ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V-1

BAB V
PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.1 Data Perencanaan Jembatan

h

5m

45 m

Gambar 5.1 Skema Rangka Baja
Data-Data Bangunan
1. Bentang total

: 45,00 m

2. Lebar jembatan

: 9,00 m

3. Lebar lantai kendaraan

: 2 x 3,5 m

4. Lebar trotoar

: 2 x 1,00 m

5. Mutu baja

: BJ 37

6. Sambungan

: baut

7. Mutu beton

: fc 30 Mpa

8. Mutu tulangan

: fy 400 Mpa

9. Konstruksi atas:
a. Struktur rangka

: rangka baja

b. Lantai jembatan

: lapis aspal beton

c. Perikatan angin

: tertutup

10. Konstruksi bawah:
a. Abutment

: beton bertulang

b. Pondasi

: sumuran

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-2

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

5.2. Analisa Elemen Struktur
5.2.1

Perhitungan Sandaran

hs

ls
Gambar 5.2 Sandaran pada Jembatan
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna jembatan
khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan
Raya hal 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horisontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada tinggi
90 cm di atas lantai trotoar.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 800.300 dengan
ketinggian profil 80 cm, sedangkan tinggi pelat lantai 20 cm, maka tinggi sandaran
dari titik terbawah rangka induk :
hs = 0,8 + 0,2 + 1,15 = 2,15 m
Sedangkan tinggi total rangka :
h total rangka = 5 + 0,2 + 0,8 = 6 m
Sandaran diasumsikan menumpu sendi pada rangka utama dengan panjang
sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) :

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-3

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

2,15 m

6,0 m

Dengan menggunakan perbandingan segitiga :

l
ls
5,0 m

l
6−2,15
=
dimana l = 0,5 ls
2,5
6
l = 1,604 m

ls = 2 x l
ls = 2 x 1,604 = 3,21 m

Gaya yang terjadi akibat beban 100 kg/m’ :
q = 100 kg/m'

A

3,21 m

B

Gambar 5.3 Pembebanan pada Sandaran Jembatan

RA = RB =
Mh =

q h x ls
= 160,5 kg
2

1
1
qh x ls2 = x 100 x 3,212 = 128,8 kgm
8
8

Sandaran direncanakan menggunakan pipa Ø 76,3

a. Data Perencanaan :

σ ijin = 160 Mpa = 1600 kg / cm2
E baja = 2,1 x 105 Mpa

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

921 cm < 1.5 x 18.5 2) Terhadap momen σu < σ ijin Mu < σ ijin W 12880 = 688. Data Teknis Profil : t D D = 7. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .53 cm F = 11.5 cm4 t = 0.14 kg/cm2 τ < τijin……………………………………………OK → Pipa Ø 76.77 kg/cm2 < 1600 kg/cm2…………OK 18.OK 384 x 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 cm2 W = 18.63 cm I = 71. Kontrol terhadap bahan dan tegangan yang ada : 1) Terhadap lendutan 5 x q h x l4 l < 384 x E x I 300 5 x 1 x (321)4 = 0.V-4 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.58 x 1333 = 773.98 kg/cm2 = I 71.79 kg/m c.1 x 106 x71.7 DxS = 41.58 x σ ijin = 0.5 cm i = 2.07 cm……….7 3) Terhadap geser τ = 160.7 cm3 G = 8.3 dapat dipakai untuk sandaran.5 τijin = 0.

0 x 22.72 kg /m2 = 22.72 kg / m + WD = 1072. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. a.0 x 2200 kg/m3 3 = 550 kg/m 2) Beban lantai jembatan = 0.V-5 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.72 kg/m b. ( L2A098005 ) .0 x 2500 kg/m = 500 kg/m 3) Berat DeckBaja = 1.0 = 500 kg/m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.25 x 1.2 Perhitungan Lantai Trotoar q = 500 kg/m2 P = 500 kg/m 25 cm 20 cm 100 cm Gambar 5.2. Beban Hidup 1) Beban horisontal pada kerb (PL) = 500 kg/m x 1.4 Pembebanan pada Trotoar Berdasarkan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 hal 10 : ¾ Konstruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup sebesar 500 kg/m2 ¾ Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat menahan satu beban horisontal ke arah melintang jembatan sebesar 500 kg/m’ yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm di atas permukaan lantai kendaraan apabila kerb yang bersangkutan lebih tinggi dari 25 cm.0 = 500 kg 2) Beban merata pada trotoar (qL) = 500 kg/m2 x 1.2 x 1. Beban Mati 1) Beban trotoar = 0.

Tegangan yang terjadi: Mx = 1323. beban lalu lintas dan beban-beban lateral yang terjadi. Perhitungan Momen MD = 0.2 MD + 1. ( L2A098005 ) .35 + 0.5 + 1.35 + 0.6 x 425 = 1323.36 kgm ML = PL x 0.5 x WD x L2 = 0.2 x 548.632 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 132363. sebagai acuan untuk pengisi beton yang berfungsi mendukung seluruh beban mati.632 kgm = 13. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x 1072.727 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V-6 c.5 x 500 12 = 425 kgm Mu = 1. Penulangan lantai beton hanya direncanakan sebagai tulangan minimum yang ditujukan hanya untuk menahan susut.5 x qL x L2 = 500 x 0. Perhitungan Tulangan Pelat lantai kendaraan jembatan baja ini adalah lantai beton dengan menggunakan lembaran baja gelombang (deck plate) merk combideck® produksi PT.P Hokayu Indonesia.23632 kNm d.2 = 82.72 x 12 = 536.6 ML = 1.

72 kg / m2 Is = 40.mak x = 0.5 400 = 0.632 kg.46 cm4/m.3825 = 25.85.2 = 16.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0. ¾ Data teknis Mu = 1323.2 = 365.5 Mpa 25. ( L2A098005 ) .5 Profil Deck Baja = 1600 kg / cm2 σ ijin As = 26.85 × 450 600 + 400 = 0.3825 x = 0. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = • Mx 132363.17 mm.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.5942 cm2/m.f’c ρ max = F. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. t Ys = 21. Berat = 22.85 x 30 Rl fy = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.V-7 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 5 70 70 Gambar 5.64 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 Penulangan arah X Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.

.m’ = 165454 = 0.5 400 = 2.10 – 200.4 x 25..6 Denah penulangan trotoar Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0244 F < F.....4 400 = 0.. Terpasang 6. ( L2A098005 ) .. 12 – 200 As..08 100 × 16.25 % x 100 x 15 = 3.25 % x As.mak ....V-8 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.....75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ.08 = 1....4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0.55 cm² Digunakan tulangan Ø......4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1.216 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0.. As terpasang 3..0035 = 1323. Oke Penulangan Arah sumbu Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 6..632 0.8 = 1654.0241 100 × 16.0244 x 100 x 16.08 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 6.200 • 12 .0037 ρ min < ρ < ρ mak..25 % dari luas beton As = 0..54 kg.200 Gambar 5..c = 0...0241 = 0...93 cm2 10 .. Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.4 = 0...

3 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan a.752 = 0.02272 T/m’ + WD = 0.75 1.75 1/11 1/24 1/10 1/16 1/16 1/11 1.05 x 1 x 2.5 T/m’ b) Perkerasan : 0. ( L2A098005 ) .02272 = 0.05 x 1 x 1 = 0.375 ton m 3) Beban Angin Beban angin bekerja pada kendaraan dengan arah horisontal sebesar q = 150 kg/m2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 Koefisien momen pada plat menerus M tump = 1/10 x Wu x L2 = 1/10 x 0.05 T/m’ d) Deck Baja : 1 x 0.819624 x 1.68272 T/m’ Wu = 1.5 = 0.75 Gambar 5.11 T/m’ c) Air hujan : 0.75 = 4.75 1.2 x 1 x 2.2.2 WD = 0. Pembebanan 1) Beban Mati a) Pelat lantai komposit : 0.819624 x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 = 0. M max = ¼ P L = ¼ x 10 x 1.V-9 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.251 ton.228 ton.m’ M lap 2) Beban T Beban T dianggap sebagai beban terpusat sebesar 10 Ton di tengah bentang antara dua gelagar memanjang Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 : Beban T adalah beban yang merupakan kendaraan truk yang mempunyai beban roda ganda (dual wheel load) sebesar 10 ton.752 = 0.m’ = 1/11 x Wu x L2 = 1/11 x 0.819624 ton/m’ 1/24 1/10 1/11 1.

301 Tm b.543 x 1.75 T = 10 + 1. Perhitungan Tulangan 1) Arah X Pada desain kekuatan deck baja digunakan teori elastis sedang pada desain beton bertulang digunakan teori kekuatan batas.228 + 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.8 x 150 = 1542.05 = 5.05 = 5.75 = 5.251 + 5. ” Pada Lapangan Tegangan yang terjadi: Mx = 5278 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 527800 = 329.8 Beban akibat Angin Reaksi pada roda = Beban roda + angin → 2 x 9 x 1.543 = 11.05 ton m Momen Total : M lap → Ml = 0.875 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.857 kg = 1. ( L2A098005 ) .10 200 cm ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 80 cm q = 150 kg/m 2 175 cm Gambar 5.543 Ton M max = ¼ P L = ¼ x 11.543 Ton 1.278 Tm M tump → Mt = 0.V .

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.01 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 ” Tulangan Pada Tumpuan Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.f’c ρ max = F.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.V . Berat = 22. t Ys = 21.5 400 = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.mak x = 0.3825 = 0.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.85 × 450 600 + 400 = 0.85 x 30 Rl fy = 0.17 mm. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = Mx 527800 = 1458.3825 x = 25.5942 cm2/m.46 cm4/m. ¾ Data teknis Mu = 5301 kg.5 Mpa 25. ( L2A098005 ) .72 kg / m2 Is = 40.2 = 16.11 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 = 1600 kg / cm2 σ ijin 5 70 70 As = 26.85.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0.

0077 ρ min < ρ < ρ mak. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 400 = 0...V .10 – 200. Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.8 = 6626.25 kg.25 % x As.mak ... Oke 2) Arah Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 12.102 x 100 x 16.....68 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 12. Terpasang 12..0035 = 5301 0.12 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1.102 F < F... ( L2A098005 ) .4 x 25......68 100 × 16....m’ = 662625 = 0.5 = 10.........75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ....4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1.4 = 0.c = 0.536 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0...25 % x 100 x 15 = 3.68 = 2.0966 100 × 16..4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0..25 % dari luas beton As = 0.93 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. As terpasang 3.0966 = 0.6641 cm² 400 Digunakan tulangan Ø.. 12 – 100 As....

200 12 .4 Perhitungan Gelagar Memanjang 5m Direncanakan gelagar memanjang tidak komposit.V .200 10 .75 m 1.10 Pola Pembebanan pada Gelagar Memanjang Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 POT ONGAN MEMANJANG Gambar 5.13 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 12 .75 M POT ONGAN MELINT ANG 10 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.9 Denah penulangan pelat lantai 5.200 1.200 12 . ( L2A098005 ) .200 12 . 1.75 m 1.75 m 1.200 12 .200 10 .2.200 12 .75 m Gambar 5.

V - 14

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

a. Beban

1) Beban Mati
a) Berat pelat lantai

: 0,2 x 1,75 x 2,5

= 0,875 t/m

b) Perkerasan

: 0,05 x 1,75 x 2,2

= 0,1925 t/m

c) Air hujan

: 0,05 x 1,75 x 1

= 0,0875 t/m

d) Deck Baja

: 1,75 x 0,02272

= 0,03976 t/m

e) Berat Profil perkiraan

= 0,1
q1

t/m+

= 1,29476 t/m

2) Beban Hidup
Beban D
Sesuai tabel 3 Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 11

untuk 30 m < L < 60 m, maka q = 2,2 -

L = 45 m → q = 2,2 -

1,1
(L − 30)
60

1,1
(45 − 30) → q = 1,925 t/m
60

Jarak antar gelagar memanjang = 1,75 m
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 →
Beban terbagi rata =
=

q
x αxs
2,75

1,925
x 1 x 1,75
2,75

= 1,225 t/m
= 1225 kg/m
→ q total = 1294,76 + 1225
= 2519,76 kg/m
a) Koefisien kejut
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
K = 1+

20
50 + L

K = 1+

20
50 + 45

K = 1,21

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V - 15

b) Beban garis
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 :
P xαxsxK
2,75

Beban garis =

12
x 1 x 1,75 x 1,21
2,75

=

= 9,24 t
= 9240 kg
Momen max = 1 qtotal x L2 + 1 PL
8
4
=

1
1
x 2519,76 x 5 2 + x 9240 x 5
8
4

= 19360,81 kgm
Dalam merencanakan gelagar memanjang di tinjau gelagar yang paling banyak
menerima beban yaitu yang berada di tengah.

Wx

=
=

Momen max
σ

1936081
= 1210,05cm 3
1600

digunakan profil IWF 350 x 250 x 14 x 9 - 79,7
t2

t1

h

b

Gambar 5.11 Penampang Profil Gelagar Memanjang
Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 16

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Data Profil :
Berat =

79,7 kg/m

Ix

=

21700 cm4

h

=

350 mm

Iy

=

3650 m4

b

=

250 mm

ix

=

14,6 cm

F

=

101,5 cm2

iy

=

6 cm

t1

=

9 mm

Wx

=

1280 cm3

t2

=

14 mm

Wy

=

292 cm3

a. Check berat sendiri

Berat asumsi ≥
100 kg/m ≥

berat profil
79,7 kg/m………………..OK

b. Perhitungan Tegangan
σ ts

σ bs

Gambar 5.12 Diagram Tegangan Profil Baja
σ ts

= σ bs
=

Momen maximum / wx

=

1936081
1280

= 1512,56 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 …………………. OK
c. Kontrol lendutan

f ijin =

f

500
L
=
= 1 cm
500 500
5 x q x L4
P x L3
+
=
384 x E x I profil
48 x E x I profil

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

05 + 2 x 0.9 cm Gambar 5. ( L2A098005 ) .58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….4 cm 25 cm 0.505 0.65 × 731.1 x 8.1 x 10 6 x 21700 48 x 2.9 x 21700 = 580.9 x 16.OK d.9946) x 500 4 9240 x 500 3 + 384 x 2.46 x 5/2 + 9240 = 15488.05 16.V .58 x σ ijin = 0.1 cm 8.8 cm 1.8 + 0.52803 = 0..97466 cm < 1 cm…………………….1 – 0. Cek Tegangan Geser Dmax = 2499.65 kg 16.134 kg/cm2 τ ijin = 0.4 x 16.1 x 10 6 x 21700 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.505 cm3 = DmaxSx b Ix τ = 15488.858 x (16.2234 x 2) = 731.13 ½ Tinggi Penampang Gelagar Memanjang Sx = 25 x 1.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.17 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ = 5 x (24.44636 + 0.

