ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V-1

BAB V
PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.1 Data Perencanaan Jembatan

h

5m

45 m

Gambar 5.1 Skema Rangka Baja
Data-Data Bangunan
1. Bentang total

: 45,00 m

2. Lebar jembatan

: 9,00 m

3. Lebar lantai kendaraan

: 2 x 3,5 m

4. Lebar trotoar

: 2 x 1,00 m

5. Mutu baja

: BJ 37

6. Sambungan

: baut

7. Mutu beton

: fc 30 Mpa

8. Mutu tulangan

: fy 400 Mpa

9. Konstruksi atas:
a. Struktur rangka

: rangka baja

b. Lantai jembatan

: lapis aspal beton

c. Perikatan angin

: tertutup

10. Konstruksi bawah:
a. Abutment

: beton bertulang

b. Pondasi

: sumuran

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-2

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

5.2. Analisa Elemen Struktur
5.2.1

Perhitungan Sandaran

hs

ls
Gambar 5.2 Sandaran pada Jembatan
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna jembatan
khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan
Raya hal 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horisontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada tinggi
90 cm di atas lantai trotoar.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 800.300 dengan
ketinggian profil 80 cm, sedangkan tinggi pelat lantai 20 cm, maka tinggi sandaran
dari titik terbawah rangka induk :
hs = 0,8 + 0,2 + 1,15 = 2,15 m
Sedangkan tinggi total rangka :
h total rangka = 5 + 0,2 + 0,8 = 6 m
Sandaran diasumsikan menumpu sendi pada rangka utama dengan panjang
sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) :

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-3

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

2,15 m

6,0 m

Dengan menggunakan perbandingan segitiga :

l
ls
5,0 m

l
6−2,15
=
dimana l = 0,5 ls
2,5
6
l = 1,604 m

ls = 2 x l
ls = 2 x 1,604 = 3,21 m

Gaya yang terjadi akibat beban 100 kg/m’ :
q = 100 kg/m'

A

3,21 m

B

Gambar 5.3 Pembebanan pada Sandaran Jembatan

RA = RB =
Mh =

q h x ls
= 160,5 kg
2

1
1
qh x ls2 = x 100 x 3,212 = 128,8 kgm
8
8

Sandaran direncanakan menggunakan pipa Ø 76,3

a. Data Perencanaan :

σ ijin = 160 Mpa = 1600 kg / cm2
E baja = 2,1 x 105 Mpa

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

98 kg/cm2 = I 71.14 kg/cm2 τ < τijin……………………………………………OK → Pipa Ø 76.53 cm F = 11. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .7 cm3 G = 8.OK 384 x 2. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 dapat dipakai untuk sandaran.5 x 18. Data Teknis Profil : t D D = 7.5 τijin = 0.07 cm……….V-4 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.2 cm2 W = 18.7 3) Terhadap geser τ = 160.5 cm i = 2.77 kg/cm2 < 1600 kg/cm2…………OK 18.7 DxS = 41.5 2) Terhadap momen σu < σ ijin Mu < σ ijin W 12880 = 688.1 x 106 x71.63 cm I = 71.79 kg/m c. Kontrol terhadap bahan dan tegangan yang ada : 1) Terhadap lendutan 5 x q h x l4 l < 384 x E x I 300 5 x 1 x (321)4 = 0.5 cm4 t = 0.58 x σ ijin = 0.921 cm < 1.58 x 1333 = 773.

( L2A098005 ) . Beban Mati 1) Beban trotoar = 0.72 kg / m + WD = 1072.0 = 500 kg/m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V-5 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.0 x 22. a.2 x 1.0 = 500 kg 2) Beban merata pada trotoar (qL) = 500 kg/m2 x 1.2.2 Perhitungan Lantai Trotoar q = 500 kg/m2 P = 500 kg/m 25 cm 20 cm 100 cm Gambar 5.72 kg /m2 = 22.0 x 2200 kg/m3 3 = 550 kg/m 2) Beban lantai jembatan = 0.0 x 2500 kg/m = 500 kg/m 3) Berat DeckBaja = 1.72 kg/m b.25 x 1.4 Pembebanan pada Trotoar Berdasarkan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 hal 10 : ¾ Konstruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup sebesar 500 kg/m2 ¾ Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat menahan satu beban horisontal ke arah melintang jembatan sebesar 500 kg/m’ yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm di atas permukaan lantai kendaraan apabila kerb yang bersangkutan lebih tinggi dari 25 cm. Beban Hidup 1) Beban horisontal pada kerb (PL) = 500 kg/m x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

5 x WD x L2 = 0.632 kgm = 13. Perhitungan Momen MD = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 MD + 1.P Hokayu Indonesia.72 x 12 = 536.2 x 548. ( L2A098005 ) .5 + 1. Tegangan yang terjadi: Mx = 1323.5 x 1072.6 x 425 = 1323.36 kgm ML = PL x 0. Penulangan lantai beton hanya direncanakan sebagai tulangan minimum yang ditujukan hanya untuk menahan susut. Perhitungan Tulangan Pelat lantai kendaraan jembatan baja ini adalah lantai beton dengan menggunakan lembaran baja gelombang (deck plate) merk combideck® produksi PT.5 x qL x L2 = 500 x 0.727 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. beban lalu lintas dan beban-beban lateral yang terjadi. sebagai acuan untuk pengisi beton yang berfungsi mendukung seluruh beban mati.5 x 500 12 = 425 kgm Mu = 1.632 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 132363.2 = 82.35 + 0.23632 kNm d.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V-6 c.6 ML = 1.35 + 0.

5 Profil Deck Baja = 1600 kg / cm2 σ ijin As = 26. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.f’c ρ max = F.3825 = 25.2 = 16.72 kg / m2 Is = 40.2 = 365.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0.V-7 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 5 70 70 Gambar 5.85 x 30 Rl fy = 0.85.3825 x = 0. ¾ Data teknis Mu = 1323. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = • Mx 132363. ( L2A098005 ) .17 mm.46 cm4/m. t Ys = 21.5942 cm2/m.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.5 400 = 0.5 Mpa 25.85 × 450 600 + 400 = 0.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.64 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 Penulangan arah X Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.mak x = 0.632 kg. Berat = 22.

.4 = 0...c = 0...10 – 200.25 % dari luas beton As = 0..4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0.. ( L2A098005 ) .08 100 × 16..5 400 = 2.6 Denah penulangan trotoar Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...m’ = 165454 = 0.55 cm² Digunakan tulangan Ø.....0244 F < F..4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1...200 Gambar 5..632 0.0241 100 × 16...... As terpasang 3...08 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 6.. 12 – 200 As.08 = 1.0244 x 100 x 16... Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.8 = 1654.0037 ρ min < ρ < ρ mak.25 % x As....V-8 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.. Oke Penulangan Arah sumbu Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 6.216 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0.25 % x 100 x 15 = 3.0241 = 0....mak ..0035 = 1323.. Terpasang 6.54 kg.200 • 12 ..4 400 = 0.93 cm2 10 .75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 x 25.

75 1.11 T/m’ c) Air hujan : 0.02272 = 0.375 ton m 3) Beban Angin Beban angin bekerja pada kendaraan dengan arah horisontal sebesar q = 150 kg/m2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.819624 ton/m’ 1/24 1/10 1/11 1.5 = 0.5 T/m’ b) Perkerasan : 0.75 1.2.3 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan a.05 x 1 x 1 = 0.2 WD = 0.7 Koefisien momen pada plat menerus M tump = 1/10 x Wu x L2 = 1/10 x 0.752 = 0. Pembebanan 1) Beban Mati a) Pelat lantai komposit : 0.75 Gambar 5.752 = 0.819624 x 1.68272 T/m’ Wu = 1. ( L2A098005 ) .02272 T/m’ + WD = 0.2 x 1 x 2.05 T/m’ d) Deck Baja : 1 x 0.75 1/11 1/24 1/10 1/16 1/16 1/11 1.05 x 1 x 2.m’ M lap 2) Beban T Beban T dianggap sebagai beban terpusat sebesar 10 Ton di tengah bentang antara dua gelagar memanjang Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 : Beban T adalah beban yang merupakan kendaraan truk yang mempunyai beban roda ganda (dual wheel load) sebesar 10 ton.V-9 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.2 = 0.251 ton.819624 x 1. M max = ¼ P L = ¼ x 10 x 1.75 = 4.228 ton. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.m’ = 1/11 x Wu x L2 = 1/11 x 0.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.228 + 5.8 Beban akibat Angin Reaksi pada roda = Beban roda + angin → 2 x 9 x 1. ” Pada Lapangan Tegangan yang terjadi: Mx = 5278 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 527800 = 329. Perhitungan Tulangan 1) Arah X Pada desain kekuatan deck baja digunakan teori elastis sedang pada desain beton bertulang digunakan teori kekuatan batas.75 T = 10 + 1.251 + 5.10 200 cm ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 80 cm q = 150 kg/m 2 175 cm Gambar 5.V .75 = 5.278 Tm M tump → Mt = 0. ( L2A098005 ) .8 x 150 = 1542.543 Ton 1.05 = 5.543 x 1.543 = 11.05 ton m Momen Total : M lap → Ml = 0.301 Tm b.543 Ton M max = ¼ P L = ¼ x 11.875 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.05 = 5.857 kg = 1.

3825 = 0. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = Mx 527800 = 1458.11 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 = 1600 kg / cm2 σ ijin 5 70 70 As = 26.46 cm4/m. Berat = 22.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.5 Mpa 25. ¾ Data teknis Mu = 5301 kg.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0.01 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 ” Tulangan Pada Tumpuan Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.f’c ρ max = F.2 = 16.72 kg / m2 Is = 40.mak x = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. t Ys = 21.85.5942 cm2/m.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.V .5 400 = 0.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3825 x = 25.85 × 450 600 + 400 = 0.17 mm.85 x 30 Rl fy = 0. ( L2A098005 ) .

4 400 = 0...mak .4 x 25.4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1...25 % x As.25 % dari luas beton As = 0.....4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0.0035 = 5301 0. ( L2A098005 ) ..75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ..0966 100 × 16. Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0..10 – 200.... Oke 2) Arah Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 12.68 100 × 16... 12 – 100 As.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...102 F < F.V ..4 = 0..93 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.12 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.........25 % x 100 x 15 = 3.536 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0...0966 = 0....8 = 6626.6641 cm² 400 Digunakan tulangan Ø..102 x 100 x 16. As terpasang 3.68 = 2.25 kg..68 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 12.m’ = 662625 = 0..c = 0.0077 ρ min < ρ < ρ mak. Terpasang 12..5 = 10.

75 m Gambar 5.75 m 1.200 10 .4 Perhitungan Gelagar Memanjang 5m Direncanakan gelagar memanjang tidak komposit. 1. ( L2A098005 ) .2.13 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 12 .V .200 POT ONGAN MEMANJANG Gambar 5.75 M POT ONGAN MELINT ANG 10 .200 12 .200 12 .200 12 .9 Denah penulangan pelat lantai 5.200 10 .10 Pola Pembebanan pada Gelagar Memanjang Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 12 .200 12 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.200 1.75 m 1.75 m 1.

V - 14

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

a. Beban

1) Beban Mati
a) Berat pelat lantai

: 0,2 x 1,75 x 2,5

= 0,875 t/m

b) Perkerasan

: 0,05 x 1,75 x 2,2

= 0,1925 t/m

c) Air hujan

: 0,05 x 1,75 x 1

= 0,0875 t/m

d) Deck Baja

: 1,75 x 0,02272

= 0,03976 t/m

e) Berat Profil perkiraan

= 0,1
q1

t/m+

= 1,29476 t/m

2) Beban Hidup
Beban D
Sesuai tabel 3 Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 11

untuk 30 m < L < 60 m, maka q = 2,2 -

L = 45 m → q = 2,2 -

1,1
(L − 30)
60

1,1
(45 − 30) → q = 1,925 t/m
60

Jarak antar gelagar memanjang = 1,75 m
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 →
Beban terbagi rata =
=

q
x αxs
2,75

1,925
x 1 x 1,75
2,75

= 1,225 t/m
= 1225 kg/m
→ q total = 1294,76 + 1225
= 2519,76 kg/m
a) Koefisien kejut
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
K = 1+

20
50 + L

K = 1+

20
50 + 45

K = 1,21

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V - 15

b) Beban garis
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 :
P xαxsxK
2,75

Beban garis =

12
x 1 x 1,75 x 1,21
2,75

=

= 9,24 t
= 9240 kg
Momen max = 1 qtotal x L2 + 1 PL
8
4
=

1
1
x 2519,76 x 5 2 + x 9240 x 5
8
4

= 19360,81 kgm
Dalam merencanakan gelagar memanjang di tinjau gelagar yang paling banyak
menerima beban yaitu yang berada di tengah.

Wx

=
=

Momen max
σ

1936081
= 1210,05cm 3
1600

digunakan profil IWF 350 x 250 x 14 x 9 - 79,7
t2

t1

h

b

Gambar 5.11 Penampang Profil Gelagar Memanjang
Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 16

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Data Profil :
Berat =

79,7 kg/m

Ix

=

21700 cm4

h

=

350 mm

Iy

=

3650 m4

b

=

250 mm

ix

=

14,6 cm

F

=

101,5 cm2

iy

=

6 cm

t1

=

9 mm

Wx

=

1280 cm3

t2

=

14 mm

Wy

=

292 cm3

a. Check berat sendiri

Berat asumsi ≥
100 kg/m ≥

berat profil
79,7 kg/m………………..OK

b. Perhitungan Tegangan
σ ts

σ bs

Gambar 5.12 Diagram Tegangan Profil Baja
σ ts

= σ bs
=

Momen maximum / wx

=

1936081
1280

= 1512,56 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 …………………. OK
c. Kontrol lendutan

f ijin =

f

500
L
=
= 1 cm
500 500
5 x q x L4
P x L3
+
=
384 x E x I profil
48 x E x I profil

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….9 cm Gambar 5.1 x 10 6 x 21700 48 x 2.V .858 x (16.4 x 16.1 x 10 6 x 21700 = 0.13 ½ Tinggi Penampang Gelagar Memanjang Sx = 25 x 1.1 – 0.8 cm 1.97466 cm < 1 cm…………………….8 + 0.505 cm3 = DmaxSx b Ix τ = 15488.9 x 16.05 + 2 x 0.9946) x 500 4 9240 x 500 3 + 384 x 2.52803 = 0.44636 + 0.17 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ = 5 x (24.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.505 0. ( L2A098005 ) .OK d.4 cm 25 cm 0.1 cm 8.2234 x 2) = 731.46 x 5/2 + 9240 = 15488.134 kg/cm2 τ ijin = 0.58 x σ ijin = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.65 × 731.1 x 8.65 kg 16.9 x 21700 = 580. Cek Tegangan Geser Dmax = 2499.05 16..

