ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V-1

BAB V
PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.1 Data Perencanaan Jembatan

h

5m

45 m

Gambar 5.1 Skema Rangka Baja
Data-Data Bangunan
1. Bentang total

: 45,00 m

2. Lebar jembatan

: 9,00 m

3. Lebar lantai kendaraan

: 2 x 3,5 m

4. Lebar trotoar

: 2 x 1,00 m

5. Mutu baja

: BJ 37

6. Sambungan

: baut

7. Mutu beton

: fc 30 Mpa

8. Mutu tulangan

: fy 400 Mpa

9. Konstruksi atas:
a. Struktur rangka

: rangka baja

b. Lantai jembatan

: lapis aspal beton

c. Perikatan angin

: tertutup

10. Konstruksi bawah:
a. Abutment

: beton bertulang

b. Pondasi

: sumuran

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-2

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

5.2. Analisa Elemen Struktur
5.2.1

Perhitungan Sandaran

hs

ls
Gambar 5.2 Sandaran pada Jembatan
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna jembatan
khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan
Raya hal 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horisontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada tinggi
90 cm di atas lantai trotoar.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 800.300 dengan
ketinggian profil 80 cm, sedangkan tinggi pelat lantai 20 cm, maka tinggi sandaran
dari titik terbawah rangka induk :
hs = 0,8 + 0,2 + 1,15 = 2,15 m
Sedangkan tinggi total rangka :
h total rangka = 5 + 0,2 + 0,8 = 6 m
Sandaran diasumsikan menumpu sendi pada rangka utama dengan panjang
sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) :

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V-3

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

2,15 m

6,0 m

Dengan menggunakan perbandingan segitiga :

l
ls
5,0 m

l
6−2,15
=
dimana l = 0,5 ls
2,5
6
l = 1,604 m

ls = 2 x l
ls = 2 x 1,604 = 3,21 m

Gaya yang terjadi akibat beban 100 kg/m’ :
q = 100 kg/m'

A

3,21 m

B

Gambar 5.3 Pembebanan pada Sandaran Jembatan

RA = RB =
Mh =

q h x ls
= 160,5 kg
2

1
1
qh x ls2 = x 100 x 3,212 = 128,8 kgm
8
8

Sandaran direncanakan menggunakan pipa Ø 76,3

a. Data Perencanaan :

σ ijin = 160 Mpa = 1600 kg / cm2
E baja = 2,1 x 105 Mpa

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

7 DxS = 41.5 x 18.98 kg/cm2 = I 71. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.7 3) Terhadap geser τ = 160.2 cm2 W = 18.5 cm i = 2.5 2) Terhadap momen σu < σ ijin Mu < σ ijin W 12880 = 688.OK 384 x 2.14 kg/cm2 τ < τijin……………………………………………OK → Pipa Ø 76.53 cm F = 11.58 x σ ijin = 0.07 cm………. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.79 kg/m c. Kontrol terhadap bahan dan tegangan yang ada : 1) Terhadap lendutan 5 x q h x l4 l < 384 x E x I 300 5 x 1 x (321)4 = 0.63 cm I = 71.5 τijin = 0. ( L2A098005 ) . Data Teknis Profil : t D D = 7.7 cm3 G = 8.5 cm4 t = 0.3 dapat dipakai untuk sandaran.58 x 1333 = 773.921 cm < 1.V-4 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.1 x 106 x71.77 kg/cm2 < 1600 kg/cm2…………OK 18.

0 x 2500 kg/m = 500 kg/m 3) Berat DeckBaja = 1. Beban Hidup 1) Beban horisontal pada kerb (PL) = 500 kg/m x 1.72 kg / m + WD = 1072. ( L2A098005 ) .25 x 1.V-5 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 Perhitungan Lantai Trotoar q = 500 kg/m2 P = 500 kg/m 25 cm 20 cm 100 cm Gambar 5. a.2.0 = 500 kg/m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Beban Mati 1) Beban trotoar = 0.2 x 1.72 kg/m b.0 x 22.4 Pembebanan pada Trotoar Berdasarkan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 hal 10 : ¾ Konstruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup sebesar 500 kg/m2 ¾ Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat menahan satu beban horisontal ke arah melintang jembatan sebesar 500 kg/m’ yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm di atas permukaan lantai kendaraan apabila kerb yang bersangkutan lebih tinggi dari 25 cm.0 = 500 kg 2) Beban merata pada trotoar (qL) = 500 kg/m2 x 1.72 kg /m2 = 22.0 x 2200 kg/m3 3 = 550 kg/m 2) Beban lantai jembatan = 0.

2 x 548.23632 kNm d. Penulangan lantai beton hanya direncanakan sebagai tulangan minimum yang ditujukan hanya untuk menahan susut.72 x 12 = 536. sebagai acuan untuk pengisi beton yang berfungsi mendukung seluruh beban mati.36 kgm ML = PL x 0. Perhitungan Tulangan Pelat lantai kendaraan jembatan baja ini adalah lantai beton dengan menggunakan lembaran baja gelombang (deck plate) merk combideck® produksi PT.35 + 0.35 + 0. Perhitungan Momen MD = 0.6 x 425 = 1323.632 kgm = 13.P Hokayu Indonesia.5 x 1072. Tegangan yang terjadi: Mx = 1323.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V-6 c.6 ML = 1.5 x WD x L2 = 0.2 MD + 1. ( L2A098005 ) . beban lalu lintas dan beban-beban lateral yang terjadi.2 = 82.632 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 132363.727 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 + 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x qL x L2 = 500 x 0.5 x 500 12 = 425 kgm Mu = 1.

V-7 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 5 70 70 Gambar 5. t Ys = 21.5942 cm2/m.72 kg / m2 Is = 40.5 Profil Deck Baja = 1600 kg / cm2 σ ijin As = 26.64 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 Penulangan arah X Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.2 = 365. ¾ Data teknis Mu = 1323.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.85.5 Mpa 25.632 kg.mak x = 0.3825 = 25.f’c ρ max = F.2 = 16. Berat = 22.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.5 400 = 0.0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0. ( L2A098005 ) .85 × 450 600 + 400 = 0.17 mm.3825 x = 0.46 cm4/m. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = • Mx 132363.85 x 30 Rl fy = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

..93 cm2 10 ..... As terpasang 3.4 x 25..08 100 × 16.0241 100 × 16.5 400 = 2..25 % dari luas beton As = 0.4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0..V-8 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1..10 – 200..200 • 12 .. ( L2A098005 ) .... Terpasang 6..4 400 = 0...6 Denah penulangan trotoar Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0... 12 – 200 As.8 = 1654.54 kg.08 = 1.55 cm² Digunakan tulangan Ø. Oke Penulangan Arah sumbu Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 6.m’ = 165454 = 0....4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1.0244 F < F.....08 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 6..632 0..0241 = 0.4 = 0.75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ....25 % x As.0035 = 1323.200 Gambar 5..25 % x 100 x 15 = 3.0037 ρ min < ρ < ρ mak.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.c = 0.mak ..0244 x 100 x 16...216 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0..

3 Perhitungan Pelat Lantai Kendaraan a.75 Gambar 5.228 ton.819624 x 1.819624 x 1.75 1.05 x 1 x 2. Pembebanan 1) Beban Mati a) Pelat lantai komposit : 0.m’ M lap 2) Beban T Beban T dianggap sebagai beban terpusat sebesar 10 Ton di tengah bentang antara dua gelagar memanjang Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya 1987 : Beban T adalah beban yang merupakan kendaraan truk yang mempunyai beban roda ganda (dual wheel load) sebesar 10 ton.2 x 1 x 2.02272 = 0.05 x 1 x 1 = 0. M max = ¼ P L = ¼ x 10 x 1. ( L2A098005 ) .5 T/m’ b) Perkerasan : 0.75 1.2.05 T/m’ d) Deck Baja : 1 x 0.2 WD = 0.V-9 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.68272 T/m’ Wu = 1.752 = 0.2 = 0.m’ = 1/11 x Wu x L2 = 1/11 x 0.02272 T/m’ + WD = 0.251 ton.819624 ton/m’ 1/24 1/10 1/11 1.75 = 4.5 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.375 ton m 3) Beban Angin Beban angin bekerja pada kendaraan dengan arah horisontal sebesar q = 150 kg/m2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 Koefisien momen pada plat menerus M tump = 1/10 x Wu x L2 = 1/10 x 0.752 = 0.75 1/11 1/24 1/10 1/16 1/16 1/11 1.11 T/m’ c) Air hujan : 0.

875 cm3 = 1600 σs Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.05 ton m Momen Total : M lap → Ml = 0.05 = 5.8 x 150 = 1542. Perhitungan Tulangan 1) Arah X Pada desain kekuatan deck baja digunakan teori elastis sedang pada desain beton bertulang digunakan teori kekuatan batas.301 Tm b.543 x 1.857 kg = 1.543 Ton 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 T = 10 + 1. ( L2A098005 ) .8 Beban akibat Angin Reaksi pada roda = Beban roda + angin → 2 x 9 x 1.251 + 5.278 Tm M tump → Mt = 0.228 + 5.75 = 5.05 = 5.10 200 cm ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 80 cm q = 150 kg/m 2 175 cm Gambar 5.V .543 = 11.543 Ton M max = ¼ P L = ¼ x 11. ” Pada Lapangan Tegangan yang terjadi: Mx = 5278 kg m σ s = 1600 kg / cm2 σs = Mx ≤ σs Wx Wx = Mx 527800 = 329.

46 cm4/m.5 Mpa 25.5 400 = 0.V .85.17 mm.11 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Data Deck Baja yang dipakai adalah : 200 75 70 70 120 = 1600 kg / cm2 σ ijin 5 70 70 As = 26.f’c ρ max = F.01 kg / cm2 ≤ 1600 kg / cm2 …………OK = Wx 362 ” Tulangan Pada Tumpuan Plat pada tumpuan menerima momen negatif yang harus dipikul oleh tulangan.85 x 30 Rl fy = 0.5942 cm2/m. ( L2A098005 ) .0 cm ¾ Perhitungan penulangan d = h – d’ – ½Øtul = 20 – 3 – ½*1.3825 = 0. ¾ Data teknis Mu = 5301 kg. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.72 kg / m2 Is = 40.m’ b = 100 cm f’c = 30 Mpa h = 10 cm fy = 400 Mpa d’ = 3.02438 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3825 x = 25.2 = 16. = 5 mm 3 Wx = 362 cm Cek tegangan yang terjadi pada deck baja : σs = Mx 527800 = 1458.4 cm F mak = Rl β1 × 450 600 + fy = 0. t Ys = 21. Berat = 22.85 × 450 600 + 400 = 0.mak x = 0.

Tulangan Single As = Fxbxd x Rl fy = 0.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.10 – 200.0077 ρ min < ρ < ρ mak.6641 cm² 400 Digunakan tulangan Ø.0966 = 0.68 100 × 16.12 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ρ min = 1..4 400 = 0..536 cm2 Syarat minimal untuk tulangan pokok dan pembagi adalah 0.........c = 0. Oke 2) Arah Y Penulangan arah Y berfungsi sebagai tulangan pembagi yang besarnya 20 % dari tulangan pokok : As = 20 % x 12..25 kg.4 2 × 255 = 1 − 1 − 2 × 0.25 % dari luas beton As = 0..V .68 cm2 Cek terhadap ρ min : ρ = As b×d = 12.5 = 10..4 x 25.....m’ = 662625 = 0..0966 100 × 16..102 F < F.102 x 100 x 16.4 = 0... Terpasang 12.4 fy Mn = mu K = Mn b × d 2 × Rl F = 1 − 1 − 2k φ = 1.. As terpasang 3.25 % x As...8 = 6626. 12 – 100 As.75 cm2 Digunakan tulangan pembagi Ǿ...mak ........93 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .68 = 2..0035 = 5301 0....25 % x 100 x 15 = 3.

1.75 m Gambar 5.13 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 12 .9 Denah penulangan pelat lantai 5.75 m 1.4 Perhitungan Gelagar Memanjang 5m Direncanakan gelagar memanjang tidak komposit.200 12 .200 12 .75 m 1.2.V .200 12 .200 1.200 12 .200 12 .200 10 .10 Pola Pembebanan pada Gelagar Memanjang Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 POT ONGAN MEMANJANG Gambar 5.200 10 . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 M POT ONGAN MELINT ANG 10 . ( L2A098005 ) .75 m 1.

V - 14

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

a. Beban

1) Beban Mati
a) Berat pelat lantai

: 0,2 x 1,75 x 2,5

= 0,875 t/m

b) Perkerasan

: 0,05 x 1,75 x 2,2

= 0,1925 t/m

c) Air hujan

: 0,05 x 1,75 x 1

= 0,0875 t/m

d) Deck Baja

: 1,75 x 0,02272

= 0,03976 t/m

e) Berat Profil perkiraan

= 0,1
q1

t/m+

= 1,29476 t/m

2) Beban Hidup
Beban D
Sesuai tabel 3 Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 11

untuk 30 m < L < 60 m, maka q = 2,2 -

L = 45 m → q = 2,2 -

1,1
(L − 30)
60

1,1
(45 − 30) → q = 1,925 t/m
60

Jarak antar gelagar memanjang = 1,75 m
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 →
Beban terbagi rata =
=

q
x αxs
2,75

1,925
x 1 x 1,75
2,75

= 1,225 t/m
= 1225 kg/m
→ q total = 1294,76 + 1225
= 2519,76 kg/m
a) Koefisien kejut
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
K = 1+

20
50 + L

K = 1+

20
50 + 45

K = 1,21

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

V - 15

b) Beban garis
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 :
P xαxsxK
2,75

Beban garis =

12
x 1 x 1,75 x 1,21
2,75

=

= 9,24 t
= 9240 kg
Momen max = 1 qtotal x L2 + 1 PL
8
4
=

1
1
x 2519,76 x 5 2 + x 9240 x 5
8
4

= 19360,81 kgm
Dalam merencanakan gelagar memanjang di tinjau gelagar yang paling banyak
menerima beban yaitu yang berada di tengah.

Wx

=
=

Momen max
σ

1936081
= 1210,05cm 3
1600

digunakan profil IWF 350 x 250 x 14 x 9 - 79,7
t2

t1

h

b

Gambar 5.11 Penampang Profil Gelagar Memanjang
Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 16

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Data Profil :
Berat =

79,7 kg/m

Ix

=

21700 cm4

h

=

350 mm

Iy

=

3650 m4

b

=

250 mm

ix

=

14,6 cm

F

=

101,5 cm2

iy

=

6 cm

t1

=

9 mm

Wx

=

1280 cm3

t2

=

14 mm

Wy

=

292 cm3

a. Check berat sendiri

Berat asumsi ≥
100 kg/m ≥

berat profil
79,7 kg/m………………..OK

b. Perhitungan Tegangan
σ ts

σ bs

Gambar 5.12 Diagram Tegangan Profil Baja
σ ts

= σ bs
=

Momen maximum / wx

=

1936081
1280

= 1512,56 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 …………………. OK
c. Kontrol lendutan

f ijin =

f

500
L
=
= 1 cm
500 500
5 x q x L4
P x L3
+
=
384 x E x I profil
48 x E x I profil

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

05 16.OK d.1 x 8. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.65 kg 16.05 + 2 x 0.1 x 10 6 x 21700 = 0.V .9 x 16.58 x σ ijin = 0.46 x 5/2 + 9240 = 15488.505 0.2234 x 2) = 731.4 cm 25 cm 0.1 x 10 6 x 21700 48 x 2.1 cm 8. Cek Tegangan Geser Dmax = 2499.65 × 731.44636 + 0.9946) x 500 4 9240 x 500 3 + 384 x 2.58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….9 cm Gambar 5.13 ½ Tinggi Penampang Gelagar Memanjang Sx = 25 x 1.52803 = 0.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1 – 0.505 cm3 = DmaxSx b Ix τ = 15488.8 cm 1.8 + 0. ( L2A098005 ) .9 x 21700 = 580.97466 cm < 1 cm…………………….858 x (16.134 kg/cm2 τ ijin = 0.4 x 16..17 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ = 5 x (24.

27446 x 5 = 6.V .75 x 2.00 Gambar 5.27446 t/m P1 = q1 x 5 m = 1.05 t/m 3) Trotoar : 0.5 = 0.75 x 2.00 1.05 x 1.2 = 0.03976 t/m 5.2 x 1 x 2.75 x 0.75 x 1 = 0. Berat pelat lantai : 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 1.75 1.05 x 1 x 1 = 0. Deck Baja : 1.14 Pola Pembebanan pada Gelagar Melintang a.0797 t/m q1 + = 1.1 x 5 = 5.3723 ton = 6372.75 1.25 x 1 x 2.75 1.5 = 0. Berat Gelagar memanjang = 0. Beban mati 1 1.1 t/m = q2 x 5m = 1.18 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perhitungan Gelagar Melintang Gelagar Melintang Gelagar Mem anjang 1. ( L2A098005 ) . Air hujan : 0.3 kg b.5 t/m 2) Air hujan : 0.02272 = 0.55 t/m + q2 Beban P2 = 1.2 = 0.875 t/m 2.2 x 1.1925 t/m 3.00 9. Perkerasan : 0.5 t = 5500 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Beban mati 2 1) Pelat lantai kendaraan : 0.0875 t/m 4.05 x 1.

