Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH CARING ASUMSI DASAR SCIENCE OF CARING Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi mata kuliah caring

Dosen pengampu : UMI ANIROH,Skep.,Ns

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi mata kuliah caring:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Pianike widiawati Sus handayani Syahadatyuliana Np Syamsul hadi

(010109a105) (010109a125) (010109a126) (010109a127)

Tangguh sofa nuryat (010109a128) Titik purwanti Tripuji rahayu Triaska adi prakoso Vandika wicaksono (010109a129) (010109a130) (010109a131) (010109a132)

Wanda agung cahliyani (010109a133) Wardania putri runggu (010109a134) Windi mulyana putra (010109a135) Wira jayadi (010109a136)

Maria fatima linda laka

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO 2010

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. KONSEP CARING B. SIKAP,SPIRIT,DAN KARAKTERISTIK CARING C. CARE SEBAGAI SEBUAH IDE MORAL D. MEMBANGUN PRIBADI CARING E. ASUMSI DASAR SCIENCE OF CARING BAB III PENUTUP Kesimpulan Saran DAETAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam dunia keperawatan, sifat care seorang perawat sangat dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien ataupun pasiennya khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien. Jika seorang perawat tidak menerapkan konsep caring kepada pasiennya maka asuhan keparawatan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan demikian akan terjadi kesenjangan antara pasien dan perawat dan proses penyembuhan pun akan berjalan lambat.

Keperawatan sebagai sains tentang human care didasarkan pada asumsi bahwa human scince and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan.sebagai human science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan estetia, humanities, dan kiat / art ( Watson, 1985 ). Sebagai pengetahuan tentang human care fokusnya untuk mengembangkan pengetahuan yang menjadi inti keperawatan, seperti yang dikatakan oleh Watson ( 1985 ) human care is the heart of nursing atau leiningger ( 1984 ) yang menekan caring is the central and unflying domain for the body of knowledge and practice of nursing.

Oleh sebab itu, seorang perawat wajib mempunyai dan menerapkan sifat caring ketika sedang memberikan asuhan keperawatan kepada pasiennya. Tetapi hasil atau manfaat dari caring ini tidak dapat dirasakan jika tidak adanya respon dari klien. Penerapan caring juga harus melihat situasi maupun keadaannya. Jika keadaan tidak memungkinkan dan caring diterapkan maka akan terjadi kekacauan.

B. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan dari makalah ini adalah : 1. Tujuan umum Mahasiswa mampu memahami tentang asumsi science of caring 2. Tujuan khusus a.mahasiswa dapat mengetahui konsep caring science. b. mahasiswa mengetahui sikap, spirit, karakteristik caring c. mahasiswa mengetahui fungsi care sebagai sebuah ide moral d. mahasiswa mengetahui bagaimana cara membangun pribadi caring e. mahasiswa mengetahui asumsi tentang scince of caring

BAB II PEMBAHASAN

A.KONSEP CARING Pengertian Caring Science Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaanterhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring . Caring science, seperti juga science lainnya, meliputi seni dankemanusiaan. Transpersonal Caring mengakui kesatuan dalam hidup dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam lingkaran caring yang konsentrik dari individu, pada orang lain, pada masyarakat,pada dunia, pada planet Bumi, pada alam semesta (Watson, 2004). Watson (1988) dalam George (1990) mendefinisikan caring lebih dari sebuah exisestensial philosophy, ia memandang sebagai dasar spiritual, baginya Berita Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697, Vol . 1 No.3, September 2008 :147-150 148 caring adalah ideal moral dari keperawatan. Manusia akan eksistensi bila dimensi spiritualnya meningkat ditunjukkan dengan penerimaan diri, tingkat kesadaran diri yang tinggi, kekuatan dari dalam diri, intuitif. Caring sebagai esensi dari keperawatan berarti juga pertanggungjawaban hubungan antara perawat-klien, dimana perawat membantu partisipsi klien, membantu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kesehatan. Teori human caring yang dikembangkan oleh Watson antara tahun 1975-1979, hanya berkisar pada sepuluh carative factors sebagai suatu kerangka untuk memberikan suatu bentuk dan fokus terhadap fenomena keperawatan. Watson menganggap istilah factors terlalu stagnant terhadap

sensibilitasnya di masa kini. Ia pun kemudian menawarkan suatu konsep yang lebih sesuai dengan evolusi teorinya dan arahnya di masa depan. Konsep tersebut adalah clinical caritas dan caritas processes, yang dianggapnya lebih cocok dengan ide-ide dan araN perkembangan teorinya (Watson, 2004)

