054 ⎝ φ × Ag × 0.85 × f' c ⎠ ⎝ h ⎠ 61 d' = = 0.0 = 0.04 × 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2. β = 0.

50). maka tidak diperlukan tulangan geser.146 < 0.51 × 10 4 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.6 = 120. Ag = 0.64 Penulangan badan abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.317 ton Hu = 75.200 D.22 .50 Mpa. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 200 Ø.10 .51 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Hu 120. ( L2A098005 ) .5.0035 * 1000 * 1000 = 3500 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 22 – 200 (As = 3801 mm2) ™ Tulangan bagi Diambil 0.317 x 1.V .20% Ag As = 2000 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 16 – 200 (As = 2010 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang sebesar Gaya Horisontal yang bekerja pada abudment H = 75. Karena Vu < φ Vc (0.200 3700 D.146 MPa Vu = = b × d 11000 × 937.200 300 1000 1350 1000 1650 Gambar.16.99 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok As = ρ.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 Mpa diperoleh φ Vc = 0.

2 = 0.70 x 0.100 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Penulangan Parapet q = 2.011 x 0.5.2 A A 655 Gambar.65 Pembebanan parapet Ka = 0. ( L2A098005 ) .4 1.4 = = 0.13 ton/m2 500 Pa.011 ) = 2.594 ton Momen di potongan A-A MA-A = ( 5.655/3 ) = 2.6 x 4.655 m q = 2.00 = 4.0035 fy 400 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6552 x 0.6 x 2.333 γ = 1.00 = 5.110 x 0.70 ton/m3 H = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x γ x H2 x Ka.655 x 11.333 x 11.110 ton =14.011 ton Pu = (1.549 Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 550 mm d = 550 – (50 + ½ 19 ) = 490.333 x 0.1 Pa.110 ) + ( 1.13 x 0.V .6 x 5.1 = q x ka x H x L Pa.549 tonm’ Mu = 4.078 tonm’ = 1.5 mm ρmin = 1.5 x 1.13 ton/m2 Pa. x L = 0.655/2 ) + ( 4.

ρ .50).75 × 0.027 MPa Vu = = b × d 11000 × 490.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0. maka tidak diperlukan tulangan geser.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.0035 As = ρ.107 400 ⎞ ⎛ = ρ .0.101 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ⎡ 0.078.5 = 1751. ⎟⎟ 2 b.0.594 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Pu 14.490.50 MPa.8.56ρ2 ρ = 0. ⎟ 2 11000.V .0035 * 1000 * 500.8.594 × 10 4 = 0.588.022 < 0.0203 × = 0. b. f y ⎜⎜1 − 0.85 × 35 = 0.85 × ⎢ 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ .400⎜1 − 0. ( L2A098005 ) .0154 = 320ρ – 3010.5 25 ⎠ ⎝ 0. d = 0.000048 Karena ρ < ρmin. Karena Vu < φ Vc (0.75 cm2 ™ Tulangan Pokok Digunakan tulangan rangkap D 19 – 150 (As = 1890 mm2) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 378 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 10 – 200 (As = 393 mm2) ™ Tulangan Geser Pu = 14. maka dipakai nilai ρmin = 0.d fc ⎠ ⎝ 4.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.588.

150 D19 .102 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D10 .V .200 D19 .150 Gambar.893 ton m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.824 = . ( L2A098005 ) .114 ton MV = .63 ton / m2 2m 17.5. dimana beban-beban yang bekerja dikalikan dengan koefisien sesuai dengan kombinasi beban tetap.67 Pembebanan pada pile cap Pada perencanaan penulangan Pile Cap digunakan kombinasi I.66 Penulangan parapet Penulangan Pile Cap 28.1682.949 ton m M = 333.824 ton m MH = 333.405 ton H = 147. V = 763. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.949 – 1682.33 ton / m2 Gambar 5.178 ton / m2 63.1348.

