ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V-1

BAB V
PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.1 Data Perencanaan Jembatan

h

5m

45 m

Gambar 5.1 Skema Rangka Baja
Data-Data Bangunan
1. Bentang total

: 45,00 m

2. Lebar jembatan

: 9,00 m

3. Lebar lantai kendaraan

: 2 x 3,5 m

4. Lebar trotoar

: 2 x 1,00 m

5. Mutu baja

: BJ 37

6. Sambungan

: baut

7. Mutu beton

: fc 30 Mpa

8. Mutu tulangan

: fy 400 Mpa

9. Konstruksi atas:
a. Struktur rangka

: rangka baja

b. Lantai jembatan

: lapis aspal beton

c. Perikatan angin

: tertutup

10. Konstruksi bawah:
a. Abutment

: beton bertulang

b. Pondasi

: sumuran

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-2

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

5.2. Analisa Elemen Struktur
5.2.1

Perhitungan Sandaran

hs

ls
Gambar 5.2 Sandaran pada Jembatan
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna jembatan
khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan
Raya hal 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horisontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada tinggi
90 cm di atas lantai trotoar.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 800.300 dengan
ketinggian profil 80 cm, sedangkan tinggi pelat lantai 20 cm, maka tinggi sandaran
dari titik terbawah rangka induk :
hs = 0,8 + 0,2 + 1,15 = 2,15 m
Sedangkan tinggi total rangka :
h total rangka = 5 + 0,2 + 0,8 = 6 m
Sandaran diasumsikan menumpu sendi pada rangka utama dengan panjang
sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) :

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-3

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

2,15 m

6,0 m

Dengan menggunakan perbandingan segitiga :

l
ls
5,0 m

l
6−2,15
=
dimana l = 0,5 ls
2,5
6
l = 1,604 m

ls = 2 x l
ls = 2 x 1,604 = 3,21 m

Gaya yang terjadi akibat beban 100 kg/m’ :
q = 100 kg/m'

A

3,21 m

B

Gambar 5.3 Pembebanan pada Sandaran Jembatan

RA = RB =
Mh =

q h x ls
= 160,5 kg
2

1
1
qh x ls2 = x 100 x 3,212 = 128,8 kgm
8
8

Sandaran direncanakan menggunakan pipa Ø 76,3

a. Data Perencanaan :

σ ijin = 160 Mpa = 1600 kg / cm2
E baja = 2,1 x 105 Mpa

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.63 cm I = 71.53 cm F = 11.921 cm < 1. ( L2A098005 ) .V-4 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.7 DxS = 41. Data Teknis Profil : t D D = 7. Kontrol terhadap bahan dan tegangan yang ada : 1) Terhadap lendutan 5 x q h x l4 l < 384 x E x I 300 5 x 1 x (321)4 = 0.14 kg/cm2 τ < τijin……………………………………………OK → Pipa Ø 76.7 3) Terhadap geser τ = 160.OK 384 x 2.79 kg/m c.5 τijin = 0.07 cm……….5 x 18.5 cm i = 2.1 x 106 x71.5 2) Terhadap momen σu < σ ijin Mu < σ ijin W 12880 = 688.58 x 1333 = 773.5 cm4 t = 0.58 x σ ijin = 0.2 cm2 W = 18. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 dapat dipakai untuk sandaran.7 cm3 G = 8.98 kg/cm2 = I 71.77 kg/cm2 < 1600 kg/cm2…………OK 18.

25 x 1.0 x 2200 kg/m3 3 = 550 kg/m 2) Beban lantai jembatan = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. a.0 x 2500 kg/m = 500 kg/m 3) Berat DeckBaja = 1. Beban Mati 1) Beban trotoar = 0.0 x 22.V-5 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. Beban Hidup 1) Beban horisontal pada kerb (PL) = 500 kg/m x 1.2 Perhitungan Lantai Trotoar q = 500 kg/m2 P = 500 kg/m 25 cm 20 cm 100 cm Gambar 5.2 x 1.2.72 kg /m2 = 22.4 Pembebanan pada Trotoar Berdasarkan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 hal 10 : ¾ Konstruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup sebesar 500 kg/m2 ¾ Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat menahan satu beban horisontal ke arah melintang jembatan sebesar 500 kg/m’ yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm di atas permukaan lantai kendaraan apabila kerb yang bersangkutan lebih tinggi dari 25 cm.0 = 500 kg/m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0 = 500 kg 2) Beban merata pada trotoar (qL) = 500 kg/m2 x 1.72 kg / m + WD = 1072. ( L2A098005 ) .72 kg/m b.

5 x 500 12 = 425 kgm Mu = 1.35 + 0.2 = 82. beban lalu lintas dan beban-beban lateral yang terjadi. Penulangan lantai beton hanya direncanakan sebagai tulangan minimum yang ditujukan hanya untuk menahan susut.632 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 132363.5 x 1072.6 x 425 = 1323. Perhitungan Momen MD = 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V-6 c. Tegangan yang terjadi: Mx = 1323.5 x WD x L2 = 0.2 x 548.2 MD + 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 + 1.632 kgm = 13. ( L2A098005 ) .23632 kNm d.36 kgm ML = PL x 0. Perhitungan Tulangan Pelat lantai kendaraan jembatan baja ini adalah lantai beton dengan menggunakan lembaran baja gelombang (deck plate) merk combideck® produksi PT.35 + 0.72 x 12 = 536.P Hokayu Indonesia. sebagai acuan untuk pengisi beton yang berfungsi mendukung seluruh beban mati.5 x qL x L2 = 500 x 0.6 ML = 1.727 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

85.632 kg.85 x 30 Rl fy = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.V-7 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 5 70 70 Gambar 5.5 Profil Deck Baja = 1600 kg / cm2 σ ijin As = 26.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 Mpa 25.5 400 = 0.64 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 Penulangan arah X Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.3825 x = 0.46 cm4/m.72 kg / m2 Is = 40.3825 = 25.mak x = 0.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.f’c ρ max = F.2 = 365. ¾ Data teknis Mu = 1323.17 mm. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. t Ys = 21.85 × 450 600 + 400 = 0.5942 cm2/m. Berat = 22.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = • Mx 132363.2 = 16. ( L2A098005 ) .

93 cm2 10 .0037 ρ min < ρ < ρ mak.25 % x As...632 0..10 – 200....200 Gambar 5.25 % x 100 x 15 = 3.... ( L2A098005 ) ...0241 100 × 16.0244 F < F.0244 x 100 x 16..4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0. Oke Penulangan Arah sumbu Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 6...75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ.......08 = 1.0241 = 0.4 = 0.08 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 6...4 400 = 0...0035 = 1323.200 • 12 .......216 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0.mak . 12 – 200 As.6 Denah penulangan trotoar Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..8 = 1654. As terpasang 3.54 kg.5 400 = 2.4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1.4 x 25.08 100 × 16.25 % dari luas beton As = 0.m’ = 165454 = 0. Terpasang 6.c = 0..... Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.V-8 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..55 cm² Digunakan tulangan Ø...

75 1.251 ton. Pembebanan 1) Beban Mati a) Pelat lantai komposit : 0.05 x 1 x 2.2.02272 = 0.2 WD = 0.819624 x 1.375 ton m 3) Beban Angin Beban angin bekerja pada kendaraan dengan arah horisontal sebesar q = 150 kg/m2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 = 0.m’ M lap 2) Beban T Beban T dianggap sebagai beban terpusat sebesar 10 Ton di tengah bentang antara dua gelagar memanjang Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 : Beban T adalah beban yang merupakan kendaraan truk yang mempunyai beban roda ganda (dual wheel load) sebesar 10 ton.68272 T/m’ Wu = 1.m’ = 1/11 x Wu x L2 = 1/11 x 0. M max = ¼ P L = ¼ x 10 x 1.05 T/m’ d) Deck Baja : 1 x 0.2 = 0.75 Gambar 5.75 = 4.5 T/m’ b) Perkerasan : 0.228 ton.819624 ton/m’ 1/24 1/10 1/11 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V-9 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.05 x 1 x 1 = 0.752 = 0. ( L2A098005 ) .3 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan a.75 1/11 1/24 1/10 1/16 1/16 1/11 1.2 x 1 x 2.75 1.02272 T/m’ + WD = 0.7 Koefisien momen pada plat menerus M tump = 1/10 x Wu x L2 = 1/10 x 0.819624 x 1.11 T/m’ c) Air hujan : 0.752 = 0.

228 + 5.10 200 cm ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 80 cm q = 150 kg/m 2 175 cm Gambar 5. Perhitungan Tulangan 1) Arah X Pada desain kekuatan deck baja digunakan teori elastis sedang pada desain beton bertulang digunakan teori kekuatan batas.543 Ton 1.543 x 1. ” Pada Lapangan Tegangan yang terjadi: Mx = 5278 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 527800 = 329.251 + 5.05 = 5.543 = 11.543 Ton M max = ¼ P L = ¼ x 11.05 ton m Momen Total : M lap → Ml = 0.05 = 5.75 T = 10 + 1.V .8 Beban akibat Angin Reaksi pada roda = Beban roda + angin → 2 x 9 x 1.278 Tm M tump → Mt = 0.857 kg = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.875 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 = 5. ( L2A098005 ) .301 Tm b.8 x 150 = 1542.

72 kg / m2 Is = 40. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = Mx 527800 = 1458.01 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 ” Tulangan Pada Tumpuan Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.5942 cm2/m.11 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 = 1600 kg / cm2 σ ijin 5 70 70 As = 26.3825 = 0. ¾ Data teknis Mu = 5301 kg.5 Mpa 25.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0.5 400 = 0. ( L2A098005 ) .85 x 30 Rl fy = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1. Berat = 22.17 mm. t Ys = 21.46 cm4/m.85 × 450 600 + 400 = 0.V .f’c ρ max = F.85.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.2 = 16.3825 x = 25. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.mak x = 0.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

25 % dari luas beton As = 0...93 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..c = 0. Oke 2) Arah Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 12..102 x 100 x 16..4 x 25.4 400 = 0.4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0....8 = 6626.25 % x As..... Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.10 – 200..0966 = 0..102 F < F.6641 cm² 400 Digunakan tulangan Ø.68 100 × 16.mak . As terpasang 3.68 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 12.......V .536 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0..68 = 2..4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1... 12 – 100 As.25 % x 100 x 15 = 3. ( L2A098005 ) ..4 = 0.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S....5 = 10. Terpasang 12..0966 100 × 16.25 kg....75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ..12 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.0035 = 5301 0.m’ = 662625 = 0..0077 ρ min < ρ < ρ mak....

( L2A098005 ) .75 m Gambar 5.75 m 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.200 10 .13 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 12 .75 M POT ONGAN MELINT ANG 10 . 1.200 12 .10 Pola Pembebanan pada Gelagar Memanjang Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 m 1.200 12 .4 Perhitungan Gelagar Memanjang 5m Direncanakan gelagar memanjang tidak komposit.200 10 .75 m 1.200 12 .9 Denah penulangan pelat lantai 5.200 1.2.200 POT ONGAN MEMANJANG Gambar 5.200 12 .200 12 .V .

V - 14

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

a. Beban

1) Beban Mati
a) Berat pelat lantai

: 0,2 x 1,75 x 2,5

= 0,875 t/m

b) Perkerasan

: 0,05 x 1,75 x 2,2

= 0,1925 t/m

c) Air hujan

: 0,05 x 1,75 x 1

= 0,0875 t/m

d) Deck Baja

: 1,75 x 0,02272

= 0,03976 t/m

e) Berat Profil perkiraan

= 0,1
q1

t/m+

= 1,29476 t/m

2) Beban Hidup
Beban D
Sesuai tabel 3 Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 11

untuk 30 m < L < 60 m, maka q = 2,2 -

L = 45 m → q = 2,2 -

1,1
(L − 30)
60

1,1
(45 − 30) → q = 1,925 t/m
60

Jarak antar gelagar memanjang = 1,75 m
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 →
Beban terbagi rata =
=

q
x αxs
2,75

1,925
x 1 x 1,75
2,75

= 1,225 t/m
= 1225 kg/m
→ q total = 1294,76 + 1225
= 2519,76 kg/m
a) Koefisien kejut
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
K = 1+

20
50 + L

K = 1+

20
50 + 45

K = 1,21

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V - 15

b) Beban garis
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 :
P xαxsxK
2,75

Beban garis =

12
x 1 x 1,75 x 1,21
2,75

=

= 9,24 t
= 9240 kg
Momen max = 1 qtotal x L2 + 1 PL
8
4
=

1
1
x 2519,76 x 5 2 + x 9240 x 5
8
4

= 19360,81 kgm
Dalam merencanakan gelagar memanjang di tinjau gelagar yang paling banyak
menerima beban yaitu yang berada di tengah.

Wx

=
=

Momen max
σ

1936081
= 1210,05cm 3
1600

digunakan profil IWF 350 x 250 x 14 x 9 - 79,7
t2

t1

h

b

Gambar 5.11 Penampang Profil Gelagar Memanjang
Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 16

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Data Profil :
Berat =

79,7 kg/m

Ix

=

21700 cm4

h

=

350 mm

Iy

=

3650 m4

b

=

250 mm

ix

=

14,6 cm

F

=

101,5 cm2

iy

=

6 cm

t1

=

9 mm

Wx

=

1280 cm3

t2

=

14 mm

Wy

=

292 cm3

a. Check berat sendiri

Berat asumsi ≥
100 kg/m ≥

berat profil
79,7 kg/m………………..OK

b. Perhitungan Tegangan
σ ts

σ bs

Gambar 5.12 Diagram Tegangan Profil Baja
σ ts

= σ bs
=

Momen maximum / wx

=

1936081
1280

= 1512,56 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 …………………. OK
c. Kontrol lendutan

f ijin =

f

500
L
=
= 1 cm
500 500
5 x q x L4
P x L3
+
=
384 x E x I profil
48 x E x I profil

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

8 cm 1.134 kg/cm2 τ ijin = 0.58 x σ ijin = 0.44636 + 0.65 kg 16.9946) x 500 4 9240 x 500 3 + 384 x 2.1 x 10 6 x 21700 48 x 2.4 cm 25 cm 0.52803 = 0.858 x (16.2234 x 2) = 731. Cek Tegangan Geser Dmax = 2499.46 x 5/2 + 9240 = 15488. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK d.05 16.65 × 731.58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….V .OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 – 0.1 cm 8.505 cm3 = DmaxSx b Ix τ = 15488.1 x 10 6 x 21700 = 0..9 cm Gambar 5.9 x 21700 = 580.4 x 16.05 + 2 x 0.8 + 0.1 x 8.17 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ = 5 x (24. ( L2A098005 ) .505 0.13 ½ Tinggi Penampang Gelagar Memanjang Sx = 25 x 1.9 x 16.97466 cm < 1 cm…………………….