25 x 1 x 2.5 = 0.1 x 5 = 5.00 1. Air hujan : 0.3723 ton = 6372.18 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perhitungan Gelagar Melintang Gelagar Melintang Gelagar Mem anjang 1.2 x 1 x 2.75 1. Perkerasan : 0.75 x 0.55 t/m + q2 Beban P2 = 1.05 x 1.75 x 1 = 0. Berat Gelagar memanjang = 0.03976 t/m 5.75 x 2.14 Pola Pembebanan pada Gelagar Melintang a.75 x 2.0797 t/m q1 + = 1.27446 x 5 = 6.V .05 x 1.875 t/m 2.3 kg b.2 = 0. Beban mati 2 1) Pelat lantai kendaraan : 0.00 9. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 1.05 t/m 3) Trotoar : 0.2 = 0.75 1. Beban mati 1 1.02272 = 0.5 t = 5500 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.27446 t/m P1 = q1 x 5 m = 1.5 t/m 2) Air hujan : 0. ( L2A098005 ) .1925 t/m 3.0875 t/m 4.2 x 1.1 t/m = q2 x 5m = 1. Berat pelat lantai : 0.75 1.00 Gambar 5. Deck Baja : 1.05 x 1 x 1 = 0.5 = 0.

25 kgm R gm = 1 q x l 2 = 1 x 250 x 9 2 = 1125 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.19 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ sedangkan. Berat sendiri gelagar melintang → Ditaksir q = 250 kg/m M max = 1 q x l2 8 = 1 x 250 x 92 8 = 2531.75 = 40547.6372.15) = 2 = 18244. P3 = ½ P1 = ½ x 6372.65 kgm c.( P2 + P3 ) 3.5 .75m P1 1.3 + 2(5500 + 3186.6 x 4.15 kg P2+P3 1m P1 1.V .3 = 3186.5 .75 = 18244.5 . ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.( 5500 + 3186.6 kg = M max = RA x 4.75m P2+P3 1.5 .15 ) 3.75m P1 1.75m 1m Gambar 5.15 Distribusi Beban pada Gelagar Melintang RA 3P1 + 2(P2 + P3 ) 2 3 x 6372.P1 x 1.3 x 1.

5 1.V .925 t/m 60 Jarak antar gelagar memanjang = 1.2 - 1.21 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 Gambar.5.925 x5 2.5 5.75 0.1 P1 q.50 1.75 m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 → Untuk lebar 5.2 q. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.20 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d.3 q1 P2 q2 P2 q2 0. Beban hidup q. ( L2A098005 ) .5 t/m = 3500 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .00 9.75 = 1.00 5.16 Penggunaan beban “D” pada balok melintang L = 45 m → q = 2.5 m Beban terbagi rata = q x 5 2.75 = 3.75 5.1 (45 − 30) → q = 1. q1 = ½ x 3500 = 1750 kg/m’ c) Koefisien kejut Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : K = 1+ 20 50 + L K = 1+ 20 50 + 45 K = 1.

75 m P2+P3 P2 1m 1.21 = 2.5 m 1m 1m 0. ( L2A098005 ) .75m 1m Gambar 5.21 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d) Beban garis Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 : Untuk lebar 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75m P1 0.75m B P2+P3 P2 P1 1.75m 1.V .17 Distribusi Beban Hidup Merata Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 m P1 1. q1 = ½ x 5280 = 2640 kg/m’ total q1 = 3500 + 5280 = 8780 kg /m total q2 = 1750 + 2640 = 4390 kg /m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : Dalam perhitungan kekuatan gelagar akibat pengaruh beban hidup pada trotoar diperhitungkan beban sebesar 60 % beban hidup trotoar. → Untuk trotoar q3 = 60 % x 500 kg/m2 x 1 m q3 = 300 kg/m q1 q2 q2 q3 A q3 5.75 = 5.5 m P x K 2.75 12 x 1.28 t /m Beban garis = = 5280 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .

5 – 15365 x 1.75 + 300 x 1 + 8780 x 0.25 + 81515 = 124593.125 = 4690 kg P1 Ra = Rb = ½ (2 x p1 + 3 x P2) = ½(2 x 4690 + 3 x 15365) = 27737. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.m M max total = M max beban mati + M max berat sendiri + M max beban hidup = 40547.75 = 8780 x 1.22 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ P2 = q1 x 1.125 = 4390 x 0.75 = 81515 kg.18 Penampang Gelagar Melintang G = 241 kg/m’ r = 28 mm H = 808 mm A = 307.5 – P1 x 3.5 – 4690 x 3.6 cm2 B = 302 mm Ix = 339000 cm4 t.V .65 + 2531.9 kg.75 = 15365 kg P1 = q2 x 0. ( L2A098005 ) .2 = 30 mm 8400 cm3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 = 16 mm wx = t.119cm 3 1600 Dipakai profil IWF 800 x 300 x 16 x 30 – 241 t2 h t1 b Gambar 5.75 = 27737.m σ = Wx = M total Wx 12459390 = 7787.5 x 4.5 – P2 x 1.75 + q3 x 1 + q1 x 0.5 kg Mmax = Ra x 4.

04 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.686 ( 37.4 – 0.23 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.2 x 3 x 38.9 + 1.8 ) = 4767.1× 4767..355 1.2 cm 1.1 kg 37.9 cm 3 cm 30.6 x 339000 = 414.19 ½ Tinggi Penampang Gelagar Melintang Sx = 30.4 cm 18.7 + 2 x 1. Check tegangan geser D max = RA beban mati + RA berat sendiri + RA beban hidup = 18244.6 x 37.7 cm 38.6 + 1125 + 27737. Check berat sendiri Berat asumsi ≥ berat profil 250 kg/m ≥ 241 kg/m……………….OK c.25 8400 = 1466.2234 x 2. ( L2A098005 ) .5 = 47107.OK b. Check tegangan lentur σ = Mtotal wx = 12320921.776 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 ……….6 cm Gambar 5.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.355 cm3 τ = DmaxSx b Ix = 47107.4 x 18..

( L2A098005 ) .OK d..58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ………………. Check lendutan L = 900 = 1.58 x σ ijin = 0.OK Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang a.76 kg/m x 5 m 2 = 6248.46 cm = f yang terjadi < f ijin………………..8cm 500 500 5 Mmaxtotal × L2 f yang terjadi = 48 E Ix f ijin = 5 12459390 × 900 2 48 2.15 kg 2) Beban hidup : 1 x 2519.V .1 x 10 6 x 339000 = 1.8 kg Untuk penyambung digunakan profil L 130 x 130 x 12 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.76 kg / m x 5 m 2 = 3186. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.65 kg 3) Beban garis : 1 x 9240 kg 2 = 4620 P total kg + = 14054. Beban yang bekerja : 1) Beban mati : 1 x 1294.24 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ τ ijin = 0.

82 2 + 4684.d 2 x 1600 x 1.20 Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.4 mm = 4.44 cm 2 = 14054.93 kg = P = n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630. ( L2A098005 ) .δ .628 → pengaruh desak ¾ δ = d 2 b.4 = 44.2 x 2 M = Pxe → e= 16 + 36.44 cm = 65354. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds = 14054.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 mm 1.93 2 = 5927.8 P = 1.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.82 kgcm MxY 65354.18 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 = 0.8 = 4684.82 × 9 = 3630.8 kg x 4.6 < 0.83 → diambil 3 baut = 2 σ ijin .25 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ e P 50 90 90 50 IWF 350 X 250 IWF 800 X 300 Gambar 5.V .

OK Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang e IWF 350 X 250 L130.2 ¾ δ = = 0.21 Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.12 50 90 90 50 P IWF 800 X 300 Gambar 5.6 < 0.d 2 .66 kg/cm2 = R = δ. Check tegangan 1) σ ds σ ijin ds 5927.8 1 3.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….d 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.18 = 2469.628 → pengaruh desak 2 d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2n 4 = 14054.130.58 x σ ijin = 0.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK τ 2) = P 1 π.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.26 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ c.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 cm 1.V . ( L2A098005 ) .01 kg/cm2 τ ijin = 0.

2n 4 = 14054.27 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.18 kg d.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK 4) τ = P 1 π.09 cm = 65354.d 2 . ( L2A098005 ) . δ . Check tegangan 3) σ ds σ ijin ds 5927.V .66 kg/cm2 = R = δ.01 kg/cm2 τ ijin = 0.4 = 40.83 → diambil 3 baut 2 σ ijin.93 2 = 5927.d 2 x 1600 x 1. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds P 14054.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin …………………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.09 cm 2 = 14054.58 x σ ijin = 0.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.d 1.8 = = 1.9 mm = 4.8 kg x 4.82 2 + 4684.82 kgcm MxY 65354.8 1 3.8 = P = = 4684.82 × 9 = 3630.2 x 2 = M = Pxe → e= 9 + 36.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.18 = 2469.93 kg n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.

95m RB 1.5 Perhitungan Rangka Baja Perhitungan Pertambatan Angin Tekanan angin W = 150 kg/m2 Luas bidang rangka : 45 m x 5.2.5 m2 Beban angin yang timbul : a.05m Q1+Q2 1.75 kg Q2 = 15 % x 265.22 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.28 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. Q1 = 30 % x 265. ditambah 15 % luas bidang sisi lainnya. ( L2A098005 ) . 2. Beban hidup ( kendaraan ) Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Bidang vertikal beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang mempunyai tinggi menerus sebesar 2 m di atas lantai kendaraan.9 m = 265.9m Q3 RA Gambar 5.5 kg 2 = 5973. Rangka induk Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Untuk jembatan rangka diambil sebesar 30 % luas bidang sisi jembatan yang langsung terkena angin.5 x 150 kg/m b. Tekanan angin tersebut ditahan oleh pertambatan angin atas dan pertambatan angin bawah.5 x 150 kg/m2 = 11947.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.95 = 0 5. ( L2A098005 ) .75 = 17921.Q3 x 4 .9 RA = 4 x 13500 + 17921.17 / 9 = 2012.57 kg RANGKA IKATAN ANGIN ATAS RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 RAN GKA IKATAN AN GIN BAW AH Gambar 5.V .29 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Q1 + Q2 = 11947.23 Skema ikatan angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 + 5973.25 kg Σ MB = 0 RA x 5.25 x 2.( Q1 + Q2 ) 2.17 kg RA → Masing – masing buhul menerima beban : P = 18113.95 = 18113.9 .

V - 30

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Perhitungan Ikatan Angin Bawah

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.24 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah
Dimana :

P = 2012,57 kg
1 P = 1006,285 kg
2

Konstruksi pertambatan angin bawah tersebut dibagi menjadi 2 bagian :
Konstruksi I

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.25 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi I )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 31

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Konstruksi II

1/2 P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.26 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi II )
Pendimensian pertambatan angin didasarkan pada batang yang mempunyai gaya
batang terbesar.
→ Berdasarkan SAP 2000 diperoleh :
Batang diagonal :

Batang 11 ( tarik )

= 9209,19 kg

Batang 27 ( tekan )

= 9209,19 kg

Pendimensian Pertambatan Angin Bawah
a. Batang diagonal ( tekan )

N

= 9209,19 kg

Lk

=

5 2 + 9 2 = 10,296 m = 1029,6 cm

σ ijin = 1600 kg/cm2
Dipakai profil L 180 x 180 x 16

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 32

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

w

b

y

a

b

v
x
s

x

a
s

y

b
b

Gambar 5.27 Penampang Profil L 180 x 180 x 16
s

=

50,2 mm

ix = iy

=

5,51 cm

v

=

71,1 mm

Ia

=

2690 cm4

w

=

127 mm

ia

=

6,96 cm

F

=

55,4 cm2

Ib

=

679 cm4

Berat

=

43,5 kg/m

ib

=

3,5 cm

=

4

Ix = Iy

1680 cm

1) Angka kelangsingan :
Lk = 1029,6 = 186,86
i min
5,51

λ

=

λg

= π

λs

=

λs ≥ 1

E
= 3,14
0,7 σ l

2,1 x 10 6
= 111,016
0,7 x 2400

λ = 186,86 = 1,68
λg
111,016

ω = 2,381 x λs2
= 2,381 x 1,682 = 6,75

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

4 = 44.58 ~ diambil 4 buah = b.19 kg P geser = 0.88 kg/cm2 < 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .288 kg Jumlah baut ( n ) n S P geser 9209.8 x 0.19 = = 207.19 kg Dipakai profil L 180 x 180 x 16 Fnt = 0.33 2) Check tegangan : ω N A 6.288 = 3.25 x 3.8 x 55.19 = 2572.75 ≤ σ ijin 9209.3 cm2 → Check tegangan : N 9209.33 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….14 x 1. ( L2A098005 ) .62 x 1600 = 2572.OK 55.3 Fnt σ = 207..4 b. Sambungan batang diagonal dengan pelat buhul ikatan angin S = 9209.8 x F profil = 0. Sambungan pelat buhul ikatan angin dengan gelagar melintang Digunakan las sudut sama kaki Tebal las a ≤ ( δ2 + 2 ) / 2 dimana : δ2 = tebal pelat buhul = 10 mm a ≤ 6 mm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8 x A x σ = 0.19 = 1121. Batang diagonal ( tarik ) N = 9209.OK σ = Sambungan ikatan angin bawah a.75 x 1600 kg/cm2 44.88 kg/cm2 < 1200 kg/cm2 ……………………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

08 kg 1.21 + 3 x 0.21 cm = a x Lnetto x 0.51 kg 8 RA Gambar 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x Lnetto x 0.17 = 13308.RA = 17921.25 + 13500 - 18113. ( L2A098005 ) .05m Q3 P 1.V .29 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Atas Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.19 kg 568 Lnetto = 9209.9m Q1+Q2 1 P = 831.08 = 1663.76 kg 2 = 13308.19 Las dan gaya membentuk sudut 45° P las = S Lnetto = 16.5 = 568 Lnetto = 17.71 σ Lbruto = Lnetto + 3a = 0.95m RB = ( Q1 + Q2 ) + Q3 .71 cm Perhitungan Pertambatan Angin Atas RB 2.28 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin P P P P P P P 1/2 P 9m 1/2 P 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m Gambar 5.34 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ diambil tebal las 5 mm Panjang las S P las = 9209.71 x 1600 = 16.

727 m a. Batang tekan ( Batang 27 ) N = 4351. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 2 = 6.35 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Pertambatan Angin Atas Pendimensian pertambatan angin atas juga didasarkan pada batang yang mempunyai gaya batang terbesar.71 kg Lk = 6.V . Berdasarkan SAP 2000 diperoleh : ¾ Batang 27 ( tekan ) : 4351.04 kg 9m B A 5m AB = AC = C 5 2 + 4.71 kg ¾ Batang 10 ( tarik ) : 4351. ( L2A098005 ) .727 m Digunakan profil L 140 x 140 x 13 w b y a b v x s x a s y b b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.71 kg ¾ Batang 9 ( tekan ) : 6654.

.9 mm Ib = 262 cm4 F = 35 mm ib = 2.843 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….3 b.1234 = 596.71 kg Dipakai profil L 140 x 140 x 13 Fnt = 0. Batang tarik ( Batang 10) N = 4351.7 σ l 2.7 x 2400 λ = 157.71 x 0.5 = 1.27 cm 1) Angka kelangsingan : Lk = 672.5 i min 4.8 x 35 = 28 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 mm Ia = 1010 cm4 v = 55. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 x 10 6 = 111.OK + 35 425.27 λ = λg = π λs = λs ≥ 1 E = 3.016 0.4192 = 4.14 0.419 λg 111.74 cm Berat = 27.381 x 1.36 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ s = 39.V .381 x λs2 = 2.1234 kgcm 4.016 → ω = 2.794 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N + M A W ≤ σ ijin di mana M = P x ∆e M = 4351.8 x F profil = 0.71 333.5 mm ix = iy = 4.38 cm w = 9.4 mm ia = 5. ( L2A098005 ) .7 = 157.794 4351.07655 = 333.5 mm r = 15 mm Ix = Iy = 638 cm4 ri = 7.

