Anda di halaman 1dari 6

PERENCANAAN REKLAMASI PASANG SURUT SISTIM KOLAM

Diketahui: 1. Data Tanah a. Area yang direklamasi : 60.000.000 m2 b. 2/3 luas area untuk pertanian c. Direncanakan irigasi sistim kolam pasang dengan garpu : 40.000.000 m2 d. Peta tanah tinjau terdiri dari Clay : 30.000.000 m2 Sand : 6.000.000 m2 Peat : 4.000.000 m2 2. Data Tanaman a. Tanaman padi pada clay : 27.000.000 m2 b. Tanaman sekunder pada peat : 8.000.000 m2 c. Tanaman tebu pada sand : 5.000.000 m2 d. Tanaman tebu pada clay : 5.000.000 m2 3. Data Saluran dan Kolam a. Saluran primer : 2 km b. Saluran sekunder : 2 x 6 km c. Direncanakan 2 kolam pasang berukuran : 400 x 300 m d. Direncanakan 2 saluran tersier dengan panjang 3 km dan 1,5 km dan jarak antar saluran 200 m e. Lapisan pyrite terletak pada kedalaman > 1 m f. Beda tinggi di pengambilan 2 m g. Beda tinggi di kolam pasang 1,5 m 4. Data Klimatologi a. Hujan hari ke 1 : 150 mm b. Hujan hari ke 2 : 175 mm c. Hujan hari ke3 : 195 mm d. Genangan : ( a + b + c )/ 3 < 200 mm < 150 mm e. Kadar BOD : 50 f. COD/BOD :5 g. Eo : 5 mm/hari 5. Asumsi a. Kecepatan drainasi Saluran primer : 1 m/det Saluran sekunder : 0,6 m/det

b.

c.

d. e.

Saluran tersier Kecepatan suplai Saluran primer Saluran sekunder Saluran tersier Infiltrasi tanah Clay Peat Sand Penggenangan dekat sungai Penggenangan jauh sungai

: 0,4 m/det : 0,5 m/det : 0,35 m/det : 0,25 m/det : 10 mm/hari : 250 mm/hari : 150 mm/hari : 8 jam : 7 jam

Direncanakan: 1. Lebar saluran primer dan sekunder 2. Kapasitas saluran drainasi pada saluran tersier

Penyelesaian: D(n) = R(n)T + (IR ET P) S Dari rumus di atas D(3 hari) = 108 Dm f Dc DC = D(3) / (3 x 8,64) = 24/14 = f x Dm = A x Dc = 4 l/det/ha faktor drainasi yang disebabkan pasang surut = (24 / 14) x 4 l/det/ha = 7 l/det/ha

Asumsi

1 m (max kedalaman) 3000 m

0,7 m

V I

=CRI = (1 0,7) / 3000 = 0,0001 (sal di suplai)

V drainasi di saluran tersier = 0,4 m/det Luas tersier = 3000 x 200 = 60 Ha = 60 Ha x 7 l/det/Ha = 420 l/det = 0,42 m3 = 0,42/0,4 = 1 m

Sehingga DC = A x Dc A (luas) saluran tersier

Sehingga direncanakan = A = b x h H = 1 m, b = 1m Perencanaan Saluran Suplai Eo e = 5 mm/hari = K1 x K2 x Eo (harga k didapat dari tabel) = 4,5 mm/hari = 3,0 mm/hari (pada tanah sand)

Areal tanaman padi (sawah) = 1,2 x 0,75 x 5 Areal tanaman sekunder = 0,4 x 1,5 x 5

2. Kebutuhan Air Irigasi Eo = 5 mm/hari

Rumus = e = K1 x K2 x Eo Kebutuhan air tanaman masing-masing jenis tanaman o Untuk tanaman padi (sawah) e = K1 x K2 x Eo clay = 1,2 . 0,75 . 5 = 4,5 mm/hari o Untuk tanaman sekunder e = K1 x K2 x Eo sand = 0,4 . 1,5 . 5 = 3,0 mm/hari o Untuk tanaman tebu e = K1 x K2 x Eo clay = 0,8 . (1,2+0,75)/2 . 5 = 4,5 mm/hari Kebutuhan air tanaman (consumtive use) Luas lahan A = 40.000.000 m2 (data) ( ) ( ( ) ( )

K1=utk padi 1,2 K2=utk clay 0,75

K1=utk tanaman sekunder 1,2 K2=untuk clay 0,75

K1=untuk padi 1,2 K2=untuk clay 1,2 K3=untuk gambut 0,75

) (

) )

Kebutuhan air untuk infiltrasi tergantung jenis tanah o


( ) ( ( ) ( ) ( ) ) ( )

= 55 mm/hari Rata-rata penggenangan 7 jam maka, besarnya infiltrasi Kebutuhan air untuk pembibitan =0 Ir= Wr curah hujan efektif Sehingga, Ir = er + infiltrasi (penggenangan 7 jam) = 4,6375 + 16,042 = 21 mm = 0,02 m

= (7/24) x 55 mm/hari = 16,042 mm

3. Karakteristik muka air

(Normal) = 0,7 (long) = 0,6 (friction) a = h2 = 1,5 m b= h1 = 2,0 m c = hs = 1,5 m hp = hs + h1 = 1,5 + 2 = 3,5 m Kondisi pasang Air di saluran = (h1-h2) / 2 = (2- 1,5) / 2 = 0,25 Karena di bawah EL 0,00 maka = -0,25

4. Perencanaan dimensi saluran a. Di saluran Primer Q = A . Vr Q= debit di saluran A = luas penampang saluran Vr= kecep di saluran primer A= b x (hp+hs) / 2 = b x (3,5 + 1,5) /2 = b.2,5 V1-V2 = Q unt 10 jam V1= vol air pasang V2=volume air surut

V1-V2 = area x tinggi kebut Air x n =(2/3 x 60.000.000) x 0,02 x 2,5 = 2.000.000 m3 Ket : 2/3 luas lahan pertanian n =konstanta target bentuk area n =normal (tabel) 2,5

kondisi di saluran saat suplai (10 jam) kondisi kesetimbangan A sal. Vkecp primer . 10 jam (b . 2,5) x 0,5 x (10 x 3600) b = 44,44 m = 45 m Vii = 2/3 x 0,5 = 0,34 m/det = vol pasang surut = 2.000.000

Kedalaman air di saluran sekunder hr = Sii =


{ }