Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

FOTOMETRI

Disusun oleh :

Nama : Nanang Suwandana NIM : 12/331632/PA/14792 Prodi : Geofisika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS GADJAH MADA

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cahaya adalah suatu bentuk pancaran tenaga atau enrgi elektromagnet yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita di bumi ini, karena dengan adanya cahaya kita dapat melihat benda atau sesuatu hal dengan jelas. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan berbagai macam sumber cahaya, misalnya cahaya lampu, lilin, sinar matahari dan sebagainya. Setiap sumber cahaya memiliki nilai kuat cahaya (intensitas cahaya) yang berbeda-beda. Untuk mengukur nilai kuat cahaya dari sumbar cahaya kita dapat menggunakan alat yang dinamakan fotometer. Fotometer merupakan alat yang digunakan mengukur intensitas pencahayaan atau penyinaran. Prinsip dasar fotometri adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang dilewatinya. Suatu fotometer adalah kata umum yang meliputi alat -alat untuk mendeteksi intensitas cahaya hamburan, penyerapan, fluorensi. Kebanyakan fotometer berlandaskan pada sebuah fotoresistor atau fotodioda. Masing-masing mengalami perubahan sifat kelistrikan ketika disinari cahaya, yang selanjutnya dapat dideteksi dengan suatu rangkaian elektronik tertentu. Sedangkan fotometri adalah bagian dari optik yang mempelajari mengenai kuat cahaya (intensity) dan derajat penerangan (brightness). Suatu sumber cahaya memancarkan cahaya dengan intensitas (I) tertentu tergantung pada kuat

penerangannya dan jarak dari suatu titik terhadap sumber cahaya tersebut. Dalam percobaan ini, yaitu fotometri, kami berusaha menentukan nilai intensitas cahaya serta menganalisa hubungan antara jarak sumber cahaya dan tegangan terhadap nilai intensitas cahaya dengan menggunakan fotometer tersebut. 1.2 Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk: a. Menentukan intensitas lampu sebagai fungsi dari daya listrik yang diserap oleh lampu itu b. Menentukan hubungan antara jarak sumber cahaya (D) dan tegangan (V) terhadap nilai intensitas cahaya

II DASAR TEORI Bohlam menyala karena menyerap daya listrik. Daya listrik tidak seluruhnya diubah menjadi cahaya, tetapi sebagian berubah menjadi panas. Ini terbukti, ketika bohlam menyala, kawat wolfram di dalam lampu memijar dan gelas penutupnya menjadi panas. Bahkan keramik tumpuan lampu juga ikut memanas. Bohlam memancarkan intensitas cahaya yang besar bila menyerap daya listrik yang besar pula. Daya listrik yang diserap bohlam sebanding dengan besar tegangan yang terpasang. Intensitas cahaya adalah jumlah energi cahaya yang menembusi luasan secara normal per satuan wktu per satuan luas. Intensitas cahaya oleh pancaran bohlam biasa diukur dengan luxmeter, dan dinyatakan dalam satuan lux. Lampu jalanan dapat menyala otomatis ketika malam hari (intensitas cahaya kecil) karena dilengkapi dengan LDR ( Light Dependent Resistor ). LDR merupakan sebuah sensor bergeometri silinder kecil yang nilai tahanannya besar jika intensitas cahaya yang diterima besar. LDR bereaksi otomatis terhadap intensitas cahaya. Ada kesetaraan antara nilai terbaca oleh luxmeter dalam lux dan dengan LDR dalam ohm. Intensitas cahaya berkurang bila jarak dari sumber semakin jauh, dan nilainya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumber penerang. Lampu penerang, termasuk bohlam, disebut berkualitas baik apabila mampu memberikan intensitas cahaya lebih besar pada konsumsi daya listrik kecil. Fotometri adalah bagian dari optik yang mempelajari mengenai kuat cahaya (intensity) dan derajat penerangan (brightness). Cahaya adalah foton, dimana foton tersebut merambat membawa paket-paket energi gelombang elektromagnetik. Secara eksperimental, mata sensitif terhadap panjang gelombang daerah rendah dari pancaran cahaya sehingga dapat membedakan intensitas antara dua sumber cahaya yaitu dengan mengukur jumlah daya yang dipancarkan oleh cahaya tampak. Jumlah luks pancaran cahaya yang sama oleh mata diterima berbeda untuk tiap warna. Panjang gelombang cahaya yang dapat ditangkap oleh mata adalah 400-700 nm.