016 λs > 1 → ω = 2.04 kg Lk = 9m Digunakan profil IWF 150 x 75 x 5 x 7 .15 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N M + A W ≤ σ ijin di mana M = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 14 x 92 = 141.04 141. Batang tekan ( Batang 9) N = -6654.381 λs2 = 2.07655 = 333.8 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.322 = 4.11 λ = λg = π λs = E = 3.71 x 0..1234 kgcm 4351.7 σ l 2.75 x 1600 kg/cm2 + 28 425.5 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….75 + = 1548.1 x 10 6 = 111.37 ¾ Check tegangan : N + M W Fnt di mana M = P x ∆e σ = M = 4351.381 1.016 0.3 2 σ = 156.15 6654.OK 17.1234 = 156.85 88.OK σ = c.3 λ = 1.203 kg/cm < 1200 kg/cm2 …………………….203 kg/cm2 < 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .32 = λg 111.7 x 2400 147. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 kgm σ = 4.3 = i min 6. ( L2A098005 ) .14 0.71 333.14 1) Angka kelangsingan : Lk 900 = 147.

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .9 kg Untuk buhul tepi = 1 87.28 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 566.25 m x 5 m x 1 m x 2200 kg/m3 = 2750 kg Untuk buhul tepi = 1 2750 kg = 1375 kg 2 7) Berat sandaran = 2 x 5 m x 8.14 kg 2 6) Berat trotoar = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.41 m ) 283 kg/m = 3229.5 m + 1 .95 kg 2 8) Berat pelat beton = 0.7 kg/m = 996.9 kg = 43.6 kg/m ) 1 2 2 = 318. ( L2A098005 ) .5 kg 2 3) Berat gelagar memanjang = 1 5 x 5 m x 79.2 m x 9 m x 5 m x 2500 kg/m3 x 1 = 11250 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 11250 kg = 5625 kg 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.19 kg = 159.25 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 996. Beban mati 1) Berat rangka induk → menggunakan IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 a) Joint 1 = joint 10 = ( 1 .25 kg = 498.6.28 kg = 283.727 m x 27.41 m ) 283 kg/m = 1614.1 kg 2 5) Ikatan angin bawah = ( 10.53 kg 2 2 c) Joint 2 = joint 3 = joint 4 = joint 5 = joint 6 = joint 7 = joint 8 = joint 9 = joint 12 = joint 13 = joint 14 = joint 15 = joint 16 = joint 17 = joint 18 = ( 2 x 1 5 m + 2 x 1 6.296 m x 2 x 27.5 kg/m ) 1 = 566.03 kg 2 2 2) Berat gelagar melintang = 1 x 9 m x 241 kg/m = 1084.13 kg 2 4) Ikatan angin atas = ( 1 6.41 m ) 283 kg/m = 2521.79 kg/m = 87.52 kg 2 2 b) Joint 11 = joint 19 = ( 1 5 m + 2 x 1 6.19 kg Untuk buhul tepi = 1 318.38 Perhitungan Rangka Induk a.5 kg/m + 9 m x 29.

53 = 2680. ( L2A098005 ) .03 = 3547.05 m x 7 m x 5 m x 2200 kg/m3 x 1 = 1925 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 x 1925 kg = 962.39 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 9) Berat aspal = 0.14 +1375 + 43.30 Pola Pembebanan pada Rangka Induk Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.28 + 2750 + 87.5 kg 2 → Beban yang bekerja pada buhul atas : W3 = 318.22 kg W4 = 159.V .52 + 2169 + 498.5 kg 2 10) Berat air hujan = 0.13 + 283.96 kg W2 = 1614.95 + 5625 + 962.9 + 11250 + 1925 + 875 = 22763.19 + 3229.5 +996.05 m x 7 m x 5 m x 1000 kg/m3 x 1 = 875 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 875 kg = 437. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.03 + 1084.5 + 437.63 kg → Beban yang bekerja pada buhul bawah : W1 = 3229.24 kg W4 W3 W3 12 11 W3 W3 14 13 15 17 16 W4 W3 W3 W3 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 W2 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 10 W2 Gambar 5.25 + 566.1 + 2521.5 = 11924.

V .75 Total beban terbagi rata untuk 2 rangka 2. Jalur 5.68 kg (tarik) b. Beban terpusat 12 x 5.5 m = 1.1875 t/m = 16. S2 = S8 1 1 35 x 0.525 t/m = 4.3766 + q x 1 45 x 0.3766 2 = 16500 x 0.75 m = 50% x 12 x 0.5 x 4. Jalur 0.5 m = b.925 x 5. ( L2A098005 ) .75 Total beban terpusat untuk 2 rangka Pembebanan untuk satu rangka : a.5 x 1. Beban terbagi rata a.5 ton 1. Jalur 5.7062 + q x 5 x 0.5 x 1 45 x 0. Beban terpusat P = 0.40 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.21 2.75 x 2 2.600 t/m b.04 ton = 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. S1 = S9 = P x 0.375 b. Beban hidup Distribusi pembebanan : 1.21 2.3766 + 2187. Trotoar = 60% x 0.96 ton = 33 ton = 2.75 x 2 x 1.5 x 33 Gaya Batang akibat Beban Hidup / Garis Pengaruh a. Beban terbagi rata q = 0.7062 2 = P x 0.9887 + q x 5 x 0.9887 + q x Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3766 2 = 24749.50 x 2 = 0.75 = 3.85 t/m c.5 2.75 a. Jalur 0.375 t/m = 29.225 2 2 1 + q x 5 x 0.75 m = 50% x = 0.925 x 0.

875 kg ( tarik ) = 16500 x 1. S4 = S6 = P x 1.41 + q x 5 x 0.41 + 2187.9887 + 2187.65 + q x 5 x 1.41 + q x +qx 1 1 30 x 1.5 x 5 x 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .5 x 1 x 45 ( -0.69 + q x 1 (45 + 5) x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.55 + q x 5 x 0.55 2 2 = 114776.5 x = 97257. ( L2A098005 ) .5 x x 15 x 1.5 x 5 x 0.65 + 2187.5 x 5 x 0. S5 = P x 1.1875 kg ( tarik ) d.22 2 2 1 10 x 1.5 x 1 x 50 x 1.41 1 1 35 x 0.5 x 5 x 1.55 2 1 1 + 2187.69 2 = 120306.62 + 2187.2825 2 2 1 + 2187.7062 2 = 67293.5 x 5 x 0.65 + q x + qx 1 1 25 x 1.19 + q x 5 x1.7533 ) 2 = 16500 ( -0. S28 = S35 = P x ( -0.5 x 5 x 0.93 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.19 2 2 1 + 2187.7533 ) + q x 1 45 ( -0.1 + 2187.7062 + 2187.7533 ) + 2187.24 kg ( tarik ) = 16500 x 0.5 x 10 x 1.49505.9887 + 2187.22 2 1 1 30 x 1.5 x c.22 2 = 16500 x 1.7533 ) 2 = .875 kg ( tarik ) f.69 + 2187.5 x e. S3 = S7 = P x 1.69 2 = 16500 x 1.55 2 1 25 x 1.5 x 5 x 1.22 + 2187.1 2 2 1 15 x 1.41 + 2187.

S14 1) = S23 = .88 kg ( tekan ) k. S31 V .5 1 45 ( -1.2413 + 2187.74 kg ( tekan ) l.1207 2 = 2734.88 ) 2 = 16500 ( -1.9654 ) 2 = .S24 = P x 0.25 x 0.32 ) 2 = 16500 ( -1.5 x 1 11.9654 ) + q x 1 45 ( -0.32 ) + 2187.50315.625 x 0.111064.14 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.S22 = P x 0.63444.25 x 0.123551.9654 ) 2 = 16500 ( -0.S15 = .69 ) 2 = .S26 = P ( -0.375 ( -0. S10 = S27 = .88 ) + q x 1 45 ( -1.8447 ) + q x 1 39.32 ) + q x 1 45 ( -1.S13 = .86748. S12 1) = S25 = .5 x 1 45 ( -1.32 ) 2 = .1207 + q x 1 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2413 2 = 16500 x 0.1207 + 2187.375 ( -0.5 x 1 5.69 kg ( tekan ) = S32 = P ( -1.5 x 1 45 ( -1.57 kg ( tarik ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8447 ) 2 = .5 x 1 45 ( -0.88 ) 2 = . S30 i.25 kg ( tekan ) j.88 ) + 2187.2413 2 = 6950.42 = S34 = P ( -1.5 x 1 39.8447 ) + 2187.625 x 0.2413 + q x 1 11.75 kg ( tekan ) = S33 = P ( -1. ( L2A098005 ) .69 ) 2 = 16500 ( -1.S11 = .69 ) + q x 1 45 x ( -1. S29 h.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ g.9654 ) + 2187.69 ) + 2187.8447 ) 2 = 16500 ( -0.1207 2 = 16500 x 0.

28517. S16 1) = S21 = .6034 ) 2 = 16500 ( -0.5 x 1 28.5 x 1 33.78 kg ( tekan ) m.4827 ) + 2187.5 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.38671.6034 ) + q x 1 28.6034 ) + 2187.125 ( -0.4827 ) 2 = .43 = P x ( -0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4827 2 = 16500 x 0.724 ) 2 = 16500 ( -0.5 x 1 16.5 ( -0.19843.5 ( -0.125 ( -0.5 x 1 22.362 2 = 16500 x 0.724 ) 2 = .S20 = P x 0.4827 2 = 19843.5 x 0.4827 ) 2 = 16500 ( -0.75 ( -0.5 x 0.875 x 0.S17 = .362 2 = 12654.724 ) + 2187.362 + 2187.S19 1) = P x 0.5 x 1 22. S18 = .44 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.6034 ) 2 = .875 x 0.362 + q x 1 16.72 kg ( tekan ) n.4827 ) + q x 1 22.4827 + q x 1 22.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 2) V .75 ( -0.724 ) + q x 1 33. ( L2A098005 ) .5 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4827 + 2187.

88 175538.49 80855.45 73451.73 192736.94 11180.95 192736.575 351125.585 351125.85 11180.78 -6950.78 133905.44 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Rekapitulasi Gaya Batang Tabel 5.09 -21764.94 11180.44 -28517.38 7826.97 S15 55086.44 28517.58 93757.57 -179103.93 -17770.74 -2734.585 333514.83 333514.24 S3 175785.91 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.88 68979.74 6950.76 120306.15 S16 -30425.14 50315.38 4472.5 -19843.57 -38671.66 -51978.75 48135.14 -50315. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.07 S11 112093.85 10062.66 7826.70 63444.57 73451.75 55100.73 280869.575 334632.5 -84698.66 4472.66 7826.89 24749.495 334632.95 68979.41 S19 -1921.64 283105.45 196090.83 67293.79 97257.72 -12654.4 -97600.91 17922.61 -137748.94 11180.41 2734.68 S2 120970.72 19843. ( L2A098005 ) .44 S8 120970.38 4472.19 -63444.92 S14 -58928.24 S9 44229.78 12654.09 17922.37 S18 -1921.85 7826.19 S17 26582.5 -19843.83 67293.94 10062.875 S5 219637.38 0 Batang Beban Mati Beban Hidup Total (Maximum) S1 44229.19 S4 208674.68 S10 -115658.08 276275.77 114776.V .875 S7 175785.79 92663.1 Rekapitulasi Gaya Batang ( Kg ) Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah 0 4472.66 10062.57 38671.75 S13 83589.77 114776.89 24749.58 S12 -87432.875 S6 208674.89 196090.75 -58942.495 278512.91 -17770.5 19843.85 10062.09 -21764.

6 5545.93 -51978.84 -111064.29 6931.44 -28517.29 -6931.14 50315.75 80855.78 -302174.03 -5545.24 -123551.33 -302174.03 6931.78 133905.25 S33 -196654.78 -335137.03 -5545.91 48135.57 -38671.44 28517.5 -313264.13 -242913.19 -63444.88 13927.93 0 0 3234.5 -313264.2 -348999.72 12654.6 -3234.45 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah Batang Beban Mati Beban Hidup S20 26582.85 -49505.78 6950.58 93757.56 -335137. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.15 S23 -58928.56 -236444.09 -17770.97 S24 83589.84 -111064.69 S30 -196654.75 S26 112093.57 38671.37 S21 -30425.2 -348999.6 0 0 Total (Maximum) -136848.49 175538.69 S34 -152930.13 -242913.75 -58942.29 -6931.07 S28 -87342.25 S32 -218517.14 -50315.58 S27 -115658.85 -49505.19 S22 55086.33 -136848.61 -137748.78 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.78 -236444.24 -123551.93 S29 -152930.69 S35 -87342.93 55100.74 2734.04 -86748.74 63444.6 -3234.V .03 3234.69 S31 -218517.29 5545.72 -6950.78 -2734.66 -84698.4 -97600.04 -86748.88 -179103.70 -12654.92 S25 -87432. ( L2A098005 ) .

7 cm2 wy = 1930 cm3 a.7 < 0. Batang bawah ( tarik ) P max σ = σ = 351125.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .575 kg 351125.575 P = 1145.2 cm t2 = 35 mm iy = 10.85 x 360.31 Penampang Profil Gelagar Induk h = 428 mm Ix = 119000 cm4 b = 407 mm Iy = 39400 cm4 ti = 20 mm ix = 18.46 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Gelagar Induk Dipakai profil IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 t2 h t1 b Gambar 5. ( L2A098005 ) .2 kg/cm2 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 cm r = 22 mm wx = 5570 cm3 F = 360.85F 0.

7 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.41 = = 1.41 1.433 λg 111.63 i min 10.41 1.47 b.593 − 0.593 − λs 1.016 0.56 λg 111.55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….183 < λs < 1 → ω = 1.56 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1..593 − 0.78 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 500 = 48.4 λ = λg = π λs = E = 3.7 c.7 x 2400 λ = 48.365 1.433 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.7 σ l 2.14 0.183 < λs < 1 → ω = 1.4 λ = λg = π λs = E = 3.08 = 0.216 348999.1 x 10 6 = 111. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 x 2400 λ = 61.14 0..365 179103.41 = = 1.016 0.1 x 10 6 = 111.016 0.08 i min 10.07 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 641 = 61.07 = 677.OK 360.78 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….78 = 1176.593 − λs 1. ( L2A098005 ) . Batang atas ( tekan ) P max = 348999.016 0.7 σ l 2.216 1.63 = 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .OK 360. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.

58 P = = 572.54 kg/cm2 0. Batang bawah ( tarik ) P max = 351125.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 ……….2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .7 σ = < 0. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.13 N tb Aσ 351125.58 kg 175538.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.727 Aσ 360.63 ≤ 20 ……….85 x 360.OK 3.4 ≤ 39.OK σ Kontrol Rangka Induk terhadap Bahaya Lipat Menurut Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung 1987. ( L2A098005 ) . Departemen Pekerjaan Umum Bab XII tentang bahaya lipat : “Ukuran – ukuran suatu profil harus memenuhi syarat – syarat tertentu untuk menghindari bahaya lipat “ a.2 x 360.7 = 11..7 x 2400 h = 42.85F 0.575 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40..8 = 21.2 A σl = 0.OK tb 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.575 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.866 ……….48 d.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.