85 × ⎢ × = 0.75 × 0.2 x wt ) + ( 1.059 = 320ρ – 3010.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000.2 x wa ) + ( 1.m’ 11 1.1217.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.4 1.8 × 400⎜1 − 0.6 x wl ) = ( 1.0203 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ × 0.8 × f y ⎜⎜1 − 0. ( L2A098005 ) .0035 x 1000 x 1217.892 Mu = = 8. maka dipakai nilai ρmin = 0.5 = 4261.04 ) + ( 1.56ρ2 ρ = 0.103 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Vu = ( 1.2 x 232.0035 ρmin = fy 400 = 1217.178 x 22 ) .85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.5 mm ⎡ 0.85 × 25 = 0.2 x wba ) + ( 1.4 = = 0.728 ton 1 1 2 = -( x 17.717 ton.2 x 236.10 7 400 ⎞ ⎛ = ρ × 0.d ⎝ 133.25 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.0001 Karena ρ < ρmin.0035 As =ρxbxd = 0.938 ) = 939.6 x 153.152 x 2 x x 2 ) 3 2 2 = 95.V .892 ton.664 ) + ( 1.5 ⎝ 0.23.2 x 109.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b.m Mu Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 1300 d = 1300 – 70 – (½ x 25) 95.152 ) + ( 1.( x 46. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

100 Ø10 .2 * 4908.37 mm2 = digunakan tulangan D 19 – 100 ( As = 2835.74 mm2) Tulangan tekan digunakan 0.183 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc V 62.104 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Tulangan tarik digunakan tulangan D 25 .V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) . Karena Vu < φ Vc.68 Penulangan pile cap Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.29 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 0.511 MPa b × d 1000 × 1217.200 (As = 1005 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang V = Pu 684.50 dari tulangan tarik = 2454.75 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 16 .200 D19.50 MPa.012 = 11 11 = 62.100 (As = 4908. maka tidak diperlukan tulangan geser.300/500 1.200 100 1.65 Gambar 5.100 1. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 300/500 D16 .74 = 981.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0.183 × 10 4 Vu = = = 0.35 D16 .00 D25 .

5 x 1. tebal plat injak direncanakan setebal 20 cm dan lebar 7.2 x 1.2 = 0.316 × 10 7 240 ⎞ ⎛ = 0.105 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5....2 x 1.80 ρ 2 ρ = 0..sebagai.0062.0 x 1. Beban Mati ( qd ) ƒ Berat sendiri = 0..632 ton/m = 1/8 x ( 1. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4.0 x 2.332 + 1.y = 240 Mpa b = 1000 mm d = 200 – ( 50 +16/2 ) = 142 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ .25 x 1.6 x 1..ρ min = 0.149 = 192 ρ − 1083..2 = 0. Beban Hidup ƒ Beban kendaraan dibelakang bangunan penahan tanah diperhitungkan senilai dengan muatan tanah setinggi 60 cm.52 = 2..8 × ρ × 240⎜1 − 0.ρ > ρ min dipakaiρ ..588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 2.6 = 1.316 tonm’ Momen yang bekerja : Mu = 1/8 x q x L2 di ketahui : f..132 ton/m ƒ Berat lapis pondasi = 0.0 x 2.c = 25 Mpa f. Beban hidup ql = 0.600 ton/m 1.V .0058..40 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 m..0 x 1.disain As = ρ x b x d = 0.0062 x 1000 x 142 = 880.05 x 1... Pembebanan pada plat injak : a..588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 142 ⎝ 1.0x 2. × fy⎜⎜1 − 0..1 Pelat Injak Plat injak adalah bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi mencegah terjadinya penurunan elevasi muka jalan oleh beban kendaraan pada oprit.7 x 1.332 ton/m b..600 ton/m ƒ Berat pavement = 0.632 ) x 2.4 BANGUNAN PELENGKAP 5.2 = 0.

