Anda di halaman 1dari 10

Body Aligment (Body Mecanik) Body Mechanics adalah usaha koordinasi dari muskuloskeletal dan sistem syaraf untuk

mempertahankan keseimbangan, kesejajaran tubuh selama : mengangkat, bergerak, dan aktivitas lainnya. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas : 1. Tulang Tulang merupakan organ yang memiliki berbagai fungsi, yaitu fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagi otot, fungsi sebagai tempat penyimpanan mineral khususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepasakan setiap saat sesuai kebutuhan, fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah dan fungsi pelindung organ-organ dalam. 2. Otot dan tendon Otot memiliki kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai dengan keinginan. Otot memiliki origo dan insersi tulang, serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon, yaitu suatu jaringan ikat yang melekat dengan sangat kuat pada insersinya di tulang. Terputusnya tendon akan mengakibatkan kontraksi otot tidak dapat menggerakkan organ ditempat insersi tendon yang bersangkutan, sehingga diperlukan penyambungan agar dapat befungsi kembali. 3. Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. Ligamen pada lutut merupakan struktur penjaga stabilitas, oleh karena itu jika terputus akan mengakibatkan ketidakstabilan. 4. Sistem saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat ( otak dan medula spinalis) dan sistem saraf tepi ( percabangan dari sistem saraf pusat). Setiap saraf memiliki bagian somatis dan otonom. Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik. 5. Sendi Merupakan tempat dua atau lebih ujung tulang bertemu. Sendi membuat segmentasi dari kerangka tubuh dan memungkinkan gerakan antar segmen dan berbagi derajat pertumbuhan tulang.

BODY MEKANIK DAN AMBULASI Mekanika tubuh adalah usaha koordinasi dari system musculoskeletal dan system saraf untuk mempertahankan keseimbangan yang tepat. Mekanika tubuh & ambulasi merupakan cara menggunakan tubuh secara efisien, yaitu tidak banyak mengeluarkan tenaga, terkoordinasi, serta aman dalam menggerakkan & mempertahankan keseimbangan selama aktivitas. Prinsip mekanika tubuh Prinsip yang digunakan dalam mekanika tubuh adalah sbb : 1. Gravitasi Merupakan prinsip pertama yang harus diperhatikan dalam melakukan mekanika tubuh dengan benar, yaitu memandang gravitasi sebagai sumbu dalam pergerakan tubuh. 3 faktor yang perlu diperhatikan dalam gravitasi : Pusat gravitasi ( center of gravity), titik yang berada di pertengahan tubuh. Garis gravitasi ( line of gravity), merupakan garis imaginer vertikal melalui pusat gravitasi. Dasar tumpuan ( base of support), merupakan dasar tempat seseorang dalam posisi istirahat untuk menopang / menahan tubuh. 2. Keseimbangan Keseimbangan dalam penggunaan mekanika tubuh dicapai dengan cara mempertahankan posisi garis gravitasi diantara pusat gravitasi dan dasar tumpuan. 3. Berat Dalam menggunakan mekanika tubuh yang sangat diperhatikan adalah berat atau bobot benda yang akan diangkat karena berat benda akan mempengaruhi mekanika tubuh. Pergerakan dasar dalam mekanika tubuh. Sebelum seseorang melakukan mekanika tubuh, terdapat beberapa pergerakan dasar yang harus diperhatikan : Gerakan ( ambulating) Gerakan yang benar dapat membantu mempertahankan keseimbangan tubuh. Menahan (squatting) Dalam melakukan pergantian, posisi menahan selalu berubah. Gravitasi adalah hal yang perlu diperhatikan untuk memberikan posisi yang tepat dalam menahan. Dalam menahan sangat diperlukan dasar tumpuan yang tepat untuk mencegah kelainan tubuh dan memudahkan gerakan yang akan dilakukan.

