Anda di halaman 1dari 34

Pedoman Pengendalian Diabetes Melitus

SILMINATI NUR SAADAH 030.08.227 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

Epidemiologi,
Diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta orang Riskesdas tahun 2007: proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Dan daerah pedesaan, DM menduduki ranking ke-6 yaitu 5,8%.

Tujuan program pengendalian DM


Terselenggaranya pengendalian faktor risiko untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang disebabkan DM

Pengendalian DM lebih diprioritaskan pada pencegahan dini melalui upaya pencegahan faktor risiko DM yaitu upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1575 tahun 2005


Dibentuk Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular yang mempunyai tugas pokok memandirikan masyarakat untuk hidup sehat melalui pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya penyakit DM yang

mempunyai faktor risiko bersama.

Diabetes Mellitus

Diabetes merupakan keadaan yang timbul karena ketidakmampuan tubuh mengolah karbohidrat/glukosa akibat kurangnya jumlah insulin atau insulin tidak berfungsi sempurna

glukosa

Energi

sel

PERAN INSULIN

Tipe Diabetes Melitus Diabetes Tipe 1 Diabetes Tipe 2 Diabetes dalam Kehamilan Diabetes Tipe Lain

Kelainan pada DM tipe 2


Penderita DM tipe 2: Glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel karena sel resisten terhadap insulin

Orang normal: Glukosa dapat masuk ke dalam sel dengan mudah

Faktor Risiko Diabetes Mellitus


Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan
Riwayat diabetes dalam keluarga Umur Jenis kelamin

Faktor risiko yang dapat dikendalikan


Kegemukan Tekanan darah tinggi Kadar kolesterol Toleransi glukosa terganggu Kurang gerak

BODY MASS INDEX ( BMI ) atau INDEKS MASSA TUBUH ( IMT )


BMI = BB ( Kg ) { TB ( m ) }2
Klasifikasi BMI :

Berat badan kurang < 18.5 Berat badan normal 18.5 - 22 Berat badan lebih 23.0 Dengan resiko 23.0 24.9 Obes I 25.0 25.9 Obes II 30.0

Gejala-gejala yang Sering Timbul


Rasa haus yang berlebihan Sering BAK Rasa lapar yang berlebihan Pandangan kabur, sering berganti ukuran kacamata Kesemutan Luka yang lama sembuh Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya

Apa yang Terjadi Bila Seseorang Menderita Diabetes?

Efek jangka pendek Efek jangka panjang

Efek jangka panjang


Menyebabkan stroke & serangan jantung Menyebabkan kebutaan Peredaran darah ke tungkai atau lengan terganggu, luka sukar sembuh Ginjal menjadi rusak dan gagal berfungsi Gangguan sel saraf, sehingga reaksi terhadap rangsang terganggu Gangguan fungsi seksual

Pemicu kadar gula darah rendah/hipoglikemia:


mengabaikan makan aktivitas yang meningkat olahraga berat minum obat terlampau banyak suntikan insulin dosis tinggi perubahan kebutuhan tubuh akan obat konsumsi alkohol

Gejala kadar gula darah rendah: rasa gemetar dan oyong rasa lemas dan lapar berkeringat dingin sakit kepala pandangan kabur/gelap perasaan gugup

Diabetes memang tidak dapat disembuhkan, tapi DAPAT DIKENDALIKAN.

Kebijakan departemen kesehatan tentang pengendalian DM

Strategi Pengendalian

Strategi Pengendalian

Kegiatan Pengendalian Diabetes Melitus

Berperan aktif dalam proses pengobatan


cari informasi mengenai diabetes
buat jadwal pemeriksaan rutin

minta rujukan ke ahli gizi, dokter kesehatan olahraga, atau dokter spesialis yang lain, jika perlu.

Pola makan yang baik

Makan teratur sesuai kebutuhan Makan beragam makanan Batasi makanan lemak, terutama lemak hewani Jarak makan besar 4 6 jam Hindari makanan kaya gula Jangan minum alkohol Batasi konsumsi garam

PIRAMIDA MAKANAN
2-3 porsi lauk hewani 2-3 porsi lauk nabati

3-4 porsi sayur

2-3 porsi buah 3-5 porsi makanan pokok

Hidup lebih aktif


Rencanakan untuk bergerak aktif 30 menit atau lebih setiap hari Aktivitas dapat dibagi menjadi kegiatan kecil sehingga total menjadi 30 menit Pilih kegiatan yang diminati dan sesuai kemampuan Konsultasikan kepada dokter mengenai jenis olahraga, pengaturan pola makan dan pengaruhnya terhadap pengobatan

Minum obat sesuai dengan anjuran Dokter

Patuhi jadwal minum obat Jangan mengubah dosis tanpa sepengetahuan dokter Bagi yang menggunakan insulin patuhi jadwal makan Anda demi keberhasilan terapi

Periksa kadar gula darah secara teratur


Catat:

nilai kadar gula darah tanggal pemeriksaan obat yang diminum kondisi tubuh saat pemeriksaan

Perhatikan kaki Anda

Periksa kaki Anda setiap hari. Jagalah agar kaki Anda selalu bersih, kering dan lembut Gunakan kaus kaki dan alas kaki yang nyaman Potong kuku jari kaki lurus, sejajar dengan ujung jari

Periksa mata Anda Secara teratur

Amati adakah gangguan pada mata Anda Mintalah kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan secara rutin

TERIMA KASIH