Anda di halaman 1dari 20

PENAPIS

(FILTER)

12.1 Pendahuluan Pada prinsipnya sebuah penapis (filter) merupakan salah satu contoh aplikasi dari berbagai rangkaian RC , RL dan RLC . Secara sederhana rangkaian-

rangkaian penapis tersebut dapat dikelompokan ke dalam 2 (dua) bagian, yaitu:

1. Rangkaian penapis pasif (passive filter).

2. Rangkaian penapis aktif (active filter).

Pada dasarnya rangkaian penapis pasif (passive filter) disusun dengan menggunakan kombinasi resistor, kapasitor dan induktor, sedangkan rangkaian penapis aktif (active filter) merupakan kombinasi antara rangkaian penapis pasif dan rangkaian penguat (amplifier). Pada bagian ini kita akan membahas mengenai rangkaian penapis pasif, sedangkan rangkaian penapis aktif akan dibahas pada bagian berikutnya. Pada prinsipnya sebuah rangkaian penapis (filter) merupakan sebuah rangkaian yang dirancang untuk melewatkan sinyal-sinyal yang memiliki frekuensi pada jalur (band) tertentu yang disebut dengan passband, sedangkan sinyal-sinyal yang memiliki frekuensi di luar jalur tersebut akan dilemahkan (attenuation) oleh rangkaian penapis (filter) dan disebut sebagai jalur-jalur pelemahan (attenuation bands) atau jalur perhentian (stopband). Konfigurasi rangkaian filter tersebut dirancang dengan memanfaatkan sifat- sifat dari resistor, kapasitor dan induktor. Sebuah filter akan melewatkan sinyal- sinyal pada jalur frekuensi (band) tertentu dengan memanfaatkan sifat kapasitor dan induktor yang reaktif. Kapasitor dan induktor tersebut dikonfigurasikan sebaik mungkin sehingga memiliki sifat reaktif yang sesuai dengan karakteristik sinyal pada jalur frekuensi tertentu, sedangkan untuk melemahkan (attenuation) sinyal-sinyal yang memiliki frekuensi di luar jalur frekuensi (band) digunakan sifat resistif yang terkandung pada resistor. Konfigurasi kapasitor dan induktor tersebut akhirnya membentuk sebuah jalur yang dapat melewatkan sinyal-sinyal

254

pada jalur frekuensi tertentu (band) yang disebut dengan passband, sedangkan konfigurasi resistor membentuk sebuah jalur yang tidak dapat melewatkan sinyal- sinyal pada jalur frekuensi tertentu karena telah dilakukan pelemahan terhadap sinyal-sinyal tersebut dan jalur ini disebut dengan jalur pelemahan (attenuation band). Pada jalur yang dapat dilewati (passband) tersebut tidak terjadi pelemahan (attenuaton) terhadap sinyal, sedangkan pada jalur pelemahan (attenuation band) terjadi pelemahan terhadap sinyal dan di antara jalur yang dilewati (passband) dan jalur pelemahan (attenuation band) merupakan frekuensi terputus (cutt-off frequency). Pada dasarnya rangkaian-rangkaian penapis (filter) tersebut sering digunakan untuk keperluan pada setiap jenis komunikasi elektronika (electronic communication) dan perlengkapan kendali (control equipment). Pada aplikasi- aplikasi tersebut penapis (filter) diharapkan dapat menapis (filtering) secara selektif suatu frekuensi atau serentang frekuensi dari sebuah campuran frekuensi- frekuensi yang berbeda di dalam sebuah rangkaian. Salah satu aplikasi lainnya dari rangkaian penapis (filter) adalah sebuah sistem stereo (high-performance stereo system) yang membutuhkan penapis untuk memisahkan frekuensi audio (audio frequency) yang akan dikuatkan (amplified) atau dilemahkan (attenuation) agar menghasilkan kualitas suara yang baik (best quality sound) dan efisiensi daya (power efficiency). Filter pada sistem stereo tersebut akan melemahkan sinyal yang memiliki frekuensi rendah (low-frequeny signals) untuk diberikan ke tweeter (high frequency speaker) karena tweeter sangat tidak efisien dalam menghasilkan sinyal-sinyal frekuensi rendah seperti irama (beat) drum. Pengaturan filter pada sistem stereo tersebut dilakukan melalui equalizer, yaitu suatu perangkat audio yang dapat mengatur (adjusted) sinyal-sinyal audio agar sesuai dengan rasa pendengar (listener taste) dan karakteristik akustik (acoustic characteristic).