07 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.8 = 21.2 x 360.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.7 = 11.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.759 ……….5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.78 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.OK 3.7 = 11.63 ≤ 20 ……….ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . Batang atas ( tekan ) P max = 348999.4 ≤ 39.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.49 b.2 A σl = 0.13 N tb Aσ 348999.OK tb 2 c. ( L2A098005 ) .OK 3.78 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.759 Aσ 360.2 x 360.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .63 ≤ 20 ……….7 x 2400 h = 42.. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.2 A σl = 0.

6 Perhitungan Sambungan Sambungan antar gelagar induk pada jembatan merupakan sambungan irisan 1.50 Karena 0 < N ≤ 0.OK 3.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.8 = 21.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .7 x 2400 h = 42.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Karena 0 < N ≤ 0.625………OK tb 2 5.7 x 2400 h = 42.4 ≤ 42.07 = 42. Direncanakan menggunakan : Baut → diameter d = 30 mm Pelat → ketebalan δ = 20 mm δ = 20 = 0.63 ≤ 20 ……….2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 175538.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 70 – 135 179103.069 360.58 70 – 135 = 42.2 A σl = 0.4 ≤ 42.628 → pengaruh geser d 30 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..2.667 > 0.58 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.8 = 21.7 = 11.2 x 360. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.625 360.069………OK tb 2 d. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .

61614 8 7.653 12 10.90264 10 9.8419 16 15.91 -21764.20339 4 3.653 20 18.51 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Jumlah baut untuk 1 sisi pelat sambungan : n gsr n gsr P = 0.25896 4 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.585 283105.585 351125.95 -179103.5019 20 19.73 73451.8 x 1600 x 1 3.58 -137748.83 196090.046493 4 3.07 175538.183891 6 3.95 196090.91 55100.73 283105.25896 4 3.V .046493 4 1.705557 10 7.49 133905. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 P = 0.75 93757.4138 20 18.09 -58942. ( L2A098005 ) .8 σ ijin x 2 x 1 π d 2 4 P = 18086.93 -58942.66 -97600.5019 16 15.8419 4.83 334632.14 x 3 2 2 RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 Tabel 5.09 -21764.575 334632.403666 8 5.91 55100.06117 6 12 10.91 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 4.39636 6 5.2 Perhitungan jumlah baut Batang Gaya Batang ( P ) S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 73451.20339 4 1.06117 6 9.

78 -313264.49 175538.4307 14 7.56639 8 Kontrol Pelat Buhul pada Pelat Induk Kontrol pelat buhul pada rangka induk dilakukan untuk mengetahui bahwa dimensi pelat yang digunakan cukup aman akibat beban.78 -242913. Buhul 11 d. R ANGKA INDU K 11 6m 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 5m 45 m Kontrol terhadap pelat buhul diwakili oleh buhul / joint : a.2963 20 17.V .07 -136848.56 -348999. Buhul 5 c.705557 10 9.58 -179103.3204 18 13.56 -242913.4 → α = 67.38° 2.5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.403666 8 7. ( L2A098005 ) . Kontrol pelat buhul cukup diwakili oleh buhul / joint yang mengalami momen dan geser maksimum.3204 18 19.183891 6 5.56639 8 13.66 -137748.61614 8 9.39636 6 7.90264 10 7.33 -136848. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2963 20 19. Buhul 1 b.4307 14 17.33 -313264.75 133905.52 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Batang Gaya Batang ( P ) S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34 S35 93757.78 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 5.93 -97600.78 -348999. Buhul 14 6 Tg α = = 2.

1 = 12. ∆I = 2 x 2 x 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.12 kg.4 cm2. D = 179103.69 cm3.519 In = = 8808.62 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.796 x 59.V .223 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.4 = 467.7 8 5 6 10 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM Gambar 5.481 cm4.95 – 179103.5) = 4566. 7 8 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 1 0 BAUT Ø30 MM 5 8 14.5 / 6.382 ∆I = 35331. H −Y 120 − 58.5 × 120) − [12.1 x 53. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 35331. Alubang = 2 x 2 x 1 x 3.62 cm.303 = 5583111.4 × 112] = 58.07 ( 2.481 = 540668.1 N = 73451.4 + 73451.91 kg.5) = 165325.95 x 20. Y= (480 × 0. Wa = 540668. 467. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 12.519 cm4. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.6 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 68885. ( L2A098005 ) .07 ( 6 / 6.53 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 1 8 24.6 cm2.32 Detail buhul 1 Potongan 1 .

......3 – 37628..4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325.5 × 85) − [2 × 2 × 3.1722 ) ∆I = 37628. ( L2A098005 ) ....6 cm2.. Abrutto = 2 x 2 x 85 = 340 cm2..91 kg..12 N = = 9.....172 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S... OK D 165325. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = Potongan 2 – 2 N = 179103.818 = 643.5 / 6.56 2 = 881.818 2 + 3 × 353....6 σa = M 540668.95 – 179103. OK Wb 9223.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 204708...69 σb = M 540668....818 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..1722 + 30..519 = = 633.47 = 167079... OK Wa 8808.91 x 10..12 kg.6 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 353.33 kg/cm2 ≤ σijin ....4 cm2.......1 = 49.47 cm4.58 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).49 = 1734269 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 853 = 204708..096 cm3.62 V ... ∆I = 2 x 2 x 3.54 = 9223... 290.34 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).11 cm3..56 kg/cm2 An 467..07 ( 2.1 x ( 40.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 540668.5) = 4566. OK 633..1722 + 10...91 = = 353...11 σmaks = σn + σa = 9...56 = 530.765+ 633..........34 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). OK An 467.07 ( 6 / 6. Anetto = Abrutto – Alubang = 340 – 49...172 cm.... Alubang = 2 x 2 x 4 x 3... σn = 4566....93 cm4.. Y= (340 × 0..93 In = = 4303..5) = 165325.3 cm4... H − Y 85 − 46.....1(6 + 16 + 26 + 36)] = 46.....519 = Y 58....519 = = 605.765 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....6= 290.. D = 73451.1722 + 20. Wa = 167079..

...72 2 = 480.55 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 167079...7 8 5 5 8 14.... ( L2A098005 ) .114 = = 15.72 = 23....7 8 5 6 6 1 0 10 PELAT BUHUL t=20 MM 10 6 6 PELAT BUHUL t = 20 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 Gambar 5. 7 IWF 400X400X20X35-283 8 8 24..... Y 46.... σi = 2 σ b + 3τ r 2 479.4 σa = 1734269 M = = 403...........26 = 1048.93 = = 3618. Wa 4030....72 kg/cm2 An 290.......... OK An 290..03 kg/cm2 ≤ σijin ...58 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..33 Detail buhul 5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.627 cm3...4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 15.....3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). OK τr = D 4566...91 = = 569.56 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).V ............3 + 479...26 2 + 3 × 15. 7 8 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM IWF 400X400X20X35-283 10 10 10 PELAT BUHUL t=20 MM 5 8 14......... = OK OK Buhul 5 PELAT BUHUL t = 20 MM 8 24..627 OK σmaks = σn + σb = 569.172 σn = N 165325...3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......... Wb 3618.......096 OK σb = 1734269 M = = 479......26 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).

.4 + 95)] = 61..296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...85 cm3.575 x 41.... Wa = 514356.2 = 442... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37.25 cm.8 OK σa = M 862475.7 = 113.........252 + 25.5) = 50861. ∆I = 2 x 2 x 3.334632..62 kg.... τr = OK D = 442.. H − Y 120 − 61.09 ( 2..514 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..1 N = 351125..8 cm3.852 + 33..56 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 .. Y 61. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.46 cm4.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643...7 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....5 = = 8397.1(5 + 35.25 σn = 4699.0044 kg/cm2 ≤ σijin .1 = = 102..864 kg/cm2 An τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S... An 442....3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). Wa 8754..34 x 8... Wb 8397..5 × 85) − [2 × 2 × 3...575 – 334632..751 = 862475....1 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4........ Alubang = 2 x 2 x 3 x 3....05 . Y= (480 × 0.09 ( 6 / 6.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 351125..8 OK σmaks = σn + σb = 10.5 / 6.85 OK σb = M 862475.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 cm4.752 ) ∆I = 61643...7 2 + 3 × 114.6+ 102....585 – 55100..25 Wb = In 514356..1 = = 98........585 x 41..1 x ( 56.....613 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...352 N = = 10.....5 In = = 8754.. D = 55100... ( L2A098005 ) .8 = 114.864 2 = 222.1 = 37.46 = 514356.05 – 21192. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 102.V .864 = 172.8 cm2.....5) = 4699.....352 kg..2 cm2. 442.

.5) = 12821. Wa = 802476 In = = 10699..333 + 50861.. ∆I = 2 x 2 x 3...645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).94 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 26..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . Alubang = 2 x 2 x 10 x 3.... D = 55100. Y 75 σn = N 30770........221 kg.. OK τr = D 12821.....5) .998 2 + 3 × 26.68 cm3..5) = 30770..3 M = = 41...5 / 6.. OK 41.1 = 124 cm2. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S... Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4...69 x 6.....5 × 150) − [2 × 2 × 3.68 cm3..94 = = 64..94 = 40.68 OK σb = 449362..1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 Y = 75 cm.. Wa 10699.91 ( 6 / 6..... Y= (600 × 0....1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 20090.998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).........62 x 6..57 Potongan 2 – 2 N = 55100. Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2.09 ( 2..643 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...78 kg/cm2 ≤ σijin ..3 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4.5) + 21764........3 M = = 41.94 2 = 62........ H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699..221 = = 26..09 ( 6 / 6. ( L2A098005 ) ........5 / 6..91 ( 2.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Wb 10699. OK An 476 σa = 449362....68 OK σmaks = σn + σa = 64...94 kg..998 = 106....333 = 449362. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2...21764.645 + 41..41 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..

1 N = 136848. Y= (520 × 0.33 – 63668.75 = 668664. Wa = 668664.33 cm4.2 cm2.58 ( 6 / 6.5 ) = 69333.1 x ( 18. Anetto = Abrutto – Alubang = 520 – 37.212 cm.8 – 175538.79 = 9196734 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1303 = 732333. D = 175538.V .58 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 11 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 6 12 12 12 12 12 5 8 14.6 + 125)] = 63. ( L2A098005 ) .34 Detail buhul 11 Potongan 1 .58( 2.7 8 8 24 .2122 + 31.3872 + 61. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.8 x 46. H − Y 130 − 63.212 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1(45 + 94.58 In = = 10011. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.7 8 PELAT BUHUL t= 20 MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=30 MM Gambar 5.5) = 162035.5 / 6. Inetto = Ibrutto – ∆I = 732333.84 x 41.81 cm3.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 136848.94 kg. ∆I = 2 x 2 x 3.1 = 37.59 + 67514. Abrutto = 2 x 2 x 130 = 520 cm2.6 kg.75 cm4.2 = 482.8 cm2.5 × 130) − [2 × 2 × 3.58 cm4.7 8 5 6 BAUT Ø30 MM 10 12 12 0 6 1 12 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM 8 24 . 482.7872 ) ∆I = 63668.

OK D 162035.94 N = = 143.. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 49.....1 = 49..608 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..91 x 15..494 cm.5 × 120) − [2 × 2 × 3..492 + 38.616 kg/cm2 An 482..425 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..1 x ( 58.492 + 48.4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325...8 = 136400..608+ 918..06 cm3....212 V ....494 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..4 cm2.58 ( 6 / 6.492 + 28..... 430...5) = 162035.58 = Y 63..616 = 503.07 kg/cm2 ≤ σijin ...6 cm2.5 In = = 8575... Y= (480 × 0.06 OK σmaks = σn + σa = 143.6 = = 335..5 = 475968..198 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 668664.....64 kg.....51 = 2107883 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4...... Wa = 475968.....59 = 1062........... H − Y 120 − 64. Wa 10011..5 cm4...8 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 335.1(6 + 16 + 26 + 36)] = 64.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 100031. ∆I = 2 x 2 x 3..492 ) ∆I = 100031..81 OK σb = M 9196734 = = 869.59 = 10578..59 2 + 3 × 335.147 cm3..8 σa = M 9196734 = = 918.....59 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). OK An 482. D = 67514. ( L2A098005 ) .84 + 68885.....6= 430... OK Potongan 2 – 2 N = 175538...6 x 2.5 kg. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 918. σn = 69333......616 2 = 1087..21 – 162035. Alubang = 2 x 2 x 4 x 3. Wb 10578..5 cm4.42 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..

298 = = 7............V . 7 8 8 7 24... OK Buhul 14 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 10 6 1 0 1 0 0 61 10 10 6 5 8 14..60 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 475968....4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 316.6 = = 316... OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 285...994 cm3.645 + 285.....78 kg/cm2 ≤ σijin .266 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...5 = = 7379.645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)........ OK An 430.147 OK σb = 2107883 M = = 285......... Y 64.......81 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...7 8 5 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM BAUT Ø30MM 8 24.....994 OK σmaks = σn + σb = 7..........916 kg/cm2 An 430............35 Detail buhul 14 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..916 = 475. Wa 8575. ( L2A098005 ) .62 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..62 2 + 3 × 316... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.62 = 293............494 σn = N 3290...4 σa = 2107883 M = = 245. OK τr = D 136400.. Wb 7379.. 8 BAUT Ø30MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM Gambar 5.916 2 = 618....7 8 5 6 10 10 10 10 6 5 8 14..374 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).

5 × 85) − [2 × 2 × 3.88 kg....... Alubang = 2 x 2 x 3 x 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.61 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 ... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37.864 2 = 274..... ( L2A098005 ) .5) = 14542...1 N = 348999.751 = 1652349 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.....852 + 33.8 OK σmaks = σn + σb = 32.4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.735 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).8 – 313264.76 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..843 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).843+ 196. Wb 8397......8 x 41.......76 2 + 3 × 114.6 x 41.... ∆I = 2 x 2 x 3.... H − Y 120 − 61..8 cm3......46 = 514356.85 cm3...09 ( 2.09 ( 6 / 6. Y= (480 × 0...8 cm2..6 – 55100...2 = 442..62 kg.05 + 21192.......864 kg/cm2 An 430.76 = 229.....8 σa = M 1652349 = = 188. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 196..252 + 25. 442.5 / 6..05 ...2 cm2.603 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). Y 61.88 = = 32.46 cm4. Wa = 514356..5) = 50861.752 ) ∆I = 61643..313264..1 = 37.V ....4 + 95)] = 61....296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).5 = = 8397..85 OK σb = M 1652349 = = 196. D = 55100. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.25 cm.1(5 + 35..34 x 8.. OK τr = D 50861...1 x ( 56.23 kg/cm2 ≤ σijin .5 In = = 8754......25 σn = N 14542..25 Wb = In 514356.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 348999....62 = = 114..864 = 172.OK An 442. Wa 8754..5 cm4. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643........