60 x 1.322 ton/m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.964 ton/m2 Ka = Tg2 ( 45 –Ǿ/2 ) = tg2 ( 45 – 30/2 ) = 0.20 x 2.106 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan Ǿ.V .4.082 mm2 Dipakai Ǿ.332 = 2.1 x H2x Ka x 1.05 x 2.2 = 1.25 x 2.6 = 12.6 = 0.1 = ( 0.5 x γ.333 x 5.088 ton/m’ Pa.70 ) x 1.00 m 4.0 ) x 1. ( L2A098005 ) .1 + q.332 ton/m2 q = q.632 ton/m2 Akibat beban plat injak dan pavement q2 = ( 0.123 x 1/5.155 = 3.5 + 0.20 + 0.00 Gambar 5.2 = 1.69 Konstruksi wing wall Pembebanan pada wing wall q.2 dari luas tulangan utama = 268.1552 x 0.964 x 0.60 x γ.333x1.5x 1.1 ) x 1.035 ton/m’ Total beban yang bekerja pada wing wall = 17.70 mm2 ) 5.1 = q x Ka x H = 2.123 ton/m’ Gaya yang terjadi permeter lebar wing wall = 17.7x 5.10 – 200 ( As = 392.00 0.2 Perencanaan Wing Walls 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.333 Pa.6 = 1.2 = 0.632 + 1.155 = 5.25 5.6 = ( 0.16 – 200 ( As = 1340.155 WING WALL Panjang 11.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.

2 dari luas tulangan utama = 268.267 b × d 1000 × 342 fc 25 φ .074 = 320 ρ − 3010. ( L2A098005 ) .disain As = ρ x b x d = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0035.c = 25 Mpa f.5 x 3.56 ρ 2 ρ = 0.60 = 0.Vc tidak perlu tulangan geser b×d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.50 6 6 Vu < φ .41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.ρ < ρ min dipakaiρ min sebagai.107 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pada perencanaan wing wall konstruksim dianggap sebagai Kantilever.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 12.561 × 10 7 400 ⎞ ⎛ = 0..70 mm2 ) ™ Tulangan Geser Vu = 3..y = 400 Mpa b = 1000 mm d = 400 – ( 50 +16/2 ) = 342 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ × fy⎜⎜1 − 0.136 × 10 4 Vu = = 0.561 tonm’ di ketahui : f. sehingga momen yang terjadi terhadap bentang 2.082 mm2 Dipakai D.8 × ρ × 400⎜1 − 0..0035 x 1000 x 342 = 1197 mm2 ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan D.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 342 ⎝ 1.ton 9....75 m : Mu = 0.322 × 2.136...V ..13 – 200 ( As = 392.5 x q x L2 = 0.16 – 200 ( As = 1340.75 = 9.322 x 2.00347 ρ min = 0.Vc = φ = 0.752 = 12.

( L2A098005 ) .13 .200 5.155 D. batu kali γ1 = 1. Dinding ini direncanakan dengan menggunakan material pasangan batu kali dengan tinggi maksimal 4.200 Panjang 11.108 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 3.200 D.7 ton/m3 Ø1 = 30° C.25 D.71 Dimensi dinding penahan tanah ( DPT ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.80 ton/m2 320 Gambar.3 Perhitungan Dinding penahan Tanah Dinding penahan tanah jalur jembatan Kabelukan pada bagian sebelah timur.9 m dari alas pondasi dan dimensi direncanakan sebagai berikut 200 Pas.13 .00 Gambar 5.70 Penulangan wing wall 5.16 .1 = 1.5.00 D.V .2 = 1.200 0.75 ton/m2 γ2 = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 m 4.16 .4.676 ton/m3 80 410 40 40 240 40 Ø2 = 30° C.

020 ton/m2 ƒ γ.02 ton/m2 40 320 Gambar.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan . ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .72 Beban yang bekerja pada dasar DPT Data teknis : ƒ q = 1.1 tanah urug = 30o ƒ γ.70 ƒ Ǿ.333 = 6.2 ton/m3 ton/m3 Tekanan tanah Aktif.2 tanah dasar = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.460 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ kp 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .109 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pembebanan A.676 ton/m3 ƒ Ǿ.902 x 1.70 x 0. ( L2A098005 ) .2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .2 tanah dasar = 40o ƒ C.V .664 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 8.2 x⎜ 45 + ⎟ = 3. 1tanah urug = 1.5.333 = 1.5 x 4.796 ton = 1.1 245 410 q = 1.5 x H2 x γ1 x ka = 0. Terhadap alas dinding penahan tanah 4 80 163 2 3 40 240 PP.1 PP.2 = 0.2 26.000 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P.80 ton/m2 ƒ γ pas.1 = q x H x ka P. batu kali = 2.020 x 4.90 x 0.67 P. 2tanah dasar = 1.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0.2 40 1 P.

