Anda di halaman 1dari 28

SIFAT-SIFAT GAS MULIA

Gas mulia memiliki titik didih dan titik leleh yang sangat rendah, oleh karena itu di alam gas mulia berwujud gas. Gas mulia tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Berdasarkan jari-jari atom, gas mulia seharusnya Paling reaktif menangkap elektron. Namun, pada kenyataannya golongan gas mulia sangat sulit bereaksi. Di alam unsur ini kebanyakan ditemukan sebagai gas monoatomik. Hal ini dikarenakan konfigurasi elektronnya yang memenuhi kulit terluar sehingga menjadi stabil. Kereaktifan gas mulia akan bertambah seiring dengan bertambahnya nomor atom. Bertambahnya nomor atom akan menambah jari-jari atom pula. Hal ini mengakibatkan gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar berkurang, sehingga lebih mudah melepaskan diri dan ditangkap zat lain. Sampai saat ini, senyawa gas mulia yang sudah dapat bereaksi dengan zat lain adalah xenon dan kripton, sedangkan helium, neon, dan argon masih sangat stabil. Menurut percobaan yang dilakukan Neil Bartlett dan Lohmann, gas mulia hanya dapat bereaksi dengan unsur Oksigen (O) dan Fosfor (F). Senyawa gas mulia yang ditemukan pertama kali adalah XePtF6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: 1. Jari-jari atom unsur-unsur Gas Mulia dari atas ke bawah semakin besar karena bertambahnya kulit yang terisi elektron. 2. Energi Ionisasi dari atas ke bawah semakin kecil karena gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar semakin lemah. 3. Afinitas Elektron unsur-unsur Gas Mulia sangat kecil sehingga hampir mendekati nol. 4. Titik didih unsur-unsur Gas Mulia berbanding lurus dengan kenaikan massa atom. 5. Titik lebur unsur-unsur Gas Mulia mengikuti sifat titik didih.SENYAWA GAS MULIA Xenon, Xe, bereaksi dengan unsur yang paling elektronegatif, misalnya fluorin, oksigen, dan khlorin dan dengan senyawa yang mengandung unsur-unsur ini, misalnya platinum fluorida, PtF6. Walaupun senyawa xenon pertama dilaporkan tahun 1962 sebagai XePtF6, penemunya N. Bartlett, kemudian mengoreksinya sebagai campuran senyawa Xe[PtF6]x (x= 1-2). Bila campuran senyawa ini dicampurkan dengan gas fluorin dan diberi panas atau cahaya, flourida XeF2, XeF4, dan XeF6 akan dihasilkan. XeF2 berstruktur bengkok, XeF4 bujur sangkar, dan XeF6 oktahedral terdistorsi. Walaupun preparasi senyawa ini cukup sederhana, namun sukar untuk mengisolasi senyawa murninya, khususnya XeF4. Hidrolisis fluorida-fluorida ini akan membentuk oksida. XeO3 adalah senyawa yang sangat eksplosif. Walaupun XeO3 stabil dalam larutan, larutannya adalah oksidator sangat kuat. Tetroksida XeO4, adalah senyawa xenon yang paling mudah menguap. M[XeF8] (M adalah Rb dan Cs) sangat stabil tidak terdekomposisi bahkan dipanaskan hingga 400 C sekalipun. Jadi, xenon membentuk senyawa dengan valensi dua sampai delapan. Fluorida-fluorida ini digunakan juga sebagai bahan fluorinasi. Walaupun kripton dan radon diketahui juga membentuk senyawa, senyawa kripton dan radon jarang dipelajari karena ketidakstabilannya dan sifat radioaktifnya yang membuat penanganannya sukar.

Misteri Hilangnya Xenon


Para astrokimiawan dan geokimiawan telah lama penasaran dengan fakta bahwa gas mulia xenon itu jauh lebih sedikit ditemukan di atmosfir dan di kulit bumi dibanding di matahari (dilihat dari spektrum sinarnya) dan meteor-meteor. Satu penjelasan yang disodorkan adalah bahwa unsur ini tersembunyi dalam senyawa kimia yang terbentuk pada temperatur dan tekanan yang sangat tinggi

di inti bumi. (Walaupun secara umum gas-gas mulia bersifat inert (tidak/sukar bereaksi dengan zatzat lain), sebagian dari mereka, terutama argon dan xenon dapat membentuk senyawa kimia). Jules Verne, seorang novelis fiksi sains bangsa Perancis abad ke-19 pernah menulis buku dengan judul Journey to the Center of the Earth pada tahun 1864. Di dalam novel ini dia bercerita tentang seorang ilmuwan yang menemukan jalan menuju ke pusat bumi melalui gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Ide yang dicetuskan Verne sangat maju untuk waktu itu. Bahkan sampai sekarang pun, keinginan manusia untuk menjelajahi perut bumi sampai ke dasarnya belum terealisasikan. Banyak para ilmuwan (termasuk kimiawan yang penasaran ingin membuktikan penjelasan tentang xenon di atas) yang ingin dapat ikut serta dalam penjelajahan tersebut kalau sudah ada kendaraan yang diciptakan khusus untuk ekspedisi ini. Tetapi justru karena belum adanya kendaraan inilah, para geokimiawan di University of California, Berkeley putar otak untuk membuktikan penjelasan tersebut dengan cara lain. Satu tim ilmuwan yang dipimpin oleh Wendel A. Caldwell dan Raymond Jeanloz mencoba membuat senyawa kimia antara unsur besi dan xenon pada suhu 3000 K dan tekanan sampai 70 Gpa di dalam diamond anvil cell yang dipanasi dengan laser. Mereka memonitor hasilnya memakai teknik difraksi sinar X, yang pada prinsipnya adalah memonitor perubahan jarak antar atom-atom. Walaupun mereka berhasil melihat perubahan fase unsur xenon itu sendiri (yang biasanya memang terbentuk pada kondisi ekstrim yang mereka tiru di lab), tetapi mereka tidak mendeteksi terbentuknya senyawa antara xenon dan besi. Mereka pun menyelidiki lebih mendalam masalah ini memakai teori-teori kimia yang mereka kuasai. Ternyata setelah menghitung-hitung senyawa hipotesa xenon dan besi, mereka berkesimpulan bahwa ikatan kimia yang terbentuk antara atom-atom Xe-Fe terlalu lemah dan energi yang dihasilkan tidak dapat melepas ikatan Fe-Fe yang lebih kuat. Kembali ke soal misteri hilangnya xenon, para ilmuwan tersebut akhirnya menyatakan bahwa problem ini harus dijelaskan dengan mekanisme yang lain. Mereka berkesimpulan, pola keberadaaan gas-gas mulia ini sepertinya terbentuk sebelum bumi dan planet-planet lain terbentuk secara sempurna; bukannya berubah setelah itu karena terperangkapnya gas-gas di inti bumi. [YM] (diterjemahkan dan disadur dari artikel Accouting for Missing Xenon, G. Marc Loudon, Purdue University)

PEMBUATAN GAS MULIA


Gas Helium Helium (He) ditemukan terdapat dalam gas alam di Amerika Serikat. Gas helium mempunyai titik didih yang sangat rendah, yaitu -268,8 0C sehingga pemisahan gas helium dari gas alam dilakukan

dengan cara pendinginan sampai gas alam akan mencair (sekitar -156 0C) dan gas helium terpisah dari gas alam. Gas Argon, Neon, Kripton, dan Xenon Udara mengandung gas mulia argon (Ar), neon (Ne), krypton (Kr), dan xenon (Xe) walaupun dalam jumlah yang kecil. Gas mulia di industri diperoleh sebagai hasil samping dalam industri pembuatan gas nitrogen dan gas oksigen dengan proses destilasi udara cair. Pada proses destilasi udara cair, udara kering (bebas uap air) didinginkan sehingga terbentuk udara cair. Pada kolom pemisahan gas argon bercampur dengan banyak gas oksigen dan sedikit gas nitrogen karena titik didih gas argon (-189,4 0C) tidak jauh beda dengan titik didih gas oksigen (182,8 0C). Untuk menghilangkan gas oksigen dilakukan proses pembakaran secara katalitik dengan gas hidrogen, kemudian dikeringkan untuk menghilangkan air yang terbentuk. Adapun untuk menghilangkan gas nitrogen, dilakukan cara destilasi sehingga dihasilkan gas argon dengan kemurnian 99,999%. Gas neon yang mempunyain titik didih rendah (-245,9 0C) akan terkumpul dalam kubah kondensor sebagai gas yang tidak terkonsentrasi (tidak mencair). Gas kripton (Tb = -153,2 0C) dan xenon (Tb = -108 0C) mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari gas oksigen sehingga akan terkumpul di dalam kolom oksigen cair di dasar kolom destilasi utama. Dengan pengaturan suhu sesuai titik didih, maka masing-masing gas akan terpisah. Di tahun 1962, para ahli masih yakin bahwa unsur-unsur gas mulia tidak bereaksi. Kemudian seorang ahli kimia kanada bernama Neil Bartlet berhasil membuat persenyawaan yang stabil antara unsur gas mulia dan unsur lain, yaitu XePtF6. Keberhasilan ini didasarkan pada reaksi: PtF6 + O2 (O2)+ (PtF6)PtF6 ini bersifat oksidator kuat. Molekul oksigen memiliki harga energi ionisasi 1165 kJ/mol, harga energi ionisasi ini mendekati harga energi ionisasi unsur gas mulia Xe = 1170 kJ/mol. Atas dasar data tersebut, maka untuk pertama kalinya Bartlet mencoba mereaksikan Xe dengan PtF6 dan ternyata menghasilkan senyawa yang stabil sesuai dengan persamaan reaksi: Xe + PtF6 Xe+(PtF6)Setelah berhasil membentuk senyawa XePtF6, maka gugurlah anggapan bahwa gas mulia tidak dapat bereaksi. Kemudian para ahli lainnya mencoba melakukan penelitian dengan mereaksikan xenon dengan zat-zat oksidator kuat, diantaranya langsung dengan gas flourin dan menghasilkan senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6. Reaksi gas mulia lainnya, yaitu krypton menghasilkan senyawa KrF2. Radon dapat bereaksi langsung dengan F2 dan menghasilkan RnF2. Hanya saja senyawa KrF2 dan RnF2 bersifat (tidak stabil). Senyawa gas mulia He, Ne, dan Ar sampai saat ini belum dapat dibuat mungkin karena tingkat kestabilannya yang sangat besar.