6 kg = M max = RA x 4.75m P1 1.( 5500 + 3186.75 = 18244.15 kg P2+P3 1m P1 1.65 kgm c.( P2 + P3 ) 3.P1 x 1. Berat sendiri gelagar melintang → Ditaksir q = 250 kg/m M max = 1 q x l2 8 = 1 x 250 x 92 8 = 2531.75m P1 1.15) = 2 = 18244.5 .75m P2+P3 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.6372.75m 1m Gambar 5.3 + 2(5500 + 3186.V .25 kgm R gm = 1 q x l 2 = 1 x 250 x 9 2 = 1125 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.15 Distribusi Beban pada Gelagar Melintang RA 3P1 + 2(P2 + P3 ) 2 3 x 6372.3 = 3186.15 ) 3.19 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ sedangkan.75 = 40547. ( L2A098005 ) .6 x 4. P3 = ½ P1 = ½ x 6372.5 .3 x 1.5 .5 .

( L2A098005 ) .V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.16 Penggunaan beban “D” pada balok melintang L = 45 m → q = 2.1 (45 − 30) → q = 1.925 t/m 60 Jarak antar gelagar memanjang = 1.2 - 1.21 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5.50 1.925 x5 2.75 = 3.5 5.75 m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 → Untuk lebar 5.00 5.1 P1 q.00 9.3 q1 P2 q2 P2 q2 0.5 t/m = 3500 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .5 1.2 q. q1 = ½ x 3500 = 1750 kg/m’ c) Koefisien kejut Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : K = 1+ 20 50 + L K = 1+ 20 50 + 45 K = 1.75 = 1.75 0. Beban hidup q.5 m Beban terbagi rata = q x 5 2.00 Gambar.20 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d.75 5.

V .5 m P x K 2.75m 1. ( L2A098005 ) . q1 = ½ x 5280 = 2640 kg/m’ total q1 = 3500 + 5280 = 8780 kg /m total q2 = 1750 + 2640 = 4390 kg /m Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 10 : Dalam perhitungan kekuatan gelagar akibat pengaruh beban hidup pada trotoar diperhitungkan beban sebesar 60 % beban hidup trotoar.75 m P1 1.75 12 x 1.28 t /m Beban garis = = 5280 kg/m untuk lebar sisa : q2 = ½ .75m P1 0.75m B P2+P3 P2 P1 1.75 = 5. → Untuk trotoar q3 = 60 % x 500 kg/m2 x 1 m q3 = 300 kg/m q1 q2 q2 q3 A q3 5.75m 1m Gambar 5.75 m P2+P3 P2 1m 1.21 = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.17 Distribusi Beban Hidup Merata Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 m 1m 1m 0.21 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ d) Beban garis Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya halaman 8 : Untuk lebar 5.

75 = 81515 kg. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 – P1 x 3.6 cm2 B = 302 mm Ix = 339000 cm4 t.22 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ P2 = q1 x 1.25 + 81515 = 124593.75 = 15365 kg P1 = q2 x 0.75 + 300 x 1 + 8780 x 0.V .75 + q3 x 1 + q1 x 0.5 x 4.75 = 27737.125 = 4690 kg P1 Ra = Rb = ½ (2 x p1 + 3 x P2) = ½(2 x 4690 + 3 x 15365) = 27737.5 – 15365 x 1.125 = 4390 x 0.2 = 30 mm 8400 cm3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.119cm 3 1600 Dipakai profil IWF 800 x 300 x 16 x 30 – 241 t2 h t1 b Gambar 5.5 – P2 x 1.65 + 2531.1 = 16 mm wx = t.5 – 4690 x 3. ( L2A098005 ) .9 kg.m σ = Wx = M total Wx 12459390 = 7787.5 kg Mmax = Ra x 4.18 Penampang Gelagar Melintang G = 241 kg/m’ r = 28 mm H = 808 mm A = 307.75 = 8780 x 1.m M max total = M max beban mati + M max berat sendiri + M max beban hidup = 40547.

( L2A098005 ) .2234 x 2.8 ) = 4767.23 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.1 kg 37. Check tegangan geser D max = RA beban mati + RA berat sendiri + RA beban hidup = 18244. Check berat sendiri Berat asumsi ≥ berat profil 250 kg/m ≥ 241 kg/m……………….1× 4767.6 x 37.7 + 2 x 1.7 cm 38.4 cm 18.776 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 ……….6 x 339000 = 414. Check tegangan lentur σ = Mtotal wx = 12320921.19 ½ Tinggi Penampang Gelagar Melintang Sx = 30.V .25 8400 = 1466. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 = 47107..686 ( 37.04 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6 + 1125 + 27737.2 cm 1.4 x 18..2 x 3 x 38.4 – 0.355 cm3 τ = DmaxSx b Ix = 47107.9 cm 3 cm 30.9 + 1.6 cm Gambar 5.OK c.OK b.355 1.

58 x 1600 = 928 kg/cm2 → τ < τ ijin ……………….76 kg / m x 5 m 2 = 3186.OK d.8 kg Untuk penyambung digunakan profil L 130 x 130 x 12 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..76 kg/m x 5 m 2 = 6248.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .15 kg 2) Beban hidup : 1 x 2519.46 cm = f yang terjadi < f ijin……………….24 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ τ ijin = 0. Beban yang bekerja : 1) Beban mati : 1 x 1294.58 x σ ijin = 0.65 kg 3) Beban garis : 1 x 9240 kg 2 = 4620 P total kg + = 14054.8cm 500 500 5 Mmaxtotal × L2 f yang terjadi = 48 E Ix f ijin = 5 12459390 × 900 2 48 2.V .OK Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang a.1 x 10 6 x 339000 = 1. Check lendutan L = 900 = 1.

d 2 x 1600 x 1.83 → diambil 3 baut = 2 σ ijin .δ .25 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ e P 50 90 90 50 IWF 350 X 250 IWF 800 X 300 Gambar 5.44 cm = 65354.93 kg = P = n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.6 < 0.20 Sambungan Gelagar Melintang dengan Gelagar Memanjang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 mm 1.8 = 4684.4 = 44.8 P = 1.82 kgcm MxY 65354.93 2 = 5927.2 = 0.18 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4 mm = 4.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.2 x 2 M = Pxe → e= 16 + 36. ( L2A098005 ) .628 → pengaruh desak ¾ δ = d 2 b. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.82 2 + 4684.82 × 9 = 3630. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds = 14054.8 kg x 4.44 cm 2 = 14054.V .

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ………………….d 1.628 → pengaruh desak 2 d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.21 Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang ¾ d = 20 mm ¾ e ≥ 1.8 1 3.01 kg/cm2 τ ijin = 0.6 < 0.130.d 2 .26 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ c.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK τ 2) = P 1 π.66 kg/cm2 = R = δ.2n 4 = 14054.2 ¾ δ = = 0. Check tegangan 1) σ ds σ ijin ds 5927. ( L2A098005 ) .12 50 90 90 50 P IWF 800 X 300 Gambar 5.5 d → e ≥ 30 mm → diambil 50 mm ¾ 3d ≤ a ≤ 6d 60 ≤ a ≤ 120 → diambil 90 cm 1.OK Sambungan Gelagar Memanjang dengan Gelagar Melintang e IWF 350 X 250 L130.V .58 x σ ijin = 0.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.18 = 2469.

4 = 40.82 × 9 = 3630. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin …………………. δ .9 mm = 4.58 x σ ijin = 0. Sambungan irisan 2 disambung sekuat P n ds P 14054.8 = = 1.d 2 x 1600 x 1.93 kg n 3 R = KH 2 + KV 2 = 3630.14 x 2 2 x 2 x 3 4 = 746.V .8 = P = = 4684. ( L2A098005 ) .18 = 2469.82 2 + 4684. Check tegangan 3) σ ds σ ijin ds 5927.66 kg/cm2 = R = δ.OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.d 1.27 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ a.09 cm = 65354.d 2 .09 cm 2 = 14054.2 x 2 = 2 x σ ijin = 2 x 1600 kg/cm2 = 3200 kg/cm2 σ ds < σ ijin ds ……………OK 4) τ = P 1 π.2n 4 = 14054.8 1 3.8 kg x 4.01 kg/cm2 τ ijin = 0.2 x 2 = M = Pxe → e= 9 + 36.93 2 = 5927.18 kg d.83 → diambil 3 baut 2 σ ijin.82 kg = 2 2xY 2 x 92 KH = KV 14054.82 kgcm MxY 65354.

05m Q1+Q2 1.95m RB 1. Tekanan angin tersebut ditahan oleh pertambatan angin atas dan pertambatan angin bawah. ditambah 15 % luas bidang sisi lainnya.5 x 150 kg/m b.V .9m Q3 RA Gambar 5.28 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. Rangka induk Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Untuk jembatan rangka diambil sebesar 30 % luas bidang sisi jembatan yang langsung terkena angin.2.75 kg Q2 = 15 % x 265.9 m = 265.5 Perhitungan Rangka Baja Perhitungan Pertambatan Angin Tekanan angin W = 150 kg/m2 Luas bidang rangka : 45 m x 5.5 kg 2 = 5973.5 m2 Beban angin yang timbul : a. Q1 = 30 % x 265. Beban hidup ( kendaraan ) Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 13 : Bidang vertikal beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang mempunyai tinggi menerus sebesar 2 m di atas lantai kendaraan.5 x 150 kg/m2 = 11947.22 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) . 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

( Q1 + Q2 ) 2.9 RA = 4 x 13500 + 17921.95 = 0 5.9 .V .23 Skema ikatan angin Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.17 kg RA → Masing – masing buhul menerima beban : P = 18113. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.25 kg Σ MB = 0 RA x 5.Q3 x 4 . ( L2A098005 ) .57 kg RANGKA IKATAN ANGIN ATAS RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 RAN GKA IKATAN AN GIN BAW AH Gambar 5.95 = 18113.75 = 17921.5 + 5973.25 x 2.17 / 9 = 2012.29 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Q1 + Q2 = 11947.

V - 30

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Perhitungan Ikatan Angin Bawah

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.24 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah
Dimana :

P = 2012,57 kg
1 P = 1006,285 kg
2

Konstruksi pertambatan angin bawah tersebut dibagi menjadi 2 bagian :
Konstruksi I

P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

1/2 P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.25 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi I )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 31

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

Konstruksi II

1/2 P

P

P

P

P

P

P

P

1/2 P

9m

P

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

45m

Gambar 5.26 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Bawah ( Konstruksi II )
Pendimensian pertambatan angin didasarkan pada batang yang mempunyai gaya
batang terbesar.
→ Berdasarkan SAP 2000 diperoleh :
Batang diagonal :

Batang 11 ( tarik )

= 9209,19 kg

Batang 27 ( tekan )

= 9209,19 kg

Pendimensian Pertambatan Angin Bawah
a. Batang diagonal ( tekan )

N

= 9209,19 kg

Lk

=

5 2 + 9 2 = 10,296 m = 1029,6 cm

σ ijin = 1600 kg/cm2
Dipakai profil L 180 x 180 x 16

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 32

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

w

b

y

a

b

v
x
s

x

a
s

y

b
b

Gambar 5.27 Penampang Profil L 180 x 180 x 16
s

=

50,2 mm

ix = iy

=

5,51 cm

v

=

71,1 mm

Ia

=

2690 cm4

w

=

127 mm

ia

=

6,96 cm

F

=

55,4 cm2

Ib

=

679 cm4

Berat

=

43,5 kg/m

ib

=

3,5 cm

=

4

Ix = Iy

1680 cm

1) Angka kelangsingan :
Lk = 1029,6 = 186,86
i min
5,51

λ

=

λg

= π

λs

=

λs ≥ 1

E
= 3,14
0,7 σ l

2,1 x 10 6
= 111,016
0,7 x 2400

λ = 186,86 = 1,68
λg
111,016

ω = 2,381 x λs2
= 2,381 x 1,682 = 6,75

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

3 Fnt σ = 207.25 x 3.4 = 44.88 kg/cm2 < 1200 kg/cm2 …………………….8 x A x σ = 0. Sambungan batang diagonal dengan pelat buhul ikatan angin S = 9209. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.58 ~ diambil 4 buah = b.19 = = 207.8 x F profil = 0. ( L2A098005 ) . Batang diagonal ( tarik ) N = 9209.OK σ = Sambungan ikatan angin bawah a.19 kg Dipakai profil L 180 x 180 x 16 Fnt = 0..14 x 1.75 ≤ σ ijin 9209.19 = 1121.88 kg/cm2 < 0.3 cm2 → Check tegangan : N 9209. Sambungan pelat buhul ikatan angin dengan gelagar melintang Digunakan las sudut sama kaki Tebal las a ≤ ( δ2 + 2 ) / 2 dimana : δ2 = tebal pelat buhul = 10 mm a ≤ 6 mm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.33 2) Check tegangan : ω N A 6.19 kg P geser = 0.75 x 1600 kg/cm2 44.19 = 2572.8 x 0.288 kg Jumlah baut ( n ) n S P geser 9209.8 x 55.62 x 1600 = 2572.OK 55.33 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .4 b.288 = 3.

34 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ diambil tebal las 5 mm Panjang las S P las = 9209.95m RB = ( Q1 + Q2 ) + Q3 .5 = 568 Lnetto = 17. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.RA = 17921.05m Q3 P 1.29 Pola Pembebanan pada Pertambatan Angin Atas Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .19 kg 568 Lnetto = 9209.28 Pola Pembebanan untuk Pertambatan Angin P P P P P P P 1/2 P 9m 1/2 P 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m 5m Gambar 5.08 kg 1.5 x Lnetto x 0.71 x 1600 = 16.V .71 σ Lbruto = Lnetto + 3a = 0.25 + 13500 - 18113.76 kg 2 = 13308.51 kg 8 RA Gambar 5.21 + 3 x 0.71 cm Perhitungan Pertambatan Angin Atas RB 2.17 = 13308.08 = 1663.19 Las dan gaya membentuk sudut 45° P las = S Lnetto = 16.21 cm = a x Lnetto x 0.9m Q1+Q2 1 P = 831.

71 kg ¾ Batang 9 ( tekan ) : 6654.35 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Pertambatan Angin Atas Pendimensian pertambatan angin atas juga didasarkan pada batang yang mempunyai gaya batang terbesar.71 kg ¾ Batang 10 ( tarik ) : 4351.V . Batang tekan ( Batang 27 ) N = 4351.727 m a.5 2 = 6.04 kg 9m B A 5m AB = AC = C 5 2 + 4.71 kg Lk = 6. Berdasarkan SAP 2000 diperoleh : ¾ Batang 27 ( tekan ) : 4351.727 m Digunakan profil L 140 x 140 x 13 w b y a b v x s x a s y b b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

9 mm Ib = 262 cm4 F = 35 mm ib = 2.1234 = 596.07655 = 333.419 λg 111.71 x 0.7 = 157.7 x 2400 λ = 157.1234 kgcm 4.8 x F profil = 0.843 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….71 kg Dipakai profil L 140 x 140 x 13 Fnt = 0.38 cm w = 9.794 4351.OK + 35 425.016 0.5 = 1.4192 = 4.5 mm ix = iy = 4.74 cm Berat = 27.27 cm 1) Angka kelangsingan : Lk = 672.016 → ω = 2.14 0.7 σ l 2. Batang tarik ( Batang 10) N = 4351. ( L2A098005 ) .5 mm r = 15 mm Ix = Iy = 638 cm4 ri = 7..794 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N + M A W ≤ σ ijin di mana M = P x ∆e M = 4351.8 x 35 = 28 cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 i min 4.36 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ s = 39.V .1 x 10 6 = 111.4 mm ia = 5.27 λ = λg = π λs = λs ≥ 1 E = 3.2 mm Ia = 1010 cm4 v = 55.381 x λs2 = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.3 b.71 333.381 x 1.

( L2A098005 ) .3 = i min 6.7 x 2400 147.322 = 4.3 λ = 1.75 x 1600 kg/cm2 + 28 425.75 kgm σ = 4.016 λs > 1 → ω = 2.OK 17. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.381 λs2 = 2.85 88.14 0.5 kg/cm2 < 1600 kg/cm2….203 kg/cm < 1200 kg/cm2 …………………….1234 = 156.71 333.3 2 σ = 156.14 1) Angka kelangsingan : Lk 900 = 147.71 x 0.1 x 10 6 = 111.15 6654.381 1.32 = λg 111.8 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.15 2) Check tegangan : Check tegangan akibat beban angin + beban akibat defleksi baja σ = ω N M + A W ≤ σ ijin di mana M = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 14 x 92 = 141. Batang tekan ( Batang 9) N = -6654.016 0.203 kg/cm2 < 0..1234 kgcm 4351.04 kg Lk = 9m Digunakan profil IWF 150 x 75 x 5 x 7 .37 ¾ Check tegangan : N + M W Fnt di mana M = P x ∆e σ = M = 4351.07655 = 333.7 σ l 2.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .75 + = 1548.11 λ = λg = π λs = E = 3.OK σ = c.04 141.

