ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V-1

BAB V
PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.1 Data Perencanaan Jembatan

h

5m

45 m

Gambar 5.1 Skema Rangka Baja
Data-Data Bangunan
1. Bentang total

: 45,00 m

2. Lebar jembatan

: 9,00 m

3. Lebar lantai kendaraan

: 2 x 3,5 m

4. Lebar trotoar

: 2 x 1,00 m

5. Mutu baja

: BJ 37

6. Sambungan

: baut

7. Mutu beton

: fc 30 Mpa

8. Mutu tulangan

: fy 400 Mpa

9. Konstruksi atas:
a. Struktur rangka

: rangka baja

b. Lantai jembatan

: lapis aspal beton

c. Perikatan angin

: tertutup

10. Konstruksi bawah:
a. Abutment

: beton bertulang

b. Pondasi

: sumuran

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-2

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

5.2. Analisa Elemen Struktur
5.2.1

Perhitungan Sandaran

hs

ls
Gambar 5.2 Sandaran pada Jembatan
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna jembatan
khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan
Raya hal 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horisontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada tinggi
90 cm di atas lantai trotoar.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 800.300 dengan
ketinggian profil 80 cm, sedangkan tinggi pelat lantai 20 cm, maka tinggi sandaran
dari titik terbawah rangka induk :
hs = 0,8 + 0,2 + 1,15 = 2,15 m
Sedangkan tinggi total rangka :
h total rangka = 5 + 0,2 + 0,8 = 6 m
Sandaran diasumsikan menumpu sendi pada rangka utama dengan panjang
sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) :

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-3

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

2,15 m

6,0 m

Dengan menggunakan perbandingan segitiga :

l
ls
5,0 m

l
6−2,15
=
dimana l = 0,5 ls
2,5
6
l = 1,604 m

ls = 2 x l
ls = 2 x 1,604 = 3,21 m

Gaya yang terjadi akibat beban 100 kg/m’ :
q = 100 kg/m'

A

3,21 m

B

Gambar 5.3 Pembebanan pada Sandaran Jembatan

RA = RB =
Mh =

q h x ls
= 160,5 kg
2

1
1
qh x ls2 = x 100 x 3,212 = 128,8 kgm
8
8

Sandaran direncanakan menggunakan pipa Ø 76,3

a. Data Perencanaan :

σ ijin = 160 Mpa = 1600 kg / cm2
E baja = 2,1 x 105 Mpa

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

3 dapat dipakai untuk sandaran.14 kg/cm2 τ < τijin……………………………………………OK → Pipa Ø 76.58 x 1333 = 773.5 τijin = 0.7 DxS = 41. Data Teknis Profil : t D D = 7.V-4 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.5 x 18. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.53 cm F = 11.7 3) Terhadap geser τ = 160.5 cm i = 2.77 kg/cm2 < 1600 kg/cm2…………OK 18.1 x 106 x71.7 cm3 G = 8.921 cm < 1.5 2) Terhadap momen σu < σ ijin Mu < σ ijin W 12880 = 688. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 cm4 t = 0. ( L2A098005 ) .2 cm2 W = 18.63 cm I = 71.98 kg/cm2 = I 71.07 cm……….OK 384 x 2.79 kg/m c. Kontrol terhadap bahan dan tegangan yang ada : 1) Terhadap lendutan 5 x q h x l4 l < 384 x E x I 300 5 x 1 x (321)4 = 0.58 x σ ijin = 0.

4 Pembebanan pada Trotoar Berdasarkan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 hal 10 : ¾ Konstruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup sebesar 500 kg/m2 ¾ Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat menahan satu beban horisontal ke arah melintang jembatan sebesar 500 kg/m’ yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm di atas permukaan lantai kendaraan apabila kerb yang bersangkutan lebih tinggi dari 25 cm. a.2 Perhitungan Lantai Trotoar q = 500 kg/m2 P = 500 kg/m 25 cm 20 cm 100 cm Gambar 5.0 x 22. Beban Mati 1) Beban trotoar = 0.25 x 1. ( L2A098005 ) .0 x 2500 kg/m = 500 kg/m 3) Berat DeckBaja = 1. Beban Hidup 1) Beban horisontal pada kerb (PL) = 500 kg/m x 1.0 = 500 kg 2) Beban merata pada trotoar (qL) = 500 kg/m2 x 1.72 kg / m + WD = 1072. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.72 kg /m2 = 22.2.0 = 500 kg/m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V-5 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.0 x 2200 kg/m3 3 = 550 kg/m 2) Beban lantai jembatan = 0.2 x 1.72 kg/m b.

5 x WD x L2 = 0.5 + 1. Penulangan lantai beton hanya direncanakan sebagai tulangan minimum yang ditujukan hanya untuk menahan susut.5 x qL x L2 = 500 x 0.72 x 12 = 536. beban lalu lintas dan beban-beban lateral yang terjadi. sebagai acuan untuk pengisi beton yang berfungsi mendukung seluruh beban mati. ( L2A098005 ) .6 ML = 1.2 x 548.35 + 0. Perhitungan Momen MD = 0.6 x 425 = 1323. Tegangan yang terjadi: Mx = 1323. Perhitungan Tulangan Pelat lantai kendaraan jembatan baja ini adalah lantai beton dengan menggunakan lembaran baja gelombang (deck plate) merk combideck® produksi PT.632 kgm = 13.5 x 1072.35 + 0.23632 kNm d.727 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 MD + 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.P Hokayu Indonesia.5 x 500 12 = 425 kgm Mu = 1.2 = 82.36 kgm ML = PL x 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V-6 c.632 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 132363.

Berat = 22.2 = 16.3825 = 25.632 kg.3825 x = 0.85.mak x = 0.2 = 365.5 Mpa 25.64 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 Penulangan arah X Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.72 kg / m2 Is = 40.V-7 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 5 70 70 Gambar 5. t Ys = 21.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0.5 400 = 0. ¾ Data teknis Mu = 1323. ( L2A098005 ) .02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.17 mm.5942 cm2/m.5 Profil Deck Baja = 1600 kg / cm2 σ ijin As = 26.46 cm4/m.f’c ρ max = F.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = • Mx 132363.85 × 450 600 + 400 = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.85 x 30 Rl fy = 0.

c = 0. As terpasang 3....6 Denah penulangan trotoar Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.25 % x 100 x 15 = 3..0037 ρ min < ρ < ρ mak.. ( L2A098005 ) .54 kg..4 = 0.200 Gambar 5.25 % dari luas beton As = 0.4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1..08 = 1.m’ = 165454 = 0.25 % x As.... Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0...0244 F < F...55 cm² Digunakan tulangan Ø.216 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0...08 100 × 16.4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0.10 – 200..V-8 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1..0241 100 × 16.08 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 6. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..0244 x 100 x 16. Terpasang 6. Oke Penulangan Arah sumbu Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 6..5 400 = 2..mak . 12 – 200 As.632 0.4 400 = 0..0241 = 0........8 = 1654..4 x 25.75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ.0035 = 1323....200 • 12 ..93 cm2 10 .....

251 ton.75 Gambar 5.819624 ton/m’ 1/24 1/10 1/11 1.5 T/m’ b) Perkerasan : 0.75 1/11 1/24 1/10 1/16 1/16 1/11 1.228 ton.68272 T/m’ Wu = 1.02272 = 0.05 T/m’ d) Deck Baja : 1 x 0.819624 x 1.375 ton m 3) Beban Angin Beban angin bekerja pada kendaraan dengan arah horisontal sebesar q = 150 kg/m2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.02272 T/m’ + WD = 0.752 = 0.V-9 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.819624 x 1.752 = 0.75 = 4.75 1.75 1.2 x 1 x 2.2 WD = 0.3 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan a.5 = 0.05 x 1 x 2.2 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.m’ = 1/11 x Wu x L2 = 1/11 x 0. M max = ¼ P L = ¼ x 10 x 1.m’ M lap 2) Beban T Beban T dianggap sebagai beban terpusat sebesar 10 Ton di tengah bentang antara dua gelagar memanjang Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 : Beban T adalah beban yang merupakan kendaraan truk yang mempunyai beban roda ganda (dual wheel load) sebesar 10 ton.2. ( L2A098005 ) . Pembebanan 1) Beban Mati a) Pelat lantai komposit : 0.05 x 1 x 1 = 0.7 Koefisien momen pada plat menerus M tump = 1/10 x Wu x L2 = 1/10 x 0.11 T/m’ c) Air hujan : 0.

05 = 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.228 + 5.V .75 = 5. Perhitungan Tulangan 1) Arah X Pada desain kekuatan deck baja digunakan teori elastis sedang pada desain beton bertulang digunakan teori kekuatan batas.301 Tm b.543 x 1.8 x 150 = 1542.875 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 T = 10 + 1.857 kg = 1.10 200 cm ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 80 cm q = 150 kg/m 2 175 cm Gambar 5.05 ton m Momen Total : M lap → Ml = 0. ” Pada Lapangan Tegangan yang terjadi: Mx = 5278 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 527800 = 329.278 Tm M tump → Mt = 0.543 Ton M max = ¼ P L = ¼ x 11. ( L2A098005 ) .05 = 5.543 Ton 1.251 + 5.543 = 11.8 Beban akibat Angin Reaksi pada roda = Beban roda + angin → 2 x 9 x 1.

5 Mpa 25. Berat = 22.2 = 16.mak x = 0.17 mm.5942 cm2/m. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.01 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 ” Tulangan Pada Tumpuan Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.72 kg / m2 Is = 40.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0.3825 = 0.V . t Ys = 21.5 400 = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.46 cm4/m. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = Mx 527800 = 1458.f’c ρ max = F.3825 x = 25.85 × 450 600 + 400 = 0.85 x 30 Rl fy = 0. ¾ Data teknis Mu = 5301 kg.11 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 = 1600 kg / cm2 σ ijin 5 70 70 As = 26.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.85.

12 – 100 As. Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.25 kg.. Oke 2) Arah Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 12.m’ = 662625 = 0..25 % x 100 x 15 = 3..68 = 2.0077 ρ min < ρ < ρ mak...4 400 = 0.4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1...75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ.......0966 100 × 16.0966 = 0..93 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...V . As terpasang 3.4 = 0....102 F < F.6641 cm² 400 Digunakan tulangan Ø...25 % x As..25 % dari luas beton As = 0.mak ..536 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0..c = 0.12 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.68 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 12..68 100 × 16.. Terpasang 12..8 = 6626.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .0035 = 5301 0..10 – 200..102 x 100 x 16..4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0.4 x 25...5 = 10......

2.200 12 .75 m 1.200 10 .200 12 . ( L2A098005 ) .200 10 .13 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 12 .75 M POT ONGAN MELINT ANG 10 .V .4 Perhitungan Gelagar Memanjang 5m Direncanakan gelagar memanjang tidak komposit. 1.200 1.75 m Gambar 5.200 12 .10 Pola Pembebanan pada Gelagar Memanjang Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 12 .200 12 .75 m 1.9 Denah penulangan pelat lantai 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.200 POT ONGAN MEMANJANG Gambar 5.75 m 1.

V - 14

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

a. Beban

1) Beban Mati
a) Berat pelat lantai

: 0,2 x 1,75 x 2,5

= 0,875 t/m

b) Perkerasan

: 0,05 x 1,75 x 2,2

= 0,1925 t/m

c) Air hujan

: 0,05 x 1,75 x 1

= 0,0875 t/m

d) Deck Baja

: 1,75 x 0,02272

= 0,03976 t/m

e) Berat Profil perkiraan

= 0,1
q1

t/m+

= 1,29476 t/m

2) Beban Hidup
Beban D
Sesuai tabel 3 Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 11

untuk 30 m < L < 60 m, maka q = 2,2 -

L = 45 m → q = 2,2 -

1,1
(L − 30)
60

1,1
(45 − 30) → q = 1,925 t/m
60

Jarak antar gelagar memanjang = 1,75 m
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 →
Beban terbagi rata =
=

q
x αxs
2,75

1,925
x 1 x 1,75
2,75

= 1,225 t/m
= 1225 kg/m
→ q total = 1294,76 + 1225
= 2519,76 kg/m
a) Koefisien kejut
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
K = 1+

20
50 + L

K = 1+

20
50 + 45

K = 1,21

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V - 15

b) Beban garis
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 :
P xαxsxK
2,75

Beban garis =

12
x 1 x 1,75 x 1,21
2,75

=

= 9,24 t
= 9240 kg
Momen max = 1 qtotal x L2 + 1 PL
8
4
=

1
1
x 2519,76 x 5 2 + x 9240 x 5
8
4

= 19360,81 kgm
Dalam merencanakan gelagar memanjang di tinjau gelagar yang paling banyak
menerima beban yaitu yang berada di tengah.

Wx

=
=

Momen max
σ

1936081
= 1210,05cm 3
1600

digunakan profil IWF 350 x 250 x 14 x 9 - 79,7
t2

t1

h

b

Gambar 5.11 Penampang Profil Gelagar Memanjang
Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 16

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Data Profil :
Berat =

79,7 kg/m

Ix

=

21700 cm4

h

=

350 mm

Iy

=

3650 m4

b

=

250 mm

ix

=

14,6 cm

F

=

101,5 cm2

iy

=

6 cm

t1

=

9 mm

Wx

=

1280 cm3

t2

=

14 mm

Wy

=

292 cm3

a. Check berat sendiri

Berat asumsi ≥
100 kg/m ≥

berat profil
79,7 kg/m………………..OK

b. Perhitungan Tegangan
σ ts

σ bs

Gambar 5.12 Diagram Tegangan Profil Baja
σ ts

= σ bs
=

Momen maximum / wx

=

1936081
1280

= 1512,56 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 …………………. OK
c. Kontrol lendutan

f ijin =

f

500
L
=
= 1 cm
500 500
5 x q x L4
P x L3
+
=
384 x E x I profil
48 x E x I profil

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

858 x (16.97466 cm < 1 cm…………………….46 x 5/2 + 9240 = 15488.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9 x 16.8 cm 1.52803 = 0.9 cm Gambar 5. ( L2A098005 ) .05 16..2234 x 2) = 731.1 x 10 6 x 21700 = 0. Cek Tegangan Geser Dmax = 2499.17 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ = 5 x (24.505 cm3 = DmaxSx b Ix τ = 15488.134 kg/cm2 τ ijin = 0.58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….05 + 2 x 0.1 – 0.1 cm 8.1 x 10 6 x 21700 48 x 2.65 kg 16. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.9946) x 500 4 9240 x 500 3 + 384 x 2.65 × 731.4 x 16.OK d.58 x σ ijin = 0.8 + 0.505 0.1 x 8.44636 + 0.4 cm 25 cm 0.13 ½ Tinggi Penampang Gelagar Memanjang Sx = 25 x 1.V .9 x 21700 = 580.