Senyawa Helium-Neon-Argon-Kripton-Xenon-Radon
Helium, Neon dan Argon pada awalnya sangat sukar untuk ditemukan senyawanya karena unsur-unsur tersebut diketahui memiliki energi ionisasi yang sangat tinggi. Walaupun unsurunsur tersebut juga telah diketahui senyawanya.

Unsur Gas Mulia Helium Neon Argon Kripton Xenon Radon

Senyawa Gas Mulia yang telah disintesis HeNe, HgHe, WHe, HHeF, CsFHeO, N(CH3)4FHeO (NeAr)+, (NeH)+, (HeNe)+ HArF KrF2, KrXe+, Kr(OTeF5)2, HKrCN XeF2, XeF4, XeF6, XeCl2, XeO2, XeO3, XeO4, XeOF2, XeOF4, XeO2F2, XeO3F2, Na4XeO6, dll RnF2, RnF6, [RnF]+, RnCO, RnXe,

Unsur-Unsur Gas Mulia Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA (dalam sistem periodik terletak dalam kolom yang paling kanan) yang memiliki kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik. unsur-unsur yang terdapat dalam gas mulia yaitu Helium (He), Neon (Ne), Argon(Ar), Kripton(Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn). Unsur-unsur ini disebut gas mulia karena sifatnya yang sangat sukar bereaksi (inert). Gas-gas ini pun sangat sedikit kandungannya di bumi. dalam udara kering maka akan ditemukan kandungan gas mulia sebagai berikut : Xenon ( Xe )= 0,000008

Sejarah Gas Mulia


Sifat Gas Mulia

Gas mulia memiliki beberapa sifat baik secara fisis maupun kimia, sebelum membahas hal tersebut mari kita lihat data-data dari gas mulia. Berikut merupakan beberapa ciri fisis dari gas mulia Helium Neon Nomor atom Elektron valensi Jari-jari atom() Massa atom (gram/mol) Massa jenis (kg/m3) Titik didih (0C) Titikleleh (0C) Bilangan oksidasi Keelekronegatifan Entalpi peleburan (kJ/mol) 2 2 0,50 10 8 0,65 Argon Kripton Xenon Radon 18 8 0,95 32 8 1,10 83,8 3,75 -153 -157 0;2 3,1 1,64 9,03 39 1350 54 8 1,30 86 8 1,45

4,0026 20,1797 39,348 0.1785 0,9 1,784

131,29 222 5,9 -108 -112 0;2;4;6 2,4 2,30 12,64 41 1170 9,73 -62 -71 0;4 2,1 2,89 16,4 41 1040

-268,8 -245,8 -185,7 -272,2 -248,4 0 @ 0 0,332 1,73 29 2080 189,1 0 1,19 6,45 35 1520

Entalpi penguapan (kJ/mol) 0,0845 Afinitas elektron (kJ/mol) Energi ionisasi (kJ/mol) 21 2640

@ = Helium dipadatkan dengan cara menaikkan tekanan bukan menurunkan suhu.

Dari tabel dapat dilihat bahwa jari-jari atom gas mulia sangat kecil sehingga jarak antara elektron valensi (elektron pada kulit terluar) dengan intinya sangat dekat. Akibatnya harga energi ionisasinya sangat besar yang menyebabkan gas mulia sangat sulit melepaskan elektron. Sementara afinitas elektron yang rendah menyebabkan gas mulia sangat sulit menerima elektron. Gabungan sifat ini menyebabkan gas mulia sangat sulit bereaksi (inert). Di alam tidak pernah ditemukan gas mulia dalam bentuk senyawa namun berupa molekul monoatomik (atom yang berdiri sendiri). Adapula hal penting yang menyebabkan gas mulia amat stabil( sukar bereaksi) yaitu konfigurasi elektronnya. Karena konfigurasi elektronnya yang stabil gas mulia juga biasa digunakan untuk penyingkatan konfigurasi elektron bagi unsur lain. Kestabilan gas mulia yang sangat tinggi juga dapat dilihat pada titik didih dan titik lelehnya yang sangat rendah maka gaya tairk menarik antar partikel gas mulia sangat kecil. Perbedaan titik leleh dan titik didihnya juga sangat kecil, hal ini berarti daya tarik antar partikel dalam fase cair hampir sama dengan daya tarik antar partikel dalam fase gas.

Dari atas ke bawah jari-jari atom gas mulia makin besar dan energi ionisasinya makin kecil. Hal ini mengakibatkan unsur gas mulia dari atas ke bawah semakin mudah melepas elektron sehingga kereaktifannya juga semakin bertambah.

Reaksi pada Gas Mulia


Gas Mulia adalah gas yang sudah memiliki 8 elektron valensi dan memiliki kestabilan yang tinggi. Tetapi gas mulia pun masih dapat berreaksi dengan atom lain. Karena sebenarnya tidak semua sub kuit pada gas mulia terisi penuh. Contoh: Ar : [Ne] 3s2 3p6 Sebenarnya atom Ar masih memiliki 1 Sub kulit yang masih kosong yaitu sub kulit d jadi Ar : [Ne] 3s2 3p6 3d0 jadi masih bisa diisi oleh atom-atom lain. Berikut adalah beberapa contoh Reaksi dan cara pereaksian pada gas mulia Nama senyawa yang terbentuk Argonhidroflourida

Gas Mulia

Reaksi

Cara peraksian Senyawa ini dihasilkan oleh fotolisis dan matriks Ar padat dan stabil pada suhu rendah Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2pada suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X XeF2 dan XeF4 dapat diperoleh dari pemanasan Xe dan F2 pada tekanan 6 atm, jika jumlah peraksi F2 lebih besar maka akan diperoleh XeF6 XeO4 dibuat dari reaksi disproporsionasi(reaksi dimana unsur pereaksi yang sama sebagian teroksidasi dan sebagian lagi tereduksi) yang kompleks dari larutan XeO3 yang bersifat alkain Bereaksi secara spontan

Ar(Argon) Ar(s) + HF HarF

Kr(Kripton) Kr(s) + F2 (s) KrF2 (s)

Kripton flourida

Xe(g) + F2(g) XeF2(s) Xe(g) + 2F2(g) XeF4(s) Xe(g) + 3F2(g) XeF6(s) Xe(Xenon) XeF6(s) + 3H2O(l) XeO3(s) + 6HF(aq)6XeF4(s) + 12H2O(l) 2XeO3(s) + 4Xe(g) + 3O(2)(g) + 24HF(aq) Rn(Radon) Rn(g) + F2(g) RnF

Xenonflourida

Xenon oksida

Radon flourida

XeF2 Hibridisasi : sp3d Sebaran pasangan elektron : segitiga bipiramida Bentuk molekul : linier

XeF4 Hibridisasi : sp3d2 Sebaran pasangan elektron : oktahedral Bentuk molekul : segi empat planar XeF6 Hibridisasi : sp3d3 Sebaran pasangan elektron : oktahedral Bentuk molekul : segilima bipiramida

Xenon
Sejarah Ditemukan pada tahun 1898 oleh Ramsay dan Travers dalam residu yang tersisa setelah menguapkan udara cair. Xenon adalah anggota gas mulia atau gas inert. Terdapat di atmosfer kita dengan kandungan satu bagian per dua puluh juta bagian atmosfer. Xenon terdapat dalam atmosfer Mars dengan kandungan 0.08 ppm. Unsur ini ditemukan dalam bentuk gas, yang dilepaskan dari mineral mata air tertentu, dan dihasilkan secara komersial dengan ekstraksi udara cair. Kegunaan Gas ini digunakan dalam pembuatan tabung elektron, lampu stoboskopik (lampu neon yang berkedip dengan frekuensi tertentu), lampu bakterisida, dan lampu yang digunakan untuk mengeluarkan laser rubi yang menghasilkan sinar yang koheren. Xenon digunakan dalam medan energi nuklir dalam bejana ggelembung udara, probe, dan penerapan lainnya di mana dibutuhkan bobot atom tinggi. Senyawaa perxenate digunakan kimia analisis sebagai zat oksidator. 133Xe dan 135 Xe dihasilkan oleh iradiasi neutron dalam reaktor nuklir dingin. 133Xe memiliki banyak kegunaan sebaai isotop. Unsur ini tersedia dalam kontainer gas dalam kaca bersegel dengan tekanan standar. Xenon tidak beracun tapi senyawanya sangat beracun karena sifat oksidatornya yang sangat kuat.