..4 = = 62.5) . Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2..148 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).15 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 92..... τr = D 43862. Wb 10699.09 ( 6 / 6..91 ( 6 / 6....45 + 62...... Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4.......1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 = 75 cm.... Wa = 802476 In = = 10699.62 x 6.5) ..V .....91 ( 2.... ∆I = 2 x 2 x 3.15 = 138.55100..1 = 124 cm2.....34 = = 92....5) = 3547.... OK An 476 σa = M 666709..3112 + 3 × 92.311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).22 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..333 + 50861.09 ( 2..4 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4...62 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 2 – 2 N = 58942..333 = 666709..221 kg..84 x 6..1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4. Y 75 σn = N 3547.. Alubang = 2 x 2 x 10 x 3..68 cm3...218 = = 7.338 kg/cm2 ≤ σijin .....4 = = 62.....311= 69.. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2.5 / 6.. ( L2A098005 ) .5 × 150) − [2 × 2 × 3..452 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..68 cm3.5 / 6....5) = 12821..... H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699..218 kg...55100... Y= (600 × 0.68 OK σmaks = σn + σa = 7.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.. OK OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S... Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 54408. Wa 10699...311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). σi = OK 2 σ b + 3τ r 2 = 62... D = 58942.......68 OK σb = M 666709..15 2 = 171.

Indonesia “. PT.V . Trans – Bakrie. Ukuran : • Ukuran elastomer yang digunakan disesuaikan dengan buku “ Standart Steel Bridging For Indonesia.2.3 Ukuran dan Kapasitas Elastomer Tipe Bearing Ukuran ( mm ) Load ( KN ) TRB. Pemasangan : • Bantalan atau perletakan elastomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan.63 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. ( L2A098005 ) . • Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk meredam getaran. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. • Lempengan logam yang paling luar dan ujung-ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak berkarat. Tabel. sehingga kepala jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan.4 480 x 300 x 87 480 x 380 x 101 350 x 280 x 97 350 x 280 x 137 2425 3600 540 540 Sumber : Standar Steel Bridging For Indonesia.8.2 TRB.1 TRB. b. baik yang vertikal maupun horisontal. c. • Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam yang disusun secara lapis berlapis. • Merupakan satu kesatuan yang saling melekat kuat. diproses dengan tekanan tinggi.7 Perencanaan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan digunakan Elastomer memiliki karakteristik sebagai berikut : 5. Indonesia Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 TRB. • Bantalan atau perletakan elastomer juga disebut bantalan Neoprene yang dibuat dari karet sinthetis.1 Kateristik Elastomer a. Spesifikasi : • Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat.1.5. PT. Trans – Bakrie.

076 x 0.076 x 0. Beban Vertikal ¾ Beban mati = 118. Beban Horisontal ¾ Gempa = 118.8.423 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.571.076 ton ¾ Beban hidup = Total 76.125 kg 2 x2 o Rangka = 150 x 50% x ( 30% + 15% ) x ( 45 + 40 ) x o Trotoar = 150 x 0.875 kg Digunakan seismic buffer tipe TRB.3.892 Total ton = 35. ukuran 350 x 280 x 97 dengan beban batas 540 KN ¾ Seismic Buffer ( arah melintang ) Pembebanan : • Beban gempa • Beban Angin : : 236.14 = 16.750.152 x 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.= 4.1.750 kg o Hidup = 150 x 45/2 x 2 = 6.061 ton 6 .V .303.061 + 12.571. ( L2A098005 ) .14 = 33.1.2 Beban Yang Bekerja Pada Elastomer a.16 = 8.3 dengan beban maksimal 540 KN ( 54 ton ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.000 kg 12.518.632.875kg Beban Total = 33.45 x 45/2 = 1.64 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.531 ton ¾ Gaya gesek = 118.045 ton Digunakan Elastomer tipe TRB. ukuran 480 x 300 x 87 dengan beban batas 2425 KN b.875 = 45.969 ton = 195.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.997 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V . ( L2A098005 ) .baut = 8.16 Seismic Buffer 350 x 280 x 97 ( TRB.563.2875 2 = 4.296.5 kg cm 11 ⎞ ⎛ xHx11⎟ = 55H = 2 x ⎜ 22 xH + 22 ⎝ ⎠ 45.593.875 x 20 2 Mluar = Ti x Mdalam Y1 ⎞ ⎛ = 2 x ⎜ Y .3 ) Baut Ø.773 kg untuk 2 baut H1.657.25 Gambar 5.H + .Y ⎟ Y ⎝ ⎠ Mdalam = Mluar 55 H = 912.657.H .632.875 10 8296.1 H.1 Y Y.5 H = 16.632.36 Gaya pada Seismic Buffer • Kontrol Tegangan Baut C = 45.886 2 + 4563.2875 kg = 9468.886 kg V = R = Ti 4 H 2 +V 2 = = = 912.1 H Baut Ø.65 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kontrol Tegangan : 70 110 110 110 110 70 20 cm H H.

τ 2 < 1.47 kg/cm2 < 2080 kg/cm2 o Tegangan Tumpu : σ tumpu = 5. Perhitungan konstruksi bawah meliputi : ¾ Perhitungan abutment ¾ Perhitungan pondasi sumuran Perencanaan elemen-elemen struktural pembentuk konstruksi bangunan bawah jembatan. ( L2A098005 ) .085 2 + 1.3 R A = 9468.6 × 2.2875 0.085 kg/cm2 o Tegangan Tarik : σ tarik = H A o Kombinasi tegangan tarik dan geser akibat beban sementara : σ 1 = σ tarik 2 + 1.56.66 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tegangan Baut : o Tegangan Geser : τ = V A = 4.5 2 = 1691.563.886 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.216 2 = 2051. secara detail akan disajikan dalam sub-sub bab sesuai dengan jenis elemennya. σ = 2080 kg/cm2 = 1691.56 × 930.V .296.25 kg/cm2 < 2400 kg/cm2 PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama konstruksi bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah.30 .997 1.25 × π × 2. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.216 kg/cm2 = 8.5 = 2367.5 2 = 930.25 × π × 2.

67 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. 4.1 Pembebanan pada Abutment Abutment direncanakan untuk menyalurkan beban struktur atas ke dalam tanah. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0 m 100 85 100 100 115 Gambar. Gaya akibat tekanan tanah aktif. Di dalam pembebanan abutment.5.5 50 115. 6. Beban mati dan beban hidup. Gaya akibat berat tanah vertikal.37 Dimensi rencana abutment 5. Gaya akibat gempa. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 Perencanaan Abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65. 7.1.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11.V . 5.3. Gaya horisontal akibat rem dan traksi. ( L2A098005 ) .3. Gaya akibat berat sendiri abutment. 3. perlu diperhatikan : 1. 2. Gaya geser tumpuan dengan rangka baja.

048 0.X m^3 -0.461 W=δ. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.000 Y m 6.905 5.5.800 0.4 Perhitungan titik berat abutment No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total A m^2 0.Y m^3 0.276 0.024 0.300 0. ( L2A098005 ) .930 0.081 0.440 0.000 8.750 4.220 0.013 -0.095 0.173 3.100 0.758 82.5 532.L ton 2.900 1.859 88.784 1.299 -0.150 -0.664 X m -0.8 9 80 435 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 93 475 50 110 115 G 0 73 Gambar.031 3.430 -0.250 3.250 -0.000 8.050 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.000 -1.350 4.360 -0.375 0.126 0.030 5.213 -0.420 -0.791 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.480 0.085 -0.573 0.140 0.020 -0.132 9.375 2.V .900 23.738 1.150 -0.328 4.100 1.506 4.438 9.68 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Vertikal A.38 Perhitungan titik berat abutment Tabel.480 -0.345 0.730 0.190 1.211 A.101 0.128 0.5.500 232.045 -0.119 0.830 -0.220 2.918 4.038 0.820 5.680 -0.500 A.200 0.850 0.613 1.360 0.034 -0.A.306 3.400 4.150 1.500 19.125 0.280 0.

5.1.h Panjang 11.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.211 = −0.461 xa = ya B.5.461 ∑ A * Y = 19. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.339 m = ∑ A 8.152 ton X=0 C.39 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.00 m O Gambar.143 m ∑ A 8.00 m O Gambar. Beban hidup P.791 = 2. ( L2A098005 ) .69 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .40 Beban hidup pada abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

2 108 122 O 88 γ2 = 1.5 120 5 6 464.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.925 t/m 1.9375 ton Xc = 0 D.875 ton 2.2 – [ (1.5 Lengan terhadap titik O = 153.875 ton / 2 = 98.3 420 275 140.75 ⎠ ⎝ 2.5 ⎛ 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 × 1.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1. ( L2A098005 ) .4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.70 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ À Beban merata q = 2.2 – [ (1.925 ⎟ × 45 = 196.473 t/m3 C2 = 0 kg/cm2 112 Gambar.5.41 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.50 ⎞ ⎛ 5.700 t/m3 C1 = 0 kg/cm2 3 485.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.5 ⎟ × 1.75 Beban hidup pada Trotoar : = 0.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.925 + × 0.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.75 ⎝ 2.4375 + 33 + 22.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.50 x 1.5 =⎜ × 12 + × 12 × 0. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 130 95 470 4 1 γ1 2 = 1.21 = 12 ton 1.21 = 33 ton 2.V .

3.844 1.192 -2.05 x 125.5.350 0.5 615.V .295 -0.155 -1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.116 0.005 3.28 ton Yc = 7.00 m O Gambar.547 2.080 -1.642 0.5 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.194 3.688 = −1.835 -0.153 0.02 m ∑ A 3.203 2.5.220 1.620 ∑ A * Y = 12.42 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) c = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) = 0.851 5.A.696 X m Y m -1.838 0.200 2.200 1.688 12. ( L2A098005 ) .787 39. Gaya rem dan traksi XC 180 795.71 Lengan gaya terhadap titik O = 6.L ton 0.008 = 3.620 69.71 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.5 Panjang 11.X m^3 A.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .128 0.156 0.208 -3.317 m = ∑ A 3.955 m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.750 5.250 1.120 4.853 4.008 3 γ 1= 1.950 -1.404 -0.125 0.384 3.173 12.235 3.Y m^3 -0.738 8.200 A.620 xa = ya ” Beban Horisontal A.300 -0.

60 x 1. ( L2A098005 ) .2 = 0.tot Y.70 x 5.pa = 2.5 2 = 1.88) : 13.139 = 13. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.5 x 1.70 = 1.234 x 1.473 t/m2 Ø.5.02 ton/m2 470 Pa.V .2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 1.43 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.1 = 0.00 1.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.88 Panjang 11.15 465.85 1.02 x 0.1 x H12x Ka.333 x 5.1H1 = 1. 1. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.139 x 2.2 = 40 ° C2 = 0 kg/cm2 Gambar.72 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ B.825 + 11.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.70 t/m3 5.374 ton ton ton = (2.234 P.1 = q x ka.114 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.825 1 = 1.6552 x 0.374 = 2.5 x γ.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.655 Pa.374 x 11 = 147.1 2.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.00 m O 0.333 = 11.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.

152 ton g = 0.15 x 236.73 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 meter D.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.V .18 ) b = beban pada tumpuan = 236. b dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.152 = 35.00 m Panjang 11.5. Gaya gesek pada tumpuan g 5.44 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .00 m O Gambar.15 – 0.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5. ( L2A098005 ) . Gaya akibat gempa h=E.

5. ( L2A098005 ) .152 x 0. timbunan 5.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 69.V .00 m O Gambar.000 h.3.696 ton hba = 69.317 Panjang 11.14 = 33.696 x 0.339 3.664 x 0.1. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.14 = 32.45 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 232. abutment 2.757 ton 5.664 ton hp = 232.573 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.152 ton hba = 236.2 Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.14 = 9.74 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ h bangunan atas h.

Rm = gaya rem. Tu = gaya angkat (buoyancy). Tag = gaya tekanan tanah akibat gempa bumi. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. M = beban mati. Gg = gaya gesek pada tumpuan bergerak. P1 = gaya-gaya pada waktu pelaksanaan. SR = gaya akibat perubahan suhu (selain susut dan rangkak). Gh = gaya horisontal ekivalen akibat gempa bumi. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .75 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.5. Tb = gaya tumbuk. Ahg = gaya akibat aliran dan hanyutan pada waktu gempa. S = gaya sentrifugal. Ta = gaya tekanan tanah. Ah = gaya akibat aliran dan hanyutan.V . (H+K) = beban hidup dengan koefisien kejut. Tm = gaya akibat perubahan suhu.6 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Keterangan : A = beban angin.

228 147.228 230. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian Gaya (T) V 692.114 333.m) MV MH 382.152 153.270 147.000 177.164 408.931 Tabel.443 188.046 912.121 400.450 692.906 2.450 Y Momen (T.m) MV MH 382.175 810.000 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.443 5.664 69.5.773 354.7 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.607 H 147.114 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.152 538.949 49.696 236.175 1143.643 2.215 182. ( L2A098005 ) .114 692.8 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.114 6.500 147.5.267 175.512 430.522 1.837 134.810 X Y 1.125 561.m) MV 1134.114 147.664 69.696 236.955 5.280 35.884 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.V .76 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.500 Momen (T.9 Kombinasi III Beban Jenis Komb.957 177.215 1134.268 729.949 Tabel.450 692.801 7.643 2.949 35.815 511.270 333.949 1143.949 333.175 MH 333.175 333.5.500 1.450 494.557 146.938 X 1.773 354.267 175.522 1.

10 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Gh Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin 32.522 1.500 2.3 ⎟c.215 912.m) MV 382. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 1.486 165.07 ton / m2 Daya dukung ijin qa = q ult 445.36 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 ⎟ × 1.188 31.664 69.77 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.573 9.1 ⎟γ t .268 608.γ 0 .643 2.5 + 0.267 175.7 × 81.5 + 0.228 MH 76.129 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.6 + 1.2 Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.0 + 0.339 3.2 + ⎜ 0.227 5.696 236.008 H 110.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 3⎞ 3⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.000 35.757 33.834 73.305 177.889 Momen (T.V . hal 32 ) Untuk φ = 40 °.B.6 Nq = 81.07 = = 148.773 354.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ qult = 445.Nc + D f .3 ⎟ × 0 × 95.194 300. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.443 5.3 × 1.Nq + ⎜ 0. didapat Nc = 95. ( L2A098005 ) .152 538. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.5.179 450.512 359.000 V 232.0 + 0.

Aman.5 ………….175 ton m MH = 333.98 ± 49.226 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1143. ( L2A098005 ) .36 ton / m2) ……….82 > 1.175 / 333..450 ton H = 147.05 ton / m2 70.1143.175 = .46 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.949 = 3.114 ) = 2.226 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 20..28..03 σ min = .949 – 1143.05 ton / m2 σ max = 70.450 809.6 / 147.01 ton / m2 < q a (148.78 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 692.OK 28.949 ton m M = 333. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.114 ton MV = .V .42 > 2 • ………….45 x ( 0. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 692.01 ton / m2 Gambar 5.809. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 692.

815 ton m MH = 408.45 σ min = . tidak aman.815 = .931 ton m M = 408.046 ton MV = .810 x ( 0.79 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 430. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 430. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..931 = 1.931 – 729.055 ± 19.810 320..505 ton / m2 < q a (148.505 ton / m2 Gambar 5.395 ton / m2 32.884 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 13.47 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.36 ton / m2) ………..320.6. ( L2A098005 ) .77 > 1.729.815 / 408.78 < 2 • ………….OK 6.046) = 1.810 ton H = 146. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 430.V .395 ton / m2 σ max = 32.6 / 146.884 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 729.5 ………….