Menarik ( pulling) Menarik dengan benar akan memudahkan untuk memindahkan benda. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda diantaranya ketinggian, letak benda ( sebaiknya berada didepan seperti orang menarik), posisi kaki dan tubuh dalam menarik ( seperti condong kedepan dari panggul), sodorkan telapak tangan dan lengan atas di bawah pusat gravitasi pasien, lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur, pinggul, lutut dan pergelangan kaki ditekuk, lalu lakukan penarikan. Mengangkat (lifting) Mengangkat merupakan cara pergerakan daya tarik. Gunakan otot-otot besar dari tumit, paha bagian atas, kaki bagian bawah, perut, pinggul untuk mengurangi rasa sakit pada daerah tubuh bagian belakang. Memutar ( pivoting) Memutar merupakan gerakan untuk memutar anggota tubuh dan bertumpu pada tulang belakang. Gerakan memutar yang baik memperhatikan ketiga unsur gravitasi dalam pergerakan agar tidak memberi pengaruh buruk pada postur tubuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi mekanika tubuh dan ambulasi. 1. Status kesehatan. Perubahan status kesehatan dapat mempengaruhi sistem muskuloskeletal dan sisitem saraf berupa penurunan koordinasi. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh penyakit, berkurangnya kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dll. 2. Nutrisi Fungsi nutrisi bagi tubuh adalah memebantu proses pertumbuhan tulang dan perbaikan sel. Kekurangan nutrisi bag tubuh dapat menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadinya penyakit. 3. Emosi Kondisi psikologis seseoang dapat memudahkan perubahan perilaku yang dapat menurunkan kemampuan mekanika tubuh dan ambulasi yang baik. 4. Situasi dan kebiasaan Situasi dan kebiasaan yang dilakukan seseorang, misalnya sering mengangkat bendabenda berat, akan menyebabkan perubahan mekanika tubuh dan ambulasi. 5. Gaya hidup Perubahan pola hidup seseorang dapat menyebabkan stress dan kemungkinan besar akan menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas, sehingga dapat mengganggu koordinasi antara sistem muskuloskeletal dan neurologi, yang akhirnya akan mengakibatkan perubahan mekanika tubuh.

6. Pengetahuan Pengetahuan yang baik terhadap penggunaan mekanika tubuh akan mendorong seseorang untuk mempergunakannya dengan benar, sehingga mengurangi tenaga yang dikeluarkan. Dampak mekanika tubuh dan ambulasi Penggunaan mekanika tubuh secara benar dapat mengurangi pengeluaran energi secara berlebihan. Dampak yang dapat ditimbulkan dari penggunaan mekanika tubuh yang salah adalah sbb : 1. Terjadi ketegangan sehingga memudahkan timbulnya kelelahan dan gangguan dalam sistem muskuloskeletal. 2. Resiko terjadi injury

PENGATURAN POSISI TUBUH Pengaturan posisi dalam mengatasi masalah kebutuhan mobilitas dapat disesuaikan dengan tingkat gangguan, seperti posisi fowler, sim, trendelenburg, dorsal recumbent, lithothomi dan genu pectoral. Posisi Fowler Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Tujuan : 1. Memepertahankan kenyamanan. 2. Memfasilitasi fungsi pernafasan klien. Alat dan bahan : Penopang / bantal Cara : 1. 2. 3. 4. 5. 6. lengan. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Tempatkan bantal tipis di punggung bawah. Tempatkan bantal kecil atau gulungan handuk dibawah paha. Tempatkan bantal kecil atau gulungan dibawah pergelangan kaki. Tempatkan papan kaki didasar telapak kaki pasien Turunkan tempat tidur Observasi posisi kesejajaran tubuh, tingkat kenyamanan dan titik potensi tekanan. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan. Catat prosedur termasuk; posisi yang ditetapkan, kondisi kulit, gerakan sendi, kemampuan pasien membantu bergerak dan kenyamanan pasien. Posisi Sim Posisi sim adalah posisi miring ke kanan atau miring kekiri. Posisi ini dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memeberikan obat per anus ( supositoria). Tujuan : 1. Memberikan kenyamanan. 2. Melakukan huknah Cuci tangan Lakukan persiapan alat. Beritahu pasien Tinggikan kepala tempat tidur 45-60 Topangkan kepala diatas tempat tidur atau bantal kecil Gunakan bantal untuk menyokong lengan dan tangan bila pasien tidak dapat mengontrolnya secara sadar atau tidak dapat menggunakan tangan dan