Elemen Xenon - Xe
Data yang komprehensif pada elemen kimia Xenon disediakan pada halaman ini, termasuk sejumlah sifat, unsur nama dalam banyak bahasa, nuklida yang paling dikenal dari Xenon. Senyawa kimia umum juga disediakan untuk banyak elemen. Selain istilah-istilah teknis yang terkait dengan definisi dan menu berisi link ke artikel terkait yang merupakan bantuan besar dalam studi seseorang.
Sekilas Xenon

Nomor Atom : 54 Kelompok : 18 Periode : 5 Seri: Gas Mulia

Xenon Nama di Bahasa Lain


Latin: Xenon Ceko: Xenon Kroasia: Ksenon Perancis: Xenon Jerman: Xenon - s Italia: Xeno Norwegia: Xenon Portugis: Xennio Rusia: Spanyol: Xenon Swedia: Xenon

Struktur atom Xenon


Radius Atom : 1.24 Volume Atom : 37.3cm 3 / mol Radius kovalen : 1,31 Bagian silang (Thermal Neutron Tangkap) a / lumbung : 23,9 Struktur kristal : wajah Cubic berpusat

Konfigurasi Elektron: 1s 2 2s 2 p 6 3s 2 p 6 4s 2 d 10 6 p d 10 5s 2 p 6

Elektron per Tingkat Energi : 2,8,18,18,8

Shell model

Radius ionik : Mengisi Orbital : 5p 6 Jumlah Elektron (dengan tanpa biaya): 54 Jumlah Neutron (paling umum / stabil nuklida): 77 Jumlah Proton : 54 Amerika Oksidasi : 0 Elektron valensi : 5s 2 p 6 Elektron Dot Model

Sifat Kimia Xenon


Elektrokimia Setara : Elektron Fungsi Kerja : Elektronegativitas : 0 (Pauling); 2.4 (Allrod Rochow) Panas Fusion : 2.297kJ/mol Tidak kompatibel: Ionisasi Potensi o Pertama : 12.13 o Kedua : 21,21 o Ketiga : 32.1 Elektron valensi Potensi (-eV) :

Sifat Fisik Xenon


Massa atom rata-rata : 131,29 Titik didih : 165,18 K -107,97 C -162 F Koefisien ekspansi termal lineal / K -1: N / A Daya konduksi Listrik: Termal: 0.0000569 W / CMK

Kepadatan : 5.9g / L @ 273K & 1atm Keterangan: Tidak berwarna, tidak berbau gas mulia hambar.

Entalpi Fusion: 2.3 kJ / mol Entalpi Penguapan: 12,64 kJ / mol Flammablity Kelas: Titik Beku: lihat titik leleh Penguapan panas : 12.636kJ/mol Titik lebur : 161,45 K -111,7 C -169,1 F Volume molar: 42,9 cm 3 / mol Optical Indeks bias: 1.000702 Negara fisik (pada 20 C & 1atm): Gas Panas Spesifik : 0.158J/gK

Peraturan / Kesehatan

Nomor CAS o 7440-63-3 OSHA Batasi Paparan diizinkan (PEL) o Tidak ada batas yang ditetapkan oleh OSHA OSHA PEL dikosongkan 1989 o Tidak ada batas yang ditetapkan oleh OSHA NIOSH Rekomendasi Eksposur Batas (REL) o Tidak ada batas yang ditetapkan oleh NIOSH Tingkat Dalam Manusia: Catatan: Data ini merupakan tingkat alami yang terjadi unsur-unsur dalam manusia biasa, itu TIDAK mewakili tunjangan harian yang direkomendasikan. -3: o Darah / mg dm jejak o Tulang / ppm: nihil o Hati / ppm: nihil o Otot / ppm: nihil o Harian diet Intake: n / a o Jumlah Massa Dalam No. 70kg manusia: n / a Penemuan Tahun: 1898 Nama Asal: Yunani: xenos (asing).

Kelimpahan Xenon: o Bumi Crust / ppm: 0.000002 o Air laut / ppm: 0,0001 o Suasana / ppm: 0,086 12): o Matahari (relatif untuk H = 1E N/A Xenon Sumber: Mendapatkan dari jumlah kecil di udara liquified. Dunia produksi tahunan yang luas adalah sekitar 0,6 ton.

XENON
Ikhtisar
Gas mulia hanya bereaksi dengan unsur lain dalam keadaan sangat luar biasa. Xenon sangat langka di atmosfer. Kelimpahan diperkirakan sekitar 0,1 bagian per juta. Xenon tidak memiliki banyak aplikasi praktis. Sebagian besar, digunakan untuk mengisi lampu khusus. Butuh ahli kimia lebih dari seratus tahun penelitian yang cermat untuk memahami komposisi udara. Pada awal 1700-an, mereka bahkan tidak memahami perbedaan antara udara sekitar kita dan gas, seperti oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen Mereka menggunakan kata "udara" berarti hal yang sama sebagai "gas.". Gas sangat sulit untuk belajar. Jadi butuh waktu lama untuk mengetahui bagaimana berbagai "mengudara" dan "gas" berbeda satu sama lain. Perlahan-lahan perbedaan menjadi jelas. Pada tahun 1774, kimiawan Inggris Joseph Priestley (1733-1804) menyadari bahwa dia bisa menghilangkan gas oksigen yang terpisah-dari udara. Kemudian, gas-gas lainnya di udara diidentifikasi. Ini termasuk nitrogen, karbon dioksida, dan gas mulia lainnya. Salah satu gas terakhir yang terisolasi xenon. Xenon ditemukan pada tahun 1898 oleh kimiawan dan fisikawan Skotlandia Sir William Ramsay (1852-1916) dan kimiawan Inggris William Morris Travers (1872-1961). Ramsay dan Travers digunakan udara cair untuk membuat penemuan mereka. Berikut adalah cara mereka melakukan penelitian: Jika udara didinginkan ke suhu yang sangat rendah, berubah dari gas ke cairan. Seperti menghangat, itu perubahan kembali ke gas. Tapi perubahan ini tidak terjadi sekaligus. Sebagai menghangatkan udara cair, satu gas (nitrogen) bisul pergi dulu. Sebagai suhu meningkat lebih lanjut, gas lain (argon) bisul off. Namun kemudian, gas ketiga (oksigen) dari bisul. Great perawatan harus digunakan dalam melakukan eksperimen ini. Tiga pertama gas untuk merebus diri (nitrogen, oksigen, dan argon) membuat 99,95 persen dari udara. Ini mungkin terlihat seolah-olah semua udara itu hilang setelah bisul oksigen pergi, tapi tidak. Setelah oksigen hilang, sedikit udara cair tetap. Itu udara cair mengandung gas-gas atmosfer lainnya. Salah satu gas yang xenon. Ramsay dan Travers pertama kali diakui kehadiran xenon dalam udara cair pada tanggal 12 Juli 1898. Mereka menamai unsur xenon untuk kata Yunani yang berarti "asing."

Sifat fisik
Xenon adalah gas, tidak berwarna tidak berbau. Ia memiliki titik didih -108,13 C (-162,5 F) dan titik leleh dari C. Ini mungkin aneh untuk berbicara tentang "titik leleh" dan "titik didih" gas. Jadi pikirkan tentang kebalikan dari kedua istilah. Kebalikan dari pencairan "berubah dari cair menjadi padat." Kebalikan dari mendidih adalah "berbalik dari gas menjadi cairan." Dengan demikian, titik didih xenon adalah suhu di mana gas berubah menjadi cairan. Titik leleh dari xenon adalah suhu di mana xenon cair berubah menjadi padat.

William Ramsay.

Kepadatan gas xenon 5,8971 gram per liter. Itu membuat xenon sekitar empat kali lebih padat seperti udara.

Kimia
Selama bertahun-tahun, xenon dianggap benar-benar tidak aktif. Aktif berarti bahwa hal itu tidak bereaksi dengan unsur lainnya. Kemudian, pada tahun 1962, kimiawan Inggris Neil Bartlett (1932 -) membuat platinofluoride xenon (XePtF 6). Keberhasilan Bartlett kimiawan lain terinspirasi untuk mencoba membuat senyawa lain xenon. Ahli kimia menemukan cara untuk membuat senyawa seperti xenon sebagai difluorida xenon (XeF 2), tetrafluorida xenon (XeF 4), heksafluorida xenon (XeF 6), xenon trioksida (XeO 3), dan oxytetrafluoride xenon (XeOF 4). Pada awal 1700-an, mereka bahkan tidak memahami perbedaan antara udara sekitar kita dan gas, seperti oksigen, karbon, seperti oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen. Mereka menggunakan kata "udara" berarti hal yang sama sebagai "gas."

Kejadian di alam
Atmosfer bumi mengandung sekitar 0,1 bagian per juta dari xenon. Studi menunjukkan bahwa atmosfer Mars mungkin mengandung sekitar jumlah yang sama xenon, mungkin 0,08 bagian per juta. Unsur ini tidak diketahui terjadi di kerak bumi.

Timbal digunakan untuk menyimpan tabung xenon radioaktif untuk tujuan diagnostik medis.

Isotop
Sembilan isotop alami xenon ada. Mereka adalah xenon-124, xenon-126, xenon-128, xenon-129, xenon-130, xenon-131, xenon-132, xenon-134, dan xenon-136. Isotop adalah dua atau lebih bentuk dari suatu elemen. Isotop berbeda satu sama lain sesuai dengan nomor massa mereka. Nomor yang tertulis di sebelah kanan nama elemen adalah nomor massa. Nomor massa merupakan jumlah proton ditambah neutron dalam inti atom elemen. Jumlah proton menentukan elemen, tetapi jumlah neutron dalam atom dari setiap unsur yang dapat bervariasi. Setiap variasi isotop.