Berat Gelagar memanjang = 0.5 t = 5500 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.02272 = 0.5 t/m 2) Air hujan : 0.05 x 1 x 1 = 0.18 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perhitungan Gelagar Melintang Gelagar Melintang Gelagar Mem anjang 1.75 x 0.27446 x 5 = 6. Deck Baja : 1.75 x 1 = 0.03976 t/m 5.3 kg b.5 = 0.1 t/m = q2 x 5m = 1.2 x 1 x 2.0797 t/m q1 + = 1.75 1.75 1.5 = 0.27446 t/m P1 = q1 x 5 m = 1.14 Pola Pembebanan pada Gelagar Melintang a.75 1.75 1.55 t/m + q2 Beban P2 = 1. Air hujan : 0.75 x 2.875 t/m 2. Beban mati 2 1) Pelat lantai kendaraan : 0.00 Gambar 5.25 x 1 x 2. Perkerasan : 0.2 x 1.00 1.75 x 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.05 x 1.1925 t/m 3. Beban mati 1 1. Berat pelat lantai : 0.2 = 0.05 x 1.00 9.0875 t/m 4.2 = 0.V .1 x 5 = 5.3723 ton = 6372.05 t/m 3) Trotoar : 0. ( L2A098005 ) .

P3 = ½ P1 = ½ x 6372.75m P1 1.P1 x 1.15 Distribusi Beban pada Gelagar Melintang RA 3P1 + 2(P2 + P3 ) 2 3 x 6372.75m 1m Gambar 5.25 kgm R gm = 1 q x l 2 = 1 x 250 x 9 2 = 1125 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 = 18244.( 5500 + 3186.3 x 1.5 .3 = 3186.( P2 + P3 ) 3.5 .15) = 2 = 18244.V .6 x 4.3 + 2(5500 + 3186.19 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ sedangkan. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 .5 .6372.15 kg P2+P3 1m P1 1.75 = 40547.75m P2+P3 1. Berat sendiri gelagar melintang → Ditaksir q = 250 kg/m M max = 1 q x l2 8 = 1 x 250 x 92 8 = 2531.75m P1 1.65 kgm c.15 ) 3.6 kg = M max = RA x 4. ( L2A098005 ) .

75 m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 → Untuk lebar 5.925 x5 2.75 0.00 5.925 t/m 60 Jarak antar gelagar memanjang = 1.75 = 1.16 Penggunaan beban “D” pada balok melintang L = 45 m → q = 2.20 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d.75 5.2 q. Beban hidup q.5 1.1 P1 q.75 = 3.5.V .2 - 1.3 q1 P2 q2 P2 q2 0.50 1.00 9.5 t/m = 3500 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .5 m Beban terbagi rata = q x 5 2.21 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. q1 = ½ x 3500 = 1750 kg/m’ c) Koefisien kejut Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : K = 1+ 20 50 + L K = 1+ 20 50 + 45 K = 1. ( L2A098005 ) .5 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 Gambar.1 (45 − 30) → q = 1.

( L2A098005 ) .75m B P2+P3 P2 P1 1.21 = 2.V .75 m P1 1.75 12 x 1. → Untuk trotoar q3 = 60 % x 500 kg/m2 x 1 m q3 = 300 kg/m q1 q2 q2 q3 A q3 5.75m 1.75m P1 0.21 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d) Beban garis Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 : Untuk lebar 5.28 t /m Beban garis = = 5280 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .17 Distribusi Beban Hidup Merata Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 = 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75m 1m Gambar 5.5 m 1m 1m 0.5 m P x K 2. q1 = ½ x 5280 = 2640 kg/m’ total q1 = 3500 + 5280 = 8780 kg /m total q2 = 1750 + 2640 = 4390 kg /m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : Dalam perhitungan kekuatan gelagar akibat pengaruh beban hidup pada trotoar diperhitungkan beban sebesar 60 % beban hidup trotoar.75 m P2+P3 P2 1m 1.

75 = 15365 kg P1 = q2 x 0.65 + 2531.25 + 81515 = 124593. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .75 = 27737.5 – P1 x 3.18 Penampang Gelagar Melintang G = 241 kg/m’ r = 28 mm H = 808 mm A = 307.m M max total = M max beban mati + M max berat sendiri + M max beban hidup = 40547.9 kg.119cm 3 1600 Dipakai profil IWF 800 x 300 x 16 x 30 – 241 t2 h t1 b Gambar 5.m σ = Wx = M total Wx 12459390 = 7787.75 = 8780 x 1.1 = 16 mm wx = t.5 – P2 x 1.75 + 300 x 1 + 8780 x 0.75 + q3 x 1 + q1 x 0.125 = 4690 kg P1 Ra = Rb = ½ (2 x p1 + 3 x P2) = ½(2 x 4690 + 3 x 15365) = 27737.2 = 30 mm 8400 cm3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.22 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ P2 = q1 x 1.5 – 4690 x 3.5 kg Mmax = Ra x 4.125 = 4390 x 0.5 – 15365 x 1. ( L2A098005 ) .6 cm2 B = 302 mm Ix = 339000 cm4 t.75 = 81515 kg.5 x 4.

( L2A098005 ) .19 ½ Tinggi Penampang Gelagar Melintang Sx = 30.4 – 0.6 + 1125 + 27737. Check tegangan geser D max = RA beban mati + RA berat sendiri + RA beban hidup = 18244.OK b.4 x 18.8 ) = 4767.2 cm 1.5 = 47107.355 cm3 τ = DmaxSx b Ix = 47107. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Check berat sendiri Berat asumsi ≥ berat profil 250 kg/m ≥ 241 kg/m……………….7 + 2 x 1.25 8400 = 1466..9 cm 3 cm 30.2 x 3 x 38.6 cm Gambar 5.23 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.V .6 x 37.04 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..686 ( 37.1 kg 37.OK c.7 cm 38.355 1.6 x 339000 = 414.776 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 ……….1× 4767.4 cm 18.9 + 1. Check tegangan lentur σ = Mtotal wx = 12320921.2234 x 2.

.V .46 cm = f yang terjadi < f ijin……………….24 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ τ ijin = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang a. Check lendutan L = 900 = 1.1 x 10 6 x 339000 = 1.8 kg Untuk penyambung digunakan profil L 130 x 130 x 12 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….76 kg / m x 5 m 2 = 3186..65 kg 3) Beban garis : 1 x 9240 kg 2 = 4620 P total kg + = 14054.8cm 500 500 5 Mmaxtotal × L2 f yang terjadi = 48 E Ix f ijin = 5 12459390 × 900 2 48 2.76 kg/m x 5 m 2 = 6248. Beban yang bekerja : 1) Beban mati : 1 x 1294.15 kg 2) Beban hidup : 1 x 2519.OK d. ( L2A098005 ) .58 x σ ijin = 0.

82 × 9 = 3630.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 mm 1.4 = 44.93 kg = P = n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.8 P = 1.20 Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.8 = 4684.82 2 + 4684.25 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ e P 50 90 90 50 IWF 350 X 250 IWF 800 X 300 Gambar 5. ( L2A098005 ) .2 x 2 M = Pxe → e= 16 + 36.d 2 x 1600 x 1.δ .93 2 = 5927.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.44 cm = 65354.2 = 0.83 → diambil 3 baut = 2 σ ijin . Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds = 14054.44 cm 2 = 14054.628 → pengaruh desak ¾ δ = d 2 b. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .82 kgcm MxY 65354.6 < 0.18 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8 kg x 4.4 mm = 4.

2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK τ 2) = P 1 π.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin …………………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.12 50 90 90 50 P IWF 800 X 300 Gambar 5.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 cm 1.26 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ c.58 x σ ijin = 0. ( L2A098005 ) .d 2 .628 → pengaruh desak 2 d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.21 Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.8 1 3.18 = 2469.2 ¾ δ = = 0.66 kg/cm2 = R = δ.6 < 0.d 1.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.OK Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang e IWF 350 X 250 L130.2n 4 = 14054.130. Check tegangan 1) σ ds σ ijin ds 5927.V .01 kg/cm2 τ ijin = 0.

2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK 4) τ = P 1 π.93 2 = 5927.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.83 → diambil 3 baut 2 σ ijin.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8 1 3.66 kg/cm2 = R = δ.93 kg n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds P 14054.18 kg d.18 = 2469.82 kgcm MxY 65354.82 × 9 = 3630.4 = 40.09 cm = 65354.V .58 x σ ijin = 0. ( L2A098005 ) .09 cm 2 = 14054.2 x 2 = M = Pxe → e= 9 + 36.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….82 2 + 4684.8 = = 1.27 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.d 2 x 1600 x 1.9 mm = 4.01 kg/cm2 τ ijin = 0.8 kg x 4.8 = P = = 4684.d 2 .2n 4 = 14054. δ . Check tegangan 3) σ ds σ ijin ds 5927.d 1.

Q1 = 30 % x 265.2.5 m2 Beban angin yang timbul : a.28 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.9 m = 265.5 kg 2 = 5973. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.22 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9m Q3 RA Gambar 5.5 x 150 kg/m2 = 11947.95m RB 1.5 Perhitungan Rangka Baja Perhitungan Pertambatan Angin Tekanan angin W = 150 kg/m2 Luas bidang rangka : 45 m x 5.V . 2. ( L2A098005 ) . ditambah 15 % luas bidang sisi lainnya. Beban hidup ( kendaraan ) Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Bidang vertikal beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang mempunyai tinggi menerus sebesar 2 m di atas lantai kendaraan. Tekanan angin tersebut ditahan oleh pertambatan angin atas dan pertambatan angin bawah.5 x 150 kg/m b.75 kg Q2 = 15 % x 265.05m Q1+Q2 1. Rangka induk Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Untuk jembatan rangka diambil sebesar 30 % luas bidang sisi jembatan yang langsung terkena angin.

23 Skema ikatan angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.Q3 x 4 .V .75 = 17921.9 RA = 4 x 13500 + 17921.17 / 9 = 2012.9 . ( L2A098005 ) .( Q1 + Q2 ) 2.95 = 0 5.95 = 18113. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.17 kg RA → Masing – masing buhul menerima beban : P = 18113.29 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Q1 + Q2 = 11947.5 + 5973.25 kg Σ MB = 0 RA x 5.25 x 2.57 kg RANGKA IKATAN ANGIN ATAS RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 RAN GKA IKATAN AN GIN BAW AH Gambar 5.

V - 30

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Perhitungan Ikatan Angin Bawah

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.24 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah
Dimana :

P = 2012,57 kg
1 P = 1006,285 kg
2

Konstruksi pertambatan angin bawah tersebut dibagi menjadi 2 bagian :
Konstruksi I

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.25 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi I )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 31

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Konstruksi II

1/2 P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.26 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi II )
Pendimensian pertambatan angin didasarkan pada batang yang mempunyai gaya
batang terbesar.
→ Berdasarkan SAP 2000 diperoleh :
Batang diagonal :

Batang 11 ( tarik )

= 9209,19 kg

Batang 27 ( tekan )

= 9209,19 kg

Pendimensian Pertambatan Angin Bawah
a. Batang diagonal ( tekan )

N

= 9209,19 kg

Lk

=

5 2 + 9 2 = 10,296 m = 1029,6 cm

σ ijin = 1600 kg/cm2
Dipakai profil L 180 x 180 x 16

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 32

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

w

b

y

a

b

v
x
s

x

a
s

y

b
b

Gambar 5.27 Penampang Profil L 180 x 180 x 16
s

=

50,2 mm

ix = iy

=

5,51 cm

v

=

71,1 mm

Ia

=

2690 cm4

w

=

127 mm

ia

=

6,96 cm

F

=

55,4 cm2

Ib

=

679 cm4

Berat

=

43,5 kg/m

ib

=

3,5 cm

=

4

Ix = Iy

1680 cm

1) Angka kelangsingan :
Lk = 1029,6 = 186,86
i min
5,51

λ

=

λg

= π

λs

=

λs ≥ 1

E
= 3,14
0,7 σ l

2,1 x 10 6
= 111,016
0,7 x 2400

λ = 186,86 = 1,68
λg
111,016

ω = 2,381 x λs2
= 2,381 x 1,682 = 6,75

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

8 x A x σ = 0.OK σ = Sambungan ikatan angin bawah a.19 = 2572.4 = 44. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK 55.88 kg/cm2 < 0. Sambungan batang diagonal dengan pelat buhul ikatan angin S = 9209.14 x 1.19 kg P geser = 0.3 Fnt σ = 207.62 x 1600 = 2572.75 ≤ σ ijin 9209.288 = 3.3 cm2 → Check tegangan : N 9209.19 kg Dipakai profil L 180 x 180 x 16 Fnt = 0. Batang diagonal ( tarik ) N = 9209.. ( L2A098005 ) .8 x 55.4 b.8 x 0.88 kg/cm2 < 1200 kg/cm2 …………………….288 kg Jumlah baut ( n ) n S P geser 9209.33 2) Check tegangan : ω N A 6.75 x 1600 kg/cm2 44.58 ~ diambil 4 buah = b. Sambungan pelat buhul ikatan angin dengan gelagar melintang Digunakan las sudut sama kaki Tebal las a ≤ ( δ2 + 2 ) / 2 dimana : δ2 = tebal pelat buhul = 10 mm a ≤ 6 mm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8 x F profil = 0.25 x 3.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .33 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….19 = = 207.19 = 1121.

71 cm Perhitungan Pertambatan Angin Atas RB 2.19 Las dan gaya membentuk sudut 45° P las = S Lnetto = 16.51 kg 8 RA Gambar 5. ( L2A098005 ) .21 cm = a x Lnetto x 0.71 x 1600 = 16.5 = 568 Lnetto = 17. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.19 kg 568 Lnetto = 9209.08 = 1663.95m RB = ( Q1 + Q2 ) + Q3 .5 x Lnetto x 0.28 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin P P P P P P P 1/2 P 9m 1/2 P 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m Gambar 5.76 kg 2 = 13308.17 = 13308.71 σ Lbruto = Lnetto + 3a = 0.29 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Atas Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .25 + 13500 - 18113.05m Q3 P 1.RA = 17921.21 + 3 x 0.08 kg 1.34 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ diambil tebal las 5 mm Panjang las S P las = 9209.9m Q1+Q2 1 P = 831.

( L2A098005 ) .71 kg ¾ Batang 10 ( tarik ) : 4351.V .727 m a.5 2 = 6.71 kg ¾ Batang 9 ( tekan ) : 6654. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.35 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Pertambatan Angin Atas Pendimensian pertambatan angin atas juga didasarkan pada batang yang mempunyai gaya batang terbesar.727 m Digunakan profil L 140 x 140 x 13 w b y a b v x s x a s y b b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.04 kg 9m B A 5m AB = AC = C 5 2 + 4.71 kg Lk = 6. Batang tekan ( Batang 27 ) N = 4351. Berdasarkan SAP 2000 diperoleh : ¾ Batang 27 ( tekan ) : 4351.

OK + 35 425. ( L2A098005 ) .5 i min 4.794 4351.7 x 2400 λ = 157.7 σ l 2.7 = 157.5 mm ix = iy = 4.71 kg Dipakai profil L 140 x 140 x 13 Fnt = 0.8 x F profil = 0.8 x 35 = 28 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..4 mm ia = 5.27 cm 1) Angka kelangsingan : Lk = 672.1234 kgcm 4.71 333.5 = 1.794 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N + M A W ≤ σ ijin di mana M = P x ∆e M = 4351.1234 = 596.016 → ω = 2.07655 = 333.419 λg 111.5 mm r = 15 mm Ix = Iy = 638 cm4 ri = 7.016 0.2 mm Ia = 1010 cm4 v = 55.843 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….36 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ s = 39.4192 = 4.381 x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Batang tarik ( Batang 10) N = 4351.9 mm Ib = 262 cm4 F = 35 mm ib = 2.14 0.27 λ = λg = π λs = λs ≥ 1 E = 3.74 cm Berat = 27.1 x 10 6 = 111.38 cm w = 9.381 x λs2 = 2.71 x 0.3 b.V .