12.1.1 Karakteristik Filter

Pada prinsipnya istilah penapis (filter) digunakan untuk menggambarkan rangkaian-rangkaian elektronik yang dapat memilih frekuensi (frequency- selective). Rangkaian-rangkaian elektronik tersebut akan melewatkan (passband)

255

sejumlah sinyal pada jalur frekuensi tertentu dan melemahkan (attenuation) sinyal-sinyal di luar jalur frekuensi tersebut. Filter yang terbuat dari rangkaian elektronik tersebut dapat dianalogikan sebagai sebuah kain penyaring (lint) yang terdapat pada sebuah alat pengering (dryers). Kain penyaring pada alat pengering tersebut akan melewatkan udara bersih tetapi menahan kotoran-kotoran seperti debu dan partikel-partikel berbahaya lainnya. Filter pada bidang elektronika juga seperti kain penyaring tersebut, filter tersebut akan melewatkan sinyal-sinyal sesuai dengan konfigurasi yang telah disusun oleh seorang perancang rangkaian (circuit designer) dan melemah sinyal-sinyal lainnya. Pada prinsipnya seorang perancang rangkaian (circuit designer) harus terlebih dahulu mengetahui jalur frekuensi yang akan dilewatkan oleh penapis (filter) dan yang akan dilemahkan oleh penapis. Jalur-jalur frekuensi tersebut akan menentukan kofigurasi penapis (filter) yang digunakan, yaitu metode yang digunakan oleh perancang rangkaian (circuit designer) untuk menghubungkan komponen-komponen secara elektrik. Metode-metode yang akan diimplementasikan tersebut akan menentukan jumlah keuntungan (advantage) dan jumlah kerugian (disadvantage) yang akan diperoleh pada sistem penapis (filter). Konfigurasi yang digunakan untuk membangun penapis (filter) tersebut akan memudahkan kita untuk mengidentifikasinya serta mengklasifikasikannya. Setiap penapis (filter) tersebut akan memiliki sebuah bentuk kurva karakteristik (characteristic curve) yang juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi penapis.

12.1.2

Aplikasi

Berikut ini adalah beberapa contoh aplikasi dari rangkaian penapis (filter),

yaitu:

1.

Sistem audio stereo (high-performance stereo system).

2.

Catu daya (power supply).

3.

Sistem komunikasi (communication system).

4.

Sistem kendali (control system).

5.

Instrumen riset kebisingan (research instrument for research).

256

12.1.3

Klasifikasi Filter

Pada prinsipnya terdapat beberapa cara untuk mengidentifikasikan suatu

penapis (filter), yaitu salah satunya dengan mengetahui bentuk kurva karakteristik (characteristic curve) dan metode yang digunakan untuk menyusun penapis tersebut. Penapis-penapis tersebut terkadang juga diberi nama sesuai dengan nama yang menyusun konfigurasi penapis tersebut, seperti penapis (filter) Chebyshev yang disusun oleh Chebysev dan penapis Butterworth yang disusun oleh Butterworth. Nama-nama penapis tersebut akan memberikan informasi kepada kita mengenai struktur sinyal keluarannya (output signal), seperti sebuah penapis pemutus (sharp-cutoff filter) yang akan membuat sebuah perbedaan mencolok (sharp distinction) di antara frekuensi-frekuensi yang akan lewat melaluinya dan yang tidak akan lewat. Untuk mengklasifikasikan penapis-penapis tersebut digunakan suatu pola (scheme) yang umum digunakan, yaitu suatu pola yang tergantung pada rentang frekuensi-frekuensi yang dilewatkan (pass) dan yang ditolak (reject) oleh penapis. Pada dasarnya terdapat 4 (empat) jenis dasar penapis (filter) berdasarkan pola yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu:

1. low-pass filter.