Gambar 1. Spektrum Cahaya Intensitas cahaya oleh oleh pancaran bohlam biasa diukur dengan luxmeter dan dinyatakan dalam satuan lux. Lampu cahaya di jalanan dapat menyala otomatis ketika malam hari (intensitas cahaya kecil) karena dilengkapi dengan LDR (Light Dependent Resistor). LDR merupakan sebuah sensor bergeometri silinder kecil yang nilai tahanannya besar jika intensitas cahaya yang diterima besar LDR bereaksi otomatis terhadap intensitas cahaya. Ada kesetaraan antara nilai terbaca oleh luxmeter dalam lux dan LDR dalam ohm. Intensitas cahaya makin berkurang bila jarak dari sumber semakin jauh, begitu pula sebaliknya. Nilai intensitas cahaya dapat dinyatakan dengan rumusan: I=ax Dengan I menyatakan Intensitas cahaya (lux), a dan b merupakan suatu konstanta dan R adala hambatan (). Sedangkan nilai hambatan memenuhi rumusan: R

R menyatakan nilai hambatan (), V menyatakan nilai tegangan (volt), I menyatakan kuat arus listrik (ampere) dan P menyatakan besarnya daya listrik (watt). Lampu penerang termasuk bohlam disebut berkualitas baik apabila mampu memberikan intensitas cahaya lebih besar pada konsumsi daya listrik kecil.

III METODE EKSPERIMEN 3.1 Metode yang Digunakan a. Metode grafik Praktikum kali ini menggunakan metode grafik untuk menghasilkan penyajian, pengumpulan dn interpretasi data dengan mudah. Selain itu dengan menggunakan metode grafik maka praktikan akan mampu memberikan gambaran yang jelas terkait dengan data yang diperoleh. Grafik dapat digunakan untuk menunjukkan ketergantungan suatu besaran terhadap besaran lain secara sangat jelas. Grafik garis tunggal hanya dapat digunakan untuk menghubungkan dua besaran ke satu besaran yang lain, sehingga apapun yang lain mesti tetap konstan. Grafik sering digunakan untuk membangun pola variasi, yaitu membangun hukum yang dapat digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang b. Metode titik sentroid Metode titik sentroid hampir sama dengan metode grafik, hanya saja dalam metode ini tercantum besar ralat pada grafik yang disebut bendera. Dengan menggunakan metode titik sentroid, praktikan akan lebih mudah menghitung nilai dari konstanta yang akan dicari. Meskipun demikian, dalam menentukan titik sentroid pada grafik yang dibuat diperlukan ketelitian dan kecermatan. Hal ini untuk memperoleh konstanta dan nilai ralat yang mendekati referensi. 3.2 Alat dan Bahan a. Bohlam, sebagai sumber cahaya (tanpa selubung dan dengan selubung) b. Kotak hitam sebagai penutup c. Bangku optic d. Luxmeter e. LDR (Light Dependent resistor) f. Multimeter g. Variac (travo yang dapat diatur) h. Beberapa penggeser i. Sumber listrik j. Penggaris

3.3 Skema Percobaan

Gambar 2. Fotometer 3.4 Tata Laksana Percobaan 3.4.1. Percobaan 1 Variasi Jarak a. Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum b. Alat-alat diatur sesuai dengan skema percobaan c. Lampu dinyalakan dan tegangan variac diatur sebesar 200 volt d. Diamati dan dicatat skala yang ditunjuk pada luxmeter dan multimeter (LDR pada luxmeter dihadapkan pada sumber cahaya) e. Jarak divariasikan 10 kali sehingga diperoleh 10 buah data f. Dicatat data yang diperoleh dalam tabel pengamatan g. Dilakukan pengolahan dan analisa data 3.4.2 Percobaan 2 Variasi Tegangan a. Tegangan awal variac diatur sebesar 200 volt b. Diatur jarak luxmeter terhadap sumber cahaya sebesar 50 cm c. Diamati skala yang ditunjuk pada luxmeter dan multimeter (LDR pada luxmeter dihadapkan pada sumber cahaya) d. Tegangan variac divariasikan sebanyak 10 kali sehingga diperoleh 10 buah data e. Data yang diperoleh dicatat dalam tabel pengamatan