71 333.016 λs > 1 → ω = 2.381 1.3 = i min 6.1234 = 156.3 2 σ = 156.OK σ = c.32 = λg 111.04 kg Lk = 9m Digunakan profil IWF 150 x 75 x 5 x 7 .381 λs2 = 2.75 kgm σ = 4.75 + = 1548. Batang tekan ( Batang 9) N = -6654.1234 kgcm 4351.203 kg/cm2 < 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .85 88.OK 17. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .7 x 2400 147.07655 = 333.75 x 1600 kg/cm2 + 28 425..15 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N M + A W ≤ σ ijin di mana M = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 14 x 92 = 141.8 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.15 6654.016 0.04 141.37 ¾ Check tegangan : N + M W Fnt di mana M = P x ∆e σ = M = 4351.14 1) Angka kelangsingan : Lk 900 = 147.11 λ = λg = π λs = E = 3.7 σ l 2.14 0.3 λ = 1.5 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….322 = 4.203 kg/cm < 1200 kg/cm2 …………………….1 x 10 6 = 111.71 x 0.

14 kg 2 6) Berat trotoar = 0.13 kg 2 4) Ikatan angin atas = ( 1 6.28 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 566.1 kg 2 5) Ikatan angin bawah = ( 10.6 kg/m ) 1 2 2 = 318.5 kg/m + 9 m x 29.28 kg = 283.5 kg/m ) 1 = 566.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .52 kg 2 2 b) Joint 11 = joint 19 = ( 1 5 m + 2 x 1 6.41 m ) 283 kg/m = 3229.6.53 kg 2 2 c) Joint 2 = joint 3 = joint 4 = joint 5 = joint 6 = joint 7 = joint 8 = joint 9 = joint 12 = joint 13 = joint 14 = joint 15 = joint 16 = joint 17 = joint 18 = ( 2 x 1 5 m + 2 x 1 6.38 Perhitungan Rangka Induk a.19 kg = 159.9 kg = 43.5 m + 1 .5 kg 2 3) Berat gelagar memanjang = 1 5 x 5 m x 79.41 m ) 283 kg/m = 2521.2 m x 9 m x 5 m x 2500 kg/m3 x 1 = 11250 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 11250 kg = 5625 kg 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.03 kg 2 2 2) Berat gelagar melintang = 1 x 9 m x 241 kg/m = 1084. Beban mati 1) Berat rangka induk → menggunakan IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 a) Joint 1 = joint 10 = ( 1 .25 kg = 498.727 m x 27.41 m ) 283 kg/m = 1614.25 m x 5 m x 1 m x 2200 kg/m3 = 2750 kg Untuk buhul tepi = 1 2750 kg = 1375 kg 2 7) Berat sandaran = 2 x 5 m x 8. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.79 kg/m = 87.9 kg Untuk buhul tepi = 1 87.7 kg/m = 996. ( L2A098005 ) .95 kg 2 8) Berat pelat beton = 0.296 m x 2 x 27.19 kg Untuk buhul tepi = 1 318.25 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 996.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 + 2521.03 = 3547.5 + 437.52 + 2169 + 498.5 kg 2 10) Berat air hujan = 0.22 kg W4 = 159.V .39 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 9) Berat aspal = 0.19 + 3229.63 kg → Beban yang bekerja pada buhul bawah : W1 = 3229.05 m x 7 m x 5 m x 2200 kg/m3 x 1 = 1925 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 x 1925 kg = 962. ( L2A098005 ) .95 + 5625 + 962.05 m x 7 m x 5 m x 1000 kg/m3 x 1 = 875 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 875 kg = 437.5 = 11924.28 + 2750 + 87.24 kg W4 W3 W3 12 11 W3 W3 14 13 15 17 16 W4 W3 W3 W3 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 W2 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 10 W2 Gambar 5.5 +996.14 +1375 + 43.53 = 2680.30 Pola Pembebanan pada Rangka Induk Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9 + 11250 + 1925 + 875 = 22763.25 + 566.5 kg 2 → Beban yang bekerja pada buhul atas : W3 = 318.96 kg W2 = 1614.03 + 1084.13 + 283.

Beban terpusat 12 x 5.7062 + q x 5 x 0.50 x 2 = 0.21 2.75 m = 50% x 12 x 0. Trotoar = 60% x 0. ( L2A098005 ) . S2 = S8 1 1 35 x 0. S1 = S9 = P x 0.75 x 2 x 1. Beban terbagi rata q = 0. Jalur 0.5 x 33 Gaya Batang akibat Beban Hidup / Garis Pengaruh a.75 = 3.5 2.5 m = 1.3766 + q x 1 45 x 0.75 m = 50% x = 0.925 x 0.925 x 5.7062 2 = P x 0.525 t/m = 4.5 x 1.5 ton 1. Jalur 5.75 Total beban terbagi rata untuk 2 rangka 2.3766 2 = 24749.21 2.5 x 4.375 b.96 ton = 33 ton = 2.9887 + q x Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3766 2 = 16500 x 0.600 t/m b. Beban terpusat P = 0.04 ton = 3.225 2 2 1 + q x 5 x 0.75 Total beban terpusat untuk 2 rangka Pembebanan untuk satu rangka : a.9887 + q x 5 x 0.5 m = b.375 t/m = 29.75 a.5 x 1 45 x 0. Jalur 0.85 t/m c.68 kg (tarik) b.1875 t/m = 16.3766 + 2187. Beban hidup Distribusi pembebanan : 1.75 x 2 2. Beban terbagi rata a.40 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.V . Jalur 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

22 2 = 16500 x 1.2825 2 2 1 + 2187.22 + 2187.19 + q x 5 x1.65 + 2187. ( L2A098005 ) .55 2 1 25 x 1.5 x = 97257.5 x 10 x 1.19 2 2 1 + 2187.5 x 5 x 1.875 kg ( tarik ) f.69 + q x 1 (45 + 5) x 1.62 + 2187.5 x 5 x 0.65 + q x 5 x 1.65 + q x + qx 1 1 25 x 1.24 kg ( tarik ) = 16500 x 0.7062 2 = 67293.7533 ) 2 = 16500 ( -0.5 x 1 x 50 x 1.5 x 5 x 0.49505.5 x x 15 x 1.9887 + 2187.5 x c.5 x 5 x 0.5 x 1 x 45 ( -0.7533 ) + 2187.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .69 2 = 16500 x 1.5 x e.5 x 5 x 0.55 2 1 1 + 2187.7533 ) 2 = .1 2 2 1 15 x 1.875 kg ( tarik ) = 16500 x 1.41 1 1 35 x 0. S3 = S7 = P x 1.41 + q x +qx 1 1 30 x 1.7062 + 2187.5 x 5 x 1.7533 ) + q x 1 45 ( -0. S4 = S6 = P x 1.41 + 2187.69 + 2187.1875 kg ( tarik ) d.55 2 2 = 114776.55 + q x 5 x 0.41 + 2187.41 + q x 5 x 0.69 2 = 120306.22 2 1 1 30 x 1.22 2 2 1 10 x 1.9887 + 2187.5 x 5 x 0. S28 = S35 = P x ( -0.1 + 2187. S5 = P x 1.93 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

( L2A098005 ) .14 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.69 ) + 2187.32 ) 2 = .69 ) + q x 1 45 x ( -1.625 x 0.2413 + q x 1 11.375 ( -0.375 ( -0.S26 = P ( -0.69 ) 2 = .32 ) + q x 1 45 ( -1.9654 ) + 2187.1207 2 = 16500 x 0.25 kg ( tekan ) j.50315.5 x 1 5.8447 ) + q x 1 39.86748. S30 i.88 ) + 2187.S22 = P x 0.2413 + 2187.57 kg ( tarik ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 x 1 11.2413 2 = 6950.25 x 0.9654 ) 2 = 16500 ( -0.1207 2 = 2734.8447 ) 2 = 16500 ( -0.9654 ) + q x 1 45 ( -0.5 x 1 45 ( -0.69 ) 2 = 16500 ( -1.2413 2 = 16500 x 0.63444.1207 + 2187. S31 V .75 kg ( tekan ) = S33 = P ( -1.25 x 0.88 ) + q x 1 45 ( -1.8447 ) 2 = . S12 1) = S25 = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.625 x 0. S29 h.123551.32 ) 2 = 16500 ( -1.5 x 1 45 ( -1.5 x 1 45 ( -1.S24 = P x 0.S15 = .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ g.88 ) 2 = .42 = S34 = P ( -1.74 kg ( tekan ) l.9654 ) 2 = .5 1 45 ( -1. S10 = S27 = .5 x 1 39.1207 + q x 1 5.S13 = .88 ) 2 = 16500 ( -1.S11 = .32 ) + 2187. S14 1) = S23 = .88 kg ( tekan ) k.111064.8447 ) + 2187.69 kg ( tekan ) = S32 = P ( -1.

6034 ) 2 = 16500 ( -0.72 kg ( tekan ) n.38671.4827 ) + q x 1 22.5 x 0.28517.362 2 = 12654.75 ( -0.5 x 1 28.5 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.724 ) + q x 1 33.724 ) + 2187.4827 ) 2 = .4827 2 = 19843.4827 ) 2 = 16500 ( -0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 2) V .5 x 0.4827 + 2187.5 ( -0.75 ( -0.4827 2 = 16500 x 0.362 + q x 1 16.362 + 2187.875 x 0.S19 1) = P x 0.4827 + q x 1 22. ( L2A098005 ) .5 x 1 22.19843.125 ( -0.724 ) 2 = .78 kg ( tekan ) m.875 x 0.S20 = P x 0.5 x 1 16.4827 ) + 2187. S16 1) = S21 = .6034 ) + 2187.125 ( -0.6034 ) + q x 1 28.6034 ) 2 = .724 ) 2 = 16500 ( -0.5 ( -0.S17 = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.43 = P x ( -0.44 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.362 2 = 16500 x 0. S18 = .5 x 1 22.5 x 1 33.

75 55100.5 19843.37 S18 -1921.495 278512.61 -137748.92 S14 -58928.89 24749.45 196090.76 120306.66 -51978.45 73451.14 50315.75 48135.85 7826.66 7826.19 S17 26582.24 S9 44229.38 0 Batang Beban Mati Beban Hidup Total (Maximum) S1 44229.09 -21764.44 -28517. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 -97600.93 -17770.66 4472.94 11180.44 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Rekapitulasi Gaya Batang Tabel 5.83 333514.89 24749.91 17922.78 133905.73 192736.79 97257.85 10062.64 283105.74 6950.5 -19843.89 196090.09 17922.79 92663.78 -6950.78 12654.49 80855.83 67293.08 276275.14 -50315.68 S2 120970.94 11180.41 S19 -1921.73 280869.74 -2734.V .83 67293.24 S3 175785.75 S13 83589.57 -38671.1 Rekapitulasi Gaya Batang ( Kg ) Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah 0 4472.91 -17770.09 -21764.38 4472.38 7826.875 S7 175785.19 S4 208674.44 28517.19 -63444.77 114776.95 68979.575 351125.5 -84698.68 S10 -115658.5 -19843.75 -58942.77 114776.875 S5 219637.44 S8 120970.91 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.585 351125.85 11180.58 S12 -87432.38 4472.57 38671.875 S6 208674.15 S16 -30425.585 333514.70 63444.88 68979.66 7826.57 -179103.88 175538.58 93757.95 192736.72 -12654. ( L2A098005 ) .94 11180.575 334632.41 2734.97 S15 55086.94 10062.495 334632.57 73451.72 19843.66 10062.85 10062.07 S11 112093.

93 55100.66 -84698.85 -49505.14 50315.69 S30 -196654.6 0 0 Total (Maximum) -136848.88 13927.6 5545.61 -137748.04 -86748.4 -97600.03 -5545.78 -335137.6 -3234.93 -51978.58 93757. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.72 -6950.58 S27 -115658.09 -17770.69 S31 -218517.97 S24 83589.6 -3234.04 -86748.33 -302174.25 S32 -218517.75 80855.72 12654.75 S26 112093.78 -2734.69 S34 -152930.03 6931.74 2734.33 -136848.57 38671.88 -179103.29 -6931.84 -111064.56 -236444.78 133905.78 -302174.84 -111064.85 -49505.91 48135.29 5545.13 -242913.78 -236444.2 -348999.14 -50315.07 S28 -87342.03 3234.03 -5545.19 -63444.93 0 0 3234.45 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah Batang Beban Mati Beban Hidup S20 26582.44 -28517.78 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .44 28517. ( L2A098005 ) .37 S21 -30425.78 6950.25 S33 -196654.29 6931.57 -38671.75 -58942.74 63444.70 -12654.49 175538.29 -6931.24 -123551.2 -348999.69 S35 -87342.56 -335137.5 -313264.19 S22 55086.92 S25 -87432.15 S23 -58928.24 -123551.13 -242913.5 -313264.93 S29 -152930.

( L2A098005 ) .2 cm t2 = 35 mm iy = 10. Batang bawah ( tarik ) P max σ = σ = 351125.7 < 0.V .7 cm2 wy = 1930 cm3 a.4 cm r = 22 mm wx = 5570 cm3 F = 360.2 kg/cm2 = 0.46 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Gelagar Induk Dipakai profil IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 t2 h t1 b Gambar 5.575 P = 1145.31 Penampang Profil Gelagar Induk h = 428 mm Ix = 119000 cm4 b = 407 mm Iy = 39400 cm4 ti = 20 mm ix = 18.85 x 360.85F 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.575 kg 351125.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

216 1.1 x 10 6 = 111. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.1 x 10 6 = 111.78 = 1176.56 λg 111.593 − 0.41 = = 1.183 < λs < 1 → ω = 1.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .593 − λs 1.016 0.593 − 0. ( L2A098005 ) .OK 360.08 = 0.016 0.7 σ l 2.183 < λs < 1 → ω = 1.016 0.016 0.78 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….78 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 500 = 48. Batang atas ( tekan ) P max = 348999.4 λ = λg = π λs = E = 3.7 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..365 1.41 1.433 λg 111.07 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 641 = 61.08 i min 10.47 b.365 179103.63 = 0.41 = = 1.216 348999.7 c.14 0.55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….4 λ = λg = π λs = E = 3.7 σ l 2.OK 360.41 1.7 x 2400 λ = 48.14 0..7 x 2400 λ = 61.593 − λs 1.56 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.433 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.63 i min 10. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.07 = 677.

2 x 360. Batang bawah ( tarik ) P max = 351125.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . Departemen Pekerjaan Umum Bab XII tentang bahaya lipat : “Ukuran – ukuran suatu profil harus memenuhi syarat – syarat tertentu untuk menghindari bahaya lipat “ a.8 = 21.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0. ( L2A098005 ) .54 kg/cm2 0.13 N tb Aσ 351125.85 x 360.7 x 2400 h = 42..OK σ Kontrol Rangka Induk terhadap Bahaya Lipat Menurut Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung 1987.63 ≤ 20 ……….575 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.OK 3.4 ≤ 39.866 ……….75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 ……….2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 ..5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.7 = 11.575 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.85F 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.727 Aσ 360.48 d.58 P = = 572.58 kg 175538.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.OK tb 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.2 A σl = 0.7 σ = < 0.