2. high-pass filter.

3. bandpass filter.

4. band-reject filter.

Perhatikan gambar 12.1 di bawah ini. Gambar tersebut menunjukan bentuk kurva karakteristik (characteristic curve) yang dihasilkan oleh keempat jenis penapis (filter) tersebut. Gambar 12.1(a) merupakan bentuk kurva karakteristik low-pass filter. Bentuk kurva karakteristik low-pass filter tersebut melewatkan

. Gambar

semua frekuensi di bawah

12.1(b) merupakan bentuk kurva karakteristik high-pass filter. Bentuk kurva

f , tetapi melewatkan

karakteristik tersebut menolak semua frekuensi di bawah

f

c

, tetapi menolak semua frekuensi di atas

f

c

c

semua frekuensi di atas

bandpass filter. Bentuk kurva karakteristik tersebut hanya melewatkan sejumlah

. Gambar 12.1(c) merupakan bentuk kurva karakteristik

f

c

257

frekuensi tertentu. Gambar 12.1(d) merupakan bentuk kurva karakteristik band reject filter. Bentuk kurva tersebut menolak sejumlah frekuensi tertentu.

. Bentuk kurva tersebut menolak sejumlah frekuensi tertentu. (a) (c) (b) (d) Gambar 12.1. Bentuk kurva

(a)

kurva tersebut menolak sejumlah frekuensi tertentu. (a) (c) (b) (d) Gambar 12.1. Bentuk kurva karakteristik (

(c)

kurva tersebut menolak sejumlah frekuensi tertentu. (a) (c) (b) (d) Gambar 12.1. Bentuk kurva karakteristik (

(b)

tersebut menolak sejumlah frekuensi tertentu. (a) (c) (b) (d) Gambar 12.1. Bentuk kurva karakteristik ( characteristic

(d)

Gambar 12.1. Bentuk kurva karakteristik (characteristic curve): (a). low-pass filter. (b). high-pass filter. (c). band-pass filter. (d). band reject filter.

12.2 Low-Pass Filter

Pada prinsipnya sebuah low-pass filter adalah sebuah rangkaian yang dapat melewatkan sinyal-sinyal frekuensi rendah (low-frequency) secara mudah (easy passage) tetapi menyulitkan sinyal-sinyal di luar frekuensi tersebut untuk melewatinya (difficult passage). Low-pass filter tersebut memiliki 2 (dua) rangkaian dasar yang dapat memenuhi tujuannya dan banyak sekali variasi dari

258

kedua rangkaian tersebut. Pada dasarnya rangkaian low-pass filter tersebut disusun dengan memanfaatkan impedansi induktor yang akan meningkat sesuai dengan peningkatan frekuensi. Impedansi induktor yang tinggi tersebut pada hubungan seri akan menjaga sinyal-sinyal frekuensi dari beban (load). Selain memanfaatkan impedansi induktor tersebut low-pass filter juga memanfaatkan impedansi kapasitor yang akan menurun sesuai dengan peningkatan frekuensi. Impedansi kapasitor yang menurun tersebut pada hubungan paralel dengan beban akan menjaga keluarnya sinyal-sinyal frekuensi tinggi (high frequency) ke beban (load).

12.2.1 RC Low-Pass Filter

frequency ) ke beban ( load ). 12.2.1 RC Low-Pass Filter Gambar 12.2. Rangkaian dasar RC

Gambar 12.2. Rangkaian dasar RC low- pass filter.

Perhatikan sebuah rangkaian low- pass filter yang terdapat pada gambar 12.2 di samping ini. Pada gambar rangkaian low-pass filter tersebut terlihat bahwa tegangan keluaran (output voltage) adalah sama dengan tegangan yang melintasi kapasitor.