Setidaknya 18 isotop radioaktif xenon dikenal juga. Sebuah isotop radioaktif adalah salah satu yang selain istirahat dan melepaskan beberapa bentuk radiasi. Isotop radioaktif yang dihasilkan ketika partikel yang sangat kecil dipecat pada atom. Partikel-partikel ini menempel di atom dan membuat mereka radioaktif. Dua isotop radioaktif xenon-xenon-127 dan xenon-133-digunakan dalam kedokteran. Isotop ini digunakan untuk mempelajari aliran darah melalui otak dan aliran udara melalui paru-paru. Dalam kebanyakan kasus, pasien menghirup gas radioaktif melalui masker. Gas xenon bergerak melalui tubuh seperti oksigen atau gas lainnya. Karena perjalanan melalui tubuh, isotop xenon mengeluarkan radiasi. Radiasi dapat dideteksi oleh alat ukur diadakan selama tubuh. Dokter bisa memberitahu apakah paru-paru pasien bekerja dengan benar.

Pencabutan
Xenon diproduksi dengan cara yang sama ditemukan. Udara cair yang diizinkan untuk menguap. Ketika sebagian besar gas-gas lainnya telah direbus, xenon yang tertinggal. Teknik yang digunakan saat ini jauh lebih baik daripada yang digunakan oleh Ramsay dan Travers, tentu saja. Sekarang relatif mudah untuk menangkap gas xenon di udara dengan metode ini.

Menggunakan
Penggunaan utama dalam lampu xenon. Ketika arus listrik dilewatkan melalui gas, dapat mengeluarkan cahaya. Lampu neon dan "neon" lampu adalah contoh dari proses ini. Jenis dan warna cahaya yang dilepaskan bergantung pada gas yang digunakan dalam lampu. Xenon digunakan ketika, sangat terang seperti cahaya matahari yang dibutuhkan. Sebagai contoh, unit flash dan lampu-lampu terang yang digunakan oleh fotografer yang sering dibuat dengan gas xenon. Lampu ultraviolet yang digunakan untuk mensterilkan peralatan laboratorium juga mungkin mengandung xenon. Cahaya yang dihasilkan cukup kuat untuk membunuh bakteri. Xenon juga digunakan dalam pembuatan lampu sorot. Sebuah lampu sorot menghasilkan cahaya, sangat terang intens dalam pulsa sangat pendek. Lampu strobe muncul untuk "membekukan" gerakan objek. Setiap kali berkedip lampu menyala, bersinar pada objek bergerak untuk sepersekian detik. Gerak benda dapat dipecah menjadi sejumlah interval yang sangat singkat.

Senyawa
Sejauh ini, senyawa xenon hanya keingintahuan laboratorium. Mereka tidak memiliki aplikasi praktis. (Lihat di bawah "sifat Kimia.") Dua isotop radioaktif xenon digunakan untuk mempelajari aliran darah melalui otak dan aliran udara melalui paru-paru.

Dampak kesehatan
Xenon adalah gas berbahaya. Beberapa senyawanya, bagaimanapun, adalah beracun.

Elemen Xenon
Apa Xenon? Elemen Properti & Info Tabel Periodik
Apa yang Xenon seperti pada Tabel Periodik? Fakta tentang Discovery dan Sejarah Elemen Xenon Xenon ditemukan oleh William Ramsay dan Travers Morris di Inggris pada tahun 1898.

Sir William Ramsay (1852 - 1916) Sir William Ramsay menemukan gas mulia dan menerima Hadiah Nobel dalam Kimia pada tahun 1904 "dalam pengakuan atas jasa-jasanya dalam penemuan unsur-unsur gas inert dalam udara". Unsur-unsur termasuk Argon , Krypton dan neon . Ramsay juga terisolasi Helium yang telah diamati dalam spektrum matahari, tapi belum ditemukan di bumi. Pada tahun 1910 Ramsay juga dibuat dan ditandai radon.

Sir William Ramsay (1852 - 1916)

Xenon
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas Artikel ini adalah tentang unsur kimia. Untuk kegunaan lain, lihat Xenon (disambiguasi) .

yodium xenon cesium

Kr Xe Rn
54

Xe
Tabel periodik

Penampilan Berwarna gas, menunjukkan cahaya biru ketika ditempatkan dalam medan listrik tegangan tinggi

Spektral baris xenon Umum properti xenon, Xe, 54 Nama , simbol , nomor / z n n / ZEN-ON [1] Pengucapan atau / z i n n / ZEE-NON [2] gas mulia Elemen kategori 18 , 5 , p Kelompok , periode , blok Standar berat badan atom 131.293 (6) [ Kr ] 4d 10 5s 2 5p 6 Elektron konfigurasi 2, 8, 18, 18, 8 ( Gambar ) Elektron per cangkang Sifat fisik gas Fase (0 C, 101,325 kPa ) Kepadatan 5,894 g / L 3,057 [3] G cm -3 Cair kepadatan di bp (101,325 kPa) 161,4 K , -111,7 C, -169,1 Titik lebur F (101,325 kPa) 165,03 K, -108,12 C, Titik didih 162,62 F 161,405 K (-112 C), 81,6 [4] kPa Tiga titik

Titik kritis Kalor peleburan Kalor penguapan Kapasitas panas molar

289,77 K, 5,841 MPa (101,325 kPa) 2.27 kJ mol -1 (101,325 kPa) 12,64 kJ mol -1 5 R / 2 = 20,786 J mol -1 K -1 Tekanan uap

P (Pa) di T (K)

1 83

10 92

100 103

1k 117

10 k 137

100 k 165

Atom sifat 0, +1, +2, +4, +6, +8 (Jarang lebih dari 0) Oksidasi (Lemah asam oksida) 2,6 (skala Pauling) Elektronegativitas 1: 1170,4 kJ mol -1 Energi ionisasi 2: 2046,4 kJ mol -1 3: 3099,4 kJ mol -1 140 9 pm Jari-jari kovalen 216 pm Jari-jari van der Waals Miscellanea kubik berpusat muka Struktur kristal diamagnetik [5] Magnetic memesan 5,65 10 -3 W m -1 K -1 Konduktivitas termal (Cair) 1090 m / s ; (gas) 169 m S -1 Kecepatan suara 7440-63-3 CAS nomor registri Isotop yang paling stabil Artikel utama: Isotop dari xenon

iso Xe 125 Xe 126 Xe 127 Xe 128 Xe 129 Xe 130 Xe 131 Xe 132 Xe 133 Xe 134 Xe 135 Xe 136 Xe
124

NA 0,095% syn 0,089% syn 1,91% 26,4% 4,07% 21,2% 26,9% syn 10,4% syn 8,86%

paruh DM DE ( MeV ) DP 124 Xe yang stabil dengan 70 neutron 125 16,9 h 1.652 Aku 126 Xe yang stabil dengan 72 neutron 127 36,345 d 0.662 Aku 128 Xe yang stabil dengan 74 neutron 129 Xe yang stabil dengan 75 neutron 130 Xe yang stabil dengan 76 neutron 131 Xe yang stabil dengan 77 neutron 132 Xe yang stabil dengan 78 neutron 133 5,247 d 0.427 Cs 134 Xe yang stabil dengan 80 neutron 135 9.14 h 1.16 Cs 136 Xe yang stabil dengan 82 neutron
vder

Xenon alami terdiri dari sembilan isotop stabil . Ada juga lebih dari 40 isotop stabil yang mengalami peluruhan radioaktif . Rasio isotop xenon adalah alat penting untuk mempelajari sejarah awal Tata Surya . [10] Xenon-135 radioaktif diproduksi sebagai hasil dari fisi nuklir dan bertindak sebagai penyerap neutron dalam reaktor nuklir . [11]

Sejarah
Xenon ditemukan di Inggris oleh William Ramsay dan Travers Morris pada tanggal 12 Juli 1898, tak lama setelah penemuan mereka dari unsur-unsur kripton dan neon . Mereka menemukan dalam residu yang tersisa dari komponen menguap dari udara cair . [19] [20] Ramsay mengusulkan nama xenon untuk gas ini dari bahasa Yunani kata [xenon], bentuk netral tunggal [xenos], yang berarti 'asing (er) ',' aneh (r) ', atau' tamu '. [21] [22] Pada tahun 1902, Ramsay memperkirakan proporsi xenon di atmosfer bumi sebagai salah satu bagian dalam 20 juta. [23] Selama tahun 1930, insinyur Harold Edgerton mulai menjelajahi strobo cahaya teknologi untuk fotografi kecepatan tinggi . Hal ini menyebabkan dia penemuan lampu flash xenon, di mana cahaya dihasilkan dengan mengirimkan arus listrik singkat melalui sebuah tabung diisi dengan gas xenon. Pada tahun 1934, Edgerton mampu menghasilkan berkedip sesingkat satu mikrodetik dengan metode ini. Pada tahun 1939, Albert R. Behnke Jr mulai mengeksplorasi penyebab "mabuk" dalam laut penyelam. Dia menguji efek dari berbagai campuran bernapas rakyatnya, dan menemukan bahwa ini menyebabkan penyelam untuk melihat perubahan secara mendalam. Dari hasil itu, ia menyimpulkan bahwa gas xenon bisa berfungsi sebagai anestesi . Meskipun Lazharev, di Rusia, rupanya belajar anestesi xenon pada tahun 1941, laporan yang diterbitkan pertama mengkonfirmasikan anestesi xenon itu pada tahun 1946 oleh JH Lawrence, yang bereksperimen pada tikus. Xenon pertama kali digunakan sebagai anestesi bedah pada tahun 1951 oleh Stuart C. Cullen, yang berhasil dioperasikan pada dua pasien. [26] Xenon dan gas mulia lainnya untuk waktu yang lama dianggap benar-benar kimia inert dan tidak mampu membentuk senyawa . Namun, saat mengajar di University of British Columbia , Neil Bartlett menemukan bahwa gas platinum heksafluorida (PtF 6) adalah kuat oksidator yang dapat mengoksidasi agen gas oksigen (O 2) untuk membentuk dioxygenyl hexafluoroplatinate (O 2 + [PtF 6] ). Karena O 2 dan xenon hampir sama pertama potensial ionisasi , Bartlett menyadari bahwa heksafluorida platinum juga mungkin dapat mengoksidasi xenon. Pada tanggal 23 Maret 1962, ia mencampur dua gas dan menghasilkan senyawa yang dikenal pertama dari gas mulia, xenon hexafluoroplatinate . [28] [9] Bartlett komposisi berpikir untuk menjadi Xe + [PTF 6] -, meskipun kemudian bekerja telah mengungkapkan bahwa itu mungkin campuran dari berbagai xenon yang mengandung garam. [29] [30] [31] Sejak itu, banyak lainnya senyawa xenon telah ditemukan, [32] bersama dengan beberapa senyawa gas mulia argon , kripton , dan radon , termasuk fluorohydride argon (Harf), [33] kripton difluorida (KrF 2), [34] [35] dan radon florida . [36] Pada 1971, lebih dari 80 senyawa xenon dikenal. [37] [38]