.409.795 ton / m2 Gambar 5.607 409.2 > 1.125 / 400.V . ………….819 ton / m2 σ max = 39.807 σ min = .OK 9.36 ton / m2) ……….810. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Aman. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 494.6 / 134.884 ) = 2.607 ton H = 134.988 ± 24.801 ton m M = 400.02 > 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 494..125 = .819 ton / m2 39.5 • ………….801 = 2.125 ton m MH = 400.80 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 494.324 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 14. ( L2A098005 ) .795 ton / m2 < q a (148.607 x ( 0.884 ton MV = ..801– 810.324 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 810.48 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9.

.129 – 608.05 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 10.608. Aman..179 = . Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 359.67 σ min = .008 ton H = 73.V .008 308.55 ton / m2 < q a (148.36 ton / m2) ………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.05 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 608.79 ton / m2 29.7.49 Tegangan tanah di dasar abutment Abutment tidak aman terhadap guling beban kombinasi II perlu pelebaran dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.129 ton m M = 300.81 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 359.88 ± 18.02 > 2 • ………….6 / 73.179 / 300.OK 7.55 ton / m2 Gambar 5. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 359.008 x ( 0.91 > 1.179 ton m MH = 300..129 = 2.79 ton / m2 σ max = 29. ( L2A098005 ) .308.889) = 2.889 ton MV = .5 ………….

5 50 115.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11.V .5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.82 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perencanaan Abutment setelah pelebaran dasar abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.50 Dimensi rencana abutment Pembebanan pada Abutment ” Beban Vertikal A.5. ( L2A098005 ) . Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.0 m 100 100 135 100 165 Gambar.8 435 9 80 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 110 475 50 110 115 G 0 90 Gambar.5 532.51 Perhitungan titik berat abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

200 0.83 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.820 5.569 6.000 9.440 0.085 -0.420 -0.000 264.280 0.610 xa = ya B.272 2.000 -1.223 0.905 5.128 m = ∑ A 9.A.1.299 -0.152 ton X=0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.127 m ∑ A 9.455 = 2.132 9.900 1.013 -0.900 23.784 1.438 9.400 4.900 0.830 -0.250 -0.430 -0.300 0.859 88.375 0.024 0.050 0.101 0.220 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 m O Gambar.219 = −0.275 Y m -0.375 2.500 -0.100 1.045 -0.031 3.360 0.038 0.276 0.095 0.V .000 A.203 0.306 3.11 Perhitungan titik berat abutment A m^2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total W=δ.5.850 0.328 4.610 ∑ A * Y = 20.048 0.220 2.000 20.806 110.030 5.081 0.610 X m 2.613 1.150 1.219 A.800 0.150 -0.034 -0.573 0.223 0. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.52 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.738 1.000 8.250 5.100 0.L ton 0.345 0.125 0.150 -1.248 4.020 -0.223 0.100 0.918 4.680 -0.480 0. ( L2A098005 ) .480 -0.5.360 -0.Y m^3 0.213 -0.455 Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .750 4.350 4.X m^3 6.

5 ⎛ 5.925 t/m 1.21 = 12 ton 1.925 + × 0.9375 ton Xc = 0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.21 = 33 ton 2.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196. ( L2A098005 ) .1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.875 ton / 2 = 98.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.5 Lengan terhadap titik O = 153.5 ⎞ =⎜ × 12 + × 12 × 0.5 × 1.925 ⎟ × 45 = 196.h Panjang 11.75 ⎠ Beban hidup pada Trotoar : = 0.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1. Beban hidup P.53 Beban hidup pada abutment À Beban merata q = 2.2 – [ (1.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.84 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.V .5.2 – [ (1.75 ⎝ 2.50 ⎛ 5.75 ⎝ 2.5 ⎟ × 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 m O Gambar.50 x 1.4375 + 33 + 22.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.875 ton 2.

550 1.85 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D.278 18.189 5.402 4.304 m = ∑ A 5.648 109.5.3 420 275 140.787 5.400 -1.804 0.113 14.648 ∑A ∑ A * Y = 18.V .040 X m -1.Y m^3 -1.851 9.990 0.243 0.662 3 γ 1= 1.5 γ2 O 155 = 1.200 A.648 xa = ya Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.150 0.314 0.652 3.12 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.473 t/m3 C2 = 0 ton/m2 145 Gambar.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .472 -0.54 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tabel.333 -6.550 -0.192 -4.281 3.840 -0.X m^3 A.950 18. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.950 -1.203 0.513 3.A.200 1.5 120 5 6 464.L ton 0.200 2. 5.2 132.853 4.700 t/m3 C1 = 0 ton/m2 3 485. ( L2A098005 ) .950 = −1.325 -1.203 3.600 0.375 0.6.662 = 3.450 Y m 4.250 1. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 155 140 95 470 4 1 γ1 2 = 1.750 5.535 -0.23 m 5.787 63.

71 = 6.955 m F.2 1.56 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 2 = 1.28 ton Lengan gaya terhadap titik O Yc = 7.02 ton/m2 470 Pa.5 615. ( L2A098005 ) .86 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Horisontal E.55 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) c = 0.473 t/m2 Ø.05 x 125.5 Panjang 11.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.88 Panjang 11.V .825 1 = 1.5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 = 40 ° C2 = 0 ton/m2 Gambar.00 m O Gambar.00 1. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.5.1 2.70 t/m3 5.00 m O 1.65 465.35 1. Gaya rem dan traksi XC 180 795.

1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.6552 x 0.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.5 x γ.00 m O Gambar.114 ton G.139 x 2.57 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .234 P.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.825 + 11. Gaya gesek pada tumpuan g 5.02 x 0.87 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Berdasarkan PPPJJR 1987 ps. ( L2A098005 ) .374 x 11 = 147.1H1 = 1.234 x 1.374 ton ton ton = (2.333 = 11.tot Y.70 = 1.1 = q x ka.00 m Panjang 11.374 = 2.1 = 0.139 = 13.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.1 x H12x Ka.655 Pa.5.70 x 5.60 x 1.88) : 13.V .2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.2 = 0.pa = 2.5 x 1.333 x 5. 1. b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.

timbunan 5.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 109.152 ton g = 0.152 = 35.04 ton hba = 109.88 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.000 h.152 x 0.304 Panjang 11.128 3.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.275 x 0.998 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. abutment 2. Gaya akibat gempa h=E.V .04 x 0.15 x 236.58 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 264.14 = 36.15 – 0.18 ) b = beban pada tumpuan = 236. ( L2A098005 ) .275 ton hp = 264.14 = 15.00 meter H.5.00 m O Gambar.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau h bangunan atas h.266 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.152 ton hba = 236.14 = 33.

949 Tabel.949 1099.13 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Tabel.127 3.114 763.304 147.931 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.275 109.824 1682.405 763.532 472.m) MV MH 562.275 109.304 307.127 3.949 1682.114 333.5.443 5.574 X Y 2.405 Y Momen (T.113 340.152 153.152 609.949 35.046 1374.959 511.000 Momen (T.14 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 264.V .123 2.949 333. ( L2A098005 ) .m) MV MH 562.114 147.113 340.89 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.000 147.875 2. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tabel.938 X 2.557 146.5.15 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin Bagian Wa Wt Wba V Jarak Terhadap G (m) H 264.000 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.270 147.532 472.467 487.040 236.164 408.824 333.270 333.114 2.5.123 2.040 236.215 182.000 177.

121 400.000 H 120.114 6.88 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.Nc + D f .123 1.3 ⎟ × 0 × 95.1 ⎟γ t .289 H 147.017 561.311 36.691 314.000 188.955 5.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 2.5.m) MV 1682.2.228 MH 78.467 406.884 Tabel.2 + ⎜ 0.512 Momen (T.65 = = 149.824 MH 333.90 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.Nq + ⎜ 0. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian V 763.127 3.16 Kombinasi III Gaya (T) Beban Jenis Komb.5.266 33.B.7 × 81. didapat Nc = 95.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 4⎞ 4⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.837 134.65 ton / m Daya dukung ijin qa = q ult 449. Nq = 81.949 49.m) MV 562. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.152 609.5 + 0.443 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.824 1202. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .500 2. ( L2A098005 ) .0 + 0.405 763. hal 32 ) φ = 40 °.304 5. Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.γ 0 .915 471.443 5.768 80.17 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Gh Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin V 264.5 + 0.305 177.000 35.873 837.460 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.113 340.215 1256.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ 2 qult = 449.6 .128 3.3 × 1.405 545.6 + 1.280 35.998 15.439 165.1 ⎟ × 1.0 + 0.275 109.532 354.957 177.732 50.040 236.3 ⎟c.801 7.215 1682.

11 > 1.98 σ min = .63 ton / m2 σ max = 63.V .91 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 763. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 763. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.114 ton MV = .OK 28.824 ton m MH = 333.405 x ( 0.949 ton m M = 333..1348...5 ………….28.949 = 5.893 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1682.04 > 2 • ………….824 / 333.35 ± 45.405 1348.405 ton H = 147. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 763. ( L2A098005 ) .63 ton / m2 63.114 ) = 3.33 ton / m2 Gambar 5.893 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 17.88ton / m2) ……….59 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1682.33 ton / m2 < q a (149.824 = .6 / 147. Aman.949 – 1682.

12.046) = 2 > 1.5 • ………….92 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 487.574 x ( 0.08 ± 23.49 ton / m2) ……….574 691.574 ton H = 146.691. Aman. ………….931 – 1099.046 ton MV = .48 ton / m2 34.48 ton / m2 σ max = 34..959 = .64 ton / m2 < q a (110.56 σ min = .60 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.028 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 11.931 = 2.959 ton m MH = 408.OK 12.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.931 ton m M = 408. ( L2A098005 ) .6 / 146.959 / 408.1099.028 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1099.69 < 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 487.64 ton / m2 Gambar 5.. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 487..

V .93 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 545.801.017 ton m MH = 400.801 ton m M = 400.801 = 2.017 = . Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 545.6 / 134.884 ) = 2..1202. ( L2A098005 ) .31 σ min = .OK 14. Aman.7 ton / m2 Gambar 5.017 / 400. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.29 ton / m2 σ max = 39.99 > 2 • ………….14.289 x ( 0.884 ton MV = .39 ± 27.88ton / m2) ……….216 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 12.216 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1202..61 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.289 ton H = 134.7 ton / m2 < q a (149.5 …………. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 545.29 ton / m2 39.289 801.801 – 1202.43 > 1..

Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 406.512 ton MV = .460 ton m M = 314.837.455 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 19.94 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 406. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.311 523.6 / 80.62 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...460 – 837.08 ton / m2 < q a (149.66 > 2 • ………….5 ………….V .311 x ( 0.915 / 314.915 ton m MH = 314. Aman.460 = 2.512 ) = 3.23 ± 17. ( L2A098005 ) .523.85 σ min = 1.38 ton / m2 37..455 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 837.OK 1. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 406.03 > 1.08 ton / m2 Gambar 5.38 ton / m2 σ max = 37.88ton / m2) ……….311 ton H = 80.915 = .

375 2.215 0.050 3.100 -0.1.120 -0. Gaya Vertikal Gaya akibat berat sendiri abutment Tabel.095 0.920 1. M PV PH 115.5 370 15 500 A Gambar.155 0.583 0.000 0.3 Penulangan Abutment Beban yang digunakan pada perhitungan penulangan badan abutment adalah berdasarkan pembebanan maksimal yang bekeja pada pangkal badan abutment.900 23.306 3.5.038 0.L ton 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0.576 1.450 3.3.243 -0.200 2.5.018 0.A.000 Total 4.050 0.X m^3 A. ( L2A098005 ) .031 3.449 0.675 -0.210 -0.613 1.Y m^3 -0.650 0.085 -0.18 Perhitungan titik berat abutment ditinjau dari pangkal abutment No A m^2 W=δ.437 11.100 2.101 0.091 5.020 -0.860 133.297 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .730 4.750 0.933 0.028 3.784 1.048 0.650 X m -0.605 4.525 -0.600 A.066 -0.520 4.013 -0.450 2.360 0.438 9. dimana momen akibat beban vertikal diperhitungkan terhadap exsentrisitas dari garis netral badan abutment sebesar 15 cm.859 88.273 -0.63 Pembebanan pada badan abutment A.066 0.000 Y m 4.375 0.309 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.95 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.125 0.850 0.

0.203 3.297 = 2.15 m Beban hidup Beban hidup (Pq) = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.02 x 0.840 -7.2 = 0.1 = 0.090 m 4.1 = q x ka.513 3.763 11.517 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.437 = −0.900 1.479 ton Pa.860 ∑A ∑ A × Y = 11.L ton 0.761 γ = 1.113 14.192 -4.472 -0.3552 x 0.9375 ton Lengan terhadap titik O Xc = 0.553 2.894 2.15 m Beban akibat tanah di atas pondasi Tabel.19 Perhitungan titik berat tanah ditinjau dari Potongan A Luas A m^2 No 1 2 3 4 Total W=δ.325 -1.Y m^3 3.324 m = 4.400 3.355 = 1.70 t/m3 Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik A : ya = ∑ A * Y = 11.1 x H12x Ka.787 63.152 ton Lengan gaya terhadap titik O Xb = 0.450 4.860 ∑A xa = ya Beban mati akibat konstruksi atas Beban konstruksi atas total ( Pba ) = 236.tot = 6.70 x 4.5 x γ.1 H1 = 1.600 5.039 A.847 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5.950 -1.333 x 4.761 = 2.990 0. ( L2A098005 ) .V .648 m B.550 -0.4375 + 33 + 22.368 ton P.168 X m 18.064 Y m -1.587 4.5 x 1. Gaya Horisontal Gaya akibat tekanan tanah aktif Tekanan tanah aktif Pa.375 0.A.605 A.535 -0.5 = 153.96 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik A : ∑ A × X = .X m^3 -1.27 ∑ A 5.333 = 5.652 100.

..... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.......m’ = 256..m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..711 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : • Wba = 236.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 100.m’ M...650 x 0....pa = ( 1.59 ton.m’ Kombinasi II.Kombinasi beban sementara Mu = 1...V .2 x P......034) = 347.....09 ) + ( 1.....607 = 121.368 x 1.317 ton Gaya akibat gempa • Gaya gempa terhadap abutment : • Wa = 133.Kombinasi beban tetap Mu = 1.6 x Pq ) = ( 1..317 x 1.D = (236.6 M...14 = 18.......711 x 2.847 x 11 = 75.152 x 0.wba ) + ( 1.05( 23.H M.328 ton....152 ton hba = 236.H = 75.....2 x P...607 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 6....3943 ) + ( 1.064 x 0.650 ton hp = 133.9375 x 0..18 + 5.97 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Y.m’ M...45 ) : 6...034 ton. ( L2A098005 ) .2 x 23.6 + 153.324 ) + ( 33.3943 ton..09 + 197..152 x 0..15 = 23...15 ) – (133.14 = 33...m’ Mu = ( 1.479 x 2.09 ton.064 ton hba = 100..L + M.05 ( M....6 M.2 x 236.6 x 23....152 ) + ( 1.650 x 0.9375 ) = 690.062 ton ¾ Momen Ultimit Kombinasi I...278 ton.847 = 1.D + M.2 x 133..59 ) = 197.6 x 121.wa ) + ( 1..70 ) + ( 14 x 2..09 ) = 23.E = ( 18.D + 1....E ) M..L + 1..L = 153.061 x 3..14 = 14 ton ¾ Gaya Vertikal Ultimit ( Pu ) Pu = Beban vertikal Ultumit …………….Kombinasi beban tetap = ( 1..27 ) Mu = 1..650 ) + ( 1.3943 + 23.2 M....

maka dipakai nilai ρmin ρmax = 0.136 = 0.003 ρmin = f’c = 25 .85 × 25 et = Mu 347. β = 0.0203 ……………………….80 × 1.10 7 × 0.062 × 10 4 et 503.10 .04 × 0.10.98 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Disain tulangan abutment digunakan : Pu = 763. β = 1.0054 ⎝ φ × Ag × 0. 22 = 61 mm d = h – d’ = 1000 – 61 = 939 mm ϕ = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..405 × 10 4 = 0.85 × f' c 0.328 mm = Pu 690. berdasar DDPBB.061 ≅ 0.328 × 10 7 = 503.003 ρ = r.0035 Karena ρ < ρmin.V .10 h 1000 Dari grafik 6.0035 fy 400 ρmax = 0.4 = = 0.0 1. 107 mm2 Ht = tinggi badan abutment = 3700 mm b = 1000 mm h = 1000 mm d’ = 50 + ½ .85 × f' c ⎠ ⎝ h ⎠ 61 d' = = 0.m’ f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa Ag = luas penampang = 1000 * 11000 = 1.80 Pu 763.328 ton.328 = = 0.4 1.002 x 1. ( L2A098005 ) . tabel.0 = 0. 8 ρmin = 0.a (GTPBB) didapat : r = 0.2.136 h 3700 ⎛ ⎞ ⎛ et ⎞ Pu ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜ ⎟ = 0.0203 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.04 = φ × Ag × 0.405 ton Mu = 347.

200 3700 D.200 D. Karena Vu < φ Vc (0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5.317 x 1.200 300 1000 1350 1000 1650 Gambar.64 Penulangan badan abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .16.20% Ag As = 2000 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 16 – 200 (As = 2010 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang sebesar Gaya Horisontal yang bekerja pada abudment H = 75.0035 * 1000 * 1000 = 3500 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 22 – 200 (As = 3801 mm2) ™ Tulangan bagi Diambil 0.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 Mpa diperoleh φ Vc = 0.50). ( L2A098005 ) .146 MPa Vu = = b × d 11000 × 937.10 .99 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok As = ρ.51 × 10 4 = 0.50 Mpa. maka tidak diperlukan tulangan geser.22 .146 < 0.317 ton Hu = 75.51 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Hu 120. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 200 Ø.6 = 120. Ag = 0.

5 x γ x H2 x Ka.333 γ = 1.549 Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 550 mm d = 550 – (50 + ½ 19 ) = 490.70 ton/m3 H = 0.078 tonm’ = 1.6 x 2.5 mm ρmin = 1.2 A A 655 Gambar.110 ton =14.110 x 0.5.655/2 ) + ( 4.4 = = 0.00 = 4.110 ) + ( 1.333 x 11.333 x 0.655 x 11.5 x 1.13 ton/m2 500 Pa.655/3 ) = 2.6552 x 0.011 x 0.65 Pembebanan parapet Ka = 0.4 1.V .655 m q = 2.1 Pa.2 = 0.70 x 0.0035 fy 400 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6 x 5.1 = q x ka x H x L Pa.594 ton Momen di potongan A-A MA-A = ( 5.13 ton/m2 Pa.011 ) = 2.6 x 4.13 x 0.011 ton Pu = (1. x L = 0. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.100 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Penulangan Parapet q = 2.549 tonm’ Mu = 4.00 = 5.

⎟ 2 11000.8.107 400 ⎞ ⎛ = ρ . maka dipakai nilai ρmin = 0.V .8.0035 * 1000 * 500.594 × 10 4 = 0.85 × 35 = 0.0154 = 320ρ – 3010.000048 Karena ρ < ρmin.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0. d = 0.5 25 ⎠ ⎝ 0.0. Karena Vu < φ Vc (0.588. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.d fc ⎠ ⎝ 4. ( L2A098005 ) .75 cm2 ™ Tulangan Pokok Digunakan tulangan rangkap D 19 – 150 (As = 1890 mm2) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 378 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 10 – 200 (As = 393 mm2) ™ Tulangan Geser Pu = 14.5 = 1751.50 MPa. b.ρ .027 MPa Vu = = b × d 11000 × 490. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.400⎜1 − 0.490.101 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ⎡ 0.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.588.85 × ⎢ 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ .0035 As = ρ.078.0. ⎟⎟ 2 b.50). maka tidak diperlukan tulangan geser.594 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Pu 14. f y ⎜⎜1 − 0.022 < 0.0203 × = 0.75 × 0.56ρ2 ρ = 0.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.

949 ton m M = 333.114 ton MV = .1682.33 ton / m2 Gambar 5.150 D19 .824 ton m MH = 333.102 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D10 .67 Pembebanan pada pile cap Pada perencanaan penulangan Pile Cap digunakan kombinasi I.63 ton / m2 2m 17.1348.150 Gambar. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.405 ton H = 147.200 D19 . V = 763.893 ton m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.949 – 1682.66 Penulangan parapet Penulangan Pile Cap 28.178 ton / m2 63. ( L2A098005 ) . dimana beban-beban yang bekerja dikalikan dengan koefisien sesuai dengan kombinasi beban tetap.5.824 = .V .

5 ⎝ 0.728 ton 1 1 2 = -( x 17.m’ 11 1.0203 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ × 0.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b.892 ton.4 = = 0.( x 46. maka dipakai nilai ρmin = 0.85 × 25 = 0.V .0035 x 1000 x 1217.152 x 2 x x 2 ) 3 2 2 = 95.m Mu Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 1300 d = 1300 – 70 – (½ x 25) 95.85 × ⎢ × = 0.178 x 22 ) .2 x wt ) + ( 1.5 = 4261.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000.152 ) + ( 1.25 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.04 ) + ( 1.059 = 320ρ – 3010. ( L2A098005 ) .8 × f y ⎜⎜1 − 0.2 x wa ) + ( 1.1217.6 x wl ) = ( 1.717 ton.6 x 153.2 x 232.2 x 109.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 x 236.d ⎝ 133.4 1.103 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Vu = ( 1.75 × 0.0035 As =ρxbxd = 0.23.8 × 400⎜1 − 0.892 Mu = = 8.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.0001 Karena ρ < ρmin.664 ) + ( 1.5 mm ⎡ 0.938 ) = 939.10 7 400 ⎞ ⎛ = ρ × 0.0035 ρmin = fy 400 = 1217.56ρ2 ρ = 0.2 x wba ) + ( 1.

200 D19.100 Ø10 .183 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc V 62.65 Gambar 5.50 dari tulangan tarik = 2454.200 100 1.100 1.183 × 10 4 Vu = = = 0. Karena Vu < φ Vc.100 (As = 4908.V .75 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 16 .2 * 4908.74 mm2) Tulangan tekan digunakan 0.200 (As = 1005 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang V = Pu 684.300/500 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 D25 .68 Penulangan pile cap Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.012 = 11 11 = 62.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0.29 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 0.104 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Tulangan tarik digunakan tulangan D 25 .50 MPa. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 300/500 D16 .511 MPa b × d 1000 × 1217.74 = 981.37 mm2 = digunakan tulangan D 19 – 100 ( As = 2835. maka tidak diperlukan tulangan geser.35 D16 . ( L2A098005 ) .

..600 ton/m ƒ Berat pavement = 0.316 × 10 7 240 ⎞ ⎛ = 0.600 ton/m 1..ρ min = 0.8 × ρ × 240⎜1 − 0.0062.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.132 ton/m ƒ Berat lapis pondasi = 0.316 tonm’ Momen yang bekerja : Mu = 1/8 x q x L2 di ketahui : f..25 x 1...332 + 1.c = 25 Mpa f..disain As = ρ x b x d = 0.05 x 1.632 ) x 2. Beban Mati ( qd ) ƒ Berat sendiri = 0.105 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.0x 2.2 = 0.632 ton/m = 1/8 x ( 1.40 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4.4 BANGUNAN PELENGKAP 5.80 ρ 2 ρ = 0.5 x 1. × fy⎜⎜1 − 0.6 x 1.1 Pelat Injak Plat injak adalah bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi mencegah terjadinya penurunan elevasi muka jalan oleh beban kendaraan pada oprit.6 = 1.sebagai.52 = 2..0 x 1.0062 x 1000 x 142 = 880. ( L2A098005 ) ..ρ > ρ min dipakaiρ .y = 240 Mpa b = 1000 mm d = 200 – ( 50 +16/2 ) = 142 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ . tebal plat injak direncanakan setebal 20 cm dan lebar 7.7 x 1. Beban hidup ql = 0.2 x 1..2 = 0.332 ton/m b. Pembebanan pada plat injak : a.00 m.149 = 192 ρ − 1083.0058.0 x 1.0 x 2..V .2 = 0.... Beban Hidup ƒ Beban kendaraan dibelakang bangunan penahan tanah diperhitungkan senilai dengan muatan tanah setinggi 60 cm.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 2.2 x 1.0 x 2.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 142 ⎝ 1...

964 x 0.2 = 1.088 ton/m’ Pa.5 x γ.2 dari luas tulangan utama = 268.155 WING WALL Panjang 11.00 0.5 + 0.1552 x 0.25 5.20 x 2.6 = 12.322 ton/m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.632 ton/m2 Akibat beban plat injak dan pavement q2 = ( 0.7x 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 ) x 1.5x 1.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.00 m 4.10 – 200 ( As = 392.16 – 200 ( As = 1340.60 x 1.05 x 2.035 ton/m’ Total beban yang bekerja pada wing wall = 17.333x1.6 = 1.123 x 1/5.155 = 3.1 = ( 0.20 + 0.333 Pa.0 ) x 1.082 mm2 Dipakai Ǿ.2 = 1.V .70 mm2 ) 5.106 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan Ǿ.1 + q.6 = 0.70 ) x 1.155 = 5.2 Perencanaan Wing Walls 3.632 + 1.25 x 2.69 Konstruksi wing wall Pembebanan pada wing wall q.60 x γ.332 ton/m2 q = q.6 = ( 0.332 = 2.333 x 5.00 Gambar 5.964 ton/m2 Ka = Tg2 ( 45 –Ǿ/2 ) = tg2 ( 45 – 30/2 ) = 0.123 ton/m’ Gaya yang terjadi permeter lebar wing wall = 17.4.2 = 0.1 = q x Ka x H = 2. ( L2A098005 ) .1 x H2x Ka x 1.

56 ρ 2 ρ = 0..752 = 12.70 mm2 ) ™ Tulangan Geser Vu = 3..322 x 2.5 x q x L2 = 0.V .00347 ρ min = 0.75 = 9..60 = 0.ρ < ρ min dipakaiρ min sebagai..8 × ρ × 400⎜1 − 0.322 × 2.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 342 ⎝ 1.074 = 320 ρ − 3010.16 – 200 ( As = 1340. ( L2A098005 ) ..561 tonm’ di ketahui : f.y = 400 Mpa b = 1000 mm d = 400 – ( 50 +16/2 ) = 342 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ × fy⎜⎜1 − 0.561 × 10 7 400 ⎞ ⎛ = 0.2 dari luas tulangan utama = 268..ton 9.Vc = φ = 0.0035 x 1000 x 342 = 1197 mm2 ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan D. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.Vc tidak perlu tulangan geser b×d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.267 b × d 1000 × 342 fc 25 φ ..75 m : Mu = 0.136 × 10 4 Vu = = 0.107 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pada perencanaan wing wall konstruksim dianggap sebagai Kantilever.5 x 3..13 – 200 ( As = 392. sehingga momen yang terjadi terhadap bentang 2.disain As = ρ x b x d = 0.c = 25 Mpa f.0035.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 12..082 mm2 Dipakai D.50 6 6 Vu < φ .136.

108 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 3.75 ton/m2 γ2 = 1.71 Dimensi dinding penahan tanah ( DPT ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 ton/m3 Ø1 = 30° C. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4.70 Penulangan wing wall 5.80 ton/m2 320 Gambar.1 = 1.25 D.13 .V . Dinding ini direncanakan dengan menggunakan material pasangan batu kali dengan tinggi maksimal 4.3 Perhitungan Dinding penahan Tanah Dinding penahan tanah jalur jembatan Kabelukan pada bagian sebelah timur.155 D.00 m 4.13 .5.200 Panjang 11.200 5.00 Gambar 5.200 D.00 D.16 .9 m dari alas pondasi dan dimensi direncanakan sebagai berikut 200 Pas. ( L2A098005 ) .16 .2 = 1.676 ton/m3 80 410 40 40 240 40 Ø2 = 30° C.200 0. batu kali γ1 = 1.

2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .2 tanah dasar = 40o ƒ C.333 = 6. batu kali = 2.90 x 0.1 tanah urug = 30o ƒ γ.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .333 = 1.80 ton/m2 ƒ γ pas.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0.664 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 8.1 = q x H x ka P. ( L2A098005 ) .796 ton = 1.460 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .2 x⎜ 45 + ⎟ = 3.70 ƒ Ǿ.902 x 1.1 PP.67 P.70 x 0.020 ton/m2 ƒ γ. 1tanah urug = 1.5.5 x H2 x γ1 x ka = 0. Terhadap alas dinding penahan tanah 4 80 163 2 3 40 240 PP.020 x 4.72 Beban yang bekerja pada dasar DPT Data teknis : ƒ q = 1.1 245 410 q = 1. 2tanah dasar = 1.2 40 1 P.000 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P.109 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pembebanan A.02 ton/m2 40 320 Gambar.2 = 0.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ kp 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .2 ton/m3 ton/m3 Tekanan tanah Aktif.5 x 4.2 tanah dasar = 1. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.676 ton/m3 ƒ Ǿ.2 26.

3 ) – ( PP.2 x y.400 m y.450 m y.432 8.633 m y.750 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.659 14.2 x Y.020 ton/m2 ƒ γ.1 136.400 1.640 4.676 x 3.5 x 0.267 ) = 12.100 2.597 ton y.609 ton kp x h = .20 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.5.73 Beban yang bekerja pada pangkal DPT Data teknis : ƒ q = 1.5.450 ) + ( 6.1 x y.806 39.1 tanah urug = 1.4 ) = ( 1.5 x h2 x γ2 x kp = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.400 ) – ( 1.1 ) + ( P.1 = 2.800 MV ton. batu kali = 2.( PP.80 = -4.0.2 = -0.346 B.2 x 1.020 5.988 ton Total Beban Horisontal ( H ) = -6. ( L2A098005 ) .2 ton/m3 ton/m3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.633 ) – ( 4.1 = -2 x C2 x PP. Terhadap pangkal badan dinding penahan tanah 410 P.609 x 0.7 205 P.1 x y.1 tanah urug = 30o ƒ γ pas.V .664 x 2.4 = 0.608 9.3 = 0.640 No.788 21.2 ) . 1 2 3 4 Total Berat (W) ton 3.802 x 1.796 x 1.00 = -1.m' 8.632 2.110 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ PP.560 1.70 ƒ Ǿ.000 x 0.2 1 2 40 200 Gambar.500 2.80 x 3.988 x 0.448 7.048 X m 2.267 m MH = ( P.600 1.2 = 1.

