Anda di halaman 1dari 3

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.

) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN, DAN NILAI HEMATOKRIT PADA AYAM YANG DIINFEKSI DENGAN Eimeria tenella

Disusun Oleh : Qoyyimah Yuliani Ade Ayu Gustiari Retna Hermawati 111810401001 111810401009 111810401023

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2013

I.

Tujuan

: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan perasan, infusa

dan ekstrak Patikan Kebo ( Euphorbia hirta L.) terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit pada ayam yang diinfeksi dengan Eimeria tenell II. Statement : tumbuhan Patikan kebo merupakan tumbuhan liar yang termasuk dalam jenis tumbuhan gulma, yaitu tumbuhan yang kehadirannya tidak dikehendaki. Namun, pada dasarnya tumbuhan tersebut memiliki potensi yang luar biasa karena memiliki kandungan senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri dan antiinflamasi dan juga bersifat antitrombik yang efektif untuk meningkatkan jumlah eritrosit maupun trombosit dengan meningkatkan jumlah sitokin.

III. Hipotesis(H1)

: adanya pengaruh pemberian sediaan perasan, infusa dan

ekstrak Patikan Kebo ( Euphorbia hirta L.) terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit pada ayam yang diinfeksi dengan Eimeria tenella IV. Variabel : Variabel Sebab Variabel Bebas: sediaan Patikan Kebo ( Euphorbia hirta L.) Variabel Moderat: kondisi patologis dan fisiologis Eimeria tenella dan umur ayam sampel. Variabel Kendali: genus ayam, dosis sediaan, penyuntikan ookista infektor pada ayam sampel Variabel Random: cara pemeliharaan dan pembersihan kandang ayam, serta pemberian nutrisi pada ayam, Variabel Penghubung : proses metabolik bakteri Eimeria tenella dan psroses alelopatik senyawa yang terdapat pada sediaan.

Variabel Akibat : kenaikan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit pada ayam yang diinfeksi dengan Eimeria tenella

V. Rancangan penelitian : penelitian tersebut menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) karena media percobaan dianggap homogen (seragam/sama). VI. Ulangan (r) : ulangan dilakukan sebanyak 6 kali VII. Perlakuan (t) : ada 4 perlakuan yang digunakan yaitu : 1. P0 : kontrol 2. P1 : terapi dengan bentuk sediaan perasan 3. P3 : terapi dengan bentuk sediaan infusa 4. P4 : terapi dengan bentuk sediaan ekstrak VIII. Jumlah Sampel : jumlah sampel yang digunakan dalam percobaan tersebut adalah 24 sampel