Anda di halaman 1dari 19

SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA MINI MARKET HABIBIE PASAR BARU KABUPATEN PESISIR SELATAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMOGRAMAN

VISUAL BASIC DIDUKUNG DATABASE MYSQL


BENNY DARMA SATRIA
SISTEM INFORMASI, UPI YPTK, PADANG

email: belzettstar@ymail.com Abstrak Minimarket Habibie merupakan perusahaan yang melaksanakan transaksi penjualan dan pembelian barang dalam usahanya, namun dalam pengolahan data-data transaksi tersebut masih banyak ditemukan kendala-kendala untuk menghasilkan informasi, misalnya dalam pengolahan dan pembuatan laporan-laporan transaksi yang masih dilakukan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga hal ini dirasa sangat tidak efektif dan efisien. Untuk memudahkan dalam pengolahan data-data transaksi dan pembuatan laporan-laporan transaksi penjualan dan pembelian maka diusulkan agar membangun sebuah sistim baru pada Minimarket Habibie, yaitu dengan menggunakan sebuah software atau program yang bisa membantu pengolahan datadata transaksi dan pembuatan laporan-laporan transaksi penjualan dan pembelian, serta sistim penyimpanan data-data yang terkomputerisasi. Oleh karena itu dengan diciptakannya sebuah program aplikasi sistim informasi penjualan pada Minimarket Habibie menggunakan bahasa pemrograman visual basic didukung dengan database mysql diharapkan akan dapat mengatasi masalah-masalah serta memudahkan dalam pengolahan data-data transaksi dan pembuatan laporan-laporan transaksi penjualan dan pembelian di Minimarket Habibie Kata Kunci : Sistim informasi penjualan, Minimarket Habibie, Visual Basic , Mysql 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini, maka mengharuskan kita untuk turut serta dalam mengikuti perkembangan tersebut. Perkembangan teknologi dapat membantu dalam menghasilkan suatu informasi secara cepat, akurat, relevan dan tepat waktu, dimana informasi tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor yang akan mendukung perkembangan segala bidang dan dapat membantu dalam pemecahan masalah untuk menghasilkan keputusan yang tepat. Salah satu perkembangan teknologi tersebut adalah MySQL yang merupakan software database yang banyak dipakai dan yang lebih menarik lagi software ini bersifat gratis. Sistem keamanannya yang handal membuat software database ini banyak digunakan dikalangan perusahaan dan instansi saat ini. MySQL juga merupakan software database yang bisa menampung serta mengelola data dengan kapasitas yang sangat besar dan mempunyai kemampuan melakukan akses dengan cepat. Minimarket Habibie yang terletak di kecamatan Bayang Pasar Baru Pesisir selatan ini menjual berbagai jenis barang yang beraneka ragam, mulai dari produk-produk kosmetik, makanan ringan dan minuman kaleng, aksesoris-aksesoris, peralatan rumah tangga serta kebutuhan keseharian lainnya. Sampai sekarang minimarket ini sudah memiliki pelanggan yang sangat banyak, letaknya yang berada dekat dari pemukiman masyarakat juga menjadi faktor yang menguntungkan.Tetapi saat ini Minimarket Habibie belum mempunyai sebuah sistem yang terkomputerisasi sehingga dalam mengolah data-data penjualan membutuhkan waktu yang lama dan laporan informasi yang terkadang dirasa kurang akurat kepada pimpinan. Sudah sesuatu keharusan jika harus menggunakan sebuah sistem informasi yang baik pada Minimarket Habibie ini

mengingat usahanya yang sudah mulai bergerak dan berkembang kearah yang lebih baik. Dengan dikembangkannya pengolahan data sistem informasi ini, dapat memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan Minimarket Habibie secara cepat tepat dan akurat dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan usaha dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Bertitik tolak dari kenyatan di atas penulis termotivasi untuk memanfaatkan teknologi komputerisasi terutama dalam pengolahan data penjualan, dan mencoba melakukan penelitian dan membahas dalam bentuk skripsi dengan judul Sistem Informasi Penjualan Pada Mini Market Habibie Pasar Baru Kabupaten Pesisir Selatan Menggunakan Bahasa Pemograman Visual Basic Didukung Database Mysql. 1.2 Perumusan Masalah Sehubungan dengan masalah yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan beberapa pokok permasalahan yang dihadapi oleh Minimarket Habibie yaitu : 1. Apakah database berbasis komputerisasi yang akan dibangun dapat menyimpan datadata atau laporan-laporan transaksi dengan baik? 2. Apakah aplikasi bahasa pemograman Visual Basic dan database MYSQL yang digunakan dapat memudahkan dalam pengaksesan seluruh data-data transaksi pada minimarket? 3. Apakah dengan diterapkannya aplikasi bahasa pemograman Visual Basic keamanan data pada minimarket akan terjamin? 4. Apakah kemudahan yang diberikan bagi pihak pengelola/karyawan dengan diterapkannya aplikasi bahasa pemograman Visual Basic untuk pengelolaan data-data pada minimarket? 1.3 Hipotesis Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Minimarket Habibie Pasar Baru saat ini, maka dapat dikemukakan beberapa hipotesa sebagai berikut :