110 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ PP.1 x y.267 m MH = ( P.0.1 136. batu kali = 2.5 x 0. 1 2 3 4 Total Berat (W) ton 3.00 = -1.20 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.2 x Y.70 ƒ Ǿ. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 x y.2 x 1.80 = -4.73 Beban yang bekerja pada pangkal DPT Data teknis : ƒ q = 1.1 = -2 x C2 x PP.1 = 2.640 4.5.100 2.633 ) – ( 4.432 8.448 7.267 ) = 12.m' 8.2 ) .597 ton y.000 x 0.2 1 2 40 200 Gambar.400 m y. ( L2A098005 ) .796 x 1.2 ton/m3 ton/m3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.800 MV ton.664 x 2.802 x 1.3 ) – ( PP.5 x h2 x γ2 x kp = .450 m y.788 21.609 x 0.750 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.5.1 tanah urug = 30o ƒ γ pas.659 14.4 = 0.609 ton kp x h = .806 39.1 x y.633 m y.450 ) + ( 6.2 = 1.988 ton Total Beban Horisontal ( H ) = -6.346 B.048 X m 2.1 ) + ( P.988 x 0.4 ) = ( 1.632 2.500 2.7 205 P.560 1.2 = -0.676 x 3.600 1.640 No.80 x 3.( PP.400 ) – ( 1.400 1.V .020 ton/m2 ƒ γ.3 = 0.608 9.020 5.1 tanah urug = 1. Terhadap pangkal badan dinding penahan tanah 410 P.

628 X m -1...897 > 1.5...750 Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vx tan .2 ) = ( 1.048 2 ⎝ ⎠ ∑V 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan ..oke 8.φ + CxB + PP > 1..020 12..460 Kontrol terhadap stabilitas tanah ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = 1 ∑ M = 1 x3...808 Kontrol Stabilitas Konstruksi Kontrol terhadap guling Fs = ∑ ∑ Mv Mh >2 = 39.133 MV ton.2 − ⎛⎜ 39.1 ) + ( P.640 4.393 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 6.21 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.200 -4..367 ) = 9.30 + 1.2 = 0.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0.346 = 3.336 < 1 xB ...10 x 0.393 X 2.2 + 6. ( L2A098005 ) .360 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.70 x 0.oke xBx x 6 21...151 ton y.5 x H2 x γ.1 x ka = 0.333 = 4....2 x y.8 x3.5 ∑H = 21.367 m MH = ( P.111 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tekanan tanah Aktif.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P.608 -1...oke 12.1 x y.086 > 2..750 ⎞⎟ = 0.608 9.1 = 2.V .050 m y.048 x tan ....020 x 4.102 x 1.2 = 1..1 = q x H x ka P.050 ) + ( 4.000 -0.m' -3.758 x 1.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan ... 1 2 Total Berat (W) ton 3..5.758 ton = 1.100 No.5 x 4.346 − 12. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...333 = 1..597 = 2.

. tan ah 3..4.2 x1 ⎝ 3.997 2 > σ ij int .4 x1 ⎝ 2.628 x1 = 2.112 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ mak = 21...808 ⎞ =⎜ ⎟ = 0.5 dimana f adalah faktor geser pasangan semen = 1 Fs = 12.360 ⎞ ton x⎜1 + ⎟ = 9... pasangan. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.151 Kontrol terhadap tegangan pasangan batu kali ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = ∑M ∑V mak = 12...oke 6.360 < x 2..4 ⎠ m 1 ⎛ 9....V ..batu .kali 2.2 ⎠ m Kontrol Kekuatan Bahan Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vxf ∑H > 1.oke 6 ⎝ 12......721 2 < σ ijin.053 > 1.048 ⎛ 6 x0. ( L2A098005 ) .360 − 4..626 ⎛ 6 x0.336 ⎞ ton x⎜ 1 + ⎟ = 10.5.626 ⎠ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