5 = 0.2 x 1 x 2.75 1.02272 = 0. Air hujan : 0.18 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perhitungan Gelagar Melintang Gelagar Melintang Gelagar Mem anjang 1. ( L2A098005 ) .75 1.00 Gambar 5. Deck Baja : 1.05 x 1.05 x 1 x 1 = 0.2 x 1.27446 t/m P1 = q1 x 5 m = 1.V .75 x 2.2 = 0.5 t = 5500 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 = 0. Berat pelat lantai : 0.55 t/m + q2 Beban P2 = 1.75 1.27446 x 5 = 6.75 x 2.5 t/m 2) Air hujan : 0.00 1.1925 t/m 3. Beban mati 1 1.0875 t/m 4.03976 t/m 5.75 x 0.75 1.3 kg b.25 x 1 x 2.5 = 0.00 9.1 t/m = q2 x 5m = 1. Perkerasan : 0. Beban mati 2 1) Pelat lantai kendaraan : 0.05 x 1.875 t/m 2.1 x 5 = 5.05 t/m 3) Trotoar : 0. Berat Gelagar memanjang = 0.14 Pola Pembebanan pada Gelagar Melintang a.3723 ton = 6372. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0797 t/m q1 + = 1.75 x 1 = 0.

75m P2+P3 1.V .6372.5 .3 = 3186.3 x 1.( P2 + P3 ) 3.6 x 4.15 ) 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Berat sendiri gelagar melintang → Ditaksir q = 250 kg/m M max = 1 q x l2 8 = 1 x 250 x 92 8 = 2531.P1 x 1.15 kg P2+P3 1m P1 1.75m P1 1.15) = 2 = 18244.5 .65 kgm c. ( L2A098005 ) .3 + 2(5500 + 3186.75 = 40547.25 kgm R gm = 1 q x l 2 = 1 x 250 x 9 2 = 1125 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.15 Distribusi Beban pada Gelagar Melintang RA 3P1 + 2(P2 + P3 ) 2 3 x 6372. P3 = ½ P1 = ½ x 6372.19 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ sedangkan.6 kg = M max = RA x 4.75m 1m Gambar 5.75m P1 1.5 .75 = 18244.( 5500 + 3186.5 .

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 = 3.V .5 1.1 (45 − 30) → q = 1.50 1.2 q.20 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d.3 q1 P2 q2 P2 q2 0.5.5 5.00 5.16 Penggunaan beban “D” pada balok melintang L = 45 m → q = 2. Beban hidup q. q1 = ½ x 3500 = 1750 kg/m’ c) Koefisien kejut Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : K = 1+ 20 50 + L K = 1+ 20 50 + 45 K = 1.5 m Beban terbagi rata = q x 5 2.75 5.5 t/m = 3500 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .1 P1 q.925 t/m 60 Jarak antar gelagar memanjang = 1.75 = 1.925 x5 2. ( L2A098005 ) .75 m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 → Untuk lebar 5.2 - 1.75 0.21 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 Gambar.00 9.

75m B P2+P3 P2 P1 1.5 m P x K 2.5 m 1m 1m 0.75 12 x 1.75m 1m Gambar 5.75m 1.21 = 2.28 t /m Beban garis = = 5280 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .21 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d) Beban garis Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 : Untuk lebar 5. → Untuk trotoar q3 = 60 % x 500 kg/m2 x 1 m q3 = 300 kg/m q1 q2 q2 q3 A q3 5. ( L2A098005 ) .75m P1 0.V .17 Distribusi Beban Hidup Merata Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 = 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 m P1 1. q1 = ½ x 5280 = 2640 kg/m’ total q1 = 3500 + 5280 = 8780 kg /m total q2 = 1750 + 2640 = 4390 kg /m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : Dalam perhitungan kekuatan gelagar akibat pengaruh beban hidup pada trotoar diperhitungkan beban sebesar 60 % beban hidup trotoar.75 m P2+P3 P2 1m 1.

18 Penampang Gelagar Melintang G = 241 kg/m’ r = 28 mm H = 808 mm A = 307.5 x 4.5 – P2 x 1.22 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ P2 = q1 x 1. ( L2A098005 ) .5 – 4690 x 3.5 – 15365 x 1.5 – P1 x 3.75 = 81515 kg.m M max total = M max beban mati + M max berat sendiri + M max beban hidup = 40547.m σ = Wx = M total Wx 12459390 = 7787.119cm 3 1600 Dipakai profil IWF 800 x 300 x 16 x 30 – 241 t2 h t1 b Gambar 5.75 = 15365 kg P1 = q2 x 0.V .9 kg.75 + q3 x 1 + q1 x 0.75 = 8780 x 1.75 + 300 x 1 + 8780 x 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.65 + 2531.125 = 4690 kg P1 Ra = Rb = ½ (2 x p1 + 3 x P2) = ½(2 x 4690 + 3 x 15365) = 27737.75 = 27737.25 + 81515 = 124593.1 = 16 mm wx = t.6 cm2 B = 302 mm Ix = 339000 cm4 t.125 = 4390 x 0.5 kg Mmax = Ra x 4.2 = 30 mm 8400 cm3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

V .OK b.6 + 1125 + 27737.4 cm 18..9 cm 3 cm 30.9 + 1.23 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.6 x 339000 = 414.7 + 2 x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1× 4767.2 x 3 x 38. Check berat sendiri Berat asumsi ≥ berat profil 250 kg/m ≥ 241 kg/m……………….OK c.355 1. Check tegangan lentur σ = Mtotal wx = 12320921.686 ( 37.2234 x 2.355 cm3 τ = DmaxSx b Ix = 47107.8 ) = 4767. Check tegangan geser D max = RA beban mati + RA berat sendiri + RA beban hidup = 18244..2 cm 1.25 8400 = 1466.1 kg 37. ( L2A098005 ) .4 x 18.776 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 ……….19 ½ Tinggi Penampang Gelagar Melintang Sx = 30.5 = 47107.4 – 0.6 x 37.04 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6 cm Gambar 5.7 cm 38.

58 x σ ijin = 0. Check lendutan L = 900 = 1.OK d.46 cm = f yang terjadi < f ijin……………….8cm 500 500 5 Mmaxtotal × L2 f yang terjadi = 48 E Ix f ijin = 5 12459390 × 900 2 48 2.24 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ τ ijin = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .V ...OK Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang a.76 kg/m x 5 m 2 = 6248.15 kg 2) Beban hidup : 1 x 2519.1 x 10 6 x 339000 = 1.65 kg 3) Beban garis : 1 x 9240 kg 2 = 4620 P total kg + = 14054. Beban yang bekerja : 1) Beban mati : 1 x 1294.8 kg Untuk penyambung digunakan profil L 130 x 130 x 12 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….76 kg / m x 5 m 2 = 3186.

V .82 kgcm MxY 65354.628 → pengaruh desak ¾ δ = d 2 b.44 cm 2 = 14054.8 P = 1.20 Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.44 cm = 65354.8 kg x 4.2 x 2 M = Pxe → e= 16 + 36.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 mm 1.d 2 x 1600 x 1.82 2 + 4684.2 = 0.82 × 9 = 3630.25 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ e P 50 90 90 50 IWF 350 X 250 IWF 800 X 300 Gambar 5. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds = 14054.δ .18 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.83 → diambil 3 baut = 2 σ ijin .6 < 0.4 = 44.93 2 = 5927. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 mm = 4.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.93 kg = P = n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.8 = 4684. ( L2A098005 ) .

8 1 3.26 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ c.d 1.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 cm 1.58 x σ ijin = 0.OK Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang e IWF 350 X 250 L130.66 kg/cm2 = R = δ.628 → pengaruh desak 2 d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….V .2n 4 = 14054.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746. ( L2A098005 ) .21 Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.6 < 0.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK τ 2) = P 1 π.18 = 2469.d 2 .2 ¾ δ = = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Check tegangan 1) σ ds σ ijin ds 5927.130.01 kg/cm2 τ ijin = 0.12 50 90 90 50 P IWF 800 X 300 Gambar 5.

d 2 x 1600 x 1.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.18 = 2469.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.8 1 3. ( L2A098005 ) . δ .8 kg x 4.4 = 40.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK 4) τ = P 1 π.09 cm 2 = 14054.d 2 .2n 4 = 14054.82 × 9 = 3630.01 kg/cm2 τ ijin = 0.09 cm = 65354. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds P 14054.8 = P = = 4684.93 2 = 5927.82 kgcm MxY 65354.66 kg/cm2 = R = δ.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….18 kg d.8 = = 1.58 x σ ijin = 0.27 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a. Check tegangan 3) σ ds σ ijin ds 5927.9 mm = 4.93 kg n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.2 x 2 = M = Pxe → e= 9 + 36.d 1.82 2 + 4684.V .OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.83 → diambil 3 baut 2 σ ijin.

5 m2 Beban angin yang timbul : a. Tekanan angin tersebut ditahan oleh pertambatan angin atas dan pertambatan angin bawah. Q1 = 30 % x 265.2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Beban hidup ( kendaraan ) Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Bidang vertikal beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang mempunyai tinggi menerus sebesar 2 m di atas lantai kendaraan. 2.5 Perhitungan Rangka Baja Perhitungan Pertambatan Angin Tekanan angin W = 150 kg/m2 Luas bidang rangka : 45 m x 5.05m Q1+Q2 1.9 m = 265. Rangka induk Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Untuk jembatan rangka diambil sebesar 30 % luas bidang sisi jembatan yang langsung terkena angin.22 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.28 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.V .5 x 150 kg/m b.95m RB 1.75 kg Q2 = 15 % x 265.9m Q3 RA Gambar 5.5 x 150 kg/m2 = 11947. ditambah 15 % luas bidang sisi lainnya. ( L2A098005 ) .5 kg 2 = 5973.

23 Skema ikatan angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.25 x 2.95 = 0 5.5 + 5973.Q3 x 4 . ( L2A098005 ) .17 kg RA → Masing – masing buhul menerima beban : P = 18113.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.25 kg Σ MB = 0 RA x 5.57 kg RANGKA IKATAN ANGIN ATAS RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 RAN GKA IKATAN AN GIN BAW AH Gambar 5.( Q1 + Q2 ) 2.9 RA = 4 x 13500 + 17921.17 / 9 = 2012.95 = 18113.9 .29 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Q1 + Q2 = 11947.75 = 17921.

V - 30

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Perhitungan Ikatan Angin Bawah

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.24 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah
Dimana :

P = 2012,57 kg
1 P = 1006,285 kg
2

Konstruksi pertambatan angin bawah tersebut dibagi menjadi 2 bagian :
Konstruksi I

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.25 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi I )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 31

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Konstruksi II

1/2 P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.26 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi II )
Pendimensian pertambatan angin didasarkan pada batang yang mempunyai gaya
batang terbesar.
→ Berdasarkan SAP 2000 diperoleh :
Batang diagonal :

Batang 11 ( tarik )

= 9209,19 kg

Batang 27 ( tekan )

= 9209,19 kg

Pendimensian Pertambatan Angin Bawah
a. Batang diagonal ( tekan )

N

= 9209,19 kg

Lk

=

5 2 + 9 2 = 10,296 m = 1029,6 cm

σ ijin = 1600 kg/cm2
Dipakai profil L 180 x 180 x 16

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 32

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

w

b

y

a

b

v
x
s

x

a
s

y

b
b

Gambar 5.27 Penampang Profil L 180 x 180 x 16
s

=

50,2 mm

ix = iy

=

5,51 cm

v

=

71,1 mm

Ia

=

2690 cm4

w

=

127 mm

ia

=

6,96 cm

F

=

55,4 cm2

Ib

=

679 cm4

Berat

=

43,5 kg/m

ib

=

3,5 cm

=

4

Ix = Iy

1680 cm

1) Angka kelangsingan :
Lk = 1029,6 = 186,86
i min
5,51

λ

=

λg

= π

λs

=

λs ≥ 1

E
= 3,14
0,7 σ l

2,1 x 10 6
= 111,016
0,7 x 2400

λ = 186,86 = 1,68
λg
111,016

ω = 2,381 x λs2
= 2,381 x 1,682 = 6,75

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

Sambungan pelat buhul ikatan angin dengan gelagar melintang Digunakan las sudut sama kaki Tebal las a ≤ ( δ2 + 2 ) / 2 dimana : δ2 = tebal pelat buhul = 10 mm a ≤ 6 mm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.88 kg/cm2 < 1200 kg/cm2 ……………………..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .OK σ = Sambungan ikatan angin bawah a.25 x 3.8 x 55.33 2) Check tegangan : ω N A 6.19 = 1121. Batang diagonal ( tarik ) N = 9209.14 x 1.75 x 1600 kg/cm2 44.75 ≤ σ ijin 9209.58 ~ diambil 4 buah = b. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.88 kg/cm2 < 0.288 = 3.8 x 0.4 b.8 x A x σ = 0.288 kg Jumlah baut ( n ) n S P geser 9209.OK 55.62 x 1600 = 2572. ( L2A098005 ) .33 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….19 kg Dipakai profil L 180 x 180 x 16 Fnt = 0.19 = 2572. Sambungan batang diagonal dengan pelat buhul ikatan angin S = 9209.8 x F profil = 0.19 kg P geser = 0.3 Fnt σ = 207.3 cm2 → Check tegangan : N 9209.19 = = 207.4 = 44.

V .95m RB = ( Q1 + Q2 ) + Q3 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.RA = 17921.17 = 13308.9m Q1+Q2 1 P = 831.08 = 1663.05m Q3 P 1.25 + 13500 - 18113.71 x 1600 = 16.08 kg 1.51 kg 8 RA Gambar 5.19 Las dan gaya membentuk sudut 45° P las = S Lnetto = 16.76 kg 2 = 13308.5 = 568 Lnetto = 17. ( L2A098005 ) .21 + 3 x 0.71 cm Perhitungan Pertambatan Angin Atas RB 2.21 cm = a x Lnetto x 0.71 σ Lbruto = Lnetto + 3a = 0.5 x Lnetto x 0.19 kg 568 Lnetto = 9209.29 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Atas Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.28 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin P P P P P P P 1/2 P 9m 1/2 P 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m Gambar 5.34 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ diambil tebal las 5 mm Panjang las S P las = 9209.

35 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Pertambatan Angin Atas Pendimensian pertambatan angin atas juga didasarkan pada batang yang mempunyai gaya batang terbesar.04 kg 9m B A 5m AB = AC = C 5 2 + 4.71 kg Lk = 6. ( L2A098005 ) .727 m a.5 2 = 6.V .71 kg ¾ Batang 9 ( tekan ) : 6654.727 m Digunakan profil L 140 x 140 x 13 w b y a b v x s x a s y b b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Batang tekan ( Batang 27 ) N = 4351.71 kg ¾ Batang 10 ( tarik ) : 4351. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Berdasarkan SAP 2000 diperoleh : ¾ Batang 27 ( tekan ) : 4351.

7 = 157.27 cm 1) Angka kelangsingan : Lk = 672.74 cm Berat = 27.14 0.8 x F profil = 0.5 mm r = 15 mm Ix = Iy = 638 cm4 ri = 7. ( L2A098005 ) .794 4351.36 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ s = 39.27 λ = λg = π λs = λs ≥ 1 E = 3.71 kg Dipakai profil L 140 x 140 x 13 Fnt = 0.381 x 1.5 mm ix = iy = 4.4 mm ia = 5.419 λg 111.3 b.V .8 x 35 = 28 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4192 = 4.5 i min 4. Batang tarik ( Batang 10) N = 4351.1234 kgcm 4.381 x λs2 = 2.07655 = 333.794 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N + M A W ≤ σ ijin di mana M = P x ∆e M = 4351.71 333.7 x 2400 λ = 157.OK + 35 425.5 = 1.2 mm Ia = 1010 cm4 v = 55.9 mm Ib = 262 cm4 F = 35 mm ib = 2.1 x 10 6 = 111.016 → ω = 2.38 cm w = 9. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 σ l 2.71 x 0..843 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….016 0.1234 = 596.