Deck Baja : 1.0797 t/m q1 + = 1.05 x 1.2 = 0.2 x 1 x 2.875 t/m 2.2 = 0. Perkerasan : 0.1 t/m = q2 x 5m = 1. Berat pelat lantai : 0.14 Pola Pembebanan pada Gelagar Melintang a.03976 t/m 5.2 x 1. Beban mati 2 1) Pelat lantai kendaraan : 0.18 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perhitungan Gelagar Melintang Gelagar Melintang Gelagar Mem anjang 1.55 t/m + q2 Beban P2 = 1.00 1.5 t/m 2) Air hujan : 0.75 x 2. ( L2A098005 ) .5 = 0.3723 ton = 6372.V .75 1.75 x 0.1 x 5 = 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 = 0. Beban mati 1 1.75 1.5 t = 5500 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 kg b.00 Gambar 5.75 1. Air hujan : 0.75 1.75 x 1 = 0.05 t/m 3) Trotoar : 0.1925 t/m 3.0875 t/m 4.00 9. Berat Gelagar memanjang = 0.02272 = 0.27446 t/m P1 = q1 x 5 m = 1.25 x 1 x 2.75 x 2.27446 x 5 = 6.05 x 1 x 1 = 0.05 x 1.

75m P1 1.( 5500 + 3186.75m P2+P3 1.19 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ sedangkan. P3 = ½ P1 = ½ x 6372.15 ) 3.6 kg = M max = RA x 4.75 = 40547.75m 1m Gambar 5.15) = 2 = 18244.5 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.65 kgm c.5 .( P2 + P3 ) 3.3 + 2(5500 + 3186.P1 x 1.6 x 4.V . Berat sendiri gelagar melintang → Ditaksir q = 250 kg/m M max = 1 q x l2 8 = 1 x 250 x 92 8 = 2531.75 = 18244.3 = 3186.5 .6372.15 Distribusi Beban pada Gelagar Melintang RA 3P1 + 2(P2 + P3 ) 2 3 x 6372. ( L2A098005 ) .75m P1 1.5 .25 kgm R gm = 1 q x l 2 = 1 x 250 x 9 2 = 1125 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 x 1.15 kg P2+P3 1m P1 1.

( L2A098005 ) .75 = 1.1 P1 q.5.75 0.2 - 1. Beban hidup q.21 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 5.75 m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 → Untuk lebar 5.00 9.925 t/m 60 Jarak antar gelagar memanjang = 1.75 = 3.5 t/m = 3500 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 Gambar.00 5.5 5.16 Penggunaan beban “D” pada balok melintang L = 45 m → q = 2. q1 = ½ x 3500 = 1750 kg/m’ c) Koefisien kejut Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : K = 1+ 20 50 + L K = 1+ 20 50 + 45 K = 1.925 x5 2.V .1 (45 − 30) → q = 1.20 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d.2 q.5 m Beban terbagi rata = q x 5 2.5 1.3 q1 P2 q2 P2 q2 0.50 1.

75 m P2+P3 P2 1m 1.75m 1m Gambar 5.21 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d) Beban garis Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 : Untuk lebar 5. → Untuk trotoar q3 = 60 % x 500 kg/m2 x 1 m q3 = 300 kg/m q1 q2 q2 q3 A q3 5.28 t /m Beban garis = = 5280 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .75 12 x 1.75 m P1 1.75 = 5. ( L2A098005 ) .21 = 2.75m 1.5 m P x K 2.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 m 1m 1m 0.75m P1 0.75m B P2+P3 P2 P1 1.17 Distribusi Beban Hidup Merata Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. q1 = ½ x 5280 = 2640 kg/m’ total q1 = 3500 + 5280 = 8780 kg /m total q2 = 1750 + 2640 = 4390 kg /m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : Dalam perhitungan kekuatan gelagar akibat pengaruh beban hidup pada trotoar diperhitungkan beban sebesar 60 % beban hidup trotoar.

75 = 27737.5 – P1 x 3.25 + 81515 = 124593. ( L2A098005 ) .119cm 3 1600 Dipakai profil IWF 800 x 300 x 16 x 30 – 241 t2 h t1 b Gambar 5.6 cm2 B = 302 mm Ix = 339000 cm4 t.9 kg.m M max total = M max beban mati + M max berat sendiri + M max beban hidup = 40547.65 + 2531.125 = 4690 kg P1 Ra = Rb = ½ (2 x p1 + 3 x P2) = ½(2 x 4690 + 3 x 15365) = 27737.5 x 4.2 = 30 mm 8400 cm3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.125 = 4390 x 0.m σ = Wx = M total Wx 12459390 = 7787.5 kg Mmax = Ra x 4.75 = 15365 kg P1 = q2 x 0.75 = 81515 kg.18 Penampang Gelagar Melintang G = 241 kg/m’ r = 28 mm H = 808 mm A = 307. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 – 4690 x 3.75 + 300 x 1 + 8780 x 0.75 = 8780 x 1.22 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ P2 = q1 x 1.1 = 16 mm wx = t.V .5 – P2 x 1.75 + q3 x 1 + q1 x 0.5 – 15365 x 1.

OK c.7 cm 38.V .25 8400 = 1466.2 cm 1. ( L2A098005 ) .4 – 0.776 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 ……….19 ½ Tinggi Penampang Gelagar Melintang Sx = 30.23 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.2234 x 2.6 x 37.04 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.355 cm3 τ = DmaxSx b Ix = 47107. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK b.1× 4767..1 kg 37.6 x 339000 = 414.686 ( 37.355 1. Check tegangan lentur σ = Mtotal wx = 12320921.6 cm Gambar 5.4 cm 18..7 + 2 x 1.9 cm 3 cm 30.6 + 1125 + 27737.5 = 47107.2 x 3 x 38. Check berat sendiri Berat asumsi ≥ berat profil 250 kg/m ≥ 241 kg/m……………….8 ) = 4767.4 x 18. Check tegangan geser D max = RA beban mati + RA berat sendiri + RA beban hidup = 18244.9 + 1.

OK Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang a. ( L2A098005 ) ..76 kg/m x 5 m 2 = 6248.OK d.8cm 500 500 5 Mmaxtotal × L2 f yang terjadi = 48 E Ix f ijin = 5 12459390 × 900 2 48 2.1 x 10 6 x 339000 = 1. Check lendutan L = 900 = 1.65 kg 3) Beban garis : 1 x 9240 kg 2 = 4620 P total kg + = 14054. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..V .76 kg / m x 5 m 2 = 3186.46 cm = f yang terjadi < f ijin……………….24 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ τ ijin = 0.58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ………………. Beban yang bekerja : 1) Beban mati : 1 x 1294.8 kg Untuk penyambung digunakan profil L 130 x 130 x 12 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.58 x σ ijin = 0.15 kg 2) Beban hidup : 1 x 2519.

25 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ e P 50 90 90 50 IWF 350 X 250 IWF 800 X 300 Gambar 5.8 kg x 4.4 = 44.8 P = 1.83 → diambil 3 baut = 2 σ ijin .82 × 9 = 3630.4 mm = 4.18 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.8 = 4684.20 Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.628 → pengaruh desak ¾ δ = d 2 b.2 x 2 M = Pxe → e= 16 + 36.82 kgcm MxY 65354. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds = 14054.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.82 2 + 4684. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.93 kg = P = n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.93 2 = 5927. ( L2A098005 ) .δ .2 = 0.d 2 x 1600 x 1.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 mm 1.44 cm 2 = 14054.V .6 < 0.44 cm = 65354.

58 x σ ijin = 0. ( L2A098005 ) . Check tegangan 1) σ ds σ ijin ds 5927.628 → pengaruh desak 2 d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.130. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.12 50 90 90 50 P IWF 800 X 300 Gambar 5.2 ¾ δ = = 0.d 2 .6 < 0.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK τ 2) = P 1 π.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 cm 1.01 kg/cm2 τ ijin = 0.2n 4 = 14054.V .OK Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang e IWF 350 X 250 L130.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….d 1.18 = 2469.8 1 3.66 kg/cm2 = R = δ.26 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ c.21 Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.

58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….2 x 2 = M = Pxe → e= 9 + 36.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK 4) τ = P 1 π.8 = P = = 4684.d 2 x 1600 x 1.8 kg x 4. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds P 14054.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.66 kg/cm2 = R = δ.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.18 kg d.8 = = 1.V .01 kg/cm2 τ ijin = 0.d 1.27 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.8 1 3.82 × 9 = 3630.82 2 + 4684. Check tegangan 3) σ ds σ ijin ds 5927.93 2 = 5927.9 mm = 4.2n 4 = 14054.58 x σ ijin = 0. ( L2A098005 ) .d 2 .OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.09 cm 2 = 14054.93 kg n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.82 kgcm MxY 65354.09 cm = 65354. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.18 = 2469. δ .83 → diambil 3 baut 2 σ ijin.4 = 40.

5 kg 2 = 5973.05m Q1+Q2 1. ditambah 15 % luas bidang sisi lainnya.22 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Rangka induk Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Untuk jembatan rangka diambil sebesar 30 % luas bidang sisi jembatan yang langsung terkena angin. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Q1 = 30 % x 265. Beban hidup ( kendaraan ) Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Bidang vertikal beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang mempunyai tinggi menerus sebesar 2 m di atas lantai kendaraan.28 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.5 x 150 kg/m2 = 11947.9 m = 265.75 kg Q2 = 15 % x 265.5 x 150 kg/m b.2. Tekanan angin tersebut ditahan oleh pertambatan angin atas dan pertambatan angin bawah.5 Perhitungan Rangka Baja Perhitungan Pertambatan Angin Tekanan angin W = 150 kg/m2 Luas bidang rangka : 45 m x 5.V .9m Q3 RA Gambar 5. ( L2A098005 ) .5 m2 Beban angin yang timbul : a.95m RB 1. 2.

23 Skema ikatan angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .75 = 17921. ( L2A098005 ) .57 kg RANGKA IKATAN ANGIN ATAS RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 RAN GKA IKATAN AN GIN BAW AH Gambar 5.9 RA = 4 x 13500 + 17921.17 kg RA → Masing – masing buhul menerima beban : P = 18113. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.9 .17 / 9 = 2012.95 = 18113.25 kg Σ MB = 0 RA x 5.( Q1 + Q2 ) 2.29 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Q1 + Q2 = 11947.5 + 5973.95 = 0 5.25 x 2.Q3 x 4 .

V - 30

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Perhitungan Ikatan Angin Bawah

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.24 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah
Dimana :

P = 2012,57 kg
1 P = 1006,285 kg
2

Konstruksi pertambatan angin bawah tersebut dibagi menjadi 2 bagian :
Konstruksi I

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.25 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi I )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 31

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Konstruksi II

1/2 P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.26 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi II )
Pendimensian pertambatan angin didasarkan pada batang yang mempunyai gaya
batang terbesar.
→ Berdasarkan SAP 2000 diperoleh :
Batang diagonal :

Batang 11 ( tarik )

= 9209,19 kg

Batang 27 ( tekan )

= 9209,19 kg

Pendimensian Pertambatan Angin Bawah
a. Batang diagonal ( tekan )

N

= 9209,19 kg

Lk

=

5 2 + 9 2 = 10,296 m = 1029,6 cm

σ ijin = 1600 kg/cm2
Dipakai profil L 180 x 180 x 16

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 32

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

w

b

y

a

b

v
x
s

x

a
s

y

b
b

Gambar 5.27 Penampang Profil L 180 x 180 x 16
s

=

50,2 mm

ix = iy

=

5,51 cm

v

=

71,1 mm

Ia

=

2690 cm4

w

=

127 mm

ia

=

6,96 cm

F

=

55,4 cm2

Ib

=

679 cm4

Berat

=

43,5 kg/m

ib

=

3,5 cm

=

4

Ix = Iy

1680 cm

1) Angka kelangsingan :
Lk = 1029,6 = 186,86
i min
5,51

λ

=

λg

= π

λs

=

λs ≥ 1

E
= 3,14
0,7 σ l

2,1 x 10 6
= 111,016
0,7 x 2400

λ = 186,86 = 1,68
λg
111,016

ω = 2,381 x λs2
= 2,381 x 1,682 = 6,75

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

Batang diagonal ( tarik ) N = 9209.88 kg/cm2 < 1200 kg/cm2 …………………….75 x 1600 kg/cm2 44.75 ≤ σ ijin 9209. ( L2A098005 ) .3 Fnt σ = 207.4 = 44.8 x A x σ = 0.19 = = 207.25 x 3.19 = 2572.19 = 1121.19 kg Dipakai profil L 180 x 180 x 16 Fnt = 0.8 x F profil = 0.19 kg P geser = 0.8 x 0.4 b.288 = 3.OK σ = Sambungan ikatan angin bawah a.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .33 2) Check tegangan : ω N A 6.OK 55.3 cm2 → Check tegangan : N 9209. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.62 x 1600 = 2572. Sambungan batang diagonal dengan pelat buhul ikatan angin S = 9209. Sambungan pelat buhul ikatan angin dengan gelagar melintang Digunakan las sudut sama kaki Tebal las a ≤ ( δ2 + 2 ) / 2 dimana : δ2 = tebal pelat buhul = 10 mm a ≤ 6 mm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.14 x 1.88 kg/cm2 < 0.58 ~ diambil 4 buah = b.8 x 55..33 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….288 kg Jumlah baut ( n ) n S P geser 9209.

28 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin P P P P P P P 1/2 P 9m 1/2 P 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m Gambar 5.34 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ diambil tebal las 5 mm Panjang las S P las = 9209.95m RB = ( Q1 + Q2 ) + Q3 .19 kg 568 Lnetto = 9209.25 + 13500 - 18113.71 x 1600 = 16.5 = 568 Lnetto = 17.08 = 1663.21 cm = a x Lnetto x 0.76 kg 2 = 13308. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .05m Q3 P 1.08 kg 1.RA = 17921.51 kg 8 RA Gambar 5.71 σ Lbruto = Lnetto + 3a = 0.21 + 3 x 0.29 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Atas Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .9m Q1+Q2 1 P = 831.71 cm Perhitungan Pertambatan Angin Atas RB 2.5 x Lnetto x 0.17 = 13308.19 Las dan gaya membentuk sudut 45° P las = S Lnetto = 16.

71 kg ¾ Batang 10 ( tarik ) : 4351.35 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Pertambatan Angin Atas Pendimensian pertambatan angin atas juga didasarkan pada batang yang mempunyai gaya batang terbesar. Berdasarkan SAP 2000 diperoleh : ¾ Batang 27 ( tekan ) : 4351.04 kg 9m B A 5m AB = AC = C 5 2 + 4.727 m a. Batang tekan ( Batang 27 ) N = 4351.71 kg ¾ Batang 9 ( tekan ) : 6654. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.727 m Digunakan profil L 140 x 140 x 13 w b y a b v x s x a s y b b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .71 kg Lk = 6.5 2 = 6.

5 i min 4.7 σ l 2.1234 kgcm 4.4192 = 4.419 λg 111.794 4351.2 mm Ia = 1010 cm4 v = 55.27 cm 1) Angka kelangsingan : Lk = 672.016 0.74 cm Berat = 27.7 = 157.71 kg Dipakai profil L 140 x 140 x 13 Fnt = 0.V . ( L2A098005 ) .1234 = 596..381 x 1.8 x F profil = 0.36 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ s = 39.381 x λs2 = 2.71 x 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.71 333.14 0.4 mm ia = 5.7 x 2400 λ = 157. Batang tarik ( Batang 10) N = 4351.794 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N + M A W ≤ σ ijin di mana M = P x ∆e M = 4351.07655 = 333.38 cm w = 9.843 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….27 λ = λg = π λs = λs ≥ 1 E = 3.3 b.016 → ω = 2.5 mm ix = iy = 4.5 mm r = 15 mm Ix = Iy = 638 cm4 ri = 7.8 x 35 = 28 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9 mm Ib = 262 cm4 F = 35 mm ib = 2.1 x 10 6 = 111.5 = 1.OK + 35 425.