f. Dilakukan pengolahan dan analisa data 3.5 Analisa Data 3.5.1 Kalibrasi (penyesuaian) I=ax

ln I = ln a + b ln R

m x

I= Intensitas cahaya (lux) R= Hambatan () a dan b = Konstanta n I(y) C C C Titik Sentroid

n R (x) Tarik garis terbaik dan tentukan m m= tan =m Nilai ralat data y= n I y= x I I=1/2 skala terkecil luxmeter

m=b m=b m= m m =. . . . . . . . b b = . . . . . . . . 4.5.2 Plot Grafik

c= n a a=e c= a= e x c a a = . . . . . . .

V vs R I vs P

P=V x I =

IV HASIL EKSPERIMEN a. Data 1. Variasi jarak dengan pengali lux 300 dan tegangan variac 200 volt No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jarak (m) 0,30 0,34 0,38 0,42 0,46 0,50 0,54 0,58 0,62 0,66 I (lux) 150 95 80 65 60 50 40 35 30 30 R () 2100 2600 3000 3600 4000 4600 5000 5500 6000 6500 n I 5,01 4,55 4,38 4,17 4,09 3,91 3,69 3,56 3,40 3,40 n R 7,65 7,86 8,00 8,19 8,29 8,43 8,52 8,61 8,70 8,78 1/I 0,0067 0,0105 0,0125 0,0154 0,0167 0,0200 0,0250 0,0286 0,0340 0,0340 y 0,0167 0,0263 0,0313 0,0385 0,0417 0,0500 0,0625 0,0714 0,0850 0,0850

2. Variasi tegangan dengan jarak LDR terhadap lampu 50 cm No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Voltase (volt) 200 190 180 170 160 150 140 130 120 110 I (lux) 50 40 35 30 20 15 10 5 2 0 R () 4200 5000 5500 7000 8500 10500 14000 18000 24000 36000 P (watt) 9,5238 7,2200 5,8909 4,1286 3,0118 2,1429 1,4000 0,9389 0,6000 0,3361

c. Hasil Perhitungan Menghitung gradien (m) Ambil y = 4,5 Y = 3,5 m= = = x = 7,9 x = 8,66 = -1,31

m = b, jadi diperoleh nila b = -1,31 menghitung Menghitung Ambil y = 4,8 Y = 3,65 = = = x = 7,6 x = 8,65 = -1,09 dan :

Menghitung Ambil y = 4,9 Y = 3,65 = m = = = = = 0,19 Karena m = b, maka nilai b = 0,19 Dari perhitungan diperoleh nilai m m = -1,31 0,19 sehingga b b = -1,31 0,19 Mencari konstanta a C = perpotongan grafik dengan sumbu y Dari grafik diperoleh C = 5,02 C = 5,13 C = 4,92
( ) ( ) ( )

x = 7,65 x = 8,5 = = -1,47

a = e = = 151,41 c = = = = = 0,105 a = e x c = 151,41 x 0,105 = 15,89 Dari perhitungan diperoleh nilai a a = 151,4 15,89

V PEMBAHASAN 1. Pembahasan Kelebihan dan Kekurangan Pada percobaan kali ini praktikan menggunakan metode penggambarn data dengan menggunakan grafik garis. Grafik memiliki fungsi dalam mempermudah pemahaman dan pembacaan data, sehingga praktikan akan mampu menginterpretasi-kan data dengn baik. Selain fungsi tersebut grafik juga mempunyai peran: a. grafik dapat memberikan gambaran mengenai data hasil eksperimen b. grafik dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan fungsi persamaan yang dalam praktikum kali ini ditunjukkan dengan koordinat x dan y c. grafik juga dapat digunakan digunakan untuk memperjelas penyajian data dan untuk mempermudah memberikan pemahaman. d. grafik yang dibuat digunakan untuk menentukan nilai m, menggunakan y sebagai acuan dasar dalam penghitungannya. Pada praktukum kali ini, alat dan bahan yang digunakan dalam kondisi baik meskipun data hasil praktikum (data yang diperoleh praktikan) terdapat sedikit kesalahan dan kekurangan. Dalam data dan grafik terlihat bahwa percobaan pada dan dengan