Pada prinsipnya ketika tegangan masukan adalah tegangan dc (direct current), yaitu tegangan yang tidak berosilasi (0 Hz), maka tegangan keluaran (output voltage) pada low-pass filter tersebut akan bernilai sama dengan tegangan masukan (input voltage). Nilai tegangan keluaran (output voltage) tersebut

menjadi sama dengan nilai tegangan masukannya (input voltage) karena nilai

pada tegangan dc (direct current) nilainya tidak terhitung (infinitely). Peningkatan frekuensi masukan (input frequency) pada rangkaian low-pass filter tersebut akan

menyebabkan nilai

secara berangsur-

angsur akan menurun hingga mencapai sebuah frekuensi yang dinyatakan sebagai

. Secara

frekuensi kritis (critical frequency, X

X

C

X

C menurun dan sebagai hasilnya nilai

C

R

V out

) dan disimbolkan dengan

f

C

259

matematis frekuensi kritis (critical frequency) tersebut dinyatakan sebagai berikut:

X

R

1

C 2

f

C

C

f

c

1

2 RC

Sedangkan nilai tegangan keluaran (output voltage) pada frekuensi tertentu

berdasarkan pembagi tegangannya adalah sebagai berikut:

X C V out V in 2 2 R X C
X
C
V out
V in
2
2
R
X
C

Namun pada frekuensi kritis (critical frequency) nilai

X

C

R

, sehingga

nilai tegangan keluaranya (output voltage) dinyatakan sebagai berikut:

R V out V in 2 2 R R R V out V in 2
R
V out
V in
2
2
R
R
R
V out
V in
2
2 R
R
V out
R
V
2
in
1
V
V out
2
in
0,707V
V out
in

Penurunan formula di atas menunjukan bahwa nilai keluaran pada low-pass

. Frekuensi

tersebut pada peristiwa ini dinyatakan sebagai frekuensi kritis (critical frequency).

Perbandingan antara tegangan keluaran (output voltage) dan tegangan masukan

(input voltage) pada frekuensi kritis tersebut (critical frequency) dapat dinyatakan

dalam satuan desibel seperti yang terlihat di bawah ini.

filter adalah bernilai 70,7% dari nilai masukannya ketika nilai X

C

R

V

out

0,707V

in

V

out

V

in

0,707

260

20 log

V

out

V

in

20 log 0,707 3 db

12.2.2 RL Low-Pass Filter

V out V in 20 log 0,707 3 db 12.2.2 RL Low-Pass Filter Gambar 12.3 Rangkaian

Gambar 12.3 Rangkaian dasar RL low- pass filter.

Perhatikan sebuah rangkaian dasar low-pass filter yang ditunjukan pada gambar 12.3 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat bahwa tegangan keluaran (output voltage) dari RL low-pass filter merupakan tegangan yang melewati resistor.

Tegangan keluaran (output voltage) tersebut akan bernilai sama dengan tegangan masukan (input voltage) bila tegangan masukannya berupa tegangan dc (direct

current) sehingga menyebabkan

meningkat sesuai dengan peningkatan frekuensi pada tegangan masukan. Nilai

menurun secara berangsur-angsur

tersebut akan

X

L

terhubung singkat. Nilai

V out

X

L

X

L yang naik tersebut akan menyebabkan

hingga frekuensi kritis (critical frequency) dicapai. Pada saat

V out

berada pada

frekuensi kritis tersebut maka nilai

sebagai berikut:

X

L

R

dan dinyatakan secara matematis

f

2

C

L

R

f C

f

C

R

2 L

1

2 L R
2
L R

Sebagaimana pada low-pass filter RC, V out = 0,707V in dan tegangan keluaran adalah -3 dB di bawah tegangan masukan (input voltage) pada frekuensi kritis (critical frequency).

261

12.2.3

Karakteristik Frekuensi (respone-curve) Perhatikan gambar 12.4 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat kurva karakteristik yang sebenarnya (actual response curve) terjadi pada sebuah low-pass filter. Pada kurva karakteristik tersebut 0 dB merupakan titik referensi yang terjadi

saat

V , yaitu karena

titik referensi yang terjadi saat V , yaitu karena Gambar 12.4 Kurva karakteristik dari sebuah low

Gambar 12.4 Kurva karakteristik dari sebuah low-pass filter.

V out V out
V out
V
out

in

. Nilai

pada kurva karakteristik tersebut akan jatuh dari 0 dB hingga 3dB pada

frekuensi kritis (critical frequency) dan kemudia terus-menerus menurun hingga pada tingkat tertentu (fixed rate).