[ sunting ] Karakteristik

Xenon flash ( versi animasi ) Xenon memiliki nomor atom 54, yaitu intinya mengandung 54 proton . Pada suhu dan tekanan standar , murni xenon gas memiliki kerapatan 5,761 kg / m 3, sekitar 4,5 kali kepadatan permukaan atmosfer bumi, 1,217 kg / m 3. [39] Sebagai cairan, xenon memiliki kerapatan hingga 3,100 g / mL, dengan kepadatan maksimum terjadi pada titik tripel. [40] Di bawah kondisi yang sama, kepadatan padat xenon, 3,640 g / cm 3, lebih tinggi dari kepadatan rata-rata granit , 2,75 g / cm 3. [40] Menggunakan gigapascals dari tekanan , xenon telah dipaksa menjadi fase logam. [41] Padat xenon perubahan dari kubik berpusat muka (fcc) untuk dikemas dekat heksagonal (HCP) fase kristal di bawah tekanan dan mulai untuk mengubah logam pada sekitar 140 GPa, dengan tidak mengubah volume nyata dalam fase HCP. Ini benar-benar logam di 155 GPa. Ketika metalized, xenon terlihat langit biru karena menyerap cahaya merah dan mengirimkan frekuensi terlihat lainnya. Perilaku seperti itu tidak biasa untuk logam dan dijelaskan oleh lebar yang relatif kecil dari elektron dalam logam band xenon. [42] [43] Xenon adalah anggota dari nol- valensi elemen yang disebut mulia atau lembam gas . Ini adalah inert untuk reaksi kimia yang paling umum (seperti pembakaran, misalnya) karena bagian luar kulit valensi mengandung delapan elektron. Hal ini menghasilkan konfigurasi, energi yang stabil minimal di mana elektron terluar yang terikat erat. [44] Namun, xenon dapat dioksidasi oleh agen oksidasi yang kuat, dan banyak senyawa xenon telah disintesis. Dalam tabung gas-diisi , xenon memancarkan biru atau lavenderish bersinar ketika gas gembira dengan debit listrik . Xenon memancarkan sebuah band dari garis-garis emisi yang menjangkau spektrum visual, [45] tetapi garis-garis paling intens terjadi di wilayah cahaya biru, yang menghasilkan warna tersebut. [46]

[ sunting ] Kejadian dan produksi


Xenon adalah gas jejak di atmosfer bumi , yang terjadi pada 87 1 bagian per miliar (nL / L), atau sekitar 1 bagian per 11,5 juta, [47] dan juga ditemukan dalam gas yang dipancarkan dari beberapa mata air mineral . Xenon diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari pemisahan udara menjadi oksigen dan nitrogen . Setelah pemisahan ini, umumnya dilakukan oleh distilasi fraksional di sebuah pabrik ganda-kolom, oksigen cair yang dihasilkan akan mengandung jumlah kecil dari kripton dan xenon. Dengan tambahan langkah-langkah distilasi fraksional, oksigen cair dapat diperkaya mengandung 0,1-0,2% dari campuran kripton / xenon, yang diekstrak baik melalui adsorpsi ke gel silika atau dengan distilasi. Akhirnya, campuran kripton / xenon dapat dipisahkan menjadi kripton dan xenon melalui distilasi. [48] [49] Ekstraksi satu liter xenon dari atmosfer membutuhkan 220 watt-jam energi. [50] produksi Worldwide xenon pada tahun 1998 adalah diperkirakan 5,000-7,000 m 3. [51] Karena kelimpahan rendah, xenon jauh lebih mahal daripada gas mulia ringan-perkiraan harga untuk pembelian dalam jumlah kecil di Eropa pada tahun 1999 adalah 10 / L untuk xenon, 1 / L untuk kripton, dan 0,20 / L untuk neon. [51] Dalam Sistem Solar, nukleon fraksi xenon adalah 1,56 10 -8, untuk kelimpahan dari satu bagian dalam 64 juta dari total massa. [52] Xenon relatif langka di Sun atmosfer 's, di bumi , dan di asteroid dan komet . Planet Jupiter memiliki kelimpahan yang sangat tinggi dari xenon di atmosfer;. sekitar 2,6 kali lipat Matahari [53] ini berlimpah tinggi tetap tidak terjelaskan dan mungkin telah disebabkan oleh penumpukan awal dan cepat planetesimal -kecil, badan-subplanetary sebelum disk yang presolar mulai memanas. [54] (Jika tidak, xenon tidak akan terjebak dalam es planetesimal.) Masalah

xenon terestrial yang rendah berpotensi dapat dijelaskan oleh ikatan kovalen dari xenon untuk oksigen dalam kuarsa , sehingga mengurangi yang outgassing xenon ke atmosfer. [55] Tidak seperti gas mulia massa rendah, normal sintesis-inti bintang bintang di dalam proses tidak membentuk xenon. Elemen yang lebih besar dari besi-56 memiliki biaya energi bersih untuk menghasilkan melalui fusi, sehingga tidak ada energi untuk mendapatkan bintang saat membuat xenon. [56] Sebaliknya, xenon terbentuk selama supernova ledakan, [57] oleh penangkapan neutron lambat proses ( s-proses ) dari raksasa merah bintang yang telah habis hidrogen di inti mereka dan memasuki cabang raksasa asimtotik , [58] di klasik novae ledakan [59] dan dari peluruhan radioaktif dari unsur-unsur seperti yodium , uranium dan plutonium . [60]

[ sunting ] Isotop dan studi isotop


Artikel utama: Isotop dari xenon Xenon alami terbuat dari sembilan stabil isotop , yang paling dari setiap elemen dengan pengecualian timah, yang memiliki sepuluh. Xenon dan timah adalah elemen hanya untuk memiliki lebih dari tujuh isotop yang stabil. [61] Para isotop Xe 124, 134 dan 136 Xe Xe diperkirakan untuk menjalani peluruhan beta ganda , tapi ini belum pernah diamati sehingga mereka dianggap stabil. [62] Selain bentuk-bentuk yang stabil, ada lebih dari 40 isotop yang tidak stabil yang telah dipelajari 129 Xe diproduksi oleh. peluruhan beta dari 129 saya , yang memiliki paruh dari 16 juta tahun, sementara 131m Xe, 133 Xe, 133m Xe , dan 135 Xe adalah beberapa fisi produk dari kedua 235 U dan 239 Pu , [60] dan karena itu digunakan sebagai indikator dari ledakan nuklir. Inti dari dua stabil isotop xenon , 129 dan 131 Xe Xe, memiliki non-nol intrinsik momentum sudut ( spin nuklir , cocok untuk resonansi magnetik nuklir ). Spin nuklir dapat disejajarkan luar biasa tingkat polarisasi cahaya melalui sirkuler terpolarisasi dan rubidium uap. [63] yang dihasilkan polarisasi spin xenon inti dapat melampaui 50% dari nilai maksimum yang mungkin, sangat melebihi nilai ekuilibrium ditentukan oleh distribusi Boltzmann (biasanya 0,001% dari nilai maksimum pada suhu kamar , bahkan di terkuat magnet ). Seperti non-ekuilibrium alignment berputar adalah kondisi sementara, dan disebut hyperpolarization . Proses hyperpolarizing xenon disebut optik memompa (meskipun proses ini berbeda dari memompa laser ). [64] Karena 129 Xe inti memiliki putaran dari 1 / 2, dan karena itu nol listrik saat quadrupole , yang 129 Xe inti tidak mengalami interaksi quadrupolar selama tabrakan dengan atom lainnya, dan dengan demikian hyperpolarization yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama bahkan setelah sinar laser telah dimatikan dan uap alkali dihapus oleh kondensasi pada permukaan suhu kamar. Polarisasi spin dari 129 Xe dapat bertahan dari beberapa detik untuk atom xenon terlarut dalam darah [65] untuk beberapa jam dalam fase gas [66] dan beberapa hari di xenon padat sangat beku. [67] Sebaliknya, 131 Xe memiliki spin nuklir nilai 3 / 2 dan nol saat quadrupole , dan T 1 kali relaksasi di milidetik dan kedua rentang. [68] Beberapa isotop radioaktif xenon, misalnya, 133 dan 135 Xe Xe, yang diproduksi oleh neutron iradiasi bahan fisi dalam reaktor nuklir . [7] 135 Xe adalah cukup penting dalam pengoperasian reaktor fisi nuklir 135 Xe memiliki besar. silang bagian untuk neutron termal , 2,6 10 6 lumbung , [11] sehingga ia bertindak sebagai penyerap neutron atau " racun "yang dapat memperlambat atau menghentikan reaksi berantai setelah periode operasi. Ini ditemukan di reaktor nuklir yang dibangun paling awal oleh American Proyek Manhattan untuk plutonium produksi. Untungnya para desainer telah membuat ketentuan-ketentuan dalam desain untuk meningkatkan reaktivitas reaktor (jumlah neutron per fisi yang pergi ke atom fisi lain dari bahan bakar nuklir ). [69] 135 keracunan reaktor Xe memainkan peran utama dalam bencana Chernobyl . [ 70] Sebuah shutdown atau penurunan daya reaktor dapat mengakibatkan penumpukan 135 Xe dan mendapatkan reaktor ke lubang yodium .