variasi tegangan didapatkan nilai Intensitas (lux) yang tidak sesuai teori. Dalam data dan grafik terlihat bahwa pada percobaan ke-10 pada variasi tegangan tersebut menghasilkan nilai intensitas 0. Hal ini dimungkinkan karena ketidaktelitian praktikan dalam membaca dan mencatat nilai yang tercantum dalam multimeter maupun skala pada fotometer. Dalam percobaan ini ditemui beberapa kendala lain yang berpengaruh terhadap data hasil percobaan, yaitu: a. karena dilakukan dalam ruangan yang gelap, sangat dimungkinkan terjadi kesalahan dalam pembacaan data yang tertera pada alat ukur, seperti luxmeter, multimeter, dan penggaris b. ketidaktelitian praktikan dalam membaca dan mengolah data hasil eksperimen sehingga menimbulkan penyimpangan data. 2. Tinjauan Terhadap Proses (jalannya) Praktikum Pada praktikum kali ini, dilaksanakan dengan skema dan tata laksana yang cukup sederhana. Praktikum mengenai fotometri ini dilakukan dalam 2 varisi, yaitu variasi jarak LDR dari sumber cahaya dan variasi besar sumber tegangan (V). Untuk variasi jarak, setelah alat-alat disusun sesuai dengan skema percobaan, pertama menetukan jarak awal LDR terhadap terhadap lampu. Dalam pratikum kali ini jarak awalnya 30 cm. Kemudian sumber tegangan dihidupkan dan diatur sebesar 200 V. Selanjutnya diamati skala yang ditunjuk pada luxmeter dan juga pada multimeter. Jarak divariasikan sebanyak 10 kali untuk memperoleh 10 buah data. Untuk variasi besar tegangan secara garis besar langkahnya sama, hanya saja yang divariasikan adalah besar tegangan, diukur dari tegangan yang lebih besar menuju tengangan yang lebih kecil sehingga terlihat jels perubahan intensitas cahaya yang dihasilkan. Tegangan divariasikan sebanyak 10 kali untuk memperoleh 10 buah data. Untuk variasi jarak, semakin jauh letak LDR dari sumber cahaya, besar intensitas cahayanya semakin berkurang. Namun nilai hambatannya semakin bertambah besar. Sedangkan untuk variasi besar tegangan, semakin besar sumber tengangan, maka nilai intensitas cahaya yang dihasilkan juga semakin besar. Namun, nilai hambatannya semakin kecil. 3. Tinjauan Terhadap Metode yang Digunakan

Praktikum kali ini digunakan metode grafik dan titik sentroid serta dengan melakukan pengamatan atau pengukuran langsung terhadap percobaan yang dilakukan. a. Pengamatan/pengukuran langsung terhadap percobaan Dengan menggunakan metode ini, praktikan dituntut untuk lebih teliti dalam proses pembacaan atau pengambilan data. Selain itu bersabar merupakan salah satu sikap yang harus ditunjukkan dalam praktikum ini. Dengan menggunakn metode dan sikap yang ilmiah maka praktikan akan lebih mudah menginterpretas-kan hasil percobaan. b. Metode grafik Dengan menggunakan metode grafik akan lebih mudah dalam memahami data-data yang rumit. Metode grafik dalam mempermudah pemahaman dan pembacaan data, sehingga praktikan akan mampu meng-interpretasi-kan data dengn baik. Selain itu dengan menggunakan metode grafik maka praktikan akan mampu memberikan gambaran yang jelas terkait dengan data yang diperoleh. c. Metode titik sentroid Metode titik sentroid hampir sama dengan metode grafik, hanya saja dalam metode ini tercantum besar ralat pada grafik yang disebut bendera. Dengan menggunakan metode sentroid, praktikan akan lebih mudah memperoleh nilai bilangan yang dicari, yang dalam praktikum ini yaitu mencari nilai m (b) dan nilai konstanta a. Sehingga metode ini berbeda sekali dengan metodde regresi linear yang memerlukan ketelitian sangat tinggi karena menggunakan rumus yang cukup rumit. Meskipun demikian, dalam penggunaan metode tidak serta merta praktikan meninggalkan sikap teliti. Pada proses penentuan nilai ralat dari y pada grafik, diperlukan ketelitian juga agar diperoleh hasil yang sesuai teori dan referensi. 4. Tinjauan Terhadap Data Percobaan Dengan menggunakan metode grafik dan titik sentroid, dari data percobaan diperoleh hasil bahwa nilai n I dan n R dalam kondisi normal adalah berbanding terbalik. Semakin besar nilai n I maka nilai n R akan semakin kecil. Selain itu dari data juga dapat diketahui bahwa hubungan antara V dan R serta hubungan antara I dan P. Dengan berorientasi pada data, semakin besar nilai