1. Dengan database yang berbasis komputerisasi diharapkan data-data dan laporan-laporan transaksi akan tersimpan dengan baik. 2. Dengan diterapkannya aplikasi bahasa pemograman Visual Basic dan database MYSQL maka pihak pengelola minimarket akan mudah dan dapat melakukan pengaksesan data dan laporan dengan cepat. 3. Dengan diterapkannya aplikasi bahasa pemograman Visual Basic maka data-data akan lebih terjamin keamanannya karna tersedianya form login untuk pengaksesan data bagi pengguna serta penempatan data pada media penyimpanan yang lebih baik dan tepat. 4. Setelah sistem yang baru dirancang dipakai, diharapkan dapat memudahan karyawan, dapat menampilkan laporan-laporan transaksi penjualan dengan cepat pada pemimpin atau pemilik minimarket, serta mampu menghemat waktu pelanggan dalam antrian, sehingga akan mendatangkan keuntungan yang lebih banyak bagi minimarket. 1.4 Ruang Lingkup Masalah Agar penulisan tugas akhir ini tidak menyimpang dari rumusan permasalahan yang telah dijabarkan diatas, maka penulis sekiranya merasa perlu untuk membuat suatu ruang lingkup penelitian yang mana membahas tentang proses pengolahan data penjualan pada Minimarket Habibie Pasar Baru, yang mana meliputi : 1. Pengolahan data-data yang berhubungan dengan Transaksi penjualan barang-barang pada Minimarket Habibie Pasar Baru. 2. Pembuatan laporan-laporan yang mendukung sistem informasi penjualan barang-barang pada Minimarket Habibie Pasar Baru. 1.5 Tujuan Penelitian Dalam penyusunan skripsi ini, maka penulis melakukan penelitian yang menyangkut masalah yang dihadapi, dimana tujuan dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Agar dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam melakukan pengolahan

data dan mencoba merancang suatu sistem baru yang aman dan efisien. 2. Merancang sistem dalam bentuk aplikasi pemograman dengan menggunakan microsoft Visual Basic 6.0. 3. Mengusulkan kepada pihak Minimarket Habibie agar menggunakan sistem komputerisasi dalam pengolahan, penyimpanan, pengaksesan dan pengarsipan data dalam suatu database. 1.6 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini diharapkan berguna bagi : 1. Karyawan dan Pimpinan Minimarket Habibie , dapat menampilkan Seluruh laporan transaksi-transaksi dengan cepat. 2. Pimpinan, dengan adanya sistem baru ini pimpinan akan lebih mudah dalam mengambil langkah langkah dalam membuat keputusan. 3. Peneliti, agar dapat menambah ilmu yang didapat selama kuliah dan dapat diterapkan pada perusahaan. 4. Peneliti yang akan datang, dalam penelitian yang akan datang agar dapat mengambil acuan dari skripsi ini. 1.7 Metodologi Penelitian Untuk mencapai tujuan dari penelitian terutama dalam mengumpulkan data serta ilmu pengetahuan untuk mendukung proses penelitian ini digunakan metode antara lain: 1. Penelitian Lapangan (field research) Yaitu Penelitian yang dilakukan langsung pada objek peneliti untuk mendapatkan data primer dan keterangan yang dimuat didalam penyusunan skripsi ini nyata kebenarannya dengan cara : a. Wawancara (Interview)

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung pada pihak yang bersangkutan. 2. Penelitian Perpustakaan (library research) Yaitu Penelitian yang dilakukan langsung pada objek peneliti untuk mendapatkan data sekunder. 3. Penelitian research) Laboratorium (laboratory

Metode ini dilakukan untuk menguji konsep-konsep yang ada dengan menggunakan personal komputer yang spesifikasi hardware dan sofware yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini. a. Hardware (Perangkat Keras) yang digunakan : 1) Notebook TOSHIBA SATELLITE L 310 2) Processor Intel(R) Pentium(R) Core 2 Duo CPU T2330 @1.60GHz (2 CPUs) 3) Memory 3062 RAM 4) Harddisk 120 GB Sata 5) DVD RW 6) Flash Disk Toshiba 8 GB 7) Mouse Optic b. Software (Perangkat Lunak)yang digunakan : 1) Microsoft Windows XP Profesional Service Pack 2 2) Microsoft Office 2007 3) Program Aplikasi : Visual Basic 6.0 4) Seagate Crystal Report 7.0 5) Dan software Pendukung lainnya 2. LANDASAN TEORI

Wawancara yang dilakukan langsung dengan pimpinan dan karyawan yang berwenang dalam menangani masalah ini. b. Pengamatan (Observasi) Yaitu melakukan penelitian langsung ke Minimarket Habibie c. Pertanyaan (Questioner)

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Istilah sistem sering digunakan untuk menunjukan pengertian metode atau cara yang merupakan suatu himpunan unsur atau komponen yang berhubungan satu sama lainnya yang membentuk satuan yang utuh. Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu

"systema" yang mempunyai pengertian suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyaknya bagian atau hubungan yang berlangsung di antara satuan-satuan atau komponen secara teratur. Unsur yang memiliki suatu sistem secara umum adalah masukan (input), pengolahan (processing) dan pengeluaran (output). Dalam ensiklopedi administrasi dijelaskan bahwa Sistem yang ada dalam bahasa Indonesia yaitu sistem adalah rangkaian prosedur yang merupakan suatu kebutuhan untuk melaksanakan suatu fungsi. 2.1.2 Karakteristik Sistem Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen sistem (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (enviroment), penghubung (interface), pengolah (process), dan sasaran sistem (objectives) dan tujuan (goal). 1. Komponen Sistem (components) Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. 2. Batasan Sistem (boundary) Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya 3. Lingkungan luar sistem (environment) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi system. 4. Penghubung sistem (interface) Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. 5. Masukan sistem (input) Merupakan energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Merupakan hasil energi yang diolah oleh sistem. 6. Pengolahan sistem (process)

Pengolahan sistem adalah suatu pengolahan yang akan mengolah input menjadi output. Sistem produksi akan mengolah input (bahan baku) menjadi output berupa barang jadi. 7. Sasaran sistem (objective) Sasaran dari sebuah sistem adalah target yang hendak dicapai oleh sebuah sistem dalam jangka waktu yang singkat guna mempercepat tercapainya tujuan sistem. 8. Tujuan sistem (goal) Tujuan dari sebuah sistem adalah berangkat dari untuk apa sistem tersebut dibuat, dan tujuan yang maksud disini adalah tujuan akhir dari sistem. 2.1.3 Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system), yaitu sistem abstrak yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.. 2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system), adalah sistem yang terjadi melalui proses alam. Misalnya sistem perputaran bumi. 3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system), beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi antara bagianbagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dapat diprediksi. 4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (close system) dan sistem terbuka (open system), merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. 2.1.4 Pengertian Informasi Informasi merupakan suatu hasil dari pemrosesan data menjadi suatu yang bermakna bagi yang menerimanya, sebagaimana dikemukakan oleh Vercellis (2009:7) information is the outcome of extaction and