113 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. 5.8 Alinyemen Horisontal Perencanaan alinyemen horisontal pada jembatan Kabelukan tidak diperlukan karena posisi jembatan lurus dengan ruas jalan yang ada.218 ) Lv = 50 m PTv = STA.4. STA.4. 5.218 Gambar. ( L2A098005 ) . sehingga diharapkan menghasilkan suatu jalan lengkung yang aman dan nyaman untuk dilintasi. Pada perencanaan geometrik pada jembatan Kabelukan ditinjau terhadap kondisi alinyemen horisontal dan vertikal.9 Alinyemen Vertikal Lengkung vertikal digunakan untuk merubah kelandaian memanjang secara berangsur-angsur dan harus sederhana dalam perencanaan serta memudahkan dalam pelaksanaannya. 0 + 115 PLv = STA 0 + 65 g. 99.1 = 0% PPv = STA.4. 0 + 90 ( elv.682% g.V . A.5. 99.91 Perencanaan elenyemen vertikal STA. Alinyemen vertikal dalam perencanaan jembatan Kabelukan terdiri dari dua type : ƒ Tipe Cembung ( Crest Vertikal Curve ) ƒ Tipe Cekung ( Sag Vertikal Curve ) Untuk memudahkan dalam perhitungan dan pelaksanaan digunakan lengkung parabola derajat 2.2 = 2. 0 + 90 Elv. 0 + 115 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 Perhitungan Oprit Pada perencanaan jembatan aspek geometrik jalan yang menuju dan meninggalkan jembatan harus direncanakan dengan baik. untuk menghasilkan disain yang optimal sesuai dengan standart yang berlaku.

107 0.230 m Ev = PLv = PPv − 0 x50 g.245 99.V .00 % g.671 Tx Tx (m) 99. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No.114 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ di ketahui : g.X (m) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y (m) 0. 0 + 190( elv.20 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.889 g.218 + 100 x 2 200 = 99.329 0.761 99.2 – g. ( L2A098005 ) .647 99.889 m Tabel.278 99. Y ∆xX 2 = 200 xLv g.2 ) = 2.547 99.218 − 100 x 2 200 = 99.1xLv = 99.060 0.007 0.682 x50 g.900 ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 .682 % ∆ = ( g.386 99.325 99.459 99.2 xLv = 99.429 0.2 = 2.682 x50 = 800 800 = 0.682% Lv = 50 m ……… ( grafik.027 0.218 m PTv = PPv + 2.1xX 2 +Y = PLv + 100 STA.000 0. 0 + 115 STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 065 0 + 070 0 + 075 0 + 080 0 + 085 0 + 090 0 + 095 0 + 100 0 + 105 0 + 110 0 + 115 Dimana : B. 101.v.543 0.5. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 3.168 0.241 0.225 99.682 % – 0 = 2.1 = 0.218 99.

V - 115

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

PPv = STA 0 + 190
Elv. 101,900
g.2 = 0%
g .1

82 %
= 2,6

PTv = STA. 0 + 230

PLv = STA 0 + 150

Lv = 80 m

Gambar.5.92 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 190
di ketahui :
g.1

= 2,682 %

g.2

=0%

= ( g.1 – g.2 ) = 2,682 % – 0 = 2,682%

Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,682 x80
=
800
800

= 0,268 m

Ev

=

PLv

= PPv −

2,682 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,827 m

PTv

= PPv +

0 x80
g.2 xLv
= 101,900 +
100 x 2
200

= 101,900 m

TabeL.5.21 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 190

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 116

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
STA
0 + 150
0 + 155
0 + 160
0 + 165
0 + 170
0 + 175
0 + 180
0 + 185
0 + 190
0 + 195
0 + 200
0 + 205
0 + 210
0 + 215
0 + 220
0 + 225
0 + 230

Dimana :

C.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y=

g.1 .X
(m)
0
13.41
26.82
40.23
53.64
67.05
80.46
93.87
107.28
120.69
134.1
147.51
160.92
174.33
187.74
201.15
214.56

∆xX 2
200 xLv

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.038
0.067
0.105
0.151
0.205
0.268
0.339
0.419
0.507
0.603
0.708
0.821
0.943
1.073

Tx= PLv +

Tx
(m)
100.827
100.957
101.078
101.192
101.296
101.393
101.481
101.560
101.632
101.694
101.749
101.795
101.833
101.862
101.883
101.896
101.900