20 log

V

in

20 log1 0

dB

12.2.4 Pergeseran Fase (phase shift)

Pada prinsipnya RC low-pass filter bertindak sebagai sebuah rangkaian tertinggal fasa (lag circuit). Ketertinggalan fasa pada RC low-pass filter tersebut dapat ditulis secara matematis sebagai berikut:

tan

1

R

X

C

Pada frekuensi kritis (critical frequency) nilai

X

C

R

dan oleh karena itu

nilai 45

o . Saat frekuensi masukan (input frequency) diturunkan, maka nilai

juga akan menurun hingga mendekati

mendekati nol dan digambarkan menjadi sebuah karakteristik seperti terlihat pada gambar 12.5 di bawah ini.

o ketika frekuensi masukan tersebut

0

262

Gambar 12.5 Karakteristik fasa dari sebuah low-pass filter. Pada prinsipnya RL low-pass filter juga bertindak

Gambar 12.5 Karakteristik fasa dari sebuah low-pass filter.

Pada prinsipnya RL low-pass filter juga bertindak sebagai sebuah rangkaian

tertinggal fasa (lag circuit). Ketertinggalan fasa pada RL low-pass filter tersebut

dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:

tan

1

X

R

L

Sama seperti RC low-pass filter, pergeseran fasa dari 0 terhadap

o pada frekuensi kritis (critical frequency) dan akan

keluarannya adalah

45

menurun untuk frekuensi di bawah

f

c

.

12.3 High-Pass Filter

menurun untuk frekuensi di bawah f c . 12.3 High-Pass Filter Gambar 12.6 (a). Blok diagram

Gambar 12.6 (a). Blok diagram dari

sebuah high-pass filter.

Pada prinsipnya sebuah high-pass

filter akan melewatkan sinyal-sinyal

dengan frekuensi-frekuensi yang lebih

tinggi (higher frequencies) untuk lewat

dari masukan (input) menuju keluaran,

namun menolak frekuensi-frekuensi

yang lebih rendah (lower frequencies).

263

Perhatikan gambar 12.6. pada gambar tersebut terlihat sebuah diagram blok dan sebuah karakteristik frekuensi umum (general response curve) untuk sebuah high-pass filter. Frekuensi pada kurva karakteristik tersebut yang dilihat memiliki akhir yang lebih rendah dari jalur yang dapat dilewati (passband) disebut sebagai frekuensi kritis (critical frequencies), sama dengan low-pass filter, jalur frekuensi yang dapat dilewati (passband) merupakan frekuensi yang keluarannya 70,7%

dari nilai maksimum.

frekuensi yang keluarannya 70,7% dari nilai maksimum. Gambar 12.6 (b). Kurva karakteristik frekuensi dari high -

Gambar 12.6 (b). Kurva karakteristik frekuensi dari high-pass filter.

12.3.1 RC High-Pass Filter

dari high - pass filter . 12.3.1 RC High-Pass Filter Gambar 12.7 (a). Rangkaian dasar sebuah

Gambar 12.7 (a). Rangkaian dasar sebuah RC high-pass filter.

Perhatikan gambar 12.7 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat sebuah rangkaian RC high-pass filter. Rangkaian RC high-pass filter tersebut memiliki tegangan keluaran (output voltage) yang sama dengan tegangan yang melintasi resistor.

264

Pada prinsipnya ketika frekuensi masukan (input frequency) pada rangkaian RC high-pass filter tersebut berada pada frekuensi kritis (critical frequency),

, yaitu

sama seperti kasus low-pass filter. Peningkatan yang terjadi pada frekuensi

masukan (input frequency) di atas frekuensi kritis akan menyebabkan nilai

menurun hingga akhirnya tegangan keluaran (output voltage) meningkat dan

. Secara matematis frekuensi kritis

mendekati sebuah nilai yang sama dengan

(critical frequency) tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:

X

C

R

, maka tegangan keluarannya (output voltage) adalah

0,707V

in

X

C

V in

f

c

1

2 RC Nilai tegangan keluaran (output voltage) akan menurun dengan interval

keluaran ( output voltage ) akan menurun dengan interval 20 dB dekade bila berada di bawah

20dB dekade bila berada di bawah nilai frekuensi kritis (critical frequency).

di bawah nilai frekuensi kritis ( critical frequency ). Gambar 12.7 (b). Kurva karakteristik frekuensi (

Gambar 12.7 (b). Kurva karakteristik frekuensi (response curve) dari sebuah RC high-pass filter.