voltase maka maka nilai hambatan (R) semakin kecil. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil nilai voltase maka nilai dari hambatan (R) akan semakin besar. Hubungan antara intensitas (lux) dan hambatan (R) juga sama sepert hubungan antara voltase dan hambatan (R). Dari data percobaan menganai variasi jarak dapat dilihat bahwa terjadi perubahan nilai intensitas dan hambatan yang konsisten. Begitu pula dengan percobaan mengenai variasi tegangan dimana peruban nilai intensitas dan hambatan juga terjadi secara konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa praktikum yang dilakukan telah berhasil dan berjalan sesuai dengan teori. Meskipun demikian demikian dari data dapat dilihat bahwa terdapat kesalahan dalam pengamatan dan pengambilan data. Kesalahan pengambilan data ini terlihat pada percobaan mengenai variasi jarak dimana pada data ke-9 dan ke-10 mempunyai nilai intensitas yang sama yaitu 30 lux. Hal ini terlihat pula pada percobaan mengenai variasi tegangan data ke-10. Dalam data tersebut dapat dilihat bahwa nilai intensitas cahayanya adalah 0. Hal ini tentu saja bukan hasil yang baik dalam sebuah pengamatan. Kesalahan ini dimungkinkan dari ketidaktelitian praktikan dalam melakukan praktikum atau kesalahan dalan membaca skala yang tertera dalam peralatan praktikum. Selain itu unsur kesubjektifan turut menjadi faktor keakuratan data yang diperoleh. 5. Tinjauan Terhadap Grafik Pada percobaan kali ini juga menggunakan metode penggambaran data menggunakan grafik garis. Grafik yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu model grafik biasa yang dalam percobaan diperoleh grafik model melengkung dan model grafik dengan titik sentroid. Dengan menggunakan model grafik yang biasa terjadi sedikit kesalahan karena terdapat titik titik yang berada diluar garis pada pada grafik. Hal ini dimungkinkan karena ketidaktelitian praktikan dalam melaksanakan percobaan. Meskipun demikian, percobaan mengenai fotometri ini menunjukkan sesuai dengan teori. Dari grafik didapatkan nilai C, C, C yang menunjukkan ketelitian dari hasil pengamatan. Nilai tersebut diperoleh dari metode titik sentroid dimana garis yang dihasilkan memotong sumbu y. Nilai dari C, C, C tersebut yaitu: C = 5,02

C = 5,13 C = 4,92 6. Tinjauan Terhadap Hasil Perhitungan dan Perhitungan Dengan menggunakan metode titik sentroid, praktikan dengan lebih mudah memperoleh hasil perhitungan daripada menggunakan metode yang lain. Dari data dan metode titik sentroid diperoleh: a. Nilai b m= = = = -1,31

m=-1,31 karena m = b sehingga b = -1,31 Nilai b = = m = = 0,19 m = 0,19 karena m = b sehingga b = 0,19 Jadi, dari perhitungan diperoleh nilai b b = -1,31 0,19 b. Nilai konstanta a C = 5,02 C = 5,13 C = 4,92 a = e = 2,71828 pangkat 5,02 = 151,41 a = e x c c = = 0,105 a = e x c = 151,41 x 0,105 = 15,89 Jadi, dari perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai a a = 151,4 15,89 7. Tinjauan Terhadap Referensi = = = = = -1,09 = -1,47