processing activities carried out on data, and it appears meaningful for house who received it in a specific domain. Selain merupakan hasil dari pengolahan data, informasi juga menggambarkan sebuah kejadian, sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam bentuk yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) dengan lebih berguna dan lebih berarti. Kualitas dari informasi tergantung pada hal-hal berikut : 1. Akurat 2. Tepat pada waktunya 3. Relevan 2.1.5 Pengertian Sistem Informasi Menurut Rommey yang dialihbahasakan oleh Krismiaji (2007:12) Sistem informasi adalah cara-cara yang diorganisasikan untuk mengumpulkan, memasukan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2.1.6 Komponen Sistem Informasi Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), dimana masing-masing blok ini saling berinteraksi satu sama lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuannya. Adapun blok-blok tersebut adalah sebagai berikut: 1. Blok Masukan (Input Block) 2. Blok Model (Model Block) 3. Blok Keluaran (Output Block) 4. Blok Teknologi (Technology Block) 5. Blok Basis Data (Database Block) 6. Blok Kendali (Controls Block) 2.1.7 Manfaat Sistem Informasi Manfaat yang didapat dari sistem informasi dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

1. 2. 3. 4.

Manfaat mengurangi biaya Manfaat mengurangi kesalahan-kesalahan Meningkatkan kecepatan aktifitas Meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen Manfaat sistem informasi dalam bentuk keuntungan berujud (tangible benefis) dan tidak berujud (intangible benefis) yaitu; 1. Keuntungan berujud antara lain: a. Pengurangan-pengurangan biaya operasi. b. Pengurangan kesalahan-kesalahan telekomunikasi. 2. Keuntungan tidak berujud antara lain: a. Peningkatan pelayanan lebih baik, b. Peningkatan kepuasan kerja personil, c. Peningkatan pengambilan keputusan Teori yang dituliskan dalam sub bab ini adalah semua teori pendukung dan atau Metode Penelitian yang dilakukan (Metode dapat dituliskan dala sub bab lain sebelum menuliskan sub bab Hasil dan Pembahasan).

2.2 Tinjauan Umum Pengembangan Sistem


2.2.1 Perlunya Pengembangan Sistem Pengembangan sistem berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti karena beberapa hal, diantaranya: 1. Timbulnya permasalahan-permasalahan (problems), permasalahan tersebut dapat berupa: a. Ketidakberesan dalam sistem yang lama b. Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru. 2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities) 3. Adanya instruksi-instruksi (directives) Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi dari atasan atau pihak luar perusahaan seperti peraturan pemerintah.

2.2.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Proses pengembangan sistem

mempunyai beberapa tahapan mulai dari sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan, dan dipelihara.

d. Model logika dari pemecahan yang direkomendasi (logical model of the recommended solution). 3. Desain sistem (System design) a. Desain ouput (output design). b. Desain Input (input design). c. Desain file (file design). 4. Implementasi sistem implementation)

Tahapan-tahapan tersebut dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut ini.

(System

a. Pembangunan sistem (system building). b. Pengetesan (Testing). c. Instalasi/konversi (installation/conversion). d. Operasi (operation). e. Kaji ulang setelah implementasi (postimplementation review). 5. Perawatan (Maintenance) a. b. c. d. Menggunakan sistem Audit Sistem Memelihara Sistem Perawatan dan peningkatan-peningkatan

2.3 Analisa Dan Perancangan Sistem 2.3.1 Pengertian Analisa Sistem Gambar 2.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Untuk lebih jelasnya, adapun tahaptahap yang harus dilaksanakan secara sistematis dalam pengembangan sistem informasi adalah sebagai berikut : 1. Kebijakkan dan perencanaan sistem (System planning). a. Permintaan untuk studi suatu sistem (request for a system studi). b. Pengamatan/investigasi awal (initial investigation). c. Studi kelayakan (feasibility study). 2. Analisa sistem (System analysis) a. Mendefenisikan kembali masalah (redefine the problem). b. Memahami sistem yang ada (understand the existing system). c. Menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai dan hambatan-hambatan pada suatu sistem baru (determine user requirements and constraints on a new system). Tahap analisis sistem dilakukan setelah perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahap analisa merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena pada tahap ini akan ditemukan kesalahan-kesalahan dan kelemahan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. Analisis sistem (System analys) dapat didefenisikan sebagai: Pengguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga diusulkan perbaikanperbaikannya (Jogianto. HM,1999).

2.3.2 Langkah-langkah Analisa Sistem Langkah-langkah analisa menurut Jogiyanto.HM adalah: sistem

1. Mengindentifikasi (Identify) masalah, terdiri dari : a. Mengidentifikasi penyebab masalah b. Mengidentifikasi titik keputusan c. Mengidentifikasi personil kunci

2. Memahami kerja dari sistem, terdiri dari : a. Menentukan jenis penelitian b. Merencanakan jadwal c. Membuat penugasan penelitian d. Membuat agenda wawancara e. Mengumpulkan hasil penelitian 3. Menganalisa sistem, terdiri dari : a. Menganalisa kelemahan b. Menganalisa kebutuhan informasi pemakai 4. Membuat laporan hasil analisa, terdiri dari : a. Pelaporan bahwa analisa telah selesai dilakukan b. Menelusuri kesalahan pengertian apa yang telah ditemui dan dianalisa. 2.3.3 Perancangan Sistem Pengertian perancangan sistem dapat didefinisikan sebagai berikut ini. Menurut Robert J. VerzelloI / John Reuter III : Disain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan; tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada tahap akhir analisis sistem (Jogianto. HM,1999). Sedangkan menurut Jhon Burch dan Gary Grudnitski : Penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi (Jogianto. HM,1999). 2.3.4 Alat Bantu Perancangan Model Sistem Informasi Alat-alat yang digunakan dalam suatu perancangan sistem umumnya berupa gambaran atau diagram..Adapun alat bantu yang digunakan dalam perancangan atau pengembangan sistem yang akan digunakan dalam penelitian adalah :