12.3.2 RL High-Pass Filter

Perhatikan gambar 12.8 di bawah ini. Pada gambar tersebut terlihat sebuah rangkaian dasar RL high-pass filter. Tegangan keluaran (output voltage) pada rangkaian RL high-pass filter tersebut merupakan tegangan yang melintasi

induktor.

265

Gambar 12.8 Rangkaian dasar sebuah RL high - pass filter . Pada prinsipnya ketika frekuensi

Gambar 12.8 Rangkaian dasar sebuah RL high-pass filter.

Pada prinsipnya ketika frekuensi masukan rangkaian RL high-pass filter berada pada nilai kritisnya (critical

R , maka nilai

tegangan keluarannya (output voltage)

adalah

0,707V . Peningkatan yang

frequency),

X

L

in

terjadi pada frekuensi masukan (input

frequency) di atas frekuensi kritis

f

c

akan menyebabkan nilai

tegangan keluaran dan akan menyamai nilai

(critical frequency) pada high-pass filter tersebut dapat dinyatakan dengan:

X

L meningkat hingga menghasilkan peningkatan nilai

V in

. Secara matematis frekuensi kritis

f c

1

2 L R
2
L R

12.3.3 Pergeseran Fasa Pada High-Pass Filter

c 1 2 L R 12.3.3 Pergeseran Fasa Pada High-Pass Filter Gambar 12.9 Kurva karakteristik fasa

Gambar 12.9 Kurva karakteristik fasa (phase characteristic) dari sebuah high-pass filter.

Pada prinsipnya rangkaian RC dan RL high-pass filter bertindak sebagai rangkaian pendahulu fasa (lead circuit). Secara matematis pergeseran fasa dari masukan (input) terhadap keluaran (output) untuk rangkaian RC adalah:

266

tan

1

X

R

C

Sedangkan pergesearn fasa untuk rangkaian RL adalah:

Pada

frekuensi

kritis

tan

(critical

1

R

X

L

frequency)

nilai

X

L

R

sehingga

menyebabkan nilai

45

o . Peningkatan frekuensi akan menyebabkan nilai

menurun hingga

0

12.9.

o seperti yang terlihat pada kurva pergeseran fasa di gambar

12.4 Band-Pass Filter

pada kurva pergeseran fasa di gambar 12.4 Band-Pass Filter Gambar 12.10 Blok diagram dari sebuah band

Gambar 12.10 Blok diagram dari

sebuah band-pass filter.

Pada prinsipnya sebuah band-pass

filter seperti yang disimbolkan pada

gambar 12.10 di samping ini akan

melewatkan sebuah jalur frekuensi

tertentu (band of frequencies) dan

melemahkan atau menolak semua

frekuensi yang berada di bawah

maupun di atas jalur frekuensi yang

diterima tersebut (passband).

Pada prinsipnya pita jalur (bandwith) dari sebuah band-pass filter merupakan

rentang frekuensi untuk arus dan oleh karena itu tegangan keluaran (output

voltage) bernilai sama atau lebih besar dari 70,7% dari nilainya pada frekuensi

resonansi (resonant frequency).

Secara matematis pita jalur (bandwith) dinyatakan sebagai:

Di mana:

BW f

c2

f

c1

BW Jalur pita (bandwith)

f c1

Frekuensi putus (cutoff frequency) yang lebih rendah

267

f c2

Frekuensi putus (cutoff frequency) yang lebih tinggi.

Gambar

12.11

di

bawah

ini

merupakan

kurva

karakteristik

frekuensi

(response curve) dari sebuah band-pass filter.

( response curve ) dari sebuah band - pass filter . Gambar 12.11 Kurva karakteristik frekuensi

Gambar 12.11 Kurva karakteristik frekuensi (response curve) dari sebuah band- pass filter.