7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.OK tb 2 c.07 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.8 = 21.OK 3.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.7 = 11.63 ≤ 20 ………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.13 N tb Aσ 348999.2 x 360.7 x 2400 h = 42.78 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.4 ≤ 39.63 ≤ 20 ……….2 A σl = 0.2 x 360.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .759 ……….2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .OK 3. ( L2A098005 ) ..7 = 11.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.49 b. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103. Batang atas ( tekan ) P max = 348999.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.759 Aσ 360.78 45 – 13 N = 45 – 13 = 39..2 A σl = 0.

7 = 11.50 Karena 0 < N ≤ 0.8 = 21.63 ≤ 20 ……….6 Perhitungan Sambungan Sambungan antar gelagar induk pada jembatan merupakan sambungan irisan 1.625 360.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 70 – 135 179103.07 = 42.OK 3.2 A σl = 0.667 > 0. Direncanakan menggunakan : Baut → diameter d = 30 mm Pelat → ketebalan δ = 20 mm δ = 20 = 0. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.8 = 21.069………OK tb 2 d.7 x 2400 h = 42.58 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.58 70 – 135 = 42.2 x 360.7 x 2400 h = 42. ( L2A098005 ) .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.628 → pengaruh geser d 30 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 ≤ 42.625………OK tb 2 5.4 ≤ 42..7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Karena 0 < N ≤ 0.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 175538.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.2.069 360.

183891 6 3.705557 10 7.83 196090.07 175538.20339 4 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.49 133905.09 -58942.06117 6 9.06117 6 12 10.61614 8 7.8419 4.046493 4 3.73 73451.20339 4 3.V .8419 16 15. ( L2A098005 ) .585 351125.73 283105.8 x 1600 x 1 3.09 -21764.58 -137748.14 x 3 2 2 RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 Tabel 5.91 -21764.95 196090.8 σ ijin x 2 x 1 π d 2 4 P = 18086.585 283105.39636 6 5.90264 10 9.4 P = 0.91 55100.25896 4 3.5019 16 15.653 20 18.575 334632.93 -58942.2 Perhitungan jumlah baut Batang Gaya Batang ( P ) S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 73451.75 93757.25896 4 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.046493 4 1.91 55100.95 -179103.66 -97600.83 334632.4138 20 18.91 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 4.653 12 10.5019 20 19.51 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Jumlah baut untuk 1 sisi pelat sambungan : n gsr n gsr P = 0.403666 8 5.

56639 8 13.4307 14 17. ( L2A098005 ) .5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4307 14 7.V .78 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 5.33 -136848.2963 20 19.39636 6 7.56 -242913.38° 2.403666 8 7.90264 10 7.2963 20 17. Buhul 11 d.4 → α = 67.78 -348999. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.58 -179103.78 -313264. Buhul 5 c.93 -97600.56639 8 Kontrol Pelat Buhul pada Pelat Induk Kontrol pelat buhul pada rangka induk dilakukan untuk mengetahui bahwa dimensi pelat yang digunakan cukup aman akibat beban.66 -137748.56 -348999.33 -313264. Buhul 14 6 Tg α = = 2. Kontrol pelat buhul cukup diwakili oleh buhul / joint yang mengalami momen dan geser maksimum.49 175538. Buhul 1 b.61614 8 9.3204 18 13.75 133905.705557 10 9.07 -136848.52 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Batang Gaya Batang ( P ) S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34 S35 93757. R ANGKA INDU K 11 6m 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 5m 45 m Kontrol terhadap pelat buhul diwakili oleh buhul / joint : a.78 -242913.3204 18 19.183891 6 5.

1 N = 73451.481 = 540668.6 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 68885.91 kg.62 cm.1 x 53.95 x 20.5) = 165325.07 ( 2.69 cm3.V .5) = 4566. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 12.796 x 59. 7 8 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 1 0 BAUT Ø30 MM 5 8 14.4 × 112] = 58. H −Y 120 − 58.32 Detail buhul 1 Potongan 1 . ( L2A098005 ) .07 ( 6 / 6. D = 179103. ∆I = 2 x 2 x 3.4 cm2.382 ∆I = 35331.12 kg.6 cm2.95 – 179103.5 × 120) − [12.62 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 + 73451. Y= (480 × 0.5 / 6.481 cm4.519 In = = 8808.519 cm4.223 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.7 8 5 6 10 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM Gambar 5.4 = 467. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.53 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 1 8 24. 467. Wa = 540668.303 = 5583111. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 35331.1 = 12. Alubang = 2 x 2 x 1 x 3.

..56 = 530.5) = 4566.....47 cm4.6= 290...1 = 49..519 = = 605....91 = = 353.6 cm2..5) = 165325........ OK Wa 8808.. OK An 467..5 × 85) − [2 × 2 × 3...5 / 6....3 cm4.54 = 9223.172 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...47 = 167079. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1722 ) ∆I = 37628.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 540668..58 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).33 kg/cm2 ≤ σijin ...69 σb = M 540668. Anetto = Abrutto – Alubang = 340 – 49.34 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).4 cm2.....1 x ( 40..519 = Y 58.. ( L2A098005 ) .....765+ 633..6 σa = M 540668.49 = 1734269 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 853 = 204708...519 = = 633.11 σmaks = σn + σa = 9.765 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..1722 + 20.12 N = = 9... Abrutto = 2 x 2 x 85 = 340 cm2.....12 kg.34 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2). 290..93 In = = 4303.096 cm3. ∆I = 2 x 2 x 3.1722 + 30.4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325.. OK 633... Wa = 167079..93 cm4..172 cm. Y= (340 × 0.07 ( 6 / 6. OK Wb 9223..1(6 + 16 + 26 + 36)] = 46..818 2 + 3 × 353.07 ( 2....818 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...95 – 179103.... Inetto = Ibrutto – ∆I = 204708..91 kg.....818 = 643....56 kg/cm2 An 467. H − Y 85 − 46.1722 + 10. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = Potongan 2 – 2 N = 179103..3 – 37628.......6 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 353... D = 73451..91 x 10.. OK D 165325. σn = 4566......62 V .... Alubang = 2 x 2 x 4 x 3....56 2 = 881.11 cm3..

..4 σa = 1734269 M = = 403...3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).V .... 7 8 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM IWF 400X400X20X35-283 10 10 10 PELAT BUHUL t=20 MM 5 8 14.... OK An 290...........627 OK σmaks = σn + σb = 569...93 = = 3618.. 7 IWF 400X400X20X35-283 8 8 24. = OK OK Buhul 5 PELAT BUHUL t = 20 MM 8 24.......72 = 23..03 kg/cm2 ≤ σijin ....096 OK σb = 1734269 M = = 479.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...56 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..172 σn = N 165325.....7 8 5 5 8 14....... ( L2A098005 ) . Wa 4030..33 Detail buhul 5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S....26 2 + 3 × 15.......... OK τr = D 4566.4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 15.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....26 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).7 8 5 6 6 1 0 10 PELAT BUHUL t=20 MM 10 6 6 PELAT BUHUL t = 20 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 Gambar 5.3 + 479.. σi = 2 σ b + 3τ r 2 479. Wb 3618.....72 kg/cm2 An 290.....58 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..627 cm3.......114 = = 15..72 2 = 480. Y 46....91 = = 569....26 = 1048........55 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 167079....

..5 In = = 8754........ D = 55100..5) = 50861. Wa = 514356.....751 = 862475. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.. H − Y 120 − 61.864 = 172.62 kg.613 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..752 ) ∆I = 61643....5 = = 8397.V ..1 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37...09 ( 2....85 cm3.6+ 102.. Y 61......7 = 113. Wa 8754....8 OK σa = M 862475..2 cm2... Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).... Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2...1 N = 351125.25 σn = 4699...0044 kg/cm2 ≤ σijin ..85 OK σb = M 862475..... τr = OK D = 442.864 2 = 222....575 x 41.852 + 33. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.34 x 8.1(5 + 35...8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 351125.5 cm4.8 cm3.4 + 95)] = 61...8 = 114....... ∆I = 2 x 2 x 3......1 x ( 56..7 2 + 3 × 114..05 . OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 102.....1 = = 102.585 x 41..25 cm. Y= (480 × 0.. Wb 8397.1 = = 98..864 kg/cm2 An τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).46 = 514356..8 OK σmaks = σn + σb = 10.09 ( 6 / 6.5) = 4699....05 – 21192.. 442.585 – 55100.352 N = = 10.5 / 6...334632...514 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1 = 37.56 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 ..352 kg.46 cm4.252 + 25.. ( L2A098005 ) .. An 442.5 × 85) − [2 × 2 × 3.575 – 334632......25 Wb = In 514356.8 cm2.2 = 442..

1 = 124 cm2...............1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4. ∆I = 2 x 2 x 3.94 = 40.. H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.3 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4..57 Potongan 2 – 2 N = 55100. OK An 476 σa = 449362....333 + 50861..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .91 ( 6 / 6....... Alubang = 2 x 2 x 10 x 3.1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 Y = 75 cm.... Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2.68 OK σb = 449362.998 2 + 3 × 26.......94 2 = 62. OK 41....5 / 6......94 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 26.. Wa = 802476 In = = 10699......94 = = 64.998 = 106..09 ( 2.41 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). Y 75 σn = N 30770..643 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5 / 6... Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2.. Wa 10699.5) ..333 = 449362...91 ( 2. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4.5 × 150) − [2 × 2 × 3. ( L2A098005 ) .69 x 6. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..68 cm3.... OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...3 M = = 41..645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....3 M = = 41.. Wb 10699...68 cm3.......221 = = 26... Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 20090.78 kg/cm2 ≤ σijin ...5) = 30770.. D = 55100.21764.62 x 6.998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......68 OK σmaks = σn + σa = 64.221 kg.5) = 12821.. Y= (600 × 0...94 kg..09 ( 6 / 6.645 + 41.. OK τr = D 12821..5) + 21764.....

212 cm. Abrutto = 2 x 2 x 130 = 520 cm2.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 136848.6 + 125)] = 63.58( 2.6 kg.8 cm2.34 Detail buhul 11 Potongan 1 .81 cm3.5 / 6.7 8 8 24 .5 ) = 69333.1 = 37.2 = 482.V .33 cm4.1(45 + 94. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.75 cm4. Anetto = Abrutto – Alubang = 520 – 37. D = 175538.7 8 5 6 BAUT Ø30 MM 10 12 12 0 6 1 12 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM 8 24 . H − Y 130 − 63.2 cm2.58 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 11 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 6 12 12 12 12 12 5 8 14.7 8 PELAT BUHUL t= 20 MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=30 MM Gambar 5.33 – 63668.75 = 668664.79 = 9196734 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1303 = 732333.5) = 162035.3872 + 61. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Wa = 668664.84 x 41. Y= (520 × 0.1 N = 136848. ∆I = 2 x 2 x 3.58 ( 6 / 6.5 × 130) − [2 × 2 × 3.8 – 175538.7872 ) ∆I = 63668.58 In = = 10011.59 + 67514. ( L2A098005 ) . 482.94 kg.2122 + 31.8 x 46.58 cm4.212 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 x ( 18. Inetto = Ibrutto – ∆I = 732333.

492 ) ∆I = 100031..51 = 2107883 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4. σn = 69333. ∆I = 2 x 2 x 3..59 2 + 3 × 335..06 OK σmaks = σn + σa = 143. D = 67514. Y= (480 × 0...5 kg.94 N = = 143.494 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 668664....21 – 162035.. 430..5 cm4..... OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 918.5 = 475968.5 × 120) − [2 × 2 × 3.. H − Y 120 − 64..59 = 1062.42 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..... OK An 482.212 V ..1 x ( 58.....4 cm2..6 cm2...147 cm3....64 kg.91 x 15...1 = 49.... OK Potongan 2 – 2 N = 175538...81 OK σb = M 9196734 = = 869.. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 49..58 = Y 63...5 cm4.6= 430..... Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 100031.425 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2). Alubang = 2 x 2 x 4 x 3..06 cm3...494 cm. ( L2A098005 ) .... OK D 162035.492 + 38.492 + 48...4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325.616 kg/cm2 An 482...6 x 2.... Wa = 475968...6 = = 335... Wa 10011...8 = 136400.492 + 28.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2...1(6 + 16 + 26 + 36)] = 64....8 σa = M 9196734 = = 918...07 kg/cm2 ≤ σijin .....84 + 68885...5 In = = 8575..5) = 162035..616 2 = 1087.58 ( 6 / 6.59 = 10578...... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..8 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 335.608 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..608+ 918. Wb 10578..59 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).198 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).616 = 503..

Y 64.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...7 8 5 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM BAUT Ø30MM 8 24........... 8 BAUT Ø30MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM Gambar 5................994 OK σmaks = σn + σb = 7...6 = = 316... OK Buhul 14 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 10 6 1 0 1 0 0 61 10 10 6 5 8 14...35 Detail buhul 14 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..62 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. 7 8 8 7 24.V ...7 8 5 6 10 10 10 10 6 5 8 14.266 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....994 cm3. Wa 8575.. ( L2A098005 ) ..645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5 = = 7379..78 kg/cm2 ≤ σijin ..62 = 293. OK An 430.............494 σn = N 3290......81 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..916 kg/cm2 An 430...... Wb 7379...374 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2). OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 285...... OK τr = D 136400..4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 316.....645 + 285.....298 = = 7...916 = 475.......60 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 475968.62 2 + 3 × 316..4 σa = 2107883 M = = 245.916 2 = 618.147 OK σb = 2107883 M = = 285...

8 – 313264...5 = = 8397.46 = 514356....5 In = = 8754.252 + 25. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3...46 cm4..34 x 8..864 = 172...8 x 41.... Y 61....296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).23 kg/cm2 ≤ σijin ...752 ) ∆I = 61643.1(5 + 35......76 2 + 3 × 114....8 OK σmaks = σn + σb = 32..5 / 6.25 σn = N 14542..2 cm2.09 ( 2.... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37..25 Wb = In 514356.61 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 ..05 + 21192.....2 = 442.....OK An 442...5 × 85) − [2 × 2 × 3..5) = 50861...313264.5) = 14542. D = 55100..852 + 33.25 cm.... Wb 8397...864 2 = 274..8 cm2..5 cm4... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.....76 = 229. Wa 8754. Y= (480 × 0.735 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).8 cm3..8 σa = M 1652349 = = 188.88 = = 32.4 + 95)] = 61...6 – 55100..8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 348999... ( L2A098005 ) .62 = = 114.1 N = 348999..05 ...4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2..751 = 1652349 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.864 kg/cm2 An 430..62 kg.. OK τr = D 50861.88 kg..1 = 37.......V .85 OK σb = M 1652349 = = 196. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643..603 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. 442.. Wa = 514356..09 ( 6 / 6..85 cm3.843+ 196.843 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..1 x ( 56..6 x 41.... ∆I = 2 x 2 x 3... H − Y 120 − 61.76 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).... OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 196.