1. Aliran Sistem Informasi Aliran sistem informasi merupakan alat yang digunakan dalam perancangan yang mana berguna untuk menunjukkan urutan dari prosedur-prosedur yang ada pada sistem. Bagan alir sistem ini digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol yang terdapat pada tabel 2.1 berikut ini. Tabel 2.1 Simbol Aliran Sistem Informasi

2. Data Flow Diagram DFD menggambarkan sistem yang sedang berjalan dan diusulkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik data. DFD memiliki beberapa simbol yang tampak pada Tabel 2.2 berikut ini. Tabel 2.2 Simbol Data Flow Diagram

a. Aturan membuat DFD antara lain : 1) Pada setiap proses harus ada data flow masuk dan keluar dan sebaliknya. 2) Tidak boleh ada proses dari arus data tidak memiliki nama (nama harus ada) 3) Tidak boleh ada proses yang tidak memiliki nomor. b. Metode-metode membuat DFD :

1) Mulai dari yang umum sampai yang detail 2) Jabarkan setiap proses 3) Pelihara konsistensi antar proses 4) Berikan label nama yang bermakna untuk ke empat simbol tersebut. 5) Menjaga konsistensi dengan model lainnya c. Tahapan pembuatan DFD : 1) Buat Context Diagram (Top Level Diagram) 2) Buat diagram level 0 3) Buat diagram level1 (diagram detail) Diagram ini digunakan untuk menjelaskan tahapan-tahapan proses dari diagram level 0. d. Cara pembuatan DFD: 1) Identifikasi semua external entity dalam sistem 2) Identifikasi semua input dan ouput yang terlibat dengan external entity. 3) Urutan pengambaran dimulai dari context diagram, diagram level 0, diagram level1. 3. Entity Relational Diagram Entity relational diagram adalah bagian yang menunjukkan hubungan antara entity yang ada dalam sistem. Simbol-simbol yang digunakan dapat dilihat pada tabel 2.3 berikut ini. Tabel 2.3 Simbol Entity Relational Diagram

Tabel 2.4 Simbol Program FlowChart

2.4 Sekilas Tentang Penjualan, Pembelian Dan Persediaan Penjualan merupakan aktivitas yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Penjualan yang pesat akan membantu perusahaan untuk mendapatkan laba yang besar, namun penjualan juga harus didukung dengan sistem persediaan yang tepat. 2.4.1 Penjualan 1. Pengertian Penjualan Penjualan adalah suatu proses berpindahnya suatu hak atas barang atau jasa untuk mendapatkan sumber daya lainnya seperti kas atau janji untuk membayar sesuai dengan harga yang telah disepakati. 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penjualan

4. Program Flowchart Program flowchart merupakan alat bantu yang akann digunakan untuk menggambarkan suatu flowchart secara fiskal. Simbol-simbol yang digunakan dalam program flowchart dapat dilihat pada tabel 2.4 dibawah ini.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan antara lain adalah sebagai berikut : a. b. c. d. Kondisi dan kemampuan penjual Kondisi Pasar Modal Kondisi Organisasi Perusahaan

e. Faktor-faktor Lain : periklanan, peragaan produk, kampaye, pemberian hadiah dan lain-lain. 3. Langkah-Langkah Penjualan Pada umumnya situasi penjualan mencakup 5 (lima) macam aktivitas, adapun aktivitas-aktivitas tersebut adalah sebagai berikut : a. Tahap Persiapan (Preparation) b. Penentuan Pembeli Potensial dan Lokasi (Potential and location buyer. c. Melakukan Pendekatan (Personal Approach d. Penjualan (Sales e. Pelayanan Setelah Penjualan (Service after sales 2.4.2 Pembelian 1. Pengertian Pembelian Pembelian dilakuan karena orang atau badan usaha tersebut membutuhkan barang yang akan dibeli, juga pembelian itu terjadi untuk memenuhi kebutuhan. (M. Manulang, 1975). 2. Jenis-jenis Pembelian a. Pembelian yang teratur (hand to mouth buying b. Pembelian spekulasi (Speculative purchasing c. Pembelian sebelumnya (Forward buying) 3. Pertimbangan Dalam Pembelian Perlunya pertimbangan didalam membeli digunakan untuk mendapatkan perangkat keras atau perangkat lunak, tergantung dari dana yang tersedia di perusahaan, dan pertimbangan-pertimbangan pajak. Langkah-langkah didalam menyeleksi dan memilih sistem yang akan dibeli sebagai berikut : a. Memilih penyedia teknologi b. Meminta proposal dari penjual c. Menyaring penjual d. Mengevaluasi penjual yang lolos saringan Proposal e. Membuat kontrak 2.4.3 Persediaan 1. Pengertian Persediaan

Persediaan adalah sejumlah bahanbahan, bagian-bagian yang disediakan dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barangbarang jadi/produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen setiap waktu (Fredy Rangkuti,2002). Manfaat adanya persediaan antara lain: a. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang b. Menghilangkan resiko barang yang rusak c. Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan d. Mencapai penggunaan mesin yang optimal e. Memberi pelayanan yang sebaik-baiknya kepada konsumen. 2. Jenis-Jenis Persediaan Jenis-jenis persediaan dapat ditinjau dari dua segi yaitu: a. Jenis persediaan menurut fungsinya, terdiri atas: 1) Batch Stock/Lot Size Inventory, yaitu persediaan yang diadakan karena pembelian atau pembuatan barangbarang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan pada saat itu. 2) Fluctuation Stock, yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan. 3) Anticipation Stock, yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan dan untuk menghadapi penjualan atau permintaan yang meningkat. b. Jenis persediaan menurut jenis dan posisi barang, terdiri atas: 1) Persediaan bahan baku 2) Persediaan bagian produk/komponen yang dibeli 3) Persediaan bahan-bahan pembantu 4) Persediaan barang-barang setengah jadi/barang dalam proses, dan barang jadi 3. Fungsi Persediaan a. Fungsi Decoupling

Adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan langganan tanpa tergantung pada supplier. b. Fungsi Economic Lot Sizing Adalah persediaan yang diadakan untuk mempertimbangkan penghematanpenghematan atau potongan pembelian, c. Fungsi Antisipasi Adalah persediaan diadakan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seperti untuk menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama periode tertentu. 2.5 Konsep Database MYSQL 2.5.1. Pengertian Database Suatu susunan atau kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan yang diorganisir atau dikelola dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dan menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pemakainya (Marlinda,Linda.S,Kom.2004). Adapun prinsip kerja dari basis data mempunyai banyak kesamaan dengan lemari arsip yaitu kenudahan, dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip. Bedanya hanya terletak pada media penyimpanannya. Kalau lemari arsip disimpan dalam lemari besi atau kayu yang langsung dikelola oleh tangan manusia sedangkan basis data menggunakan media penyimpanan elektronik seperti disket atau hardisk. 2.5.2 Sekilas Tentang Database MYSQL MySQL adalah Relational Database Management Sistem (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah licensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat close source atau komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan dari salah satu konsep utama dalam database sejak lama yaitu SQL (Structure Query Laguage). MySQL menggunakan standar SQL. SQL adalah sebuah konsep pengoperasian

database, terutama untuk pemilihan/seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. 2.5.3 Sejarah Singkat MySQL MySQL dikembangkan sekitar tahun 1994 oleh sebuah perusahaan pengembang software dan konsultan database yang bernama MySQL AB yang bertempat di Swedia. Waktu itu perusahaan tersebut masih bernama TcX Data Konsult AB, dan tujuan awal dikembangkannya MySQL adalah untuk mengembangkan aplikasi berbasis web pada client. Awalnya Michael Widenius Monty, pengembang satu-satunya di TcX, memiliki sebuah aplikasi UNIREG dan rutin ISAM buatannya sendiri sedang mencari antar muka SQL yang cocok untuk diimplementasikan ke dalamnya. Mula-mula Monty memakai miniSQL(mSQL) pada eksperiment itu, namun mSQL dirasa kurang sesuai, karena terlalu lambat dalam pemrosesan query. Akhirnya Monty menghubungi David Hughes, pembuat mSQL yang sedang merilis versi kedua dari mSQL. Kemudian Monty mencoba membuat sendiri mesin SQL yang memilki antar muka mirip dengan SQL, tetapi dengan kemampuan yang lebih sesuai, dan lahirlah MySQL. 2.5.4 Tipe Data Dalam MySQL Dalam MySQL terdapat beberapa tipe data. Tipe data itu antara lain float, date, datetime, char dan varchar. Float adalah tipe data dalam bentuk pecahan, date adalah tipe data dalam bentuk angka, datetime adalah tipe data dalam bentuk tanggal dan waktu, char adalah tipe data dalam bentuk string dengan panjang tetap sesuai dengan yang ditentukan dan varchar adalah tipe data dalam bentuk string dengan panjang yang berubah sesuai dengan yang disimpan saat itu. 2.6.5 Keuntungan Menggunakan Database MYSQL Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan MySQL: 1. Portability MySQL dapat berjalan stabil pada berbagi sistem operasi diantaranya adalah seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac OS X

Server, Amiga, HP-UX dan masih banyak lagi. 2. Open Source MySQL didistribusikan secara open source (gratis), di bawah lisensi GPL sehingga kita dapat menggunakannya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. 3. Multiuser MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik. Hal ini memungkin sebuah database server MySQL dapat diakses client secara bersamaan. 4. Performance Tuning MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu. 5. Column Types MySQL memilki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti integer, float, double, char, varchar, text, blob, date, time, datetime, timestamp, year, set serta enum. 6. Command dan Functions MySQL memilki operator dan fungsi yang secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query. 7. Security MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi. 8. Scalability dan Limits MySQL mampu menangani databse dalam skala besar, dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Selain itu, batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tipa tabelnya. 9. Conectivity MySQL dapat melakukan koneksi dengan client dengan menggunakan protocol TCP/IP, Unix soket(unix), atau Named Pipes(NT). 10. Localisation MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada client dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. 11. Interface MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman. 12. Client dan Tools

MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database, dan setiap tool yang ada disediakan petunjuk online. 13. Struktur Table MySQL memiliki struktur table yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya semacam ProstgreSQL ataupun Oracle. 2.6 Sekilas Tentang Visual Basic Visual Basic pada dasarnya adalah sebuah bahasa pemrograman computer, bahasa pemgroman adalah peritah-perintah atau instruksi-instruksi yang dimegerti oleh computer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Visual Basic (yang sering disingkat dengan VB) selain disebut sebagai sebuah bahasa pemograman, juga serig disebut sebagai sarana (tool) untuk menghasilkan programprogram aplikasi berbasiskan Windows. Beberapa kemampuan atau dari Visual Basic diantaraya adalah: 1. Untuk membuat program aplikasi berbasiskan Windows. 2. Utuk membuat objek-objek pembantu seperti misalnya Control ActiveX, file help, aplikasi internet dan sebagainya. 3. Menguji program (Debugging) dan menghasilka program akhir berakhiran exe yang bersifat executable atau dapat lansung dijalankan.