B. SIKAP,SPIRIT,DAN KARAKTERISTIK CARING a) sikap carring asuhan keperawatan bermutu yang diberikan oleh perawat dapat dicapai apabila perawatan dapat memperhatikan sikap carring kepada klian. Dalam memberikan asuhan, perawatan menggunakan: Keahlian Kata-kata yang lemah lembut Sentuhan Memberikan harapan Selalu berada disamping klien Bersikap carring sebagai media pemberi asuhan

b) spirit carring para perawat dapat diminta untuk merawat, namun mereka tidak dapat diperintah untuk memberikan asuhan dengan menggunakan soirit carring. Spirit carring seyogyanya harus tumbuh dari dalam diri perawat dan berasal dari hati perawat yang terdalam. Spirit caring bukan hanya memperhatikan apa yang dikerjakan perawat yang bersifat tindakan fisik, tetapi jugamencerminkan siapa dia. Oleh karenanya, setiap perawat dapat memperlihatkan cara yang berbeda ketika memberikan asuhan kepada klien.

Perilaku caring menolong klien meningkatkan perubahan positif dalm aspek fisik, psikologis, spiritual dan social. c) Carakteristik caring Munurut Wolf dan Barnum(1998) Mendengar dengan perhatian Member rasa nyaman Berjata jujur Memiliki kesabaran Bertanggung jawab Memberi informasi sehingga klien dapat mengambil keputusan Member sentuhan Memajukan sensifitas Menunjukkan rasa hormat kepada klien Memanggil klien denggan namanya

Sedangkan menurut Meyer (1971) komponen utama caring adalah: Pengetahuan kesabaran Kejujuran nilai, Kepercayaan Kerendahan hati Harapan Keberanian

C . CARE SEBAGAI SEBUAH IDE MORAL Care adalah semangat, tindakan penting dari keperawatan, kekuatanyang menyatakan, proses dinamika dan intisari structural. Care adalah nilai, caring adalah sebuah kebaikan. Mayerhoff (1971) memberikan informasi yang berhubungan dengan nilai care. Dalam konteks kehidupan manusia, caring sebagai salah satu cara mengatur nilai-nilainya yang lain dan aktifitas sekitarnya. Bila pebngaturan ini komprehensif, karena keterlibatan caring-nya terdapat staabilitas dasar dalam kehidupannya. Dengan melayani caring, seseorang manusia hidup dalam kehidupan sendiri yang berani. D . MEMBANGUN PRIBADI CARING Untuk membangun pribadi caring, perawat dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang manusia, aspek umbuh kembang, respon terhadap lingkungan yang terus berubah, keterbatasan dan kekuatan serta kebutuhan-kebutuhan manusia. Bukan berati kalau pengetahuan perawat tentang caring meningkat akan menyokong perubahan perilaju perawat. Caring dalam asuhan keperawatan merupakan bagian dari betuk kinerja perawat dalam merawat pasien. Secara teoritik ada tiga kelompok variable yang mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan diantaranya: Variable individu Variable psikologi

Variable organisasi

Menurut Gipson (19870) yang ternasuk variable individu adalah kemamppuan dan keterampilan, latar belakang dan demografi. Variabel Psikologi merupakan persepsi, sikap, kepribadian, belajar dan motivasi. Dan variable Organisasi adalah kepemimpinan, sumberdaya, imbalan struktur dan desain pekerjaan. Dengan demiikian membangun pribadi caring perawat harus menggunakan tiga pendekatan. Pendekatan individu melalui pengetahuan dan keterampilan caring. Pendekatan organisasi dapat dilakukan melalui perencanaan pengembangan, imbalan atau yang terkait dengan kupuasa kerja perawat dan serta adanya effektive leardership dalam keperawatan.

E . ASUMSI DASAR SCIENCE OF CARING Watson mengidentifikasi banyak asumsi dan beberapa prinsip dasar dari transpersonal caring. Watson meyakini bahwa jiwa seseorang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Watson menyatakan tujuh asumsi tentang science of caring. Asumsi dasar tersebut yaitu: Caring dapat didemonstrasikan dan dipraktekkan dengan efektif hanya secara interpersonal Caring terdiri dari carative factors yang menghasilkan kepuasan terhadap kebutuhan manusia tertentu Efektif caring meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga Respon caring menerima seseorang tidak hanya sebagai dia saat ini, tetapi juga menerima akan jadi apa dia kemudian Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan di saat yang sama membiarkan sesorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu Caring lebih healthogenic daripada curing. Praktek caring merupakan sentral bagi keperawatan.