016 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .3 λ = 1.381 λs2 = 2.3 = i min 6. Batang tekan ( Batang 9) N = -6654.OK σ = c.3 2 σ = 156.203 kg/cm < 1200 kg/cm2 …………………….203 kg/cm2 < 0.1234 = 156.322 = 4.85 88.14 1) Angka kelangsingan : Lk 900 = 147.75 x 1600 kg/cm2 + 28 425.7 x 2400 147.32 = λg 111.381 1.75 + = 1548.37 ¾ Check tegangan : N + M W Fnt di mana M = P x ∆e σ = M = 4351.8 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.04 141. ( L2A098005 ) .016 λs > 1 → ω = 2.1 x 10 6 = 111.71 x 0.OK 17..07655 = 333.14 0.75 kgm σ = 4.7 σ l 2.15 6654.11 λ = λg = π λs = E = 3.04 kg Lk = 9m Digunakan profil IWF 150 x 75 x 5 x 7 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.71 333.5 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….15 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N M + A W ≤ σ ijin di mana M = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 14 x 92 = 141.1234 kgcm 4351.

6.296 m x 2 x 27.52 kg 2 2 b) Joint 11 = joint 19 = ( 1 5 m + 2 x 1 6.28 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 566.6 kg/m ) 1 2 2 = 318.7 kg/m = 996.19 kg = 159.25 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 996.2 m x 9 m x 5 m x 2500 kg/m3 x 1 = 11250 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 11250 kg = 5625 kg 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 kg/m ) 1 = 566.41 m ) 283 kg/m = 3229. Beban mati 1) Berat rangka induk → menggunakan IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 a) Joint 1 = joint 10 = ( 1 .5 m + 1 .13 kg 2 4) Ikatan angin atas = ( 1 6.5 kg/m + 9 m x 29.95 kg 2 8) Berat pelat beton = 0.25 m x 5 m x 1 m x 2200 kg/m3 = 2750 kg Untuk buhul tepi = 1 2750 kg = 1375 kg 2 7) Berat sandaran = 2 x 5 m x 8.19 kg Untuk buhul tepi = 1 318.41 m ) 283 kg/m = 1614.9 kg = 43.38 Perhitungan Rangka Induk a.25 kg = 498.1 kg 2 5) Ikatan angin bawah = ( 10.28 kg = 283.5 kg 2 3) Berat gelagar memanjang = 1 5 x 5 m x 79.727 m x 27.9 kg Untuk buhul tepi = 1 87. ( L2A098005 ) .14 kg 2 6) Berat trotoar = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.53 kg 2 2 c) Joint 2 = joint 3 = joint 4 = joint 5 = joint 6 = joint 7 = joint 8 = joint 9 = joint 12 = joint 13 = joint 14 = joint 15 = joint 16 = joint 17 = joint 18 = ( 2 x 1 5 m + 2 x 1 6.41 m ) 283 kg/m = 2521.03 kg 2 2 2) Berat gelagar melintang = 1 x 9 m x 241 kg/m = 1084.79 kg/m = 87.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .

13 + 283.05 m x 7 m x 5 m x 2200 kg/m3 x 1 = 1925 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 x 1925 kg = 962.52 + 2169 + 498.V .28 + 2750 + 87.19 + 3229. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.53 = 2680.39 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 9) Berat aspal = 0.25 + 566.5 + 437.03 = 3547.5 +996.5 kg 2 10) Berat air hujan = 0.24 kg W4 W3 W3 12 11 W3 W3 14 13 15 17 16 W4 W3 W3 W3 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 W2 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 10 W2 Gambar 5.1 + 2521.5 kg 2 → Beban yang bekerja pada buhul atas : W3 = 318.96 kg W2 = 1614.63 kg → Beban yang bekerja pada buhul bawah : W1 = 3229.03 + 1084.14 +1375 + 43.30 Pola Pembebanan pada Rangka Induk Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.05 m x 7 m x 5 m x 1000 kg/m3 x 1 = 875 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 875 kg = 437.9 + 11250 + 1925 + 875 = 22763.5 = 11924.95 + 5625 + 962.22 kg W4 = 159.

3766 + q x 1 45 x 0.5 2. S2 = S8 1 1 35 x 0.9887 + q x 5 x 0. Beban terbagi rata a.5 m = b.5 ton 1.925 x 0.21 2.9887 + q x Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7062 2 = P x 0.75 Total beban terbagi rata untuk 2 rangka 2.68 kg (tarik) b.7062 + q x 5 x 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.375 b.600 t/m b.75 x 2 2. Jalur 5.525 t/m = 4.75 m = 50% x = 0.75 Total beban terpusat untuk 2 rangka Pembebanan untuk satu rangka : a. Beban terbagi rata q = 0.3766 2 = 16500 x 0. Jalur 5.40 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b. Trotoar = 60% x 0.V .1875 t/m = 16.96 ton = 33 ton = 2. S1 = S9 = P x 0.5 x 1 45 x 0.5 x 1.21 2.3766 + 2187.85 t/m c.75 x 2 x 1. Beban terpusat P = 0. Jalur 0. Beban terpusat 12 x 5. Beban hidup Distribusi pembebanan : 1.3766 2 = 24749.75 m = 50% x 12 x 0.375 t/m = 29.5 x 4. ( L2A098005 ) .925 x 5.5 m = 1.225 2 2 1 + q x 5 x 0.5 x 33 Gaya Batang akibat Beban Hidup / Garis Pengaruh a. Jalur 0.75 a.75 = 3.04 ton = 3.50 x 2 = 0.

41 1 1 35 x 0.5 x 10 x 1.5 x c.5 x 5 x 0.5 x e.49505.7533 ) + q x 1 45 ( -0.7062 + 2187.1 2 2 1 15 x 1.22 + 2187.41 + q x 5 x 0.2825 2 2 1 + 2187.7062 2 = 67293.5 x 5 x 0.5 x 5 x 1.65 + q x + qx 1 1 25 x 1.7533 ) + 2187.9887 + 2187.5 x 1 x 45 ( -0.5 x 5 x 0. S3 = S7 = P x 1.875 kg ( tarik ) = 16500 x 1.65 + 2187.7533 ) 2 = 16500 ( -0.7533 ) 2 = .5 x 5 x 0.55 2 2 = 114776.22 2 1 1 30 x 1.19 2 2 1 + 2187.875 kg ( tarik ) f.5 x 1 x 50 x 1.69 2 = 120306.5 x x 15 x 1.69 + 2187.55 2 1 1 + 2187.65 + q x 5 x 1.9887 + 2187.1 + 2187.19 + q x 5 x1.41 + 2187.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .24 kg ( tarik ) = 16500 x 0.1875 kg ( tarik ) d. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x 5 x 0.22 2 2 1 10 x 1. S5 = P x 1.69 2 = 16500 x 1.41 + 2187.55 + q x 5 x 0. S4 = S6 = P x 1.22 2 = 16500 x 1. S28 = S35 = P x ( -0. ( L2A098005 ) .55 2 1 25 x 1.69 + q x 1 (45 + 5) x 1.5 x = 97257.62 + 2187.5 x 5 x 1.93 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.41 + q x +qx 1 1 30 x 1.

2413 2 = 6950.86748. S30 i. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. S31 V .63444.69 ) 2 = .5 x 1 45 ( -1. S14 1) = S23 = .S11 = .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ g.32 ) 2 = .S15 = .25 kg ( tekan ) j.9654 ) 2 = 16500 ( -0.69 ) + 2187.25 x 0.32 ) 2 = 16500 ( -1.8447 ) + 2187.5 x 1 11.5 x 1 45 ( -0. S12 1) = S25 = . S10 = S27 = .88 ) 2 = 16500 ( -1.9654 ) + q x 1 45 ( -0.5 x 1 39.69 kg ( tekan ) = S32 = P ( -1.25 x 0.625 x 0.S24 = P x 0.69 ) 2 = 16500 ( -1.74 kg ( tekan ) l.625 x 0.8447 ) 2 = 16500 ( -0.8447 ) 2 = .32 ) + q x 1 45 ( -1.1207 + 2187.2413 + q x 1 11.14 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.8447 ) + q x 1 39. ( L2A098005 ) .88 ) + 2187.2413 + 2187.1207 2 = 16500 x 0.5 1 45 ( -1.2413 2 = 16500 x 0. S29 h.69 ) + q x 1 45 x ( -1.9654 ) + 2187.88 ) 2 = .375 ( -0.88 ) + q x 1 45 ( -1.9654 ) 2 = .5 x 1 45 ( -1.75 kg ( tekan ) = S33 = P ( -1.111064.5 x 1 5.32 ) + 2187.1207 2 = 2734.375 ( -0.S26 = P ( -0.1207 + q x 1 5.123551.57 kg ( tarik ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.42 = S34 = P ( -1.50315.S13 = .88 kg ( tekan ) k.S22 = P x 0.

6034 ) + q x 1 28.4827 + q x 1 22.72 kg ( tekan ) n.75 ( -0.5 x 0.S17 = .125 ( -0.5 x 1 22. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4827 ) 2 = .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 2) V .4827 2 = 19843.4827 + 2187.362 + 2187.78 kg ( tekan ) m.5 x 1 22.5 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.28517.875 x 0.5 x 0.S20 = P x 0. S16 1) = S21 = .125 ( -0.5 x 1 33.4827 ) + 2187.4827 ) 2 = 16500 ( -0.5 x 1 28.38671.5 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.362 2 = 12654. ( L2A098005 ) .6034 ) 2 = 16500 ( -0.362 2 = 16500 x 0.5 ( -0.19843.6034 ) 2 = .724 ) + q x 1 33.5 ( -0.724 ) 2 = .875 x 0.75 ( -0. S18 = .362 + q x 1 16.4827 2 = 16500 x 0.S19 1) = P x 0.4827 ) + q x 1 22.43 = P x ( -0.5 x 1 16.6034 ) + 2187.44 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.724 ) 2 = 16500 ( -0.724 ) + 2187.

75 55100.495 334632.495 278512.68 S2 120970.38 4472.45 73451.83 67293.41 2734.89 196090.19 S17 26582.91 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.57 73451.76 120306.95 192736.83 67293.15 S16 -30425.875 S7 175785.79 92663.07 S11 112093.49 80855.89 24749.74 6950.83 333514.58 S12 -87432.85 7826.75 S13 83589.875 S5 219637.70 63444.91 -17770.78 133905.72 19843.58 93757.68 S10 -115658.78 12654.14 -50315.57 -38671.37 S18 -1921.75 48135.5 19843.77 114776.44 28517.575 351125.44 -28517.85 10062.61 -137748.1 Rekapitulasi Gaya Batang ( Kg ) Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah 0 4472.78 -6950.57 38671.94 10062.66 7826.66 7826.5 -84698.09 -21764.73 192736.72 -12654.66 4472.89 24749. ( L2A098005 ) .08 276275.4 -97600.93 -17770.85 10062.575 334632.45 196090.97 S15 55086.V .38 4472.91 17922.95 68979.44 S8 120970.66 10062.64 283105.38 0 Batang Beban Mati Beban Hidup Total (Maximum) S1 44229.24 S9 44229.585 333514.09 -21764.92 S14 -58928.88 68979.19 -63444.41 S19 -1921.585 351125.85 11180.875 S6 208674.38 7826.77 114776.73 280869.24 S3 175785.19 S4 208674.94 11180.79 97257.75 -58942.09 17922.94 11180.57 -179103.94 11180.5 -19843.88 175538.74 -2734.66 -51978.14 50315.5 -19843.44 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Rekapitulasi Gaya Batang Tabel 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

29 5545.75 S26 112093.93 0 0 3234.58 S27 -115658.25 S32 -218517.69 S34 -152930.66 -84698.09 -17770.70 -12654.V .13 -242913.78 6950.37 S21 -30425.29 6931.69 S35 -87342. ( L2A098005 ) .92 S25 -87432.91 48135.2 -348999.72 12654.6 5545.03 3234.5 -313264.25 S33 -196654.75 -58942.88 13927.69 S30 -196654.93 -51978.03 6931.85 -49505.57 -38671.78 -236444.56 -236444.85 -49505.19 -63444.93 S29 -152930.97 S24 83589.78 -302174.14 50315.33 -302174.78 -335137.13 -242913.03 -5545.72 -6950.75 80855.6 0 0 Total (Maximum) -136848.74 63444.56 -335137.45 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah Batang Beban Mati Beban Hidup S20 26582.78 133905.5 -313264.04 -86748.84 -111064.29 -6931.03 -5545.29 -6931.57 38671.07 S28 -87342.78 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.69 S31 -218517.2 -348999.84 -111064.33 -136848.24 -123551.61 -137748.6 -3234.15 S23 -58928.74 2734.88 -179103.93 55100. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 -97600.78 -2734.04 -86748.58 93757.24 -123551.44 -28517.19 S22 55086.44 28517.14 -50315.6 -3234.49 175538.

4 cm r = 22 mm wx = 5570 cm3 F = 360. Batang bawah ( tarik ) P max σ = σ = 351125.7 cm2 wy = 1930 cm3 a.2 kg/cm2 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.31 Penampang Profil Gelagar Induk h = 428 mm Ix = 119000 cm4 b = 407 mm Iy = 39400 cm4 ti = 20 mm ix = 18.575 kg 351125.85 x 360.85F 0.46 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Gelagar Induk Dipakai profil IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 t2 h t1 b Gambar 5.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .2 cm t2 = 35 mm iy = 10.575 P = 1145.7 < 0. ( L2A098005 ) .

593 − λs 1.14 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .78 = 1176.08 i min 10.78 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 500 = 48.1 x 10 6 = 111.7 σ l 2.7 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.07 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 641 = 61.4 λ = λg = π λs = E = 3.63 i min 10.433 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.47 b.016 0.56 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….OK 360.7 c.56 λg 111.41 1.016 0.OK 360.41 = = 1.08 = 0.593 − 0.4 λ = λg = π λs = E = 3.7 x 2400 λ = 48.41 1.63 = 0.216 1.07 = 677. Batang atas ( tekan ) P max = 348999.216 348999.183 < λs < 1 → ω = 1.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.183 < λs < 1 → ω = 1.365 1..1 x 10 6 = 111.7 σ l 2.016 0.593 − 0.433 λg 111.593 − λs 1.41 = = 1.7 x 2400 λ = 61..78 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….14 0.016 0.365 179103.

7 x 2400 h = 42.2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.7 σ = < 0. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538. Batang bawah ( tarik ) P max = 351125. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.2 A σl = 0.2 x 360. ( L2A098005 ) .7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0..85 x 360.8 = 21.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .575 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.85F 0.63 ≤ 20 ……….58 P = = 572. Departemen Pekerjaan Umum Bab XII tentang bahaya lipat : “Ukuran – ukuran suatu profil harus memenuhi syarat – syarat tertentu untuk menghindari bahaya lipat “ a..4 ≤ 39.OK 3.OK σ Kontrol Rangka Induk terhadap Bahaya Lipat Menurut Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung 1987.866 ……….OK tb 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 ……….54 kg/cm2 0.7 = 11.575 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.727 Aσ 360.58 kg 175538.48 d.13 N tb Aσ 351125.