1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 = 75 cm..15 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 92..68 cm3.. σi = OK 2 σ b + 3τ r 2 = 62...4 = = 62.34 = = 92....... H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.5 / 6.45 + 62... τr = D 43862...68 OK σb = M 666709........09 ( 6 / 6.1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4... Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2.22 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)... Wa 10699......V ...62 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 2 – 2 N = 58942.3112 + 3 × 92.09 ( 2.62 x 6.68 cm3..311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. OK An 476 σa = M 666709..338 kg/cm2 ≤ σijin ...148 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....84 x 6.55100.. OK OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S........311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......333 = 666709. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2.1 = 124 cm2. Wb 10699.55100.....91 ( 6 / 6.5) . ( L2A098005 ) .5) = 3547.. Wa = 802476 In = = 10699.. Alubang = 2 x 2 x 10 x 3.. Y= (600 × 0..... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5) = 12821.. Y 75 σn = N 3547....68 OK σmaks = σn + σa = 7.......218 kg...91 ( 2..452 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....... ∆I = 2 x 2 x 3.15 2 = 171. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4...218 = = 7.5 / 6. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 54408. D = 58942...311= 69.221 kg.4 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4.5 × 150) − [2 × 2 × 3.....5) .4 = = 62.333 + 50861.....15 = 138.

Spesifikasi : • Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat. • Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam yang disusun secara lapis berlapis.1 Kateristik Elastomer a.63 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. Indonesia “.2 TRB. • Merupakan satu kesatuan yang saling melekat kuat.3 TRB. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V . baik yang vertikal maupun horisontal.1 TRB. Ukuran : • Ukuran elastomer yang digunakan disesuaikan dengan buku “ Standart Steel Bridging For Indonesia.8.4 480 x 300 x 87 480 x 380 x 101 350 x 280 x 97 350 x 280 x 137 2425 3600 540 540 Sumber : Standar Steel Bridging For Indonesia. diproses dengan tekanan tinggi.1. Pemasangan : • Bantalan atau perletakan elastomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. b. c.2. sehingga kepala jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan. Trans – Bakrie. • Lempengan logam yang paling luar dan ujung-ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak berkarat.5. Indonesia Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) . PT. PT. • Bantalan atau perletakan elastomer juga disebut bantalan Neoprene yang dibuat dari karet sinthetis. Tabel.3 Ukuran dan Kapasitas Elastomer Tipe Bearing Ukuran ( mm ) Load ( KN ) TRB. • Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk meredam getaran. Trans – Bakrie.7 Perencanaan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan digunakan Elastomer memiliki karakteristik sebagai berikut : 5.

750.16 = 8.1. Beban Vertikal ¾ Beban mati = 118.045 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.571.2 Beban Yang Bekerja Pada Elastomer a.632.14 = 16. Beban Horisontal ¾ Gempa = 118.875 = 45.076 x 0.061 + 12.750 kg o Hidup = 150 x 45/2 x 2 = 6.969 ton = 195. ( L2A098005 ) . ukuran 480 x 300 x 87 dengan beban batas 2425 KN b.152 x 0.875 kg Digunakan seismic buffer tipe TRB.076 ton ¾ Beban hidup = Total 76.076 x 0.64 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.V .45 x 45/2 = 1.8.061 ton 6 .= 4.892 Total ton = 35.3.531 ton ¾ Gaya gesek = 118.303.875kg Beban Total = 33. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.518.3 dengan beban maksimal 540 KN ( 54 ton ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.571.423 ton Digunakan Elastomer tipe TRB. ukuran 350 x 280 x 97 dengan beban batas 540 KN ¾ Seismic Buffer ( arah melintang ) Pembebanan : • Beban gempa • Beban Angin : : 236.000 kg 12.125 kg 2 x2 o Rangka = 150 x 50% x ( 30% + 15% ) x ( 45 + 40 ) x o Trotoar = 150 x 0.14 = 33.1.

875 x 20 2 Mluar = Ti x Mdalam Y1 ⎞ ⎛ = 2 x ⎜ Y .1 H.886 kg V = R = Ti 4 H 2 +V 2 = = = 912.V .997 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .36 Gaya pada Seismic Buffer • Kontrol Tegangan Baut C = 45.2875 2 = 4.657.3 ) Baut Ø.25 Gambar 5.875 10 8296.2875 kg = 9468.65 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kontrol Tegangan : 70 110 110 110 110 70 20 cm H H.563.296.baut = 8.632.H + .593.886 2 + 4563. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 H Baut Ø.657.H .1 Y Y.632.5 kg cm 11 ⎞ ⎛ xHx11⎟ = 55H = 2 x ⎜ 22 xH + 22 ⎝ ⎠ 45.5 H = 16.16 Seismic Buffer 350 x 280 x 97 ( TRB.Y ⎟ Y ⎝ ⎠ Mdalam = Mluar 55 H = 912.773 kg untuk 2 baut H1.

216 2 = 2051. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.296. σ = 2080 kg/cm2 = 1691.30 .085 kg/cm2 o Tegangan Tarik : σ tarik = H A o Kombinasi tegangan tarik dan geser akibat beban sementara : σ 1 = σ tarik 2 + 1.τ 2 < 1.5 = 2367.216 kg/cm2 = 8.56 × 930.6 × 2.25 × π × 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. secara detail akan disajikan dalam sub-sub bab sesuai dengan jenis elemennya.25 × π × 2.V . ( L2A098005 ) .886 0.2875 0.997 1.25 kg/cm2 < 2400 kg/cm2 PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama konstruksi bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah.47 kg/cm2 < 2080 kg/cm2 o Tegangan Tumpu : σ tumpu = 5.3 R A = 9468.5 2 = 1691.085 2 + 1.66 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tegangan Baut : o Tegangan Geser : τ = V A = 4.5 2 = 930.56.563. Perhitungan konstruksi bawah meliputi : ¾ Perhitungan abutment ¾ Perhitungan pondasi sumuran Perencanaan elemen-elemen struktural pembentuk konstruksi bangunan bawah jembatan.

V . Gaya akibat gempa. Beban mati dan beban hidup. Gaya horisontal akibat rem dan traksi.0 m 100 85 100 100 115 Gambar. 2.1 Perencanaan Abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65. ( L2A098005 ) . 4.67 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.5 50 115.1. Gaya akibat berat tanah vertikal. 7.5.1 Pembebanan pada Abutment Abutment direncanakan untuk menyalurkan beban struktur atas ke dalam tanah. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. 5. Gaya geser tumpuan dengan rangka baja. Gaya akibat berat sendiri abutment.3.37 Dimensi rencana abutment 5. perlu diperhatikan : 1. 6. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11. 3. Di dalam pembebanan abutment. Gaya akibat tekanan tanah aktif.3.

000 Y m 6.000 -1.440 0.800 0.119 0.034 -0.306 3.500 A.613 1.360 0.900 23.276 0.200 0.5.150 1.506 4.430 -0.350 4.859 88.299 -0.V .328 4.784 1.031 3.211 A.100 0.5 532.905 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.345 0.038 0.220 0.500 232. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.850 0.150 -0. ( L2A098005 ) .438 9.081 0.4 Perhitungan titik berat abutment No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total A m^2 0.680 -0.830 -0.758 82.420 -0.220 2.213 -0.101 0.013 -0.X m^3 -0.095 0.020 -0.68 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Vertikal A.085 -0.730 0.030 5.38 Perhitungan titik berat abutment Tabel.930 0.190 1.300 0.791 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.461 W=δ.125 0.500 19.Y m^3 0.126 0.900 1.8 9 80 435 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 93 475 50 110 115 G 0 73 Gambar.480 -0.132 9.750 4.A.050 0.375 0.128 0.100 1.375 2.024 0.360 -0.400 4.000 8.738 1.5.140 0.250 3.664 X m -0.045 -0.173 3.000 8.048 0.250 -0.820 5.L ton 2.573 0.918 4.280 0.150 -0.480 0.

143 m ∑ A 8.00 m O Gambar.791 = 2.5.40 Beban hidup pada abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 m O Gambar.339 m = ∑ A 8. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .461 xa = ya B.h Panjang 11.69 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = . Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.1.V .39 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236. Beban hidup P.152 ton X=0 C.211 = −0.5.461 ∑ A * Y = 19.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.925 + × 0.4375 + 33 + 22.75 ⎠ ⎝ 2.2 – [ (1.5 =⎜ × 12 + × 12 × 0.V .925 ⎟ × 45 = 196.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.75 ⎝ 2.2 108 122 O 88 γ2 = 1.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 130 95 470 4 1 γ1 2 = 1.875 ton / 2 = 98.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.41 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.700 t/m3 C1 = 0 kg/cm2 3 485.5 × 1.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.5 ⎛ 5.875 ton 2.9375 ton Xc = 0 D.75 Beban hidup pada Trotoar : = 0.2 – [ (1.925 t/m 1.473 t/m3 C2 = 0 kg/cm2 112 Gambar.50 x 1.5 Lengan terhadap titik O = 153.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.5.21 = 33 ton 2.50 ⎞ ⎛ 5.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.5 120 5 6 464.21 = 12 ton 1. ( L2A098005 ) .70 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ À Beban merata q = 2.3 420 275 140.5 ⎟ × 1.

844 1.642 0.120 4.300 -0.L ton 0.128 0.838 0.620 xa = ya ” Beban Horisontal A.42 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) c = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) = 0.V .835 -0.688 = −1.Y m^3 -0.05 x 125.404 -0.192 -2.153 0.200 A.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = . ( L2A098005 ) .155 -1.853 4.208 -3.A.00 m O Gambar.156 0.008 = 3.738 8.696 X m Y m -1.28 ton Yc = 7.02 m ∑ A 3.950 -1.3.194 3.173 12.5 615.688 12.71 Lengan gaya terhadap titik O = 6.200 1.851 5. Gaya rem dan traksi XC 180 795.5.620 ∑ A * Y = 12.5 Panjang 11.005 3.750 5.384 3.X m^3 A.787 39. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5.200 2.295 -0.547 2.203 2.250 1.125 0.71 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.008 3 γ 1= 1.955 m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.116 0.220 1.620 69.350 0.080 -1.235 3.317 m = ∑ A 3.5 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.

4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.333 = 11.139 = 13.88) : 13.234 x 1.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.2 1.V .70 = 1.6552 x 0.5 x 1.70 t/m3 5.374 = 2.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0. ( L2A098005 ) .70 x 5.72 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ B.5 x γ.655 Pa.1 2. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.02 x 0.43 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.825 1 = 1.234 P.pa = 2.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.85 1.1H1 = 1.00 m O 0.60 x 1.2 = 0.tot Y.1 = 0.333 x 5.473 t/m2 Ø.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.5 2 = 1.374 ton ton ton = (2.374 x 11 = 147.02 ton/m2 470 Pa.88 Panjang 11.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.2 = 40 ° C2 = 0 kg/cm2 Gambar.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.139 x 2. 1.1 = q x ka.00 1.825 + 11.15 465.114 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 x H12x Ka.5. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.

152 ton g = 0.73 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.00 meter D.152 = 35.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0. Gaya gesek pada tumpuan g 5. b dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.5.00 m O Gambar.00 m Panjang 11. Gaya akibat gempa h=E.15 x 236. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.18 ) b = beban pada tumpuan = 236.15 – 0.V . ( L2A098005 ) .14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.44 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .

152 x 0.14 = 32.74 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ h bangunan atas h.V .696 ton hba = 69.664 x 0.339 3.317 Panjang 11.5.14 = 9. timbunan 5. abutment 2.152 ton hba = 236. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .00 m O Gambar.3.2 Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 69.757 ton 5.573 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.14 = 33. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1.696 x 0.000 h.45 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 232.664 ton hp = 232.

S = gaya sentrifugal.6 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Keterangan : A = beban angin. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Tm = gaya akibat perubahan suhu. Ta = gaya tekanan tanah. Ah = gaya akibat aliran dan hanyutan. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) . Tb = gaya tumbuk. Gg = gaya gesek pada tumpuan bergerak. SR = gaya akibat perubahan suhu (selain susut dan rangkak).V . Ahg = gaya akibat aliran dan hanyutan pada waktu gempa. M = beban mati. P1 = gaya-gaya pada waktu pelaksanaan. (H+K) = beban hidup dengan koefisien kejut. Tu = gaya angkat (buoyancy). Gh = gaya horisontal ekivalen akibat gempa bumi.5. Tag = gaya tekanan tanah akibat gempa bumi.75 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel. Rm = gaya rem.

949 Tabel.810 X Y 1.m) MV MH 382.664 69.5.114 6.267 175.522 1.125 561.949 333.228 147.443 188.175 810.450 692.949 35.152 538.801 7.500 147.607 H 147.7 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.773 354.280 35.906 2.643 2.175 1143. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian Gaya (T) V 692.773 354.443 5.949 1143.000 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.268 729.114 2.955 5.949 49.5.215 182. ( L2A098005 ) .938 X 1.522 1.931 Tabel.000 177.696 236.164 408.664 69.696 236.114 692.215 1134.m) MV MH 382.450 692.500 1.114 147. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.121 400.270 333.046 912.8 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.114 333.270 147.450 Y Momen (T.9 Kombinasi III Beban Jenis Komb.815 511.957 177.152 153.884 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.5.V .175 333.643 2.557 146.m) MV 1134.837 134.76 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.512 430.267 175.175 MH 333.500 Momen (T.450 494.228 230.

061 Jarak Terhadap G (m) X Y 1.γ 0 . Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.07 ton / m2 Daya dukung ijin qa = q ult 445.179 450.5.3 × 1.1 ⎟γ t .522 1.Nc + D f . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 3⎞ 3⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.339 3.696 236.152 538.000 V 232.215 912.07 = = 148.1 ⎟ × 1.194 300.0 + 0.228 MH 76.443 5.834 73.573 9.10 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Gh Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin 32.129 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.664 69.5 + 0.500 2.77 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.5 + 0. hal 32 ) Untuk φ = 40 °.B.7 × 81.188 31. didapat Nc = 95. ( L2A098005 ) .3 ⎟c.V .6 + 1.000 35.2 Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.008 H 110.268 608.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ qult = 445.2 + ⎜ 0.Nq + ⎜ 0.512 359.643 2.3 ⎟ × 0 × 95.0 + 0.m) MV 382.305 177.6 Nq = 81.267 175.889 Momen (T.227 5.486 165.757 33.773 354. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.36 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

6 / 147..05 ton / m2 70.175 = .1143.01 ton / m2 Gambar 5..78 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 692..OK 28.114 ) = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.98 ± 49.28.03 σ min = .175 / 333.01 ton / m2 < q a (148.949 ton m M = 333.450 ton H = 147. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 692. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 692.949 – 1143. Aman.949 = 3.226 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1143.46 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.114 ton MV = .175 ton m MH = 333.45 x ( 0. ( L2A098005 ) .V .36 ton / m2) ……….450 809.226 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 20.5 ………….809.82 > 1.42 > 2 • ………….05 ton / m2 σ max = 70.