2.6.1 Struktur Program Visual Basic Secara umum struktur program visual basic terdiri dari dua bagian yaitu bagian deklarasi program dan bagian pernyataan program.
3. ANALISA DAN HASIL 3.1 Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Analisa sistem yang sedang berjalan pada prinsipnya adalah mempelajari sistem yang ada dengan melakukan penelitian dan pengambilan unit-unit kerja yang terlibat dalam melakukan proses pengolahan data barang, hal ini ditujukan untuk mengetahui secara terperinci proses pengolahan data penjualan untuk mengevaluasi permasalahan, hambatan yang

terjadi dan memenuhi kebutuhan yang diharapkan dari sistem yang dikembangkan, sehingga dapat memperoleh sistem informasi yang lebih tepat dan berguna. Setelah dilakukan peninjauan dan penelitian langsung pada Minimarket Habibie, maka disimpulkan bahwa minimarket ini sistem kerjanya bagus, hanya dalam pengolahan transaksi penjualan dan pembelian barang masih menggunakan sistem manual atau tanpa sistem komputerisasi . 3.1.1 Tujuan Analisa Sistem Adapun tujuan secara umum dilakukannya penganalisaan terhadap sistem yang sedang berjalan atau sistem lama adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan melihat beberapa kelemahan atau kekurangan dari sistem yang sedang berjalan. 1. Untuk melihat sejauh mana sistem yang sedang berjalan pada Minimarket Habibie dapat mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan. 2. Untuk menentukan masalah. 3. Untuk merumuskan dengan tegas permasalahan, kebutuhan sistem informasi. 4. Untuk mengetahui apakah sistem lama dapat dipertahankan ditengah-tengah pesatnya kemajuan dan perkembangan zaman yang menuntut peningkatan efektifitas dan efisiensi kerja disegala bidang. 3.1.2 Aliran Sistem Informasi ( ASI ) Lama Sebelum dilakukannya perancangan sebuah sistem yang baru, sekiranya diperlukan adanya suatu gambaran yang memuat keterangan atau informasi yang berhubungan dengan sistem yang ada sekarang atau sistem yang sedang berjalan pada organisasi yang bersangkutan. Hal ini bertujuan agar nantinya mempermudah dalam menganalisa dan merancang sistem yang baru. Bentuk aliran sistem informasi pada Gambar 3.1 berikut ini.

Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama


Supplier Konsumen Karyawan Pelayanan Umum Kasir Pemilik

Daftar barang yang di beli + Barang Faktur pembelian

Faktur pembelian telah di cek

Membuat daftar pembelian

Cek barang Cek barang

Faktur pembelian Mencari barang yang akan di beli Faktur pembelian telah di cek

Membuat Laporan pembelian

Daftar barang yang di beli

Laporan pembelian

Laporan pembelian

Barang yang di beli

A A

Barang yang di beli

Total penjualan

Faktur penjualan

Faktur penjualan A

Faktur penjualan

+ Barang

Membuat laporan penjualan

Cek faktur penjualan

Laporan penjualan

Laporan penjualan

A pembayaran pembayaran

Keterangan : A : Arsip Gambar 3.1 Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama 3.1.3 Input Output Data input yang digunakan sebagai bahan masukan adalah faktur pembelian barang dari supplier yang disesuaikan dengan daftar pembelian barang dari pemilik minimarket dan faktur penjualan atas barang-barang yang terjual dari minimarket. Semua elemen-elemen input ini merupakan awal dari proses pengelolaan data penjualan dan penmbelian. Berdasarkan dari analisa input ini, selanjutnya dilakukan analisa terhadap output berupa laporan. Laporan yang ada saat ini dibuat oleh kasir secara manual berdasarkan faktur penjualan setiap harinya. Laporan tersebut selanjutnya diserahkan kepada pemilik minimarket. 3.1.4 Evaluasi Sistem Yang Ada Berdasarkan penjelasan mengenai sistem yang sedang berjalan dan analisa yang dilakukan pada Minimarket Habibie, maka ditemukan beberapa kelemahan pada sistem yang ada sekarang, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.

2.

3.

Proses pengolahan data pembelian dan penjualan masih dilakukan secara manual sehingga mengakibatkan lamanya waktu pelayanan di kasir, baik saat melayani transaksi penjualan dan saat membuat laporan-laporan transaksi yang dibutuhkan, hal ini dirasa kurang efesien dan kurang efektif. Penyimpanan dokumen-dokumen masih dalam bentuk arsip-arsip, sehingga menyulitkan dalam pencarian kembali suatu dokumen yang diperlukan dan juga keamanannya tidak terjamin. Pengelolaan jumlah persediaan hanya berdasarkan perkiraan, sehingga menyebabkan keraguan pemilik tminimarket dalam mengambilan keputusan.

3.2.1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru Pada aliran sistem informasi yang baru ini tidak terdapat perubahan sistem informasi prosedur penjualan dan pembelian barang secara menyeluruh, perubahan yang terjadi hanya pada metode pengolahan data-data pembelian dan penjualan barang dari metode manual berubah menjadi metode komputerisasi. Untuk lebih jelasnya tentang aliran sistem informasi yang baru dapat dilihat pada Gambar 3.2 berikut ini. ALIRAN SISTEM INFORMASI (ASI) BARU
Supplier Konsumen Karyawan Pelayanan Umum Kasir Pemilik
Membuat daftar pembelian barang

Daftar barang yang di beli + Barang Faktur pembelian

Faktur pembelian telah di cek

Cek barang

3.1.5 Usulan Sistem Yang Baru Dalam hal ini menitik beratkan pembahasan pada sistem-sistem yang diusulkan meliputi disain sistem secara global, disain sistem terinci yang terbagi lagi menjadi disain input, disain output, disain file dan flowchart. 3.2 Disain Sistem Baru Adapun tujuan dari disain sistem yang baru ini adalah sebagai penyempurnaan dari sistem yang telah ada. Hal-hal yang dirancang dalam disain sistem yang baru tidak terlepas dari bentuk sistem yang lama dan sistem yang baru diharapkan mampu menyempurnakan kekurangan yang ada pada sistem yang sedang berjalan. 3.2.1 Disain Global
Faktur pembelian Mencari barang yang akan di beli

Cek barang

Entry data pembelian dan Membuat Laporan pembelian

Daftar barang yang di beli

Faktur pembelian telah di cek

Laporan pembelian

+ Faktur pembelian telah di cek

Laporan pembelian

Barang yang di beli Barang yang di beli A

Entry data penjualan, membuat Faktur ,Laporan penjualan dan laporan stok barang

Faktur penjualan

Laporan stok barang + Barang

Laporan stok barang

Faktur penjualan

A A Cek faktur penjualan Laporan penjualan Faktur penjualan A A A pembayaran pembayaran Laporan penjualan