2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 ≤ 39.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 x 360. Batang atas ( tekan ) P max = 348999.13 N tb Aσ 348999.7 x 2400 h = 42.2 A σl = 0.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360..78 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.OK 3.7 = 11.759 Aσ 360.2 x 360. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.7 = 11.2 A σl = 0.78 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .07 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.OK tb 2 c..49 b.8 = 21.63 ≤ 20 ……….63 ≤ 20 ……….7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0. ( L2A098005 ) .OK 3.759 ……….5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.

2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 175538.7 = 11..58 70 – 135 = 42.2 x 360.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.OK 3.4 ≤ 42.63 ≤ 20 ……….625 360.7 x 2400 h = 42.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Karena 0 < N ≤ 0.667 > 0.625………OK tb 2 5.4 ≤ 42.07 = 42.6 Perhitungan Sambungan Sambungan antar gelagar induk pada jembatan merupakan sambungan irisan 1. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.58 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.628 → pengaruh geser d 30 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2.2 A σl = 0.8 = 21. Direncanakan menggunakan : Baut → diameter d = 30 mm Pelat → ketebalan δ = 20 mm δ = 20 = 0.069………OK tb 2 d. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .7 x 2400 h = 42.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 70 – 135 179103.50 Karena 0 < N ≤ 0.8 = 21. ( L2A098005 ) .069 360.

73 73451.046493 4 1.07 175538.5019 16 15.575 334632.91 -21764.046493 4 3.66 -97600.8419 16 15.25896 4 3.8 x 1600 x 1 3.83 196090.09 -21764.91 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 4.2 Perhitungan jumlah baut Batang Gaya Batang ( P ) S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 73451.95 196090.49 133905.83 334632.91 55100.585 283105.91 55100.403666 8 5.8 σ ijin x 2 x 1 π d 2 4 P = 18086.06117 6 9.75 93757. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.61614 8 7.653 20 18.V .8419 4. ( L2A098005 ) .39636 6 5.58 -137748.653 12 10.20339 4 1.51 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Jumlah baut untuk 1 sisi pelat sambungan : n gsr n gsr P = 0.705557 10 7.90264 10 9.95 -179103.585 351125.06117 6 12 10.4 P = 0.20339 4 3.73 283105.25896 4 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4138 20 18.93 -58942.5019 20 19.09 -58942.183891 6 3.14 x 3 2 2 RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 Tabel 5.

2963 20 19. Kontrol pelat buhul cukup diwakili oleh buhul / joint yang mengalami momen dan geser maksimum.56 -242913.56 -348999.78 -242913.183891 6 5.4 → α = 67. R ANGKA INDU K 11 6m 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 5m 45 m Kontrol terhadap pelat buhul diwakili oleh buhul / joint : a.49 175538.3204 18 19.93 -97600.90264 10 7.78 -348999.33 -136848.56639 8 Kontrol Pelat Buhul pada Pelat Induk Kontrol pelat buhul pada rangka induk dilakukan untuk mengetahui bahwa dimensi pelat yang digunakan cukup aman akibat beban.58 -179103.75 133905. Buhul 1 b.38° 2.V .4307 14 17. ( L2A098005 ) .403666 8 7. Buhul 11 d.5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.66 -137748.78 -313264.39636 6 7.52 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Batang Gaya Batang ( P ) S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34 S35 93757.2963 20 17. Buhul 5 c.3204 18 13.78 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 5.61614 8 9.4307 14 7. Buhul 14 6 Tg α = = 2.705557 10 9. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.07 -136848.56639 8 13.33 -313264.

07 ( 6 / 6.V .481 = 540668.69 cm3. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 12.4 cm2. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 35331.1 = 12.4 × 112] = 58.519 In = = 8808.796 x 59.7 8 5 6 10 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM Gambar 5. D = 179103.481 cm4.223 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.4 + 73451.6 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 68885. Y= (480 × 0.5 / 6.303 = 5583111.07 ( 2.62 cm.1 x 53.95 – 179103. Wa = 540668.53 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 1 8 24. ∆I = 2 x 2 x 3.32 Detail buhul 1 Potongan 1 . Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.4 = 467.62 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Alubang = 2 x 2 x 1 x 3.519 cm4.12 kg.91 kg. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5) = 165325. H −Y 120 − 58.1 N = 73451.382 ∆I = 35331.95 x 20. 467. 7 8 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 1 0 BAUT Ø30 MM 5 8 14. ( L2A098005 ) .6 cm2.5 × 120) − [12.5) = 4566.

54 = 9223..765+ 633.11 σmaks = σn + σa = 9..1722 + 30..... OK D 165325........1(6 + 16 + 26 + 36)] = 46...096 cm3..765 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1722 + 10. OK 633.1722 + 20.... Alubang = 2 x 2 x 4 x 3........33 kg/cm2 ≤ σijin .6= 290..47 cm4.5 × 85) − [2 × 2 × 3.12 kg.... Wa = 167079. Abrutto = 2 x 2 x 85 = 340 cm2.....12 N = = 9.4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325..1 x ( 40..818 = 643... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1722 ) ∆I = 37628.3 cm4.519 = = 633.34 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)....6 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 353.69 σb = M 540668..1 = 49.91 x 10. Inetto = Ibrutto – ∆I = 204708.818 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5) = 4566..5 / 6.93 In = = 4303..56 kg/cm2 An 467.6 cm2..47 = 167079...5) = 165325. 290.49 = 1734269 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 853 = 204708.172 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S......11 cm3....519 = = 605.... D = 73451.6 σa = M 540668......519 = Y 58. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = Potongan 2 – 2 N = 179103...58 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)... σn = 4566..3 – 37628.818 2 + 3 × 353..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 540668..62 V .. H − Y 85 − 46....07 ( 6 / 6.. Y= (340 × 0.95 – 179103...91 kg.56 2 = 881. OK Wa 8808... OK An 467.56 = 530. Anetto = Abrutto – Alubang = 340 – 49... OK Wb 9223. ( L2A098005 ) .....93 cm4......34 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. ∆I = 2 x 2 x 3..07 ( 2.....172 cm....91 = = 353.4 cm2.

....096 OK σb = 1734269 M = = 479..72 kg/cm2 An 290....72 = 23....114 = = 15.. = OK OK Buhul 5 PELAT BUHUL t = 20 MM 8 24......26 = 1048.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).4 σa = 1734269 M = = 403.....56 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. OK τr = D 4566..............72 2 = 480..... Wb 3618..627 OK σmaks = σn + σb = 569.. 7 IWF 400X400X20X35-283 8 8 24.......4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 15.93 = = 3618...58 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2). 7 8 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM IWF 400X400X20X35-283 10 10 10 PELAT BUHUL t=20 MM 5 8 14.... OK An 290.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)........7 8 5 6 6 1 0 10 PELAT BUHUL t=20 MM 10 6 6 PELAT BUHUL t = 20 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 Gambar 5... ( L2A098005 ) .627 cm3......55 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 167079.26 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......91 = = 569..33 Detail buhul 5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V ..172 σn = N 165325.7 8 5 5 8 14...... σi = 2 σ b + 3τ r 2 479...3 + 479.26 2 + 3 × 15......... Y 46....03 kg/cm2 ≤ σijin ... Wa 4030....

.352 N = = 10.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..85 OK σb = M 862475...8 = 114..7 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...752 ) ∆I = 61643...334632.05 ....8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 351125. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643.1 N = 351125..1 = = 102.. τr = OK D = 442.5 = = 8397. ∆I = 2 x 2 x 3.62 kg.852 + 33.5 In = = 8754. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 102... Alubang = 2 x 2 x 3 x 3..8 OK σa = M 862475..1 = 37....09 ( 2.. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37..5 / 6..05 – 21192.. Wb 8397.613 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....25 σn = 4699.864 kg/cm2 An τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.4 + 95)] = 61. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2..1 x ( 56.5 × 85) − [2 × 2 × 3..352 kg...7 2 + 3 × 114..0044 kg/cm2 ≤ σijin ...585 – 55100.....25 cm.....8 cm3..575 – 334632. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.864 = 172. H − Y 120 − 61.....8 cm2.8 OK σmaks = σn + σb = 10.575 x 41.34 x 8....751 = 862475...5 cm4.........585 x 41...46 = 514356.296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).85 cm3...514 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4... D = 55100..25 Wb = In 514356...1 = = 98. An 442..252 + 25. Wa 8754..09 ( 6 / 6.........6+ 102.. Wa = 514356..864 2 = 222..... Y= (480 × 0... 442.46 cm4....V ..2 cm2. Y 61. ( L2A098005 ) ..1(5 + 35..5) = 4699..2 = 442...5) = 50861.7 = 113.56 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 .. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

∆I = 2 x 2 x 3...221 = = 26...998 2 + 3 × 26.... Y= (600 × 0...3 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4.5 / 6.91 ( 6 / 6..5) .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V ....3 M = = 41.78 kg/cm2 ≤ σijin ...5 / 6.....645 + 41... OK τr = D 12821..998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..94 = = 64..69 x 6....94 = 40...1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4. Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2..5) = 12821.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4. ( L2A098005 ) . H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.333 = 449362.998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)........1 = 124 cm2..94 2 = 62. OK 41.09 ( 6 / 6...5) + 21764.68 OK σb = 449362.21764...5) = 30770. D = 55100.645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).998 = 106.....94 kg...221 kg.....68 cm3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.68 cm3..333 + 50861.. Y 75 σn = N 30770.. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 20090...5 × 150) − [2 × 2 × 3. Wa 10699.. Wa = 802476 In = = 10699...41 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...... Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2.09 ( 2...94 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 26..3 M = = 41.1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 Y = 75 cm.... OK An 476 σa = 449362. Wb 10699....62 x 6..... Alubang = 2 x 2 x 10 x 3..91 ( 2.....68 OK σmaks = σn + σa = 64....643 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..57 Potongan 2 – 2 N = 55100...... OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S....

Y= (520 × 0.1 x ( 18.1 = 37.79 = 9196734 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1303 = 732333.81 cm3.8 – 175538.V . ( L2A098005 ) .6 kg.1 N = 136848.3872 + 61.75 cm4. Inetto = Ibrutto – ∆I = 732333. Anetto = Abrutto – Alubang = 520 – 37.75 = 668664.33 – 63668.8 cm2.5 ) = 69333.33 cm4.58 In = = 10011.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 136848. Abrutto = 2 x 2 x 130 = 520 cm2.5) = 162035.58 cm4.2 cm2.58( 2.212 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.212 cm.5 / 6.7 8 5 6 BAUT Ø30 MM 10 12 12 0 6 1 12 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM 8 24 . H − Y 130 − 63. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 8 8 24 . D = 175538. 482. ∆I = 2 x 2 x 3.58 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 11 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 6 12 12 12 12 12 5 8 14.58 ( 6 / 6.5 × 130) − [2 × 2 × 3.2 = 482.2122 + 31.34 Detail buhul 11 Potongan 1 .94 kg.6 + 125)] = 63. Wa = 668664.84 x 41.8 x 46.7 8 PELAT BUHUL t= 20 MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=30 MM Gambar 5. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.59 + 67514.7872 ) ∆I = 63668.1(45 + 94.

......425 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).42 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5 In = = 8575... Wa = 475968.494 cm.21 – 162035.. H − Y 120 − 64..1 x ( 58..492 + 38.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 668664..51 = 2107883 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4...616 2 = 1087... OK D 162035.6 = = 335.06 cm3...94 N = = 143.494 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..1 = 49..492 ) ∆I = 100031..492 + 48.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 100031.58 = Y 63.6= 430.....06 OK σmaks = σn + σa = 143.492 + 28...608+ 918.....58 ( 6 / 6.. ∆I = 2 x 2 x 3.59 = 10578.147 cm3. Alubang = 2 x 2 x 4 x 3......59 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). 430.5 cm4..... Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2. σn = 69333.5 = 475968.. Wa 10011.198 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...4 cm2.07 kg/cm2 ≤ σijin .59 2 + 3 × 335....... ( L2A098005 ) ..5) = 162035..84 + 68885...... OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 918. Y= (480 × 0..8 = 136400.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 cm4...616 kg/cm2 An 482... OK Potongan 2 – 2 N = 175538...5 × 120) − [2 × 2 × 3.. Wb 10578....8 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 335... D = 67514.6 cm2.....6 x 2...8 σa = M 9196734 = = 918.212 V .64 kg...616 = 503.... OK An 482..1(6 + 16 + 26 + 36)] = 64...608 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325.59 = 1062..91 x 15.. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 49.81 OK σb = M 9196734 = = 869.5 kg.

....994 OK σmaks = σn + σb = 7....494 σn = N 3290..78 kg/cm2 ≤ σijin .266 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)........................4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 316.. OK τr = D 136400....... OK Buhul 14 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 10 6 1 0 1 0 0 61 10 10 6 5 8 14...........374 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)....35 Detail buhul 14 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.916 kg/cm2 An 430...62 2 + 3 × 316....994 cm3.... Wb 7379.... 8 BAUT Ø30MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM Gambar 5..62 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).916 2 = 618..........916 = 475...298 = = 7..4 σa = 2107883 M = = 245......81 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).62 = 293..7 8 5 6 10 10 10 10 6 5 8 14..645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). 7 8 8 7 24. Wa 8575......60 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 475968.. Y 64.6 = = 316..V .147 OK σb = 2107883 M = = 285..645 + 285.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) . OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 285. OK An 430...7 8 5 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM BAUT Ø30MM 8 24...5 = = 7379.

..85 OK σb = M 1652349 = = 196.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 348999..843+ 196.2 cm2.....25 Wb = In 514356.8 – 313264....296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...05 + 21192.1 x ( 56.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.....313264.1 N = 348999.852 + 33...8 x 41. Wb 8397..864 kg/cm2 An 430.2 = 442. Wa = 514356.5 = = 8397....5) = 14542.252 + 25.4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114...76 2 + 3 × 114..1(5 + 35...751 = 1652349 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.05 ..5) = 50861......61 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 ..46 cm4.... OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 / 6.8 cm3...8 σa = M 1652349 = = 188..34 x 8...864 2 = 274....752 ) ∆I = 61643..6 – 55100.. 442.76 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....88 kg.. ( L2A098005 ) .OK An 442. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..25 cm. Y= (480 × 0... Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643.. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.. Wa 8754.09 ( 2.735 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. OK τr = D 50861..25 σn = N 14542...5 cm4. Y 61..4 + 95)] = 61... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37... OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 196..V .1 = 37.23 kg/cm2 ≤ σijin .09 ( 6 / 6.46 = 514356..85 cm3. D = 55100..843 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). H − Y 120 − 61.6 x 41. ∆I = 2 x 2 x 3....8 cm2.......62 = = 114..62 kg...5 × 85) − [2 × 2 × 3..864 = 172........603 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..88 = = 32...76 = 229.8 OK σmaks = σn + σb = 32...5 In = = 8754..