12.4.1 Resonansi Seri Band-Pass Filter

band - pass filter . 12.4.1 Resonansi Seri Band-Pass Filter Gambar 12.12 (a). Rangkaian dasar resonansi

Gambar 12.12 (a). Rangkaian dasar resonansi seri (series resonant).

Perhatikan gambar 12.12 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat sebuah tipe resonansi seri band- pass filter. Sebuah rangkaian resonansi tersebut memiliki impedansi minimum dan arus maksimum pada frekuensi

resonansi (resonant frequency),

Nilai impedansi yang minimum dan arus maksimum pada frekuensi resonansi tersebut menyebabkan hampir seluruh tegangan masukan (input voltage) diberikan ke resistor, oleh karena itu keluaran yang paralel dengan R akan memiliki karakteristik band-

f .

c

268

Gambar 12.12 (b). Kurva karakteristik frekuensi ( response curve ) dari sebuah rangkaian resonansi seri

Gambar 12.12 (b). Kurva karakteristik frekuensi (response curve) dari sebuah rangkaian resonansi seri (series resonant) band-pass filter.

pass.

frekuensi

resonansi disebut sebagai frekuensi

f . Pita jalur

pusat (center frequency),

pada band-pass tersebut ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu seperti faktor kualitas (quality factor) Q dan frekuensi resonansi (resonant frequency) dari rangkaian tersebut, dimana:

Pada

umumnya

0

Q

X

L

R

Secara matematis formula untuk jalur pita (bandwith) dapat dinyatakan sebagai berikut:

BW

f

0

Q

12.4.2 Resonansi Paralel Band-Pass Filter

berikut: BW f 0 Q 12.4.2 Resonansi Paralel Band-Pass Filter Gambar 12.13 Rangkaian resonansi paralel (

Gambar 12.13 Rangkaian resonansi paralel (parallel resonant) band-pass filter.

Perhatikan 12.13 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat sebuah rangkaian resonansi paralel (parallel resonant). Rangkaian resonansi paralel tersebut memiliki impedansi maksimum pada resonansi.

269

Pada prinsipnya rangkaian resonansi paralel (parallel resonant) bertindak sebagai sebuah pembagi tegangan (voltage divider). Pada rangkaian resonansi tersebut nilai impedansi rangkaian bejana (tank ciruit) bernilai lebih besar dari nilai impedansi tahanan. Nilai impedansi yang besar pada rangkaian bejana (tank circuit) tersebut menyebabkan hampir seluruh tegangan masukan (input voltage) berada di titik keluaran (output) hingga menghasilkan sebuah tegangan keluaran maksimum (maximum output voltage) pada frekuensi resonansi (resonant frequency). Nilai-nilai frekuensi yang berada di atas atau di bawah resonansi akan menyebabkan impedansi rangkaian bejana (tank circuit) akan turun sehingga nilai keluaran (output) akan turun hingga membuat sebuah karakteristik band-pass.

12.5 Band-Stop Filter

sebuah karakteristik band - pass . 12.5 Band-Stop Filter Gambar 12.14 Kurva karakteristik frekuensi band -

Gambar 12.14 Kurva karakteristik frekuensi band-stop filter.

Pada prinsipnya band-stop filter memiliki karakteristik yang berlawanan dengan band-pass filter seperti terlihat pada gambar 12.14 di samping ini. Band-stop filter tersebut akan melewatkan semua frekuensi yang berada di luar stopband tertentu.

12.5.1 Resonansi Seri Band-Stop Filter

stopband tertentu. 12.5.1 Resonansi Seri Band-Stop Filter Gambar 12.15 Rangkaian dasar resonansi seri band - pass

Gambar 12.15 Rangkaian dasar resonansi seri band-pass filter.

Perhatikan gambar 12.15 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat sebuah rangkaian resonansi seri (series resonant ciruit) yang digunakan di dalam sebuah konfigurasi band-stop filter. Band-stop filter tersebut akan memiliki nilai impedansi minimum saat frekuensi resonansi (resonant frequen-

270

cy) sehingga menyebabkan tegangan keluaran (output voltage) juga bernilai minimum. Pada frekuensi-frekuensi di atas dan di bawah resonansi (resonant frequency) band-stop filter memiliki impedansi yang tinggi sehingga menyebabkan peningkatan tegangan keluaran (output voltage).