Dalam kondisi buruk, konsentrasi yang relatif tinggi isotop radioaktif xenon dapat ditemukan berasal dari reaktor nuklir karena pelepasan produk fisi dari retak batang bahan bakar , [71] atau fisi uranium di air pendingin . [72] Karena xenon adalah pelacak untuk dua isotop induk, xenon isotop rasio dalam meteorit adalah alat yang ampuh untuk mempelajari pembentukan tata surya . Para Metode iodin-xenon dari kencan memberikan waktu berlalu antara nukleosintesis dan kondensasi benda padat dari nebula surya . Pada tahun 1960, fisikawan John H. Reynolds tertentu menemukan bahwa meteorit mengandung anomali isotop dalam bentuk meluap-luap dari xenon-129. Dia menyimpulkan bahwa ini adalah produk peluruhan radioaktif yodium-129 . Isotop ini diproduksi perlahan oleh spallation sinar kosmik dan fisi nuklir , tetapi diproduksi dalam jumlah hanya dalam ledakan supernova. Sebagai paruh 129 Saya relatif singkat pada skala waktu kosmologis, hanya 16 juta tahun, ini menunjukkan bahwa hanya dalam waktu singkat telah berlalu antara supernova dan saat meteorit telah dipadatkan dan terjebak I. 129 Kedua peristiwa (supernova dan pemadatan gas awan) yang disimpulkan telah terjadi selama sejarah awal Tata Surya , karena 129 saya kemungkinan besar isotop yang dihasilkan sebelum tata surya terbentuk, tetapi tidak lama sebelumnya, dan unggulan gas surya awan dengan isotop dari sumber kedua. Sumber supernova mungkin juga telah menyebabkan runtuhnya awan gas matahari. [73] [74] Dalam cara yang sama, rasio isotop seperti xenon Xe 129 / 130 dan 136 Xe Xe / 130 Xe juga merupakan alat yang ampuh untuk memahami diferensiasi planet dan outgassing awal. [10] Misalnya, The atmosfer Mars menunjukkan kelimpahan xenon serupa dengan bahwa Bumi: 0,08 bagian per juta, [75] Namun Mars menunjukkan proporsi yang lebih tinggi dari 129 Xe dari Bumi atau Matahari. Karena isotop ini dihasilkan oleh peluruhan radioaktif, hasilnya mungkin menunjukkan bahwa Mars kehilangan sebagian besar atmosfir purba nya, mungkin dalam 100 juta tahun pertama setelah planet terbentuk. [76] [77] Dalam contoh lain, kelebihan 129 Xe ditemukan di karbon dioksida juga gas dari New Mexico itu diyakini dari pembusukan mantel yang diturunkan segera setelah pembentukan gas bumi. [60] [78]

[ sunting ] Senyawa
Lihat juga Kategori: Xenon senyawa . Setelah penemuan Neil Bartlett pada tahun 1962 bahwa xenon dapat membentuk senyawa kimia, sejumlah besar senyawa xenon telah ditemukan dan dijelaskan. Hampir semua senyawa yang dikenal xenon berisi elektronegatif atom fluor atau oksigen. [79]

[ sunting ] Halida

Xenon tetrafluorida

XeF 4 kristal, 1962 Tiga fluor dikenal: XeF 2 , XeF 4 , dan XeF 6 . Fluor adalah titik awal untuk sintesis senyawa xenon hampir semua. Para difluorida, kristal padat XeF 2 adalah terbentuk ketika campuran fluor dan gas xenon terkena sinar ultraviolet. [80] siang hari biasa sudah cukup. [81] jangka panjang pemanasan XeF 2 pada suhu tinggi di bawah NIF 2 katalis hasil XeF 6. [82] Pirolisis dari XeF 6 di hadapan NaF hasil tinggi kemurnian XeF 4. [83] Fluor xenon berperilaku baik sebagai akseptor dan donor fluoride fluoride, membentuk garam yang mengandung kation seperti XeF + dan Xe 2 F 3 +, dan anion seperti XeF 5 -, XeF 7 -, dan XeF 8 2 -. Hijau, paramagnetik Xe 2 + dibentuk oleh pengurangan XeF 2 oleh xenon gas. [79] XeF 2 juga mampu membentuk kompleks koordinasi dengan ion logam transisi. Lebih dari 30 kompleks tersebut telah disintesis dan dicirikan. [82] Sedangkan fluor xenon baik-ditandai, halida lain tidak diketahui, satu-satunya pengecualian menjadi diklorida, XeCl 2. Xenon diklorida dilaporkan menjadi, endoterm berwarna, senyawa kristal yang terurai menjadi unsur-unsur pada 80 C, dibentuk oleh iradiasi frekuensi tinggi dari campuran xenon, fluorin, dan silikon atau karbon tetraklorida . [84] Namun, keraguan telah dibangkitkan sebagai apakah XeCl 2 adalah senyawa nyata dan bukan hanya Van der Waals molekul terdiri dari atom Xe lemah terikat dan Cl 2 molekul. [85] perhitungan teoritis mengindikasikan bahwa molekul linier XeCl 2 kurang stabil dibanding van der Waals kompleks. [86]

[ sunting ] Oksida dan oxohalides


Tiga oksida xenon dikenal: xenon trioksida (XeO 3) dan xenon tetroksida (XeO 4), yang keduanya berbahaya peledak dan agen pengoksidasi kuat. Xenon dioksida (XeO 2) dilaporkan pada tahun 2011 dengan bilangan koordinasi empat. [87] 2 bentuk XeO saat xenon fluorida dituangkan di atas es. Struktur kristal dapat memungkinkan untuk menggantikan silikon dalam mineral silikat. [88] XeOO + kation telah diidentifikasi oleh spektroskopi inframerah di solid argon . [89] Xenon tidak bereaksi dengan oksigen secara langsung; trioksida dibentuk oleh hidrolisis XeF 6: [90]

XeF 6 + 3 H 2 O XeO 3 + 6 HF XeO 3 adalah asam lemah, dilarutkan dalam alkali untuk membentuk garam xenate tidak stabil mengandung HXeO 4 anion. Ini tidak stabil garam mudah proporsional menjadi gas xenon dan perxenate garam, berisi XeO 4 [91] 6 anion. Barium perxenate, ketika diobati dengan pekat asam sulfat , menghasilkan gas xenon tetroksida: [84] Ba 2 + 2 XeO 6 H 2 SO 4 2 Baso 4 + 2 H 2 O + XeO 4 Untuk mencegah dekomposisi, yang tetroksida xenon yang terbentuk dengan cepat didinginkan untuk membentuk padat pucat-kuning. Meledak diatas -35,9 C ke xenon dan gas oksigen. Sejumlah oxyfluorides xenon diketahui, termasuk XeOF 2, XeOF 4 , XeO 2 F 2, dan 3 F 2 XeO. XeOF 2 dibentuk oleh reaksi OF 2 dengan gas xenon pada suhu rendah. Hal ini juga dapat diperoleh dengan hidrolisis parsial XeF 4. Ini disproportionates pada -20 C ke XeF 2 dan XeO 2 F 2. [92] XeOF [93] atau reaksi XeF 6 dengan perxenate natrium, Na 4 XeO 6. 4 dibentuk oleh hidrolisis parsial XeF 6, Reaksi terakhir ini juga menghasilkan sejumlah kecil XeO 3 F 2 XeOF 4 bereaksi dengan. CSF untuk membentuk XeOF ini [92] [94] 5 anion, sementara XeOF 3 bereaksi dengan logam alkali fluorida KF , RBF dan CSF untuk membentuk XeOF ini [95] 4 anion.

[ sunting ] Senyawa lainnya


Baru-baru ini, telah ada minat dalam senyawa xenon mana xenon secara langsung terikat pada unsur kurang elektronegatif dari fluor atau oksigen, terutama karbon . [96] Elektron-menarik kelompok-kelompok, seperti kelompok dengan substitusi fluor, yang diperlukan untuk menstabilkan senyawa ini. [91] Banyak senyawa seperti telah ditandai, termasuk: [92] [97]

C 6 F 5-Xe +-N C-CH 3, di mana C 6 F 5 adalah kelompok pentafluorophenyl. [C 6 F 5] 2 Xe C 6 F 5-Xe-X, dimana X adalah CN , F, atau Cl. R-C C-Xe +, dimana R adalah C 2 F 5 atau ters-butil . C 6 F 5-XeF +
2

(C 6 F 5 Xe) 2 Cl +

Senyawa lain yang mengandung xenon terikat pada unsur kurang elektronegatif termasuk F-Xe-N (SO 2 F) 2 dan F-Xe-BF 2. Yang terakhir ini disintesis dari dioxygenyl tetrafluoroborate, O 2 BF 4, pada -100 C [92] [98] Ion biasa mengandung xenon adalah tetraxenonogold (II) kation, AuXe 2 + [99] 4, yang berisi obligasi Xe-Au. Ion ini terjadi di kompleks AuXe 4 (Sb 2 S 11) 2, dan luar biasa dalam memiliki ikatan kimia langsung antara dua atom terkenal tidak reaktif, xenon dan emas , dengan xenon bertindak sebagai ligan logam transisi. Pada tahun 1995, M. Rasanen dan rekan kerja, para ilmuwan di University of Helsinki di Finlandia , mengumumkan persiapan dihydride xenon (HXeH), dan kemudian xenon hidrida-hidroksida