38 Perhitungan Rangka Induk a.5 m + 1 .53 kg 2 2 c) Joint 2 = joint 3 = joint 4 = joint 5 = joint 6 = joint 7 = joint 8 = joint 9 = joint 12 = joint 13 = joint 14 = joint 15 = joint 16 = joint 17 = joint 18 = ( 2 x 1 5 m + 2 x 1 6.7 kg/m = 996.6 kg/m ) 1 2 2 = 318.296 m x 2 x 27. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.727 m x 27.14 kg 2 6) Berat trotoar = 0.28 kg = 283.79 kg/m = 87.28 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 566.41 m ) 283 kg/m = 3229.41 m ) 283 kg/m = 1614. Beban mati 1) Berat rangka induk → menggunakan IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 a) Joint 1 = joint 10 = ( 1 .95 kg 2 8) Berat pelat beton = 0.03 kg 2 2 2) Berat gelagar melintang = 1 x 9 m x 241 kg/m = 1084.25 kg = 498.5 kg/m + 9 m x 29.6.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .9 kg Untuk buhul tepi = 1 87.19 kg Untuk buhul tepi = 1 318.25 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 996.1 kg 2 5) Ikatan angin bawah = ( 10. ( L2A098005 ) .13 kg 2 4) Ikatan angin atas = ( 1 6.19 kg = 159.9 kg = 43.5 kg 2 3) Berat gelagar memanjang = 1 5 x 5 m x 79.5 kg/m ) 1 = 566.25 m x 5 m x 1 m x 2200 kg/m3 = 2750 kg Untuk buhul tepi = 1 2750 kg = 1375 kg 2 7) Berat sandaran = 2 x 5 m x 8.2 m x 9 m x 5 m x 2500 kg/m3 x 1 = 11250 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 11250 kg = 5625 kg 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.41 m ) 283 kg/m = 2521.52 kg 2 2 b) Joint 11 = joint 19 = ( 1 5 m + 2 x 1 6.

05 m x 7 m x 5 m x 2200 kg/m3 x 1 = 1925 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 x 1925 kg = 962.30 Pola Pembebanan pada Rangka Induk Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.63 kg → Beban yang bekerja pada buhul bawah : W1 = 3229.28 + 2750 + 87.14 +1375 + 43. ( L2A098005 ) .53 = 2680.22 kg W4 = 159.39 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 9) Berat aspal = 0.03 + 1084.V .13 + 283.9 + 11250 + 1925 + 875 = 22763.5 +996.5 kg 2 → Beban yang bekerja pada buhul atas : W3 = 318.96 kg W2 = 1614.52 + 2169 + 498.25 + 566.5 + 437.03 = 3547.5 = 11924.5 kg 2 10) Berat air hujan = 0.95 + 5625 + 962. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.05 m x 7 m x 5 m x 1000 kg/m3 x 1 = 875 kg 2 Untuk buhul tepi = 1 875 kg = 437.19 + 3229.1 + 2521.24 kg W4 W3 W3 12 11 W3 W3 14 13 15 17 16 W4 W3 W3 W3 18 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 W2 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 W1 10 W2 Gambar 5.

Beban terpusat P = 0.925 x 0. Jalur 0. S1 = S9 = P x 0.3766 + q x 1 45 x 0.5 ton 1.5 m = 1.5 x 4.9887 + q x Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.9887 + q x 5 x 0.75 Total beban terpusat untuk 2 rangka Pembebanan untuk satu rangka : a.525 t/m = 4. Beban terbagi rata a.04 ton = 3.75 m = 50% x 12 x 0.85 t/m c.5 x 33 Gaya Batang akibat Beban Hidup / Garis Pengaruh a.V .40 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ b.3766 + 2187.68 kg (tarik) b. ( L2A098005 ) . Beban terbagi rata q = 0. Trotoar = 60% x 0. Beban terpusat 12 x 5.5 x 1 45 x 0.5 x 1. Beban hidup Distribusi pembebanan : 1.3766 2 = 24749.375 b.7062 + q x 5 x 0.75 = 3.21 2.5 m = b.50 x 2 = 0.21 2.1875 t/m = 16.375 t/m = 29.600 t/m b.96 ton = 33 ton = 2. Jalur 0.225 2 2 1 + q x 5 x 0.75 m = 50% x = 0. Jalur 5.7062 2 = P x 0. Jalur 5.925 x 5.75 a.75 x 2 2.5 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. S2 = S8 1 1 35 x 0.75 x 2 x 1.3766 2 = 16500 x 0.75 Total beban terbagi rata untuk 2 rangka 2.

1 + 2187.69 2 = 120306.62 + 2187.1875 kg ( tarik ) d. S3 = S7 = P x 1.7062 2 = 67293.5 x e.65 + 2187.22 + 2187.49505.5 x 5 x 0.65 + q x 5 x 1.55 2 1 1 + 2187.1 2 2 1 15 x 1.5 x 1 x 50 x 1.2825 2 2 1 + 2187.55 2 2 = 114776.22 2 2 1 10 x 1.41 + q x 5 x 0.19 + q x 5 x1.7533 ) + q x 1 45 ( -0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .9887 + 2187.5 x 5 x 0.65 + q x + qx 1 1 25 x 1.7533 ) 2 = 16500 ( -0.93 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. S4 = S6 = P x 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 x 5 x 1.875 kg ( tarik ) = 16500 x 1.5 x 5 x 0. S28 = S35 = P x ( -0.5 x 5 x 0.41 + q x +qx 1 1 30 x 1.41 1 1 35 x 0.7533 ) + 2187.7062 + 2187.41 + 2187.69 + q x 1 (45 + 5) x 1.69 + 2187.7533 ) 2 = .875 kg ( tarik ) f. S5 = P x 1.41 + 2187.5 x x 15 x 1.5 x 5 x 0.5 x c.24 kg ( tarik ) = 16500 x 0.5 x 10 x 1.5 x 1 x 45 ( -0.5 x = 97257. ( L2A098005 ) .69 2 = 16500 x 1.55 + q x 5 x 0.55 2 1 25 x 1.5 x 5 x 1.22 2 = 16500 x 1.9887 + 2187.19 2 2 1 + 2187.22 2 1 1 30 x 1.

2413 + q x 1 11.88 ) + q x 1 45 ( -1.14 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.9654 ) + 2187.S22 = P x 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ g.9654 ) 2 = 16500 ( -0. S14 1) = S23 = .69 ) 2 = .57 kg ( tarik ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 kg ( tekan ) = S33 = P ( -1.88 ) 2 = .8447 ) 2 = .69 ) + 2187.1207 + q x 1 5.63444. S31 V .2413 2 = 6950.69 kg ( tekan ) = S32 = P ( -1.5 x 1 45 ( -1.25 kg ( tekan ) j. ( L2A098005 ) .32 ) 2 = 16500 ( -1. S12 1) = S25 = .S11 = .625 x 0.69 ) 2 = 16500 ( -1.375 ( -0.88 ) 2 = 16500 ( -1.32 ) + q x 1 45 ( -1.1207 2 = 2734.25 x 0.5 x 1 5.5 x 1 11.5 x 1 45 ( -0.375 ( -0.69 ) + q x 1 45 x ( -1.8447 ) 2 = 16500 ( -0.S26 = P ( -0.S13 = .1207 2 = 16500 x 0.25 x 0.S24 = P x 0.88 ) + 2187.S15 = .5 1 45 ( -1. S29 h.2413 + 2187.123551.88 kg ( tekan ) k.9654 ) 2 = .32 ) + 2187.5 x 1 45 ( -1.8447 ) + 2187.5 x 1 39. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1207 + 2187.50315. S10 = S27 = .86748.74 kg ( tekan ) l.32 ) 2 = . S30 i.625 x 0.2413 2 = 16500 x 0.9654 ) + q x 1 45 ( -0.111064.8447 ) + q x 1 39.42 = S34 = P ( -1.

724 ) + 2187.6034 ) + 2187.78 kg ( tekan ) m.362 2 = 12654.362 2 = 16500 x 0.4827 ) + 2187.19843.75 ( -0.6034 ) 2 = 16500 ( -0. S18 = . ( L2A098005 ) .4827 2 = 16500 x 0.4827 + q x 1 22.6034 ) 2 = .125 ( -0.125 ( -0.724 ) 2 = 16500 ( -0.5 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 2) V . S16 1) = S21 = .5 x 1 28.44 kg ( tarik ) 2) = P x ( -0.4827 2 = 19843.S20 = P x 0.362 + q x 1 16.5 x 1 16.5 x 0.4827 ) + q x 1 22.5 x 1 22.28517.38671.43 = P x ( -0.362 + 2187.6034 ) + q x 1 28.5 x 0.4827 + 2187.4827 ) 2 = .4827 ) 2 = 16500 ( -0.5 kg ( tekan ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 ( -0.875 x 0.S17 = .S19 1) = P x 0.72 kg ( tekan ) n.5 x 1 22.5 ( -0.5 x 1 33.875 x 0.5 ( -0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.724 ) 2 = .724 ) + q x 1 33.

94 10062.75 S13 83589.45 73451.66 10062.72 19843.08 276275.72 -12654.58 S12 -87432.75 48135.75 55100.91 17922.09 17922.57 38671.83 67293.38 4472.14 50315.875 S6 208674.73 280869.64 283105.66 7826.57 -179103.5 19843.83 333514.09 -21764.24 S3 175785.85 11180.75 -58942.88 68979.68 S2 120970.61 -137748.49 80855.85 7826.875 S7 175785.495 278512.575 351125.66 4472.495 334632.78 133905.5 -84698.79 92663.77 114776.585 333514.24 S9 44229.88 175538.89 196090.94 11180.74 -2734.38 4472.575 334632.41 2734.66 7826.95 68979.585 351125.57 -38671.79 97257.19 S17 26582.73 192736.875 S5 219637.44 S8 120970.78 -6950.58 93757.57 73451.97 S15 55086.83 67293.70 63444.38 0 Batang Beban Mati Beban Hidup Total (Maximum) S1 44229.4 -97600.93 -17770.45 196090.15 S16 -30425.94 11180. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.89 24749.89 24749.68 S10 -115658.44 -28517.5 -19843.78 12654.85 10062.19 -63444.74 6950.91 -17770.19 S4 208674.5 -19843.94 11180.38 7826. ( L2A098005 ) .V .09 -21764.76 120306.66 -51978.44 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Rekapitulasi Gaya Batang Tabel 5.37 S18 -1921.91 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.95 192736.92 S14 -58928.44 28517.85 10062.41 S19 -1921.07 S11 112093.1 Rekapitulasi Gaya Batang ( Kg ) Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah 0 4472.14 -50315.77 114776.

6 0 0 Total (Maximum) -136848.24 -123551.75 80855.09 -17770.66 -84698.33 -302174.15 S23 -58928.29 -6931.07 S28 -87342.93 55100.84 -111064.88 -179103.56 -236444.57 38671.93 S29 -152930.04 -86748.69 S31 -218517.6 5545.69 S35 -87342.85 -49505.25 S32 -218517.44 28517.74 63444.37 S21 -30425.2 -348999.78 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.03 3234.75 S26 112093.45 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Ikatan Angin Atas Ikatan Angin Bawah Batang Beban Mati Beban Hidup S20 26582.29 5545.92 S25 -87432.58 S27 -115658.78 -302174. ( L2A098005 ) .29 -6931.78 -2734.78 -335137.13 -242913.V .69 S30 -196654.25 S33 -196654.5 -313264.5 -313264.49 175538.84 -111064.93 0 0 3234.6 -3234.33 -136848.24 -123551.85 -49505.03 -5545.74 2734.19 -63444.29 6931.14 -50315.91 48135.93 -51978.78 6950.78 -236444.57 -38671.14 50315.78 133905.69 S34 -152930.97 S24 83589.2 -348999.72 -6950.61 -137748.03 6931.58 93757.13 -242913.44 -28517.03 -5545.19 S22 55086.56 -335137.04 -86748. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.4 -97600.70 -12654.72 12654.75 -58942.88 13927.6 -3234.

575 P = 1145.75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Batang bawah ( tarik ) P max σ = σ = 351125. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .85F 0.575 kg 351125. ( L2A098005 ) .2 cm t2 = 35 mm iy = 10.31 Penampang Profil Gelagar Induk h = 428 mm Ix = 119000 cm4 b = 407 mm Iy = 39400 cm4 ti = 20 mm ix = 18.7 cm2 wy = 1930 cm3 a.85 x 360.2 kg/cm2 = 0.4 cm r = 22 mm wx = 5570 cm3 F = 360.7 < 0.46 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pendimensian Gelagar Induk Dipakai profil IWF 400 x 400 x 20 x 35 – 283 t2 h t1 b Gambar 5.

63 i min 10. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.41 1.OK 360.7 x 2400 λ = 61.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .016 0.78 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 500 = 48..14 0.4 λ = λg = π λs = E = 3.41 = = 1.1 x 10 6 = 111. Batang atas ( tekan ) P max = 348999..183 < λs < 1 → ω = 1.63 = 0.78 = 1176.47 b.14 0.365 179103.1 x 10 6 = 111.016 0.56 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.4 λ = λg = π λs = E = 3.433 λg 111.593 − 0. ( L2A098005 ) .365 1.216 1.41 1.08 = 0.593 − λs 1.7 c.593 − λs 1.78 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….07 kg 1) Angka kelangsingan Lk = 641 = 61.433 2) Check tegangan ω N A ≤ σ ijin 1.016 0.016 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.183 < λs < 1 → ω = 1.07 = 677.OK 360.55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2……….7 σ l 2.593 − 0.56 λg 111.08 i min 10.41 = = 1.7 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7 x 2400 λ = 48.7 σ l 2.216 348999.

75 x 1600 kg/cm2 = 1200 kg/cm2 ……….ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V ..63 ≤ 20 ……….13 N tb Aσ 351125..575 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.58 P = = 572.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0.4 ≤ 39.OK σ Kontrol Rangka Induk terhadap Bahaya Lipat Menurut Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung 1987.54 kg/cm2 0.85F 0.7 σ = < 0.2 A σl = 0.8 = 21.575 45 – 13 N = 45 – 13 = 39.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.866 ……….7 = 11. Departemen Pekerjaan Umum Bab XII tentang bahaya lipat : “Ukuran – ukuran suatu profil harus memenuhi syarat – syarat tertentu untuk menghindari bahaya lipat “ a. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.48 d.85 x 360.OK tb 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.58 kg 175538. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) .7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360. Batang bawah ( tarik ) P max = 351125.2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .7 x 2400 h = 42.727 Aσ 360.OK 3.2 x 360.

7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg A σl = 360.8 = 21.78 45 – 13 N = 45 – 13 = 39..63 ≤ 20 ……….2 x 360.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.2 A σl < N ≤ A σl maka h ≤ 45 .49 b.7 = 11.5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.759 ……….4 ≤ 39.2 x 360.759 Aσ 360.78 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.OK tb 2 c. Batang atas ( tekan ) P max = 348999.63 ≤ 20 ……….7 x 2400 h = 42. Batang diagonal ( tekan ) P max = 179103.07 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.7 = 11.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 865680 kg Karena 0. ( L2A098005 ) .13 N tb Aσ 348999.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .OK 3.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.OK 3.2 A σl = 0.2 A σl = 0.

5 2) Badan – badan profil I → Untuk BJ 37 0.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .7 x 2400 h = 42.7 = 11.58 70 – 135 = 42. Batang diagonal ( tarik ) P max = 175538.069 360.7 x 2400 h = 42. ( L2A098005 ) .628 → pengaruh geser d 30 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.6 Perhitungan Sambungan Sambungan antar gelagar induk pada jembatan merupakan sambungan irisan 1.4 ≤ 42.OK 3.07 = 42.2 x 360.58 kg 1) Sayap – sayap profil I → Untuk BJ 37 b ≤ 20 ts 40.2.7 cm2 x 2400 kg/cm2 = 173136 kg Karena 0 < N ≤ 0. Direncanakan menggunakan : Baut → diameter d = 30 mm Pelat → ketebalan δ = 20 mm δ = 20 = 0.50 Karena 0 < N ≤ 0.63 ≤ 20 ……….625………OK tb 2 5.069………OK tb 2 d.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 175538.667 > 0.2 A σl = 0.4 ≤ 42.2 A σl maka h ≤ 70 – 135 N tb Aσ 70 – 135 179103.8 = 21. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..625 360.8 = 21.