( L2A098005 ) .78 < 2 • ………….320.931 ton m M = 408.OK 6.6..810 320.810 x ( 0.815 = .V .47 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.505 ton / m2 Gambar 5.79 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 430.884 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 729.505 ton / m2 < q a (148.055 ± 19.046 ton MV = .810 ton H = 146..815 / 408..6 / 146.77 > 1.36 ton / m2) ……….5 ………….729. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 430.395 ton / m2 σ max = 32.884 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 13. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.45 σ min = .931 = 1. tidak aman.046) = 1.815 ton m MH = 408. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 430.931 – 729.395 ton / m2 32.

801– 810.324 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 14..409.819 ton / m2 σ max = 39.884 ) = 2..884 ton MV = .801 ton m M = 400.607 ton H = 134.5 • ………….324 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 810.125 = .810.795 ton / m2 < q a (148. ( L2A098005 ) .819 ton / m2 39. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 494.125 ton m MH = 400..02 > 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 494.807 σ min = .607 409.V .988 ± 24. Aman. ………….6 / 134.125 / 400.48 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.80 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 494.36 ton / m2) ………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.801 = 2.795 ton / m2 Gambar 5.9.2 > 1.OK 9.607 x ( 0.

889 ton MV = .5 ………….05 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 10.79 ton / m2 29.49 Tegangan tanah di dasar abutment Abutment tidak aman terhadap guling beban kombinasi II perlu pelebaran dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 359. ( L2A098005 ) .V .79 ton / m2 σ max = 29.608.129 ton m M = 300..008 x ( 0.88 ± 18.67 σ min = .OK 7.008 ton H = 73. Aman. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 359.308.008 308.889) = 2.36 ton / m2) ……….129 = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.55 ton / m2 Gambar 5.179 ton m MH = 300.05 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 608.91 > 1.6 / 73.129 – 608.179 / 300.81 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 359..7.55 ton / m2 < q a (148.179 = ..02 > 2 • ………….

50 Dimensi rencana abutment Pembebanan pada Abutment ” Beban Vertikal A. ( L2A098005 ) .5.82 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perencanaan Abutment setelah pelebaran dasar abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.5.0 m 100 100 135 100 165 Gambar.51 Perhitungan titik berat abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 50 115.V .5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.5 532.8 435 9 80 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 110 475 50 110 115 G 0 90 Gambar.

048 0.900 23.375 0.750 4.150 -1.125 0.038 0.100 1.350 4.A.X m^3 6.345 0.020 -0.5.219 A.569 6.900 0.095 0.859 88.128 m = ∑ A 9.573 0.299 -0.440 0.000 264.430 -0.127 m ∑ A 9.250 5.280 0.045 -0.480 -0.050 0.100 0.52 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236. ( L2A098005 ) .031 3.024 0.375 2.500 -0.480 0.030 5.213 -0.272 2.000 9.830 -0.850 0.000 -1.306 3.905 5.83 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.738 1.100 0. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.085 -0.784 1.455 = 2.223 0.420 -0.250 -0.223 0.360 0.820 5.000 8.455 Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .000 A. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.300 0.1.610 X m 2.000 20.275 Y m -0.248 4.034 -0.800 0.610 xa = ya B.610 ∑ A * Y = 20.219 = −0.613 1.V .L ton 0.900 1.680 -0.360 -0.400 4.11 Perhitungan titik berat abutment A m^2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total W=δ.081 0.223 0.5.806 110.328 4.152 ton X=0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.013 -0.276 0.00 m O Gambar.220 0.918 4.Y m^3 0.438 9.132 9.203 0.220 2.150 -0.150 1.200 0.101 0.

1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.925 ⎟ × 45 = 196. ( L2A098005 ) .5 Lengan terhadap titik O = 153.75 ⎠ Beban hidup pada Trotoar : = 0.875 ton 2.75 ⎝ 2.50 x 1.53 Beban hidup pada abutment À Beban merata q = 2.2 – [ (1.5.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.5 ⎛ 5.21 = 33 ton 2.875 ton / 2 = 98.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.h Panjang 11. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.925 + × 0.9375 ton Xc = 0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 ⎝ 2.50 ⎛ 5.21 = 12 ton 1.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.5 × 1.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.925 t/m 1.84 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.5 ⎟ × 1.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.00 m O Gambar.5 ⎞ =⎜ × 12 + × 12 × 0. Beban hidup P.2 – [ (1.V .4375 + 33 + 22.

113 14.040 X m -1.23 m 5.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .54 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tabel. ( L2A098005 ) . 5.513 3.150 0.851 9.400 -1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 120 5 6 464.662 3 γ 1= 1.333 -6.203 3.X m^3 A.804 0.5 γ2 O 155 = 1.12 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.853 4.950 18.652 3.535 -0.281 3.600 0.250 1.402 4.473 t/m3 C2 = 0 ton/m2 145 Gambar.472 -0.V .A.450 Y m 4.550 -0.200 A.2 132.787 63.304 m = ∑ A 5.Y m^3 -1.3 420 275 140.189 5.700 t/m3 C1 = 0 ton/m2 3 485.192 -4.200 2.85 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D.325 -1. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 155 140 95 470 4 1 γ1 2 = 1.6.278 18.203 0.648 109.375 0.243 0.840 -0.314 0.648 xa = ya Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.750 5.L ton 0.200 1.950 = −1.550 1.787 5.990 0.950 -1.662 = 3.648 ∑A ∑ A * Y = 18.5.

65 465.88 Panjang 11.2 = 40 ° C2 = 0 ton/m2 Gambar.473 t/m2 Ø.1 2.71 = 6.5.V .55 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) c = 0.02 ton/m2 470 Pa.00 1.5 Panjang 11.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.00 m O Gambar.28 ton Lengan gaya terhadap titik O Yc = 7.955 m F.56 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 1. ( L2A098005 ) .5.825 1 = 1. Gaya rem dan traksi XC 180 795.35 1.5 2 = 1. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 m O 1.5 615.05 x 125.86 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Horisontal E.70 t/m3 5.

234 x 1.00 m O Gambar.333 x 5.5 x γ. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1H1 = 1.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.825 + 11.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.tot Y.pa = 2.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0. 1.02 x 0. b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.139 = 13.1 = q x ka.5 x 1. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.70 = 1.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.88) : 13. Gaya gesek pada tumpuan g 5.70 x 5.87 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.V .2 = 0.1 x H12x Ka.374 ton ton ton = (2.114 ton G. ( L2A098005 ) .27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.1 = 0.374 = 2.5.00 m Panjang 11.60 x 1.374 x 11 = 147.655 Pa.333 = 11.234 P.6552 x 0.57 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .139 x 2.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.

00 m O Gambar. ( L2A098005 ) .266 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.275 x 0.14 = 15.152 ton hba = 236. timbunan 5.304 Panjang 11.88 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.14 = 36. Gaya akibat gempa h=E.998 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.000 h.15 – 0.152 = 35.04 ton hba = 109. abutment 2.18 ) b = beban pada tumpuan = 236.15 x 236.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.128 3.58 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 264.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 109.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau h bangunan atas h.5.275 ton hp = 264. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .152 ton g = 0.14 = 33.152 x 0.04 x 0.00 meter H.

046 1374.113 340.164 408.113 340.5.000 Momen (T.000 147.13 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Tabel.275 109.127 3.14 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 264.532 472.152 153.5.114 147.443 5. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tabel.949 333.5.040 236.127 3.824 1682.m) MV MH 562. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.574 X Y 2.875 2.215 182.931 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.m) MV MH 562.270 333.557 146.000 2.040 236.123 2.152 609.949 1099.123 2.270 147.949 35.824 333.114 333.304 147.949 1682.949 Tabel.V . ( L2A098005 ) .467 487.405 Y Momen (T.959 511.89 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.938 X 2.114 763.405 763.275 109.304 307.114 2.15 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin Bagian Wa Wt Wba V Jarak Terhadap G (m) H 264.532 472.000 177.

405 763.000 35. ( L2A098005 ) .439 165.127 3.m) MV 1682.128 3.3 ⎟c. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.289 H 147. Nq = 81.998 15.7 × 81.000 H 120.1 ⎟γ t .114 6.16 Kombinasi III Gaya (T) Beban Jenis Komb. hal 32 ) φ = 40 °.884 Tabel. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.3 ⎟ × 0 × 95.65 = = 149.Nq + ⎜ 0.B.304 5.2 + ⎜ 0.0 + 0.5.443 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.90 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.000 188.228 MH 78.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 4⎞ 4⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.837 134.266 33.6 . Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.768 80.443 5.215 1256.2.512 Momen (T.215 1682.405 545.732 50.121 400.γ 0 .801 7.65 ton / m Daya dukung ijin qa = q ult 449.5.152 609.5 + 0.955 5.040 236.m) MV 562.532 354.957 177.017 561.1 ⎟ × 1.17 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Gh Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin V 264.691 314.873 837.Nc + D f .824 MH 333.915 471.88 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.280 35.V .473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ 2 qult = 449.0 + 0.5 + 0.113 340. didapat Nc = 95.500 2.6 + 1.824 1202.311 36. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian V 763.467 406.949 49.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 2.3 × 1.460 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.275 109.123 1.305 177. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.

5 ………….114 ) = 3.824 ton m MH = 333.59 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.88ton / m2) ……….6 / 147.OK 28.63 ton / m2 63.893 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 17..949 = 5.1682.824 / 333.893 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1682.405 ton H = 147. Aman.405 x ( 0.949 ton m M = 333.98 σ min = .63 ton / m2 σ max = 63.114 ton MV = .1348.04 > 2 • ………….949 – 1682. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.91 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 763..33 ton / m2 Gambar 5.405 1348.824 = . ( L2A098005 ) ..11 > 1. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 763.28. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 763.35 ± 45.V .33 ton / m2 < q a (149.

60 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.49 ton / m2) ……….959 ton m MH = 408.6 / 146.48 ton / m2 34.931 = 2..574 ton H = 146.931 ton m M = 408.5 • …………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.691.48 ton / m2 σ max = 34..V .931 – 1099. ( L2A098005 ) .08 ± 23.046 ton MV = .64 ton / m2 Gambar 5.56 σ min = .959 / 408.028 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1099.1099.028 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 11. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 487..92 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 487.046) = 2 > 1.64 ton / m2 < q a (110.574 x ( 0. …………. Aman.574 691.959 = .OK 12.12.69 < 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 487.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.29 ton / m2 σ max = 39.216 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1202.43 > 1.OK 14.93 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 545.31 σ min = .88ton / m2) ……….1202. Aman.14.801 ton m M = 400.017 = ... Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 545.289 801.61 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .216 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 12..5 ………….99 > 2 • ………….7 ton / m2 Gambar 5.801 = 2.6 / 134.884 ton MV = . Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 545.017 / 400.801. ( L2A098005 ) .884 ) = 2.289 ton H = 134.7 ton / m2 < q a (149.39 ± 27.801 – 1202.29 ton / m2 39.017 ton m MH = 400.289 x ( 0.

94 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 406.23 ± 17.512 ) = 3.88ton / m2) ……….66 > 2 • ………….85 σ min = 1.311 x ( 0.455 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 19.915 = ..5 …………. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 406.915 / 314.311 523.455 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 837.V . ( L2A098005 ) .460 ton m M = 314.915 ton m MH = 314.62 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.03 > 1..OK 1.523. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 406.837.08 ton / m2 < q a (149.38 ton / m2 37..08 ton / m2 Gambar 5.6 / 80. Aman.460 = 2.460 – 837.311 ton H = 80.512 ton MV = .38 ton / m2 σ max = 37. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

066 0.520 4.375 0.576 1.085 -0. M PV PH 115.048 0.243 -0.V .613 1.306 3.028 3.091 5.100 2.000 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.360 0.437 11.Y m^3 -0.120 -0.933 0.273 -0.920 1.525 -0.095 0.155 0.297 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.583 0. Gaya Vertikal Gaya akibat berat sendiri abutment Tabel.018 0.050 0.3.850 0.859 88.000 Y m 4.309 0.450 3.125 0.215 0.449 0.X m^3 A.860 133.650 0.675 -0.95 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.5.000 Total 4.5 370 15 500 A Gambar.750 0.013 -0.L ton 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0.050 3.031 3.210 -0.900 23.375 2.450 2.5. ( L2A098005 ) .200 2.784 1.101 0. dimana momen akibat beban vertikal diperhitungkan terhadap exsentrisitas dari garis netral badan abutment sebesar 15 cm.100 -0.3 Penulangan Abutment Beban yang digunakan pada perhitungan penulangan badan abutment adalah berdasarkan pembebanan maksimal yang bekeja pada pangkal badan abutment.438 9.63 Pembebanan pada badan abutment A.18 Perhitungan titik berat abutment ditinjau dari pangkal abutment No A m^2 W=δ.038 0.730 4.020 -0.605 4.650 X m -0.600 A.066 -0.A.1.

761 γ = 1.652 100.297 = 2.400 3.333 = 5.19 Perhitungan titik berat tanah ditinjau dari Potongan A Luas A m^2 No 1 2 3 4 Total W=δ.990 0.9375 ton Lengan terhadap titik O Xc = 0.3552 x 0.X m^3 -1.090 m 4.324 m = 4.847 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .1 = 0.450 4.479 ton Pa.5 = 153.860 ∑A xa = ya Beban mati akibat konstruksi atas Beban konstruksi atas total ( Pba ) = 236.96 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik A : ∑ A × X = .900 1.553 2.648 m B. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0.355 = 1.517 0.039 A.064 Y m -1.70 t/m3 Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik A : ya = ∑ A * Y = 11.5 x 1.375 0.840 -7.4375 + 33 + 22.587 4.894 2.113 14.550 -0.1 x H12x Ka. Gaya Horisontal Gaya akibat tekanan tanah aktif Tekanan tanah aktif Pa.5 x γ.15 m Beban hidup Beban hidup (Pq) = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.605 A.L ton 0.2 = 0.950 -1.192 -4.A.15 m Beban akibat tanah di atas pondasi Tabel.860 ∑A ∑ A × Y = 11.513 3.Y m^3 3.168 X m 18.27 ∑ A 5.368 ton P.70 x 4.5.tot = 6.203 3.600 5.787 63.325 -1.152 ton Lengan gaya terhadap titik O Xb = 0.761 = 2.333 x 4.1 = q x ka.535 -0.1 H1 = 1.763 11.437 = −0.472 -0.02 x 0.V .

pa = ( 1..9375 ) = 690..05( 23..D = (236..847 = 1.15 ) – (133.97 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Y.L = 153.09 ton.....479 x 2....6 M..14 = 33.034) = 347.m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .6 x 23.14 = 14 ton ¾ Gaya Vertikal Ultimit ( Pu ) Pu = Beban vertikal Ultumit ……………..2 x 133....D + M.m’ M.2 x 236..9375 x 0...6 M.064 ton hba = 100...847 x 11 = 75.368 x 1.152 ton hba = 236..711 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : • Wba = 236..278 ton..Kombinasi beban tetap = ( 1.59 ton.034 ton...H M....m’ Kombinasi II..E ) M...650 ) + ( 1.152 x 0.317 ton Gaya akibat gempa • Gaya gempa terhadap abutment : • Wa = 133.650 x 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.328 ton.wba ) + ( 1.317 x 1.2 x 23.m’ M...6 x Pq ) = ( 1.3943 + 23..wa ) + ( 1..E = ( 18.062 ton ¾ Momen Ultimit Kombinasi I..607 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 6..L + M......2 M..2 x P....2 x P.711 x 2....05 ( M.Kombinasi beban sementara Mu = 1...m’ Mu = ( 1.09 + 197....09 ) + ( 1....6 x 121.152 ) + ( 1.......607 = 121..L + 1...3943 ton.........3943 ) + ( 1.09 ) = 23.152 x 0.27 ) Mu = 1.59 ) = 197..18 + 5.061 x 3.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 100...650 ton hp = 133.45 ) : 6.V ..650 x 0..324 ) + ( 33.14 = 18.Kombinasi beban tetap Mu = 1.D + 1....6 + 153..H = 75...064 x 0..15 = 23...70 ) + ( 14 x 2.m’ = 256.