.333 + 50861.68 cm3.15 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 92.91 ( 6 / 6. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2..... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.... D = 58942.. OK OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..68 OK σmaks = σn + σa = 7.. Wb 10699..4 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4..311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...55100...218 = = 7...5 / 6. Y 75 σn = N 3547..338 kg/cm2 ≤ σijin . H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.....3112 + 3 × 92.......09 ( 2..15 2 = 171.....62 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 2 – 2 N = 58942....311= 69.333 = 666709.. τr = D 43862.452 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).221 kg..34 = = 92.. Wa = 802476 In = = 10699.311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1 = 124 cm2...1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 = 75 cm........4 = = 62..... Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 54408.....15 = 138.84 x 6...68 OK σb = M 666709....4 = = 62...5) = 3547.....V .5) . Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2.5 × 150) − [2 × 2 × 3.55100.. Alubang = 2 x 2 x 10 x 3.148 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).........5) = 12821. ( L2A098005 ) .68 cm3..62 x 6...45 + 62....5 / 6... σi = OK 2 σ b + 3τ r 2 = 62....218 kg.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4. Wa 10699.. OK An 476 σa = M 666709.22 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..09 ( 6 / 6..91 ( 2. ∆I = 2 x 2 x 3..1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4..5) . Y= (600 × 0..

diproses dengan tekanan tinggi. Indonesia “.2 TRB.2. Ukuran : • Ukuran elastomer yang digunakan disesuaikan dengan buku “ Standart Steel Bridging For Indonesia. Indonesia Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. baik yang vertikal maupun horisontal.4 480 x 300 x 87 480 x 380 x 101 350 x 280 x 97 350 x 280 x 137 2425 3600 540 540 Sumber : Standar Steel Bridging For Indonesia.8. Pemasangan : • Bantalan atau perletakan elastomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan.V . PT.3 TRB. Trans – Bakrie.7 Perencanaan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan digunakan Elastomer memiliki karakteristik sebagai berikut : 5. Spesifikasi : • Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat. c. • Bantalan atau perletakan elastomer juga disebut bantalan Neoprene yang dibuat dari karet sinthetis. PT.5. sehingga kepala jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan.1 Kateristik Elastomer a.1. • Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk meredam getaran. Trans – Bakrie. Tabel. • Merupakan satu kesatuan yang saling melekat kuat.1 TRB. b. • Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam yang disusun secara lapis berlapis. ( L2A098005 ) .63 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. • Lempengan logam yang paling luar dan ujung-ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak berkarat.3 Ukuran dan Kapasitas Elastomer Tipe Bearing Ukuran ( mm ) Load ( KN ) TRB.

750 kg o Hidup = 150 x 45/2 x 2 = 6.875kg Beban Total = 33.518.1.076 ton ¾ Beban hidup = Total 76.045 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.531 ton ¾ Gaya gesek = 118. ukuran 350 x 280 x 97 dengan beban batas 540 KN ¾ Seismic Buffer ( arah melintang ) Pembebanan : • Beban gempa • Beban Angin : : 236.969 ton = 195.061 + 12. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.14 = 16.875 = 45.2 Beban Yang Bekerja Pada Elastomer a. Beban Horisontal ¾ Gempa = 118.= 4.V .3 dengan beban maksimal 540 KN ( 54 ton ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3.1.571. ukuran 480 x 300 x 87 dengan beban batas 2425 KN b.125 kg 2 x2 o Rangka = 150 x 50% x ( 30% + 15% ) x ( 45 + 40 ) x o Trotoar = 150 x 0. Beban Vertikal ¾ Beban mati = 118. ( L2A098005 ) .45 x 45/2 = 1.076 x 0.000 kg 12.64 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.061 ton 6 .750.423 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.152 x 0.892 Total ton = 35.571.076 x 0.632.303.875 kg Digunakan seismic buffer tipe TRB.14 = 33.8.16 = 8.

5 H = 16.657.296. ( L2A098005 ) .563.997 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2875 2 = 4.65 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kontrol Tegangan : 70 110 110 110 110 70 20 cm H H.V .875 10 8296.Y ⎟ Y ⎝ ⎠ Mdalam = Mluar 55 H = 912.25 Gambar 5.3 ) Baut Ø.875 x 20 2 Mluar = Ti x Mdalam Y1 ⎞ ⎛ = 2 x ⎜ Y . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.H .36 Gaya pada Seismic Buffer • Kontrol Tegangan Baut C = 45.886 2 + 4563.H + .632.773 kg untuk 2 baut H1.1 Y Y.1 H Baut Ø.baut = 8.657.593.632.2875 kg = 9468.16 Seismic Buffer 350 x 280 x 97 ( TRB.886 kg V = R = Ti 4 H 2 +V 2 = = = 912.5 kg cm 11 ⎞ ⎛ xHx11⎟ = 55H = 2 x ⎜ 22 xH + 22 ⎝ ⎠ 45.1 H.

56 × 930.30 . ( L2A098005 ) . secara detail akan disajikan dalam sub-sub bab sesuai dengan jenis elemennya.563.47 kg/cm2 < 2080 kg/cm2 o Tegangan Tumpu : σ tumpu = 5. Perhitungan konstruksi bawah meliputi : ¾ Perhitungan abutment ¾ Perhitungan pondasi sumuran Perencanaan elemen-elemen struktural pembentuk konstruksi bangunan bawah jembatan.085 2 + 1.56.085 kg/cm2 o Tegangan Tarik : σ tarik = H A o Kombinasi tegangan tarik dan geser akibat beban sementara : σ 1 = σ tarik 2 + 1.6 × 2. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.296. σ = 2080 kg/cm2 = 1691.997 1.216 kg/cm2 = 8.886 0.2875 0.5 = 2367.25 × π × 2.66 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tegangan Baut : o Tegangan Geser : τ = V A = 4.V .5 2 = 1691. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.25 × π × 2.5 2 = 930.3 R A = 9468.τ 2 < 1.25 kg/cm2 < 2400 kg/cm2 PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama konstruksi bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah.216 2 = 2051.

Di dalam pembebanan abutment.3. 4. 7.1 Pembebanan pada Abutment Abutment direncanakan untuk menyalurkan beban struktur atas ke dalam tanah.67 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.V . Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Gaya horisontal akibat rem dan traksi.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11. 6. 3. 2. Gaya akibat gempa. ( L2A098005 ) . Gaya akibat berat tanah vertikal. perlu diperhatikan : 1.5.0 m 100 85 100 100 115 Gambar.1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Gaya geser tumpuan dengan rangka baja. Gaya akibat berat sendiri abutment. Gaya akibat tekanan tanah aktif.5 50 115. 5.1 Perencanaan Abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.3. Beban mati dan beban hidup.37 Dimensi rencana abutment 5.

850 0.5 532.220 0.050 0. ( L2A098005 ) .L ton 2.345 0.930 0.859 88.280 0.680 -0.211 A.X m^3 -0.38 Perhitungan titik berat abutment Tabel.000 8.440 0.328 4.085 -0.034 -0.900 23.Y m^3 0.420 -0.738 1.375 2.664 X m -0.506 4.081 0.150 -0.500 232.140 0.299 -0.150 1.200 0.430 -0.500 19.150 -0.750 4.220 2. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.784 1.800 0.213 -0.132 9.000 -1.100 1.360 0.360 -0.300 0.375 0.101 0.905 5.573 0.013 -0.5.125 0.730 0.100 0.173 3.190 1.758 82.A.V .500 A. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.128 0.68 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Vertikal A.613 1.480 -0.400 4.820 5.038 0.126 0.024 0.000 Y m 6.250 3.045 -0.306 3.020 -0.250 -0.350 4.438 9.791 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8 9 80 435 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 93 475 50 110 115 G 0 73 Gambar.030 5.4 Perhitungan titik berat abutment No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total A m^2 0.5.900 1.276 0.031 3.119 0.480 0.830 -0.048 0.918 4.461 W=δ.000 8.095 0.

211 = −0.00 m O Gambar.461 ∑ A * Y = 19. Beban hidup P.5.h Panjang 11.40 Beban hidup pada abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.39 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.791 = 2.69 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .V .143 m ∑ A 8.461 xa = ya B.00 m O Gambar.5.1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.152 ton X=0 C. ( L2A098005 ) .339 m = ∑ A 8. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.

925 + × 0.925 ⎟ × 45 = 196.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.50 x 1.2 – [ (1.V .5 =⎜ × 12 + × 12 × 0.5 × 1.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.4375 + 33 + 22.875 ton 2.875 ton / 2 = 98.473 t/m3 C2 = 0 kg/cm2 112 Gambar.41 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .21 = 33 ton 2. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 130 95 470 4 1 γ1 2 = 1.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.75 Beban hidup pada Trotoar : = 0.5 ⎛ 5.925 t/m 1.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.5 ⎟ × 1.5.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.2 108 122 O 88 γ2 = 1.75 ⎠ ⎝ 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 Lengan terhadap titik O = 153.5 120 5 6 464.9375 ton Xc = 0 D.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.21 = 12 ton 1.70 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ À Beban merata q = 2.50 ⎞ ⎛ 5.700 t/m3 C1 = 0 kg/cm2 3 485.3 420 275 140.2 – [ (1.75 ⎝ 2.

( L2A098005 ) .787 39.L ton 0.5 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.835 -0.125 0.250 1.155 -1.173 12.5.620 xa = ya ” Beban Horisontal A.156 0.5 Panjang 11.696 X m Y m -1.00 m O Gambar.300 -0. Gaya rem dan traksi XC 180 795.116 0.200 A.008 = 3.547 2.688 12. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.620 ∑ A * Y = 12.844 1.153 0.5.200 2.71 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.688 = −1.Y m^3 -0.200 1.738 8.080 -1.317 m = ∑ A 3.350 0.235 3.404 -0.005 3.220 1.02 m ∑ A 3.008 3 γ 1= 1.955 m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .750 5.295 -0.120 4.194 3.71 Lengan gaya terhadap titik O = 6.642 0.203 2.950 -1.5 615.208 -3.X m^3 A.28 ton Yc = 7.42 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) c = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) = 0.384 3.3.620 69.A.192 -2.V .128 0.853 4.05 x 125.851 5.838 0.

1.825 1 = 1.70 t/m3 5. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.333 x 5.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.70 = 1.139 = 13. ( L2A098005 ) .60 x 1.tot Y. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.pa = 2.5 x γ.15 465.374 x 11 = 147.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.02 x 0.5 2 = 1.00 m O 0.2 = 40 ° C2 = 0 kg/cm2 Gambar.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.1 x H12x Ka.1 2.V .333 = 11.114 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.72 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ B.85 1.234 x 1.2 = 0.473 t/m2 Ø.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.88 Panjang 11.02 ton/m2 470 Pa.374 = 2.1H1 = 1.1 = 0.5.5 x 1.43 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.374 ton ton ton = (2.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.1 = q x ka.234 P.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.88) : 13.6552 x 0.139 x 2.825 + 11.655 Pa.70 x 5.00 1.2 1.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.

Gaya gesek pada tumpuan g 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 m Panjang 11. b dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.44 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.00 m O Gambar.15 x 236.152 = 35.15 – 0. Gaya akibat gempa h=E.5.152 ton g = 0.18 ) b = beban pada tumpuan = 236. ( L2A098005 ) .V .00 meter D.73 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.

696 x 0. ( L2A098005 ) . Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 69. abutment 2.74 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ h bangunan atas h.14 = 33.5.152 ton hba = 236.45 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 232.573 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.V . timbunan 5.757 ton 5.664 x 0.696 ton hba = 69.664 ton hp = 232.1.14 = 32.000 h.3.14 = 9.339 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.317 Panjang 11.152 x 0.00 m O Gambar.

Tm = gaya akibat perubahan suhu. Tag = gaya tekanan tanah akibat gempa bumi.V . Ahg = gaya akibat aliran dan hanyutan pada waktu gempa. M = beban mati. Gg = gaya gesek pada tumpuan bergerak. SR = gaya akibat perubahan suhu (selain susut dan rangkak).5.75 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel. P1 = gaya-gaya pada waktu pelaksanaan. Tb = gaya tumbuk. Ah = gaya akibat aliran dan hanyutan. (H+K) = beban hidup dengan koefisien kejut. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Rm = gaya rem. Tu = gaya angkat (buoyancy). ( L2A098005 ) . Gh = gaya horisontal ekivalen akibat gempa bumi.6 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Keterangan : A = beban angin. Ta = gaya tekanan tanah. S = gaya sentrifugal. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian Gaya (T) V 692.938 X 1.837 134.522 1.152 538.664 69.5.607 H 147.114 692.643 2.696 236.270 333.175 333.955 5.884 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.000 177.5.152 153.114 2.949 1143.664 69.76 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.267 175.906 2.810 X Y 1.114 147.500 147.443 5.557 146.175 MH 333.V .270 147.280 35.450 494.949 Tabel.267 175.949 333.7 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.125 561.046 912.268 729.175 1143.696 236.949 49.m) MV 1134.m) MV MH 382.931 Tabel.643 2.512 430.443 188.773 354.121 400.5.500 Momen (T.9 Kombinasi III Beban Jenis Komb.957 177.815 511.114 6. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.450 692.m) MV MH 382.450 Y Momen (T.215 182.000 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .228 230.450 692.500 1.164 408.522 1.175 810.228 147.8 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.949 35.773 354.215 1134.801 7.114 333.

didapat Nc = 95.179 450.07 ton / m2 Daya dukung ijin qa = q ult 445.γ 0 .268 608.696 236. hal 32 ) Untuk φ = 40 °.B.834 73.07 = = 148.3 ⎟ × 0 × 95.512 359.443 5.664 69. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.267 175.889 Momen (T.000 35.008 H 110.1 ⎟γ t .305 177.573 9.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 3⎞ 3⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.36 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.486 165.Nc + D f .V .339 3.3 ⎟c.m) MV 382.215 912.227 5.129 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.194 300.0 + 0.522 1.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 1.5 + 0.188 31.643 2.1 ⎟ × 1.000 V 232.757 33. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.3 × 1.10 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Gh Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin 32.Nq + ⎜ 0.773 354.0 + 0.5.6 Nq = 81. ( L2A098005 ) .5 + 0.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ qult = 445.2 + ⎜ 0.228 MH 76. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.500 2.6 + 1.152 538.7 × 81.77 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.2 Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.

.949 ton m M = 333. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 692.42 > 2 • ………….28.114 ) = 2.450 ton H = 147. ( L2A098005 ) .175 / 333.6 / 147.45 x ( 0.226 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1143.98 ± 49.01 ton / m2 Gambar 5.46 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.175 = .809.05 ton / m2 σ max = 70.36 ton / m2) ………. Aman.82 > 1.V .5 ………….175 ton m MH = 333. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 692.1143.450 809.114 ton MV = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK 28.78 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 692.226 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 20.01 ton / m2 < q a (148..03 σ min = .949 – 1143.05 ton / m2 70..949 = 3.

729.505 ton / m2 Gambar 5.78 < 2 • …………. ( L2A098005 ) .395 ton / m2 σ max = 32.884 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 729.320.810 x ( 0.V .OK 6.931 – 729.884 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 13.6 / 146.810 320.046 ton MV = .5 ………….395 ton / m2 32..815 ton m MH = 408.47 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.815 = ..810 ton H = 146.055 ± 19. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.77 > 1.6.36 ton / m2) ……….046) = 1.931 ton m M = 408. tidak aman.815 / 408. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 430.79 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 430.505 ton / m2 < q a (148..45 σ min = .931 = 1. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 430.