4 P = 0.83 334632.8419 4.4138 20 18.2 Perhitungan jumlah baut Batang Gaya Batang ( P ) S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 73451.20339 4 1.5019 16 15.25896 4 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.51 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Jumlah baut untuk 1 sisi pelat sambungan : n gsr n gsr P = 0.8419 16 15.91 55100.73 73451.90264 10 9.20339 4 3.95 -179103.14 x 3 2 2 RANGKA IN DUK 11 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 Tabel 5.49 133905.95 196090.09 -21764.75 93757.585 283105.705557 10 7.07 175538.575 334632.046493 4 1.06117 6 12 10. ( L2A098005 ) .91 -21764.93 -58942.91 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 4.8 x 1600 x 1 3.046493 4 3.5019 20 19.39636 6 5.83 196090.91 55100.V .653 20 18.8 σ ijin x 2 x 1 π d 2 4 P = 18086.73 283105.09 -58942.403666 8 5.61614 8 7.66 -97600.183891 6 3.06117 6 9.58 -137748.585 351125.25896 4 3.653 12 10. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

( L2A098005 ) .49 175538.56 -348999.39636 6 7.4 → α = 67.75 133905. Buhul 1 b.2963 20 19. Kontrol pelat buhul cukup diwakili oleh buhul / joint yang mengalami momen dan geser maksimum.78 -242913.2963 20 17.90264 10 7.56 -242913. Buhul 14 6 Tg α = = 2. R ANGKA INDU K 11 6m 12 28 10 12 26 23 6 6 25 7 7 19 35 24 21 5 5 18 34 22 19 4 4 17 33 20 17 3 3 16 32 18 15 2 2 15 31 16 13 1 14 30 14 11 1 13 29 27 8 8 9 9 10 5m 45 m Kontrol terhadap pelat buhul diwakili oleh buhul / joint : a.66 -137748.5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.33 -313264.705557 10 9.33 -136848.56639 8 13.78 -313264.61614 8 9.07 -136848. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Buhul 5 c.4307 14 17.403666 8 7.3204 18 13.78 -348999.56639 8 Kontrol Pelat Buhul pada Pelat Induk Kontrol pelat buhul pada rangka induk dilakukan untuk mengetahui bahwa dimensi pelat yang digunakan cukup aman akibat beban.V .52 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Batang Gaya Batang ( P ) S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34 S35 93757.4307 14 7.3204 18 19.93 -97600.58 -179103.183891 6 5.38° 2.78 Jumlah baut Jumlah per sisi baut yang P / n gsr dipakai 5. Buhul 11 d.

5) = 4566.4 cm2. ∆I = 2 x 2 x 3.62 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.62 cm.53 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 1 8 24.4 × 112] = 58. Alubang = 2 x 2 x 1 x 3. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 35331. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 12.382 ∆I = 35331.1 N = 73451.519 In = = 8808. 467.796 x 59.95 x 20.91 kg.303 = 5583111. ( L2A098005 ) .32 Detail buhul 1 Potongan 1 .69 cm3. Wa = 540668. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.519 cm4.1 x 53. H −Y 120 − 58.5 / 6.6 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 68885.07 ( 2.1 = 12.5 × 120) − [12.6 cm2. 7 8 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 1 0 BAUT Ø30 MM 5 8 14.481 cm4.12 kg.4 + 73451.07 ( 6 / 6.95 – 179103.223 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.5) = 165325. Y= (480 × 0.4 = 467.7 8 5 6 10 10 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM Gambar 5. D = 179103.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.481 = 540668.

34 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...... OK An 467. Anetto = Abrutto – Alubang = 340 – 49.6 cm2.11 cm3.5) = 165325.1722 + 20.....765 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).47 = 167079.519 = Y 58..91 = = 353..519 = = 633.47 cm4.818 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). OK 633........34 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....56 2 = 881...3 cm4....... σn = 4566.172 cm.11 σmaks = σn + σa = 9..ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 540668...1(6 + 16 + 26 + 36)] = 46.172 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5 × 85) − [2 × 2 × 3.096 cm3.49 = 1734269 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 853 = 204708..07 ( 6 / 6.1722 ) ∆I = 37628..62 V .. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = Potongan 2 – 2 N = 179103. 290. ∆I = 2 x 2 x 3.91 x 10.91 kg.1 x ( 40..4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325. Abrutto = 2 x 2 x 85 = 340 cm2.......58 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1 = 49...07 ( 2.1722 + 30..4 cm2...5) = 4566.818 2 + 3 × 353... Y= (340 × 0..56 = 530..54 = 9223.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S............. Alubang = 2 x 2 x 4 x 3..12 kg..... OK Wb 9223..3 – 37628.6 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 353... Wa = 167079. H − Y 85 − 46.93 In = = 4303.. D = 73451.765+ 633. OK D 165325...818 = 643.33 kg/cm2 ≤ σijin ..12 N = = 9.95 – 179103......519 = = 605.56 kg/cm2 An 467... OK Wa 8808.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 204708......5 / 6...69 σb = M 540668. ( L2A098005 ) .93 cm4.1722 + 10.....6= 290.6 σa = M 540668...

... OK τr = D 4566....627 OK σmaks = σn + σb = 569... OK An 290. ( L2A098005 ) ....... σi = 2 σ b + 3τ r 2 479..58 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...........72 = 23. 7 IWF 400X400X20X35-283 8 8 24....172 σn = N 165325....4 σa = 1734269 M = = 403.72 2 = 480.......... 7 8 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t = 20 MM IWF 400X400X20X35-283 10 10 10 PELAT BUHUL t=20 MM 5 8 14.03 kg/cm2 ≤ σijin ...114 = = 15...91 = = 569. Wb 3618.7 8 5 5 8 14.26 2 + 3 × 15....096 OK σb = 1734269 M = = 479...3 + 479......V .72 kg/cm2 An 290....7 8 5 6 6 1 0 10 PELAT BUHUL t=20 MM 10 6 6 PELAT BUHUL t = 20 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 Gambar 5..627 cm3.....3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)........ Wa 4030.93 = = 3618....56 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....... = OK OK Buhul 5 PELAT BUHUL t = 20 MM 8 24....26 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......33 Detail buhul 5 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.26 = 1048.. Y 46.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S..3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....55 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 167079..4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 15....

. ∆I = 2 x 2 x 3....... Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37.....575 x 41.34 x 8. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.752 ) ∆I = 61643.8 OK σa = M 862475.864 kg/cm2 An τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114..7 = 113.5 × 85) − [2 × 2 × 3..585 x 41.751 = 862475.. Wa 8754. D = 55100.352 N = = 10.. Y= (480 × 0..46 = 514356.2 cm2..25 σn = 4699...... An 442.5 cm4..3 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). Alubang = 2 x 2 x 3 x 3..8 = 114.864 2 = 222. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.. Wb 8397..252 + 25..09 ( 6 / 6.5 In = = 8754....8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 351125..25 Wb = In 514356.852 + 33. τr = OK D = 442.....05 .......... Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643.1 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.864 = 172...575 – 334632. Y 61..7 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......5 = = 8397.6+ 102...05 – 21192..7 2 + 3 × 114.. 442.......352 kg... ( L2A098005 ) .85 OK σb = M 862475.8 OK σmaks = σn + σb = 10.....5 / 6.296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)...46 cm4...62 kg.1 = 37.8 cm3.25 cm.09 ( 2....613 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1 x ( 56..5) = 4699.V ..1 = = 102....1(5 + 35.. OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.585 – 55100...334632. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 102. Wa = 514356..5) = 50861.1 N = 351125.85 cm3.. H − Y 120 − 61......56 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 ..2 = 442...8 cm2..1 = = 98.4 + 95)] = 61.514 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).0044 kg/cm2 ≤ σijin ......

5 × 150) − [2 × 2 × 3.. Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2.94 = 40.68 OK σb = 449362...68 OK σmaks = σn + σa = 64.21764.57 Potongan 2 – 2 N = 55100...333 = 449362..... ( L2A098005 ) ....91 ( 6 / 6.. Wa = 802476 In = = 10699. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S... Wa 10699.68 cm3.62 x 6. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4.5) = 12821..998 2 + 3 × 26.41 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).5) = 30770..645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....09 ( 2.68 cm3.5) .. Y 75 σn = N 30770.....1 = 124 cm2..645 + 41.. Y= (600 × 0.....94 = = 64...09 ( 6 / 6..998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). OK An 476 σa = 449362......94 2 = 62..94 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 26....... Wb 10699.... OK τr = D 12821.... Alubang = 2 x 2 x 10 x 3.. Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2..998 = 106..1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 Y = 75 cm. D = 55100.. OK 41.69 x 6....1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4.643 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)..3 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S...91 ( 2.........221 kg.5 / 6..94 kg. Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 20090..998 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......221 = = 26.78 kg/cm2 ≤ σijin .3 M = = 41..........5 / 6.3 M = = 41...333 + 50861.....5) + 21764. H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699. ∆I = 2 x 2 x 3...ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ V .

∆I = 2 x 2 x 3.34 Detail buhul 11 Potongan 1 .58 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Buhul 11 BAUT Ø30 MM 6 10 10 10 6 12 12 12 12 12 5 8 14. Inetto = Ibrutto – ∆I = 732333.6 kg. Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.75 cm4. ( L2A098005 ) . Abrutto = 2 x 2 x 130 = 520 cm2.7 8 8 24 . Wa = 668664. Y= (520 × 0.212 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Anetto = Abrutto – Alubang = 520 – 37. D = 175538.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 136848.79 = 9196734 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1303 = 732333.7872 ) ∆I = 63668.V .84 x 41.1 = 37.58( 2. 482.5 ) = 69333.59 + 67514.3872 + 61.1(45 + 94.212 cm.2 cm2.5 / 6.7 8 5 6 BAUT Ø30 MM 10 12 12 0 6 1 12 10 PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 6 IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM 8 24 .1 x ( 18.5) = 162035.58 cm4.5 × 130) − [2 × 2 × 3.1 N = 136848.75 = 668664.94 kg.81 cm3.2 = 482.8 – 175538.8 cm2.8 x 46.58 In = = 10011.33 – 63668.6 + 125)] = 63.2122 + 31. H − Y 130 − 63.7 8 PELAT BUHUL t= 20 MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=30 MM Gambar 5.33 cm4. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.58 ( 6 / 6.

H − Y 120 − 64.8 σa = M 9196734 = = 918.... Wa = 475968.06 OK σmaks = σn + σa = 143...494 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..84 + 68885. OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 918.616 2 = 1087..5) = 162035...616 = 503..608 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1 = 49. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.198 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...8 τr = τ max = 3/2 τr = 3/2 x 335.212 V .... OK An 482.81 OK σb = M 9196734 = = 869...608+ 918.1(6 + 16 + 26 + 36)] = 64.... Wb 10578. OK Potongan 2 – 2 N = 175538.. Alubang = 2 x 2 x 4 x 3.....616 kg/cm2 An 482.8 = 136400.........5 cm4..4 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 165325.....94 N = = 143.64 kg..5 kg..4 cm2. D = 67514.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 100031. Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 668664.....91 x 15...6 = = 335.07 kg/cm2 ≤ σijin .5 = 475968. ∆I = 2 x 2 x 3.492 ) ∆I = 100031..147 cm3.....6 cm2.494 cm....58 = Y 63.492 + 48.58 ( 6 / 6.... 430. OK D 162035.59 = 10578..5 In = = 8575.... ( L2A098005 ) .42 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)....06 cm3.5 cm4.... Y= (480 × 0.425 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).. Wa 10011...59 2 + 3 × 335..1 x ( 58..51 = 2107883 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4......6= 430.59 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).492 + 38...5 × 120) − [2 × 2 × 3.. σn = 69333..6 x 2....21 – 162035.59 = 1062......492 + 28. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 49.

..916 = 475. ( L2A098005 ) .7 8 5 6 10 10 10 10 6 5 8 14....5 = = 7379....994 OK σmaks = σn + σb = 7....147 OK σb = 2107883 M = = 285..62 2 + 3 × 316.........298 = = 7..60 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Wb = In 475968.78 kg/cm2 ≤ σijin ........... Wa 8575.81 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...........916 kg/cm2 An 430....7 8 5 6 10 10 10 10 6 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM PELAT BUHUL t=20 MM BAUT Ø30MM 8 24. 7 8 8 7 24. OK Buhul 14 BAUT Ø30 MM IWF 400X400X20X35-283 BAUT Ø30 MM PELAT BUHUL t=20 MM 6 10 10 6 1 0 1 0 0 61 10 10 6 5 8 14......... OK 2 σ b + 3τ r σi = 2 = 285.645 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.374 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..... OK τr = D 136400..494 σn = N 3290...... Y 64.........645 + 285......35 Detail buhul 14 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...V ...4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 316..6 = = 316........ 8 BAUT Ø30MM IWF 400X400X20X35-283 PELAT BUHUL t=20 MM Gambar 5..62 = 293.. Wb 7379.4 σa = 2107883 M = = 245.. OK An 430..916 2 = 618..62 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).266 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).....994 cm3.

. ( L2A098005 ) ..23 kg/cm2 ≤ σijin ....735 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)......1 N = 348999..05 + 21192..8 cm2...85 cm3...76 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). Y= (480 × 0.....2 = 442...4 + 95)] = 61..... Wb 8397.8 Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 348999.46 = 514356....5 = = 8397. OK τr = D 50861.25 cm.. 442.05 .5 × 85) − [2 × 2 × 3..... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.8 cm3.5 In = = 8754...2 cm2..751 = 1652349 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1203 = 576000 cm4.864 = 172..752 ) ∆I = 61643.62 = = 114.5 cm4..6 x 41..09 ( 6 / 6.603 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2). H − Y 120 − 61.5) = 50861.. OK σi = 2 σ b + 3τ r 2 = 196.864 2 = 274....5 / 6...864 kg/cm2 An 430.852 + 33..252 + 25.6 – 55100. Inetto = Ibrutto – ∆I = 576000 – 61643......61 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 1 .88 = = 32.296 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2)..25 σn = N 14542..34 x 8.OK An 442.......8 σa = M 1652349 = = 188..09 ( 2... Alubang = 2 x 2 x 3 x 3.... OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...76 2 + 3 × 114.. Wa = 514356.8 OK σmaks = σn + σb = 32.8 – 313264. Y 61.... D = 55100....85 OK σb = M 1652349 = = 196.76 = 229.843 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...46 cm4.843+ 196..25 Wb = In 514356.1 = 37.1(5 + 35..8 x 41... Abrutto = 2 x 2 x 120 = 480 cm2.V .4 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 114.313264.. Anetto = Abrutto – Alubang = 480 – 37....5) = 14542...... Wa 8754.1 x ( 56....88 kg.. ∆I = 2 x 2 x 3.62 kg...

.15 2 = 171. Abrutto = 2 x 2 x 150 = 600 cm2.311= 69.15 kg/cm2 An 476 τ max = 3/2 τr = 3/2 x 92. Wb 10699. Y= (600 × 0.15 = 138...62 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Potongan 2 – 2 N = 58942...45 + 62......3112 + 3 × 92.338 kg/cm2 ≤ σijin ...... Wa 10699..218 kg.5 × 150) − [2 × 2 × 3.V ..... OK OK Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S....5 / 6... ( L2A098005 ) .. Y 75 σn = N 3547.....68 cm3. H − Y 150 − 75 Wb = In 802476 = = 10699.68 cm3..1 x ( 692 + 592 + 492 + 392 + 292 +292 +392 +492 +592 +692 +) ∆I = 322524 cm4.84 x 6.. Inetto = Ibrutto – ∆I = 1125000 – 322524 = 802476 cm4. σi = OK 2 σ b + 3τ r 2 = 62.... D = 58942.91 ( 6 / 6....148 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2)...221 kg...09 ( 2. OK An 476 σa = M 666709.....333 = 666709... Alubang = 2 x 2 x 10 x 3........ Momen gaya horisontal terhadap garis netral M = 54408...34 = = 92.4 = = 62.5) = 3547... Anetto = Abrutto – Alubang = 600 – 124= 476 cm2...4 = = 62...311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).... τr = D 43862.62 x 6.68 OK σmaks = σn + σa = 7....1 = 124 cm2...5 / 6. ∆I = 2 x 2 x 3.22 kg/cm2 ≤ τijin (928 kg/cm2).5) ..68 OK σb = M 666709.333 + 50861..311 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).91 ( 2..09 ( 6 / 6.218 = = 7.55100.4 kg cm Ibrutto = 2 x 1/12 x 2 x 1503 = 1125000 cm4............452 kg/cm2 ≤ σijin (1600 kg/cm2).1(6 + 16 + 26 + 36 + 46 + 104 + 114 + 124 + 134 + 144)] 476 = 75 cm....55100.5) ... Wa = 802476 In = = 10699.......5) = 12821. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

1 Kateristik Elastomer a.7 Perencanaan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan digunakan Elastomer memiliki karakteristik sebagai berikut : 5. baik yang vertikal maupun horisontal. Tabel. Indonesia “. Trans – Bakrie.3 Ukuran dan Kapasitas Elastomer Tipe Bearing Ukuran ( mm ) Load ( KN ) TRB. PT. Spesifikasi : • Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat. • Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk meredam getaran.1. c.1 TRB.2.2 TRB. Trans – Bakrie.5. Pemasangan : • Bantalan atau perletakan elastomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Indonesia Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. • Merupakan satu kesatuan yang saling melekat kuat. • Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam yang disusun secara lapis berlapis.8.V . diproses dengan tekanan tinggi. b.3 TRB. PT. • Bantalan atau perletakan elastomer juga disebut bantalan Neoprene yang dibuat dari karet sinthetis.4 480 x 300 x 87 480 x 380 x 101 350 x 280 x 97 350 x 280 x 137 2425 3600 540 540 Sumber : Standar Steel Bridging For Indonesia. sehingga kepala jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan. ( L2A098005 ) . Ukuran : • Ukuran elastomer yang digunakan disesuaikan dengan buku “ Standart Steel Bridging For Indonesia. • Lempengan logam yang paling luar dan ujung-ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak berkarat.63 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.