Keterangan : A : Arsip Pada disain global ini akan dirancang secara garis besar bagaimana proses pemasukan data, penyimpanan data sehingga tercipta informasi yang dibutuhkan. Disain secara global bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pemakai (user) tentang hasil dari pengembangan sistem sehingga akan memudahkan user dalam pengoperasiannya. Disain global meliputi perancangan secara keseluruhan dan pengembangan file yang diperlukan dari sistem yang akan dirancang. Gambar 3.2 Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru

3.2.1.2 Context Diagram

Keterangan :

Pemilik - DPB

Supplier
-

Konsumen Mencari barang yang akan dibeli

: Daftar Pembelian Barang FPB : Faktur Pembelian Barang Gambar 3.4 Data Flow Diagram

DPB

- FPB + Barang - Lap.Pembelian + FPB telah di cek - Lap.Penjualan - Lap.Stok Barang

- DPB

0
Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan

- Faktur Penjualan

+ Barang

3.2.1.4 Entity Relationship Diagram (ERD) Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu medel jaringan kerja yang menguraikan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak, dapat membantu kita dalam mempelajari hubungan antar file yang kita rancang, dapat dilihat pada gambar 3.5 berikut ini.

- FPB telah di cek

- Entry Data Pembelian - Entry Data Penjualan - FPB telah di cek

- FPB telah di cek - Barang Yang Dibeli Kasir

- FPB + Barang

Karyawan Pelayanan Umum

Keterangan :

DPB : Daftar Pembelian Barang FPB : Faktur Pembelian Barang Gambar 3.3 Context Diagram

nmbarang kdbrg tgl nofak total tgl hrgbarang nmbrg qty stok hrgbli

nofak

tothrg

kdbrg

hrgjual

Context diagram merupakan gambaran sistem secara logikal, gambaran ini tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak ataupun file-file yang digunakan. 3.2.1.3 Data Flow Diagram (DFD) Data flow fiagram (DFD) adalah gambaran sistem secara global, untuk lebih jelasnya data flow diagram yang didisain berdasarkan penganalisaan penulis dapat dilihat pada gambar 3.4 berikut ini.
0.1 Pemilik 0.7 Entry data penjualan dan Cetak Faktur Penjualan File F4 Penjualan File F2 Barang Total F5 Penjualan Bulanan File Total Penjualan Bulanan FPB telah di cek 0.2 Karyawan pelayanan umum FPB + Barang Cek DPB Buat FPB Faktur penjualan + Barang yang di beli DPB DPB Penyerahan DPB DPB Supplier

total penjualan bulanan

Memiliki

penjualan

Butuh

barang

nmbrg tgl nofak nofak total tgl total harga kdbrg hrgabrg jml

total pembelian bulanan

Memiliki

Pembelian

Butuh

Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram (ERD) 3.2.1.5 Struktur Program Disain struktur program merupakan suatu disain yang gambaran hubungan antara suatu modul program dengan modul program yang lain. Disain struktur dari program yang diusulkan dapat dilihat pada gambar 3.6 berikut ini.

File

Total F5 Penjualan Bulanan F2 Barang

F3 Penjualan FPB + Barang File Penjualan 0.3

File Barang

0.10 Buat dan cetak laporan stok barang

0.9 Buat dan cetak laporan penjualan

Cek FPB dan barang masuk

FPB telah di cek Laporan Penjualan Laporan stok barang Kasir

FPB telah di cek 0.4 File File File

Konsumen Mencari barang 0.6 Mencari barang yang akan dibeli

F2 Barang F1 Pembelian Total F3 Pembelian Bulanan

Barang yang di beli Laporan pembelian

Entry data pembelian

Faktur penjualan + barang 0.8 Cek faktur penjualan

0.5 Kasir Buat dan cetak laporan pembelian Pembayaran

File Pembelian

F1 Pembelian FileTotal Pembelian Total Bulanan F3 Pembelian Bulanan

Barang yang di beli

3.2.2.3 Desain File


Login

File adalah kumpulan dari recordrecord yang tersusun secara logis.


Menu Utama

Tabel 3.1 Desain File Barang

Exit

Entry

Laporan

Programer

Exit

Entry Data Pembelian dan Stok Barang

Laporan Penjualan

Baca Tentang Programer

Entry Data Penjualan Barang

Laporan Penjualan Harian

Laporan Penjualan Bulanan

Tabel 3.2 Desain File Pembelian


Laporan Pemblian Laporan Pembelian Harian

Laporan Penjualan Bulanan

Laporan Stok Barang

Gambar 3.6 Struktur Program 3.2.2 Disain Detail Disain secara terinci atau disain detail adalah menggambarkan secara terinci sistem yang dirancang. Dalam disain detail ini akan digambarkan disain input, disain output dan disain file. Suatu sistem informasi yang baik suatu sistem yang dapat menghasilkan keluaran yang mudah dipahami, terinci dan bebas dari kesalahan-kesalahan perhitungan serta dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. 3.2.2.1 Desain Output Hasil keluaran dari suatu sistem komputer merupakan komunikasi antara manusia dengan sistem yang merupakan penghubung utama antara sistem dengan pemakai yang biasanya dikomunikasikan melalui bentuk lampiran laporan. 3.2.2.2 Desain Input Disain input merupakan suatu alat masukan data, yang mana input dibutuhkan dalam proses pembuatan laporan.

Tabel 3.3 Desain File Penjualan

Tabel 3.4 Desain File Total Pembelian Bulanan

Tabel 3.5 Desain File Total Penjualan Bulanan

3.2.2.4 Logika Program Dalam merancang suatu sistem baru dibutuhkan beberapa alat bantu. Pada perancangan sistem informasi ini digunakan alat Bantu logika program berupa flowchart program.