4 1.85 × 25 et = Mu 347.V . maka dipakai nilai ρmin ρmax = 0.10.328 mm = Pu 690.04 = φ × Ag × 0. 107 mm2 Ht = tinggi badan abutment = 3700 mm b = 1000 mm h = 1000 mm d’ = 50 + ½ .061 ≅ 0.m’ f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa Ag = luas penampang = 1000 * 11000 = 1.0035 fy 400 ρmax = 0.0 1.405 ton Mu = 347. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .. tabel.0054 ⎝ φ × Ag × 0.136 h 3700 ⎛ ⎞ ⎛ et ⎞ Pu ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜ ⎟ = 0.003 ρmin = f’c = 25 .04 × 0.002 x 1. 22 = 61 mm d = h – d’ = 1000 – 61 = 939 mm ϕ = 0.10 h 1000 Dari grafik 6.0203 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.98 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Disain tulangan abutment digunakan : Pu = 763.a (GTPBB) didapat : r = 0.062 × 10 4 et 503.328 × 10 7 = 503.10 .003 ρ = r. berdasar DDPBB.2.4 = = 0.405 × 10 4 = 0.0 = 0.0035 Karena ρ < ρmin.0203 ……………………….328 ton.136 = 0.85 × f' c ⎠ ⎝ h ⎠ 61 d' = = 0.80 × 1.10 7 × 0. 8 ρmin = 0.80 Pu 763. β = 1. β = 0.328 = = 0.85 × f' c 0.

146 < 0.146 MPa Vu = = b × d 11000 × 937.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 Mpa diperoleh φ Vc = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.317 ton Hu = 75.0035 * 1000 * 1000 = 3500 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 22 – 200 (As = 3801 mm2) ™ Tulangan bagi Diambil 0. ( L2A098005 ) .6 = 120.22 .51 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Hu 120.5.99 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok As = ρ.V . Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 200 Ø.50 Mpa.50).51 × 10 4 = 0. Karena Vu < φ Vc (0.10 . Ag = 0.317 x 1.200 3700 D.20% Ag As = 2000 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 16 – 200 (As = 2010 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang sebesar Gaya Horisontal yang bekerja pada abudment H = 75.200 300 1000 1350 1000 1650 Gambar.16.200 D. maka tidak diperlukan tulangan geser.64 Penulangan badan abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

655 x 11.594 ton Momen di potongan A-A MA-A = ( 5.333 γ = 1.333 x 11.078 tonm’ = 1.2 A A 655 Gambar.13 x 0.6 x 4.011 ) = 2.110 ) + ( 1.0035 fy 400 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.110 ton =14.4 = = 0.65 Pembebanan parapet Ka = 0. x L = 0.6 x 5.011 ton Pu = (1.1 Pa.5.13 ton/m2 500 Pa.5 x γ x H2 x Ka. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .5 mm ρmin = 1.00 = 5.4 1.100 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Penulangan Parapet q = 2.5 x 1.6552 x 0.6 x 2.655/3 ) = 2.549 Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 550 mm d = 550 – (50 + ½ 19 ) = 490.00 = 4.V .13 ton/m2 Pa.655 m q = 2.1 = q x ka x H x L Pa.2 = 0.549 tonm’ Mu = 4.110 x 0.70 x 0.655/2 ) + ( 4.70 ton/m3 H = 0.011 x 0.333 x 0.

56ρ2 ρ = 0.75 × 0. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.ρ . Karena Vu < φ Vc (0.490.50 MPa. ( L2A098005 ) .588.5 25 ⎠ ⎝ 0.0035 As = ρ. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ⎟ 2 11000.0.0203 × = 0. maka dipakai nilai ρmin = 0. ⎟⎟ 2 b.75 cm2 ™ Tulangan Pokok Digunakan tulangan rangkap D 19 – 150 (As = 1890 mm2) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 378 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 10 – 200 (As = 393 mm2) ™ Tulangan Geser Pu = 14.8.0035 * 1000 * 500.594 × 10 4 = 0.0154 = 320ρ – 3010.V .027 MPa Vu = = b × d 11000 × 490. d = 0.000048 Karena ρ < ρmin.85 × 35 = 0.85 × ⎢ 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ .588.022 < 0.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.8.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.400⎜1 − 0. f y ⎜⎜1 − 0.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.d fc ⎠ ⎝ 4.101 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ⎡ 0.107 400 ⎞ ⎛ = ρ .5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0. b. maka tidak diperlukan tulangan geser.5 = 1751.50).594 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Pu 14.078.0.

178 ton / m2 63.63 ton / m2 2m 17. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.150 Gambar.405 ton H = 147.200 D19 .949 – 1682.102 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D10 . V = 763. ( L2A098005 ) .949 ton m M = 333.V .114 ton MV = .150 D19 .893 ton m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.66 Penulangan parapet Penulangan Pile Cap 28.5.824 ton m MH = 333.33 ton / m2 Gambar 5.824 = .1682. dimana beban-beban yang bekerja dikalikan dengan koefisien sesuai dengan kombinasi beban tetap.67 Pembebanan pada pile cap Pada perencanaan penulangan Pile Cap digunakan kombinasi I.1348.

6 x wl ) = ( 1.178 x 22 ) .04 ) + ( 1.892 Mu = = 8.0035 x 1000 x 1217.728 ton 1 1 2 = -( x 17.2 x wt ) + ( 1.85 × 25 = 0.4 1.8 × 400⎜1 − 0.25 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 x 109.0035 As =ρxbxd = 0.2 x wa ) + ( 1.0035 ρmin = fy 400 = 1217.2 x 236. ( L2A098005 ) .717 ton.4 = = 0.0001 Karena ρ < ρmin.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000.5 = 4261.23. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 x 232.664 ) + ( 1.938 ) = 939.1217.d ⎝ 133.5 ⎝ 0.5 mm ⎡ 0.6 x 153.56ρ2 ρ = 0.85 × ⎢ × = 0.892 ton.10 7 400 ⎞ ⎛ = ρ × 0.2 x wba ) + ( 1.m’ 11 1.75 × 0.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b.0203 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ × 0.( x 46.059 = 320ρ – 3010.152 ) + ( 1.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.8 × f y ⎜⎜1 − 0.152 x 2 x x 2 ) 3 2 2 = 95.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.103 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Vu = ( 1.m Mu Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 1300 d = 1300 – 70 – (½ x 25) 95.V . maka dipakai nilai ρmin = 0.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.200 D19.300/500 1.75 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 16 .37 mm2 = digunakan tulangan D 19 – 100 ( As = 2835.104 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Tulangan tarik digunakan tulangan D 25 .511 MPa b × d 1000 × 1217.35 D16 .183 × 10 4 Vu = = = 0.29 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 0.2 * 4908.50 dari tulangan tarik = 2454.183 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc V 62.65 Gambar 5.74 = 981. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 300/500 D16 .012 = 11 11 = 62.100 Ø10 .74 mm2) Tulangan tekan digunakan 0.200 (As = 1005 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang V = Pu 684. Karena Vu < φ Vc. maka tidak diperlukan tulangan geser.50 MPa. ( L2A098005 ) .V .00 D25 .100 1.100 (As = 4908.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0.68 Penulangan pile cap Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 100 1.

Beban Mati ( qd ) ƒ Berat sendiri = 0.2 x 1.25 x 1.7 x 1.0058. ( L2A098005 ) .4..2 = 0.132 ton/m ƒ Berat lapis pondasi = 0.0062 x 1000 x 142 = 880. tebal plat injak direncanakan setebal 20 cm dan lebar 7. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.sebagai...316 tonm’ Momen yang bekerja : Mu = 1/8 x q x L2 di ketahui : f.600 ton/m 1.6 = 1.V .05 x 1.disain As = ρ x b x d = 0.0 x 1.0 x 1.149 = 192 ρ − 1083..600 ton/m ƒ Berat pavement = 0....52 = 2.0062.ρ > ρ min dipakaiρ ...80 ρ 2 ρ = 0.40 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.632 ) x 2.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 142 ⎝ 1.632 ton/m = 1/8 x ( 1.332 + 1..2 = 0.4 BANGUNAN PELENGKAP 5.ρ min = 0. Beban Hidup ƒ Beban kendaraan dibelakang bangunan penahan tanah diperhitungkan senilai dengan muatan tanah setinggi 60 cm.2 x 1.105 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5..5 x 1.y = 240 Mpa b = 1000 mm d = 200 – ( 50 +16/2 ) = 142 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ ..c = 25 Mpa f..316 × 10 7 240 ⎞ ⎛ = 0.0x 2..588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 2...332 ton/m b.0 x 2.8 × ρ × 240⎜1 − 0..1 Pelat Injak Plat injak adalah bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi mencegah terjadinya penurunan elevasi muka jalan oleh beban kendaraan pada oprit.00 m.6 x 1. Pembebanan pada plat injak : a. Beban hidup ql = 0. × fy⎜⎜1 − 0.2 = 0.0 x 2.

155 = 3.964 ton/m2 Ka = Tg2 ( 45 –Ǿ/2 ) = tg2 ( 45 – 30/2 ) = 0.1 x H2x Ka x 1.6 = 0.4.2 = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.035 ton/m’ Total beban yang bekerja pada wing wall = 17.69 Konstruksi wing wall Pembebanan pada wing wall q.5 + 0.16 – 200 ( As = 1340.00 Gambar 5.70 mm2 ) 5.2 Perencanaan Wing Walls 3.1 + q.60 x γ.155 WING WALL Panjang 11.106 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan Ǿ.70 ) x 1.20 + 0.632 + 1.632 ton/m2 Akibat beban plat injak dan pavement q2 = ( 0.25 5.333x1.1552 x 0.964 x 0.155 = 5.6 = ( 0.00 0. ( L2A098005 ) .088 ton/m’ Pa.082 mm2 Dipakai Ǿ.332 = 2.5x 1.6 = 1.2 = 0.5 x γ.25 x 2.6 = 12.1 = q x Ka x H = 2.20 x 2.00 m 4.2 = 1.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.333 x 5.1 = ( 0.2 dari luas tulangan utama = 268.0 ) x 1.V .10 – 200 ( As = 392.60 x 1.322 ton/m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 ) x 1.332 ton/m2 q = q.123 x 1/5.123 ton/m’ Gaya yang terjadi permeter lebar wing wall = 17.7x 5.05 x 2.333 Pa.

588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 342 ⎝ 1...75 m : Mu = 0.Vc tidak perlu tulangan geser b×d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.56 ρ 2 ρ = 0.5 x 3.5 x q x L2 = 0.0035.2 dari luas tulangan utama = 268.00347 ρ min = 0.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0..561 × 10 7 400 ⎞ ⎛ = 0.disain As = ρ x b x d = 0.V . ( L2A098005 ) .50 6 6 Vu < φ . sehingga momen yang terjadi terhadap bentang 2...60 = 0.322 x 2.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 12.75 = 9.136.c = 25 Mpa f.267 b × d 1000 × 342 fc 25 φ .322 × 2.0035 x 1000 x 342 = 1197 mm2 ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan D..074 = 320 ρ − 3010.y = 400 Mpa b = 1000 mm d = 400 – ( 50 +16/2 ) = 342 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ × fy⎜⎜1 − 0...752 = 12.136 × 10 4 Vu = = 0..ton 9.16 – 200 ( As = 1340.561 tonm’ di ketahui : f.Vc = φ = 0.13 – 200 ( As = 392.70 mm2 ) ™ Tulangan Geser Vu = 3.082 mm2 Dipakai D.107 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pada perencanaan wing wall konstruksim dianggap sebagai Kantilever.ρ < ρ min dipakaiρ min sebagai. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.8 × ρ × 400⎜1 − 0.

( L2A098005 ) .00 D.75 ton/m2 γ2 = 1. Dinding ini direncanakan dengan menggunakan material pasangan batu kali dengan tinggi maksimal 4. batu kali γ1 = 1.00 Gambar 5.108 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 3.1 = 1.155 D.3 Perhitungan Dinding penahan Tanah Dinding penahan tanah jalur jembatan Kabelukan pada bagian sebelah timur.676 ton/m3 80 410 40 40 240 40 Ø2 = 30° C.200 0.13 .00 m 4.70 Penulangan wing wall 5.7 ton/m3 Ø1 = 30° C.9 m dari alas pondasi dan dimensi direncanakan sebagai berikut 200 Pas. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.25 D.200 D.13 .2 = 1.80 ton/m2 320 Gambar.71 Dimensi dinding penahan tanah ( DPT ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 5.16 .200 Panjang 11.V .16 .4.5.

70 x 0.80 ton/m2 ƒ γ pas.V .67 P. 2tanah dasar = 1.2 tanah dasar = 40o ƒ C. batu kali = 2.000 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P. 1tanah urug = 1.333 = 6.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .5.1 245 410 q = 1.5 x H2 x γ1 x ka = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.796 ton = 1.1 PP.902 x 1.020 x 4.109 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pembebanan A.2 26.90 x 0.460 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.020 ton/m2 ƒ γ.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0.5 x 4.333 = 1.2 tanah dasar = 1.2 40 1 P.2 = 0. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan . ( L2A098005 ) .333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ kp 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .1 = q x H x ka P. Terhadap alas dinding penahan tanah 4 80 163 2 3 40 240 PP.664 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 8.676 ton/m3 ƒ Ǿ.02 ton/m2 40 320 Gambar.72 Beban yang bekerja pada dasar DPT Data teknis : ƒ q = 1.1 tanah urug = 30o ƒ γ.70 ƒ Ǿ.2 ton/m3 ton/m3 Tekanan tanah Aktif.2 x⎜ 45 + ⎟ = 3.

640 4.609 ton kp x h = .3 = 0.448 7.500 2.750 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.2 x 1.3 ) – ( PP.1 tanah urug = 30o ƒ γ pas.020 5.2 x Y.5.m' 8.20 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.2 = -0.80 = -4.048 X m 2.1 tanah urug = 1.450 ) + ( 6.( PP. Terhadap pangkal badan dinding penahan tanah 410 P.633 ) – ( 4. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 ) + ( P.5.100 2.2 ) .70 ƒ Ǿ.400 m y.1 x y.597 ton y.73 Beban yang bekerja pada pangkal DPT Data teknis : ƒ q = 1.4 ) = ( 1.5 x 0.2 ton/m3 ton/m3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.664 x 2.267 m MH = ( P.608 9.632 2.267 ) = 12.560 1.450 m y.2 x y.1 = 2. batu kali = 2.80 x 3.00 = -1.659 14.000 x 0.1 x y.1 = -2 x C2 x PP.806 39.609 x 0.2 1 2 40 200 Gambar.020 ton/m2 ƒ γ.V . ( L2A098005 ) .4 = 0.346 B.400 ) – ( 1.796 x 1.400 1.988 ton Total Beban Horisontal ( H ) = -6.802 x 1.1 136.600 1.110 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ PP.0.7 205 P.800 MV ton. 1 2 3 4 Total Berat (W) ton 3.5 x h2 x γ2 x kp = .432 8.633 m y.640 No.788 21.2 = 1.988 x 0.676 x 3.