076 ton ¾ Beban hidup = Total 76.152 x 0. ukuran 480 x 300 x 87 dengan beban batas 2425 KN b. Beban Horisontal ¾ Gempa = 118.750 kg o Hidup = 150 x 45/2 x 2 = 6.632.061 ton 6 .076 x 0.076 x 0.2 Beban Yang Bekerja Pada Elastomer a. Beban Vertikal ¾ Beban mati = 118.531 ton ¾ Gaya gesek = 118.1.8.892 Total ton = 35.V .423 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.303.1.14 = 16.969 ton = 195.875 kg Digunakan seismic buffer tipe TRB.125 kg 2 x2 o Rangka = 150 x 50% x ( 30% + 15% ) x ( 45 + 40 ) x o Trotoar = 150 x 0.750.571.518.061 + 12.45 x 45/2 = 1.16 = 8.14 = 33.000 kg 12.3 dengan beban maksimal 540 KN ( 54 ton ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ukuran 350 x 280 x 97 dengan beban batas 540 KN ¾ Seismic Buffer ( arah melintang ) Pembebanan : • Beban gempa • Beban Angin : : 236.3.045 ton Digunakan Elastomer tipe TRB.= 4. ( L2A098005 ) .875kg Beban Total = 33.875 = 45.64 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.571.

563. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.875 10 8296.632.657.H .2875 2 = 4.593.25 Gambar 5.5 H = 16.632.875 x 20 2 Mluar = Ti x Mdalam Y1 ⎞ ⎛ = 2 x ⎜ Y .773 kg untuk 2 baut H1.H + .997 kg Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.Y ⎟ Y ⎝ ⎠ Mdalam = Mluar 55 H = 912.V .1 Y Y.65 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kontrol Tegangan : 70 110 110 110 110 70 20 cm H H.886 2 + 4563.baut = 8.3 ) Baut Ø.2875 kg = 9468.1 H.657.886 kg V = R = Ti 4 H 2 +V 2 = = = 912.1 H Baut Ø.5 kg cm 11 ⎞ ⎛ xHx11⎟ = 55H = 2 x ⎜ 22 xH + 22 ⎝ ⎠ 45.296.36 Gaya pada Seismic Buffer • Kontrol Tegangan Baut C = 45.16 Seismic Buffer 350 x 280 x 97 ( TRB.

997 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.886 0. ( L2A098005 ) .216 kg/cm2 = 8.25 × π × 2.25 × π × 2.25 kg/cm2 < 2400 kg/cm2 PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama konstruksi bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah.6 × 2.296. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.3 R A = 9468.V . σ = 2080 kg/cm2 = 1691.5 = 2367.563.30 . Perhitungan konstruksi bawah meliputi : ¾ Perhitungan abutment ¾ Perhitungan pondasi sumuran Perencanaan elemen-elemen struktural pembentuk konstruksi bangunan bawah jembatan.56 × 930.5 2 = 1691.216 2 = 2051.2875 0.66 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tegangan Baut : o Tegangan Geser : τ = V A = 4.5 2 = 930.085 2 + 1.56.47 kg/cm2 < 2080 kg/cm2 o Tegangan Tumpu : σ tumpu = 5.τ 2 < 1. secara detail akan disajikan dalam sub-sub bab sesuai dengan jenis elemennya.085 kg/cm2 o Tegangan Tarik : σ tarik = H A o Kombinasi tegangan tarik dan geser akibat beban sementara : σ 1 = σ tarik 2 + 1.

5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11. 5.1 Perencanaan Abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.1 Pembebanan pada Abutment Abutment direncanakan untuk menyalurkan beban struktur atas ke dalam tanah. 4. 7.3. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.67 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.3.V . Gaya geser tumpuan dengan rangka baja.0 m 100 85 100 100 115 Gambar.5 50 115. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Gaya horisontal akibat rem dan traksi.5. Gaya akibat gempa. 3. 2. perlu diperhatikan : 1.37 Dimensi rencana abutment 5.1. Gaya akibat tekanan tanah aktif. Beban mati dan beban hidup. Gaya akibat berat sendiri abutment. Gaya akibat berat tanah vertikal. Di dalam pembebanan abutment. 6.

300 0.A.306 3.400 4.791 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.430 -0.Y m^3 0.140 0.000 Y m 6.738 1.5.250 -0.820 5.213 -0.276 0.750 4.126 0.500 A.930 0.095 0.573 0.X m^3 -0.350 4.190 1.613 1.375 0.440 0.38 Perhitungan titik berat abutment Tabel.480 -0.68 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Vertikal A.299 -0.000 8.038 0.200 0.905 5.730 0.050 0.150 1.081 0.8 9 80 435 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 93 475 50 110 115 G 0 73 Gambar. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.918 4.5 532.048 0.900 23.031 3.100 1.4 Perhitungan titik berat abutment No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total A m^2 0.328 4.360 -0.859 88.000 8.420 -0.784 1.5.830 -0.L ton 2.128 0.461 W=δ.375 2.480 0.850 0.119 0.173 3.020 -0.045 -0.758 82.220 2.438 9.132 9.013 -0.034 -0.211 A.900 1.150 -0.000 -1.500 19.360 0.345 0.664 X m -0.125 0.250 3.220 0.101 0.030 5.024 0.V .500 232. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.150 -0.800 0. ( L2A098005 ) .085 -0.100 0.506 4.680 -0.280 0.

( L2A098005 ) .39 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.339 m = ∑ A 8. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.69 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = . Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.00 m O Gambar.5.00 m O Gambar.461 xa = ya B.461 ∑ A * Y = 19.1.40 Beban hidup pada abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Beban hidup P.791 = 2.143 m ∑ A 8.152 ton X=0 C.211 = −0.h Panjang 11.5.V .

( L2A098005 ) .925 t/m 1.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 130 95 470 4 1 γ1 2 = 1.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.925 + × 0.70 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ À Beban merata q = 2.75 Beban hidup pada Trotoar : = 0.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.473 t/m3 C2 = 0 kg/cm2 112 Gambar.925 ⎟ × 45 = 196.50 ⎞ ⎛ 5.41 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.5 Lengan terhadap titik O = 153. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.75 ⎝ 2.5 × 1.2 – [ (1.5 ⎟ × 1.700 t/m3 C1 = 0 kg/cm2 3 485.50 x 1.875 ton / 2 = 98.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.9375 ton Xc = 0 D.875 ton 2.5.75 ⎠ ⎝ 2.3 420 275 140.5 =⎜ × 12 + × 12 × 0.5 120 5 6 464.21 = 33 ton 2.21 = 12 ton 1.2 – [ (1.5 ⎛ 5.4375 + 33 + 22.V .2 108 122 O 88 γ2 = 1.

738 8.250 1.838 0.5.120 4.955 m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.71 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.620 ∑ A * Y = 12.200 A.384 3.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .008 = 3.A.620 69.642 0.203 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.696 X m Y m -1.835 -0.005 3.688 12.008 3 γ 1= 1.208 -3.620 xa = ya ” Beban Horisontal A.200 2.853 4.5.080 -1.71 Lengan gaya terhadap titik O = 6.787 39.V .200 1.155 -1.950 -1.00 m O Gambar.317 m = ∑ A 3.42 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) c = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) = 0.547 2.05 x 125.300 -0.5 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ. ( L2A098005 ) .350 0.192 -2.156 0.194 3.Y m^3 -0.220 1.153 0.3.844 1.02 m ∑ A 3.295 -0.404 -0.28 ton Yc = 7.128 0.5 Panjang 11. Gaya rem dan traksi XC 180 795.5 615.125 0.173 12.235 3.X m^3 A.851 5.L ton 0.116 0.688 = −1.750 5.

333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.pa = 2.70 t/m3 5.2 = 40 ° C2 = 0 kg/cm2 Gambar.1 x H12x Ka.825 + 11.234 x 1.43 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.2 = 0.02 x 0.374 = 2.00 m O 0.5 x γ. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.139 = 13.374 x 11 = 147.4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.234 P. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.114 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.02 ton/m2 470 Pa.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.15 465.2 1.655 Pa.60 x 1.00 1.88 Panjang 11. 1.5.70 x 5.V .1 = q x ka.473 t/m2 Ø.825 1 = 1.70 = 1.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.85 1.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.72 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ B. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.374 ton ton ton = (2. ( L2A098005 ) .5 x 1.6552 x 0.139 x 2.88) : 13.5 2 = 1.1 = 0.333 x 5.1H1 = 1.333 = 11.tot Y.1 2.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.

00 m Panjang 11. Gaya gesek pada tumpuan g 5.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.73 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.18 ) b = beban pada tumpuan = 236.V . ( L2A098005 ) .00 m O Gambar.15 – 0.5. b dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.44 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.152 = 35.00 meter D. Gaya akibat gempa h=E.152 ton g = 0.15 x 236.

696 ton hba = 69.14 = 32. abutment 2.757 ton 5.14 = 33.2 Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.5.696 x 0.14 = 9.664 ton hp = 232.152 x 0. timbunan 5.00 m O Gambar.3. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.000 h.45 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 232.152 ton hba = 236.339 3.V .74 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ h bangunan atas h.664 x 0.317 Panjang 11. ( L2A098005 ) .1.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 69.573 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.

P1 = gaya-gaya pada waktu pelaksanaan. ( L2A098005 ) . Ah = gaya akibat aliran dan hanyutan. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. M = beban mati.6 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Keterangan : A = beban angin. Tm = gaya akibat perubahan suhu. Tb = gaya tumbuk. Tu = gaya angkat (buoyancy).V .75 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel. Ahg = gaya akibat aliran dan hanyutan pada waktu gempa. SR = gaya akibat perubahan suhu (selain susut dan rangkak). (H+K) = beban hidup dengan koefisien kejut. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5. Ta = gaya tekanan tanah. S = gaya sentrifugal. Tag = gaya tekanan tanah akibat gempa bumi. Gg = gaya gesek pada tumpuan bergerak. Gh = gaya horisontal ekivalen akibat gempa bumi. Rm = gaya rem.

607 H 147.267 175.114 333.450 692.949 333.268 729.m) MV MH 382.175 810.500 147.046 912.000 177.121 400.5.643 2.8 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.949 1143.500 Momen (T.643 2.175 MH 333.450 692.5.114 6.522 1. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian Gaya (T) V 692.906 2.522 1.443 188.884 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.450 Y Momen (T.228 230.949 35.267 175.000 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098005 ) .696 236.114 692.114 147.955 5.512 430.m) MV MH 382.557 146.696 236.280 35.443 5.228 147.801 7.152 538.949 49.931 Tabel.125 561.810 X Y 1.V .114 2.m) MV 1134.5.815 511.949 Tabel.215 1134.9 Kombinasi III Beban Jenis Komb.500 1.175 1143.450 494.215 182.664 69.957 177.76 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.664 69.270 147.938 X 1.837 134.152 153.773 354.773 354.7 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 232.175 333.164 408. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.270 333.

07 ton / m2 Daya dukung ijin qa = q ult 445.443 5.512 359.643 2.γ 0 .268 608.m) MV 382.77 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.227 5.V .2 + ⎜ 0.5 + 0.07 = = 148.000 35.696 236. hal 32 ) Untuk φ = 40 °.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 1.228 MH 76.757 33. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.008 H 110. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.7 × 81.773 354.000 V 232.3 ⎟ × 0 × 95.1 ⎟ × 1.215 912.522 1.B.36 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.500 2.267 175.Nc + D f .194 300.129 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ qult = 445.339 3. didapat Nc = 95.152 538. ( L2A098005 ) .1 ⎟γ t .179 450.5.2 Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.3 ⎟c.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 3⎞ 3⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.Nq + ⎜ 0.305 177.0 + 0.0 + 0.5 + 0.6 Nq = 81.486 165.664 69.10 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Gh Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin 32.834 73.6 + 1.188 31.889 Momen (T.573 9.3 × 1.

.809. ( L2A098005 ) .226 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1143.28.42 > 2 • …………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.98 ± 49..450 809.05 ton / m2 70.175 = .5 ………….45 x ( 0.01 ton / m2 Gambar 5.175 ton m MH = 333.OK 28.175 / 333..03 σ min = .78 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 692.114 ton MV = . Aman.949 = 3. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 692.1143.82 > 1.949 ton m M = 333.46 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.114 ) = 2.226 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 20.6 / 147. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 692.36 ton / m2) ……….05 ton / m2 σ max = 70.01 ton / m2 < q a (148.V .450 ton H = 147.949 – 1143.

.884 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 13. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 430. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.931 ton m M = 408.815 = . tidak aman.055 ± 19.6 / 146.OK 6..47 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.77 > 1.6.046 ton MV = .931 – 729.79 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 430.5 ………….395 ton / m2 32.884 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 729.505 ton / m2 Gambar 5.815 ton m MH = 408.36 ton / m2) ……….45 σ min = .046) = 1. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 430..320. ( L2A098005 ) .810 320.78 < 2 • ………….729.395 ton / m2 σ max = 32.V .810 ton H = 146.815 / 408.931 = 1.810 x ( 0.505 ton / m2 < q a (148.

V .125 / 400.324 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 810.324 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 14.807 σ min = .607 409.9.02 > 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 494. Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 494.OK 9. Aman.795 ton / m2 < q a (148.607 x ( 0.80 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 494. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.125 ton m MH = 400.884 ) = 2.6 / 134.819 ton / m2 39. ………….801 = 2.409.801 ton m M = 400. ( L2A098005 ) .988 ± 24.884 ton MV = .36 ton / m2) ………...607 ton H = 134.5 • ………….819 ton / m2 σ max = 39.810.125 = .2 > 1.801– 810.48 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..795 ton / m2 Gambar 5.

Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 359.55 ton / m2 < q a (148.05 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 608.6 / 73.7..V .49 Tegangan tanah di dasar abutment Abutment tidak aman terhadap guling beban kombinasi II perlu pelebaran dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.129 – 608.88 ± 18.308. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 359.129 = 2. Aman.36 ton / m2) ……….608.67 σ min = .008 ton H = 73.179 / 300.889) = 2. ( L2A098005 ) .889 ton MV = .81 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 359.5 ………….OK 7.129 ton m M = 300.02 > 2 • ………….179 ton m MH = 300.55 ton / m2 Gambar 5.008 308.79 ton / m2 29..008 x ( 0.05 ± 3 × 11 1/6 × 11 × 3 2 σ = 10.91 > 1.79 ton / m2 σ max = 29..179 = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.

5.5 532.5 70 25 45 275 35 275 30 500 30 Panjang 11.8 435 9 80 43 10 11 582 422 440 290 12 13 15 110 475 50 110 115 G 0 90 Gambar. ( L2A098005 ) .50 Dimensi rencana abutment Pembebanan pada Abutment ” Beban Vertikal A. Gaya akibat berat sendiri abutment 83 68 42 36 25 1 3 2 4 5 7 6 8 603 48 590.82 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Perencanaan Abutment setelah pelebaran dasar abutment 55 60 3025 38 25 25 50 65.5 50 115.5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.51 Perhitungan titik berat abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0 m 100 100 135 100 165 Gambar.V .