Pada tahun 1988 di dalam bukunya yang kedua, Nursing Human Science and Human care: A Theory of Nursing. Watson mengemukakan 11 asumsi yang berhubungan dengan caring :

1. Perhatian dan kasih sayang merupakan kekuatan batin yang utama dan universal. 2. Kasih sayang yang bermutu dan caring adalah penting bagi kemanusiaan, tetapi sering diabaikan dalam hubungan antar sesama. 3. Kemampuan untuk menyokong ideologi dan ideal caring di dalam praktik keperawatan akan mempengaruhi perkembangan dari peradaban dan menentukan kontribusi keperawatan pada masyarakat. 4. Caring terhadap diri sendiri adalah prasyarat bagi caring terhadap orang lain. 5. Keperawatan selalu memegang konsep caring di dalam berhubungan dengan orang lain dalam rentang sehat-sakit. 6. Caring adalah esensi dari keperawatan dan merupakan fokus utama dalam praktik keperawatan. 7. Praktik keperawatan secara signifikan telah menekankan pada Human care. 8. Fondasi caring keperawatan dipengaruhi oleh teknologi medis dan birokrasi institusi. 9. Penyediaan dan perkembangan dari Human care menjadi isu yang hangat bagi keperawatan untuk saat ini maupun masa yang akan datang. 10. Human care hanya dapat diterapkan secara efektif melalui hubungan interpersonal. 11. Kontribusi keperawatan kepada masyarakat terletak pada komitmen pada Human care. (dikutip dari Barnhart, et al., 1994, dalam Mariner-Tomey, 1994; Boyd & Mast, 1989 dalam Fitzpatrick & Whall, 1989).

Berbagai penelitian telah menyatakan tentang caring sebagai fokus sentral keperawatan (Wolf, et al., 2003). Stanizewska & Ahmed (1998) menyatakan di dalam penelitiannya bahwa harapan pasien akan asuhan keperawatan adalah asuhan keperawatan yang mencakup perilaku caring perawat di dalamnya (Stanizewska & Ahmed, 1998, dalam Wolf, et al., 2003; Redman & Lynn, 2005). Valentine (1997) menyatakan bahwa perilaku caring perawat adalah bagian dari praktik keperawatan profesional yang holistik / menyeluruh. Di dalam penelitiannya ia mengemukakan bahwa pilihan pasien dalam mencari pusat pelayanan kesehatan

dipengaruhi oleh pengalaman positif terhadap perilaku caring perawat (Valentine, 1997, dalam Wolf, Miller, & Devine, 2003). Felgen (2003) juga menyatakan bahwa pasien / konsumen dari pusat pelayanan kesehatan mengharapkan perawat memiliki perilaku caring dalam memberikan pelayanan kesehatan.

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Dalam dunia keperawatan, sifat care seorang perawat sangat dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien ataupun pasiennya khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien. Jika seorang perawat tidak menerapkan konsep caring kepada pasiennya maka asuhan keparawatan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan demikian akan terjadi kesenjangan antara pasien dan perawat dan proses penyembuhan pun akan berjalan lambat. Oleh sebab itu, seorang perawat wajib mempunyai dan menerapkan sifat caring ketika sedang memberikan asuhan keperawatan kepada pasiennya. Tetapi hasil atau manfaat dari caring ini tidak dapat dirasakan jika tidak adanya respon dari klien. Penerapan caring juga harus melihat situasi maupun keadaannya. Jika keadaan tidak memungkinkan dan caring diterapkan maka akan terjadi kekacauan.

B. Saran

Supaya pasien merasa nyaman pada saat perawat memberikan asuhan keperawatan maka perawat harus menerapkan sikap caring untuk melancarkan prosos penyembuhan kepada pasien. Selain itu pasien juga harus mendukung sikap caring yang diterapkan oleh perawat kepadanya.

DAFTAR PUSTAKA

Watson, Jean. (2004). Theory of human caring. Http://www2.uchsc.edu/son/caring.

http://eprints.ums.ac.id/pdf.25-11-2010
http://www.scribd.com/doc/watson-orem.25-11-2010