133 MV ton...020 12..30 + 1.2 x y..21 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.1 ) + ( P..m' -3. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .102 x 1.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P..2 = 1.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0.897 > 1.050 m y.393 X 2.8 x3.640 4.750 Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vx tan ...360 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.5.1 = q x H x ka P..1 x y.V ..111 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tekanan tanah Aktif.346 − 12.608 -1..048 2 ⎝ ⎠ ∑V 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.φ + CxB + PP > 1..597 = 2. ( L2A098005 ) ..oke xBx x 6 21..5 ∑H = 21.70 x 0..2 = 0.5.333 = 1.2 ) = ( 1.608 9.200 -4.367 ) = 9.336 < 1 xB ..2 − ⎛⎜ 39..333 = 4..346 = 3...oke 8..367 m MH = ( P.086 > 2.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.. 1 2 Total Berat (W) ton 3..758 x 1.5 x 4..2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .5 x H2 x γ.1 x ka = 0..000 -0.1 = 2.2 + 6.758 ton = 1.460 Kontrol terhadap stabilitas tanah ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = 1 ∑ M = 1 x3.628 X m -1.750 ⎞⎟ = 0.048 x tan ..808 Kontrol Stabilitas Konstruksi Kontrol terhadap guling Fs = ∑ ∑ Mv Mh >2 = 39.050 ) + ( 4.020 x 4..393 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 6.151 ton y.10 x 0..100 No..oke 12.

.628 x1 = 2..batu ..626 ⎠ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...053 > 1.112 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ mak = 21...4 x1 ⎝ 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..048 ⎛ 6 x0..808 ⎞ =⎜ ⎟ = 0..4..360 ⎞ ton x⎜1 + ⎟ = 9.oke 6.5 dimana f adalah faktor geser pasangan semen = 1 Fs = 12.2 ⎠ m Kontrol Kekuatan Bahan Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vxf ∑H > 1.360 < x 2.721 2 < σ ijin.360 − 4.. pasangan..4 ⎠ m 1 ⎛ 9...kali 2..336 ⎞ ton x⎜ 1 + ⎟ = 10.oke 6 ⎝ 12.. tan ah 3. ( L2A098005 ) .2 x1 ⎝ 3..997 2 > σ ij int ..151 Kontrol terhadap tegangan pasangan batu kali ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = ∑M ∑V mak = 12.5.626 ⎛ 6 x0.V .

5.4.5. 0 + 115 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Alinyemen vertikal dalam perencanaan jembatan Kabelukan terdiri dari dua type : ƒ Tipe Cembung ( Crest Vertikal Curve ) ƒ Tipe Cekung ( Sag Vertikal Curve ) Untuk memudahkan dalam perhitungan dan pelaksanaan digunakan lengkung parabola derajat 2.91 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 90 Elv. STA.V . 0 + 115 PLv = STA 0 + 65 g. sehingga diharapkan menghasilkan suatu jalan lengkung yang aman dan nyaman untuk dilintasi. 5.218 Gambar.218 ) Lv = 50 m PTv = STA.4 Perhitungan Oprit Pada perencanaan jembatan aspek geometrik jalan yang menuju dan meninggalkan jembatan harus direncanakan dengan baik.113 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.8 Alinyemen Horisontal Perencanaan alinyemen horisontal pada jembatan Kabelukan tidak diperlukan karena posisi jembatan lurus dengan ruas jalan yang ada. A.4.2 = 2.9 Alinyemen Vertikal Lengkung vertikal digunakan untuk merubah kelandaian memanjang secara berangsur-angsur dan harus sederhana dalam perencanaan serta memudahkan dalam pelaksanaannya. 99. Pada perencanaan geometrik pada jembatan Kabelukan ditinjau terhadap kondisi alinyemen horisontal dan vertikal. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. 0 + 90 ( elv. untuk menghasilkan disain yang optimal sesuai dengan standart yang berlaku.682% g.1 = 0% PPv = STA.4. 99.

245 99.543 0. 0 + 115 STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 065 0 + 070 0 + 075 0 + 080 0 + 085 0 + 090 0 + 095 0 + 100 0 + 105 0 + 110 0 + 115 Dimana : B.V .1 = 0.682 % – 0 = 2. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 3.00 % g.2 ) = 2.060 0.218 m PTv = PPv + 2.v.386 99.2 – g.230 m Ev = PLv = PPv − 0 x50 g.2 xLv = 99.547 99.682 x50 g.761 99. 101.1xX 2 +Y = PLv + 100 STA.647 99.218 + 100 x 2 200 = 99.241 0.225 99.000 0.218 99.682% Lv = 50 m ……… ( grafik. Y ∆xX 2 = 200 xLv g.X (m) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y (m) 0.1xLv = 99.889 m Tabel.278 99.889 g.429 0.168 0. 0 + 190( elv.329 0.682 % ∆ = ( g.20 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.218 − 100 x 2 200 = 99.671 Tx Tx (m) 99. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No. ( L2A098005 ) .107 0.459 99. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.114 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ di ketahui : g.007 0.325 99.1 .682 x50 = 800 800 = 0.027 0.2 = 2.5.900 ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

V - 115

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

PPv = STA 0 + 190
Elv. 101,900
g.2 = 0%
g .1

82 %
= 2,6

PTv = STA. 0 + 230

PLv = STA 0 + 150

Lv = 80 m

Gambar.5.92 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 190
di ketahui :
g.1

= 2,682 %

g.2

=0%

= ( g.1 – g.2 ) = 2,682 % – 0 = 2,682%

Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,682 x80
=
800
800

= 0,268 m

Ev

=

PLv

= PPv −

2,682 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,827 m

PTv

= PPv +

0 x80
g.2 xLv
= 101,900 +
100 x 2
200

= 101,900 m

TabeL.5.21 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 190

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 116

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
STA
0 + 150
0 + 155
0 + 160
0 + 165
0 + 170
0 + 175
0 + 180
0 + 185
0 + 190
0 + 195
0 + 200
0 + 205
0 + 210
0 + 215
0 + 220
0 + 225
0 + 230

Dimana :

C.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y=

g.1 .X
(m)
0
13.41
26.82
40.23
53.64
67.05
80.46
93.87
107.28
120.69
134.1
147.51
160.92
174.33
187.74
201.15
214.56

∆xX 2
200 xLv

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.038
0.067
0.105
0.151
0.205
0.268
0.339
0.419
0.507
0.603
0.708
0.821
0.943
1.073

Tx= PLv +

Tx
(m)
100.827
100.957
101.078
101.192
101.296
101.393
101.481
101.560
101.632
101.694
101.749
101.795
101.833
101.862
101.883
101.896
101.900

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 375 ( elv. 101,900 )

g.1 = 0%

PLv = STA 0 + 335

PPv = STA 0 + 375
Elv. 101,900
g .1
=2
,7 3
8%

PTv = STA. 0 + 415

Lv = 80m

Gambar.5.93 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 375
di ketahui :
g.1

=0%

g.2

= 2,738 %

= ( g.2 – g.1 ) = 2,738 % – 0 = 2,738%

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 117

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,738 x50
=
800
800

= 0,274 m

Ev

=

PLv

= PPv −

0 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 101,900 m

PTv

= PPv −

2,738 x80
g.2 xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,805 m

TabeL.5.22 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 375
STA
0 + 335
0 + 340
0 + 345
0 + 350
0 + 355
0 + 360
0 + 365
0 + 370
0 + 375
0 + 380
0 + 385
0 + 390
0 + 395
0 + 400
0 + 405
0 + 410
0 + 415

Dimana :

D.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y

=

g.1 .X
(m)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

∆xX 2
200 xLv

Tx

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.039
0.068
0.107
0.154
0.210
0.274
0.347
0.428
0.518
0.616
0.723
0.839
0.963
1.095

= PLv −

Tx
(m)
101.900
101.896
101.883
101.861
101.832
101.793
101.746
101.690
101.626
101.553
101.472
101.382
101.284
101.177
101.061
100.937
100.805

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 475 ( elv. 99,162 )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

( L2A098005 ) .676 .738% g.94 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 475 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. 0 + 475 di ketahui : g.2 xLv = 99.2 ) = 1.23 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.1 = 2.2 =0% ∆ = ( g.v.162 Gambar.118 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Lv = 50 m PLv = STA 0 + 450 PTv = STA.0 Lv = 50 m ……… ( grafik.V .738% No.162 − 100 x 2 200 = 99.162 + 100 x 2 200 = 99. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya = 2.162 m TabeL.1 = 2. 99.738 x50 g. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.738 x50 = 800 800 = 0.1 + g. 0 + 475 Elv. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 2.5.738 % g.171 m Ev = PLv = PPv + 2. 0 + 500 g.2 = 0% PPv = STA.846 m PTv = PPv − 0 x50 g.5.1xLv = 99.

846 99.76 68.007 0.333 99.1 .07 54./hari 14465 9523 4328 1462 4662 LHR akhir tahun rencana ( 2005 ) untuk satu jembatan Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.45 82. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rencana ( LHR ) Rumus pertumbuhan lalu lintas : LHR = LHRjx(1 + i % ) n Dimana pertumbuhan lalu-lintas ( i ) sebesar 4.223 99.000 0.716 99./hari 10856 7147 3248 1097 3498 LHR 2011 kend.5.189 99.52 123. 20 ton LHR 2001 kend.4.554 0.21 136. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.335 0.171 0.X (m) 0 13. A./hari 8965 5902 2682 906 2889 LHR 2005 kend.062 0.119 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 450 0 + 455 0 + 460 0 + 465 0 + 470 0 + 475 0 + 480 0 + 485 0 + 490 0 + 495 0 + 500 Dimana : Y g.110 0. 0 + 400 dengan kondisi jalan dua jalur dan satu arah . 0 + 00 sampai STA.V .9 = ∆xX 2 200 xLv Y (m) 0.901% Tabel.408 99. Masa perencanaan sampai pelaksanaan dilaksanakan tahun 2003 sampai 2005 dan akhir umur rencana tahun 2011 dengan pertumbuhan lalu lintas ( i ) sebesar 4.027 0.901% .271 99.83 109.438 0.1xX +Y 100 5.14 95.497 99.685 Tx Tx (m) 99.10 Perhitungan Tebal Perkerasan Perencanaan perkerasan di rencanakan untuk jalan menuju dan meninggal jembatan sepanjang STA.38 41.246 0.600 99.24 Pertumbuhan LHR ( kendaraan/hari ) ruas jalan Pekalongan – Pemalang tahun 2005 dan 2011 No 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan Kendaraan Ringan < 2 ton Kendaraan Ringan 5 ton Bus 8 ton Truk 2 as.162 = PLv − g. ( L2A098005 ) .168 99. 13 ton Truk 3 as.69 27.

20 ton = 2331 kendaraan B.0004 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 0.6 Kendaraan Berat > 5 ton = 0.7 x 1.1593 ƒ Truk 2 as.7 ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 x 0.9238 = 1.0219 ƒ Bus 8 ton = 0.0648 ƒ Truk 3 as.0375 =1270.3027 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 x 0.0002 + 0.2113 Total LEP =1908.6 x 0.0648 = 409.V .6 x 0.0002 = 0. 20 ton = 0.2923 + 0.7452 = 1. Perhitungan Angka Ekivalen ( E ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 0. 13 ton = 0. Koefisien distribusi untuk 2 jalur 1 arah adalah : Kendaraan Ringan < 5 ton = 0. 13 ton = 731 kendaraan ƒ Truk 3 as.7 x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1410 + 0. ( L2A098005 ) .7 x 0. 13 ton = 549 x 0.0183 = 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan ( LEP ) LEP = ∑ LHRjxCjxEj Dimana : Cj = Koefisien distribusi kendaraan.0375 C. 13 ton = 549 kendaraan ƒ Truk 3 as.0036 + 0. 20 ton = 1749 kendaraan LHR awal tahun rencana ( 20015 ) untuk satu jembatan ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 2164 kendaraan ƒ Truk 2 as.0219 = 46.1410 = 0.0004 = 1.2026 ƒ Truk 3 as.6 x 0.0922 ƒ Truk 2 as.7359 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.120 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 1624 kendaraan ƒ Truk 2 as. 20 ton = 1749 x 0.1593 = 181.7712 D.0183 + 0.0004 = 1.9624 ƒ Bus 8 ton = 1624 x 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Akhir ( LEA ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 x 0.

2672 2 2 F.13 ƒ Pondasi bawah Sirtu CBR 50% a.7632 = = 2226.5 H.58 40 cm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 + 3.25) 0. FR = 1.V .5 − (3.7076 ƒ Truk 2 as. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0375 = 1692.1 ) + ( a.3 x D.0648 = 544.2 = 20 cm ITP = ( a.5 = ( 0. Perhitungan Indek Tebal Perkerasan ( ITP ) CBR tanah dasar = 5.3 = 11.2 ) + ( a.35 x 10 ) + ( 0.121 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 x 0.5 Dari nomogram lampiran1 ( 2 ) Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen didapat nilai ITP 11.3 ) 11.7 x 1.12 Tebal minimal susunan perkerasan : ƒ Tebal lapis perkerasan laston untuk ITP > 10 D. ( L2A098005 ) .35 ƒ Pondasi atas batu pecah CBR 80% a.1593 = 241.2672 x = 1335.7 x 1.2 = 0.5 .1 = 0.3 ) D.5727 ƒ Bus 8 ton = 2164 x 0.90 : IP = 2.2 x D. Perhitungan Tebal Perkerasan Koefisien Kekuatan relatip bahan : ƒ Lapis permukaan ( Laston MS 590 ) a. DDT = 4. 13 ton = 731 x 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Rencana ( LER ) LER = LET 6x UR 6 = 2226.7632 E.7 x 0.13 x 20 ) + ( 0.1 x D.8888 Total LEA =2543.8582 ƒ Truk 3 as.12 = 39.49 .0219 = 62.3 = 0.1 = 10 cm ƒ Tebal lapis pondasi atas untuk ITP 10 – 12. Perhitungan Lintas Ekivalen Tengah ( LET ) LET = LEP + LEA 1908.7603 10 10 G.7712 + 2543.6 x 0.14 D.12 x D. 20 ton = 2331 x 0.

95 Lapis konstruksi perkerasan 5.590 Pondasi bawah Sirtu kelas B ( CBR 50% ) Tanah dasar Gambar.V .5. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.122 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 25 Pondasi atas Batu pecah klas A ( CBR 80% ) 40 10 Lapis permukaan Laston MS.5 PERHITUNGAN DINDING PENAHAN TANAH Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.