801 = 2.V .607 409. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.810.607 x ( 0. ………….324 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 810.9.988 ± 24. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 494.48 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.884 ) = 2.02 > 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 494.80 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 494.5 • …………. ( L2A098005 ) .801– 810.6 / 134.807 σ min = .36 ton / m2) ……….801 ton m M = 400..819 ton / m2 σ max = 39.819 ton / m2 39.2 > 1.884 ton MV = ..607 ton H = 134.409.OK 9..324 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 14.795 ton / m2 Gambar 5.125 ton m MH = 400. Aman.125 = .125 / 400.795 ton / m2 < q a (148.

88 ± 18.55 ton / m2 Gambar 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7.67 σ min = . Aman.129 – 608.308.6 / 73.179 = .05 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 608.V .79 ton / m2 σ max = 29.608.OK 7. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 359.02 > 2 • …………..05 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 10.008 ton H = 73.179 / 300..5 ………….36 ton / m2) ……….008 x ( 0.91 > 1..889 ton MV = .129 ton m M = 300.889) = 2.79 ton / m2 29.179 ton m MH = 300.55 ton / m2 < q a (148.129 = 2.008 308. ( L2A098005 ) .49 Tegangan tanah di dasar abutment Abutment tidak aman terhadap guling beban kombinasi II perlu pelebaran dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 359.81 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 359.

50 Dimensi rencana abutment Pembebanan pada Abutment ” Beban Vertikal A.82 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perencanaan Abutment setelah pelebaran dasar abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.8 435 9 80 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 110 475 50 110 115 G 0 90 Gambar.0 m 100 100 135 100 165 Gambar. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.51 Perhitungan titik berat abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 50 115.5 532. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .5. ( L2A098005 ) .5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11.5.

859 88.013 -0.101 0.420 -0. ( L2A098005 ) .11 Perhitungan titik berat abutment A m^2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total W=δ.276 0.A.820 5.000 8.738 1.100 0.219 A.360 0.000 20.680 -0.300 0.024 0.020 -0.918 4.095 0.081 0.220 2.050 0.150 1.610 xa = ya B.569 6.299 -0.610 ∑ A * Y = 20.610 X m 2.455 = 2.350 4.203 0.223 0.152 ton X=0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.480 -0.048 0.400 4.031 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.030 5.306 3.905 5.038 0.800 0.5.900 23.213 -0.750 4.220 0.573 0.455 Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .328 4.223 0.132 9.52 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.900 0.850 0.000 9.280 0.250 5.128 m = ∑ A 9.150 -0.100 0.127 m ∑ A 9.045 -0.83 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.275 Y m -0.248 4.613 1.480 0.150 -1.200 0.784 1.345 0.034 -0.00 m O Gambar.000 -1.125 0.375 0.085 -0.375 2.250 -0.360 -0.V .500 -0.219 = −0.430 -0.806 110.Y m^3 0.440 0.000 A.272 2.223 0.900 1.X m^3 6.438 9.L ton 0.830 -0.1.5.000 264.100 1.

V .5 ⎛ 5.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.5 ⎞ =⎜ × 12 + × 12 × 0.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.875 ton / 2 = 98.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.21 = 12 ton 1.875 ton 2.925 + × 0.5.925 ⎟ × 45 = 196. Beban hidup P.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.h Panjang 11. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 m O Gambar.4375 + 33 + 22.5 × 1. ( L2A098005 ) .75 ⎠ Beban hidup pada Trotoar : = 0.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.84 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.21 = 33 ton 2.53 Beban hidup pada abutment À Beban merata q = 2.50 ⎛ 5.9375 ton Xc = 0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.925 t/m 1.2 – [ (1.75 ⎝ 2.5 Lengan terhadap titik O = 153.50 x 1.2 – [ (1.75 ⎝ 2.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.5 ⎟ × 1.

200 A.950 18.851 9.375 0.787 5.X m^3 A.200 2.787 63.3 420 275 140.Y m^3 -1.535 -0.A.600 0.325 -1.662 = 3.203 3. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 155 140 95 470 4 1 γ1 2 = 1.281 3.550 1.950 -1.400 -1.V .473 t/m3 C2 = 0 ton/m2 145 Gambar.652 3.250 1.513 3.840 -0.648 xa = ya Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 γ2 O 155 = 1.150 0.662 3 γ 1= 1.6.278 18.L ton 0.853 4.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .402 4.304 m = ∑ A 5.2 132.243 0.950 = −1.648 109.192 -4.85 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D.750 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.990 0.203 0.5 120 5 6 464.472 -0.12 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.804 0.450 Y m 4.314 0.5.700 t/m3 C1 = 0 ton/m2 3 485.040 X m -1.333 -6.550 -0.23 m 5. 5.113 14.648 ∑A ∑ A * Y = 18.54 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tabel.200 1.189 5. ( L2A098005 ) .

88 Panjang 11.02 ton/m2 470 Pa.56 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.825 1 = 1.65 465.5 Panjang 11.473 t/m2 Ø.5 615.00 m O 1.71 = 6.00 1.00 m O Gambar.70 t/m3 5.35 1.5.05 x 125.86 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Horisontal E. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .5.1 2.5 2 = 1. Gaya rem dan traksi XC 180 795.955 m F.2 = 40 ° C2 = 0 ton/m2 Gambar. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.V .28 ton Lengan gaya terhadap titik O Yc = 7.55 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) c = 0.2 1.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.

2 = 0.57 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs . b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.pa = 2. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.374 x 11 = 147.234 x 1.60 x 1.V .00 m O Gambar.374 = 2.5 x γ.88) : 13. Gaya gesek pada tumpuan g 5.tot Y.1 x H12x Ka.374 ton ton ton = (2.1H1 = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.655 Pa.6552 x 0.825 + 11.333 = 11.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.87 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.5.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.139 x 2.1 = q x ka.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.02 x 0.70 x 5.234 P.70 = 1.1 = 0.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.333 x 5.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0. 1.00 m Panjang 11.114 ton G.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka. ( L2A098005 ) .139 = 13.5 x 1.

14 = 36.14 = 15.00 m O Gambar.04 ton hba = 109.58 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 264. timbunan 5.152 = 35. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .18 ) b = beban pada tumpuan = 236.152 ton g = 0.266 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau h bangunan atas h.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0. abutment 2. Gaya akibat gempa h=E.15 – 0.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 109.998 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.00 meter H.15 x 236.275 x 0.128 3.275 ton hp = 264.304 Panjang 11.14 = 33.88 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.152 ton hba = 236.152 x 0.000 h.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.04 x 0.V .

046 1374.89 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.123 2.123 2.152 609.15 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin Bagian Wa Wt Wba V Jarak Terhadap G (m) H 264.875 2.114 333.557 146.000 147.443 5.949 35.824 1682.405 763.949 333.215 182.14 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 264.959 511.164 408.113 340.824 333. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tabel.275 109.000 Momen (T.152 153.114 763.275 109.113 340.13 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Tabel.040 236. ( L2A098005 ) .000 177.304 307.5.938 X 2.949 1099.127 3.574 X Y 2.m) MV MH 562.127 3.405 Y Momen (T.304 147.949 1682.5.000 2.532 472.467 487.270 147.5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .m) MV MH 562.114 147.949 Tabel.270 333.114 2.532 472.931 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.040 236.

65 ton / m Daya dukung ijin qa = q ult 449.949 49.B.88 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.532 354.266 33.000 H 120.512 Momen (T.5.17 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Gh Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin V 264.289 H 147.873 837.65 = = 149.5 + 0.305 177.Nq + ⎜ 0. ( L2A098005 ) .114 6.405 763.915 471.128 3.7 × 81.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 4⎞ 4⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.443 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.2 + ⎜ 0.957 177.955 5.m) MV 1682.000 188.123 1.5 + 0.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 2.732 50.040 236.691 314. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian V 763.824 1202.6 + 1.405 545.304 5.439 165.837 134.467 406.017 561.884 Tabel.121 400.5.443 5.90 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.1 ⎟ × 1.1 ⎟γ t . Nq = 81.998 15.152 609.Nc + D f .2.6 .473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ 2 qult = 449.3 ⎟c. Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.801 7.3 ⎟ × 0 × 95.275 109.228 MH 78.113 340.127 3.215 1682.γ 0 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.280 35.3 × 1.500 2.768 80.m) MV 562.0 + 0.460 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.311 36.V . Mekanika Tanah & Tenik Pondasi. hal 32 ) φ = 40 °. didapat Nc = 95.0 + 0.215 1256. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.16 Kombinasi III Gaya (T) Beban Jenis Komb.000 35.824 MH 333.

04 > 2 • ………….98 σ min = .893 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 17.63 ton / m2 63.91 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 763. ( L2A098005 ) .949 ton m M = 333.33 ton / m2 < q a (149.35 ± 45.5 ………….893 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1682.949 = 5..88ton / m2) ……….1682..V . Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 763.OK 28.824 ton m MH = 333.28.59 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.63 ton / m2 σ max = 63.405 ton H = 147.405 1348.114 ) = 3..824 = . Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 763.11 > 1.1348.33 ton / m2 Gambar 5.949 – 1682. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Aman.114 ton MV = .405 x ( 0.824 / 333.6 / 147.

Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 487.6 / 146.92 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 487.959 = .69 < 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 487.48 ton / m2 34. Aman..574 691.046) = 2 > 1.5 • ………….64 ton / m2 < q a (110. ( L2A098005 ) .931 ton m M = 408.49 ton / m2) ………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..574 x ( 0.48 ton / m2 σ max = 34.56 σ min = .. ………….691.V .60 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.959 / 408.12.08 ± 23.046 ton MV = .959 ton m MH = 408.931 – 1099.1099.028 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1099.931 = 2.OK 12.64 ton / m2 Gambar 5.028 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 11.574 ton H = 146.

29 ton / m2 σ max = 39..216 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 12.. Aman.801 – 1202.7 ton / m2 Gambar 5. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 545.V .017 ton m MH = 400.99 > 2 • ………….017 / 400.31 σ min = .5 ………….93 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 545.216 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1202.289 ton H = 134.1202.289 801.289 x ( 0.884 ton MV = .14.39 ± 27.801 = 2.017 = ..43 > 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.801.29 ton / m2 39.OK 14.61 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 545.6 / 134. ( L2A098005 ) .801 ton m M = 400.7 ton / m2 < q a (149.884 ) = 2.88ton / m2) ……….

( L2A098005 ) .08 ton / m2 < q a (149.03 > 1.455 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 19.88ton / m2) ……….915 = .V .38 ton / m2 σ max = 37.38 ton / m2 37.512 ) = 3.23 ± 17.311 x ( 0.OK 1. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 406.08 ton / m2 Gambar 5.66 > 2 • ………….. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 406.460 = 2..512 ton MV = .915 / 314.837.85 σ min = 1.460 – 837.5 ………….460 ton m M = 314. Aman.311 ton H = 80.6 / 80..523.62 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.94 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 406.915 ton m MH = 314.455 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 837.311 523.

5 370 15 500 A Gambar.243 -0.730 4.V .085 -0.675 -0.95 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.5.650 0.360 0.449 0.437 11.200 2.525 -0.020 -0.750 0.210 -0.018 0.859 88.450 2.155 0.306 3.050 0.000 0.091 5.273 -0.038 0.215 0.438 9.309 0. ( L2A098005 ) .101 0.095 0.000 Total 4. Gaya Vertikal Gaya akibat berat sendiri abutment Tabel.A.18 Perhitungan titik berat abutment ditinjau dari pangkal abutment No A m^2 W=δ.605 4.576 1.X m^3 A.920 1.028 3.375 0.000 Y m 4.850 0. dimana momen akibat beban vertikal diperhitungkan terhadap exsentrisitas dari garis netral badan abutment sebesar 15 cm.5.1.63 Pembebanan pada badan abutment A.100 -0.860 133.650 X m -0.048 0.050 3.100 2.Y m^3 -0.3.013 -0.900 23.613 1. M PV PH 115.297 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 Penulangan Abutment Beban yang digunakan pada perhitungan penulangan badan abutment adalah berdasarkan pembebanan maksimal yang bekeja pada pangkal badan abutment.L ton 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0.375 2.520 4.120 -0.066 -0.125 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.066 0.600 A.583 0.933 0.450 3.031 3.784 1.

Y m^3 3.2 = 0.368 ton P.587 4. ( L2A098005 ) .5 x γ.168 X m 18.553 2.761 = 2.900 1.15 m Beban akibat tanah di atas pondasi Tabel.600 5.192 -4.1 = q x ka.090 m 4.70 t/m3 Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik A : ya = ∑ A * Y = 11.860 ∑A ∑ A × Y = 11.297 = 2.990 0. Gaya Horisontal Gaya akibat tekanan tanah aktif Tekanan tanah aktif Pa.A.4375 + 33 + 22.479 ton Pa.039 A.324 m = 4.0.113 14.513 3.9375 ton Lengan terhadap titik O Xc = 0.333 x 4.70 x 4.02 x 0.763 11.L ton 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .652 100.tot = 6.5 x 1.27 ∑ A 5.550 -0.535 -0.1 = 0.761 γ = 1.450 4.203 3.355 = 1.472 -0.847 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.648 m B.X m^3 -1.5.437 = −0.1 H1 = 1.5 = 153.894 2.517 0.400 3.325 -1.3552 x 0.840 -7.064 Y m -1.605 A.15 m Beban hidup Beban hidup (Pq) = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.860 ∑A xa = ya Beban mati akibat konstruksi atas Beban konstruksi atas total ( Pba ) = 236.950 -1.375 0.333 = 5.96 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik A : ∑ A × X = .19 Perhitungan titik berat tanah ditinjau dari Potongan A Luas A m^2 No 1 2 3 4 Total W=δ.1 x H12x Ka.787 63.152 ton Lengan gaya terhadap titik O Xb = 0.

3943 ton...H = 75..L + 1..2 M.2 x 23.........2 x P.Kombinasi beban sementara Mu = 1..m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..59 ton.97 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Y.317 ton Gaya akibat gempa • Gaya gempa terhadap abutment : • Wa = 133.062 ton ¾ Momen Ultimit Kombinasi I..847 = 1.14 = 14 ton ¾ Gaya Vertikal Ultimit ( Pu ) Pu = Beban vertikal Ultumit ……………......650 x 0.....09 + 197.3943 ) + ( 1.9375 x 0..061 x 3.6 x 121.....607 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 6..324 ) + ( 33.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 100....152 x 0.328 ton..278 ton.6 x 23...368 x 1.479 x 2.064 x 0..D + 1.09 ton.14 = 33..9375 ) = 690.wa ) + ( 1......650 ) + ( 1.m’ Mu = ( 1....m’ M..m’ = 256.18 + 5......6 M..D + M.05 ( M..V ...847 x 11 = 75.59 ) = 197...27 ) Mu = 1...L + M.711 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : • Wba = 236.45 ) : 6.15 ) – (133.E = ( 18...09 ) + ( 1.Kombinasi beban tetap = ( 1.317 x 1.152 ) + ( 1..2 x 236...152 x 0..711 x 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.650 ton hp = 133.09 ) = 23.D = (236..H M..15 = 23.m’ M.Kombinasi beban tetap Mu = 1.034 ton.pa = ( 1....6 M.607 = 121..2 x P...064 ton hba = 100.L = 153.3943 + 23.E ) M...650 x 0....6 x Pq ) = ( 1.m’ Kombinasi II...2 x 133.. ( L2A098005 ) .152 ton hba = 236...70 ) + ( 14 x 2....14 = 18.wba ) + ( 1.05( 23...6 + 153.034) = 347.