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 375 ( elv. 101,900 )

g.1 = 0%

PLv = STA 0 + 335

PPv = STA 0 + 375
Elv. 101,900
g .1
=2
,7 3
8%

PTv = STA. 0 + 415

Lv = 80m

Gambar.5.93 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 375
di ketahui :
g.1

=0%

g.2

= 2,738 %

= ( g.2 – g.1 ) = 2,738 % – 0 = 2,738%

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 117

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,738 x50
=
800
800

= 0,274 m

Ev

=

PLv

= PPv −

0 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 101,900 m

PTv

= PPv −

2,738 x80
g.2 xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,805 m

TabeL.5.22 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 375
STA
0 + 335
0 + 340
0 + 345
0 + 350
0 + 355
0 + 360
0 + 365
0 + 370
0 + 375
0 + 380
0 + 385
0 + 390
0 + 395
0 + 400
0 + 405
0 + 410
0 + 415

Dimana :

D.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y

=

g.1 .X
(m)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

∆xX 2
200 xLv

Tx

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.039
0.068
0.107
0.154
0.210
0.274
0.347
0.428
0.518
0.616
0.723
0.839
0.963
1.095

= PLv −

Tx
(m)
101.900
101.896
101.883
101.861
101.832
101.793
101.746
101.690
101.626
101.553
101.472
101.382
101.284
101.177
101.061
100.937
100.805

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 475 ( elv. 99,162 )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

162 m TabeL.2 ) = 1. 99. 0 + 475 Elv.846 m PTv = PPv − 0 x50 g. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.171 m Ev = PLv = PPv + 2.162 − 100 x 2 200 = 99.738 x50 g.1 = 2.2 =0% ∆ = ( g.2 xLv = 99.0 Lv = 50 m ……… ( grafik.5.738 % g.738% No.1 = 2. 0 + 475 di ketahui : g. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya = 2.5.v.V . 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 2.1 + g.94 Perencanaan elenyemen vertikal STA.162 Gambar.2 = 0% PPv = STA.676 .118 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Lv = 50 m PLv = STA 0 + 450 PTv = STA.738 x50 = 800 800 = 0.738% g.23 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.162 + 100 x 2 200 = 99. 0 + 475 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. 0 + 500 g. ( L2A098005 ) .1xLv = 99.

0 + 400 dengan kondisi jalan dua jalur dan satu arah .027 0./hari 10856 7147 3248 1097 3498 LHR 2011 kend.901% .333 99.45 82.007 0./hari 14465 9523 4328 1462 4662 LHR akhir tahun rencana ( 2005 ) untuk satu jembatan Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. 20 ton LHR 2001 kend.901% Tabel./hari 8965 5902 2682 906 2889 LHR 2005 kend.062 0. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rencana ( LHR ) Rumus pertumbuhan lalu lintas : LHR = LHRjx(1 + i % ) n Dimana pertumbuhan lalu-lintas ( i ) sebesar 4.438 0. 13 ton Truk 3 as.1 .83 109.497 99.9 = ∆xX 2 200 xLv Y (m) 0.600 99. ( L2A098005 ) .21 136.5.4.24 Pertumbuhan LHR ( kendaraan/hari ) ruas jalan Pekalongan – Pemalang tahun 2005 dan 2011 No 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan Kendaraan Ringan < 2 ton Kendaraan Ringan 5 ton Bus 8 ton Truk 2 as.189 99.52 123.685 Tx Tx (m) 99.171 0. Masa perencanaan sampai pelaksanaan dilaksanakan tahun 2003 sampai 2005 dan akhir umur rencana tahun 2011 dengan pertumbuhan lalu lintas ( i ) sebesar 4.14 95.07 54.271 99.119 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 450 0 + 455 0 + 460 0 + 465 0 + 470 0 + 475 0 + 480 0 + 485 0 + 490 0 + 495 0 + 500 Dimana : Y g.408 99.846 99.554 0.246 0.223 99.69 27.335 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.168 99.716 99.X (m) 0 13.38 41.110 0.162 = PLv − g. 0 + 00 sampai STA.000 0.1xX +Y 100 5. A.76 68.10 Perhitungan Tebal Perkerasan Perencanaan perkerasan di rencanakan untuk jalan menuju dan meninggal jembatan sepanjang STA.V .