75 kgm σ = 4.381 1.04 141.016 0.3 2 σ = 156.203 kg/cm2 < 0.15 6654.71 x 0.37 ¾ Check tegangan : N + M W Fnt di mana M = P x ∆e σ = M = 4351.1234 = 156.14 1) Angka kelangsingan : Lk 900 = 147.04 kg Lk = 9m Digunakan profil IWF 150 x 75 x 5 x 7 .ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1234 kgcm 4351.7 x 2400 147.14 0.5 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….71 333.OK 17.7 σ l 2.75 x 1600 kg/cm2 + 28 425.85 88.3 = i min 6.203 kg/cm < 1200 kg/cm2 ……………………. ( L2A098005 ) . Batang tekan ( Batang 9) N = -6654.07655 = 333.32 = λg 111.15 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N M + A W ≤ σ ijin di mana M = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 14 x 92 = 141.381 λs2 = 2..016 λs > 1 → ω = 2.11 λ = λg = π λs = E = 3.8 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.322 = 4.OK σ = c.1 x 10 6 = 111.75 + = 1548.3 λ = 1.

41 m ) 283 kg/m = 1614.727 m x 27.9 kg Untuk buhul tepi = 1 87.28 kg = 283.19 kg = 159.38 Perhitungan Rangka Induk a.53 kg 2 2 c) Joint 2 = joint 3 = joint 4 = joint 5 = joint 6 = joint 7 = joint 8 = joint 9 = joint 12 = joint 13 = joint 14 = joint 15 = joint 16 = joint 17 = joint 18 = ( 2 x 1 5 m + 2 x 1 6.14 kg 2 6) Berat trotoar = 0.25 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 996.7 kg/m = 996. Beban mati 1) Berat rangka induk → menggunakan IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 a) Joint 1 = joint 10 = ( 1 .5 kg/m ) 1 = 566.6 kg/m ) 1 2 2 = 318.03 kg 2 2 2) Berat gelagar melintang = 1 x 9 m x 241 kg/m = 1084.5 kg 2 3) Berat gelagar memanjang = 1 5 x 5 m x 79.41 m ) 283 kg/m = 3229. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 kg 2 5) Ikatan angin bawah = ( 10.52 kg 2 2 b) Joint 11 = joint 19 = ( 1 5 m + 2 x 1 6.79 kg/m = 87.41 m ) 283 kg/m = 2521.28 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 566.95 kg 2 8) Berat pelat beton = 0.5 kg/m + 9 m x 29.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .13 kg 2 4) Ikatan angin atas = ( 1 6.25 kg = 498.296 m x 2 x 27.6.2 m x 9 m x 5 m x 2500 kg/m3 x 1 = 11250 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 11250 kg = 5625 kg 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 m + 1 .19 kg Untuk buhul tepi = 1 318.25 m x 5 m x 1 m x 2200 kg/m3 = 2750 kg Untuk buhul tepi = 1 2750 kg = 1375 kg 2 7) Berat sandaran = 2 x 5 m x 8.9 kg = 43.

14 +1375 + 43.5 +996.9 + 11250 + 1925 + 875 = 22763.13 + 283.53 = 2680. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 kg 2 10) Berat air hujan = 0.03 = 3547.1 + 2521.63 kg → Beban yang bekerja pada buhul bawah : W1 = 3229.95 + 5625 + 962.25 + 566.52 + 2169 + 498.39 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 9) Berat aspal = 0.28 + 2750 + 87.5 kg 2 → Beban yang bekerja pada buhul atas : W3 = 318.05 m x 7 m x 5 m x 1000 kg/m3 x 1 = 875 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 875 kg = 437.03 + 1084.30 Pola Pembebanan pada Rangka Induk Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.24 kg W4 W3 W3 12 11 W3 W3 14 13 15 17 16 W4 W3 W3 W3 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 W2 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 10 W2 Gambar 5.22 kg W4 = 159.19 + 3229.96 kg W2 = 1614.05 m x 7 m x 5 m x 2200 kg/m3 x 1 = 1925 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 x 1925 kg = 962.V .5 = 11924.5 + 437.

96 ton = 33 ton = 2. Jalur 0.5 2.75 m = 50% x = 0.75 x 2 x 1. Jalur 0.75 = 3.5 m = b.21 2.925 x 5.5 x 1. Beban hidup Distribusi pembebanan : 1.85 t/m c.5 x 4. Beban terbagi rata a.5 m = 1.50 x 2 = 0. Jalur 5.525 t/m = 4. ( L2A098005 ) .375 t/m = 29.75 a.40 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.75 m = 50% x 12 x 0.5 x 1 45 x 0. S2 = S8 1 1 35 x 0.9887 + q x Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Trotoar = 60% x 0.75 Total beban terpusat untuk 2 rangka Pembebanan untuk satu rangka : a. Beban terpusat P = 0.600 t/m b.375 b.3766 + q x 1 45 x 0.225 2 2 1 + q x 5 x 0. Beban terbagi rata q = 0.3766 2 = 24749. S1 = S9 = P x 0.1875 t/m = 16.75 Total beban terbagi rata untuk 2 rangka 2.3766 2 = 16500 x 0.68 kg (tarik) b.3766 + 2187. Jalur 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.9887 + q x 5 x 0.04 ton = 3.925 x 0.5 ton 1.7062 + q x 5 x 0.21 2.V .5 x 33 Gaya Batang akibat Beban Hidup / Garis Pengaruh a.75 x 2 2. Beban terpusat 12 x 5.7062 2 = P x 0.

5 x e.875 kg ( tarik ) f.62 + 2187.7062 + 2187.875 kg ( tarik ) = 16500 x 1.22 2 1 1 30 x 1.55 2 1 25 x 1.93 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9887 + 2187.55 2 1 1 + 2187.65 + 2187.55 2 2 = 114776.5 x c.7062 2 = 67293.22 + 2187.5 x 5 x 0.41 + 2187.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .1 + 2187.55 + q x 5 x 0.41 + 2187.24 kg ( tarik ) = 16500 x 0. S3 = S7 = P x 1.22 2 2 1 10 x 1.5 x 5 x 0.41 + q x +qx 1 1 30 x 1.5 x x 15 x 1.5 x 1 x 45 ( -0.9887 + 2187.1 2 2 1 15 x 1.5 x 5 x 0.7533 ) + q x 1 45 ( -0.19 + q x 5 x1.49505.22 2 = 16500 x 1.69 + q x 1 (45 + 5) x 1.65 + q x + qx 1 1 25 x 1.65 + q x 5 x 1.69 2 = 16500 x 1.5 x 5 x 1.69 2 = 120306.2825 2 2 1 + 2187.69 + 2187.7533 ) 2 = 16500 ( -0.19 2 2 1 + 2187.41 1 1 35 x 0. S5 = P x 1. ( L2A098005 ) .5 x 5 x 0.7533 ) + 2187. S4 = S6 = P x 1.1875 kg ( tarik ) d.7533 ) 2 = .5 x 1 x 50 x 1.5 x 5 x 1.5 x 5 x 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x = 97257.5 x 10 x 1.41 + q x 5 x 0. S28 = S35 = P x ( -0.

S24 = P x 0.9654 ) + 2187.2413 2 = 6950.32 ) 2 = .1207 2 = 16500 x 0. S30 i.5 x 1 11.88 kg ( tekan ) k.69 kg ( tekan ) = S32 = P ( -1.32 ) + q x 1 45 ( -1.8447 ) 2 = .2413 + q x 1 11.2413 + 2187.5 x 1 39.S13 = .69 ) + 2187.2413 2 = 16500 x 0.74 kg ( tekan ) l. S29 h.42 = S34 = P ( -1.25 kg ( tekan ) j.9654 ) 2 = . S31 V .9654 ) 2 = 16500 ( -0.88 ) 2 = .5 x 1 5.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ g.375 ( -0.57 kg ( tarik ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.88 ) + q x 1 45 ( -1.75 kg ( tekan ) = S33 = P ( -1.1207 + q x 1 5.25 x 0.8447 ) + q x 1 39.625 x 0.111064.88 ) + 2187.S15 = .50315.375 ( -0.8447 ) 2 = 16500 ( -0.123551.25 x 0.S26 = P ( -0.1207 + 2187.5 x 1 45 ( -1.S11 = .5 1 45 ( -1.14 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0. S14 1) = S23 = . ( L2A098005 ) .9654 ) + q x 1 45 ( -0. S12 1) = S25 = .88 ) 2 = 16500 ( -1.5 x 1 45 ( -0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.86748.32 ) 2 = 16500 ( -1. S10 = S27 = .69 ) 2 = 16500 ( -1.69 ) 2 = .32 ) + 2187.8447 ) + 2187.5 x 1 45 ( -1.625 x 0.63444.S22 = P x 0.69 ) + q x 1 45 x ( -1.1207 2 = 2734.

75 ( -0.4827 + q x 1 22. ( L2A098005 ) . S18 = .5 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.38671.875 x 0.5 x 1 22.5 ( -0.4827 ) + 2187.4827 ) 2 = .4827 + 2187.724 ) 2 = .5 x 1 28.6034 ) 2 = .5 x 1 16.S20 = P x 0.19843.6034 ) + q x 1 28.125 ( -0. S16 1) = S21 = .362 + 2187.43 = P x ( -0.6034 ) 2 = 16500 ( -0.362 2 = 12654.362 + q x 1 16. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.S19 1) = P x 0.5 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.28517.6034 ) + 2187.75 ( -0.5 ( -0.125 ( -0.5 x 0.S17 = .5 x 1 22.362 2 = 16500 x 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 2) V .78 kg ( tekan ) m.44 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.724 ) + 2187.724 ) + q x 1 33.875 x 0.4827 ) + q x 1 22.72 kg ( tekan ) n.5 x 0.4827 2 = 19843.4827 ) 2 = 16500 ( -0.4827 2 = 16500 x 0.5 x 1 33.724 ) 2 = 16500 ( -0.

38 4472.44 S8 120970.91 17922.14 -50315.15 S16 -30425.93 -17770.61 -137748.77 114776.66 4472.41 S19 -1921.66 7826.94 11180.57 73451.73 280869.5 -19843.88 175538.57 38671.85 11180.38 0 Batang Beban Mati Beban Hidup Total (Maximum) S1 44229.78 -6950.97 S15 55086.89 196090.495 334632.83 67293.92 S14 -58928.09 17922.58 93757.74 -2734.585 333514.5 -84698. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.85 7826.88 68979.09 -21764.66 7826.66 -51978.64 283105.78 12654.91 -17770.58 S12 -87432.37 S18 -1921.19 -63444.89 24749.75 -58942.76 120306.V .78 133905.95 68979.45 196090.575 334632.08 276275.68 S2 120970.72 -12654.68 S10 -115658.875 S6 208674.38 7826.94 11180.77 114776.44 28517.44 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Rekapitulasi Gaya Batang Tabel 5.07 S11 112093.72 19843.44 -28517.09 -21764.95 192736.45 73451.875 S7 175785.5 -19843.94 11180.83 67293.91 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.85 10062.89 24749.24 S3 175785.495 278512.94 10062.875 S5 219637.75 S13 83589.57 -179103.5 19843.70 63444.74 6950.19 S17 26582.75 55100.41 2734.24 S9 44229.66 10062.575 351125.79 97257. ( L2A098005 ) .73 192736.14 50315.1 Rekapitulasi Gaya Batang ( Kg ) Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah 0 4472.57 -38671.38 4472.79 92663.19 S4 208674.83 333514.4 -97600.85 10062.49 80855.75 48135.585 351125.

92 S25 -87432.69 S35 -87342.58 93757.5 -313264.33 -136848. ( L2A098005 ) .84 -111064.19 -63444.75 80855.93 55100.61 -137748.72 12654.78 -236444.15 S23 -58928.4 -97600.07 S28 -87342.44 28517.97 S24 83589.57 38671.13 -242913.88 -179103.09 -17770.29 -6931.72 -6950.04 -86748.93 -51978.84 -111064.78 -335137.13 -242913.19 S22 55086.29 6931.03 -5545.78 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.25 S32 -218517.91 48135.66 -84698. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.14 50315.78 -302174.49 175538.93 S29 -152930.6 5545.88 13927.6 -3234.24 -123551.69 S30 -196654.14 -50315.78 -2734.56 -236444.69 S31 -218517.03 6931.70 -12654.58 S27 -115658.74 63444.57 -38671.85 -49505.44 -28517.V .75 S26 112093.24 -123551.29 5545.2 -348999.6 0 0 Total (Maximum) -136848.78 133905.85 -49505.69 S34 -152930.37 S21 -30425.2 -348999.5 -313264.25 S33 -196654.75 -58942.03 -5545.03 3234.29 -6931.6 -3234.56 -335137.04 -86748.74 2734.93 0 0 3234.33 -302174.45 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah Batang Beban Mati Beban Hidup S20 26582.78 6950.

2 cm t2 = 35 mm iy = 10.85 x 360. Batang bawah ( tarik ) P max σ = σ = 351125.7 cm2 wy = 1930 cm3 a.2 kg/cm2 = 0.575 kg 351125.31 Penampang Profil Gelagar Induk h = 428 mm Ix = 119000 cm4 b = 407 mm Iy = 39400 cm4 ti = 20 mm ix = 18. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 < 0.85F 0. ( L2A098005 ) .4 cm r = 22 mm wx = 5570 cm3 F = 360.V .75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.575 P = 1145.46 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Gelagar Induk Dipakai profil IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 t2 h t1 b Gambar 5.

OK 360.07 = 677.7 c.7 x 2400 λ = 48.365 179103.41 = = 1.1 x 10 6 = 111.78 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 500 = 48. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 λ = λg = π λs = E = 3.14 0.365 1.016 0.41 1.7 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.78 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….183 < λs < 1 → ω = 1.593 − 0.55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….OK 360.016 0.216 1.593 − λs 1.016 0.63 i min 10.78 = 1176. Batang atas ( tekan ) P max = 348999.7 x 2400 λ = 61.1 x 10 6 = 111.593 − λs 1.08 i min 10.41 = = 1.08 = 0.433 λg 111.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .63 = 0.7 σ l 2.216 348999.56 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.56 λg 111.7 σ l 2.016 0.593 − 0.47 b..14 0.433 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.41 1.. ( L2A098005 ) . Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.07 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 641 = 61.183 < λs < 1 → ω = 1.4 λ = λg = π λs = E = 3.

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK tb 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.54 kg/cm2 0.8 = 21. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.2 x 360. ( L2A098005 ) .727 Aσ 360.OK σ Kontrol Rangka Induk terhadap Bahaya Lipat Menurut Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung 1987.58 P = = 572. Departemen Pekerjaan Umum Bab XII tentang bahaya lipat : “Ukuran – ukuran suatu profil harus memenuhi syarat – syarat tertentu untuk menghindari bahaya lipat “ a.13 N tb Aσ 351125.866 ………..2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .7 σ = < 0.2 A σl = 0. Batang bawah ( tarik ) P max = 351125.7 = 11.7 x 2400 h = 42.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.575 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.575 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40..48 d.OK 3.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 ……….63 ≤ 20 ……….85 x 360.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.58 kg 175538.4 ≤ 39.85F 0.