150 1.276 0.573 0.438 9.013 -0.095 0.038 0.420 -0.345 0.150 -1.820 5.125 0.569 6.430 -0.223 0.52 Beban akibat konstruksi atas Beban mati yang diterima abutment (Pba) Lengan gaya terhadap titik O = 236.085 -0.100 0.050 0.784 1.275 Y m -0.360 0.132 9.Y m^3 0.500 -0.223 0.031 3.440 0.918 4.455 = 2. ( L2A098005 ) .081 0.101 0.610 xa = ya B.613 1.900 1.375 0.455 Titik berat abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .000 8.000 A.610 X m 2.100 1.83 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.480 0.680 -0.830 -0.L ton 0.738 1.900 23.203 0.048 0.328 4.5.480 -0.000 264.272 2.00 m O Gambar.299 -0.100 0.300 0.400 4.V .128 m = ∑ A 9.375 2. Beban mati akibat konstruksi atas Pba Panjang 11.800 0.200 0.034 -0.350 4.248 4.220 2.150 -0.5.024 0.610 ∑ A * Y = 20.213 -0.000 9.360 -0.306 3.280 0.11 Perhitungan titik berat abutment A m^2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total W=δ.250 -0.127 m ∑ A 9.219 A.905 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.219 = −0.750 4.A.859 88.806 110.030 5.X m^3 6.220 0.020 -0.000 -1.900 0.152 ton X=0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.1.850 0.223 0.250 5.045 -0.000 20.

925 ⎟ × 45 = 196.5 ton = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.1 / 60) * ( 45 – 30) ] = 1.5 × 1.75 ⎠ Beban hidup pada Trotoar : = 0.50 ⎛ 5. ( L2A098005 ) .75 ⎝ 2.h Panjang 11.5 ⎛ 5.5 Lengan terhadap titik O = 153.875 ton / 2 = 98.0 x 2 x 45 : 2 Beban hidup (Pq) = 22.9375 ton Xc = 0 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.00 m O Gambar.2 – [ (1.75 ⎠ Beban merata untuk abutment À = 196.21 = 12 ton 1.4375 + 33 + 22.5 ⎞ Beban merata = ⎜ × 1.2 – [ (1.84 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ C.1 / 60) * ( L – 30) ] (30 < L < 60) = 2.875 ton 2.21 = 33 ton 2.50 x 1.75 ⎝ 2.5 ⎟ × 1.53 Beban hidup pada abutment À Beban merata q = 2.5. Beban hidup P.4375 ton Beban garis k = 1 + [ 20 / (50 + L) ] Beban garis = 1 + [ 20 / (50 + 45) ] = 1.V .925 + × 0.925 t/m 1.5 ⎞ =⎜ × 12 + × 12 × 0.

278 18.648 ∑A ∑ A * Y = 18.950 -1.600 0.040 X m -1.23 m 5.652 3.85 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D.535 -0.L ton 0.192 -4.950 = −1.853 4.550 1.5.787 63. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.990 0.3 420 275 140. Beban Akibat Tanah di Atas Abutment 155 140 95 470 4 1 γ1 2 = 1.12 Perhitungan titik berat tanah di atas abutment Luas A m^2 No 1 2 3 4 5 6 Total W=δ.A. 5.54 Beban akibat berat tanah di atas abutment Tabel.333 -6.150 0.840 -0. ( L2A098005 ) .325 -1.550 -0.400 -1.750 5.V .314 0.281 3.X m^3 A.2 132.200 2.450 Y m 4.203 0.6.Y m^3 -1.189 5.70 t/m Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik O : ∑ A * X = .950 18.473 t/m3 C2 = 0 ton/m2 145 Gambar.402 4.700 t/m3 C1 = 0 ton/m2 3 485.250 1.200 A.662 = 3.662 3 γ 1= 1.851 9.200 1.243 0.113 14.5 120 5 6 464.513 3.804 0.472 -0.787 5.648 xa = ya Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.304 m = ∑ A 5.5 γ2 O 155 = 1.648 109.375 0.203 3.

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 1.00 m O Gambar. Gaya akibat tekanan tanah aktif q = 1.00 m O 1.02 ton/m2 470 Pa.28 ton Lengan gaya terhadap titik O Yc = 7.5 2 = 1.V .5.70 t/m3 5.5.65 465.71 = 6.56 Gaya horisontal akibat tekanan tanah Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. Gaya rem dan traksi XC 180 795.5 615.88 Panjang 11. ( L2A098005 ) .2 = 40 ° C2 = 0 ton/m2 Gambar.65 m Ø 1 = 30 ° C1 = 0 ton/m2 Pa.05 x 125.00 1.955 m F.825 1 = 1.55 Gaya Rem dan Traksi Beban hidup (c) = beban D tanpa koefisien kejut (diperhitungkan e sebesar 5%) c = 0.473 t/m2 Ø.1 2.35 1.86 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ” Beban Horisontal E.5 Panjang 11.

00 m Panjang 11.tot Y.70 = 1.88) : 13.139 = 13. ( L2A098005 ) .4 akibat muatan lalu lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi 60 cm.139 x 2. Gaya gesek pada tumpuan g 5.374 x 11 = 147.374 = 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.27 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 13.70 x 5.02 x 0.02 ton/m2 Koefisien tekanan tanah 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ Ka.5 x γ.57 Gaya gesek pada tumpuan Gaya gesek pada tumpuan g = fs .333 = 11.234 x 1. b Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.374 ton ton ton = (2.60 x 1.5.1H1 = 1.114 ton G.655 Pa.333 x 5.00 m O Gambar.V .1 = 0.217 2 ⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ Gaya yang bekerja permeter panjang Tekanan tanah aktif Pa.234 P.825 + 11.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ φ⎞ 40 ⎞ ⎛ ⎛ Ka.pa = 2.2 = 0.1 = q x ka.2 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45 o − ⎟ = 0.6552 x 0. sehingga beban merata di atas abudment : q = 0.87 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Berdasarkan PPPJJR 1987 ps.5 x 1. 1.1 x H12x Ka.1 = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = tg 2 ⎜ 45o − ⎟ = 0.

15 x 236.14 = 36. Gaya akibat gempa h=E.128 3.M dimana : h = gaya horisontal akibat gempa E = koefisien gempa untuk daerah Jawa Tengah (Wilayah 4 = 0.58 Gaya akibat gempa • • • Gaya gempa terhadap abutment : Wa = 264.14 = 33.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 109.00 meter H.14 = 15.152 ton hba = 236.152 = 35.15 – 0. abutment 2.998 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : Wba = 236.304 Panjang 11.04 x 0.275 x 0.00 m O Gambar. timbunan 5.14) M = muatan mati dari konstruksi yang ditinjau h bangunan atas h.04 ton hba = 109.266 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.V .275 ton hp = 264.5.000 h. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.152 ton g = 0.88 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ dimana : g = gaya gesek antara tumpuan dengan rangka baja fs = koefisien gesek antara karet dengan beton / baja ( f = 0.443 ton Lengan gaya terhadap titik O Yg = 5.18 ) b = beban pada tumpuan = 236.152 x 0. ( L2A098005 ) .

467 487.114 147.443 5. ( L2A098005 ) .304 307.123 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. Tegangan atau gaya yang digunakan dalam pemeriksaan kekuatan konstruksi yang bersangkutan dikalikan terhadap tegangan ijin atau tegangan batas yang telah ditentukan dalam persen (PPJJR-SKBI-1987) Tabel.824 333.931 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.5.405 Y Momen (T.114 2.000 177.114 763.557 146.215 182.000 2.m) MV MH 562.127 3.113 340.152 609.270 147.949 Tabel.304 147.040 236.949 1099.405 763.5.046 1374.949 333.114 333.275 109.123 2.152 153.13 Kombinasi Pembebanan No Kombinasi pembebanan dan gaya Tegangan ijin 1 M + H + Ta +Tu 100 % 2 M + Ta + Ah + Gg + A + SR + Tm 125 % 3 Komb (1) + Rm + Gg + A + SR + Tm + S 140 % 4 M + Gh + Tag + Gg + Ahg + Tu 150 % Tabel.m) MV MH 562.113 340.949 1682.949 35.532 472.574 X Y 2.5.127 3.040 236.875 2.000 Momen (T.959 511.275 109.270 333.15 Kombinasi II Gaya (T) Beban Jenis M Ta Ah Gg A SR Tm JUMLAH Beban ijin Bagian Wa Wt Wba V Jarak Terhadap G (m) H 264.824 1682.V .938 X 2.000 147.14 Kombinasi I Gaya (T) Beban Jenis M Bagian Wa Wt Wba H+K Ta Tu JUMLAH Beban ijin V Jarak Terhadap G (m) H 264.164 408.532 472.89 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi Pembebanan Kestabilan konstruksi harus ditinjau berdasarkan komposisi pembebanan dan gaya yang mungkin akan terjadi.

2 + ⎜ 0.123 1.955 5.443 Jarak Terhadap G (m) X Y Momen (T.304 5.000 188.2.443 5.405 545.915 471.275 109. Nq = 81.289 H 147.3 ⎟c.266 33.0 + 0.824 MH 333.405 763. Suyono Sosrodarsono & Kazuto Nakazawa.691 314.873 837.17 Kombinasi IV Gaya (T) Beban Jenis M Gh Bagian Wa Wt Wba Ta Tt Tba Tag Gg Ahg Tu JUMLAH Beban ijin V 264.5 + 0.215 1256.6 .113 340.3 ⎟ × 0 × 95.B.824 1202.V .040 236.127 3.000 H 120.884 Tabel.017 561. Mekanika Tanah & Tenik Pondasi.215 1682.m) MV 562.3 × 1.1 ⎟ × 1.837 134.0 + 0.152 609.949 49.90 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tabel.532 354.128 3.Nc + D f .65 = = 149.473 × 3 × 114 11 ⎠ 11 ⎠ ⎝ ⎝ 2 qult = 449. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.280 35.311 36.305 177.5.228 MH 78.957 177.801 7.732 50.16 Kombinasi III Gaya (T) Beban Jenis Komb.439 165.467 406. Nγ = 114 B⎞ B⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.m) MV 1682. didapat Nc = 95. I Rm Gg A SR Tm S JUMLAH Beban ijin Bagian V 763.061 Jarak Terhadap G (m) X Y 2.6 + 1.88 ton / m2 FS 3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.512 Momen (T.000 35.114 6.768 80.1 ⎟γ t .5 + 0.N γ L⎠ L⎠ ⎝ ⎝ 4⎞ 4⎞ ⎛ ⎛ qult = ⎜1.998 15.65 ton / m Daya dukung ijin qa = q ult 449.460 Kontrol Abutmen terhadap kestabilan konstruksi Kontrol terhadap daya dukung tanah Menurut Grafik faktor daya dukung tanah dari Terzaghi ( Ir.Nq + ⎜ 0.γ 0 . hal 32 ) φ = 40 °.500 2.7 × 81.121 400.5.

63 ton / m2 63.. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.893 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 17.11 > 1.28.949 – 1682.6 / 147.824 = .405 x ( 0.949 ton m M = 333.59 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.63 ton / m2 σ max = 63.1348. ( L2A098005 ) .88ton / m2) ……….V .98 σ min = .824 / 333.405 1348.893 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1682. Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 763.114 ) = 3. Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 763.949 = 5.824 ton m MH = 333..91 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban I • V = 763.114 ton MV = ..5 ………….35 ± 45. Aman.1682.04 > 2 • ………….405 ton H = 147.33 ton / m2 < q a (149.33 ton / m2 Gambar 5.OK 28.

.046) = 2 > 1.931 = 2.08 ± 23.64 ton / m2 < q a (110.5 • …………..60 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.931 ton m M = 408.V .959 / 408..028 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1099.69 < 2 • Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 487.574 ton H = 146.574 x ( 0.046 ton MV = . Aman Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 487. ( L2A098005 ) .92 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban II • V = 487.48 ton / m2 σ max = 34.959 ton m MH = 408.64 ton / m2 Gambar 5.691.931 – 1099.56 σ min = .028 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 11. Aman.OK 12.959 = . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.574 691.12. ………….6 / 146.1099.49 ton / m2) ……….48 ton / m2 34.

7 ton / m2 Gambar 5.88ton / m2) ……….801 – 1202.017 = .31 σ min = .1202.V ..29 ton / m2 σ max = 39.6 / 134.289 ton H = 134.801 = 2.OK 14. ( L2A098005 ) . Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 545.39 ± 27.216 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 12.99 > 2 • …………. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.61 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.14..801 ton m M = 400.5 ………….43 > 1.017 / 400.216 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 1202.93 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban III • V = 545.289 801.884 ton MV = . Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 545.017 ton m MH = 400.289 x ( 0..801. Aman.29 ton / m2 39.7 ton / m2 < q a (149.884 ) = 2.

460 – 837.38 ton / m2 37.03 > 1.455 ± 4 × 11 1/6 × 11 × 4 2 σ = 19.6 / 80..23 ± 17..88ton / m2) ……….311 523.460 ton m M = 314. ( L2A098005 ) . Kontrol terhadap geser Vx(µ/H) = 406.OK 1.85 σ min = 1.915 ton m MH = 314.311 ton H = 80.62 Tegangan tanah di dasar abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.460 = 2.523.512 ) = 3. Aman.512 ton MV = .94 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Kombinasi beban IV • V = 406.V .455 ton m Kontrol terhadap guling MV / MH = 837.837..915 / 314.5 ………….08 ton / m2 Gambar 5.08 ton / m2 < q a (149. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.38 ton / m2 σ max = 37.915 = . Aman • Tegangan yang terjadi σ= P M ± A W σ= 406.311 x ( 0.66 > 2 • ………….

031 3. Gaya Vertikal Gaya akibat berat sendiri abutment Tabel.125 0.784 1.243 -0.650 0.050 0.120 -0.101 0.050 3.18 Perhitungan titik berat abutment ditinjau dari pangkal abutment No A m^2 W=δ.95 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5. ( L2A098005 ) .438 9.375 2.048 0.100 -0.437 11. M PV PH 115.V .730 4.000 Y m 4.5 370 15 500 A Gambar.Y m^3 -0.850 0.933 0.038 0.605 4.306 3.100 2.273 -0.215 0.3 Penulangan Abutment Beban yang digunakan pada perhitungan penulangan badan abutment adalah berdasarkan pembebanan maksimal yang bekeja pada pangkal badan abutment.3.600 A.520 4.000 0.650 X m -0.576 1.5.583 0. dimana momen akibat beban vertikal diperhitungkan terhadap exsentrisitas dari garis netral badan abutment sebesar 15 cm.X m^3 A.860 133.066 -0.675 -0.750 0.013 -0.018 0.900 23.450 2.000 Total 4.085 -0.A.859 88.309 0.613 1.L ton 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0.375 0.450 3.360 0.449 0.028 3.920 1.1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.020 -0.525 -0.155 0.095 0.091 5.066 0.5.63 Pembebanan pada badan abutment A.210 -0.297 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.200 2.

0.5 x γ.761 γ = 1. ( L2A098005 ) .479 ton Pa.19 Perhitungan titik berat tanah ditinjau dari Potongan A Luas A m^2 No 1 2 3 4 Total W=δ.333 = 5.4375 + 33 + 22.1 = q x ka. Gaya Horisontal Gaya akibat tekanan tanah aktif Tekanan tanah aktif Pa.553 2.A.L ton 0.450 4.02 x 0.203 3.9375 ton Lengan terhadap titik O Xc = 0.375 0.860 ∑A xa = ya Beban mati akibat konstruksi atas Beban konstruksi atas total ( Pba ) = 236.355 = 1.113 14.064 Y m -1.605 A.550 -0.437 = −0.847 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.513 3.5.5 x 1.900 1.652 100.400 3.192 -4.1 = 0.tot = 6.27 ∑ A 5.15 m Beban akibat tanah di atas pondasi Tabel.325 -1.333 x 4.1 H1 = 1.297 = 2.648 m B. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1 x H12x Ka.039 A.587 4.368 ton P.090 m 4.2 = 0.Y m^3 3.535 -0.990 0.472 -0.168 X m 18.324 m = 4.600 5.70 t/m3 Titik berat tanah di atas abutment terhadap titik A : ya = ∑ A * Y = 11.V .15 m Beban hidup Beban hidup (Pq) = beban merata + beban garis + beban pada trotoar = 98.950 -1.3552 x 0.X m^3 -1.894 2.152 ton Lengan gaya terhadap titik O Xb = 0.860 ∑A ∑ A × Y = 11.763 11.517 0.70 x 4.761 = 2.787 63.840 -7.96 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Titik berat abutment terhadap titik A : ∑ A × X = .5 = 153.