(HXeOH), hydroxenoacetylene (HXeCCH), dan lainnya yang mengandung Xe molekul. [100] Pada tahun 2008, Khriachtchev dkk. melaporkan persiapan HXeOXeH oleh fotolisis air dalam kriogenik xenon matriks. [101] deuterasi molekul, HXeOD dan DXeOH, juga telah diproduksi. [102]

[ sunting ] clathrates dan excimers


Selain senyawa dimana xenon membentuk ikatan kimia , xenon dapat membentuk clathrates -zat di mana atom xenon terjebak oleh kisi kristal dari senyawa lain. Contohnya adalah hidrat xenon (Xe 5,75 H 2 O), di mana atom xenon menempati kekosongan dalam kisi molekul air. [103] klatrat ini memiliki titik leleh 24 C [104] Para deuterasi versi hidrat ini juga telah diproduksi. [105] Seperti hidrat klatrat dapat terjadi secara alami di bawah kondisi tekanan tinggi, seperti di Danau Vostok di bawah Antartika lapisan es. [106] pembentukan klatrat dapat digunakan untuk menyaring fraksional xenon, argon dan kripton. [107] Xenon juga dapat membentuk fullerene endohedral senyawa, di mana sebuah atom xenon terperangkap di dalam fullerene molekul. Atom xenon terjebak dalam fullerene dapat dipantau melalui spektroskopi resonansi nuklir 129 Xe (NMR) magnet. Menggunakan teknik ini, reaksi kimia pada molekul fullerene dapat dianalisis, karena sensitivitas pergeseran kimia dari atom xenon untuk lingkungannya. Namun, atom xenon juga memiliki pengaruh elektronik di reaktivitas fullerene ini.
[108]

Sementara atom xenon mereka berada pada keadaan energi dasar , mereka saling tolak dan tidak akan membentuk ikatan. Ketika atom xenon menjadi energi, bagaimanapun, mereka dapat membentuk excimer (dimer bersemangat) sampai elektron kembali ke keadaan dasar . Entitas ini terbentuk karena atom xenon cenderung untuk mengisi terluar shell elektronik , dan secara singkat dapat melakukan ini dengan menambahkan elektron dari atom xenon tetangga. Masa khas dari excimer xenon 1-5 ns, dan pembusukan melepaskan foton dengan panjang gelombang sekitar 150 dan 173 nm . [109] [110] Xenon juga dapat membentuk dimer dengan unsur lain, seperti halogen brom , klorin dan fluor . [111]

[ sunting ] Aplikasi
Meskipun xenon jarang dan relatif mahal untuk mengekstrak dari atmosfer bumi , ia memiliki sejumlah aplikasi.

[ sunting ] Iluminasi dan optik


[ sunting ] Gas-discharge lampu Xenon digunakan dalam perangkat pemancar cahaya disebut lampu kilat xenon lampu, yang digunakan dalam fotografi berkedip dan lampu stroboskopik; [12] untuk merangsang media aktif dalam laser yang kemudian menghasilkan cahaya koheren ; [112] dan, kadang-kadang, dalam bakterisida lampu. [113] solid-state pertama Laser , ditemukan pada tahun 1960, dipompa oleh lampu flash xenon, [16] dan laser digunakan untuk daya fusi kurungan inersia juga dipompa oleh lampu xenon flash. [114]

Xenon lampu busur pendek

Debit gas Xenon tabung Terus menerus, jangka pendek-arc, tekanan tinggi xenon lampu busur memiliki temperatur warna lekat sinar matahari siang dan digunakan dalam simulator surya . Artinya, Kromatisitas lampu ini erat mendekati sebuah dipanaskan tubuh hitam radiator yang telah dekat suhu yang diamati dari Matahari. Setelah mereka pertama kali diperkenalkan pada 1940-an, lampu-lampu mulai mengganti pendek-hidup lampu busur karbon di proyektor film. [13] Mereka bekerja dalam khas 35mm dan IMAX film yang proyeksi sistem, otomotif HID lampu, high-end "taktis" senter dan menggunakan khusus lainnya. Ini lampu busur merupakan sumber yang sangat baik dari panjang gelombang pendek sinar ultraviolet radiasi dan mereka memiliki emisi yang intens dalam waktu dekat inframerah , yang digunakan dalam beberapa malam visi sistem. Sel-sel individu dalam layar plasma menggunakan campuran xenon dan neon yang diubah menjadi plasma dengan menggunakan elektroda . Interaksi plasma ini dengan elektroda menghasilkan ultraviolet foton , yang kemudian merangsang fosfor lapisan pada bagian depan layar. [115] [116] Xenon digunakan sebagai "gas starter" dalam lampu natrium tekanan tinggi . Ini memiliki terendah konduktivitas termal dan terendah potensial ionisasi dari semua non-radioaktif gas mulia. Sebagai gas mulia, tidak mengganggu dengan reaksi kimia yang terjadi di lampu operasi. Konduktivitas termal yang rendah meminimalkan kerugian termal di lampu sementara di negara operasi, dan potensi ionisasi yang rendah menyebabkan tegangan rusaknya gas yang akan relatif rendah dalam keadaan dingin, yang memungkinkan lampu menjadi lebih mudah dimulai. [117] Xenon adalah gas non-radioaktif terbesar dan terberat mulia dan sehingga laju difusi dan kebocoran melalui kaca atau amplop lainnya relatif minimal untuk gas inert alternatif. [ kutipan diperlukan ] [ sunting ] Laser Pada tahun 1962, sekelompok peneliti di Bell Laboratories menemukan tindakan laser di xenon, [118] dan kemudian menemukan bahwa keuntungan laser ditingkatkan dengan menambahkan helium ke media penguat. [119] [120] Yang pertama excimer laser menggunakan xenon dimer (Xe 2) energi oleh sinar elektron untuk menghasilkan emisi terstimulasi pada ultraviolet panjang gelombang 176 nm . [15] Xenon klorida dan fluorida xenon juga telah digunakan dalam excimer (atau, lebih tepatnya,

exciplex) laser. [121] Para xenon klorida excimer laser telah digunakan, misalnya, dalam menggunakan dermatologis tertentu. [122]

[ sunting ] Kedokteran
[ sunting ] Anestesi Xenon telah digunakan sebagai anestesi umum . Meskipun mahal, mesin anestesi yang dapat memberikan xenon sekitar untuk muncul di pasar Eropa, karena kemajuan dalam pemulihan dan daur ulang xenon telah membuat ekonomis. [50] [123] Dua mekanisme fisiologis untuk anestesi xenon telah diusulkan. Yang pertama melibatkan penghambatan pompa kalsium ATPase -sel mekanisme digunakan untuk menghilangkan kalsium (Ca 2 +)-dalam membran sel dari sinapsis . [124] Ini hasil dari perubahan konformasi ketika xenon mengikat ke situs nonpolar dalam protein . [125] Mekanisme kedua berfokus pada interaksi nonspesifik antara anestesi dan membran lipid . [126] Xenon memiliki konsentrasi alveolar minimal (MAC) dari 72% pada usia 40, sehingga 44% lebih kuat dari N 2 O sebagai obat bius. [127] Dengan demikian dapat digunakan dalam konsentrasi dengan oksigen yang memiliki risiko lebih rendah hipoksia . Tidak seperti oksida nitrogen (N 2 O), xenon bukan gas rumah kaca dan sehingga juga dipandang sebagai ramah lingkungan . [128] Xenon dibuang ke atmosfir yang dikembalikan ke sumber aslinya, sehingga tidak ada dampak lingkungan yang mungkin. [ sunting ] Neuroprotectant Xenon adalah menemukan aplikasi dalam mengobati cedera otak, karena merupakan antagonis dari N-metil-D-aspartat reseptor ( reseptor NMDA ). Reseptor ini memperburuk kerusakan dari kekurangan oksigen dan xenon melakukan lebih baik sebagai neuroprotectant dari baik ketamin atau oksida nitrat , yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan. [129] gas Xenon ditambahkan sebagai bahan dari campuran ventilasi untuk bayi yang baru lahir di St Rumah Sakit Michael, Bristol , Inggris, yang hidupnya kemungkinan yang sebaliknya sangat terganggu, dan berhasil, yang mengarah ke otorisasi uji klinis untuk kasus serupa. [130] [131] [ sunting ] Pencitraan Gamma emisi dari radioisotop 133 Xe xenon dapat digunakan untuk gambar jantung, paru-paru, dan otak, misalnya, dengan cara tunggal dihitung tomografi emisi photon 133 Xe. juga telah digunakan untuk mengukur aliran darah . [132] [133 ] [134] Xenon, terutama hyperpolarized 129 Xe, adalah agen kontras berguna untuk pencitraan resonansi magnetik (MRI). Dalam fasa gas, dapat digunakan untuk ruang gambar kosong seperti rongga dalam sampel berpori atau alveoli dalam paru-paru. hyperpolarization membuat 129 Xe jauh lebih terdeteksi melalui pencitraan resonansi magnetik dan telah digunakan untuk studi paru-paru dan jaringan lain. Hal ini dapat digunakan, misalnya, untuk melacak aliran gas dalam paru-paru. [135] [136] Karena xenon larut dalam air dan juga dalam pelarut hidrofobik, dapat digunakan untuk gambar berbagai jaringan hidup lunak. [137] [138] [139]