1 ) + ( P..020 x 4..151 ton y.5 x 4..2 x⎜ 45 − ⎟ = 0..φ + CxB + PP > 1..8 x3.393 X 2.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 = 0.oke xBx x 6 21.346 − 12.460 Kontrol terhadap stabilitas tanah ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = 1 ∑ M = 1 x3.367 m MH = ( P.808 Kontrol Stabilitas Konstruksi Kontrol terhadap guling Fs = ∑ ∑ Mv Mh >2 = 39..336 < 1 xB ..5...133 MV ton..608 -1.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P....897 > 1.70 x 0..2 x y.020 12..050 m y..V ..2 + 6..360 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.333 = 1..1 = 2...m' -3.086 > 2.100 No.oke 8..758 ton = 1.333 = 4.597 = 2.640 4.30 + 1...1 x ka = 0.5 x H2 x γ.758 x 1.367 ) = 9.1 = q x H x ka P.5 ∑H = 21.2 = 1.000 -0.2 − ⎛⎜ 39..2 ) = ( 1. ( L2A098005 ) .1 x y.050 ) + ( 4.048 2 ⎝ ⎠ ∑V 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .608 9..102 x 1. 1 2 Total Berat (W) ton 3.21 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1..346 = 3.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .10 x 0.750 ⎞⎟ = 0.393 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 6.5.200 -4.750 Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vx tan .628 X m -1...oke 12.048 x tan .111 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tekanan tanah Aktif.

.360 − 4.5.4..628 x1 = 2...336 ⎞ ton x⎜ 1 + ⎟ = 10.oke 6 ⎝ 12.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. pasangan...V .626 ⎛ 6 x0.2 ⎠ m Kontrol Kekuatan Bahan Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vxf ∑H > 1.721 2 < σ ijin.4 x1 ⎝ 2.kali 2.batu ....997 2 > σ ij int ..048 ⎛ 6 x0.5 dimana f adalah faktor geser pasangan semen = 1 Fs = 12. ( L2A098005 ) ..053 > 1..626 ⎠ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.oke 6. tan ah 3.360 < x 2.808 ⎞ =⎜ ⎟ = 0..112 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ mak = 21..4 ⎠ m 1 ⎛ 9...2 x1 ⎝ 3..151 Kontrol terhadap tegangan pasangan batu kali ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = ∑M ∑V mak = 12..360 ⎞ ton x⎜1 + ⎟ = 9.

2 = 2. untuk menghasilkan disain yang optimal sesuai dengan standart yang berlaku. sehingga diharapkan menghasilkan suatu jalan lengkung yang aman dan nyaman untuk dilintasi.4.4. 0 + 115 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V . 99. 5. Pada perencanaan geometrik pada jembatan Kabelukan ditinjau terhadap kondisi alinyemen horisontal dan vertikal.218 ) Lv = 50 m PTv = STA. 0 + 90 Elv.8 Alinyemen Horisontal Perencanaan alinyemen horisontal pada jembatan Kabelukan tidak diperlukan karena posisi jembatan lurus dengan ruas jalan yang ada.218 Gambar. STA. 5. 0 + 90 ( elv.91 Perencanaan elenyemen vertikal STA. Alinyemen vertikal dalam perencanaan jembatan Kabelukan terdiri dari dua type : ƒ Tipe Cembung ( Crest Vertikal Curve ) ƒ Tipe Cekung ( Sag Vertikal Curve ) Untuk memudahkan dalam perhitungan dan pelaksanaan digunakan lengkung parabola derajat 2.4 Perhitungan Oprit Pada perencanaan jembatan aspek geometrik jalan yang menuju dan meninggalkan jembatan harus direncanakan dengan baik.5.4.1 = 0% PPv = STA. 0 + 115 PLv = STA 0 + 65 g. 99. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .9 Alinyemen Vertikal Lengkung vertikal digunakan untuk merubah kelandaian memanjang secara berangsur-angsur dan harus sederhana dalam perencanaan serta memudahkan dalam pelaksanaannya. A.682% g.113 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.

429 0.1 .900 ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.682 % – 0 = 2.386 99.682% Lv = 50 m ……… ( grafik.245 99.889 g. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No.671 Tx Tx (m) 99.1xX 2 +Y = PLv + 100 STA. 0 + 190( elv.761 99.000 0.X (m) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y (m) 0.00 % g.225 99.2 ) = 2.325 99.5.114 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ di ketahui : g. Y ∆xX 2 = 200 xLv g.2 = 2.682 x50 = 800 800 = 0.218 m PTv = PPv + 2.2 – g.459 99.060 0.20 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.168 0.278 99.218 − 100 x 2 200 = 99.107 0.543 0.1 = 0. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 3.647 99. 0 + 115 STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 065 0 + 070 0 + 075 0 + 080 0 + 085 0 + 090 0 + 095 0 + 100 0 + 105 0 + 110 0 + 115 Dimana : B. ( L2A098005 ) .V .889 m Tabel.218 + 100 x 2 200 = 99. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1xLv = 99.547 99.v.682 % ∆ = ( g.682 x50 g.329 0.241 0.218 99.230 m Ev = PLv = PPv − 0 x50 g.007 0.2 xLv = 99. 101.027 0.

V - 115

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

PPv = STA 0 + 190
Elv. 101,900
g.2 = 0%
g .1

82 %
= 2,6

PTv = STA. 0 + 230

PLv = STA 0 + 150

Lv = 80 m

Gambar.5.92 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 190
di ketahui :
g.1

= 2,682 %

g.2

=0%

= ( g.1 – g.2 ) = 2,682 % – 0 = 2,682%

Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,682 x80
=
800
800

= 0,268 m

Ev

=

PLv

= PPv −

2,682 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,827 m

PTv

= PPv +

0 x80
g.2 xLv
= 101,900 +
100 x 2
200

= 101,900 m

TabeL.5.21 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 190

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 116

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
STA
0 + 150
0 + 155
0 + 160
0 + 165
0 + 170
0 + 175
0 + 180
0 + 185
0 + 190
0 + 195
0 + 200
0 + 205
0 + 210
0 + 215
0 + 220
0 + 225
0 + 230

Dimana :

C.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y=

g.1 .X
(m)
0
13.41
26.82
40.23
53.64
67.05
80.46
93.87
107.28
120.69
134.1
147.51
160.92
174.33
187.74
201.15
214.56

∆xX 2
200 xLv

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.038
0.067
0.105
0.151
0.205
0.268
0.339
0.419
0.507
0.603
0.708
0.821
0.943
1.073

Tx= PLv +

Tx
(m)
100.827
100.957
101.078
101.192
101.296
101.393
101.481
101.560
101.632
101.694
101.749
101.795
101.833
101.862
101.883
101.896
101.900

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 375 ( elv. 101,900 )

g.1 = 0%

PLv = STA 0 + 335

PPv = STA 0 + 375
Elv. 101,900
g .1
=2
,7 3
8%

PTv = STA. 0 + 415

Lv = 80m

Gambar.5.93 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 375
di ketahui :
g.1

=0%

g.2

= 2,738 %

= ( g.2 – g.1 ) = 2,738 % – 0 = 2,738%

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 117

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,738 x50
=
800
800

= 0,274 m

Ev

=

PLv

= PPv −

0 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 101,900 m

PTv

= PPv −

2,738 x80
g.2 xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,805 m

TabeL.5.22 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 375
STA
0 + 335
0 + 340
0 + 345
0 + 350
0 + 355
0 + 360
0 + 365
0 + 370
0 + 375
0 + 380
0 + 385
0 + 390
0 + 395
0 + 400
0 + 405
0 + 410
0 + 415

Dimana :

D.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y

=

g.1 .X
(m)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

∆xX 2
200 xLv

Tx

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.039
0.068
0.107
0.154
0.210
0.274
0.347
0.428
0.518
0.616
0.723
0.839
0.963
1.095

= PLv −

Tx
(m)
101.900
101.896
101.883
101.861
101.832
101.793
101.746
101.690
101.626
101.553
101.472
101.382
101.284
101.177
101.061
100.937
100.805

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 475 ( elv. 99,162 )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

738% g.5.1 = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.23 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 500 g.2 = 0% PPv = STA. 0 + 475 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.94 Perencanaan elenyemen vertikal STA.v.162 Gambar. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya = 2.738% No. ( L2A098005 ) .162 − 100 x 2 200 = 99.738 % g.738 x50 g.676 .162 + 100 x 2 200 = 99.0 Lv = 50 m ……… ( grafik.118 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Lv = 50 m PLv = STA 0 + 450 PTv = STA.846 m PTv = PPv − 0 x50 g. 0 + 475 di ketahui : g. 99.2 ) = 1.162 m TabeL.1xLv = 99.1 + g.V .5. 0 + 475 Elv.738 x50 = 800 800 = 0.2 =0% ∆ = ( g.1 = 2.171 m Ev = PLv = PPv + 2.2 xLv = 99. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 2.

685 Tx Tx (m) 99.716 99.600 99.246 0.119 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 450 0 + 455 0 + 460 0 + 465 0 + 470 0 + 475 0 + 480 0 + 485 0 + 490 0 + 495 0 + 500 Dimana : Y g.027 0.14 95.335 0.497 99.07 54. ( L2A098005 ) . 20 ton LHR 2001 kend.189 99.408 99.223 99.10 Perhitungan Tebal Perkerasan Perencanaan perkerasan di rencanakan untuk jalan menuju dan meninggal jembatan sepanjang STA. 13 ton Truk 3 as.901% .24 Pertumbuhan LHR ( kendaraan/hari ) ruas jalan Pekalongan – Pemalang tahun 2005 dan 2011 No 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan Kendaraan Ringan < 2 ton Kendaraan Ringan 5 ton Bus 8 ton Truk 2 as./hari 14465 9523 4328 1462 4662 LHR akhir tahun rencana ( 2005 ) untuk satu jembatan Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9 = ∆xX 2 200 xLv Y (m) 0./hari 8965 5902 2682 906 2889 LHR 2005 kend. 0 + 00 sampai STA./hari 10856 7147 3248 1097 3498 LHR 2011 kend.171 0.5. A.83 109.1 .45 82.V .X (m) 0 13.438 0.162 = PLv − g.168 99.1xX +Y 100 5.52 123. 0 + 400 dengan kondisi jalan dua jalur dan satu arah . Masa perencanaan sampai pelaksanaan dilaksanakan tahun 2003 sampai 2005 dan akhir umur rencana tahun 2011 dengan pertumbuhan lalu lintas ( i ) sebesar 4.271 99. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.901% Tabel.846 99.76 68.4.38 41. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rencana ( LHR ) Rumus pertumbuhan lalu lintas : LHR = LHRjx(1 + i % ) n Dimana pertumbuhan lalu-lintas ( i ) sebesar 4.110 0.21 136.007 0.062 0.554 0.333 99.000 0.69 27.

0219 ƒ Bus 8 ton = 0.7 x 1.0036 + 0.120 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 1624 kendaraan ƒ Truk 2 as.0004 = 1. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan ( LEP ) LEP = ∑ LHRjxCjxEj Dimana : Cj = Koefisien distribusi kendaraan.9624 ƒ Bus 8 ton = 1624 x 0.7 x 1.2923 + 0. 13 ton = 549 x 0.7 x 0.1410 + 0.0648 = 409. 13 ton = 549 kendaraan ƒ Truk 3 as.0183 = 0.3027 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 x 0.1410 = 0. 20 ton = 2331 kendaraan B. 20 ton = 1749 kendaraan LHR awal tahun rencana ( 20015 ) untuk satu jembatan ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 2164 kendaraan ƒ Truk 2 as.0219 = 46. Koefisien distribusi untuk 2 jalur 1 arah adalah : Kendaraan Ringan < 5 ton = 0.0183 + 0.0648 ƒ Truk 3 as.V . Perhitungan Angka Ekivalen ( E ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 0.0002 = 0.0004 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 0.0922 ƒ Truk 2 as.1593 ƒ Truk 2 as.2026 ƒ Truk 3 as. 20 ton = 0.0375 =1270.1593 = 181.0002 + 0.6 x 0.0004 = 1. ( L2A098005 ) .2113 Total LEP =1908.7452 = 1.7712 D.6 x 0.9238 = 1.0375 C.6 Kendaraan Berat > 5 ton = 0.7 ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 x 0. 20 ton = 1749 x 0.7359 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Perhitungan Lintas Ekivalen Akhir ( LEA ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 x 0. 13 ton = 731 kendaraan ƒ Truk 3 as. 13 ton = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.6 x 0.

5 = ( 0.5 − (3.1 ) + ( a. DDT = 4.121 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 x 0.2 x D.7603 10 10 G. FR = 1.25) 0.35 ƒ Pondasi atas batu pecah CBR 80% a.2672 x = 1335.7076 ƒ Truk 2 as. Perhitungan Lintas Ekivalen Tengah ( LET ) LET = LEP + LEA 1908.5 . 13 ton = 731 x 0.12 Tebal minimal susunan perkerasan : ƒ Tebal lapis perkerasan laston untuk ITP > 10 D.5727 ƒ Bus 8 ton = 2164 x 0.1 = 10 cm ƒ Tebal lapis pondasi atas untuk ITP 10 – 12.0648 = 544. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 = 0.3 = 0.90 : IP = 2. Perhitungan Lintas Ekivalen Rencana ( LER ) LER = LET 6x UR 6 = 2226.12 = 39.7 x 1. 20 ton = 2331 x 0.3 = 11.14 D.13 x 20 ) + ( 0.1593 = 241. Perhitungan Tebal Perkerasan Koefisien Kekuatan relatip bahan : ƒ Lapis permukaan ( Laston MS 590 ) a.12 x D.58 40 cm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 ) 11. ( L2A098005 ) .5 + 3.7632 E.3 x D.13 ƒ Pondasi bawah Sirtu CBR 50% a.7712 + 2543.V .6 x 0.2 ) + ( a.2 = 20 cm ITP = ( a.7632 = = 2226.8888 Total LEA =2543.5 Dari nomogram lampiran1 ( 2 ) Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen didapat nilai ITP 11.1 x D.7 x 1.7 x 0.2 = 0. Perhitungan Indek Tebal Perkerasan ( ITP ) CBR tanah dasar = 5.3 ) D.8582 ƒ Truk 3 as.5 H.49 .35 x 10 ) + ( 0.0219 = 62.0375 = 1692.2672 2 2 F.

5.V . ( L2A098005 ) .5 PERHITUNGAN DINDING PENAHAN TANAH Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.122 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 25 Pondasi atas Batu pecah klas A ( CBR 80% ) 40 10 Lapis permukaan Laston MS.590 Pondasi bawah Sirtu kelas B ( CBR 50% ) Tanah dasar Gambar.95 Lapis konstruksi perkerasan 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.