5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.2 x 360..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .07 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.8 = 21.7 = 11.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.OK tb 2 c.2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 . ( L2A098005 ) .7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.49 b. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.759 Aσ 360.2 A σl = 0.63 ≤ 20 ……….7 x 2400 h = 42.63 ≤ 20 ………..2 x 360.78 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.13 N tb Aσ 348999.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.78 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.7 = 11.2 A σl = 0.OK 3.759 ……….4 ≤ 39. Batang atas ( tekan ) P max = 348999.OK 3.

2 x 360. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.8 = 21.628 → pengaruh geser d 30 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6 Perhitungan Sambungan Sambungan antar gelagar induk pada jembatan merupakan sambungan irisan 1.7 = 11.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 70 – 135 179103.4 ≤ 42.2 A σl = 0.069………OK tb 2 d. ( L2A098005 ) .625………OK tb 2 5.069 360.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 175538.7 x 2400 h = 42.50 Karena 0 < N ≤ 0.58 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.63 ≤ 20 ……….5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.07 = 42. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..625 360.2.667 > 0.OK 3. Direncanakan menggunakan : Baut → diameter d = 30 mm Pelat → ketebalan δ = 20 mm δ = 20 = 0.7 x 2400 h = 42.58 70 – 135 = 42.4 ≤ 42.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Karena 0 < N ≤ 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .8 = 21.

07 175538.4 P = 0.09 -58942.5019 16 15.93 -58942.575 334632.20339 4 1.83 334632. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.705557 10 7.51 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Jumlah baut untuk 1 sisi pelat sambungan : n gsr n gsr P = 0.58 -137748.8419 4.V .06117 6 12 10.91 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 4.25896 4 3.91 -21764.25896 4 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.83 196090.91 55100.585 351125.39636 6 5.49 133905.61614 8 7.8 σ ijin x 2 x 1 π d 2 4 P = 18086.2 Perhitungan jumlah baut Batang Gaya Batang ( P ) S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 73451.653 12 10.4138 20 18.73 283105.8419 16 15.14 x 3 2 2 RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 Tabel 5.90264 10 9.95 -179103.403666 8 5.8 x 1600 x 1 3.75 93757.91 55100.046493 4 1.06117 6 9.046493 4 3. ( L2A098005 ) .5019 20 19.09 -21764.653 20 18.20339 4 3.183891 6 3.95 196090.585 283105.73 73451.66 -97600.

61614 8 9.78 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 5.66 -137748. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.58 -179103.78 -313264.33 -313264.93 -97600. Buhul 1 b.2963 20 17.2963 20 19.56639 8 Kontrol Pelat Buhul pada Pelat Induk Kontrol pelat buhul pada rangka induk dilakukan untuk mengetahui bahwa dimensi pelat yang digunakan cukup aman akibat beban. Buhul 11 d.3204 18 13. ( L2A098005 ) .3204 18 19.07 -136848.56 -348999.52 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Batang Gaya Batang ( P ) S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34 S35 93757.4307 14 17.90264 10 7. Kontrol pelat buhul cukup diwakili oleh buhul / joint yang mengalami momen dan geser maksimum.38° 2.78 -242913.705557 10 9.403666 8 7. Buhul 14 6 Tg α = = 2.49 175538.78 -348999.56639 8 13.33 -136848.56 -242913. Buhul 5 c.183891 6 5.75 133905.V . R ANGKA INDU K 11 6m 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 5m 45 m Kontrol terhadap pelat buhul diwakili oleh buhul / joint : a.5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4307 14 7.39636 6 7.4 → α = 67.

Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 12.4 + 73451.303 = 5583111.519 cm4.4 = 467.69 cm3.6 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 68885.53 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 1 8 24.481 cm4. 7 8 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 1 0 BAUT Ø30 MM 5 8 14.4 cm2.12 kg. Y= (480 × 0. Alubang = 2 x 2 x 1 x 3.223 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 35331.5) = 165325. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.382 ∆I = 35331.07 ( 2.481 = 540668.1 = 12. ∆I = 2 x 2 x 3.95 – 179103. D = 179103.6 cm2. Wa = 540668.796 x 59.1 x 53. H −Y 120 − 58.7 8 5 6 10 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM Gambar 5.32 Detail buhul 1 Potongan 1 .95 x 20.V .5) = 4566.4 × 112] = 58. 467.5 × 120) − [12.62 cm.519 In = = 8808.5 / 6.07 ( 6 / 6.91 kg. ( L2A098005 ) .62 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 N = 73451. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.

519 = = 633.. H − Y 85 − 46.1722 + 20.3 – 37628......47 = 167079..4 cm2.....12 kg..33 kg/cm2 ≤ σijin .. OK D 165325..5 × 85) − [2 × 2 × 3.... 290..11 σmaks = σn + σa = 9...818 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..6 σa = M 540668... Alubang = 2 x 2 x 4 x 3.818 2 + 3 × 353.519 = = 605. Inetto = Ibrutto – ∆I = 204708.172 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.91 x 10...91 = = 353....34 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).519 = Y 58..07 ( 6 / 6.58 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). OK Wa 8808..69 σb = M 540668...12 N = = 9.56 kg/cm2 An 467....93 In = = 4303..1 = 49.62 V ..5) = 165325....47 cm4. ( L2A098005 ) ..1722 ) ∆I = 37628..4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325..3 cm4.6 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 353. σn = 4566..34 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. OK An 467... Wa = 167079. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...765+ 633..56 2 = 881...6= 290.1722 + 30.096 cm3..91 kg......... OK Wb 9223.5 / 6.6 cm2.765 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. OK 633.56 = 530....172 cm..5) = 4566.....1(6 + 16 + 26 + 36)] = 46.54 = 9223.818 = 643.. D = 73451.95 – 179103....1 x ( 40....11 cm3.07 ( 2......93 cm4.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 540668. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = Potongan 2 – 2 N = 179103..... Anetto = Abrutto – Alubang = 340 – 49...... ∆I = 2 x 2 x 3... Y= (340 × 0.....1722 + 10..49 = 1734269 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 853 = 204708.. Abrutto = 2 x 2 x 85 = 340 cm2.

...114 = = 15...72 = 23.172 σn = N 165325.....4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 15.. = OK OK Buhul 5 PELAT BUHUL t = 20 MM 8 24..............26 2 + 3 × 15.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. 7 8 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM IWF 400X400X20X35-283 10 10 10 PELAT BUHUL t=20 MM 5 8 14.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....72 2 = 480..93 = = 3618...55 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 167079..33 Detail buhul 5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..3 + 479....096 OK σb = 1734269 M = = 479.. Y 46.91 = = 569..... σi = 2 σ b + 3τ r 2 479....627 OK σmaks = σn + σb = 569. OK τr = D 4566...... OK An 290.....V ....03 kg/cm2 ≤ σijin ....... 7 IWF 400X400X20X35-283 8 8 24...72 kg/cm2 An 290........627 cm3..26 = 1048.58 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..7 8 5 6 6 1 0 10 PELAT BUHUL t=20 MM 10 6 6 PELAT BUHUL t = 20 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 Gambar 5... Wa 4030..4 σa = 1734269 M = = 403. Wb 3618...26 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......56 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....7 8 5 5 8 14... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S......... ( L2A098005 ) ..

56 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 .....575 – 334632. τr = OK D = 442.852 + 33.752 ) ∆I = 61643.... ∆I = 2 x 2 x 3.46 = 514356.8 OK σmaks = σn + σb = 10...1 N = 351125.1 = = 102...8 = 114.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 351125... Wa = 514356.334632..352 kg.296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...25 cm..352 N = = 10.....62 kg.864 = 172..1 = = 98. 442.5 × 85) − [2 × 2 × 3.8 cm3.... OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 102.... Wa 8754......... Y= (480 × 0....585 x 41.5 In = = 8754.46 cm4....4 + 95)] = 61. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643.3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).8 cm2.25 σn = 4699...5 = = 8397.751 = 862475. Y 61.. ( L2A098005 ) .........8 OK σa = M 862475...85 cm3...5) = 50861..2 cm2.864 2 = 222...09 ( 2.0044 kg/cm2 ≤ σijin ..2 = 442. An 442.. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.05 . D = 55100.5 cm4. H − Y 120 − 61...5) = 4699.34 x 8.25 Wb = In 514356...1(5 + 35.1 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4...575 x 41...7 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1 x ( 56.1 = 37..585 – 55100.. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.V .. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2..252 + 25.85 OK σb = M 862475.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37..7 2 + 3 × 114...09 ( 6 / 6...514 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5 / 6........613 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).6+ 102.7 = 113.864 kg/cm2 An τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.05 – 21192.... Wb 8397......

.645 + 41.94 = 40.68 OK σb = 449362..94 kg..1 = 124 cm2...5 × 150) − [2 × 2 × 3...ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .94 = = 64..221 = = 26.....57 Potongan 2 – 2 N = 55100....... Alubang = 2 x 2 x 10 x 3... Y= (600 × 0.643 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....3 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4.. OK 41....62 x 6.. Wb 10699.....68 cm3. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 20090... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.. Wa 10699..09 ( 2.68 cm3.5) = 30770..5) + 21764. OK τr = D 12821..... Y 75 σn = N 30770..69 x 6... OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...... H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699..91 ( 2.998 2 + 3 × 26....1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 Y = 75 cm..09 ( 6 / 6.... Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2.....3 M = = 41..91 ( 6 / 6.....3 M = = 41....5 / 6. D = 55100..645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). ∆I = 2 x 2 x 3..333 = 449362.221 kg......94 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 26. OK An 476 σa = 449362.... Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4.5) = 12821.1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4..41 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..78 kg/cm2 ≤ σijin .. ( L2A098005 ) .68 OK σmaks = σn + σa = 64..998 = 106..21764..5 / 6.5) .998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. Wa = 802476 In = = 10699....94 2 = 62.....333 + 50861. Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2...

Wa = 668664.1 = 37.75 = 668664. 482.34 Detail buhul 11 Potongan 1 .6 + 125)] = 63. Anetto = Abrutto – Alubang = 520 – 37.79 = 9196734 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1303 = 732333.58 ( 6 / 6.7 8 PELAT BUHUL t= 20 MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=30 MM Gambar 5.1 N = 136848.1(45 + 94.3872 + 61.81 cm3.5 × 130) − [2 × 2 × 3.2 = 482.1 x ( 18.58 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 11 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 6 12 12 12 12 12 5 8 14.59 + 67514.212 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.33 – 63668.84 x 41.8 cm2. Abrutto = 2 x 2 x 130 = 520 cm2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2122 + 31. ∆I = 2 x 2 x 3.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 136848. ( L2A098005 ) . D = 175538.75 cm4.7 8 8 24 .94 kg.212 cm.58 In = = 10011.2 cm2.5 ) = 69333.5) = 162035. H − Y 130 − 63. Y= (520 × 0.5 / 6.33 cm4.6 kg. Inetto = Ibrutto – ∆I = 732333.7 8 5 6 BAUT Ø30 MM 10 12 12 0 6 1 12 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM 8 24 .7872 ) ∆I = 63668.8 x 46.58 cm4.58( 2. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.V .8 – 175538.

212 V .1(6 + 16 + 26 + 36)] = 64..81 OK σb = M 9196734 = = 869.. D = 67514..... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 49..... Y= (480 × 0... Alubang = 2 x 2 x 4 x 3... ( L2A098005 ) ..492 + 28.4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325......91 x 15....492 ) ∆I = 100031.... Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 100031.147 cm3..608+ 918.59 2 + 3 × 335. OK An 482...4 cm2.59 = 1062.5 × 120) − [2 × 2 × 3. ∆I = 2 x 2 x 3.84 + 68885...492 + 38.....58 ( 6 / 6... OK D 162035.07 kg/cm2 ≤ σijin . H − Y 120 − 64.616 = 503..6 cm2....58 = Y 63.616 2 = 1087. Wa 10011.5) = 162035. 430.06 cm3.06 OK σmaks = σn + σa = 143........42 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...6 x 2....494 cm....8 = 136400........59 = 10578...6= 430. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..5 kg.51 = 2107883 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4....5 In = = 8575. Wa = 475968...8 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 335...492 + 48.5 cm4. σn = 69333..... OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 918..64 kg..8 σa = M 9196734 = = 918. Wb 10578.94 N = = 143.6 = = 335.21 – 162035..494 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. OK Potongan 2 – 2 N = 175538.198 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 668664...608 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5 = 475968.1 = 49..616 kg/cm2 An 482.425 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...5 cm4...1 x ( 58. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2....59 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).

994 cm3...35 Detail buhul 14 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.........81 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)... 7 8 8 7 24...........266 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...... Y 64...6 = = 316.5 = = 7379..V ..78 kg/cm2 ≤ σijin ....... Wa 8575........7 8 5 6 10 10 10 10 6 5 8 14..494 σn = N 3290.4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 316. ( L2A098005 ) ..4 σa = 2107883 M = = 245....645 + 285...298 = = 7.62 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).... OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 285... OK τr = D 136400...374 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..62 = 293..... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S....... OK Buhul 14 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 10 6 1 0 1 0 0 61 10 10 6 5 8 14...60 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 475968......994 OK σmaks = σn + σb = 7...645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. 8 BAUT Ø30MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM Gambar 5..916 kg/cm2 An 430.147 OK σb = 2107883 M = = 285.916 2 = 618............ Wb 7379.. OK An 430...916 = 475...7 8 5 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM BAUT Ø30MM 8 24..62 2 + 3 × 316.

843 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).......09 ( 6 / 6.61 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 ...852 + 33.1 x ( 56..735 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5) = 14542.751 = 1652349 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.5 cm4..752 ) ∆I = 61643..62 kg..23 kg/cm2 ≤ σijin .2 cm2.6 x 41....46 = 514356.252 + 25...... Wa = 514356.. D = 55100..09 ( 2.88 kg... OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37.296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).V .8 – 313264. ∆I = 2 x 2 x 3....34 x 8.8 cm2........ Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643...76 = 229. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 196..25 σn = N 14542....864 2 = 274..76 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). Wa 8754.25 cm....62 = = 114.OK An 442.5 × 85) − [2 × 2 × 3.8 x 41.6 – 55100..... H − Y 120 − 61...313264..25 Wb = In 514356. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.. 442.88 = = 32....1(5 + 35...5 In = = 8754.85 OK σb = M 1652349 = = 196........5 / 6.8 cm3. ( L2A098005 ) .5) = 50861..76 2 + 3 × 114.46 cm4..1 N = 348999.603 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. Y= (480 × 0..1 = 37..85 cm3..05 + 21192......5 = = 8397.2 = 442..... OK τr = D 50861... Wb 8397.8 σa = M 1652349 = = 188.4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.05 ..........8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 348999... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S....864 kg/cm2 An 430.864 = 172.4 + 95)] = 61.843+ 196. Y 61.8 OK σmaks = σn + σb = 32.

.......4 = = 62.........55100..... Wb 10699...62 x 6.. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2... Wa 10699.5) = 12821.....311= 69.15 = 138.34 = = 92.338 kg/cm2 ≤ σijin ... ∆I = 2 x 2 x 3.... Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2. Alubang = 2 x 2 x 10 x 3.. Y 75 σn = N 3547...22 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...68 OK σb = M 666709..218 = = 7....... OK OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..1 = 124 cm2..84 x 6.91 ( 6 / 6...15 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 92. Wa = 802476 In = = 10699.3112 + 3 × 92..68 cm3...221 kg.09 ( 2..218 kg. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 54408...5) ..452 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).5 / 6. ( L2A098005 ) ....45 + 62.....09 ( 6 / 6...148 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).4 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4. Y= (600 × 0.5 / 6. H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.68 OK σmaks = σn + σa = 7...333 = 666709.68 cm3..55100....62 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 2 – 2 N = 58942... D = 58942.4 = = 62..311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....15 2 = 171.......1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 = 75 cm. σi = OK 2 σ b + 3τ r 2 = 62....5) .1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4.311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..5) = 3547.333 + 50861.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.. OK An 476 σa = M 666709.... τr = D 43862.91 ( 2.5 × 150) − [2 × 2 × 3.V ....

Ukuran : • Ukuran elastomer yang digunakan disesuaikan dengan buku “ Standart Steel Bridging For Indonesia. diproses dengan tekanan tinggi. ( L2A098005 ) . • Merupakan satu kesatuan yang saling melekat kuat. PT.1.V . b.7 Perencanaan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan digunakan Elastomer memiliki karakteristik sebagai berikut : 5. c. Trans – Bakrie. Indonesia Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 TRB. Indonesia “. baik yang vertikal maupun horisontal. Trans – Bakrie.2 TRB.1 TRB. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5. • Lempengan logam yang paling luar dan ujung-ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak berkarat. • Bantalan atau perletakan elastomer juga disebut bantalan Neoprene yang dibuat dari karet sinthetis.4 480 x 300 x 87 480 x 380 x 101 350 x 280 x 97 350 x 280 x 137 2425 3600 540 540 Sumber : Standar Steel Bridging For Indonesia.1 Kateristik Elastomer a.3 Ukuran dan Kapasitas Elastomer Tipe Bearing Ukuran ( mm ) Load ( KN ) TRB. PT. sehingga kepala jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan. Tabel.8. Pemasangan : • Bantalan atau perletakan elastomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. • Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk meredam getaran.63 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.2. • Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam yang disusun secara lapis berlapis. Spesifikasi : • Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat.

750 kg o Hidup = 150 x 45/2 x 2 = 6. Beban Vertikal ¾ Beban mati = 118.= 4.152 x 0.000 kg 12.531 ton ¾ Gaya gesek = 118. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.076 x 0.1.875kg Beban Total = 33. ( L2A098005 ) .061 + 12.3.2 Beban Yang Bekerja Pada Elastomer a.571.45 x 45/2 = 1.875 = 45.3 dengan beban maksimal 540 KN ( 54 ton ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.571.969 ton = 195.V .632. ukuran 350 x 280 x 97 dengan beban batas 540 KN ¾ Seismic Buffer ( arah melintang ) Pembebanan : • Beban gempa • Beban Angin : : 236.303.061 ton 6 . Beban Horisontal ¾ Gempa = 118.875 kg Digunakan seismic buffer tipe TRB.64 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.076 ton ¾ Beban hidup = Total 76. ukuran 480 x 300 x 87 dengan beban batas 2425 KN b.16 = 8.8.14 = 16.14 = 33.892 Total ton = 35.518.423 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.750.076 x 0.1.125 kg 2 x2 o Rangka = 150 x 50% x ( 30% + 15% ) x ( 45 + 40 ) x o Trotoar = 150 x 0.045 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.

65 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kontrol Tegangan : 70 110 110 110 110 70 20 cm H H.563.632.H + .997 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2875 kg = 9468.875 x 20 2 Mluar = Ti x Mdalam Y1 ⎞ ⎛ = 2 x ⎜ Y .H . ( L2A098005 ) .1 H.632.296.875 10 8296.V .5 H = 16. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2875 2 = 4.36 Gaya pada Seismic Buffer • Kontrol Tegangan Baut C = 45.593.773 kg untuk 2 baut H1.886 kg V = R = Ti 4 H 2 +V 2 = = = 912.886 2 + 4563.1 Y Y.657.1 H Baut Ø.3 ) Baut Ø.baut = 8.5 kg cm 11 ⎞ ⎛ xHx11⎟ = 55H = 2 x ⎜ 22 xH + 22 ⎝ ⎠ 45.25 Gambar 5.Y ⎟ Y ⎝ ⎠ Mdalam = Mluar 55 H = 912.657.16 Seismic Buffer 350 x 280 x 97 ( TRB.

085 2 + 1.5 2 = 1691. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.216 2 = 2051.3 R A = 9468.30 . Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.997 1.085 kg/cm2 o Tegangan Tarik : σ tarik = H A o Kombinasi tegangan tarik dan geser akibat beban sementara : σ 1 = σ tarik 2 + 1. secara detail akan disajikan dalam sub-sub bab sesuai dengan jenis elemennya.τ 2 < 1.886 0.56.5 2 = 930.563. ( L2A098005 ) .25 × π × 2. σ = 2080 kg/cm2 = 1691.25 kg/cm2 < 2400 kg/cm2 PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama konstruksi bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah.6 × 2.216 kg/cm2 = 8.5 = 2367.56 × 930.2875 0.296.V .66 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tegangan Baut : o Tegangan Geser : τ = V A = 4.25 × π × 2.47 kg/cm2 < 2080 kg/cm2 o Tegangan Tumpu : σ tumpu = 5. Perhitungan konstruksi bawah meliputi : ¾ Perhitungan abutment ¾ Perhitungan pondasi sumuran Perencanaan elemen-elemen struktural pembentuk konstruksi bangunan bawah jembatan.

Gaya akibat berat sendiri abutment. 7. Gaya geser tumpuan dengan rangka baja. 3.1 Perencanaan Abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0 m 100 85 100 100 115 Gambar. Beban mati dan beban hidup. Di dalam pembebanan abutment. perlu diperhatikan : 1.3. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1.1 Pembebanan pada Abutment Abutment direncanakan untuk menyalurkan beban struktur atas ke dalam tanah.V .67 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. Gaya akibat gempa.37 Dimensi rencana abutment 5. 6.5 50 115. Gaya akibat tekanan tanah aktif. 5. Gaya akibat berat tanah vertikal.3.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11. Gaya horisontal akibat rem dan traksi. 2. 4. ( L2A098005 ) .5.

A.480 0.8 9 80 435 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 93 475 50 110 115 G 0 73 Gambar.820 5.500 A.190 1.V .900 23.613 1.085 -0.024 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.500 232.850 0.150 -0.784 1.250 3.573 0.5.500 19.000 8.140 0.830 -0.050 0.125 0.750 4.420 -0.306 3.038 0.4 Perhitungan titik berat abutment No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total A m^2 0.400 4.000 8.375 0. ( L2A098005 ) .213 -0.5 532.020 -0.Y m^3 0.664 X m -0.918 4.930 0.280 0.375 2.440 0.L ton 2.150 1.350 4.000 Y m 6.128 0.800 0.030 5.220 2.101 0.68 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Vertikal A.758 82.430 -0.000 -1.132 9.173 3.031 3.5.680 -0.045 -0.013 -0. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.034 -0.360 0.506 4.859 88.081 0.100 1.738 1.900 1.38 Perhitungan titik berat abutment Tabel.095 0.345 0.X m^3 -0.480 -0.100 0.211 A.461 W=δ.119 0.730 0.905 5.200 0.150 -0.220 0.328 4.048 0.299 -0.438 9.300 0.276 0.126 0.360 -0.791 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.250 -0.

( L2A098005 ) .5. Beban hidup P.461 ∑ A * Y = 19.00 m O Gambar.V .791 = 2.69 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = . Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.5.39 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.143 m ∑ A 8. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1.152 ton X=0 C.40 Beban hidup pada abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 m O Gambar.h Panjang 11.211 = −0.461 xa = ya B.339 m = ∑ A 8.

5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.4375 + 33 + 22.41 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.50 ⎞ ⎛ 5.5 × 1.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.5 Lengan terhadap titik O = 153.V .75 ⎠ ⎝ 2.473 t/m3 C2 = 0 kg/cm2 112 Gambar.5 =⎜ × 12 + × 12 × 0.925 t/m 1.5 120 5 6 464.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.3 420 275 140.2 108 122 O 88 γ2 = 1.75 ⎝ 2.9375 ton Xc = 0 D.5 ⎛ 5. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 130 95 470 4 1 γ1 2 = 1.2 – [ (1.925 ⎟ × 45 = 196.2 – [ (1.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.875 ton / 2 = 98.875 ton 2.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.5 ⎟ × 1. ( L2A098005 ) .70 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ À Beban merata q = 2.925 + × 0.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.75 Beban hidup pada Trotoar : = 0.50 x 1.21 = 33 ton 2.5.700 t/m3 C1 = 0 kg/cm2 3 485.21 = 12 ton 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

42 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) c = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) = 0.200 A.05 x 125.250 1.300 -0.838 0.71 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.28 ton Yc = 7.3.008 = 3.642 0.750 5.156 0.080 -1.200 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.835 -0.844 1. ( L2A098005 ) .620 xa = ya ” Beban Horisontal A.853 4.203 2.00 m O Gambar.005 3.X m^3 A. Gaya rem dan traksi XC 180 795.317 m = ∑ A 3.384 3.173 12.L ton 0.404 -0.008 3 γ 1= 1.851 5.208 -3.128 0.192 -2.295 -0.A.V .125 0.955 m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.02 m ∑ A 3.194 3.620 ∑ A * Y = 12.547 2.5 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.350 0.5.696 X m Y m -1.738 8.688 12.688 = −1.220 1.71 Lengan gaya terhadap titik O = 6.Y m^3 -0.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .155 -1.116 0.950 -1.5.153 0.787 39.620 69.235 3.5 Panjang 11.200 2.5 615.120 4.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.1H1 = 1.1 = 0.333 = 11.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.2 = 0.02 x 0.5.374 = 2.139 x 2.473 t/m2 Ø.85 1. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0. 1.1 = q x ka.6552 x 0.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.02 ton/m2 470 Pa.2 = 40 ° C2 = 0 kg/cm2 Gambar. ( L2A098005 ) .88 Panjang 11.70 = 1.15 465. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.139 = 13.825 + 11.70 x 5.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.234 x 1.70 t/m3 5.tot Y.88) : 13.43 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.72 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ B.2 1.655 Pa.V .333 x 5.1 2.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.60 x 1.5 x 1.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.374 x 11 = 147.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.374 ton ton ton = (2.pa = 2.5 2 = 1.00 m O 0.00 1.1 x H12x Ka.825 1 = 1.114 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 x γ.234 P.

152 = 35. Gaya akibat gempa h=E. Gaya gesek pada tumpuan g 5.15 – 0.15 x 236.18 ) b = beban pada tumpuan = 236.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5. b dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.00 m O Gambar.44 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .152 ton g = 0.V .73 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.00 m Panjang 11.5. ( L2A098005 ) .M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 meter D.

5.14 = 32.74 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ h bangunan atas h.14 = 33. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.317 Panjang 11.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 69.696 ton hba = 69. ( L2A098005 ) .1.664 ton hp = 232.14 = 9.000 h. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.573 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.2 Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.00 m O Gambar.696 x 0.664 x 0.V .45 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 232.757 ton 5.339 3.152 x 0.152 ton hba = 236.3. abutment 2. timbunan 5.

(H+K) = beban hidup dengan koefisien kejut. Ahg = gaya akibat aliran dan hanyutan pada waktu gempa. Ah = gaya akibat aliran dan hanyutan. S = gaya sentrifugal. M = beban mati. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Tu = gaya angkat (buoyancy). Ta = gaya tekanan tanah. Gh = gaya horisontal ekivalen akibat gempa bumi. Tb = gaya tumbuk. Tag = gaya tekanan tanah akibat gempa bumi.6 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Keterangan : A = beban angin. ( L2A098005 ) . Gg = gaya gesek pada tumpuan bergerak. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel. P1 = gaya-gaya pada waktu pelaksanaan.V .5. Tm = gaya akibat perubahan suhu. SR = gaya akibat perubahan suhu (selain susut dan rangkak). Rm = gaya rem.

773 354.949 49.8 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.938 X 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian Gaya (T) V 692. ( L2A098005 ) .643 2.522 1.114 692.955 5.696 236.164 408.000 177.643 2.267 175.664 69.512 430.906 2.114 6.522 1.215 182.884 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.957 177.949 333.557 146.500 1.9 Kombinasi III Beban Jenis Komb.V .815 511.664 69.175 1143.450 494.046 912.152 153.267 175.175 MH 333.500 Momen (T.270 333.121 400.443 5.500 147.125 561.5.m) MV MH 382.450 Y Momen (T.000 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.175 333.450 692.228 230.696 236.268 729.450 692.114 2.280 35.837 134.m) MV 1134.76 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.m) MV MH 382.152 538.949 1143.228 147.810 X Y 1.5.5.801 7.443 188.7 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.931 Tabel.114 333.270 147.215 1134.175 810.114 147.949 35.949 Tabel.773 354.607 H 147.

267 175.512 359.000 V 232.6 + 1.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 3⎞ 3⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.2 Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.77 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.07 = = 148.643 2.889 Momen (T.522 1.194 300.V .0 + 0.188 31.834 73.7 × 81.228 MH 76.0 + 0.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ qult = 445.268 608.757 33.1 ⎟γ t . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.152 538.215 912.6 Nq = 81.573 9.3 ⎟c.696 236.γ 0 .5 + 0.3 × 1.443 5. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.m) MV 382.129 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.07 ton / m2 Daya dukung ijin qa = q ult 445.Nc + D f .664 69. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.3 ⎟ × 0 × 95.2 + ⎜ 0. hal 32 ) Untuk φ = 40 °.179 450.008 H 110.5 + 0.773 354.36 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .000 35.Nq + ⎜ 0.486 165.B.5.227 5. didapat Nc = 95.500 2.10 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Gh Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin 32.339 3.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 1.1 ⎟ × 1.305 177.

28.46 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.36 ton / m2) ……….6 / 147.949 – 1143.78 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 692. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 692.175 = .1143.5 ………….114 ton MV = .450 ton H = 147.809.175 ton m MH = 333.01 ton / m2 Gambar 5..03 σ min = ..98 ± 49.450 809. ( L2A098005 ) .V .05 ton / m2 70.175 / 333. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.82 > 1.949 = 3.949 ton m M = 333.05 ton / m2 σ max = 70..OK 28.45 x ( 0. Aman.226 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 20. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 692.226 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1143.42 > 2 • ………….01 ton / m2 < q a (148.114 ) = 2.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.729.884 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 13.055 ± 19.505 ton / m2 Gambar 5.. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 430.815 = .395 ton / m2 32.77 > 1.815 ton m MH = 408.810 320..320.505 ton / m2 < q a (148.79 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 430.36 ton / m2) ……….395 ton / m2 σ max = 32.47 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6.45 σ min = .V .810 ton H = 146.815 / 408. ( L2A098005 ) .884 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 729. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 430.5 ………….6 / 146.931 ton m M = 408.046) = 1..OK 6.931 – 729. tidak aman.046 ton MV = .931 = 1.810 x ( 0.78 < 2 • ………….

9.OK 9.607 x ( 0..801– 810.80 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 494. ( L2A098005 ) .125 ton m MH = 400.795 ton / m2 < q a (148. Aman.607 409.795 ton / m2 Gambar 5.324 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 14.607 ton H = 134.819 ton / m2 σ max = 39.819 ton / m2 39.801 ton m M = 400.5 • ………….02 > 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 494.V .807 σ min = .125 / 400.324 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 810.125 = .810.36 ton / m2) ……….48 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 > 1.884 ton MV = .409..988 ± 24.6 / 134.801 = 2. …………. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 494.884 ) = 2..

91 > 1. ( L2A098005 ) .OK 7.55 ton / m2 Gambar 5.129 ton m M = 300.7.49 Tegangan tanah di dasar abutment Abutment tidak aman terhadap guling beban kombinasi II perlu pelebaran dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.308. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 359.129 – 608.02 > 2 • ………….55 ton / m2 < q a (148.79 ton / m2 σ max = 29. Aman. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 359.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..008 x ( 0.79 ton / m2 29.05 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 10.179 = .608.81 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 359.889 ton MV = .6 / 73.008 ton H = 73.008 308.889) = 2.05 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 608.179 / 300.179 ton m MH = 300.5 ………….V ..129 = 2.67 σ min = .36 ton / m2) ……….88 ± 18.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .5 532.51 Perhitungan titik berat abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11.V .5.50 Dimensi rencana abutment Pembebanan pada Abutment ” Beban Vertikal A. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.5 50 115.82 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perencanaan Abutment setelah pelebaran dasar abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.5.8 435 9 80 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 110 475 50 110 115 G 0 90 Gambar.0 m 100 100 135 100 165 Gambar.

52 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.569 6.680 -0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.223 0.299 -0.L ton 0.250 5.V .213 -0.400 4.420 -0.438 9.5.918 4.085 -0.128 m = ∑ A 9.00 m O Gambar.738 1.A.219 = −0.024 0.101 0.152 ton X=0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.900 0.850 0.610 X m 2.328 4.275 Y m -0.045 -0.573 0.034 -0.350 4.150 -1.784 1.905 5.038 0.859 88.013 -0. ( L2A098005 ) .375 0. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.276 0.220 0.455 = 2.11 Perhitungan titik berat abutment A m^2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total W=δ.480 -0.830 -0.750 4.000 264.455 Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .127 m ∑ A 9.Y m^3 0.220 2.430 -0.375 2.020 -0.000 8.800 0.203 0.5.610 ∑ A * Y = 20.360 -0.100 1.048 0.360 0.223 0.X m^3 6.272 2.095 0.1.000 A.030 5.150 -0.125 0.613 1.219 A.081 0.806 110.050 0.280 0.500 -0.132 9.306 3.100 0.248 4.900 1.200 0.000 20.900 23.345 0.83 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.250 -0.150 1.820 5.000 -1.223 0.300 0.031 3.610 xa = ya B.100 0.440 0.000 9.480 0.

75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.2 – [ (1. Beban hidup P.4375 + 33 + 22.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.75 ⎠ Beban hidup pada Trotoar : = 0.75 ⎝ 2.50 x 1.9375 ton Xc = 0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.925 + × 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.5 ⎟ × 1.5 × 1.5 ⎛ 5.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.h Panjang 11.21 = 12 ton 1.53 Beban hidup pada abutment À Beban merata q = 2. ( L2A098005 ) .2 – [ (1.00 m O Gambar.5 ⎞ =⎜ × 12 + × 12 × 0.875 ton / 2 = 98.925 ⎟ × 45 = 196.5 Lengan terhadap titik O = 153.50 ⎛ 5.84 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.5.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.21 = 33 ton 2.V .75 ⎝ 2.875 ton 2.925 t/m 1.

5.648 ∑A ∑ A * Y = 18.804 0.23 m 5.513 3.5 120 5 6 464.200 2.314 0.2 132.550 -0.787 5.851 9.473 t/m3 C2 = 0 ton/m2 145 Gambar. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 155 140 95 470 4 1 γ1 2 = 1.3 420 275 140.325 -1.189 5.L ton 0.652 3.840 -0.950 -1.648 109.040 X m -1.787 63.192 -4. 5.150 0.200 1.304 m = ∑ A 5.402 4.853 4.950 = −1.54 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tabel.700 t/m3 C1 = 0 ton/m2 3 485.278 18.750 5.12 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.243 0.400 -1.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .333 -6. ( L2A098005 ) .203 0.600 0.550 1.A.535 -0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.472 -0.950 18.5 γ2 O 155 = 1.250 1.990 0.X m^3 A.113 14.V .200 A.375 0.Y m^3 -1.281 3.203 3.85 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D.648 xa = ya Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.450 Y m 4.662 3 γ 1= 1.6.662 = 3.

00 1.88 Panjang 11.05 x 125.28 ton Lengan gaya terhadap titik O Yc = 7. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .1 2. ( L2A098005 ) .00 m O 1.5.5 Panjang 11.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.55 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) c = 0.65 465.02 ton/m2 470 Pa.70 t/m3 5.56 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.35 1.955 m F.5 2 = 1.825 1 = 1.2 1.5.2 = 40 ° C2 = 0 ton/m2 Gambar.5 615.473 t/m2 Ø. Gaya rem dan traksi XC 180 795. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.71 = 6.86 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Horisontal E.00 m O Gambar.

tot Y.825 + 11.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0. b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.139 x 2. ( L2A098005 ) .374 = 2.139 = 13.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.1H1 = 1.234 P.5 x γ.70 = 1.114 ton G.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.00 m Panjang 11.655 Pa.00 m O Gambar. 1.87 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.1 = 0.6552 x 0.70 x 5.374 ton ton ton = (2.374 x 11 = 147.60 x 1.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.1 x H12x Ka.234 x 1.pa = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5.V .88) : 13.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.5 x 1.2 = 0.333 = 11.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.57 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .333 x 5. Gaya gesek pada tumpuan g 5.02 x 0.1 = q x ka.

061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 109.15 – 0. Gaya akibat gempa h=E.18 ) b = beban pada tumpuan = 236.58 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 264.000 h.152 = 35.14 = 33.275 x 0.14 = 36.04 ton hba = 109.15 x 236.266 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 meter H.275 ton hp = 264. timbunan 5.152 ton hba = 236. ( L2A098005 ) .304 Panjang 11.998 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.152 x 0.88 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.14 = 15.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.00 m O Gambar.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5.128 3.V .04 x 0.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau h bangunan atas h.152 ton g = 0. abutment 2.

000 Momen (T.114 763.949 333.152 153. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tabel.275 109.123 2.152 609.304 147.15 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin Bagian Wa Wt Wba V Jarak Terhadap G (m) H 264.875 2.13 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Tabel.270 147.405 763.5.127 3.m) MV MH 562.467 487.114 333.931 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.046 1374.949 Tabel.959 511.532 472.5.532 472.114 2.949 1682.949 1099.89 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.000 147.824 1682.275 109.5.114 147.405 Y Momen (T.113 340.127 3.824 333.949 35.V .557 146.215 182.123 2.574 X Y 2. ( L2A098005 ) .113 340.938 X 2.443 5.040 236.040 236.270 333.164 408.14 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 264.000 177.000 2.m) MV MH 562. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.304 307.

γ 0 .228 MH 78.304 5.m) MV 1682.2 + ⎜ 0.275 109.998 15.949 49.121 400.305 177.6 + 1.500 2. hal 32 ) φ = 40 °.0 + 0.Nc + D f .289 H 147. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.5.405 545. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.405 763.5.65 ton / m Daya dukung ijin qa = q ult 449.732 50.B. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian V 763.152 609.5 + 0.127 3.311 36.0 + 0.266 33.3 × 1.1 ⎟ × 1.3 ⎟c.801 7.114 6.467 406.768 80.Nq + ⎜ 0.691 314.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ 2 qult = 449.512 Momen (T.017 561.915 471.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 4⎞ 4⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.7 × 81.280 35.824 1202.884 Tabel.000 H 120. Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.17 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Gh Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin V 264.6 .123 1.000 35.90 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.m) MV 562.955 5.837 134.873 837.3 ⎟ × 0 × 95.957 177. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.443 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.443 5.1 ⎟γ t .215 1682.824 MH 333.439 165.532 354.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 2.V . didapat Nc = 95.000 188.215 1256.5 + 0.460 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.88 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.128 3.16 Kombinasi III Gaya (T) Beban Jenis Komb.2.040 236. ( L2A098005 ) .113 340. Nq = 81.65 = = 149.

405 ton H = 147.949 – 1682.. Aman.5 ………….63 ton / m2 σ max = 63.35 ± 45.1348.405 x ( 0.33 ton / m2 Gambar 5.28.88ton / m2) ……….949 ton m M = 333.1682.91 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 763.OK 28.V .893 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1682. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 763. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 763...33 ton / m2 < q a (149. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.63 ton / m2 63.893 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 17.824 ton m MH = 333.04 > 2 • ………….114 ton MV = .11 > 1. ( L2A098005 ) .59 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.949 = 5.98 σ min = .824 = .405 1348.824 / 333.6 / 147.114 ) = 3.

.64 ton / m2 < q a (110.574 x ( 0. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 487..69 < 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 487.64 ton / m2 Gambar 5.08 ± 23. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.12.028 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1099.931 – 1099.046) = 2 > 1.56 σ min = .959 = .V .5 • ………….49 ton / m2) ……….959 ton m MH = 408.959 / 408.OK 12.92 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 487. ( L2A098005 ) .574 ton H = 146.931 = 2.1099.046 ton MV = .. Aman.028 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 11. ………….60 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.691.48 ton / m2 σ max = 34.48 ton / m2 34.931 ton m M = 408.6 / 146.574 691.

884 ) = 2. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 545.6 / 134.801 = 2.V .OK 14. ( L2A098005 ) ..801.216 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 12.88ton / m2) ……….29 ton / m2 39.289 x ( 0. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 545.801 ton m M = 400..216 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1202.31 σ min = .017 ton m MH = 400.884 ton MV = .289 801..289 ton H = 134.017 = .99 > 2 • ………….7 ton / m2 < q a (149.93 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 545.43 > 1.017 / 400.61 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.39 ± 27.7 ton / m2 Gambar 5.5 ………….29 ton / m2 σ max = 39. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Aman.801 – 1202.1202.14.

88ton / m2) ……….66 > 2 • …………..460 = 2.94 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 406.915 / 314.512 ) = 3.85 σ min = 1.OK 1.455 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 19. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.523.837. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 406.08 ton / m2 Gambar 5.38 ton / m2 37.915 ton m MH = 314.62 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .311 ton H = 80. ( L2A098005 ) .6 / 80.08 ton / m2 < q a (149.455 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 837.311 523.5 ………….03 > 1.915 = ..512 ton MV = . Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 406.460 – 837.23 ± 17..311 x ( 0. Aman.460 ton m M = 314.38 ton / m2 σ max = 37.

000 Y m 4.675 -0.155 0.050 0.1.3 Penulangan Abutment Beban yang digunakan pada perhitungan penulangan badan abutment adalah berdasarkan pembebanan maksimal yang bekeja pada pangkal badan abutment.101 0.306 3.5.520 4.100 -0.730 4.200 2.L ton 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0.375 2.297 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.020 -0.920 1.066 -0.650 X m -0.120 -0.215 0.031 3.243 -0.750 0.V .066 0.028 3.525 -0.X m^3 A.605 4.000 0.450 2.100 2.125 0.784 1.63 Pembebanan pada badan abutment A.273 -0.450 3.438 9.038 0.048 0.018 0.850 0.650 0.613 1.437 11.013 -0.050 3. dimana momen akibat beban vertikal diperhitungkan terhadap exsentrisitas dari garis netral badan abutment sebesar 15 cm.900 23.375 0.5 370 15 500 A Gambar.091 5.Y m^3 -0.583 0.933 0.5.600 A.000 Total 4.309 0.449 0.360 0.085 -0.860 133. ( L2A098005 ) .859 88.18 Perhitungan titik berat abutment ditinjau dari pangkal abutment No A m^2 W=δ.3.095 0. Gaya Vertikal Gaya akibat berat sendiri abutment Tabel. M PV PH 115.A.210 -0.95 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.576 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

375 0.990 0. ( L2A098005 ) .355 = 1.479 ton Pa.0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.15 m Beban hidup Beban hidup (Pq) = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.860 ∑A xa = ya Beban mati akibat konstruksi atas Beban konstruksi atas total ( Pba ) = 236.900 1.324 m = 4.A.113 14.70 x 4.168 X m 18.064 Y m -1.9375 ton Lengan terhadap titik O Xc = 0.600 5.648 m B.333 = 5.5.787 63.96 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik A : ∑ A × X = .297 = 2.02 x 0.5 = 153.513 3.1 = q x ka.605 A.368 ton P.152 ton Lengan gaya terhadap titik O Xb = 0.L ton 0.X m^3 -1.847 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.192 -4.3552 x 0.535 -0.039 A.587 4.894 2.450 4.203 3.19 Perhitungan titik berat tanah ditinjau dari Potongan A Luas A m^2 No 1 2 3 4 Total W=δ.437 = −0.333 x 4.950 -1.472 -0.860 ∑A ∑ A × Y = 11.550 -0.090 m 4.325 -1.1 H1 = 1.tot = 6.553 2.15 m Beban akibat tanah di atas pondasi Tabel.2 = 0.27 ∑ A 5.1 x H12x Ka.763 11.761 γ = 1.1 = 0.400 3.5 x γ.5 x 1.V .Y m^3 3. Gaya Horisontal Gaya akibat tekanan tanah aktif Tekanan tanah aktif Pa.652 100.517 0.840 -7.70 t/m3 Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik A : ya = ∑ A * Y = 11.4375 + 33 + 22.761 = 2.

.6 M.....607 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 6..97 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Y.2 x P.14 = 33..L + M.3943 ton...607 = 121.05 ( M..064 x 0.711 x 2.6 M...m’ M.9375 x 0.18 + 5..2 x P...E = ( 18.3943 + 23.368 x 1..D + 1.650 ton hp = 133.70 ) + ( 14 x 2.....wa ) + ( 1.479 x 2..L + 1..061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 100.034 ton.6 x 121..09 + 197.59 ton....09 ) + ( 1.D + M..27 ) Mu = 1..m’ Mu = ( 1......m’ = 256.m’ Kombinasi II.. ( L2A098005 ) .Kombinasi beban sementara Mu = 1....pa = ( 1..152 x 0.278 ton.V ... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S........E ) M.064 ton hba = 100.847 x 11 = 75...650 ) + ( 1.152 ) + ( 1.328 ton..m’ M..H M..6 x 23.45 ) : 6...09 ton..9375 ) = 690.D = (236..05( 23...650 x 0.m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.Kombinasi beban tetap = ( 1.14 = 18..59 ) = 197.15 ) – (133......6 x Pq ) = ( 1.650 x 0...061 x 3.152 ton hba = 236.317 ton Gaya akibat gempa • Gaya gempa terhadap abutment : • Wa = 133...15 = 23...062 ton ¾ Momen Ultimit Kombinasi I.L = 153.034) = 347......2 M....711 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : • Wba = 236..wba ) + ( 1.324 ) + ( 33..6 + 153...2 x 23..2 x 236..Kombinasi beban tetap Mu = 1..3943 ) + ( 1..2 x 133..H = 75..14 = 14 ton ¾ Gaya Vertikal Ultimit ( Pu ) Pu = Beban vertikal Ultumit …………….847 = 1.152 x 0.09 ) = 23..317 x 1.