.6 x 121...m’ Mu = ( 1.Kombinasi beban tetap = ( 1..05 ( M.061 ton Gaya gempa terhadap tanah di atas abudment : Wt = 100...D = (236.m’ Kombinasi II..09 ) + ( 1.59 ton..E = ( 18.m’ M..278 ton.V .97 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Y.09 ton...711 ton Gaya gempa terhadap bangunan atas : • Wba = 236.L + M.L + 1.324 ) + ( 33..L = 153.H M...18 + 5.........650 ) + ( 1.wba ) + ( 1.....14 = 33..14 = 18.3943 + 23.05( 23.711 x 2..6 x 23..3943 ) + ( 1.847 x 11 = 75.D + 1.6 M......152 x 0..wa ) + ( 1.E ) M. ( L2A098005 ) .2 x 23.847 = 1.pa = ( 1.m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...15 = 23....064 ton hba = 100.D + M.2 x 236..Kombinasi beban tetap Mu = 1.2 x 133.59 ) = 197.6 + 153...650 x 0..H = 75.9375 x 0...45 ) : 6.034 ton..2 x P.......317 ton Gaya akibat gempa • Gaya gempa terhadap abutment : • Wa = 133.479 x 2...70 ) + ( 14 x 2.9375 ) = 690...27 ) Mu = 1..152 x 0.317 x 1....650 ton hp = 133.....650 x 0..09 ) = 23.15 ) – (133.....328 ton.368 x 1.152 ) + ( 1.062 ton ¾ Momen Ultimit Kombinasi I.m’ M.....14 = 14 ton ¾ Gaya Vertikal Ultimit ( Pu ) Pu = Beban vertikal Ultumit …………….2 M.064 x 0.061 x 3.607 m Berat total tekanan tanah sepanjang 11 m = 6.3943 ton.09 + 197.... ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.Kombinasi beban sementara Mu = 1..152 ton hba = 236...m’ = 256....6 M..2 x P.034) = 347.607 = 121.6 x Pq ) = ( 1......

85 × f' c ⎠ ⎝ h ⎠ 61 d' = = 0.328 × 10 7 = 503.2.10 . β = 0. maka dipakai nilai ρmin ρmax = 0. berdasar DDPBB.328 = = 0.a (GTPBB) didapat : r = 0.V .04 × 0.10.10 7 × 0.003 ρ = r.98 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Disain tulangan abutment digunakan : Pu = 763. tabel. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.80 Pu 763. β = 1.10 h 1000 Dari grafik 6.136 = 0.04 = φ × Ag × 0.136 h 3700 ⎛ ⎞ ⎛ et ⎞ Pu ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜ ⎟ = 0. ( L2A098005 ) .85 × 25 et = Mu 347.0203 ……………………….4 = = 0.062 × 10 4 et 503.85 × f' c 0. 107 mm2 Ht = tinggi badan abutment = 3700 mm b = 1000 mm h = 1000 mm d’ = 50 + ½ .002 x 1.0054 ⎝ φ × Ag × 0.405 × 10 4 = 0.0035 Karena ρ < ρmin.0 1.328 ton.0035 fy 400 ρmax = 0..0 = 0. 8 ρmin = 0. 22 = 61 mm d = h – d’ = 1000 – 61 = 939 mm ϕ = 0.m’ f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa Ag = luas penampang = 1000 * 11000 = 1.405 ton Mu = 347.80 × 1.061 ≅ 0.328 mm = Pu 690.4 1.0203 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.003 ρmin = f’c = 25 .

20% Ag As = 2000 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 16 – 200 (As = 2010 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang sebesar Gaya Horisontal yang bekerja pada abudment H = 75.317 x 1. maka tidak diperlukan tulangan geser.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 Mpa diperoleh φ Vc = 0.5.50).51 × 10 4 = 0. ( L2A098005 ) .200 3700 D.200 D.10 .22 . Ag = 0.99 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok As = ρ. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 200 Ø.317 ton Hu = 75.50 Mpa.6 = 120.51 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Hu 120.200 300 1000 1350 1000 1650 Gambar.146 < 0. Karena Vu < φ Vc (0.64 Penulangan badan abutment Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .0035 * 1000 * 1000 = 3500 mm2 Dipakai tulangan rangkap 2D 22 – 200 (As = 3801 mm2) ™ Tulangan bagi Diambil 0.16.146 MPa Vu = = b × d 11000 × 937.

594 ton Momen di potongan A-A MA-A = ( 5.13 ton/m2 500 Pa.6 x 5.70 ton/m3 H = 0.6552 x 0.5.549 Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 550 mm d = 550 – (50 + ½ 19 ) = 490.6 x 4.2 A A 655 Gambar.6 x 2. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0035 fy 400 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.110 ton =14.5 mm ρmin = 1.333 x 11.13 ton/m2 Pa.011 ton Pu = (1.549 tonm’ Mu = 4.13 x 0.078 tonm’ = 1.65 Pembebanan parapet Ka = 0.1 = q x ka x H x L Pa.655/3 ) = 2.1 Pa.5 x γ x H2 x Ka.5 x 1.70 x 0.100 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Penulangan Parapet q = 2.011 x 0.00 = 5.V . ( L2A098005 ) .4 = = 0.655 x 11.655 m q = 2.110 ) + ( 1. x L = 0.333 γ = 1.333 x 0.011 ) = 2.4 1.110 x 0.2 = 0.655/2 ) + ( 4.00 = 4.

b.594 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc Pu 14.85 × 35 = 0.50 MPa.5 25 ⎠ ⎝ 0. ⎟⎟ 2 b. maka dipakai nilai ρmin = 0.400⎜1 − 0. f y ⎜⎜1 − 0.5 = 1751.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0.078.d fc ⎠ ⎝ 4. ⎟ 2 11000.0.75 cm2 ™ Tulangan Pokok Digunakan tulangan rangkap D 19 – 150 (As = 1890 mm2) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 378 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 10 – 200 (As = 393 mm2) ™ Tulangan Geser Pu = 14.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.0035 As = ρ.8.ρ .0035 * 1000 * 500. maka tidak diperlukan tulangan geser.75 × 0.107 400 ⎞ ⎛ = ρ .85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0. ( L2A098005 ) .85 × ⎢ 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ .022 < 0.101 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ⎡ 0.8.490.0.56ρ2 ρ = 0. d = 0. Karena Vu < φ Vc (0.0154 = 320ρ – 3010. Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0203 × = 0.588.000048 Karena ρ < ρmin.V .588.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.50).027 MPa Vu = = b × d 11000 × 490. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.594 × 10 4 = 0.

63 ton / m2 2m 17.5. V = 763.1348.33 ton / m2 Gambar 5.114 ton MV = .949 – 1682.V .405 ton H = 147.893 ton m Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 ) . dimana beban-beban yang bekerja dikalikan dengan koefisien sesuai dengan kombinasi beban tetap.824 = .949 ton m M = 333.150 D19 .150 Gambar.178 ton / m2 63.102 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ D10 .66 Penulangan parapet Penulangan Pile Cap 28.824 ton m MH = 333.1682.200 D19 .67 Pembebanan pada pile cap Pada perencanaan penulangan Pile Cap digunakan kombinasi I.

0001 Karena ρ < ρmin.4 = = 0.25 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0035 x 1000 x 1217.m Mu Diketahui : f’c = 25 Mpa fy = 400 Mpa b = 1000 mm h = 1300 d = 1300 – 70 – (½ x 25) 95.75 × β1 × ⎢ × dimana β1= 0.2 x wa ) + ( 1.75 × 0.8 × 400⎜1 − 0.717 ton.d ⎝ 133.6 x wl ) = ( 1.85 × f' c 600 ⎤ ρmax = 0.V . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.103 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Vu = ( 1.8 × f y ⎜⎜1 − 0.( x 46.0035 As =ρxbxd = 0.4 1.85 × 25 = 0.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy 600 ⎤ ⎡ 0.23.0203 600 + 400 ⎥⎦ ⎣ 400 fy ⎞ ⎛ Mu = ρ × 0. maka dipakai nilai ρmin = 0.56ρ2 ρ = 0.2 x wba ) + ( 1.664 ) + ( 1.m’ 11 1.728 ton 1 1 2 = -( x 17.2 x 232.059 = 320ρ – 3010.0035 ρmin = fy 400 = 1217.152 x 2 x x 2 ) 3 2 2 = 95.5 ⎝ 0.938 ) = 939.04 ) + ( 1.2 x wt ) + ( 1.178 x 22 ) .1217.152 ) + ( 1.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b.2 x 236.5 mm ⎡ 0.6 x 153.892 Mu = = 8. ( L2A098005 ) .892 ton.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000.5 = 4261.85 × ⎢ × = 0.2 x 109.10 7 400 ⎞ ⎛ = ρ × 0.

74 = 981.74 mm2) Tulangan tekan digunakan 0.2 * 4908.012 = 11 11 = 62.183 ton Syarat perlu tulangan geser : Vu > φ Vc V 62.200 (As = 1005 mm2) ™ Tulangan Geser Gaya lintang V = Pu 684. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.100 Ø10 .300/500 1.35 D16 .100 1.68 Penulangan pile cap Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.00 D25 .511 MPa b × d 1000 × 1217.29 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Tulangan bagi diambil 20% dari tulangan pokok = 0.50 dari tulangan tarik = 2454. ( L2A098005 ) .183 × 10 4 Vu = = = 0.75 mm2 Digunakan tulangan rangkap D 16 .200 D19.5 Menurut tabel 15 “DDPBB” untuk mutu beton f’c = 25 MPa diperoleh φ Vc = 0. maka tidak diperlukan tulangan geser.50 MPa.37 mm2 = digunakan tulangan D 19 – 100 ( As = 2835.100 (As = 4908.V . Karena Vu < φ Vc.200 100 1.104 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Tulangan tarik digunakan tulangan D 25 .65 Gambar 5. Dipakai tulangan geser praktis φ 10 – 300/500 D16 .

( L2A098010 ) Aditiya Budi S.332 + 1... Beban Hidup ƒ Beban kendaraan dibelakang bangunan penahan tanah diperhitungkan senilai dengan muatan tanah setinggi 60 cm.y = 240 Mpa b = 1000 mm d = 200 – ( 50 +16/2 ) = 142 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ . Beban hidup ql = 0..2 x 1.316 × 10 7 240 ⎞ ⎛ = 0.8 × ρ × 240⎜1 − 0.316 tonm’ Momen yang bekerja : Mu = 1/8 x q x L2 di ketahui : f..5 x 1.40 mm2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 2..332 ton/m b. × fy⎜⎜1 − 0.disain As = ρ x b x d = 0.632 ) x 2.6 x 1.c = 25 Mpa f.0x 2.0058...600 ton/m ƒ Berat pavement = 0..2 = 0..05 x 1. tebal plat injak direncanakan setebal 20 cm dan lebar 7...sebagai.600 ton/m 1.0 x 1.V .0062 x 1000 x 142 = 880.7 x 1. Pembebanan pada plat injak : a.. Beban Mati ( qd ) ƒ Berat sendiri = 0.4.132 ton/m ƒ Berat lapis pondasi = 0.ρ > ρ min dipakaiρ .0062.2 = 0.105 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.1 Pelat Injak Plat injak adalah bagian dari konstruksi jembatan yang berfungsi mencegah terjadinya penurunan elevasi muka jalan oleh beban kendaraan pada oprit.588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 142 ⎝ 1.ρ min = 0.52 = 2.6 = 1.. ( L2A098005 ) .0 x 2...149 = 192 ρ − 1083..632 ton/m = 1/8 x ( 1.0 x 2.25 x 1.2 x 1.0 x 1.4 BANGUNAN PELENGKAP 5.2 = 0.00 m..80 ρ 2 ρ = 0.

632 ton/m2 Akibat beban plat injak dan pavement q2 = ( 0.16 – 200 ( As = 1340.123 ton/m’ Gaya yang terjadi permeter lebar wing wall = 17.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.333 Pa.05 x 2.60 x 1.2 = 1.5 x γ.1552 x 0.2 = 1.5 + 0.333x1.123 x 1/5.1 + q.6 = 0.6 = 1.1 x H2x Ka x 1.1 ) x 1.088 ton/m’ Pa.332 = 2.035 ton/m’ Total beban yang bekerja pada wing wall = 17.10 – 200 ( As = 392.106 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan Ǿ.5x 1.0 ) x 1.155 = 5.V .964 x 0.1 = ( 0.2 dari luas tulangan utama = 268.082 mm2 Dipakai Ǿ.00 Gambar 5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.632 + 1.2 Perencanaan Wing Walls 3.69 Konstruksi wing wall Pembebanan pada wing wall q.4.7x 5.964 ton/m2 Ka = Tg2 ( 45 –Ǿ/2 ) = tg2 ( 45 – 30/2 ) = 0.332 ton/m2 q = q.6 = 12.155 = 3.1 = q x Ka x H = 2.70 ) x 1.00 0.25 x 2.322 ton/m’ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.20 x 2.20 + 0.2 = 0.00 m 4.60 x γ.155 WING WALL Panjang 11.333 x 5.6 = ( 0.25 5.70 mm2 ) 5. ( L2A098005 ) .

Vc tidak perlu tulangan geser b×d Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S..0035 x 1000 x 342 = 1197 mm2 ™ Tulangan Pokok Dipakai tulangan D.56 ρ 2 ρ = 0..Vc = φ = 0.70 mm2 ) ™ Tulangan Geser Vu = 3.752 = 12.561 tonm’ di ketahui : f.V ..75 = 9.322 × 2.75 m : Mu = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.c = 25 Mpa f..13 – 200 ( As = 392..561 × 10 7 400 ⎞ ⎛ = 0.082 mm2 Dipakai D.50 6 6 Vu < φ .588 × ρ × ⎟ 2 25 ⎠ 1000 × 342 ⎝ 1.00347 ρ min = 0.41 mm2 ) ™ Tulangan Bagi Dipakai 0.5 x q x L2 = 0.y = 400 Mpa b = 1000 mm d = 400 – ( 50 +16/2 ) = 342 mm ⎛ Mu fy ⎞ = φ × ρ × fy⎜⎜1 − 0.322 x 2.5 x 3.107 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pada perencanaan wing wall konstruksim dianggap sebagai Kantilever.ton 9.60 = 0.2 dari luas tulangan utama = 268.136 × 10 4 Vu = = 0.0035.074 = 320 ρ − 3010.267 b × d 1000 × 342 fc 25 φ ....ρ < ρ min dipakaiρ min sebagai.588 × ρ × ⎟⎟ 2 fc ⎠ b×d ⎝ 12.136.8 × ρ × 400⎜1 − 0.. ( L2A098005 ) .disain As = ρ x b x d = 0.16 – 200 ( As = 1340. sehingga momen yang terjadi terhadap bentang 2.

80 ton/m2 320 Gambar.1 = 1.00 m 4.00 D. Dinding ini direncanakan dengan menggunakan material pasangan batu kali dengan tinggi maksimal 4.9 m dari alas pondasi dan dimensi direncanakan sebagai berikut 200 Pas.16 .V .70 Penulangan wing wall 5.7 ton/m3 Ø1 = 30° C.200 Panjang 11.2 = 1.108 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 3.155 D.25 D. ( L2A098005 ) .200 D.200 5.75 ton/m2 γ2 = 1. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5.16 .200 0.676 ton/m3 80 410 40 40 240 40 Ø2 = 30° C.4.00 Gambar 5.71 Dimensi dinding penahan tanah ( DPT ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.13 .13 . batu kali γ1 = 1.3 Perhitungan Dinding penahan Tanah Dinding penahan tanah jalur jembatan Kabelukan pada bagian sebelah timur.

80 ton/m2 ƒ γ pas. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .1 245 410 q = 1.1 = q x H x ka P.333 = 6.1 tanah urug = 30o ƒ γ. 1tanah urug = 1.109 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Pembebanan A. Terhadap alas dinding penahan tanah 4 80 163 2 3 40 240 PP.020 x 4.796 ton = 1.02 ton/m2 40 320 Gambar.5 x H2 x γ1 x ka = 0.2 = 0.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .5 x 4.2 26.2 tanah dasar = 40o ƒ C. batu kali = 2. ( L2A098005 ) .2 x⎜ 45 + ⎟ = 3.333 = 1.1 PP.676 ton/m3 ƒ Ǿ.70 x 0.90 x 0.460 ton Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.664 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 8.020 ton/m2 ƒ γ. 2tanah dasar = 1.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0.902 x 1.5.V .70 ƒ Ǿ.67 P.2 40 1 P.000 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .2 ton/m3 ton/m3 Tekanan tanah Aktif.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ kp 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan .2 tanah dasar = 1.72 Beban yang bekerja pada dasar DPT Data teknis : ƒ q = 1.

633 ) – ( 4.1 = 2.400 1.73 Beban yang bekerja pada pangkal DPT Data teknis : ƒ q = 1.( PP.020 5.2 x 1.806 39.1 ) + ( P.796 x 1.659 14.100 2.267 ) = 12.5 x h2 x γ2 x kp = .5.800 MV ton.400 ) – ( 1.4 ) = ( 1.000 x 0. 1 2 3 4 Total Berat (W) ton 3.2 x Y.70 ƒ Ǿ.1 tanah urug = 1.750 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.5.2 = 1.560 1.633 m y.5 x 0. ( L2A098005 ) .2 ton/m3 ton/m3 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.80 = -4.500 2.0.1 tanah urug = 30o ƒ γ pas.664 x 2.676 x 3.3 ) – ( PP.20 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.988 ton Total Beban Horisontal ( H ) = -6.450 m y.346 B.00 = -1.432 8.448 7.1 = -2 x C2 x PP.80 x 3.2 1 2 40 200 Gambar.802 x 1.640 No.988 x 0.2 = -0.7 205 P. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.640 4.048 X m 2.1 x y.597 ton y.632 2.450 ) + ( 6.600 1.400 m y. batu kali = 2. Terhadap pangkal badan dinding penahan tanah 410 P.267 m MH = ( P.609 x 0.V .4 = 0.1 136.020 ton/m2 ƒ γ.608 9.m' 8.110 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ PP.609 ton kp x h = .3 = 0.2 ) .1 x y.2 x y.788 21.