20 ton = 2331 kendaraan B.0183 = 0.0036 + 0.0004 = 1.6 x 0.0002 + 0.1593 ƒ Truk 2 as.9238 = 1.6 x 0.7 x 0. ( L2A098005 ) .1410 = 0.7 x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0375 C.1410 + 0.9624 ƒ Bus 8 ton = 1624 x 0. 13 ton = 549 kendaraan ƒ Truk 3 as.6 Kendaraan Berat > 5 ton = 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan ( LEP ) LEP = ∑ LHRjxCjxEj Dimana : Cj = Koefisien distribusi kendaraan.7 ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 x 0.0183 + 0.0219 = 46.0004 = 1.1593 = 181. 13 ton = 549 x 0. Perhitungan Angka Ekivalen ( E ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 0.0219 ƒ Bus 8 ton = 0.120 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 1624 kendaraan ƒ Truk 2 as.0922 ƒ Truk 2 as. 13 ton = 0. 20 ton = 0.7 x 1. 20 ton = 1749 x 0.7452 = 1.0375 =1270.2026 ƒ Truk 3 as. 20 ton = 1749 kendaraan LHR awal tahun rencana ( 20015 ) untuk satu jembatan ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 2164 kendaraan ƒ Truk 2 as.2113 Total LEP =1908.6 x 0.0004 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 0.2923 + 0.3027 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 x 0.7359 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0648 ƒ Truk 3 as.0648 = 409.V .7712 D.0002 = 0. Koefisien distribusi untuk 2 jalur 1 arah adalah : Kendaraan Ringan < 5 ton = 0. 13 ton = 731 kendaraan ƒ Truk 3 as. Perhitungan Lintas Ekivalen Akhir ( LEA ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 x 0.

Perhitungan Lintas Ekivalen Tengah ( LET ) LET = LEP + LEA 1908.3 = 0.5 Dari nomogram lampiran1 ( 2 ) Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen didapat nilai ITP 11.0648 = 544.V .0375 = 1692.7 x 1.49 .7 x 0.5 = ( 0.7712 + 2543.2 = 0.1 = 0.121 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 x 0. ( L2A098005 ) .7632 = = 2226.13 ƒ Pondasi bawah Sirtu CBR 50% a.1593 = 241.7632 E. DDT = 4.2 x D.1 x D.25) 0.1 = 10 cm ƒ Tebal lapis pondasi atas untuk ITP 10 – 12.6 x 0.90 : IP = 2.2672 x = 1335.12 Tebal minimal susunan perkerasan : ƒ Tebal lapis perkerasan laston untuk ITP > 10 D.5 .5 + 3.7076 ƒ Truk 2 as.35 ƒ Pondasi atas batu pecah CBR 80% a.3 = 11.2 = 20 cm ITP = ( a.12 x D. Perhitungan Indek Tebal Perkerasan ( ITP ) CBR tanah dasar = 5.0219 = 62. Perhitungan Lintas Ekivalen Rencana ( LER ) LER = LET 6x UR 6 = 2226.3 x D.8888 Total LEA =2543. 13 ton = 731 x 0.5 H.2 ) + ( a.8582 ƒ Truk 3 as. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7603 10 10 G.3 ) D.3 ) 11. FR = 1.13 x 20 ) + ( 0.1 ) + ( a.35 x 10 ) + ( 0.58 40 cm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5727 ƒ Bus 8 ton = 2164 x 0. 20 ton = 2331 x 0. Perhitungan Tebal Perkerasan Koefisien Kekuatan relatip bahan : ƒ Lapis permukaan ( Laston MS 590 ) a.5 − (3.7 x 1.2672 2 2 F.12 = 39.14 D.

95 Lapis konstruksi perkerasan 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.122 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 25 Pondasi atas Batu pecah klas A ( CBR 80% ) 40 10 Lapis permukaan Laston MS. ( L2A098005 ) .590 Pondasi bawah Sirtu kelas B ( CBR 50% ) Tanah dasar Gambar.5.V .5 PERHITUNGAN DINDING PENAHAN TANAH Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful