P. 1
Buku Penyepakatan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun

|Views: 20|Likes:
Dipublikasikan oleh Tiar Pandapotan Purba
Pelaksanaan keterpaduan pembangunan infrastruktur di Indonesia dewasa ini masih mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain belum fokusnya sasaran kewilayahan yang akan didorong pembangunan infrastrukturnya, belum sinergisnya program pembangunan infrastruktur antar kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, serta belum efektifnya sistem penganggaran pembangunan infrastruktur.
Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, maka telah disusun Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) untuk Kawasan Batam-Bintan-Karimun. Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun ini dapat digunakan sebagai acuan bagi semua stakeholders yang terkait dalam pembangunan infrastruktur di Kawasan Batam-Bintan-Karimun, baik kementerian/lembaga terkait infrastruktur, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) ini pada dasarnya merupakan amanat dari PP No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan penataan Ruang Pasal 96 ayat (3) mengenai penyusunan sinkronisasi program sektoral dan kewilayahan di pusat maupun di daerah secara terpadu.
Terkait telah tersusunnya Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun tersebut, maka pelu penyepakatan RPI2JM ini dari semua stakeholder terkait. Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, mengusulkan inisiatif untuk melakukan kegiatan Penyempurnaan dan Penyepakatan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun.
Pelaksanaan keterpaduan pembangunan infrastruktur di Indonesia dewasa ini masih mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain belum fokusnya sasaran kewilayahan yang akan didorong pembangunan infrastrukturnya, belum sinergisnya program pembangunan infrastruktur antar kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, serta belum efektifnya sistem penganggaran pembangunan infrastruktur.
Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, maka telah disusun Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) untuk Kawasan Batam-Bintan-Karimun. Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun ini dapat digunakan sebagai acuan bagi semua stakeholders yang terkait dalam pembangunan infrastruktur di Kawasan Batam-Bintan-Karimun, baik kementerian/lembaga terkait infrastruktur, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) ini pada dasarnya merupakan amanat dari PP No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan penataan Ruang Pasal 96 ayat (3) mengenai penyusunan sinkronisasi program sektoral dan kewilayahan di pusat maupun di daerah secara terpadu.
Terkait telah tersusunnya Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun tersebut, maka pelu penyepakatan RPI2JM ini dari semua stakeholder terkait. Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, mengusulkan inisiatif untuk melakukan kegiatan Penyempurnaan dan Penyepakatan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun.

More info:

Published by: Tiar Pandapotan Purba on Sep 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2014

pdf

text

original

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN

) Batam Bintan Karimun

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas hikmat, pengetahuan Nya maka Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun dapat disusun dengan sempurna. Buku Penyepakatan ini dibuat bagi pemangku kepentingan di Provinsi Kepulauan Riau, bagi pemerintah daerah kab/kota dan lembaga/badan pengusahaan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas. Buku ini dimaksudkan untuk dapat disepakati ditingkat pemangku kepentingan sebagai acuan program terpadu dan program investasi infrastruktur jangka menengah. Penyepakatan ini menjadi penting agar keterpaduan yang telah berlandaskan perencanaan tata ruang menjadi panduan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan kawasan Batam Bintan dan Karimun sesuai dengan tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruangnya. Buku Penyepakatan ini berisi 5 bab, yang terdiri atas bab pendahuluan, bab kebijakan umum, bab pedoman umum penyusunan pembiayaan, bab rencana terpadu dan program investasi infrastruktur dan terakhir penutup. Selain itu juga disiapkan draf berita acara yang akan ditandatangani oleh semua pemangku kepentingan. Selain itu masukan dan saran sangat diharapkan terhadap program/kegiatan infrastruktur guna keterpaduan dan keserasian antar pemangku kepentingan. Demikianlah Buku Penyepakatan ini dibuat, semoga bermanfaat.

Jakarta, Oktober 2013

Tim Penyusun

Kata Pengantar| Hal | 2

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Daftar Isi

KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 2 Daftar Isi .................................................................................................................................... 3 Daftar Gambar........................................................................................................................... 5 Daftar Peta ................................................................................................................................ 6 BAB I Pendahuluan ................................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Maksud ................................................................................................... 1 1.3 Tujuan ..................................................................................................... 1 1.4 Sasaran ................................................................................................... 2 1.5 Keluaran ................................................................................................. 2 BAB 2Kebijakan Umum ............................................................................................................. 1 2.1. Pengertian ............................................................................................. 1 2.2. Acuan Normatif .................................................................................... 3 2.3. Kedudukan dan Fungsi.........................................................................6 2.4. Prinsip-prinsip yang Mendasari ........................................................... 7 2.5. Muatan RPIIJM .....................................................................................8 3.1.Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah bidang ke-PU-an ..................................................................8 3.2. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan RPI2-JM bidang ke-PU-an 9 BAB 3 Pedoman Umum Penyusunan Prioritas Alternatif Sumber Pembiayaan InfrastrukturRPIIJM .................................................................................................................. 1 BAB 4 Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIIJM) Kawasan Batam Bintan Karimun .............................................................................................. 1 4.1. Kawasan Batam .................................................................................... 1 4.1.1. Sistem Jaringan Jalan, Kebandar-udaraan, dan Kereta Api . 1 4.1.2. Tatanan Kepelabuhanan ....................................................... 5 4.1.3. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/ESDM, Jaringan Pipa Minyak dan Gas dan Jaringan Telekomunikasi .............................................8 4.1.4. Keciptakaryaan ..................................................................... 11 4.1.5. Jaringan Sumber Daya Air ................................................... 14 4.2 Kawasan Bintan Dan Kawasan Tanjungpinang ................................. 18 4.2.1. Sistem Jaringan Jalan, Kebandarudaraan, dan Kereta Api 18 4.2.2. Tatanan Kepelabuhanan ..................................................... 22
Kata Pengantar| Hal | 3

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

4.2.3. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/ESDM, Jaringan Pipa Minyak dan Gas dan Jaringan Telekomunikasi ........................................... 28 4.2.4. Keciptakaryaan.................................................................... 31 4.2.5. Jaringan Sumber Daya Air .................................................. 35 4.3 Kawasan Karimun ............................................................................... 39 4.3.1 Sistem Jaringan Jalan, Kebandarudaraan, dan Kereta Api 39 4.3.2. Tatanan Kepelabuhanan ..................................................... 41 4.3.3. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/ESDM, Jaringan Pipa Minyak dan Gas dan Jaringan Telekomunikasi ...........................................44 4.3.4. Keciptakaryaan .................................................................. 46 4.3.5. Jaringan Sumber Daya Air ................................................. 49 BAB 5 Penutup ......................................................................................................................... 1 Lampiran Berita Acara Penyepakatan ..................................................................................... 1

Kata Pengantar| Hal | 4

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Daftar Gambar
Gambar 2. 1. Kedudukan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur ke- PU-an Jangka Menengah (RPI2-JM bidang ke-PU-an) ....................................................................... 7

Kata Pengantar| Hal | 5

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Daftar Peta
Peta 4.1 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Transportasi Jalan, Kereta Api dan Bandar Udara di Kawasan Batam ............................................................................ 4 Peta 4.2 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Listrik, Pipa Minyak, Gas dan Telekomunikasi ....................................................................................................... 10 Peta 4. 3 Indikasi Program Infrastruktur Keciptakaryaan .................................................... 13 Peta 4. 4 Indikasi Program Infrstruktur Jaringan Sumber Daya Air ......................................17 Peta 4. 5 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Jalan, Kereta Api dan Bandar Udara di Kawasan Bintan dan Tanjungpinang ......................................................................21 Peta 4. 6 Indikasi Program Infrastruktur Transportasi Pelabuhan ...................................... 27 Peta 4.7Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Listrik, Pipa Minyak, Gas dan Telekomunikasi .......................................................................................................30 Peta 4. 8 Indikasi Program Infrastruktur Keciptakaryaan .................................................... 34 Peta 4. 9 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Sumber Daya Air ...................................38 Peta 4. 10 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Transportasi Jalan, Kereta Api, dan Bandar Udara di Kawasan Karimun ...................................................................... 40 Peta 4.11 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Transportasi Pelabuhan di Kawasan Karimun ................................................................................................................... 43 Peta 4.12 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Listrik, Pipa Minyak, Gas Dan Telekomunikasi ....................................................................................................... 45 Peta 4. 13 Indikasi Program Infrastruktur Keciptakaryaan .................................................. 48 Peta 4. 14 Indikasi Program Infrastruktur Sumber Daya Air .................................................50

Kata Pengantar| Hal | 6

BAB 1 PENDAHULUAN

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pelaksanaan keterpaduan pembangunan infrastruktur di Indonesia dewasa ini masih mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain belum fokusnya sasaran kewilayahan yang akan didorong pembangunan infrastrukturnya, belum sinergisnya program pembangunan infrastruktur antar kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, serta belum efektifnya sistem penganggaran pembangunan infrastruktur. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, maka telah disusun Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) untuk Kawasan Batam-Bintan-Karimun. Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun ini dapat digunakan sebagai acuan bagi semua stakeholders yang terkait dalam pembangunan infrastruktur di Kawasan Batam-Bintan-Karimun, baik kementerian/lembaga terkait infrastruktur, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) ini pada dasarnya merupakan amanat dari PP No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan penataan Ruang Pasal 96 ayat (3) mengenai penyusunan sinkronisasi program sektoral dan kewilayahan di pusat maupun di daerah secara terpadu. Terkait telah tersusunnya Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka

Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun tersebut, maka pelu penyepakatan RPI2JM ini dari semua stakeholder terkait. Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, mengusulkan inisiatif untuk melakukan kegiatan Penyempurnaan dan Penyepakatan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun.

1.2 Maksud
Maksud dari kegiatan Penyepakatan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun adalah untuk memperoleh konsensus bersama (dokumen kesepakatan formal) semua pemangku kepentingan dalam program pembangunan infrastruktur.

1.3 Tujuan
Tujuan dari kegiatan Penyepakatan RPI2-JM Kawasan Batam-Bintan-Karimun ini adalah terwujudnya kesepakatan bersama dan inisiasi pelaksanaan RPI2-JM yang mengikat di Kawasan

Bab 1| Hal | 1

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Batam-Bintan-Karimun, baik dalam pembangunan infrastruktur yang komprehensif dan terintegrasi maupun dalam penganggaran publik tahunan di semua tingkatan.

1.4 Sasaran
Tersedianya dokumen RPI2JM Kawasan Batam-Bintan-Karimun yang telah disepakati secara formal dari semua pemangku kepentingan terkait pembangunan infrastruktur.

1.5 Keluaran
Dokumen Rencana Terpadu Pengembangan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Batam-Bintan-Karimun yang disepakati oleh pemerintah provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Kabupaten Bintan, Pemerintah Kabupaten Karimun, Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.

Bab 1| Hal | 2

BAB 2 KEBIJAKAN UMUM PENDAHULUAN

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

BAB 2Kebijakan Umum
2.1. Pengertian 1. Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah bidang Pekerjaan Umum, yang selanjutnya disebutRPI2-JM bidang ke-PU-an,adalah rencana dan program pembangunan infrastruktur ke-PU-an tahunan dalam periode 3 (tiga) hingga 5 (lima) tahun, yang mensinkronkan kegiatan pembangunan infrastruktur ke-PU-an, baik yang dilaksanakan dan dibiayai pemerintah, pemerintah daerah, maupun oleh masyarakat/dunia usaha. 2. Rencana Terpadu adalah upaya mengintegrasikan arahan spasial pengembangan wilayah dengan program prioritas pembangunan infrastruktur ke-PU-an. 3. Sinkronisasi Program adalah upaya menyerasikan program pembangunan infrastruktur ke-PU-an sesuai tahapan/skala prioritas pengembangan wilayah, melalui berbagai forum koordinasi, dari aspek fungsi, lokasi, waktu, dan anggaran. 4. Program dan Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Tahunanadalah rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu satu tahun yang merupakan bagian dari RPI2-JM bidang ke-PU-an. 5. Infrastruktur bidang ke-PU-an adalah jenis prasarana dan sarana ke-binamarga-an, prasarana dan sarana sumberdaya air, prasarana dan sarana ke-ciptakarya-an, serta penataan ruang. 6. Tata Ruangadalah wujud struktur ruang dan pola ruang. 7. Struktur Ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hirearkis memiliki hubungan fungsional. 8. Pola Ruangadalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya. 9. Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. 10. RencanaTata Ruang adalah hasil perencanaan tata ruang.

Bab 2| Hal | 1

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

11. Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkanstruktur ruang dan pola ruang sesuai dengan rencana tataruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program besertapembiayaannya. 12. Pelaksanaan Pemanfaatan Ruang merupakan pelaksanaan pembangunan sektoral dan pengembangan wilayah, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupunoleh masyarakat, yangharus mengacu pada rencana tata ruang. 13. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional. 14. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi daya. 15. Kawasan Strategis Nasional,yang selanjutnya disebut KSN, adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. 16. Kawasan Strategis Provinsi,yang selanjutnya disebut KSP, adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup Provinsi terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial masyarakat, budaya, dan/atau lingkungan. 17. Kawasan Strategis Kabupaten/Kota,yang selanjutnya disebut KSK/K,adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup Kabupaten/Kota terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial masyarakat, budaya, dan/atau lingkungan. 18. Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yang selanjutnya disebut RPJP, adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua puluh) tahun. 19. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, yang selanjutnya

disebutRPJMNasional,adalah penjabaran dari visi, misi, dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Nasional, yang memuat strategi pembangunan Nasional, kebijakan umum, program Kementerian/Lembaga dan lintas Kementerian/Lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh

Bab 2| Hal | 2

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 20. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, yang selanjutnya disebut RPJM Daerah, adalah penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional, memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

2.2. Acuan Normatif Pedoman ini disusun dengan memperhatikan antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara; 2. Ketentuan UU No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang atau peraturan perundang-undangan tentang APBN/APBD; 3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara; 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 5. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025; 10. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal; 11. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 12. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengololaan Sampah; 13. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol; 14. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;

Bab 2| Hal | 3

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

15. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahin 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum; 16. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum; 17. Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2005 tentang Komite Kebijakan percepatan Penyediaan Infrastruktur; 18. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata cara penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Pada BUMN dan PT; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah; 20. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur; 21. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah; 22. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan; 23. Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Perpres No 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum; 24. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 tentang Fasilitas Pajak Untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-Daerah Tertentu; 25. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2007 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Infrastruktur; 26. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah; 27. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 28. Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2008 tentang Pedoman Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan penanaman Modal di Daerah; 29. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas PP No 1 Tahun 2007 tentang fasilitasi pajak Penghasilan Untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-daerah Tertentu;

Bab 2| Hal | 4

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

30. Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas PP No 66 Tahun 2007 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Infrastruktur; 31. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan; 32. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2009 tentang Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga oleh Pemerintah Pusat Dalam Rangka Percepatan Penyediaan Air Minum; 33. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyertan Modal Negara republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Penjaminan Investasi Infrastruktur; 34. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014; 35. Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 67 Tahun 2005 tentang kerjasama Pemerintah Dengan Badan usaha dalam Penyediaan Infrastruktur; 36. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 37. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal; 38. Peraturan Presiden Nomor 78 tahun 2010 tentang Penjaminan Infrastruktur Dalam proyek Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha Yang Dilaksanakan Melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur; 39. Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2011 tentang Perubahan Atas Perpres No 42 Tahun 2005 tentang Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur; dan 40. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025. 41. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas PP No 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah; 42. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas PP No 1 tahun 2007 tentang Fasilitasi Pajak Penghasilan Untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di daerah-daerah Tertentu;
Bab 2| Hal | 5

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

43. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2011 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Penjaminnan Infrastruktur Indonesia; 44. Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres No 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur;

2.3. Kedudukan dan Fungsi RPI2-JM bidang ke-PU-an berkedudukan sebagai dokumen yang mengintegrasikan kebijakan spasial dan kebijakan infrastruktur bidang ke-PU-an, dan berfungsi sebagai Rencana Pembangunan Infrastruktur (Infrastructure Development Plan) pada masingmasing tingkatan wilayah Pulau/Kepulauan dan KSN, wilayah provinsi dan KSP, serta wilayah kabupaten/kota, dan KSK/K. Kebijakan spasial dalam RPI2-JM bidang ke-PU-an mengacu pada: a. RTRW Nasional beserta rencana rincinya (yaitu: RTR Pulau/Kepulauan dan/atau RTR Kawasan Strategis Nasional); b. RTRW Propinsi beserta rencana rincinya (yaitu: RTR Kawasan Strategis Provinsi); dan c. RTRW Kabupaten/Kota beserta rencana rincinya (yaitu: RTR Kawasan Strategis Kabupaten/Kota atau RDTR Kabupaten/Kota). Kebijakan infrastruktur bidang ke-PU-an dalam RPI2-JM ini mengacu padaRPJP Nasional, RPJM Nasional, Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L),RPJP Provinsi, RPJM Provinsi, dan Renstra SKPD Provinsi, RPJP Kabupaten/kota, RPJM Kabupaten/Kota, dan Renstra SKPD Kabupaten/Kota Dalam pelaksanaannya,RPI2-JM bidang ke-PU-an sebagai rencana investasi jangka menengah lima tahunan untuk wilayah Pulau/Kepulauan dan KSN merupakan dokumen yang ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum sebagai acuan bagi Pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur ke-PU-an pada masingmasing wilayah atau kawasan tersebut.RPI2-JM bidang ke-PU-an sebagai rencana investasi jangka menengah lima tahunan untuk masing-masing wilayahprovinsi, wilayah kabupaten/kota, KSP, dan KSK/K, merupakan dokumen yang ditetapkan oleh Gubernur sebagai acuan bagi daerah dalam pelaksanaan Musrenbang.Dengan demikian RPI2-JM bidang ke-PU-an dapat berupa: a. RPI2-JM bidang ke-PU-an Wilayah Pulau/Kepulauan;
Bab 2| Hal | 6

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

b. RPI2-JM bidang ke-PU-an Kawasan Strategis Nasional; c. RPI2-JM bidang ke-PU-an provinsi; d. RPI2-JM bidang ke-PU-an Kawasan Strategis Provinsi; e. RPI2-JM bidang ke-PU-an kabupaten/kota; dan f. RPI2-JM bidang ke-PU-an Kawasan Strategis Kabupaten/Kota.

RPI2-JM bidang ke-PU-an merupakan salah satu dasar dalam penyusunan anggaran atau rencana kerja tahunan (RKP) dan Rencana Kerja (Renja), baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.Secara skematis, kedudukanRPI2-JM bidang ke-PU-an dalam sistem perencanaan spasial dan sistem perencanaan pembangunan dapat dilihat pada Gambar 2.1.
DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (UU 25/2004, kecuali RPI2-JM BIDANG KE-PU-AN)

RPI2-JM BIDANG KE-PU-AN

DIPDA DAS K

DIPDA DAS K

Gambar 2.1. Kedudukan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur ke- PU-an

Jangka Menengah (RPI2-JM bidang ke-PU-an)

2.4. Prinsip-prinsip yang Mendasari Prinsip-prinsip yang mendasari dalam penyusunan RPI2-JM bidang ke-PU-an meliputi: a. Kewilayahan;
Bab 2| Hal | 7

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Prinsip kewilayahan merupakan pendekatan yang tidak sektoral tetapi objeknya adalah entitas wilayah/kawasan strategis yang akan didorong dan mendorong terciptanya stuktur ruang yang efektif dan efisien. b. Keterpaduan; Prinsip keterpaduan merupakan integrasi dalam perencanaan dan sinkronisasi dalampemrograman pembangunan yang saling terkait untuk mengisi kekurangan dan kebutuhan masing-masing. c. Keberlanjutan; Prinsip keberlanjutan merupakan pendekatan dalam pemrograman investasi infrastruktur ke-PU-an jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dengan memperhatikan aspek-aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. d. Koordinasi; Prinsip koordinasi merupakan pendekatan dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur ke-PU-anyang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat/dunia usaha, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. e. Optimalisasi sumberdaya; Prinsip optimalisasi sumberdaya merupakan pendekatan dalam pemanfaatan sumberdaya yang sesuai dengan kewenangan dan kapasitas pendanaan untuk tujuan pengembangan kawasan/wilayah melalui pembangunan infrastruktur kePU-an. 2.5. Muatan RPIIJM Secara singkat, muatan dokumen Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur ke-PU-an Jangka Menengah (RPI2-JM bidang ke-PU-an) meliputi: a. Rencana terpadu dan program investasi infrastruktur jangka menengah (RPI2-JM) bidang ke-PU-an, dan b. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan RPI2-JM bidang ke-PU-an.

3.1.Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah bidang ke-PU-an

RPI2-JM bidang ke-PU-an merupakan dokumen hasil kesepakatan para pihak yang mengintegrasikan dan mensinkronisasikan sasaran wilayah dengan dukungan program pembangunan infrastruktur ke-PU-an dalam lima tahunan. Dokumen Rencana terpadu dan program investasi jangka menengah infrstuktur ke-PU-an ini meliputi 3 (tiga) bagian yang saling berkaitan, yaitu: 1. Rencana terpadu pengembangan infrastruktur ke-PU-an jangka menengah;
Bab 2| Hal | 8

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

2. Sinkronisasi program pembangunan infrastruktur ke-PU-an; dan 3. Alternatif sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur ke-PU-an.

Rencana terpadu pembangunan infrastruktur ke-PU-an jangka menengah adalah suatu dokumen yang berisikan integrasi dukungan infrastruktur ke-PU-an untuk mewujudkan sasaran pengembangan wilayah yang dituju, sesuai dengan kebijakan rencana tata ruang yang terkait.Sasaran pengembangan wilayah tersebut meliputi kawasan yang didorong perkembangannya dan kawasan yang dikendalikan. Sinkronisasi program pembangunan infrastruktur ke-PU-an merupakan upaya penyesuaian antarprogram atau antarkegiatan pembangunan infrastruktur ke-PU-an yang saling berkaitan dalam rangka mewujudkan sasaran pengembangan wilayah yang dituju.Identifikasi keterkaitan antarprogram pembangunan infrastruktur ke-PU-an ini dilakukan berdasarkan hubungan fungsional, hubungan kedekatan lokasi, hubungan waktu pembangunan, dan hubungan alokasi anggaran yang tersedia. Alternatif sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur ke-PU-an merupakan upaya mengidentifikasi sumber-sumber pembiayaan pembangunan masing-masing infrastruktur ke-PU-an. Identifikasi ini merujuk kepada ketentuan-ketentuan baku dalam upaya investasi pembangunan infrastruktur ke-PU-an, antara lain: Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, dan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres No 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.
3.2. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan RPI2-JM bidang ke-PU-an

Dokumen kedua adalah dokumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan RPI2-JM bidang ke-PU-an. Dokumen ini berisikan upaya untuk menjaga konsistensi atau komitmen pelaksanaan pembangunan program infrastruktur ke-PU-an berupa alokasi kegiatan atau program pembangunan infrastruktur ke-PU-an dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) atau Dokumen Isian Pelaksanaan Anggara (DIPA) atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau Dokumen Satuan Kerja Daerah pada tahun anggaran satu tahun ke depan atau (n+1), atau Rencana Kerjasama dengan swasta atau dunia usaha dalam dokumen yang formal dan mengikat.

Bab 2| Hal | 9

BAB 3 PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN PRIORITAS ALTERNATIF SUMBER PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR RPIIJM

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

BAB 3 Pedoman Umum Penyusunan Prioritas Alternatif Sumber Pembiayaan Infrastruktur RPIIJM
Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2) PEKERJAAN UMUM Bina Marga Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5)

No. (1) I. 1.

1) Jalan Tol dan Jembatan Tol.

1. BADAN USAHA SWASTA

2. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)

 Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Layak secara Finansial: 1) Net Present Value (NPV) positif 2) IRR > Suku Bunga Acuan BI  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh
Bab 3| Hal | 1

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 3. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. 2) Jalan dan APBN Badan Usaha Swasta ataupun BUMN tidak tertarik Jembatan Bukan dengan baik pola pembiayaan murni korporasi maupun Tol. pola KPS.
Bab 3| Hal | 2

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1) 2.

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2) Sumber Daya Air (SDA)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) Bangunan air dan Saluran pembawa air baku. 1. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010).  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan
Bab 3| Hal | 3

2. BUMN

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. 3. APBN Badan Usaha Swasta ataupun BUMN tidak tertarik dengan baik pola pembiayaan murni korporasi maupun pola KPS. Bangunan pengambilan air baku, Jaringan transmisi air minum, Jaringan distribusi air minum, dan Instalasi pengolahan air minum. 1. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010).  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS
Bab 3| Hal | 4

3.

a. Cipta Karya _ Air Minum.

2. BUMN

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5)  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. 3. APBN Badan Usaha Swasta ataupun BUMN tidak tertarik dengan baik pola pembiayaan murni korporasi maupun pola KPS. Instalasi pengolah air limbah, Jaringan pengumpul air limbah, dan Jaringan utama air limbah. 1. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:
Bab 3| Hal | 5

b. Cipta Karya _ Air Limbah

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

c. Cipta Karya _

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5)  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 2. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. 3. APBN Badan Usaha Swasta ataupun BUMN tidak tertarik dengan baik pola pembiayaan murni korporasi maupun pola KPS. Sarana dan 1. KERJASAMA PEMERINTAH  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola
Bab 3| Hal | 6

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2) Persampahan

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) Prasarana DAN SWASTA (KPS) pembiayaan murni korporasi persampahan  Layak secara Ekonomi: (Pengangkut dan Manfaat sosial ekonomi > Biaya Tempat  Insentif Pemerintah yang diperlukan Penampungan/ 1) Insentif Fiskal: Pemrosesan).  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 2. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial
Bab 3| Hal | 7

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

c. Cipta Karya _ Drainase II. 1. PERHUBUNGAN/ TRANSPORTASI Kebandarudaraan

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5)  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. 3. APBN Badan Usaha Swasta ataupun BUMN tidak tertarik dengan baik pola pembiayaan murni korporasi maupun pola KPS. APBN Badan Usaha Swasta ataupun BUMN tidak tertarik dengan baik pola pembiayaan murni korporasi maupun pola KPS.

Pelayanan jasa kebandarudaraan.

1. BADAN USAHA SWASTA

2. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)

 Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Layak secara Finansial: 1) Net Present Value (NPV) positif 2) IRR > Suku Bunga Acuan BI  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya
Bab 3| Hal | 8

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5)  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 3. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik.
Bab 3| Hal | 9

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1) 2.

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2) Kepelabuhanan

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) Penyediaan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan. 1. BADAN USAHA SWASTA  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Layak secara Finansial: 1) Net Present Value (NPV) positif 2) IRR > Suku Bunga Acuan BI  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010).  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola
Bab 3| Hal | 10

2. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)

3. BUMN

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. Sarana dan prasarana perkeretaapian. 1. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah
Bab 3| Hal | 11

3.

Perkeretaapian

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

4.

ASDP

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5)  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 2. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. 3. APBN Badan Usaha Swasta ataupun BUMN tidak tertarik dengan baik pola pembiayaan murni korporasi maupun pola KPS.

III.

ESDM
Bab 3| Hal | 12

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1) 1.

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2) Ketenagalistrikan

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) Pembangkit listrik, 1. KERJASAMA PEMERINTAH  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola Pengembangan DAN SWASTA (KPS) pembiayaan murni korporasi tenaga listrik yang  Layak secara Ekonomi: berasal dari panas Manfaat sosial ekonomi > Biaya bumi, dan  Insentif Pemerintah yang diperlukan Transmisi/Distribusi 1) Insentif Fiskal: tenaga listrik.  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 2. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar
Bab 3| Hal | 13

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik. Transmisi dan distribusi minyak dan gas bumi. 1. BADAN USAHA SWASTA  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Layak secara Finansial: 1) Net Present Value (NPV) positif 2) IRR > Suku Bunga Acuan BI  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan
Bab 3| Hal | 14

2.

Minyak dan Gas Bumi

2. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 3. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik.

IV. 1.

KOMINFO Telekomunikasi

Jaringan Telekomunikasi.

1. BADAN USAHA SWASTA

 Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Layak secara Finansial: 1) Net Present Value (NPV) positif
Bab 3| Hal | 15

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) 2) IRR > Suku Bunga Acuan BI  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah 2. KERJASAMA PEMERINTAH  Badan Usaha Swasta tidak tertarik dengan pola DAN SWASTA (KPS) pembiayaan murni korporasi  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial (Pasal 10 Permen PU 13/2010). 3. BUMN  Badan Usaha Swasta tidak tertarik baik dengan pola pembiayaan murni korporasi maupun dengan pola KPS  Layak secara Ekonomi: Manfaat sosial ekonomi > Biaya  Insentif Pemerintah yang diperlukan
Bab 3| Hal | 16

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

No. (1)

Sektor/ Subsektor Infrastruk-Tur (2)

Jenis Infrastruktur, Alternatif Sumber Pembiayaan, Dan Kriteria/Persyaratan Berdasarkan Ketentuan Dalam Peraturan Urutan Prioritas Alternatif Jenis Infrastruktur Kriteria/Persyaratan Sumber Pembiayaan (3) (4) (5) 1) Insentif Fiskal:  Keringanan PPN dan PPh 2) Insentif Non Fiskal:  Keringanan biaya perizinan pengadaan tanah  Sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah dibebankan kepada Pemerintah agar proyek layak secara finansial  Memperoleh prioritas penyertaan modal dari Pemerintah agar kinerja ekuitas (modal sendiri) BUMN tersebut membaik.

Sumber: Olahan berdasarkan ketentuan dalam berbagai peraturan perundangan terkait infrastruktur Ke-PU-an, Perhubungan, Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Komunikasi dan Informasi.

Bab 3| Hal | 17

BAB 4 RENCANA TERPADU DAN PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH (RPIIJM) KAWASAN BATAM BINTAN KARIMUN

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

BAB 4 Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIIJM) Kawasan Batam Bintan Karimun
4.1. Kawasan Batam
4.1.1. Sistem Jaringan Jalan, Kebandar-udaraan, dan Kereta Api

Matrik Program/Kegiatan Prioritas Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

A1

A2

A3

A4

A5

A6

A10 A11

A. Sistem Jaringan Jalan Prioritas 1 Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri PrimerBatam Center - Sp. Franky - Sp. Kabil, Kec. Nongsa - Batam 1.99 Km Muka Kuning - Tembesi - Tanjung Berikat. Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri Primer Sp. Kabil, Kec. Nongsa Sp.Jam - Sei Harapan - Terminal Batam 1,7 Km Sekupang, Kec. Sekupang di Pelabuhan Batam. Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri Primer Sp. Kabil, Kec. Nongsa Batam 1. 97 Km Sp. Punggur - Bandar Udara Hang Nadim - Batu Besar – Nongsa. Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri Primer Sp. Punggur Batam 1.74 Km Pelabuhan Telaga Punggur, Kec. Nongsa. Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri Primer Tembesi - Batu Aji - Batam 1, 48Km Tanjung Uncang. Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri Primer Sp. Jam - Terminal Batu Batam 6,70 km Ampar, Kec. Batu Ampar di Pelabuhan Batam. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Jalan Tanjung Batam 5,53 Km Berikat - Sp. Sembulang - Pelabuhan Galang. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Batam 1,84 Km

Rp. 5.97 Miliar

APBN

Rp. 5,1 Miliar

APBN

Rp. 5.91 Miliar Rp. 5.22 Miliar Rp. 4.44 Miliar Rp. 20.1 Miliar Rp. 16.59 Miliar Rp.