3. Memberikan obat per anus ( supositoria) 4. Melakukan pemeriksaan daerah anus Alat dan bahan : Bantal Cara Kerja: 1. Cuci tangan 2. Jelaskan prosedur kepada klien 3. Tempatkan kepala diatas tempat tidur 4. Tempatkan pasien dalam posisi terlentang 5. Posisikan pasien dalam posisi miring yang sebagian pada abdomen 6. Tempatkan bantal kecil dibawah kepala 7. Tempatkan bantal dibawah lengan atas yang difleksikan, yang menyokong lengan setinggi bahu. Sokong lengan lain diatas tempat tidur 8. Tempatkan bantal pasien pararel dengan permukaan plantar kaki. 9. Turunkan tempat tidur. 10. Observasi posisi kesejajaran tubuh, tingkat kenyamanan, dan titik potensi tekanan. 11. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan. 12. Catat prosedur, termasuk posisi yang ditetapkan, kondisi kulit, gerakan sendi, kemampuan pasien membantu bergerak dan kenyamanan pasien. Posisi Trendelenburg Pada posisi ini pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Tujuan : Untuk melancarkan peredaran ke otak. Alat & bahan : Bantal Tempat tidur khusus Balok penopang kaki tempat tidur. Prosedur : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. 3. Pasien dalam posisi berbaring terlentang 4. Tempatkan bantal diantara kepala dan ujung tempat tidur pasien 5. Tempatkan bantal dibawah lipatan lutut 6. Tempatkan balok penopang dibagaian kaki tempat tidur 7. Atau atur tempat tidur khusus dengan meninggikan bagian kaki pasien

8. Cuci tangan 9. Bereskan alat 10. Dokumentasikan prosedur yang dilakukan Posisi Dorsal Recumbent Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan kedua lutut fleksi ( ditarik atau direnggangkan) diatas tempat tidur. Tujuan : 1. Perawatan daerah genetalia 2. Pemeriksaan genetalia 3. Posisi pada proses persalinan Alat & bahan : Bantal Tempat tidur khusus Selimut Prosedur tindakan : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 3. Pasien dalam keadaan berbaring 4. Pakaian bawah dibuka 5. Tekuk lutut dan diregangkan 6. Pasang selimut untuk menutupi area genetalia 7. Cuci tangan setelah prosedur tindakan. 8. Dokumentasikan prosedur yang dilakukan. Posisi Lithothomi Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Tujuan : 1. Pemeriksaan genetalia 2. Proses persalinan 3. Pemasangan alat kontrasepi Alat & bahan : 2. Bantal 3. Tempat tidur khusus 4. Selimut Prosedur kerja : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

3. Pasien dalam keadaan berbaring ( telentang) 4. Angkat kedua paha dan tarik ke atas abdomen 5. Tungkai bawah membentuk sudut 90 terhadap paha. 6. Letakkan bagian lutut / kaki pada penyangga kaki di tempat tidur khusus untuk posisi litotomi. 7. Pasang selimut. 8. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan 9. Dokumentasikan tindakan. Posisi Genu pectoral Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Tujuan : Pemeriksaan daerah rektum dan sigmoid. Alat & bahan : Tempat tidur Selimut Prosedur Kerja : 1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. 2. Cuci tangan 3. Minta pasien untuk mengambil posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada matras tempat tidur. 4. Pasang selimut untuk menutupi daerah penieal pasien. 5. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan. 6. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan.

SOAL MID SEMESTER KDPK PRODI DIII KEBIDANAN STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN No 51-60 1. Di bawah ini yang merupakan prinsip body mekanik adalah....... a. Gravitasi, keseimbangan dan berat b. Ambulating, keseimbangan dan gravitasi c. Berat, keseimbangan, sistem muskuloskeletal d. Sistem muskuloskeletal, gravitasi dan keseimbangan 2. Salah satu faktor yang memepengaruhi mekanika tubuh dan ambulasi adalah...... a. Gravitasi b. Nutrisi c. Keseimbangan d. Berat 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi mekanika tubuh adalah sbb kecuali...... a. Status kesehatan b. Nutrisi c. Life style d. Keseimbangan 4. Posisi yang digunakan untuk meningkatkan ekspansi paru adalah..... a. Trendelenburg b. Sims c. Fowler d. Side lying 5. Bila mau memberikan obat suppositoria posisi yang memungkinkan mudah untuk memasukkan obat adalah...... a. Posisi side lying b. Trendelenburg c. Genu pectoral d. Sims

6. Posisi yang digunakan untuk pemasangan kontrasepsi IUD adalah........ a. Trendelenburg b. Genu pectoral

c. Lithothomi d. Side Lying 7. Posisi trendelenburg digunakan untuk.... a. Meningkatkan ekspansi paru b. Melancarkan sirkulasi darah serebral c. Melancarkan darah ke ekstremitas bawah d. Memberikan kenyamanan 8. Posisi semi fowler adalah posisi duduk dengan sudut.... a. 30 - 45 b. 90 c. 45 60 d. 50 9. Untuk pemeriksaan genetalia digunakan posisi...... a. Genu pectoral b. Dorsal Recumbent c. Sims d. Side Lying 10. Yang termasuk dalam pergerakan dasar mekanika tubuh adalah kecuali....... a. Ambulating b. Squatting c. Lifting d. Gravitasi