0054 ⎝ φ × Ag × 0. berdasar DDPBB.0 = 0.0 1.328 × 10 7 = 503.136 h 3700 ⎛ ⎞ ⎛ et ⎞ Pu ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜ ⎟ = 0.10 .328 mm = Pu 690.98 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Disain tulangan abutment digunakan : Pu = 763. tabel.80 × 1.4 1.m’ f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa Ag = luas penampang = 1000 * 11000 = 1.4 = = 0. ( L2A098005 ) .10.04 = φ × Ag × 0.2.136 = 0.003 ρmin = f’c = 25 .85 × f' c 0.061 ≅ 0. 8 ρmin = 0. 107 mm2 Ht = tinggi badan abutment = 3700 mm b = 1000 mm h = 1000 mm d’ = 50 + ½ . 22 = 61 mm d = h – d’ = 1000 – 61 = 939 mm ϕ = 0.10 h 1000 Dari grafik 6.0203 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.a (GTPBB) didapat : r = 0.0203 ……………………….V .85 × 25 et = Mu 347.328 = = 0.405 ton Mu = 347.328 ton.003 ρ = r. maka dipakai nilai ρmin ρmax = 0.04 × 0..0035 fy 400 ρmax = 0.405 × 10 4 = 0. β = 0.0035 Karena ρ < ρmin.002 x 1.062 × 10 4 et 503. β = 1.10 7 × 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.80 Pu 763.85 × f' c ⎠ ⎝ h ⎠ 61 d' = = 0.

Karena Vu < φ Vc (0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.6 = 120. ( L2A098005 ) .20% Ag As = 2000 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 16 – 200 (As = 2010 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang sebesar Gaya Horisontal yang bekerja pada abudment H = 75.50).V .5.99 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok As = ρ.51 × 10 4 = 0.0035 * 1000 * 1000 = 3500 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 22 – 200 (As = 3801 mm2) ™ Tulangan bagi Diambil 0.22 .200 D. maka tidak diperlukan tulangan geser.146 MPa Vu = = b × d 11000 × 937.64 Penulangan badan abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 3700 D.317 ton Hu = 75. Ag = 0.50 Mpa. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 200 Ø.51 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Hu 120.10 .317 x 1.16.146 < 0.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 Mpa diperoleh φ Vc = 0.200 300 1000 1350 1000 1650 Gambar.

5.6552 x 0.6 x 4.6 x 5.00 = 4.100 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Penulangan Parapet q = 2.65 Pembebanan parapet Ka = 0.655 m q = 2.V .5 mm ρmin = 1.333 x 11. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.549 tonm’ Mu = 4.110 ) + ( 1.655 x 11.0035 fy 400 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.13 ton/m2 500 Pa.6 x 2.4 = = 0.078 tonm’ = 1. ( L2A098005 ) .333 x 0.333 γ = 1.655/3 ) = 2.13 ton/m2 Pa.2 = 0.549 Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 550 mm d = 550 – (50 + ½ 19 ) = 490.011 x 0.594 ton Momen di potongan A-A MA-A = ( 5.2 A A 655 Gambar.5 x γ x H2 x Ka.4 1.13 x 0.00 = 5.655/2 ) + ( 4. x L = 0.1 = q x ka x H x L Pa.011 ) = 2.5 x 1.1 Pa.70 ton/m3 H = 0.011 ton Pu = (1.70 x 0.110 x 0.110 ton =14.

5 25 ⎠ ⎝ 0.56ρ2 ρ = 0.027 MPa Vu = = b × d 11000 × 490.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0.85 × ⎢ 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ .490.0035 * 1000 * 500.50). Karena Vu < φ Vc (0.107 400 ⎞ ⎛ = ρ .078. b.588.594 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Pu 14.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0. maka dipakai nilai ρmin = 0.0035 As = ρ.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.V .8.588.101 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ⎡ 0.ρ .85 × 35 = 0.400⎜1 − 0. maka tidak diperlukan tulangan geser. ⎟ 2 11000.d fc ⎠ ⎝ 4.0. ( L2A098005 ) .5 = 1751. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. d = 0.022 < 0. f y ⎜⎜1 − 0. ⎟⎟ 2 b.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.0154 = 320ρ – 3010.75 cm2 ™ Tulangan Pokok Digunakan tulangan rangkap D 19 – 150 (As = 1890 mm2) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 378 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 10 – 200 (As = 393 mm2) ™ Tulangan Geser Pu = 14.8.0. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.000048 Karena ρ < ρmin.50 MPa.594 × 10 4 = 0.75 × 0.0203 × = 0.

1682.67 Pembebanan pada pile cap Pada perencanaan penulangan Pile Cap digunakan kombinasi I.102 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D10 .893 ton m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.178 ton / m2 63.150 D19 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.824 = .5.200 D19 .114 ton MV = .949 ton m M = 333.33 ton / m2 Gambar 5.949 – 1682. dimana beban-beban yang bekerja dikalikan dengan koefisien sesuai dengan kombinasi beban tetap.66 Penulangan parapet Penulangan Pile Cap 28. ( L2A098005 ) .405 ton H = 147. V = 763.824 ton m MH = 333.63 ton / m2 2m 17.V .1348.150 Gambar.

0001 Karena ρ < ρmin.1217.8 × 400⎜1 − 0.d ⎝ 133.0035 x 1000 x 1217.m Mu Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 1300 d = 1300 – 70 – (½ x 25) 95.2 x 109.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000.10 7 400 ⎞ ⎛ = ρ × 0.059 = 320ρ – 3010.103 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Vu = ( 1.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b.664 ) + ( 1.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.6 x wl ) = ( 1.6 x 153. ( L2A098005 ) .717 ton.152 ) + ( 1.2 x wba ) + ( 1.892 Mu = = 8.8 × f y ⎜⎜1 − 0.5 = 4261.2 x 236.0035 As =ρxbxd = 0.m’ 11 1.5 ⎝ 0.85 × 25 = 0.75 × 0.56ρ2 ρ = 0.23.152 x 2 x x 2 ) 3 2 2 = 95.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0. maka dipakai nilai ρmin = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.938 ) = 939.2 x 232.178 x 22 ) .0203 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ × 0.85 × ⎢ × = 0.728 ton 1 1 2 = -( x 17.4 1.4 = = 0.2 x wa ) + ( 1.5 mm ⎡ 0.892 ton.V .04 ) + ( 1.( x 46.2 x wt ) + ( 1.25 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0035 ρmin = fy 400 = 1217.

183 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc V 62. maka tidak diperlukan tulangan geser.511 MPa b × d 1000 × 1217.65 Gambar 5. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 300/500 D16 .50 dari tulangan tarik = 2454.00 D25 .100 1.75 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 16 .104 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Tulangan tarik digunakan tulangan D 25 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0. Karena Vu < φ Vc.V . ( L2A098005 ) .200 (As = 1005 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang V = Pu 684.012 = 11 11 = 62.200 100 1.183 × 10 4 Vu = = = 0.2 * 4908.29 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 0.100 Ø10 .100 (As = 4908.74 = 981.300/500 1.35 D16 .50 MPa.74 mm2) Tulangan tekan digunakan 0.37 mm2 = digunakan tulangan D 19 – 100 ( As = 2835.68 Penulangan pile cap Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 D19.

105 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.0x 2.600 ton/m 1. × fy⎜⎜1 − 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.ρ min = 0.0058.332 ton/m b.00 m.y = 240 Mpa b = 1000 mm d = 200 – ( 50 +16/2 ) = 142 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ .. Pembebanan pada plat injak : a.332 + 1.ρ > ρ min dipakaiρ .4 BANGUNAN PELENGKAP 5..6 = 1.149 = 192 ρ − 1083..6 x 1.2 x 1.316 tonm’ Momen yang bekerja : Mu = 1/8 x q x L2 di ketahui : f.600 ton/m ƒ Berat pavement = 0.0062 x 1000 x 142 = 880.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 142 ⎝ 1.0 x 2.2 = 0.c = 25 Mpa f.25 x 1... Beban hidup ql = 0...2 x 1. Beban Mati ( qd ) ƒ Berat sendiri = 0..40 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4.632 ton/m = 1/8 x ( 1.V .sebagai.0 x 2.2 = 0. tebal plat injak direncanakan setebal 20 cm dan lebar 7.8 × ρ × 240⎜1 − 0..0062.7 x 1..2 = 0.1 Pelat Injak Plat injak adalah bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi mencegah terjadinya penurunan elevasi muka jalan oleh beban kendaraan pada oprit...5 x 1. ( L2A098005 ) ..0 x 1..52 = 2..316 × 10 7 240 ⎞ ⎛ = 0.0 x 1.132 ton/m ƒ Berat lapis pondasi = 0..632 ) x 2.05 x 1..80 ρ 2 ρ = 0.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 2. Beban Hidup ƒ Beban kendaraan dibelakang bangunan penahan tanah diperhitungkan senilai dengan muatan tanah setinggi 60 cm.disain As = ρ x b x d = 0.

41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.332 ton/m2 q = q.1 ) x 1.1 + q.60 x γ.6 = 12.2 dari luas tulangan utama = 268.1 = ( 0.322 ton/m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 x H2x Ka x 1.333 Pa.5x 1.5 + 0. ( L2A098005 ) .964 x 0.V .332 = 2.333x1.333 x 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.082 mm2 Dipakai Ǿ.123 x 1/5.25 x 2.1552 x 0.155 = 5.2 Perencanaan Wing Walls 3.05 x 2.6 = ( 0.00 m 4.60 x 1.00 0.123 ton/m’ Gaya yang terjadi permeter lebar wing wall = 17.6 = 1.106 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan Ǿ.0 ) x 1.16 – 200 ( As = 1340.5 x γ.632 ton/m2 Akibat beban plat injak dan pavement q2 = ( 0.70 ) x 1.25 5.10 – 200 ( As = 392.155 WING WALL Panjang 11.70 mm2 ) 5.7x 5.00 Gambar 5.2 = 1.6 = 0.964 ton/m2 Ka = Tg2 ( 45 –Ǿ/2 ) = tg2 ( 45 – 30/2 ) = 0.088 ton/m’ Pa.632 + 1.1 = q x Ka x H = 2.20 x 2.035 ton/m’ Total beban yang bekerja pada wing wall = 17.4.2 = 1.69 Konstruksi wing wall Pembebanan pada wing wall q.2 = 0.20 + 0.155 = 3.

50 6 6 Vu < φ .5 x q x L2 = 0.13 – 200 ( As = 392. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.Vc = φ = 0.16 – 200 ( As = 1340.Vc tidak perlu tulangan geser b×d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 12.75 m : Mu = 0.y = 400 Mpa b = 1000 mm d = 400 – ( 50 +16/2 ) = 342 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ × fy⎜⎜1 − 0.136 × 10 4 Vu = = 0.c = 25 Mpa f..56 ρ 2 ρ = 0...60 = 0.disain As = ρ x b x d = 0.8 × ρ × 400⎜1 − 0.ton 9.322 × 2..70 mm2 ) ™ Tulangan Geser Vu = 3.561 × 10 7 400 ⎞ ⎛ = 0..V . sehingga momen yang terjadi terhadap bentang 2.322 x 2.5 x 3.0035.267 b × d 1000 × 342 fc 25 φ ..588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 342 ⎝ 1.ρ < ρ min dipakaiρ min sebagai.107 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pada perencanaan wing wall konstruksim dianggap sebagai Kantilever..0035 x 1000 x 342 = 1197 mm2 ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan D. ( L2A098005 ) .75 = 9.00347 ρ min = 0.752 = 12.561 tonm’ di ketahui : f.082 mm2 Dipakai D.074 = 320 ρ − 3010.2 dari luas tulangan utama = 268.136..41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.200 0.4.7 ton/m3 Ø1 = 30° C.155 D.3 Perhitungan Dinding penahan Tanah Dinding penahan tanah jalur jembatan Kabelukan pada bagian sebelah timur.108 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 3.00 Gambar 5.200 Panjang 11.5. batu kali γ1 = 1.80 ton/m2 320 Gambar.13 .1 = 1.200 D.25 D.200 5.16 .71 Dimensi dinding penahan tanah ( DPT ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 D.16 . Dinding ini direncanakan dengan menggunakan material pasangan batu kali dengan tinggi maksimal 4.2 = 1.676 ton/m3 80 410 40 40 240 40 Ø2 = 30° C.75 ton/m2 γ2 = 1.9 m dari alas pondasi dan dimensi direncanakan sebagai berikut 200 Pas. ( L2A098005 ) .70 Penulangan wing wall 5.13 .V .00 m 4.

batu kali = 2. Terhadap alas dinding penahan tanah 4 80 163 2 3 40 240 PP. ( L2A098005 ) .5 x 4. 2tanah dasar = 1.70 x 0.676 ton/m3 ƒ Ǿ.V .2 tanah dasar = 1.664 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 8.2 26.796 ton = 1.72 Beban yang bekerja pada dasar DPT Data teknis : ƒ q = 1.5 x H2 x γ1 x ka = 0.70 ƒ Ǿ.2 x⎜ 45 + ⎟ = 3.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .1 = q x H x ka P.2 40 1 P.2 = 0.020 x 4. 1tanah urug = 1.67 P.000 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P.333 = 6.1 tanah urug = 30o ƒ γ.1 245 410 q = 1.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ kp 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .902 x 1. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .5.80 ton/m2 ƒ γ pas.02 ton/m2 40 320 Gambar.460 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.333 = 1.2 ton/m3 ton/m3 Tekanan tanah Aktif.90 x 0.1 PP.109 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pembebanan A.2 tanah dasar = 40o ƒ C.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .020 ton/m2 ƒ γ.

7 205 P.00 = -1.633 m y.640 No. Terhadap pangkal badan dinding penahan tanah 410 P.608 9.988 x 0.0.110 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ PP.796 x 1.1 ) + ( P.5 x 0.1 x y.400 1.346 B.000 x 0.100 2.450 ) + ( 6.450 m y.2 x 1.400 m y. batu kali = 2.633 ) – ( 4.1 136.70 ƒ Ǿ.640 4.3 ) – ( PP.664 x 2.1 = 2.73 Beban yang bekerja pada pangkal DPT Data teknis : ƒ q = 1.600 1. 1 2 3 4 Total Berat (W) ton 3.560 1.2 1 2 40 200 Gambar.676 x 3.( PP.2 ) .m' 8.4 ) = ( 1.80 = -4.597 ton y.048 X m 2.5.020 5.802 x 1.788 21.800 MV ton. ( L2A098005 ) .80 x 3.632 2.2 ton/m3 ton/m3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.609 ton kp x h = .400 ) – ( 1.432 8.1 = -2 x C2 x PP.609 x 0.3 = 0.806 39.5.2 x y.5 x h2 x γ2 x kp = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.020 ton/m2 ƒ γ.267 ) = 12.1 x y.448 7.2 x Y.500 2.2 = 1.V .659 14.750 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.20 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.1 tanah urug = 30o ƒ γ pas.267 m MH = ( P.2 = -0.1 tanah urug = 1.4 = 0.988 ton Total Beban Horisontal ( H ) = -6.