APBN

APBN

APBN

APBN

APBN APBN
Bab 4| Hal | 1

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

Program/Kegiatan Infrastruktur Kolektor Primer 1 Jalan Muka Kuning-Tanjung Piayu-Telaga Punggur, Kec. Nongsa. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Jalan Simpang Industri Taiwan Punggur-Kawasan Industri Kabil, Kec. Nongsa-Batu Besar. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Jalan Lingkar Nongsa. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Jalan Sp Tiga Baloi Bunga Raya-Simpang PenuinSimpang Jodoh-Simpang Batu Ampar, Kec. Batu Ampar. Peningkatan Jalan Bebas Hambatan Terminal Batu Ampar, Kec. Batu Ampar di Pelabuhan Batam-Sp. Kabil, Kec. Nongsa-Bandar Udara Hang Nadim. Peningkatan Jalan Bebas Hambatan Simpang tiga Bundaran Kabil, Kec. Nongsa-Pulau Tanjung Sauh-Pulau Bintan. Pengembangan dan Peningkatan Lajur, jalur, atau jalan khusus angkutan massal di Kota Batam Pengembangan dan Peningkatan Terminal tipe A Telaga Punggur Kecamatan Nongsa Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Batu Ampar di Kecamatan Batu Ampar Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Kabil di Kecamatan Nongsa Pengembangan dan Peningkatan Terminal tipe A Sri Tri Buana Simpang Lagoi di Kecamatan Teluk Sebong Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Bandar Sri Udana di Kecamatan Bintan Utara

Lokasi

Volume

Nilai 5.52 Miliar

Sumber Pembiayaan

A12

Batam

9.79 Km

Rp. 11.37 Miliar Rp. 5.31 Miliar Rp. 14.16 Miliar

APBN

A13

Batam

1.77 Km

APBN

A14

Batam

4.72 Km

APBN

A28

Batam

1.94 Km

-

Swasta/KPS/B UMN

A29

Tanjung pinang Batam Batam

8.10 Km

-

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

A30

-

-

A31

Batam

-

-

A32

Batam

-

-

A33

Batam

-

-

A36

Batam

-

-

A37

Bintan

-

-

Bab 4| Hal | 2

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode A38

Program/Kegiatan Infrastruktur

Lokasi

Volume -

Nilai -

Sumber Pembiayaan Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

A39

A40

A34

A35

Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Tanjung Bintan Uban di Kecamatan Bintan Utara Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Sei Bintan Kolak Kijang di Kecamatan Bintan Timur Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Tanjung Bintan Berakit di Kecamatan Teluk Sebong Prioritas 2 Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Sekupang di Batam Kecamatan Sekupang Pengembangan Peningkatan Lajur, jalur, atau jalan khusus angkutan Bintan massal Kabupaten Bintan B. Jaringan Kereta Api Prioritas 1

-

-

-

-

-

-

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

-

-

B1

Pengembangan dan peningkatan sistem jaringan perkeretapian perkotaan. (Trayek/Rute : Bandara Batam Hang Nadim‐Pelabuhan Batu Ampar, Kec. Batu Ampar) E. Penyelenggaraan Transportasi Udara Prioritas 1 Mempertahankan dan terus meningkatkan status Bandara Batam Internasional Hang Nadim Batam sebagai pusat penyebaran regional Peningkatan kualitas dan kapasitas bandara di Bandara Internasional Batam Hang Nadim di Batam,

-

KPS/BUMN

E.4

-

-

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

E.1

-

-

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 3

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.1 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Transportasi Jalan, Kereta Api dan Bandar Udara di Kawasan Batam

Bab 4| Hal | 4

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

4.1.2. Tatanan Kepelabuhanan

Matrik Program/Kegiatan Prioritas Program/Kegiatan Kode Lokasi Volume Infrastruktur D. Tatanan Kepelabuhan Penyelenggaraan Pelabuhan Laut Prioritas 1 Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas antar D9 provinsi dan antar negara di Batam Pelabuhan Teluk Senimba, Kec. Sekupang Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas antar D10 Batam provinsi dan antar negara di Pelabuhan Nongsa. (Batam). Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan lintas antar D11 Batam Kabupaten/Kota diPelabuhan Sekupang, Kec. Sekupang, Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan lintas antar D12 Kabupaten/Kota di Pelabuhan Batam Telaga Punggur, Kec. Nongsa,Kec. Nongsa Peningkatan Lintas penyeberangan antarnegara di D18 Batam Pelabuhan Batu Ampar, Kec.Batu Ampar/Harbour Bay, Peningkatan Lintas D19 penyeberangan antarnegara Batam Pelabuhan Batam Center, Peningkatan Lintas penyeberangan antarnegara D20 Batam Pelabuhan Sekupang, Kec.Sekupang Peningkatan Lintas penyeberangan antarnegara D21 Batam Pelabuhan Teluk Senimba, Kec.Sekupang Peningkatan Lintas penyeberangan antarnegara D22 Batam Pelabuhan Nongsa menuju kenegara lain.

Nilai

Sumber Pembiayaan

-

Swasta/KPS/BU MN

-

Swasta/KPS/BU MN

-

Swasta/KPS/BU MN

-

Swasta/KPS/BU MN

-

Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN

-

-

-

Swasta/KPS/BU MN

-

Swasta/KPS/BU MN

Bab 4| Hal | 5

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

D23

D24

D25

D26

D27

D47 D48 D49 D50

D59

D60

D61

Program/Kegiatan Infrastruktur Peningkatan Lintas penyeberangan antarnegara Lintas penyeberangan antarprovinsi diPelabuhan Sekupang, Kec.Sekupang Peningkatan Lintas penyeberangan antar negara Lintas penyeberangan antar Pelabuhan Sijantung menuju ke Provinsi Lain. Peningkatan Lintas penyeberangan antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Telaga Punggur, Kec. Nongsa, Peningkatan Lintas penyeberangan antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Sagulung, Peningkatan Lintas penyeberangan antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Sembulang menuju ke Kabupaten/Kota Lain. Peningkatan pelabuhan umum Terminal Batu Ampar, Kec.Batu Ampar, Peningkatan pelabuhan umum Terminal Kabil, Kec. Nongsa, Peningkatan pelabuhan umum Terminal Nongsa, dan Peningkatan pelabuhan umum Terminal Sekupang, Kec. Sekupang. Peningkatan Alur pelayaran nasional yang menghubungkan Terminal Kabil, Kec. Nongsa, Peningkatan alur pelayaranTerminal Nongsa dengan pelabuhan nasional lainnya (Kota Batam). Peningkatan Alur pelayaran internasional yang menghubungkan Terminal Batu Ampar, Kec. Batu Ampar dan

Lokasi

Volume

Nilai

Sumber Pembiayaan Swasta/KPS/BU MN

Batam

-

-

Batam Swasta/KPS/BU MN

Batam Batam Batam Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN

Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam -

Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN

Swasta/KPS/BU MN

Bab 4| Hal | 6

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

D62

Program/Kegiatan Infrastruktur Peningkatan alur pelayaranTerminal Sekupang, Kec. Sekupang dengan alur pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura. Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dan antar negara di Pelabuhan Batu Ampar/Harbour Bay, Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dan antar negara di Pelabuhan Batam Center, Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dan antar negara di Pelabuhan Sekupang, Kec. Sekupang Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan lintas antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Sagulung, Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan lintas antar Kabupaten/Kota diPelabuhan Sijantung Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan lintas antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Sembulang.

Lokasi Batam

Volume

Nilai

Sumber Pembiayaan Swasta/KPS/BU MN

-

-

Prioritas 2 Batam Swasta/KPS/BU MN

D6

Batam Batam Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN

D7

D8

Batam Batam Batam Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN

D13

D14

D15

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 7

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.1.3. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/ESDM, Jaringan Pipa Minyak dan Gas dan Jaringan Telekomunikasi

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

F.13

F.2 F.3 F.4 F.5 F.6 F.7 F.8 F.9

F. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/Esdm Prioritas 1 Pengembangan dan peningkatan SUTT yang Batam menghubungkan tiap-tiap GI di dalam Pulau Batam. Prioritas 2 Pengembangan dan peningkatan PLTU Tanjung Batam Kasem, Batam Pengembangan dan peningkatan PLTU Sembulang, Pengembangan dan peningkatan PLTU Pulau Galang Baru, Pengembangan dan peningkatan PLTG Panaran I, Pengembangan dan peningkatan PLTG Panaran II, Pengembangan dan peningkatan PLTG New 1 Kabil, Pengembangan dan peningkatan PLTG Janda Berias, Batam Batam Batam Batam Batam

-

-

KPS/BUMN

-

-

KPS/BUMN KPS/BUMN KPS/BUMN KPS/BUMN KPS/BUMN KPS/BUMN KPS/BUMN KPS/BUMN

G.2

Pengembangan dan peningkatan PLTG New 2 Batam Tanjung Uncang, dan G. Sistem Jaringan Pipa Minyak Dan Gas Prioritas 2 Pengembangan dan Peningkatan Fasilitas penyimpanan berupa depo minyak bumi terdiri atas Batam depo Pertamina Kabil. Pengembangan dan Peningkatan Pertamina Batu Batam Ampar serta depo, dan refinery Janda Berias. Pengembangan dan Peningkatan jaringan pipa gas bumi terdiri atas : A. Jaringan pipa gas huluperpipaan bawa laut yang terhubung menerus Batam, antara Natuna, Kawasan BBK dan Pulau Sumatera. Bintan B. Jaringan pipa gas transmisi perpipaan bawah laut dan yang terhubung menerus antara Pulau Sumatera, Karimun Kawasan BBK, Kawasan Johor Bahru, dan Negara Singapura. Pengembangan dan Peningkatan Jaringan pipa gas huluperpipaan bawah laut yang terhubung menerus Batam antara Natuna, Kawasan BBK dan Pulau Sumatera (Batam). Pengembangan dan Peningkatan Jaringan pipa gas Batam transmisiperpipaan bawah laut yang terhubung menerus antara pulau Sumatera, Kawasan BBK,

-

-

SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN

G.3

-

-

G.4

-

-

SWASTA/KP S/BUMN

G.8

-

-

SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN

G.9

-

-

Bab 4| Hal | 8

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Kawasan Johor-Bahru-Malaysia Singapura (Batam) dan Negara Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

H. Sistem Jaringan Telekomunikasi
Prioritas 1 H.3 H.4 H.5 H.6 Pengembangan dan Peningkatan STO Nongsa di Kecamatan Nongsa, Pengembangan dan Peningkatan STO Kabil di Kecamatan Nongsa, Pengembangan dan Peningkatan STO Sagulung di Kecamatan Sagulung, Pengembangan dan Peningkatan STO Sekupang di Kecamatan Sekupang, Pengembangan dan peningkatan sistem jaringan Teresetrial dan Satelit di Kawasan BBK. Prioritas 2 H.1 H.2 H.7 H.9 Pengembangan dan Peningkatan STO Nagoya di Kecamatan Lubuk Baja, Pengembangan dan Peningkatan STO Batam Center di Kecamatan Batam Kota, Pengembangan dan Peningkatan STO Muka Kuning diKecamatan Sei Beduk di Kota Batam; Pengembangan dan Peningkatan STO Kijang di Kecamatan Gunung Kijang di Kabupaten Bintan; Batam Batam Batam Bintan SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN Batam Batam Batam Batam Batam, Bintan dan Karimun SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN SWASTA/KP S/BUMN

H.14

-

-

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 9

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.2 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Listrik, Pipa Minyak, Gas dan Telekomunikasi

Bab 4| Hal | 10

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.1.4. Keciptakaryaan

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

J.20 J.21 J.22 J.23 J.24 J.25 J.26 J.27 J.28 J.29 J.33 J.34

J. Ciptakarya Pengembangan Infrastruktur Permukiman Prioritas 2 Batam Pengembangan dan peningkatan IPAL Batam Center Pengembangan dan peningkatan IPAL Muka Kuning Pengembangan dan peningkatan IPAL Tanjung Piayu Pengembangan dan peningkatan IPAL Bengkong Pengembangan dan peningkatan IPAL Sadai Pengembangan dan peningkatan IPAL Batu Ampar Pengembangan dan peningkatan IPAL Batu Aji Pengembangan dan peningkatan IPAL Sembulang Pengembangan dan peningkatan IPAL Galang Pengembangan dan peningkatan IPAL Galang Baru Pembangunan prasarana air limbah dengan sistem off-site, di Kota Batam, Pengembangan Dan Peningkatan Instalasi Pengolahan Limbah B3 di Kabil Pengembangan dan peningkatan TPA di Telaga Punggur (Kecamatan Nongsa) dan TPA Pulau Galang (Kecamatan Galang) . Kawasan yang telayani infrastruktur persampahannya di provinsi Kepulauan Riau Prasarana pengumpulan sampah Lokasi : Semua provinsi Kepulauan Riau Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan

-

KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN KPS/BUMN/A PBN

J.37

-

J.40

-

-

J.41

-

-

Bab 4| Hal | 11

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam Volume Nilai Sumber Pembiayaan KPS/BUMN/A PBN

J.42

Prasarana persampahan terpadu 3R di provinsi Kepulauan Riau penyelenggara air minum yang mendapatkan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan di Provinsi Kepulauan Riau PDAM yang memperoleh pembinaan, di provinsi Kepulauan Riau Pengelola air minum non-PDAM yang memperoleh pembinaan, di provinsi Kepulauan Riau Monitoring dan evaluasi kinerja pengembangan pengelolaan air minum, di Provinsi Kepulauan Riau PDAM yang dibina, di provinsi Kepulauan Riau Pembangunan Infrastruktur Drainase Kota Batam,

-

-

J.64

-

-

KPS/BUMN/A PBN

J.65

-

-

KPS/BUMN/A PBN

J.66

-

-

KPS/BUMN/A PBN

J.67

-

-

KPS/BUMN/A PBN

J.68

-

-

KPS/BUMN/A PBN APBN

J.69

-

-

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 12

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.3 Indikasi Program Infrastruktur Keciptakaryaan

Bab 4| Hal | 13

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.1.5. Jaringan Sumber Daya Air

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

I.11 I.12 I.13 I.14 I.15 I.16 I.17 I.18 I.19 I.20 I.32 I.33

I.34 I.35 I.36 I.37 I.38 I.39 I.40 I.41

I. Sumber Daya Air Prioritas 2 Operasional dan Pemeliharaan Waduk Sei Batam Harapan, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Sei Batam Ladi, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Batam Nongsa, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Batam Muka Kuning, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Batam Duriangkang, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Sei Batam Tembesi Baru, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Batam Sungai Rempang, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Batam Sungai Cia, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Batam Sungai Galang, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Batam Sungai Gong. Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Harapan, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Muka Batam Kuning, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Batam Duriangkang, Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Beduk, Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Tongkong, Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Ngeden, Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Pancur, Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Nongsa, Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Ladi, Kapasitas tampung sumber air yang Batam dibangun/ditingkatkan di Sungai Baloi,

-

-

KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN

-

-

Bab 4| Hal | 14

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode I.42 I.43 I.44 I.45 I.46 I.47 I.48 I.64 Program/Kegiatan Infrastruktur Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Tembesi, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Cia, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Gong, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Langkai, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Bengkong, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Rempang Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Galang. Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sei Harapan di Sungai Harapan, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sei Ladi di Sungai Ladi, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Nongsa di Sungai Nongsa, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Muka Kuning di Sungai Muka Kuning, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Duriangkang di Sungai Duriangkang, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Sungai Beduk, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Sungai Tongkong, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Sungai Ngeden, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Sungai Pancur, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sei Tembesi di Sungai Tembesi, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sungai Rempang di Sungai Lokasi Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Batam Volume Nilai Sumber Pembiayaan KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN

I.65

Batam

-

-

I.66

Batam

-

-

I.67

Batam

-

-

I.68

Batam

-

-

KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN
Bab 4| Hal | 15

I.69

Batam

-

-

I.70

Batam

-

-

I.71

Batam

-

-

I.72

Batam

-

-

I.73

Batam

-

-

I.74

Batam

-

-

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Rempang, I.75 Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sungai Cia di Sungai Cia, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sungai Galang di Sungai Langkai, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Sungai Bengkong, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Sungai Rempang, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Sungai Galang, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sungai Gong di Sungai Gong. Batam KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

I.76

Batam

-

-

I.77

Batam

-

-

I.78

Batam

-

-

I.79

Batam

-

-

I.80

Batam

-

-

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 16

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.4 Indikasi Program Infrstruktur Jaringan Sumber Daya Air

Bab 4| Hal | 17

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

4.2 Kawasan Bintan Dan Kawasan Tanjungpinang
4.2.1. Sistem Jaringan Jalan, Kebandarudaraan, dan Kereta Api

Matrik Program/Kegiatan Prioritas Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

A7

A8

A9

A15

A16

A17

A18

A19

A20

A21

A. Sistem Jaringan Jalan Prioritas 1 Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri Primer Pelabuhan Sri Bintan Tanjung 1,38 Km Pura, Kec. Tanjungpinang Barat- Pinang Sp.Adi Sucipto-Gesek. Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri PrimerSp. Adi Sucipto-Sp. Tanjung Dompak Lama-Sp. Wacopek1.19 Km pinang Perbatasan Kabupaten Bintan (Lokasi Kota Tanjung Pinang). Preservasi dan Peningkatan Jalan Arteri Primer Pelabuhan Kijang-Sei Bintan 2,25 Km Enam-Perbatasan Kota Tanjung Pinang. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Jalan Sp. Sei Ladi- Bintan 2.68 Km Universitas Internasional. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Gesek-KawalBintan 4.17 Km Malang Rapat-Tanjung Berakit, Kec. Teluk Sebong. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Tanjung Uban, Bintan 7.50 Km Kec. Bintan Utara-Lowe-gesek. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1Jalan Malang Bintan 1.32 Km Rapat-Lowe. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Jalan Korindo- Bintan 1.54 Km Kawal. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Preservasi dan peningkatan jalan kolektor primer 1 Bintan 1.20 Km KM 16 Gesek-Korindo-Pelabuhan Kijang. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 Tanjung Balai- Tanjung 2.45 Km Meral-Parit rempak, Kec. Meral- pinang Parit Benut-Sp Jelutung-Pasir

Rp. 4.14 Miliar

APBN

Rp. 3.57 Miliar

APBN

Rp. 6,75 Miliar Rp. 8.04 Miliar Rp. 12.51 Miliar Rp. 22.5 Miliar Rp. 3.96 Miliar Rp. 4.62 Miliar Rp. 3.6 Miliar

APBN

APBN

APBN

APBN

APBN

APBN

APBN

Rp. 7.35 Miliar

APBN

Bab 4| Hal | 18

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

Program/Kegiatan Infrastruktur Panjang.

Lokasi

Volume

Nilai

Sumber Pembiayaan

A. Sistem Jaringan Jalan Preservasi Dan Peningkatan Jalan Tanjung Kolektor Primer 1 Parit rempak, pinang Kec. Meral-Pelabuhan Roro. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Tanjung Kolektor Primer 1 Sungai Pasirpinang Teluk Ranai-Teluk Sitimbut. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Tanjung Kolektor Primer 1 Pasir Panjangpinang Pelambung-Mentuda-Tanjung Balai. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Tanjung Kolektor Primer 1 Sp. Jelutungpinang Teluk Ranai. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Tanjung Kolektor Primer 1 Jalan Simpanganpinang Senggarang. Preservasi Dan Peningkatan Jalan Strategis Nasional Jalan Simpang Tanjung Gesek-Tanjung Uban, Kec. Bintan pinang Utara Peningkatan Jalan Bebas Tanjung Hambatan Simpang tiga Bundaran pinang Kabil, Kec. Nongsa-Pulau Tanjung Batam Sauh-Pulau Bintan. Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Bandar Bintan Sri Udana di Kecamatan Bintan Utara Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Bintan Tanjung Uban di Kecamatan Bintan Utara Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Sei Bintan Kolak Kijang di Kecamatan Bintan Timur Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Bintan Tanjung Berakit di Kecamatan Teluk Sebong Pengembangan dan Peningkatan Tanjungpi Lajur, jalur, atau jalan khusus nang angkutan massal di Kota Rp. 10.14 Miliar Rp. 6.03 Miliar Rp. 9.36 Miliar -

A22

3.38 Km

APBN

A23

-

APBN

A24

2.01 Km

APBN

A25

3.12 Km

APBN

A26

-

APBN

A27

-

-

APBN

A29

8.10 Km

-

Swasta/KPS/B UMN

A37

-

-

Swasta/KPS/B UMN

A38

-

-

Swasta/KPS/B UMN

A39

-

-

Swasta/KPS/B UMN

A40

-

-

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

A41

-

-

Bab 4| Hal | 19

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

Program/Kegiatan Infrastruktur Tanungpinang

Lokasi

Volume

Nilai

Sumber Pembiayaan

A. Sistem Jaringan Jalan Pengembangan dan Peningkatan Tanjung Terminal tipe B Terminal Bintan Pinang Center di Kecamatan Bukit Bestari Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Sri Tanjung Bintan Pura di Kecamatan Pinang Tanjungpinang Barat Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Batu Tanjung Enam di Kecamatan Tanjungpinang Pinang Timur Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Pelabuhan Tanjung Tanjung Mocho di Kecamatan Bukit Pinang Bestari E. Tatanan Kebandarudaraan Prioritas 1 Meningkatkan pengembangan dan fungsi bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Bandara Dabo Tanjung Singkep, Bandara Ranai dan Matak Pinang secara maksimal sebagai pusat pelayanan lokal Prioritas 2 Peningkatan kualitas dan kapasitas Tanjung bandara di Bandara Kijang (Raja Pinang Haji Fisabilillah) di Tanjungpinang, Pembangunan bandara/airstrip di Bintan Tambelan Bintan Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

A42

-

-

A43

-

-

A44

-

-

Swasta/KPS/B UMN

A45

-

-

Swasta/KPS/B UMN

Penyelenggaraan Transportasi Udara

E.5

-

-

Swasta/KPS/B UMN

-

-

E.2 E.6

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

-

-

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 20

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.5Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Jalan, Kereta Api dan Bandar Udara di Kawasan Bintan dan Tanjungpinang

Bab 4| Hal | 21

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.2.2. Tatanan Kepelabuhanan

Matrik Program/Kegiatan Prioritas Program/Kegiatan Kode Lokasi Volume Infrastruktur D. Tatanan Kepelabuhan Penyelenggaraan Pelabuhan Laut Prioritas 1 Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas D5 kabupaten/kota di Pelabuhan Bintan Tanjung Uban, Kec. Bintan Utara. Peningkatan Alur pelayaran nasional yang menghubungkan PelabuhanTanjung Berakit, Kec. Teluk Sebong dan D16 Bintan Pelabuhan Tanjung Uban, Kec. Bintan Utara dengan Pelabuhan nasional lainnya. (Bintan) Peningkatan Alur pelayaran internasional yang menghubungkan Pelabuhan D17 Sei Kolak Kijang, Kec. Bintan Bintan Timur dengan alur pelayaran internasional di Selat Malaka dan Selat Singapura. (Bintan). Peningkatan Lintas Tanjungp penyeberangan antar Provinsi inang D31 di Pelabuhan Sri Bintan Pura,Kec. Tanjungpinang Barat, Peningkatan Lintas Tanjungp penyeberangan antar Provinsi inang D32 di Pelabuhan Tanjung Mocho, Kec. Bukit Bestari, Kec. Bukit Bestari Peningkatan Lintas Tanjungp penyeberangan antar inang Kabupaten/ Kota di Pelabuhan D34 Sri Bintan Pura, Kec. Tanjungpinang Barat menuju ke Kabupaten/ Kota lain. Peningkatan Lintas angkutan Karimun D38 penyeberangan antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan

Nilai

Sumber Pembiayaan

Swasta/KPS/B UMN -

Swasta/KPS/B UMN

Swasta/KPS/B UMN

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

-

Swasta/KPS/B UMN

Bab 4| Hal | 22

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

D39

D40

D43

D44

D45

D52 D55 D56

D57

D58

D59

D63

Program/Kegiatan Lokasi Volume Infrastruktur Tanjung Balai Karimun menuju ke Kabupaten/ Kota Lain Peningkatan Lintas Bintan penyeberangan antar negara di Pelabuhan bandar Bintan Telani, Kec. Teluk Sebong, Peningkatan Lintas Bintan penyeberangan antar negara di Pelabuhan Tanjung Berakit, Kec. Teluk Sebong, Peningkatan Lintas Bintan penyeberangan antar provinsi di Pelabuhan Sri Bayi Intan, Kec. Bintan Timur Peningkatan Lintas Bintan penyeberangan antar provinsi di Pelabuhan Tanjung Uban, Kec. Bintan Utara menuju ke Provinsi lain. Peningkatan Lintas Bintan penyeberangan lintas kebupaten/kota di pelabuhan bandar Sri Udana, Kec. Bintan Utara Peningkatan pelabuhan umum Tanjungp Sri Bintan Pura, Kec. inang Tanjungpinang Barat dan Peningkatan pelabuhan umum Bintan Sri Udana, Kec. Bintan Utara, Peningkatan pelabuhan umum Bintan Sei Kolak Kijang, Kec. Bintan Timur, Peningkatan pelabuhan umum Bintan Tanjung Berakit, Kec. Teluk Sebong, Peningkatan pelabuhan umum Bintan Tanjung Uban, Kec. Bintan Utara. Peningkatan Alur pelayaran Batam nasional yang menghubungkan Terminal Kabil, Kec. Nongsa, Peningkatan alur pelayaran Tanjungp yang terdiri atas alur pelayaran inang Nasional di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kec.

Nilai

Sumber Pembiayaan

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN -

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

-

-

-

-

-

Bab 4| Hal | 23

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

Program/Kegiatan Infrastruktur Tanjungpinang Barat,

Lokasi

Volume

Nilai

Sumber Pembiayaan Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

D64

D65

D69

D70

D71

D72

D73

D74

D1

D2

Peningkatan alur pelayaran Tanjungp Pelabuhan Batu Enam, Kec. inang Tanjungpinang Timur, dan Peningkatan alur pelayaran Tanjungp Pelabuhan Tanjung Mocho, inang Kec. Bukit Bestari. Pengembangan/peningkatan Tanjungp Pelabuhan penyeberangan inang lintas antar Provinsi dan antar Negara di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kec. Tanjungpinang Barat, Pengembangan/peningkatan Tanjungp Pelabuhan penyeberangan inang lintas antar Provinsi dan antar Negara di Tanjung Geliga Pengembangan/peningkatan Tanjungp Pelabuhan penyeberangan inang lintas antar Provinsi dan antar Negara di Tanjung Mocho, Kec. Bukit Bestari. Pengembangan/peningkatan Tanjungp Pelabuhan Penyeberangan inang lintas antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kec. Tanjungpinang Barat, Pengembangan/peningkatan Tanjungp Pelabuhan lintas antar inang Kabupaten/ Kota di Pelabuhan Tanjung Mocho, Kec. Bukit Bestari, Pengembangan/peningkatan Tanjungp Pelabuhan lintas antar inang Kabupaten/ Kota diPelabuhan Dompak Seberang. Prioritas 2 Peningkatan Pelabuhan Bintan penyeberangan lintas provinsi dan antarnegara di Pelabuhan Bandar Bintan Telani, Kec. Teluk Sebong, Peningkatan Pelabuhan Bintan penyeberangan lintas provinsi

-

-

-

-

-

-

Swasta/KPS/B UMN

-

-

Swasta/KPS/B UMN

-

-

Swasta/KPS/B UMN

-

-

Swasta/KPS/B UMN

-

-

Swasta/KPS/B UMN

-

-

Swasta/KPS/B UMN

-

-

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN
Bab 4| Hal | 24

-

-

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

D3

D4

D6

D28

D29

D30

D33

D41

D42

Program/Kegiatan Infrastruktur dan antar negara di Pelabuhan Bandar Sri Udana, Kec. Bintan Utara, Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas provinsi dan antar negara di Pelabuhan Gisi Bandar Seri Bentan. Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas kabupaten/kota di Pelabuhan Sri Bayi Intan, Kec. Bintan Timur Peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dan antar negara di Pelabuhan Batu Ampar/Harbour Bay, Peningkatan Lintas penyeberangan antar Negara di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kec.Tanjungpinang Barat, Peningkatan Lintas penyeberangan antar Negara di pelabuhan Tanjung Geliga, Kec. Tanjungpinang Kota Peningkatan Lintas penyeberangan antar Negara di Pelabuhan Tanjung Mocho,Kec. Bukit Bestari (Kec. Bukit Bestari) menuju ke negara lain. Peningkatan Lintas penyeberangan antar Provinsi di Pelabuhan Dompak (Kec. Bukit Bestari) Seberang menuju ke Provinsilain. Peningkatan Lintas penyeberangan antar negara di Pelabuhan Bandar Sri Udana, Kec. Bintan Utara, Peningkatan Lintas penyeberangan antar negara di Pelabuhan Bandar Seri Banten menuju ke negara lain.

Lokasi

Volume

Nilai

Sumber Pembiayaan

Bintan Bintan Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

Batam Swasta/KPS/B UMN

Tanjungp inang

-

-

Swasta/KPS/B UMN

Tanjungp inang

-

-

Swasta/KPS/B UMN

Tanjungp inang Swasta/KPS/B UMN

Tanjungp inang -

Swasta/KPS/B UMN

Bintan Bintan Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

Bab 4| Hal | 25

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode

D46

D51

D53

Program/Kegiatan Lokasi Volume Infrastruktur Peningkatan Lintas Bintan penyeberangan lintas kebupaten/kota di Pelabuhan Gisi Bandar Seri Bentan menuju ke kabupaten/kota lain. Peningkatan pelabuhan Bintan umumBatu Enam, Kec.Tanjungpinang Timur, Peningkatan pelabuhan Tanjungp umumanjung Mocho, Kec.Bukit inang Bestari.

Nilai

Sumber Pembiayaan Swasta/KPS/B UMN

-

-

Swasta/KPS/B UMN Swasta/KPS/B UMN

-

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 26

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.6 Indikasi Program Infrastruktur Transportasi Pelabuhan

Bab 4| Hal | 27

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.2.3. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/ESDM, Jaringan Pipa Minyak dan Gas dan Jaringan Telekomunikasi

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

F.11

F.12

F.15

F.17

F.1 F.18

G.1

G.4

G.6

G.7

F. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/Esdm Prioritas 1 Pengembangan dan peningkatan SUTTKabel melalui jembatan penghubung Kota BatamBintan Kabupaten Bintan dari GI Tanjung Uban menuju ke GI Batu Besar. (Bintan) Pengembangan dan peningkatan SUTT yang Bintan dan menghubungkan tiap-tiap GI Air Tanjungpina RajaTanjungpinang, Km 66 Simpang Lagoi dan ng Simpang Lobam di Pulau Bintan. Pengembangan dan Peningkatan serta Batam Dan pemantapan GI Batu Besar dan GI Sei Baloi GI Tanjungpina Air Raja ng Pengembangan dan Peningkatan serta pemantapan GI Simpang Lobam, dan GI Bintan Tanjung Uban. (Bintan) Prioritas 2 Pengembangan dan peningkatan PLTU Galang Bintan Batang. (Bintan) Pengembangan dan peningkatan PLTU Sungai Bintan Lekop G. Jaringan Pipa Minyak Dan Gas Prioritas 2 Pengembangan dan Peningkatan Fasilitas penyimpanan berupa depo minyak bumi Bintan (Bintan) Pengembangan dan Peningkatan jaringan pipa gas bumi terdiri atas : A. Jaringan pipa gas huluperpipaan bawa laut yang terhubung menerus antara Natuna, Kawasan BBK dan Batam, Pulau Sumatera. B. Jaringan pipa gas transmisi Bintan dan perpipaan bawah laut yang terhubung Karimun menerus antara Pulau Sumatera, Kawasan BBK, Kawasan Johor Bahru, dan Negara Singapura. Pengembangan dan Peningkatan Jaringan pipa gas hulu perpipaan bawah laut yang Bintan terhubung menerus antara Natuna, Kawasan BBK dan Pulau Sumatera (Bintan). Pengembangan dan Peningkatan Jaringan pipa gas transmisi perpipaan bawah laut yang Bintan terhubung menerus antara pulau Sumatera, Kawasan BBK, Kawasan Johor-Bahru-Malaysia dan Negara Singapura (Bintan) H. Telekomunikasi

-

-

KPS/BUMN

-

-

KPS/BUMN

-

-

KPS/BUMN

-

-

KPS/BUMN

-

-

KPS/BUMN KPS/BUMN

-

-

SWASTA/KPS/ BUMN

-

-

SWASTA/KPS/ BUMN

-

-

SWASTA/KPS/ BUMN

-

-

SWASTA/KPS/ BUMN

Bab 4| Hal | 28

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Prioritas 1 H.8 H.10 H.11 H.12 H.14 Pengembangan dan Peningkatan STO Bandar Seri Bentan di Kecamatan Teluk Bintan dan Bintan SWASTA/KPS/ BUMN SWASTA/KPS/ BUMN SWASTA/KPS/ BUMN SWASTA/KPS/ BUMN SWASTA/KPS /BUMN SWASTA/KPS/ BUMN SWASTA/KPS/ BUMN SWASTA/KPS/ BUMN SWASTA/KPS/ BUMN Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

H.1

Pengembangan dan Peningkatan STO Tanjungpina ng Dompak di Kecamatan Bukit Bestari dan Pengembangan dan Peningkatan STO Tanjungpina Tanjungpinang Kota di Kecamatan ng Tanjungpinang Kota di Kota Tanjungpinang Karimun Pengembangan dan Peningkatan STO Tanjung Balai Karimun di Kecamatan Karimun dan Pengembangan dan peningkatan sistem Batam, jaringan Teresetrial dan Satelit di Kawasan Bintan dan BBK. Karimun Prioritas 2 Batam Pengembangan dan Peningkatan STO Nagoya di Kecamatan Lubuk Baja, Pengembangan dan Peningkatan STO Batam Center di Kecamatan Batam Kota, Pengembangan dan Peningkatan STO Muka Kuning diKecamatan Sei Beduk di Kota Batam; Pengembangan dan Peningkatan STO Kijang di Kecamatan Gunung Kijang di Kabupaten Bintan; Batam

-

-

-

-

-

-

H.2

Batam

-

-

H.7

Bintan

-

-

H.9

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 29

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.7 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Listrik, Pipa Minyak, Gas dan Telekomunikasi