Dari referensi dan merujuk pada hasil perhitungan data, diketahui bahwa nilai b = -1. Tetapi dari referensi yang lain praktikan belum mengetahui secara pasti besar nilai dari a. Pada percobaan yang dilakukan praktikan menggunakan variabel kontrol dan variabel manipulasi untuk memperoleh nilai a tersebut. Pada percobaan yang dilakukan praktikan dengan menggunakan variasi jarak LDR dari sumber cahaya, diperoleh nilai b = -1,31 dan nilai dari b = 0,19. Selain itu praktikan memperoleh praktikan memperoleh nilai a= 151,4 dan nilai a =15,89. Dengan memasukkan nilai dari a dan b kedalam rumus awal yaitu I =a x maka diperoleh I= 151,41 Jika merujuk pada referensi maka nilai b yang

diperoleh praktikan hampir sesuai dengan referensi yang ada.Sehingga menunjukkan bahwa hasil perhitungan yang dilakukan oleh praktikan berhasil. Namun demikian terdapat sedikit terdapat sedikit perbedaan antara perhitungan praktikan dengan referensi. Penyimpangan tersebut dimungkinkan karena ketidaktelitian praktikan ketika melakukan pengamatan terhadap skala pada alat percobaan. Selain itu juga karena dilakukan dalam ruangan yang gelap, sangat dimungkinkan terjadi kesalahan dalam pembacaan data yang tertera pada alat ukur, seperti luxmeter, multimeter, dan penggaris. Tetapi secara keseluruhan percobaan yang dilakukan oleh praktikan bisa dikatakan berhasil. Berdasarkan data yang diperoleh praktikan, menunjukan bahwa hubungan antara daya (P) dengan hambatan (R) adalah berbanding terbalik. Semakin besar nilai hambatan maka nilai dayanya akan semakin kecil. Begitu pula sebaliknya. Semakin kecil nilai hambatan maka nilai dayanya akan semakin besar. Sedangkan nilai voltase atau tegangan (V) selalu berbanding lurus dengan daya (P). Semakin besar nilai tegangan maka nilai dayanya akan semakin besar. Tetapi, semakin kecil nilai tegangan maka nilai dayanya akan semakin kecil pula. Hal ini sesuai dengan referensi dan teori yang diperoleh praktikan.

P=V x I = Keterangan: P = Daya V = Tegangan I= Kuat arus R = Hambatan

VI KESIMPULAN Berdasarkan percobaan yang praktikan lakukan tentang Fotometri dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Jarak berbanding terbalik dengan intensitas cahaya. Semakin jauh jarak dari sumber cahaya, intensitasnya semakin kecil dan juga sebaliknya b. Tegangan berbanding lurus dengan intensitas cahaya. Semakin besar tegangannya maka intensitas yang dihasilkan semakin besar dan sebaliknya c. Tegangan berbanding terbalik dengan hambatan. d. Hambatan berbanding terbalik dengan daya. Semakin besar hambatan maka daya yang dihasilkan akan semakin semakin kecil dan sebaliknya. e. Intensitas cahaya berbanding lurus dengan daya f. Nilai b pada grafik n I vs n R diperoleh nilai sebesar -1,31 dengan nilai ralat sebesar 0,2. Sehingga nilai b b = -1,31 0,19 g. Nilai a pada grafik n I vs n R diperoleh nilai sebesar 151,4 dengan nilai ralat sebesar 15,89. Sehingga nilai a a = 151,4 15,89

VII DAFTAR PUSTAKA Halliday dan Resnich, 1996. Fisika Dasar Jilid II. Erlangga http://ww.niam.blogspot.com/2010/05/fotometri.html http://www.scribd.com/doc/70754515/Resume-Fotometri-Radio-Me-Tri http://sidikpurnomo.net/fotometri-bag1.html http://blogfisikaku.wordpress.com/2011/06/15/praktikum-fotometer-mengukurintensitas-cahaya-bohlam/ http://fisikakuenjoy.blogspot.com/ http://www.scrib.com/doc/52172826/dasar.teori.fotometer http://id.wikipedia.org/wiki/Fotometer

VIII PENGESAHAN Demikian laporan praktikum Fisika Dasar ini saya buat guna memenuhi tugas Praktikum Fisika Dasar

Yogyakarta, 06 Desember 2012 Asisten Praktikan

Bagas

Nanang Suwandana NIM: 12/331632/PA/14792

b.Grafik 1. Percobaan Variasi Jarak

2.Percobaan Variasi Tegangan