.oke xBx x 6 21.2 − ⎛⎜ 39. ( L2A098005 ) .5.750 Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vx tan .100 No.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0..460 Kontrol terhadap stabilitas tanah ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = 1 ∑ M = 1 x3..758 ton = 1.5 x H2 x γ..V .m' -3.21 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.8 x3.393 X 2.10 x 0.628 X m -1...5 x 4.393 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 6.1 x y.608 9.....70 x 0...750 ⎞⎟ = 0.333 = 1.897 > 1. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P.2 x y.133 MV ton..640 4.758 x 1.048 x tan .2 = 1.050 ) + ( 4.200 -4.346 = 3.5.808 Kontrol Stabilitas Konstruksi Kontrol terhadap guling Fs = ∑ ∑ Mv Mh >2 = 39.597 = 2.050 m y..336 < 1 xB .020 12.367 ) = 9......086 > 2..151 ton y.111 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tekanan tanah Aktif.5 ∑H = 21.608 -1.1 = 2.1 x ka = 0. 1 2 Total Berat (W) ton 3..367 m MH = ( P.oke 12...1 ) + ( P.360 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .φ + CxB + PP > 1.2 ) = ( 1.2 = 0.30 + 1.346 − 12. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.oke 8.2 + 6.000 -0..1 = q x H x ka P..048 2 ⎝ ⎠ ∑V 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...333 = 4..102 x 1...020 x 4.

336 ⎞ ton x⎜ 1 + ⎟ = 10. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S... ( L2A098005 ) .5. pasangan.2 x1 ⎝ 3.626 ⎛ 6 x0.151 Kontrol terhadap tegangan pasangan batu kali ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = ∑M ∑V mak = 12......721 2 < σ ijin.4.batu ..4 ⎠ m 1 ⎛ 9..oke 6 ⎝ 12.053 > 1.4 x1 ⎝ 2.997 2 > σ ij int ..2 ⎠ m Kontrol Kekuatan Bahan Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vxf ∑H > 1.oke 6.5 dimana f adalah faktor geser pasangan semen = 1 Fs = 12.V .808 ⎞ =⎜ ⎟ = 0.360 < x 2..360 − 4.048 ⎛ 6 x0.628 x1 = 2....... tan ah 3..kali 2..360 ⎞ ton x⎜1 + ⎟ = 9.626 ⎠ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.112 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ mak = 21.

9 Alinyemen Vertikal Lengkung vertikal digunakan untuk merubah kelandaian memanjang secara berangsur-angsur dan harus sederhana dalam perencanaan serta memudahkan dalam pelaksanaannya.4.5.1 = 0% PPv = STA. 5. sehingga diharapkan menghasilkan suatu jalan lengkung yang aman dan nyaman untuk dilintasi. ( L2A098005 ) . A. STA. 99. 0 + 90 Elv. 0 + 90 ( elv.8 Alinyemen Horisontal Perencanaan alinyemen horisontal pada jembatan Kabelukan tidak diperlukan karena posisi jembatan lurus dengan ruas jalan yang ada. untuk menghasilkan disain yang optimal sesuai dengan standart yang berlaku. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.113 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.4.682% g. 0 + 115 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. 5.V .91 Perencanaan elenyemen vertikal STA. Alinyemen vertikal dalam perencanaan jembatan Kabelukan terdiri dari dua type : ƒ Tipe Cembung ( Crest Vertikal Curve ) ƒ Tipe Cekung ( Sag Vertikal Curve ) Untuk memudahkan dalam perhitungan dan pelaksanaan digunakan lengkung parabola derajat 2. Pada perencanaan geometrik pada jembatan Kabelukan ditinjau terhadap kondisi alinyemen horisontal dan vertikal.218 ) Lv = 50 m PTv = STA.218 Gambar.4. 0 + 115 PLv = STA 0 + 65 g.4 Perhitungan Oprit Pada perencanaan jembatan aspek geometrik jalan yang menuju dan meninggalkan jembatan harus direncanakan dengan baik. 99.2 = 2.

218 99.671 Tx Tx (m) 99.20 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.241 0.1 = 0.325 99.682% Lv = 50 m ……… ( grafik.060 0. Y ∆xX 2 = 200 xLv g.114 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ di ketahui : g.168 0. 0 + 190( elv.107 0.682 % – 0 = 2.278 99.2 = 2.00 % g. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.900 ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.007 0.218 + 100 x 2 200 = 99.1xLv = 99.889 m Tabel.V .429 0.1 .329 0.218 m PTv = PPv + 2.682 x50 g.X (m) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y (m) 0.543 0.2 – g.000 0. 101.5. ( L2A098005 ) .682 % ∆ = ( g.218 − 100 x 2 200 = 99.459 99.230 m Ev = PLv = PPv − 0 x50 g. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 3.2 xLv = 99.1xX 2 +Y = PLv + 100 STA.682 x50 = 800 800 = 0. 0 + 115 STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 065 0 + 070 0 + 075 0 + 080 0 + 085 0 + 090 0 + 095 0 + 100 0 + 105 0 + 110 0 + 115 Dimana : B.547 99.761 99.889 g. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No.2 ) = 2.386 99.v.225 99.245 99.647 99.027 0.

V - 115

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

PPv = STA 0 + 190
Elv. 101,900
g.2 = 0%
g .1

82 %
= 2,6

PTv = STA. 0 + 230

PLv = STA 0 + 150

Lv = 80 m

Gambar.5.92 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 190
di ketahui :
g.1

= 2,682 %

g.2

=0%

= ( g.1 – g.2 ) = 2,682 % – 0 = 2,682%

Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,682 x80
=
800
800

= 0,268 m

Ev

=

PLv

= PPv −

2,682 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,827 m

PTv

= PPv +

0 x80
g.2 xLv
= 101,900 +
100 x 2
200

= 101,900 m

TabeL.5.21 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 190

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 116

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
STA
0 + 150
0 + 155
0 + 160
0 + 165
0 + 170
0 + 175
0 + 180
0 + 185
0 + 190
0 + 195
0 + 200
0 + 205
0 + 210
0 + 215
0 + 220
0 + 225
0 + 230

Dimana :

C.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y=

g.1 .X
(m)
0
13.41
26.82
40.23
53.64
67.05
80.46
93.87
107.28
120.69
134.1
147.51
160.92
174.33
187.74
201.15
214.56

∆xX 2
200 xLv

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.038
0.067
0.105
0.151
0.205
0.268
0.339
0.419
0.507
0.603
0.708
0.821
0.943
1.073

Tx= PLv +

Tx
(m)
100.827
100.957
101.078
101.192
101.296
101.393
101.481
101.560
101.632
101.694
101.749
101.795
101.833
101.862
101.883
101.896
101.900

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 375 ( elv. 101,900 )

g.1 = 0%

PLv = STA 0 + 335

PPv = STA 0 + 375
Elv. 101,900
g .1
=2
,7 3
8%

PTv = STA. 0 + 415

Lv = 80m

Gambar.5.93 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 375
di ketahui :
g.1

=0%

g.2

= 2,738 %

= ( g.2 – g.1 ) = 2,738 % – 0 = 2,738%

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 117

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,738 x50
=
800
800

= 0,274 m

Ev

=

PLv

= PPv −

0 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 101,900 m

PTv

= PPv −

2,738 x80
g.2 xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,805 m

TabeL.5.22 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 375
STA
0 + 335
0 + 340
0 + 345
0 + 350
0 + 355
0 + 360
0 + 365
0 + 370
0 + 375
0 + 380
0 + 385
0 + 390
0 + 395
0 + 400
0 + 405
0 + 410
0 + 415

Dimana :

D.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y

=

g.1 .X
(m)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

∆xX 2
200 xLv

Tx

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.039
0.068
0.107
0.154
0.210
0.274
0.347
0.428
0.518
0.616
0.723
0.839
0.963
1.095

= PLv −

Tx
(m)
101.900
101.896
101.883
101.861
101.832
101.793
101.746
101.690
101.626
101.553
101.472
101.382
101.284
101.177
101.061
100.937
100.805

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 475 ( elv. 99,162 )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

2 =0% ∆ = ( g.0 Lv = 50 m ……… ( grafik. 0 + 475 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.162 Gambar.171 m Ev = PLv = PPv + 2.23 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.846 m PTv = PPv − 0 x50 g.118 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Lv = 50 m PLv = STA 0 + 450 PTv = STA.1 = 2.162 + 100 x 2 200 = 99. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. 0 + 500 g.738 % g.738 x50 g. 0 + 475 di ketahui : g.2 xLv = 99.2 ) = 1.738 x50 = 800 800 = 0.676 . 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 2. 99. 0 + 475 Elv.2 = 0% PPv = STA.5.5.1 = 2.1xLv = 99.162 m TabeL. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya = 2.738% No.162 − 100 x 2 200 = 99.738% g.1 + g.V . ( L2A098005 ) .94 Perencanaan elenyemen vertikal STA.v.

110 0. 13 ton Truk 3 as.189 99. ( L2A098005 ) .246 0.V .901% Tabel.X (m) 0 13./hari 14465 9523 4328 1462 4662 LHR akhir tahun rencana ( 2005 ) untuk satu jembatan Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.271 99.21 136.162 = PLv − g.52 123.83 109.901% . A.4.685 Tx Tx (m) 99.497 99.9 = ∆xX 2 200 xLv Y (m) 0.408 99./hari 8965 5902 2682 906 2889 LHR 2005 kend.69 27.119 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 450 0 + 455 0 + 460 0 + 465 0 + 470 0 + 475 0 + 480 0 + 485 0 + 490 0 + 495 0 + 500 Dimana : Y g.007 0. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rencana ( LHR ) Rumus pertumbuhan lalu lintas : LHR = LHRjx(1 + i % ) n Dimana pertumbuhan lalu-lintas ( i ) sebesar 4. 0 + 00 sampai STA. 0 + 400 dengan kondisi jalan dua jalur dan satu arah .062 0.76 68.846 99.07 54. 20 ton LHR 2001 kend.438 0.1 .027 0.600 99. Masa perencanaan sampai pelaksanaan dilaksanakan tahun 2003 sampai 2005 dan akhir umur rencana tahun 2011 dengan pertumbuhan lalu lintas ( i ) sebesar 4.5.000 0.716 99.24 Pertumbuhan LHR ( kendaraan/hari ) ruas jalan Pekalongan – Pemalang tahun 2005 dan 2011 No 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan Kendaraan Ringan < 2 ton Kendaraan Ringan 5 ton Bus 8 ton Truk 2 as.45 82.554 0.223 99.1xX +Y 100 5.171 0.14 95.38 41.335 0.10 Perhitungan Tebal Perkerasan Perencanaan perkerasan di rencanakan untuk jalan menuju dan meninggal jembatan sepanjang STA.333 99.168 99./hari 10856 7147 3248 1097 3498 LHR 2011 kend.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S. 20 ton = 1749 kendaraan LHR awal tahun rencana ( 20015 ) untuk satu jembatan ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 2164 kendaraan ƒ Truk 2 as.7452 = 1.0375 =1270. 20 ton = 1749 x 0. 13 ton = 731 kendaraan ƒ Truk 3 as.1410 = 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Akhir ( LEA ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 x 0.7359 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6 Kendaraan Berat > 5 ton = 0.0183 = 0.0004 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 0.1410 + 0.9624 ƒ Bus 8 ton = 1624 x 0.7 x 1.0183 + 0.0002 = 0.0002 + 0. 13 ton = 0. Perhitungan Angka Ekivalen ( E ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 0.2923 + 0. ( L2A098005 ) . 20 ton = 0.6 x 0.6 x 0.7 x 1. 13 ton = 549 x 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan ( LEP ) LEP = ∑ LHRjxCjxEj Dimana : Cj = Koefisien distribusi kendaraan.7 ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 x 0. 13 ton = 549 kendaraan ƒ Truk 3 as.2026 ƒ Truk 3 as.0648 ƒ Truk 3 as.0036 + 0.2113 Total LEP =1908.0219 ƒ Bus 8 ton = 0.0375 C.0648 = 409. 20 ton = 2331 kendaraan B.0922 ƒ Truk 2 as.9238 = 1.3027 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 x 0.0004 = 1.6 x 0.V .0004 = 1.1593 = 181.1593 ƒ Truk 2 as.7712 D.0219 = 46. Koefisien distribusi untuk 2 jalur 1 arah adalah : Kendaraan Ringan < 5 ton = 0.7 x 0.120 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 1624 kendaraan ƒ Truk 2 as.

Perhitungan Lintas Ekivalen Tengah ( LET ) LET = LEP + LEA 1908. Perhitungan Indek Tebal Perkerasan ( ITP ) CBR tanah dasar = 5.7712 + 2543.2 x D.7603 10 10 G. Perhitungan Tebal Perkerasan Koefisien Kekuatan relatip bahan : ƒ Lapis permukaan ( Laston MS 590 ) a. DDT = 4.3 = 11. FR = 1.14 D.3 = 0.13 ƒ Pondasi bawah Sirtu CBR 50% a.0648 = 544.7 x 1. ( L2A098005 ) .6 x 0.7 x 0.7632 = = 2226.35 x 10 ) + ( 0.3 x D.5 + 3.2 = 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Rencana ( LER ) LER = LET 6x UR 6 = 2226.13 x 20 ) + ( 0.2672 x = 1335.3 ) D.8582 ƒ Truk 3 as.49 .1 ) + ( a. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.35 ƒ Pondasi atas batu pecah CBR 80% a.12 x D.7076 ƒ Truk 2 as.1 = 10 cm ƒ Tebal lapis pondasi atas untuk ITP 10 – 12.2672 2 2 F.58 40 cm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 ) + ( a.7632 E.121 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 x 0.12 = 39.0219 = 62.1 = 0. 20 ton = 2331 x 0.3 ) 11.2 = 20 cm ITP = ( a.5 .8888 Total LEA =2543.1 x D.12 Tebal minimal susunan perkerasan : ƒ Tebal lapis perkerasan laston untuk ITP > 10 D.1593 = 241.25) 0.5 = ( 0.0375 = 1692.7 x 1.90 : IP = 2.V .5727 ƒ Bus 8 ton = 2164 x 0.5 − (3. 13 ton = 731 x 0.5 Dari nomogram lampiran1 ( 2 ) Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen didapat nilai ITP 11.5 H.

95 Lapis konstruksi perkerasan 5. ( L2A098005 ) .V .5.590 Pondasi bawah Sirtu kelas B ( CBR 50% ) Tanah dasar Gambar. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 PERHITUNGAN DINDING PENAHAN TANAH Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.122 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 25 Pondasi atas Batu pecah klas A ( CBR 80% ) 40 10 Lapis permukaan Laston MS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.