[ sunting ] spektroskopi NMR


Karena besar shell atom, elektron fleksibel luar, NMR perubahan spektrum di respon terhadap kondisi sekitarnya, dan karenanya dapat digunakan sebagai probe untuk mengukur keadaan kimiawi

di sekitar atom xenon. Misalnya xenon dilarutkan dalam air, xenon terlarut dalam pelarut hidrofobik, dan xenon yang terkait dengan protein tertentu dapat dibedakan oleh NMR. [140] [141] Xenon hyperpolarized dapat digunakan oleh ahli kimia permukaan- . Biasanya, sulit untuk mengkarakterisasi permukaan menggunakan NMR, karena sinyal dari permukaan sampel akan kewalahan oleh sinyal dari inti yang jauh-lebih-banyak atom dalam jumlah besar. Namun, nuklir berputar pada permukaan padat dapat selektif terpolarisasi, dengan transferrering polarisasi spin kepada mereka dari gas xenon hyperpolarized. Hal ini membuat permukaan sinyal cukup kuat untuk mengukur, dan membedakan mereka dari sinyal massal. [142] [143]

[ sunting ] Lainnya
Dalam energi nuklir aplikasi, xenon digunakan dalam ruang gelembung , [144] probe, dan di daerah lain di mana tinggi berat molekul dan sifat lembam yang diinginkan. Sebuah produk sampingan dari senjata nuklir pengujian adalah pelepasan radioaktif xenon-133 dan xenon-135. Deteksi isotop ini digunakan untuk memantau kepatuhan dengan nuklir perjanjian larangan uji coba , [145] serta untuk mengkonfirmasi ledakan uji coba nuklir oleh negara-negara seperti Korea Utara . [146]

Sebuah prototipe dari mesin ion xenon sedang diuji di NASA Jet Propulsion Laboratory . Xenon cair yang digunakan dalam kalorimeter [147] untuk pengukuran sinar gamma serta sebagai media untuk mendeteksi hipotetis berinteraksi lemah partikel masif , atau WIMPs. Ketika pengecut bertabrakan dengan inti xenon, seharusnya, secara teoritis, strip dan membuat elektron primer kilau . Dengan menggunakan xenon, ini meledak energi kemudian dapat mudah dibedakan dari kejadian serupa yang disebabkan oleh partikel seperti sinar kosmik . [17] Namun, percobaan XENON di Gran Sasso National Laboratory di Italia dan ZEPLIN-II dan III ZEPLIN-eksperimen di Laboratorium Underground Boulby di Inggris sejauh ini gagal untuk menemukan WIMPs dikonfirmasi. Bahkan jika tidak ada WIMPs terdeteksi, percobaan akan berfungsi untuk membatasi sifat-sifat materi gelap dan beberapa model fisika. [148] [149] Detektor saat ini di fasilitas Gran Sasso telah menunjukkan sensitivitas yang sebanding dengan detektor kriogenik terbaik, dan sensitivitas diperkirakan akan meningkat dengan urutan besarnya pada tahun 2009. [150] Xenon adalah pilihan propelan untuk propulsi ion dari pesawat ruang angkasa karena rendah potensial ionisasi per berat atom , dan kemampuannya untuk disimpan sebagai cairan pada dekat suhu kamar (di bawah tekanan tinggi) belum dengan mudah dikonversi kembali menjadi gas untuk memberi makan mesin . Sifat inert xenon membuatnya ramah lingkungan dan kurang korosif ke mesin ion daripada bahan bakar lain seperti merkuri atau cesium . Xenon pertama kali digunakan untuk mesin ion satelit selama tahun 1970-an. [151] Hal ini kemudian digunakan sebagai bahan pembakar untuk Eropa SMART-1 pesawat ruang angkasa [18] dan selama tiga mesin propulsi ion pada NASA Spacecraft Fajar . [152]

Kimia, yang perxenate senyawa yang digunakan sebagai agen pengoksidasi dalam kimia analitik . Xenon difluorida digunakan sebagai ETSA untuk silikon , terutama dalam produksi sistem microelectromechanical (MEMS). [153] Obat antikanker 5-fluorourasil dapat diproduksi dengan mereaksikan xenon difluorida dengan urasil . [154] Xenon juga digunakan dalam kristalografi protein . Terapan pada tekanan 0,5-5 MPa (5 sampai 50 atm ) ke kristal protein, atom xenon mengikat dalam didominasi hidrofobik rongga, sering menciptakan kualitas tinggi, isomorf, berat-atom derivatif, yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah fase . [155] [156]

[ sunting ] Pencegahan
Banyak yang mengandung oksigen senyawa xenon yang beracun karena mereka yang kuat oksidatif sifat, dan eksplosif karena kecenderungan mereka terurai menjadi unsur xenon ditambah oksigen diatomik (O 2), yang berisi ikatan kimia lebih kuat dari senyawa xenon. [157] Xenon gas dapat dengan aman disimpan dalam gelas tertutup normal atau kontainer logam pada suhu dan tekanan standar . Namun, mudah larut dalam kebanyakan plastik dan karet, dan secara bertahap akan melarikan diri dari wadah tertutup dengan bahan tersebut. [158] Xenon adalah nontoksik , meskipun tidak larut dalam darah dan milik kelompok memilih zat yang menembus darah otak penghalang , menyebabkan ringan sampai bedah penuh anestesi ketika dihirup dalam konsentrasi tinggi dengan oksigen. [157] Pada 169 m / s, kecepatan suara dalam gas xenon lebih lambat dibandingkan di udara [159] karena kecepatan rata-rata lebih lambat dari atom xenon berat dibandingkan dengan molekul nitrogen dan oksigen. Oleh karena itu, xenon menurunkan frekuensi resonansi dari saluran vokal ketika dihirup. Ini menghasilkan timbre suara pelan karakteristik, suatu kebalikan efek suara tinggi timbred disebabkan oleh inhalasi helium . Seperti helium, xenon tidak memenuhi kebutuhan tubuh terhadap oksigen. Xenon adalah baik sederhana menyebabkan keadaan sesak nafas dan bius lebih kuat daripada nitrous oxide, akibatnya, banyak universitas tidak lagi memungkinkan aksi suara sebagai demonstrasi kimia umum. Seperti xenon mahal, gas belerang heksafluorida , yang mirip dengan xenon dalam berat molekul (146 vs 131), umumnya digunakan dalam akrobat ini, dan menyebabkan keadaan sesak nafas yang tanpa anestesi. [160] Hal ini dimungkinkan untuk aman bernapas gas berat seperti xenon atau heksafluorida belerang ketika mereka dalam campuran dengan oksigen, oksigen terdiri dari setidaknya 20% dari campuran. Xenon pada konsentrasi 80% bersama dengan oksigen 20% cepat menghasilkan ketidaksadaran anestesi umum (dan telah digunakan untuk ini, seperti dibahas di atas). Pernapasan campuran gas kepadatan yang berbeda yang sangat efektif dan cepat sehingga gas berat dibersihkan bersama dengan oksigen, dan tidak menumpuk di bagian bawah paru-paru. [161] Ada, Namun, bahaya yang terkait dengan gas berat dalam jumlah besar : mungkin tidak terlihat duduk dalam sebuah wadah, dan jika seseorang memasuki sebuah wadah yang diisi dengan gas, tidak berbau tidak berwarna, mereka dapat menemukan diri mereka bernapas tanpa sadar. Xenon jarang digunakan dalam jumlah yang cukup besar untuk ini menjadi perhatian, meskipun potensi bahaya setiap saat ada tangki atau wadah xenon disimpan dalam ruang tak mendapat hawa. [162]
XENON

Spektrum debit Gas

Sejarah

(Gr. xenon, asing) Ditemukan oleh Ramsay dan Travers pada tahun 1898 dalam residu yang tersisa setelah penguapan komponen udara cair. Xenon adalah anggota yang disebut mulia atau "lembam" gas. Hal ini hadir dalam atmosfer sejauh sekitar satu bagian dalam dua puluh juta. Xenon hadir di atmosfer Mars dengan tingkat 0,08 ppm. unsur ini ditemukan dalam gas berevolusi dari mata air mineral tertentu, dan secara komersial diperoleh dengan ekstraksi dari udara cair.
Isotop

Alam xenon terdiri dari sembilan isotop stabil. Selain ini, 20 isotop stabil telah ditandai. Sebelum 1962, itu umumnya telah diasumsikan bahwa xenon dan gas mulia lainnya tidak dapat membentuk senyawa. Bukti telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir bahwa xenon, serta anggota lain dari unsur valensi nol, lakukan senyawa bentuk. Di antara "senyawa" xenon sekarang dilaporkan adalah natrium perxenate, xenon deuterate, hidrat xenon, difluorida, tetrafluorida, dan heksafluorida. Xenon trioksida, yang sangat eksplosif, telah disiapkan. Lebih dari 80 senyawa xenon telah dibuat dengan xenon kimia terikat pada fluorin dan oksigen. Beberapa senyawa xenon yang berwarna. Logam xenon telah diproduksi, beberapa ratus kilobars menggunakan tekanan. Xenon dalam tabung vakum menghasilkan cahaya biru yang indah ketika gembira dengan mengalirkan listrik.
Menggunakan

Gas digunakan dalam pembuatan tabung elektron, lampu stoboscopic, lampu bakterisidal, dan lampu yang digunakan untuk membangkitkan laser ruby untuk menghasilkan cahaya koheren. Xenon digunakan dalam bidang energi nuklir di ruang gelembung, probe, dan aplikasi lain di mana berat molekul tinggi adalah nilai. Para perxenates digunakan dalam kimia analitik sebagai oksidator. 133Xe dan 135Xe diproduksi oleh iradiasi neutron dalam reaktor nuklir berpendingin udara. 133Xe memiliki aplikasi berguna sebagai radioisotop. Unsur ini tersedia dalam wadah kaca tertutup gas pada tekanan standar. Xenon tidak beracun, tetapi senyawa yang sangat beracun karena karakteristik mereka yang kuat oksidasi.