β = 0.10 7 × 0.4 1.136 h 3700 ⎛ ⎞ ⎛ et ⎞ Pu ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜ ⎟ = 0.V . maka dipakai nilai ρmin ρmax = 0. 107 mm2 Ht = tinggi badan abutment = 3700 mm b = 1000 mm h = 1000 mm d’ = 50 + ½ .328 ton.80 Pu 763.328 = = 0.0035 Karena ρ < ρmin.10 .04 × 0.405 ton Mu = 347.m’ f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa Ag = luas penampang = 1000 * 11000 = 1.a (GTPBB) didapat : r = 0.10.85 × 25 et = Mu 347.10 h 1000 Dari grafik 6.98 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Disain tulangan abutment digunakan : Pu = 763.0203 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.328 mm = Pu 690.2.. 22 = 61 mm d = h – d’ = 1000 – 61 = 939 mm ϕ = 0. tabel.328 × 10 7 = 503.0 1.0 = 0.04 = φ × Ag × 0.0035 fy 400 ρmax = 0.062 × 10 4 et 503.002 x 1.0203 ………………………. ( L2A098005 ) . 8 ρmin = 0.4 = = 0.136 = 0.80 × 1. berdasar DDPBB.0054 ⎝ φ × Ag × 0.003 ρ = r.061 ≅ 0. β = 1.405 × 10 4 = 0.85 × f' c ⎠ ⎝ h ⎠ 61 d' = = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.85 × f' c 0.003 ρmin = f’c = 25 .

200 3700 D. Karena Vu < φ Vc (0.V .99 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok As = ρ.64 Penulangan badan abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 D. ( L2A098005 ) .0035 * 1000 * 1000 = 3500 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 22 – 200 (As = 3801 mm2) ™ Tulangan bagi Diambil 0.50).146 < 0.200 300 1000 1350 1000 1650 Gambar.20% Ag As = 2000 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 16 – 200 (As = 2010 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang sebesar Gaya Horisontal yang bekerja pada abudment H = 75. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 200 Ø. maka tidak diperlukan tulangan geser.317 ton Hu = 75.50 Mpa. Ag = 0.51 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Hu 120.146 MPa Vu = = b × d 11000 × 937.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 Mpa diperoleh φ Vc = 0.16.51 × 10 4 = 0.10 .5.6 = 120.317 x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.22 .

00 = 5.6 x 4.110 ton =14.65 Pembebanan parapet Ka = 0.5.00 = 4.655 m q = 2.2 A A 655 Gambar.100 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Penulangan Parapet q = 2.13 x 0. x L = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.594 ton Momen di potongan A-A MA-A = ( 5.6552 x 0.6 x 2.110 x 0.655 x 11.333 x 11.13 ton/m2 Pa.333 γ = 1.1 Pa.078 tonm’ = 1.549 tonm’ Mu = 4. ( L2A098005 ) .1 = q x ka x H x L Pa.011 ton Pu = (1.011 x 0.011 ) = 2.6 x 5.70 ton/m3 H = 0.13 ton/m2 500 Pa.V .5 x γ x H2 x Ka.5 x 1.655/3 ) = 2.70 x 0.4 1.549 Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 550 mm d = 550 – (50 + ½ 19 ) = 490.110 ) + ( 1.655/2 ) + ( 4.333 x 0.4 = = 0.2 = 0.0035 fy 400 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 mm ρmin = 1.

V . maka tidak diperlukan tulangan geser.594 × 10 4 = 0. f y ⎜⎜1 − 0.56ρ2 ρ = 0. ( L2A098005 ) .85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.0154 = 320ρ – 3010.0035 As = ρ.50).5 25 ⎠ ⎝ 0.078. ⎟ 2 11000.5 = 1751. Karena Vu < φ Vc (0.588. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.400⎜1 − 0.027 MPa Vu = = b × d 11000 × 490.ρ .75 cm2 ™ Tulangan Pokok Digunakan tulangan rangkap D 19 – 150 (As = 1890 mm2) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 378 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 10 – 200 (As = 393 mm2) ™ Tulangan Geser Pu = 14.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0.594 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Pu 14.101 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ⎡ 0.107 400 ⎞ ⎛ = ρ .022 < 0.85 × ⎢ 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ .85 × 35 = 0.588. maka dipakai nilai ρmin = 0. ⎟⎟ 2 b.490.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.0.0035 * 1000 * 500.000048 Karena ρ < ρmin.8.0203 × = 0.75 × 0. b.d fc ⎠ ⎝ 4.8.50 MPa.0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. d = 0.

893 ton m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.949 – 1682.824 ton m MH = 333.150 D19 .1348.102 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D10 .114 ton MV = .178 ton / m2 63.67 Pembebanan pada pile cap Pada perencanaan penulangan Pile Cap digunakan kombinasi I.66 Penulangan parapet Penulangan Pile Cap 28.824 = .1682.200 D19 .63 ton / m2 2m 17.405 ton H = 147.V . ( L2A098005 ) .949 ton m M = 333.5.33 ton / m2 Gambar 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. dimana beban-beban yang bekerja dikalikan dengan koefisien sesuai dengan kombinasi beban tetap. V = 763.150 Gambar.

5 ⎝ 0. ( L2A098005 ) .8 × 400⎜1 − 0.059 = 320ρ – 3010.0001 Karena ρ < ρmin.938 ) = 939.2 x 232.4 1.6 x wl ) = ( 1.2 x wt ) + ( 1.0035 x 1000 x 1217.56ρ2 ρ = 0.85 × 25 = 0.2 x wba ) + ( 1.4 = = 0.0035 ρmin = fy 400 = 1217.8 × f y ⎜⎜1 − 0.75 × 0.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b.152 x 2 x x 2 ) 3 2 2 = 95.2 x 236.10 7 400 ⎞ ⎛ = ρ × 0.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.m’ 11 1.2 x wa ) + ( 1.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.2 x 109.892 ton.717 ton.d ⎝ 133.728 ton 1 1 2 = -( x 17.23.5 mm ⎡ 0.1217.85 × ⎢ × = 0.0035 As =ρxbxd = 0.178 x 22 ) . maka dipakai nilai ρmin = 0.0203 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ × 0.25 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.04 ) + ( 1.6 x 153.5 = 4261.103 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Vu = ( 1.( x 46.892 Mu = = 8.664 ) + ( 1.m Mu Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 1300 d = 1300 – 70 – (½ x 25) 95.V .85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.152 ) + ( 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000.

183 × 10 4 Vu = = = 0.183 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc V 62. Karena Vu < φ Vc.511 MPa b × d 1000 × 1217.37 mm2 = digunakan tulangan D 19 – 100 ( As = 2835.V .50 dari tulangan tarik = 2454.68 Penulangan pile cap Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.012 = 11 11 = 62.65 Gambar 5.50 MPa.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0.00 D25 .35 D16 .29 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.200 (As = 1005 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang V = Pu 684.2 * 4908.300/500 1.100 (As = 4908.200 100 1.100 1.75 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 16 . maka tidak diperlukan tulangan geser.200 D19.100 Ø10 . ( L2A098005 ) .104 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Tulangan tarik digunakan tulangan D 25 .74 = 981. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 300/500 D16 .74 mm2) Tulangan tekan digunakan 0.

2 x 1.80 ρ 2 ρ = 0.132 ton/m ƒ Berat lapis pondasi = 0. Beban Mati ( qd ) ƒ Berat sendiri = 0..sebagai.6 = 1.0062 x 1000 x 142 = 880.332 + 1.600 ton/m ƒ Berat pavement = 0...149 = 192 ρ − 1083..52 = 2.0 x 1.25 x 1.7 x 1..0x 2.4.y = 240 Mpa b = 1000 mm d = 200 – ( 50 +16/2 ) = 142 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ .0062... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.632 ) x 2..V .6 x 1.. × fy⎜⎜1 − 0.2 = 0.5 x 1.0 x 2. Beban Hidup ƒ Beban kendaraan dibelakang bangunan penahan tanah diperhitungkan senilai dengan muatan tanah setinggi 60 cm..588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 142 ⎝ 1.05 x 1. Pembebanan pada plat injak : a. ( L2A098005 ) .316 × 10 7 240 ⎞ ⎛ = 0.600 ton/m 1..00 m..c = 25 Mpa f.2 = 0.40 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...0 x 2..0058.disain As = ρ x b x d = 0.2 = 0.ρ > ρ min dipakaiρ .632 ton/m = 1/8 x ( 1.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 2.4 BANGUNAN PELENGKAP 5..332 ton/m b. tebal plat injak direncanakan setebal 20 cm dan lebar 7..2 x 1.ρ min = 0.105 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.316 tonm’ Momen yang bekerja : Mu = 1/8 x q x L2 di ketahui : f.1 Pelat Injak Plat injak adalah bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi mencegah terjadinya penurunan elevasi muka jalan oleh beban kendaraan pada oprit. Beban hidup ql = 0.0 x 1.8 × ρ × 240⎜1 − 0.

6 = 0.322 ton/m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 = 0. ( L2A098005 ) .106 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan Ǿ.20 x 2.082 mm2 Dipakai Ǿ.05 x 2.123 ton/m’ Gaya yang terjadi permeter lebar wing wall = 17.0 ) x 1.1 = ( 0.2 dari luas tulangan utama = 268.1 ) x 1.V .333 x 5.00 m 4.155 = 3.25 x 2.333x1.964 x 0.632 + 1.25 5.6 = 1.1 + q.5 x γ.2 = 1.035 ton/m’ Total beban yang bekerja pada wing wall = 17.1 x H2x Ka x 1.964 ton/m2 Ka = Tg2 ( 45 –Ǿ/2 ) = tg2 ( 45 – 30/2 ) = 0.6 = 12.20 + 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.333 Pa.155 = 5.00 Gambar 5.632 ton/m2 Akibat beban plat injak dan pavement q2 = ( 0.7x 5.10 – 200 ( As = 392.60 x 1.70 mm2 ) 5.5 + 0.5x 1.1552 x 0.332 = 2.155 WING WALL Panjang 11.69 Konstruksi wing wall Pembebanan pada wing wall q.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.088 ton/m’ Pa.16 – 200 ( As = 1340.1 = q x Ka x H = 2.2 = 1.332 ton/m2 q = q.60 x γ.00 0.123 x 1/5.2 Perencanaan Wing Walls 3.6 = ( 0.4.70 ) x 1.

50 6 6 Vu < φ .56 ρ 2 ρ = 0.75 = 9.136 × 10 4 Vu = = 0.136.5 x q x L2 = 0.70 mm2 ) ™ Tulangan Geser Vu = 3.107 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pada perencanaan wing wall konstruksim dianggap sebagai Kantilever. sehingga momen yang terjadi terhadap bentang 2.561 tonm’ di ketahui : f..561 × 10 7 400 ⎞ ⎛ = 0..41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.8 × ρ × 400⎜1 − 0.Vc tidak perlu tulangan geser b×d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.. ( L2A098005 ) ..Vc = φ = 0.ρ < ρ min dipakaiρ min sebagai.0035 x 1000 x 342 = 1197 mm2 ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan D..322 x 2.00347 ρ min = 0...267 b × d 1000 × 342 fc 25 φ .588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 12..16 – 200 ( As = 1340. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..13 – 200 ( As = 392.074 = 320 ρ − 3010.0035.V .322 × 2.y = 400 Mpa b = 1000 mm d = 400 – ( 50 +16/2 ) = 342 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ × fy⎜⎜1 − 0.2 dari luas tulangan utama = 268.75 m : Mu = 0.5 x 3.752 = 12.ton 9.082 mm2 Dipakai D.c = 25 Mpa f.disain As = ρ x b x d = 0.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 342 ⎝ 1.60 = 0.

2 = 1.9 m dari alas pondasi dan dimensi direncanakan sebagai berikut 200 Pas.4.3 Perhitungan Dinding penahan Tanah Dinding penahan tanah jalur jembatan Kabelukan pada bagian sebelah timur.108 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 3.80 ton/m2 320 Gambar.00 m 4.200 0.25 D. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5.13 .676 ton/m3 80 410 40 40 240 40 Ø2 = 30° C. Dinding ini direncanakan dengan menggunakan material pasangan batu kali dengan tinggi maksimal 4.16 .00 D. batu kali γ1 = 1.00 Gambar 5.75 ton/m2 γ2 = 1.155 D.16 .13 . ( L2A098005 ) .70 Penulangan wing wall 5.V .7 ton/m3 Ø1 = 30° C.200 Panjang 11.71 Dimensi dinding penahan tanah ( DPT ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 D.200 5.1 = 1.

020 ton/m2 ƒ γ.2 40 1 P. 1tanah urug = 1.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ kp 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan . batu kali = 2.2 = 0.2 26.1 tanah urug = 30o ƒ γ.72 Beban yang bekerja pada dasar DPT Data teknis : ƒ q = 1.90 x 0. 2tanah dasar = 1.70 ƒ Ǿ.2 ton/m3 ton/m3 Tekanan tanah Aktif.676 ton/m3 ƒ Ǿ.80 ton/m2 ƒ γ pas.67 P.5.796 ton = 1.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.664 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 8.333 = 6. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .02 ton/m2 40 320 Gambar.2 x⎜ 45 + ⎟ = 3.V .2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .70 x 0.460 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .5 x H2 x γ1 x ka = 0.2 tanah dasar = 40o ƒ C.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .020 x 4.1 245 410 q = 1.5 x 4.1 = q x H x ka P. Terhadap alas dinding penahan tanah 4 80 163 2 3 40 240 PP.333 = 1.000 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P.1 PP.902 x 1.2 tanah dasar = 1.109 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pembebanan A.

5 x h2 x γ2 x kp = .609 ton kp x h = .800 MV ton.450 ) + ( 6.2 x Y.3 = 0.400 1.400 m y.676 x 3.2 ) .432 8.2 x y.600 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.000 x 0.608 9.80 x 3.m' 8.048 X m 2.70 ƒ Ǿ.500 2.267 m MH = ( P.100 2.5 x 0.2 = -0.796 x 1.3 ) – ( PP.450 m y.2 ton/m3 ton/m3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.609 x 0.1 136.448 7.20 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.1 x y.806 39.2 x 1.788 21.633 m y.632 2. ( L2A098005 ) .400 ) – ( 1.80 = -4.020 5. batu kali = 2.1 tanah urug = 30o ƒ γ pas.1 tanah urug = 1.5.00 = -1.1 ) + ( P. 1 2 3 4 Total Berat (W) ton 3.7 205 P.988 x 0.659 14.750 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.1 = 2.802 x 1.4 ) = ( 1.560 1.988 ton Total Beban Horisontal ( H ) = -6.346 B.0.020 ton/m2 ƒ γ.5.2 = 1.664 x 2.2 1 2 40 200 Gambar.110 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ PP. Terhadap pangkal badan dinding penahan tanah 410 P.640 No.V .73 Beban yang bekerja pada pangkal DPT Data teknis : ƒ q = 1.597 ton y.1 x y.633 ) – ( 4.640 4.267 ) = 12.4 = 0.( PP.1 = -2 x C2 x PP.