12.5.2 Resonansi Paralel Band-Stop Filter

output voltage ). 12.5.2 Resonansi Paralel Band-Stop Filter Gambar 12.16 Rangkaian dasar resonansi paralel band -

Gambar 12.16 Rangkaian dasar resonansi paralel band-stop filter.

Perhatikan gambar 12.16 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat sebuah rangkaian resonansi paralel (parallel resonant) yang digunakan pada konfigurasi band-stop filter. Pada rangkaian resonansi paralel tersebut nilai impedansi bejana (tank impedance) akan bernilai maksimum saat frekuensi resonansi (resonant frequency) sehingga menyebabkan hampir seluruh tegangan masukan (input voltage) melewatinya. Perubahan yang terjadi pada nilai impedansi bejana (tank impedance) di atas maupun di bawah resonansi akan menyebabkan nilai tegangan keluaran (output voltage) menjadi meningkat.

12.6 Jenis Filter Tambahan Berikut ini adalah beberapa jenis filter tambahan yang sebaiknya juga

diketahui, yaitu:

1. Butterworth filter.

2. Chebyshev filter.

271

12.6.1

Butterworth Filter

12.6.1 Butterworth Filter Gambar 12.17 (a). Rangkaian dasar Butterworth filter . Gambar 12.17 (b). Kurva karakteristik

Gambar 12.17 (a). Rangkaian dasar Butterworth filter.

Gambar 12.17 (a). Rangkaian dasar Butterworth filter . Gambar 12.17 (b). Kurva karakteristik pelemahan (

Gambar 12.17 (b). Kurva karakteristik pelemahan (attenuation response) Butterworth filter.

Pada umumnya Butterworth filter disebut juga dengan maximally flat filter. Butterworth filter tersebut merupakan sebuah bentuk dari filter LC yang memiliki karakteristik yang relatif datar (relatively flat response). Butterworth filter tersebut menawarkan sebuah impedansi yang relatif konstan terhadap sinyal dengan frekuensi- frekuensi yang berada pada jalur lewatnya (passband range).

Perhatikan gambar 12.17 di samping ini. Pada gambar tersebut terlihat konfigurasi dari sebuah Butterworth filter. Butterworth filter tersebut memiliki sebuah karakteristik fasa yang baik (phase response). Karakteristik fasa yang baik tersebut merupakan hasil dari sebuah pengukuran jumlah pergesearn fasa (phase shift) yang terjadi ketika sebuah

sinyal melewati filter. Butterworth filter tersebut juga memiliki karakteristik amplitudo yang baik (amplitude response), namun Butterworth filter memiliki sedikit lengkungan sehingga menyebabkan Butterworth filter tersebut tidak tepat (unsuitable) digunakan pada aplikasi-aplikasi yang membutuhkan batas-batas frekuensi yang mencolok (cut off

adjacent frequencies).

272

12.6.2 Chebyshev Filter

12.6.2 Chebyshev Filter Gambar 12.18 Kurva karakteristik pelemahan ( attenuation response ) Chebyshev filter . Secara

Gambar 12.18 Kurva karakteristik pelemahan (attenuation response) Chebyshev filter.

Secara

umum

Chebyshev

filter

Pada prinsipnya Chebyshev filter merupakan sebuah bentuk dari filter LC pada konfigurasi yang sama dengan Butterworth filter. Chebyshev filter tersebut dirancang berdasarkan pada asumsi bahwa semua frekuensi yang akan dilewatkan adalah sama pentingnya.

memiliki

karakteristik

putus

(cutoff

characteristics) yang lebih curam (sharper) dari Butterworth filter. Pada karakteristik Chebyshev filter tersebut terdapat riak (ripple) seperti terlihat pada gambar 12.18. Riak (ripple) tersebut terjadi pada karakteristik jalur frekuensinya (passband response) sehingga menyebabkan Chebyshev filter tidak memiliki jalur

frekuensi yang datar (flat).

273