( L2A098005 ) ....460 Kontrol terhadap stabilitas tanah ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = 1 ∑ M = 1 x3..2 = 1.750 ⎞⎟ = 0. ka 30 ⎞ φ⎞ ⎛ ⎛ = tan ...393 ton Total Beban Horisontal ( H ) = 6.360 tonm’ Beban pasangan batu kali dan tanah diatas DPT Tabel.1 = q x H x ka P.597 = 2..897 > 1.020 x 4.808 Kontrol Stabilitas Konstruksi Kontrol terhadap guling Fs = ∑ ∑ Mv Mh >2 = 39..367 m MH = ( P..10 x 0.2 − ⎛⎜ 39..102 x 1..393 X 2.367 ) = 9..2 ) = ( 1.2 x y..133 MV ton..30 + 1.8 x3...333 = 1.336 < 1 xB .111 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Tekanan tanah Aktif.2 x⎜ 45 − ⎟ = tan .φ + CxB + PP > 1...346 − 12.5 ∑H = 21.70 x 0.oke 8.333 2⎠ 2⎠ ⎝ ⎝ P..2 = 0..608 -1..048 x tan . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.oke xBx x 6 21..758 ton = 1.333 = 4.2 x⎜ 45 − ⎟ = 0.5..2 + 6.151 ton y.21 Pembebanan akibat pasangan batu kali dan tanah di atas DPT Luas (A) m2 1.1 x ka = 0.048 2 ⎝ ⎠ ∑V 2 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.640 4.628 X m -1.5 x 4.020 12.5. 1 2 Total Berat (W) ton 3.V .1 x y.100 No.758 x 1....m' -3...000 -0.346 = 3.1 = 2.200 -4..1 ) + ( P.5 x H2 x γ.750 Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vx tan .608 9.050 ) + ( 4.086 > 2.oke 12.050 m y..

...626 ⎠ Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S...5 dimana f adalah faktor geser pasangan semen = 1 Fs = 12. pasangan..5..batu .048 ⎛ 6 x0....628 x1 = 2..360 ⎞ ton x⎜1 + ⎟ = 9.4 x1 ⎝ 2.4.. tan ah 3. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.V .360 − 4.053 > 1.2 x1 ⎝ 3...997 2 > σ ij int .4 ⎠ m 1 ⎛ 9.2 ⎠ m Kontrol Kekuatan Bahan Kontrol terhadap geser Fs = ∑ Vxf ∑H > 1.360 < x 2. ( L2A098005 ) .112 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ mak = 21.626 ⎛ 6 x0...721 2 < σ ijin.808 ⎞ =⎜ ⎟ = 0...336 ⎞ ton x⎜ 1 + ⎟ = 10.oke 6.151 Kontrol terhadap tegangan pasangan batu kali ∑V mak = ⎛ 6 xe ⎞ ⎟ x⎜⎜1 + Bx xBy ⎝ Bx ⎟⎠ e = ∑M ∑V mak = 12..kali 2.oke 6 ⎝ 12.

0 + 90 ( elv. 5.682% g. 0 + 90 Elv.4. 99.1 = 0% PPv = STA. 0 + 115 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.4.113 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 5.4 Perhitungan Oprit Pada perencanaan jembatan aspek geometrik jalan yang menuju dan meninggalkan jembatan harus direncanakan dengan baik.218 ) Lv = 50 m PTv = STA.V . untuk menghasilkan disain yang optimal sesuai dengan standart yang berlaku. 5.91 Perencanaan elenyemen vertikal STA.4. ( L2A098005 ) . ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. sehingga diharapkan menghasilkan suatu jalan lengkung yang aman dan nyaman untuk dilintasi.218 Gambar. 0 + 115 PLv = STA 0 + 65 g. Alinyemen vertikal dalam perencanaan jembatan Kabelukan terdiri dari dua type : ƒ Tipe Cembung ( Crest Vertikal Curve ) ƒ Tipe Cekung ( Sag Vertikal Curve ) Untuk memudahkan dalam perhitungan dan pelaksanaan digunakan lengkung parabola derajat 2. 99.9 Alinyemen Vertikal Lengkung vertikal digunakan untuk merubah kelandaian memanjang secara berangsur-angsur dan harus sederhana dalam perencanaan serta memudahkan dalam pelaksanaannya.8 Alinyemen Horisontal Perencanaan alinyemen horisontal pada jembatan Kabelukan tidak diperlukan karena posisi jembatan lurus dengan ruas jalan yang ada. Pada perencanaan geometrik pada jembatan Kabelukan ditinjau terhadap kondisi alinyemen horisontal dan vertikal. A.2 = 2. STA.5.

( L2A098005 ) .459 99.429 0.761 99.889 g.00 % g.671 Tx Tx (m) 99.682 x50 = 800 800 = 0.168 0.241 0. 101.000 0.647 99.245 99.218 m PTv = PPv + 2.5. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.682 x50 g.1 = 0.114 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ di ketahui : g.1xLv = 99.X (m) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y (m) 0.329 0.218 99.2 ) = 2. 0 + 190( elv.278 99. Y ∆xX 2 = 200 xLv g.889 m Tabel.230 m Ev = PLv = PPv − 0 x50 g.325 99. 0 + 115 STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 065 0 + 070 0 + 075 0 + 080 0 + 085 0 + 090 0 + 095 0 + 100 0 + 105 0 + 110 0 + 115 Dimana : B.V .027 0.682 % – 0 = 2.386 99.218 − 100 x 2 200 = 99.v.060 0.007 0.1xX 2 +Y = PLv + 100 STA.547 99.225 99.2 – g.543 0.218 + 100 x 2 200 = 99.1 .107 0.20 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA.2 = 2.682% Lv = 50 m ……… ( grafik.2 xLv = 99. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 3.682 % ∆ = ( g. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No.900 ) Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.

V - 115

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ

PPv = STA 0 + 190
Elv. 101,900
g.2 = 0%
g .1

82 %
= 2,6

PTv = STA. 0 + 230

PLv = STA 0 + 150

Lv = 80 m

Gambar.5.92 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 190
di ketahui :
g.1

= 2,682 %

g.2

=0%

= ( g.1 – g.2 ) = 2,682 % – 0 = 2,682%

Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,682 x80
=
800
800

= 0,268 m

Ev

=

PLv

= PPv −

2,682 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,827 m

PTv

= PPv +

0 x80
g.2 xLv
= 101,900 +
100 x 2
200

= 101,900 m

TabeL.5.21 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 190

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 116

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
STA
0 + 150
0 + 155
0 + 160
0 + 165
0 + 170
0 + 175
0 + 180
0 + 185
0 + 190
0 + 195
0 + 200
0 + 205
0 + 210
0 + 215
0 + 220
0 + 225
0 + 230

Dimana :

C.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y=

g.1 .X
(m)
0
13.41
26.82
40.23
53.64
67.05
80.46
93.87
107.28
120.69
134.1
147.51
160.92
174.33
187.74
201.15
214.56

∆xX 2
200 xLv

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.038
0.067
0.105
0.151
0.205
0.268
0.339
0.419
0.507
0.603
0.708
0.821
0.943
1.073

Tx= PLv +

Tx
(m)
100.827
100.957
101.078
101.192
101.296
101.393
101.481
101.560
101.632
101.694
101.749
101.795
101.833
101.862
101.883
101.896
101.900

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 375 ( elv. 101,900 )

g.1 = 0%

PLv = STA 0 + 335

PPv = STA 0 + 375
Elv. 101,900
g .1
=2
,7 3
8%

PTv = STA. 0 + 415

Lv = 80m

Gambar.5.93 Perencanaan elenyemen vertikal STA. 0 + 375
di ketahui :
g.1

=0%

g.2

= 2,738 %

= ( g.2 – g.1 ) = 2,738 % – 0 = 2,738%

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

V - 117

ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ
Lv

= 80 m ……… ( grafik.iii, Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
No. 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam )
∆xLv 2,738 x50
=
800
800

= 0,274 m

Ev

=

PLv

= PPv −

0 x80
g.1xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 101,900 m

PTv

= PPv −

2,738 x80
g.2 xLv
= 101,900 −
100 x 2
200

= 100,805 m

TabeL.5.22 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. 0 + 375
STA
0 + 335
0 + 340
0 + 345
0 + 350
0 + 355
0 + 360
0 + 365
0 + 370
0 + 375
0 + 380
0 + 385
0 + 390
0 + 395
0 + 400
0 + 405
0 + 410
0 + 415

Dimana :

D.

Jarak ( X )
(m)
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80

Y

=

g.1 .X
(m)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

∆xX 2
200 xLv

Tx

Y
(m)
0.000
0.004
0.017
0.039
0.068
0.107
0.154
0.210
0.274
0.347
0.428
0.518
0.616
0.723
0.839
0.963
1.095

= PLv −

Tx
(m)
101.900
101.896
101.883
101.861
101.832
101.793
101.746
101.690
101.626
101.553
101.472
101.382
101.284
101.177
101.061
100.937
100.805

g.1xX
−Y
100

STA. 0 + 475 ( elv. 99,162 )

Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan
Akhmad Alham S. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S. ( L2A098005 )

2 xLv = 99.738% No.162 − 100 x 2 200 = 99.1 + g.5.2 ) = 1.5. 0 + 475 di ketahui : g.162 Gambar.94 Perencanaan elenyemen vertikal STA.738 % g. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.1xLv = 99.v.23 Perhitungan tinggi elivasi rencana dari STA. ( L2A098005 ) . 0 + 500 g.738 x50 g.2 =0% ∆ = ( g.V . 0 + 475 Elv. 99.2 = 0% PPv = STA.0 Lv = 50 m ……… ( grafik.162 m TabeL.738% g.171 m Ev = PLv = PPv + 2.676 . 13 /1970 dengan Vr = 80 km/jam ) ∆xLv 2.738 x50 = 800 800 = 0. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya = 2.1 = 2.162 + 100 x 2 200 = 99.1 = 2.118 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ Lv = 50 m PLv = STA 0 + 450 PTv = STA. 0 + 475 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.846 m PTv = PPv − 0 x50 g.

162 = PLv − g.52 123.846 99.600 99.168 99./hari 14465 9523 4328 1462 4662 LHR akhir tahun rencana ( 2005 ) untuk satu jembatan Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.76 68.38 41.10 Perhitungan Tebal Perkerasan Perencanaan perkerasan di rencanakan untuk jalan menuju dan meninggal jembatan sepanjang STA./hari 10856 7147 3248 1097 3498 LHR 2011 kend.246 0.685 Tx Tx (m) 99.5.4.69 27.901% Tabel. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rencana ( LHR ) Rumus pertumbuhan lalu lintas : LHR = LHRjx(1 + i % ) n Dimana pertumbuhan lalu-lintas ( i ) sebesar 4. 13 ton Truk 3 as.119 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ STA Jarak ( X ) (m) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 + 450 0 + 455 0 + 460 0 + 465 0 + 470 0 + 475 0 + 480 0 + 485 0 + 490 0 + 495 0 + 500 Dimana : Y g.83 109.171 0.901% . 20 ton LHR 2001 kend.408 99.438 0.14 95.000 0.1xX +Y 100 5.027 0. ( L2A098005 ) . A.21 136.554 0.X (m) 0 13./hari 8965 5902 2682 906 2889 LHR 2005 kend.45 82.189 99.V .07 54.1 .271 99.333 99.062 0. 0 + 00 sampai STA.497 99.716 99.9 = ∆xX 2 200 xLv Y (m) 0.110 0. Masa perencanaan sampai pelaksanaan dilaksanakan tahun 2003 sampai 2005 dan akhir umur rencana tahun 2011 dengan pertumbuhan lalu lintas ( i ) sebesar 4.24 Pertumbuhan LHR ( kendaraan/hari ) ruas jalan Pekalongan – Pemalang tahun 2005 dan 2011 No 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan Kendaraan Ringan < 2 ton Kendaraan Ringan 5 ton Bus 8 ton Truk 2 as. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.223 99.335 0. 0 + 400 dengan kondisi jalan dua jalur dan satu arah .007 0.

2113 Total LEP =1908.0375 =1270.7712 D.1593 ƒ Truk 2 as.2026 ƒ Truk 3 as.1593 = 181.7359 Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.0648 = 409.0004 = 1.0219 = 46. 13 ton = 549 kendaraan ƒ Truk 3 as.0004 = 1.0183 = 0.6 x 0.9238 = 1. Perhitungan Lintas Ekivalen Akhir ( LEA ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 x 0.0922 ƒ Truk 2 as.0036 + 0.0375 C. 13 ton = 0.3027 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 x 0.7 ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 x 0. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan ( LEP ) LEP = ∑ LHRjxCjxEj Dimana : Cj = Koefisien distribusi kendaraan.1410 + 0. 20 ton = 1749 x 0.7 x 0.0219 ƒ Bus 8 ton = 0. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.0004 ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 0.0183 + 0.0002 = 0.7 x 1.2923 + 0. Perhitungan Angka Ekivalen ( E ) ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 0.9624 ƒ Bus 8 ton = 1624 x 0.6 Kendaraan Berat > 5 ton = 0.120 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 5428 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 3574 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 1624 kendaraan ƒ Truk 2 as.6 x 0.V . ( L2A098005 ) . 13 ton = 731 kendaraan ƒ Truk 3 as.1410 = 0.0002 + 0. 20 ton = 2331 kendaraan B.7 x 1.6 x 0.7452 = 1. 13 ton = 549 x 0. 20 ton = 0.0648 ƒ Truk 3 as. 20 ton = 1749 kendaraan LHR awal tahun rencana ( 20015 ) untuk satu jembatan ƒ Kendaraan ringan < 2 ton = 7233 kendaraan ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 kendaraan ƒ Bus 8 ton = 2164 kendaraan ƒ Truk 2 as. Koefisien distribusi untuk 2 jalur 1 arah adalah : Kendaraan Ringan < 5 ton = 0.

5 .2672 2 2 F.49 .5 H.5 Dari nomogram lampiran1 ( 2 ) Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen didapat nilai ITP 11.2 = 20 cm ITP = ( a.5727 ƒ Bus 8 ton = 2164 x 0. FR = 1.2 = 0.7712 + 2543.V . 13 ton = 731 x 0.0375 = 1692.7603 10 10 G.5 − (3.1593 = 241.7632 = = 2226.1 ) + ( a.7 x 1.1 x D. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.35 x 10 ) + ( 0.3 ) 11.121 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ ƒ Kendaraan ringan 5 ton = 4762 x 0.90 : IP = 2.3 = 0.2 ) + ( a.12 Tebal minimal susunan perkerasan : ƒ Tebal lapis perkerasan laston untuk ITP > 10 D.7076 ƒ Truk 2 as.2672 x = 1335. Perhitungan Tebal Perkerasan Koefisien Kekuatan relatip bahan : ƒ Lapis permukaan ( Laston MS 590 ) a.12 x D. Perhitungan Lintas Ekivalen Tengah ( LET ) LET = LEP + LEA 1908.5 = ( 0.2 x D.1 = 0.3 ) D.3 x D.58 40 cm Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.7632 E. 20 ton = 2331 x 0.13 x 20 ) + ( 0.0648 = 544.5 + 3.13 ƒ Pondasi bawah Sirtu CBR 50% a.6 x 0.8582 ƒ Truk 3 as.14 D.7 x 1.12 = 39.3 = 11. DDT = 4. ( L2A098005 ) . Perhitungan Lintas Ekivalen Rencana ( LER ) LER = LET 6x UR 6 = 2226.7 x 0. Perhitungan Indek Tebal Perkerasan ( ITP ) CBR tanah dasar = 5.1 = 10 cm ƒ Tebal lapis pondasi atas untuk ITP 10 – 12.25) 0.0219 = 62.8888 Total LEA =2543.35 ƒ Pondasi atas batu pecah CBR 80% a.

( L2A098005 ) .590 Pondasi bawah Sirtu kelas B ( CBR 50% ) Tanah dasar Gambar.122 ΒΑΒ ς ΠΕΡΗΙΤΥΝΓΑΝ ΚΟΝΣΤΡΥΚΣΙ 25 Pondasi atas Batu pecah klas A ( CBR 80% ) 40 10 Lapis permukaan Laston MS. ( L2A098010 ) Aditiya Budi S.5 PERHITUNGAN DINDING PENAHAN TANAH Tugas Akhir “Perencanaan Jembatan Kabelukan” Ruas Jalan Wonosobo-Parakan Akhmad Alham S.95 Lapis konstruksi perkerasan 5.5.V .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.