4. PENGUJIAN PROGRAM 4.1 Pengujian Program Pada tahap ini, dilakukan serangkaian pengujian terhadap modul-modul program yang telah dibuat. Di dalam program pengolahan transaksi penjualan dan pembelian di Minimarket Habibie ini terdiri dari beberapa modul program, yang pada bab ini akan diterangkan secara terinci. 4.1 Form Login Form Login adalah form yang pertama kali tampil ketika program dieksekusi dan form ini digunakan untuk login bagi pemakai program.

4.3. Menu Entry Data Pembelian Dan Stok Barang

Gambar 4.3 Menu Entry Data Pembelian Dan Stok Barang 4.4. Menu Entry Data Penjualan Barang

Gambar 4.1 Form Login

4.2 Form Menu Utama Form Menu Utama merupakan form yang muncul bila pengguna berhasil melakukan login dengan benar, pada form menu utama terdapat empat buah sub menu program, yaitu menu Exit, Entry, Laporan dan menu Programer seperti yang dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut ini. Gambar 4.4 Menu Entry Data Penjualan Barang 4.5 Faktur Penjualan

Gambar 4.5 Faktur Penjualan 4.6 Form Input Laporan Penjualan Harian

Gambar 4.2 Form Menu Utama

Gambar 4.6 Form Input Laporan Penjualan Harian

4.7 Laporan Penjualan Harian

4.10 Form Input Laporan Pembelian Harian

Gambar 4.7 Laporan Penjualan Harian

Gambar 4.10 Form Input Laporan Pembelian Harian

4.8 Form Input Laporan Penjualan Bulanan

4.11 Laporan Pembelian Harian

Gambar 4.8 Form Input Laporan Penjualan Bulanan 4.9 Laporan Penjualan Bulanan Gambar 4.11 Laporan Pembelian Harian 4.12 Form Input Laporan Pembelian Bulanan

Gambar 4.9 Laporan Penjualan Bulanan

Gambar 4.12 Form Input Laporan Pembelian Bulanan

4.13 Laporan Pembelian Bulanan

4.16 Laporan Cetak Perkode Barang

Gambar 4.16 Laporan Cetak Perkode Barang

Gambar 4.13 Laporan Pembelian Bulanan 4.14 Form Stok Barang

4.17 Menu Programer Menu ini berisi informasi tentang programmer yang merancang program,

Gambar 4.14 Form Stok Barang 4.15 Laporan Cetak Seluruh Data Gambar 4.17 Menu Programer

5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan Setelah dilakukan penelitian pada Minimarket Habibie dan mempelajari segala aktifitas yang terjadi dalam pengolahan data penjualan, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa pokok pikiran terhadap sistem yang ada atau yang sedang berjalan sebagai berikut : 1. Sistem komputerisasi dapat membantu dan meningkatkan efektifitas serta efisiensi kerja dalam pengolahan data penjualan pada Minimarket Habibie Pasar Baru Bayang Pesisir Selatan. 2. Dengan penerapan sistem pengolahan data yang terkomputerisasi, dapat memberikan kemudahan dalam pembuatan laporanlaporan transaksi.

Gambar 4.15 Laporan Cetak Seluruh Data

3. Karyawan yang berwenang membuat laporan-laporan transaksi, dapat membuat dan memberikan laporan transaksi-transaksi di minimarket dengan cepat sehingga sangat membantu pemimpin atau pemilik minimarket dalam pengambilan keputusan. 4. Pengolahan data yang rumit dan berulangulang dapat dilakukan dengan cepat oleh karyawan yang bertugas di minimarket dengan bantuan program aplikasi bahasa pemrograman visual basic 6.0 yang telah dirancang. 5. Dengan sistem penyimpanan data berbasis komputerisasi, maka keamanan data-data yang ada akan lebih terjamin.

DAFTAR PUSTAKA

Fathansyah, Ir, 1999, Basis Data, CV. Informatika, Bandung. Jogiyanto, H.M, 1989, Analisa dan Disain Sistem Informasi, Andi Offset, Yokyakarta. Kristanto, Andri, 2003, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Gaya Media, Yokyakarta.. Nugroho, Eko, 2001, Pemograman, Yogyakarta Bahasa-bahasa Andi Offset,

5.2 Saran-saran Dari hasil penelitian dan terdapatnya beberapa kelemahan yang ada pada sistem yang sedang berjalan maka dapat dikemukakan beberapa saran yaitu : 1. Pengembangan sistem pengolahan data penjualan yang lama ke sistem yang baru dengan aplikasi bahasa pemrograman visual basic hendaknya dilakukan secara bertahap sehingga karyawan yang bertugas di minimarket dapat beradaptasi dengan sistem yang baru tersebut. 2. Untuk melaksanakan sistem pengolahan data penjualan baru yang berbasis komputerisasi pada Minimarket Habibie, pimpinan hendaknya merekrut tenaga ahli untuk mengoperasikan program yang telah dirancang, atau dapat dengan memberikan pelatihan atau training kepada karyawan yang bertugas untuk menguasai dan memahami sehingga mampu mengoperasikan program aplikasi yang akan diterapkan untuk memproses transaksitransaksi penjualan dan pembelian di minimarket serta untuk membuat laporanlaporan transaksi yang dibutuhkan oleh pimpinan.

Pamungkas, Ir, 2000, Tip & Trik Microsoft Visual Basic 6.0, Penerbit P.T.Elexmedia Computindo, Jakarta. Pramono, Joko, 1999, Mudah Menguasai Visual Basic 6, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta. Rangkuti, Freddy, 2002, Manajemen Persediaan, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta. Softjan, Assauri, 1998, Manajemen Produksi Dan Operasi, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Suryo Kusumo, Ario, 2000, Buku Latihan Microsoft Visual Basic 6.0, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta. Suryo Kusumo, Ario, 2002, Microsoft Visual Basic 6.0, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta. Soemarsono, 1996, Akutansi Suatu Pengantar, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarata. Udayana, Jusuf, 1994, Teori Organisasi : Struktur, Desain, dan Aplikasi, Arcan, Jakarta. Yuswanto, 1997, Panduan Belajar Visual Basic 5.0 untuk Program Multi