Bab 4| Hal | 30

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.2.4. Keciptakaryaan

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

J.43 J.44

J.49

J.53

J.59

J.30

J.31

J.35

J.38

J.40

J.41

J.42

J. Ciptakarya Pengembangan Infrastruktur Permukiman Prioritas 1 Peningkatan kapasitas produksi Bintan air minum/air baku dari Lagoi Peningkatan kapasitas produksi air minum/air baku dari Waduk Tanjungpinang Sei Pulai Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan Bintan berupa unit air baku yang dipasok dari waduk sei pulai Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan Bintan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Lagoi Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang Tanjungpinang dipasok dari Waduk Sei Pulai (Tanjungpinang) Prioritas 2 Pengembangan dan peningkatan IPAL Gunung Bintan Kijang Pengembangan dan peningkatan IPAL Dompak dan Tanjungpinang IPAL Air Raja Pengembangan Dan Peningkatan Instalasi Bintan Pengolahan Limbah B3 di Sei Lekop Pengembangan dan peningkatan TPA diBintan Bintan Utara dan TPA Bintan Timur. Kawasan yang telayani Batam, Bintan infrastruktur persampahannya dan Karimun di provinsi Kepulauan Riau Prasarana pengumpulan Batam, Bintan sampah di provinsi Kepulauan dan Karimun Riau Prasarana persampahan Batam, Bintan terpadu 3R di provinsi dan Karimun Kepulauan Riau

-

KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN

KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN -

KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN -

Bab 4| Hal | 31

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Galang Batang Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sungai Gesek Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sungai Kawal Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Anculai Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Kangboi Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sekuning Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sungai Jago-Lepan, dan Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Tanjung Uban. (Bintan) penyelenggara air minum yang mendapatkan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan, di Provinsi Kepulauan Riau PDAM yang memperoleh pembinaan, provinsi Kepulauan Riau Pengelola air minum non-PDAM yang memperoleh pembinaan, di provinsi Kepulauan Riau Monitoring dan evaluasi kinerja pengembangan pengelolaan air Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan KPS/BUMN/APBN

J.50

Bintan

-

-

KPS/BUMN/APBN Bintan -

J.51

KPS/BUMN/APBN Bintan -

J.52

KPS/BUMN/APBN Bintan KPS/BUMN/APBN Bintan KPS/BUMN/APBN Bintan KPS/BUMN/APBN Bintan -

J.54

J.55

J.56

J.57

KPS/BUMN/APBN Bintan -

J.58

KPS/BUMN/APBN Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN

J.64

J.65

J.66 J.67

Bab 4| Hal | 32

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program/Kegiatan Infrastruktur minum, di Provinsi Kepulauan Riau PDAM yang dibina, di provinsi Kepulauan Riau Pembangunan Infrastruktur Drainase Kota Tanjungpinang, Pembangunan Infrastruktur Drainase Kecamatan Teluk Bintan, Kab. Bintan, Pembangunan Infrastruktur Drainase Kecamatan Tanjung Uban, Kec. Bintan Utara, Kab. Bintan. Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

J.68 J.70 J.72

Batam, Bintan dan Karimun Tanjungpinang Bintan

-

-

KPS/BUMN/APBN APBN APBN

APBN Bintan -

J.73

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 33

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.8 Indikasi Program Infrastruktur Keciptakaryaan

Bab 4| Hal | 34

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.2.5. Jaringan Sumber Daya Air

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

I.1 I.2 I.3 I.4 I.5 I.6 I.7 I.8 I.9 I.10 I.21 I.25 I.26

I.27

I.28

I.29

I.30 I.31 I.52

I. Sumber Daya Air Prioritas 1 Operasional dan Pemeliharaan Waduk Tanjungp Sei Pulai, inang Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Galang Batang, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Sungai Gesek, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Sungai Kawal, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Lagoi, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Anculai, Operasional dan Pemeliharaan Wadu Bintan kKangboi, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Sekuning, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Sungai Jago-Lepan, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Tanjung Uban. Operasional dan Pemeliharaan Waduk Bintan Sungai Gunung Jantan, Kapasitas tampung sumber air yang Bintan dibangun/ditingkatkan di Sungai Jago, Kapasitas tampung sumber air yang Bintan dibangun/ditingkatkan di Sungai Ekang Anculai, Kapasitas tampung sumber air yang Bintan dibangun/ditingkatkan di Sungai Bintan, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Bintan Kangboi, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Bintan Gesek, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Kawal Bintan dan Kapasitas tampung sumber air yang Bintan dibangun/ditingkatkan di Sungai lagoi. Kapasitas tampung sumber air yang Bintan dibangun/ditingkatkan di Sungai

-

-

KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN

Bab 4| Hal | 35

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan KPS/BUMN/APBN

I.54

I.55

I.56

I.57

I.58

I.59

I.60

I.61

I.62

I.63

I.81

I.83

I.84

I.49 I.82

gunung Jantan, Pembangunan/peningkatan Panjang Tanjungp sarana/prasarana pengendali banjir inang berupa Waduk Sei Pulai, Pembangunan/peningkatan Panjang Bintan sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Galang Batang, Pembangunan/peningkatan Panjang Bintan sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sungai Gesek, Pembangunan/peningkatan Panjang Bintan sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sungai Kawal, Pembangunan/peningkatan Panjang Bintan sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Lagoi, Pembangunan/peningkatan Panjang Bintan sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Anculai, Pembangunan/peningkatan Panjang Bintan sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Kangboi, Pembangunan/peningkatan Panjang Bintan sarana/prasarana pengendali banjir berupa Waduk Sekuning, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir Bintan berupa Waduk Sungai Jago-Lepan, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir Bintan berupa waduk Tanjung Uban. Pembangunan/peningkatan Panjang Tanjungp sarana/prasarana pengendali banjir inang berupa Waduk Sei Pulai, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir Bintan berupa Waduk Sungai Gunung Jantan di Sungai Gunung Jantan, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir Bintan berupa Waduk Sungai Pongkar di Sungai Pongkar, Prioritas 2 Kapasitas tampung sumber air yang Tanjungp dibangun/ditingkatkan di sungai Pulai. inang Pembangunan/peningkatan Panjang Tanjungp sarana/prasarana pengendali banjir inang berupaWaduk Estuary Dompak

-

-

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN

-

-

KPS/BUMN/APBN KPS/BUMN/APBN

Bab 4| Hal | 36

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode I.88 Program/Kegiatan Infrastruktur Pembangunan/peningkatan panjang sarana/prasarana pengaman pantai di Kota Tanjungpinang, Pembangunan/peningkatan panjang sarana/prasarana pengaman pantai di Kabupaten Bintan, Lokasi Tanjungp inang Bintan Volume Nilai Sumber Pembiayaan KPS/BUMN/APBN

I.89

KPS/BUMN/APBN

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 37

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.9 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Sumber Daya Air

Bab 4| Hal | 38

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

4.3 Kawasan Karimun
4.3.1 Sistem Jaringan Jalan, Kebandarudaraan, dan Kereta Api

Matrik Program/Kegiatan Prioritas Kode Volum e A. Sistem Jaringan Jalan Prioritas 1 Pengembangan dan Peningkatan Lajur, jalur, atau jalan khusus Karimun angkutan massal di Kabupaten Karimun Pengembangan dan Peningkatan Terminal tipe A di Kecamatan Karimun Tanjung Balai Karimun Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Parit Rempak di Karimun Kecamatan Meral Pengembangan dan Peningkatan Terminal Barang Malarko di Karimun Pelabuhan Tanjung Balai Karimun di Kecamatan Tebing E. Tatanan Kebandarudaraan Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Penyelenggaraan Transportasi Udara Prioritas 1 Pengembangan Bandara Sei Bati Karimun untuk dapat didarati Karimun pesawat udara berbadan sedang (semi wide body) Prioritas 2 Peningkatan kualitas dan kapasitas bandara di Bandara Sei Bati di Karimun Karimun Nilai Sumber Pembiayaan

A46

-

Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN Swasta/KPS/BU MN

A47

-

A48

-

A49

-

E.7

-

-

Swasta/KPS/BU MN

E.3

-

-

Swasta/KPS/BU MN

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 39

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.10 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Transportasi Jalan, Kereta Api, dan Bandar Udara di Kawasan Karimun

Bab 4| Hal | 40

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.3.2. Tatanan Kepelabuhanan

Matrik Program/Kegiatan Prioritas Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume D. Tatanan Kepelabuhan Penyelenggaraan Pelabuhan Laut Prioritas 1 Peningkatan Lintas angkutan penyeberangan antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Karimun Tanjung Balai Karimun menuju ke Kabupaten/ Kota Lain Peningkatan pelabuhan umum Tanjung Balai Karimun terdiri Karimun atas Terminal Parit rempak, Kec. Meral dan Terminal Malarko Peningkatan Alur pelayaran nasionalyang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Karimun dengan pelabuhan Nasional Lainnya Peningkatan Alur Pelayaran internasional yang Karimun menghubungkan terminal Parit rempak, Kec. Meral dan Peningkatan alur pelayaranTerminal Malarko Karimun dengan alur pelayaran internasional di Selat Malaka dan Selat Singapura Pengembangan/peningkatan Pelabuhan penyeberangan Karimun lintas antar Provinsi dana ntar Negara di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Pengembangan/peningkatan Pelabuhan penyeberangan lintas antar Provinsi dan antar Karimun Pelabuhan Tanjung Tiram (Kecamatan karimun dan Kecamatan Tebing). Prioritas 2 Peningkatan Lintas penyeberangan antar Negara di Karimun Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Nilai Sumber Pembiayaan

D38

-

Swasta/KPS/BUMN

D54

-

Swasta/KPS/BUMN

D66

-

Swasta/KPS/BUMN

D67

-

Swasta/KPS/BUMN

D68

-

Swasta/KPS/BUMN

D75

-

Swasta/KPS/BUMN

D76

-

Swasta/KPS/BUMN

D35

-

Swasta/KPS/BUMN

Bab 4| Hal | 41

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Kode Program/Kegiatan Infrastruktur Lokasi Volume Peningkatan Lintas penyeberangan antar Negara di Karimun Pelabuhan Tanjung Tiram menuju ke Negara Lain. Peningkatan Lintas penyeberangan antar Karimun Karimun menuju ke Provinsi lain. Pengembangan/penigkatan Pelabuhan penyeberangan Karimun lintas antar Kabupaten/Kota di Pelabuhan Parit rempak,

Nilai

Sumber Pembiayaan Swasta/KPS/BUMN

D36

-

-

D37

-

-

Swasta/KPS/BUMN

D77

-

-

Swasta/KPS/BUMN

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 42

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.11 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Transportasi Pelabuhan di Kawasan Karimun

Bab 4| Hal | 43

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.3.3. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/ESDM, Jaringan Pipa Minyak dan Gas dan Jaringan Telekomunikasi

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program Infrastruktur Lokasi Volum e Nilai Sumber Pembiayaan

F.14 F.16

F.10

G.4

G.5

F. Sistem Jaringan Transmisi Listrik/Esdm Prioritas 1 Pengembangan dan peningkatan SUTT yang Karimun menghubungkan tiap-tiap GI di Pulau Karimun. Pengembangan dan Peningkatan serta pemantapan GI Karimun Tanjung Balai Karimun dan GI Pulau Parit GI KM 66 Simpang lagoi, Prioritas 2 Pengembangan dan peningkatan Pembangkit Listrik Karimun Tenaga Gas Uap Tanjung Sengkuang. Meral dan PLTU Tanjung Sebatak G. Sistem Jaringan Pipa Minyak Dan Gas Prioritas 2 Pengembangan dan Peningkatan jaringan pipa gas bumi Batam, terdiri atas : A. Jaringan pipa gas huluperpipaan bawa Bintan laut yang terhubung menerus antara Natuna, Kawasan dan BBK dan Pulau Sumatera. B. Jaringan pipa gas transmisi Karimun perpipaan bawah laut yang terhubung menerus antara Pulau Sumatera, Kawasan BBK, Kawasan Johor Bahru, dan Negara Singapura. Karimun Pengembangan dan Peningkatan Fasilitas penyimpanan berupa depo minyak bumi (Karimun) Pengembangan dan Peningkatan Jaringan pipa gas hulu Karimu perpipaan bawah laut yang terhubung menerus antara n Natuna, Kawasan BBK dan Pulau Sumatera (Karimun). Pengembangan dan Peningkatan Jaringan pipa gas Karimu transmisi perpipaan bawah laut yang terhubung n menerus antara pulau Sumatera, Kawasan BBK, Kawasan Johor-Bahru-Malaysia dan Negara Singapura (Karimun) H. Sistem Jaringan Telekomunikasi Prioritas 1 Karimu Pengembangan dan Peningkatan STO Tanjung Balai n Karimun di Kecamatan Karimun dan Pengembangan dan Peningkatan STO Tanjung Selayang di Kecamatan Tebing diKabupaten Karimun. Pengembangan dan peningkatan sistem Teresetrial dan Satelit di Kawasan BBK. jaringan Karimu n Batam, Bintan dan Karimun

-

-

KPS/BUMN KPS/BUMN

-

KPS/BUMN

-

-

SWASTA/KPS/B UMN

-

-

SWASTA/KPS/B UMN SWASTA/KPS/B UMN SWASTA/KPS/B UMN

-

-

G.10

-

-

G.11

-

-

H.12

SWASTA/KPS/B UMN SWASTA/KPS/B UMN SWASTA/KPS/B UMN

-

-

H.13

-

-

H.14

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 44

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.12 Indikasi Program Infrastruktur Jaringan Listrik, Pipa Minyak, Gas Dan Telekomunikasi

Bab 4| Hal | 45

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.3.4. Keciptakaryaan

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

J.45

J.46

J.47

J.48

J.60

J.61

J.62

J.63

J. Ciptakarya Pengembangan Infrastruktur Permukiman Prioritas 1 Peningkatan kapasitas produksi Karimun air minum/air baku dari Waduk Sei Bati Peningkatan kapasitas produksi Karimun air minum/air baku dari Sei Pongkar Peningkatan kapasitas produksi Karimun air minum/air baku dari Sei Gunung Jantan Peningkatan kapasitas produksi Karimun air minum/air baku dari Waduk Sentani Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan Karimun berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sei Bati, Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan Karimun berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sei Pongkar, Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan Karimun berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sei Gunung Jantan dan Pengembangan dan peningkatan jaringan perpipaan Karimun berupa unit air baku yang dipasok dari Waduk Sentani. Prioritas 2 Pengembangan Infrastruktur Permukiman Pengembangan dan peningkatan IPAL Meral Pengembangan Dan Peningkatan Instalasi Pengolahan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Di Kawasan pergudangan Pelabuhan Tanjung Mocho di Kabupaten Karimun

-

KPS/BUMN/APBN

-

KPS/BUMN/APBN

-

KPS/BUMN/APBN

-

KPS/BUMN/APBN

-

KPS/BUMN/APBN

-

KPS/BUMN/APBN

-

KPS/BUMN/APBN

-

KPS/BUMN/APBN

J.32

Karimun

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.36

Karimun

-

-

KPS/BUMN/APBN

Bab 4| Hal | 46

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Kode Program Infrastruktur Pengembangan dan peningkatan TPA di Sememal Desa Pangke Kecamatan Meral. Kawasan yang telayani infrastruktur persampahannya di provinsi Kepulauan Riau Prasarana pengumpulan sampah di provinsi Kepulauan Riau Prasarana persampahan terpadu 3R di provinsi Kepulauan Riau penyelenggara air minum yang mendapatkan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan, di Provinsi Kepulauan Riau PDAM yang memperoleh pembinaan, di provinsi Kepulauan Riau Pengelola air minum non-PDAM yang memperoleh pembinaan, di provinsi Kepulauan Riau Monitoring dan evaluasi kinerja pengembangan pengelolaan air minum, di Provinsi Kepulauan Riau PDAM yang dibina, di provinsi Kepulauan Riau Pembangunan Infrastruktur Drainase Kecamatan Meral Kab. Karimun, Lokasi J. Ciptakarya J.39 Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Batam, Bintan dan Karimun Karimun KPS/BUMN/APBN Volume Nilai Sumber Pembiayaan

J.40

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.41

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.42

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.64

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.65

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.66

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.67

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.68

-

-

KPS/BUMN/APBN

J.71

-

-

APBN

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 47

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.13 Indikasi Program Infrastruktur Keciptakaryaan

Bab 4| Hal | 48

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 4.3.5. Jaringan Sumber Daya Air

Matrik Program/Kegiatan Prioritas
Kode Program Infrastruktur Lokasi Volume Nilai Sumber Pembiayaan

I. Sumber Daya Air Prioritas 1 I.22 Operasional dan Pemeliharaan Waduk Sungai Pongkar, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Sei Bati, Operasional dan Pemeliharaan Waduk Sentani. Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di sungai Sei Bati, Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di Sungai Pongkar, Karimun Karimun KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN

I.23

-

-

I.24

Karimun

-

-

I.50

Karimun

-

-

I.51

Karimun

-

-

I.85

I.86

I.53

Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir Karimun berupaWaduk Sei Bati di Sungai Sei Bati, Pembangunan/peningkatan Panjang sarana/prasarana pengendali banjir Karimun berupaWaduk Sentani di Sungai Ambat. Prioritas 2 Karimun Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan di sungai Ambat, Pembangunan/peningkatan panjang sarana/prasarana pengaman pantai di Kabupaten Karimun Karimun

-

-

-

-

-

-

KPS/BUMN/AP BN KPS/BUMN/AP BN

-

-

I.90

Sumber: Hasil Sinkronisasi Aspek Fungsi, Lokasi dan Waktu, tahun 2013

Bab 4| Hal | 49

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun Peta 4.14 Indikasi Program Infrastruktur Sumber Daya Air

Bab 4| Hal | 50

BAB 5 PENUTUP

Buku Penyepakatan Rencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

BAB 5 Penutup
Demikianlah Buku Penyepakatan ini buat sebagai bentuk fasilitasi dari Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional dalam upaya untuk mewujudkan keterpaduan program investasi infrastruktur jangka menengah di Kawasan Strategis Nasional di Batam Bintan dan Karimun. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Gubernur Kepulauan Riau, Sekretari Dewan Kawasan BBK, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun, Para Kepala Biro Perencanaan BP KPBPB Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun. Kepala Badan dan Kepala Dinas Provinsi, Walikota Batam, Kepala Badan dan Kepala Dinas, Walikota Tanjungpinang, Kepala Badan dan Kepala Dinas, Bupati Bintan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bintan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bintan, Bupati Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Karimun dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Karimun.

Kontak Informasi

Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum Telp/Fax. 021-Jl. Pattimura 20, Jakarta Selatan (12110) Email : dirwilnas_taru@pu.go.id

Bab 5| Hal | 1

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

Lampiran Berita Acara Penyepakatan

Lampiran| Hal | 1

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Tanjungpinang : Jl. Basuki Rachmat No. 2-3, Telp.: (0771) 317639 Fax : (0771) 317614, Kode Pos : 29122 Perwakilan Batam : Gedung Graha Kepri (Lt.5), Jl. Engku Putri No.8, Batam Centre, Telp./Fax. : (0778) 470651

BERITA ACARA KESEPAKATAN FASILITASI DAN KOORDINASI KETERPADUAN PROGRAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN STRATEGIS NASIONAL (KSN) BATAM BINTAN KARIMUN

Pada hari ini, Senin tanggal empat bulan juni tahun dua ribu dua belas (4-6-2012) bertempat di Ruang Rapat Kantor Sekretariat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam/Bintan/Karimun, kami yang bertanda tangan dibawah ini:

1. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam 2. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan 3. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Tanjungpinang 4. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun 5. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, yang diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas
Pekerjaan Umum.

6. Pemerintah Daerah Kota Batam, yang diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Pekerjaan
Umum

7. Pemerintah Daerah Kota Tanjungpinang, yang diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas
Pekerjaan Umum

8. Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan, yang diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas
Pekerjaan Umum

9. Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, yang diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas
Pekerjaan Umum

Telah mengadakan rapat koordinasi guna melakukan sinkronisasi dan keterpaduan program pengembangan infrastruktur kawasan strategis nasional serta rencana implementasi program dan kegiatan pembangunan infrastruktur di kawasan strategis nasional Batam Bintan dan Karimun dengan hasil sebagai berikut; 1. Masing masing orang berkomitmen untuk bersama-sama mengambil peran dan tanggungjawab dalam rangka pembangunan infrastruktur kawasan.
Lampiran| Hal | 2

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun 2. Memegang teguh perencanaan tata ruang kawasan Batam Bintan dan Karimun sebagai acuan dalam implementasi kegiatan infrastruktur di masing-masing kabupaten/kota yang ada didalamnya. 3. Untuk menghindari terjadinya kurang padu serasi, diharapkan masing-masing pihak agar dalam implementasi disesuaikan dengan aturan dan kewenangan dari masing-masing pihak dengan menjalin koordinasi buat masing-masing pihak. 4. Matrik program pengembangan infrastruktur terlampir.

Demikian berita acara kesepakatan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Batam, Oktober 2013

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU Kepala Bappeda Kepala Dinas Pekerjaan Umum

_________________________

____________________________

DEWAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM BINTAN KARIMUN Kepala Biro Perencanaan KPBPB Batam Kepala Biro Perencanaan KPBPB Bintan

_____________________________

______________________________

Kepala Biro Perencanaan KPBPB Tanjungpinang

Kepala Biro Perencanaan KPBPB Karimun
Lampiran| Hal | 3

_____________________________

_______________________________

Buku PenyepakatanRencana Terpadu Dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Batam Bintan Karimun

PEMERINTAH KOTA BATAM

Kepala Bappeda

Kepala Dinas Pekerjaan Umum

______________________________

_________________________________

PEMERINTAH KABUPATEN BINTAN Kepala Bappeda Kepala Dinas Pekerjaan Umum

______________________________

________________________________

PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG Kepala Bappeda Kepala Dinas Pekerjaan Umum

______________________________

________________________________

PEMERINTAH KABUPATEN KARIMUN Kepala Bappeda Kepala Dinas Pekerjaan Umum

________________________________

______________________________

Lampiran| Hal | 4

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->