2 x y.758 x 1.808 Kontrol Stabilitas Konstruksi Kontrol terhadap guling Fs = ∑ ∑ Mv Mh >2 = 39..oke xBx x 6 21.367 ) = 9..086 > 2.000 -0.10 x 0.628 X m -1.5..100 No.200 -4..1 = 2.346 − 12.050 m y..φ + CxB + PP > 1.5 x H2 x γ.V .m' -3....70 x 0.393 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 6.048 x tan .897 > 1.020 12.. 1 2 Total Berat (W) ton 3..750 ⎞⎟ = 0...050 ) + ( 4.750 Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vx tan .020 x 4...2 x⎜ 45 − ⎟ = 0..8 x3.5 x 4.1 x y.460 Kontrol terhadap stabilitas tanah ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = 1 ∑ M = 1 x3.102 x 1..597 = 2.2 − ⎛⎜ 39.608 -1..333 = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 + 6.2 ) = ( 1.346 = 3..758 ton = 1.1 = q x H x ka P.133 MV ton.367 m MH = ( P..393 X 2. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan ..048 2 ⎝ ⎠ ∑V 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P..2 = 0.111 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tekanan tanah Aktif..5.640 4...608 9.151 ton y.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan . ( L2A098005 ) ...336 < 1 xB .oke 12.30 + 1..1 ) + ( P...5 ∑H = 21.2 = 1..333 = 4.1 x ka = 0.21 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.360 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.oke 8.

336 ⎞ ton x⎜ 1 + ⎟ = 10.5 dimana f adalah faktor geser pasangan semen = 1 Fs = 12. tan ah 3..4 x1 ⎝ 2.oke 6.4 ⎠ m 1 ⎛ 9...kali 2.5.....048 ⎛ 6 x0..626 ⎛ 6 x0.112 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ mak = 21.V .. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.. pasangan.360 < x 2..628 x1 = 2..batu .808 ⎞ =⎜ ⎟ = 0.053 > 1.360 − 4.997 2 > σ ij int .2 ⎠ m Kontrol Kekuatan Bahan Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vxf ∑H > 1...4..721 2 < σ ijin.360 ⎞ ton x⎜1 + ⎟ = 9.....2 x1 ⎝ 3. ( L2A098005 ) .626 ⎠ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.151 Kontrol terhadap tegangan pasangan batu kali ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = ∑M ∑V mak = 12.oke 6 ⎝ 12.

5. 0 + 115 PLv = STA 0 + 65 g. Alinyemen vertikal dalam perencanaan jembatan Kabelukan terdiri dari dua type : ƒ Tipe Cembung ( Crest Vertikal Curve ) ƒ Tipe Cekung ( Sag Vertikal Curve ) Untuk memudahkan dalam perhitungan dan pelaksanaan digunakan lengkung parabola derajat 2.91 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 90 Elv.4 Perhitungan Oprit Pada perencanaan jembatan aspek geometrik jalan yang menuju dan meninggalkan jembatan harus direncanakan dengan baik.218 ) Lv = 50 m PTv = STA. 0 + 90 ( elv. 0 + 115 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4. A. Pada perencanaan geometrik pada jembatan Kabelukan ditinjau terhadap kondisi alinyemen horisontal dan vertikal.2 = 2.5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.113 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. 99. 99.4.4. untuk menghasilkan disain yang optimal sesuai dengan standart yang berlaku. ( L2A098005 ) .1 = 0% PPv = STA. STA.8 Alinyemen Horisontal Perencanaan alinyemen horisontal pada jembatan Kabelukan tidak diperlukan karena posisi jembatan lurus dengan ruas jalan yang ada.682% g. 5. sehingga diharapkan menghasilkan suatu jalan lengkung yang aman dan nyaman untuk dilintasi.V .9 Alinyemen Vertikal Lengkung vertikal digunakan untuk merubah kelandaian memanjang secara berangsur-angsur dan harus sederhana dalam perencanaan serta memudahkan dalam pelaksanaannya.218 Gambar.

682 % ∆ = ( g.230 m Ev = PLv = PPv − 0 x50 g.X (m) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y (m) 0.278 99.459 99. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No.761 99.647 99.2 – g.V .2 ) = 2.107 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.060 0.1 = 0.225 99.218 99.547 99.027 0.889 g.20 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 101. 0 + 190( elv.245 99.241 0.114 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ di ketahui : g.543 0.2 xLv = 99.1xLv = 99.682% Lv = 50 m ……… ( grafik.329 0.v.325 99.900 ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5. Y ∆xX 2 = 200 xLv g.1xX 2 +Y = PLv + 100 STA.218 m PTv = PPv + 2.007 0.2 = 2.218 − 100 x 2 200 = 99.000 0.889 m Tabel.429 0.1 .682 % – 0 = 2.218 + 100 x 2 200 = 99. ( L2A098005 ) .386 99.00 % g.671 Tx Tx (m) 99. 0 + 115 STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 065 0 + 070 0 + 075 0 + 080 0 + 085 0 + 090 0 + 095 0 + 100 0 + 105 0 + 110 0 + 115 Dimana : B.682 x50 = 800 800 = 0.168 0. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 3.682 x50 g.

V - 115

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

PPv = STA 0 + 190
Elv. 101,900
g.2 = 0%
g .1

82 %
= 2,6

PTv = STA. 0 + 230

PLv = STA 0 + 150

Lv = 80 m

Gambar.5.92 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 190
di ketahui :
g.1

= 2,682 %

g.2

=0%

= ( g.1 – g.2 ) = 2,682 % – 0 = 2,682%

Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,682 x80
=
800
800

= 0,268 m

Ev

=

PLv

= PPv −

2,682 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,827 m

PTv

= PPv +

0 x80
g.2 xLv
= 101,900 +
100 x 2
200

= 101,900 m

TabeL.5.21 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 190

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 116

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
STA
0 + 150
0 + 155
0 + 160
0 + 165
0 + 170
0 + 175
0 + 180
0 + 185
0 + 190
0 + 195
0 + 200
0 + 205
0 + 210
0 + 215
0 + 220
0 + 225
0 + 230

Dimana :

C.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y=

g.1 .X
(m)
0
13.41
26.82
40.23
53.64
67.05
80.46
93.87
107.28
120.69
134.1
147.51
160.92
174.33
187.74
201.15
214.56

∆xX 2
200 xLv

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.038
0.067
0.105
0.151
0.205
0.268
0.339
0.419
0.507
0.603
0.708
0.821
0.943
1.073

Tx= PLv +

Tx
(m)
100.827
100.957
101.078
101.192
101.296
101.393
101.481
101.560
101.632
101.694
101.749
101.795
101.833
101.862
101.883
101.896
101.900

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 375 ( elv. 101,900 )

g.1 = 0%

PLv = STA 0 + 335

PPv = STA 0 + 375
Elv. 101,900
g .1
=2
,7 3
8%

PTv = STA. 0 + 415

Lv = 80m

Gambar.5.93 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 375
di ketahui :
g.1

=0%

g.2

= 2,738 %

= ( g.2 – g.1 ) = 2,738 % – 0 = 2,738%

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 117

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,738 x50
=
800
800

= 0,274 m

Ev

=

PLv

= PPv −

0 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 101,900 m

PTv

= PPv −

2,738 x80
g.2 xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,805 m

TabeL.5.22 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 375
STA
0 + 335
0 + 340
0 + 345
0 + 350
0 + 355
0 + 360
0 + 365
0 + 370
0 + 375
0 + 380
0 + 385
0 + 390
0 + 395
0 + 400
0 + 405
0 + 410
0 + 415

Dimana :

D.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y

=

g.1 .X
(m)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

∆xX 2
200 xLv

Tx

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.039
0.068
0.107
0.154
0.210
0.274
0.347
0.428
0.518
0.616
0.723
0.839
0.963
1.095

= PLv −

Tx
(m)
101.900
101.896
101.883
101.861
101.832
101.793
101.746
101.690
101.626
101.553
101.472
101.382
101.284
101.177
101.061
100.937
100.805

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 475 ( elv. 99,162 )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

2 = 0% PPv = STA.0 Lv = 50 m ……… ( grafik.162 m TabeL.5.1xLv = 99.171 m Ev = PLv = PPv + 2.5.738% No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 2.V . 99.162 − 100 x 2 200 = 99.738 x50 = 800 800 = 0. 0 + 475 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.2 ) = 1. 0 + 475 di ketahui : g.162 + 100 x 2 200 = 99. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya = 2.846 m PTv = PPv − 0 x50 g.676 .1 = 2.118 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Lv = 50 m PLv = STA 0 + 450 PTv = STA.23 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.1 = 2.v.738 x50 g.738% g.2 =0% ∆ = ( g.738 % g. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) . 0 + 475 Elv.1 + g.2 xLv = 99. 0 + 500 g.94 Perencanaan elenyemen vertikal STA.162 Gambar.

189 99.901% Tabel. 0 + 400 dengan kondisi jalan dua jalur dan satu arah .062 0.1xX +Y 100 5.171 0.223 99. Masa perencanaan sampai pelaksanaan dilaksanakan tahun 2003 sampai 2005 dan akhir umur rencana tahun 2011 dengan pertumbuhan lalu lintas ( i ) sebesar 4./hari 10856 7147 3248 1097 3498 LHR 2011 kend.600 99.4.333 99.119 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 450 0 + 455 0 + 460 0 + 465 0 + 470 0 + 475 0 + 480 0 + 485 0 + 490 0 + 495 0 + 500 Dimana : Y g.V .5.846 99. 0 + 00 sampai STA.438 0.9 = ∆xX 2 200 xLv Y (m) 0.246 0.83 109.10 Perhitungan Tebal Perkerasan Perencanaan perkerasan di rencanakan untuk jalan menuju dan meninggal jembatan sepanjang STA./hari 8965 5902 2682 906 2889 LHR 2005 kend. ( L2A098005 ) ./hari 14465 9523 4328 1462 4662 LHR akhir tahun rencana ( 2005 ) untuk satu jembatan Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.408 99. 13 ton Truk 3 as.76 68.45 82.497 99.21 136.901% .335 0.027 0.007 0.271 99.168 99.000 0.554 0. 20 ton LHR 2001 kend.24 Pertumbuhan LHR ( kendaraan/hari ) ruas jalan Pekalongan – Pemalang tahun 2005 dan 2011 No 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan Kendaraan Ringan < 2 ton Kendaraan Ringan 5 ton Bus 8 ton Truk 2 as.110 0.38 41.X (m) 0 13.14 95.52 123.162 = PLv − g. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.685 Tx Tx (m) 99. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rencana ( LHR ) Rumus pertumbuhan lalu lintas : LHR = LHRjx(1 + i % ) n Dimana pertumbuhan lalu-lintas ( i ) sebesar 4.716 99.07 54. A.1 .69 27.

7 x 0.2026 ƒ Truk 3 as. 20 ton = 1749 x 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Akhir ( LEA ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 x 0.1410 = 0.6 x 0.0183 = 0.0004 = 1.0648 = 409.7359 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0183 + 0.0004 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 0.0375 C. 13 ton = 731 kendaraan ƒ Truk 3 as. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. 13 ton = 0.0002 + 0.6 x 0.7452 = 1.0648 ƒ Truk 3 as.0219 ƒ Bus 8 ton = 0. 13 ton = 549 x 0.1593 = 181.V .120 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 1624 kendaraan ƒ Truk 2 as. Koefisien distribusi untuk 2 jalur 1 arah adalah : Kendaraan Ringan < 5 ton = 0.0036 + 0.1410 + 0.7 ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 x 0.3027 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 x 0. 20 ton = 0.9238 = 1.0002 = 0.7 x 1.0375 =1270.6 Kendaraan Berat > 5 ton = 0.2113 Total LEP =1908. Perhitungan Angka Ekivalen ( E ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 0.6 x 0. 13 ton = 549 kendaraan ƒ Truk 3 as.9624 ƒ Bus 8 ton = 1624 x 0. 20 ton = 1749 kendaraan LHR awal tahun rencana ( 20015 ) untuk satu jembatan ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 2164 kendaraan ƒ Truk 2 as.2923 + 0.0004 = 1. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan ( LEP ) LEP = ∑ LHRjxCjxEj Dimana : Cj = Koefisien distribusi kendaraan.0219 = 46.1593 ƒ Truk 2 as.7 x 1. ( L2A098005 ) . 20 ton = 2331 kendaraan B.0922 ƒ Truk 2 as.7712 D.

5 − (3.12 = 39.2 = 20 cm ITP = ( a.6 x 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Rencana ( LER ) LER = LET 6x UR 6 = 2226.3 = 11.49 .5 H.7603 10 10 G.1 ) + ( a.13 x 20 ) + ( 0. FR = 1.8582 ƒ Truk 3 as.5 = ( 0.90 : IP = 2.35 x 10 ) + ( 0.25) 0.8888 Total LEA =2543.3 = 0.5727 ƒ Bus 8 ton = 2164 x 0.7 x 1.1 = 10 cm ƒ Tebal lapis pondasi atas untuk ITP 10 – 12.12 x D. DDT = 4.3 ) 11.14 D.3 x D.7 x 0.2 ) + ( a.7076 ƒ Truk 2 as.7712 + 2543.121 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 x 0. 20 ton = 2331 x 0. 13 ton = 731 x 0.2672 2 2 F.3 ) D.5 .7632 E.5 + 3.V .58 40 cm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.13 ƒ Pondasi bawah Sirtu CBR 50% a.0648 = 544.5 Dari nomogram lampiran1 ( 2 ) Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen didapat nilai ITP 11. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 x D. ( L2A098005 ) .7 x 1.1 = 0.2672 x = 1335.0375 = 1692.35 ƒ Pondasi atas batu pecah CBR 80% a. Perhitungan Tebal Perkerasan Koefisien Kekuatan relatip bahan : ƒ Lapis permukaan ( Laston MS 590 ) a. Perhitungan Indek Tebal Perkerasan ( ITP ) CBR tanah dasar = 5.7632 = = 2226.12 Tebal minimal susunan perkerasan : ƒ Tebal lapis perkerasan laston untuk ITP > 10 D.0219 = 62. Perhitungan Lintas Ekivalen Tengah ( LET ) LET = LEP + LEA 1908.1 x D.2 = 0.1593 = 241.

5 PERHITUNGAN DINDING PENAHAN TANAH Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .590 Pondasi bawah Sirtu kelas B ( CBR 50% ) Tanah dasar Gambar.95 Lapis konstruksi perkerasan 5.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5.122 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 25 Pondasi atas Batu pecah klas A ( CBR 80% ) 40 10 Lapis permukaan Laston MS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful