Anda di halaman 1dari 19

BAHAN KULIAH PKK

MATAKULIAH;

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI I


MATERI KULIAH MODUL 13

Sistem Buku Besar Umum Pelaporan Keuangan dan Pelaporan Manajemen

Penyusun Oleh: H A M R U L,SE,AK,MM

PROGRAM S1 JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA


JAKARTA Ta. 2010/2011

Sistem Buku Besar Umum Pelaporan Keuangan dan Pelaporan Manajemen

A. 1.

PENDAHULUAN Pengertian Sistem akuntansi pokok merupakan organisasi formulir, klasifikasi rekening, kebijakan akuntansi, catatan (jurnal, buku besar, buku pembantu) dan laporan yang dirancang untuk menyajikan informasi akuntansi keuangan bagi kepentingan pengelolaan Perusahaan dan pertanggungjawaban keuangan kepada pihak di luar Perusahaan.

2.

Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan kepada fungsi akuntansi dan fungsi terkait lainnya mengenai proses (siklus) akuntansi mulai dari dokumen sumber/pencatatan awal sampai dengan penyusunan laporan keuangan, yang dilaksanakan dengan memanfaatkan Manage You Own Hotel (SISTEM).

3.

Ruang Lingkup Ruang lingkup sistem akuntansi pokok meliputi proses pengumpulan/penerbitan dokumen sumber (pembukuan) sampai dengan penyusunan laporan keuangan Perusahaan dan mulai dari unit organisasi terendah di Perusahaan sampai dengan tingkat manajemen di Perusahaan. Sistem akuntansi pokok yang dibahas dalam bab ini meliputi: a. Unsur-unsur sistem akuntansi pokok b. Proses akuntansi Perusahaan

B. 1.

SISTIM AKUNTANSI POKOK Unsur-unsur Sistem Akuntansi Pokok Sistem akuntansi pokok terdiri atas unsur-unsur yang merupakan bagian terpadu dari sistem, yaitu:

1.1.

Formulir/Dokumen/Media Formulir adalah dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi untuk pertama kalinya dan menjadi dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam buku jurnal atau buku pembantu. Dokumen sumber umumnya dilengkapi dengan dokumen pendukung yang berfungsi untuk membuktikan/menguatkan sahihnya transaksi yang direkam dalam dokumen sumber. Dalam proses akuntansi, Perusahaan menggunakan 2 (dua) macam formulir, yaitu:

Formulir berupa secarik kertas yang sudah tercetak Formulir elektronik, yaitu ruang dalam layar komputer

Formulir dalam sistem akuntansi ini digunakan oleh Perusahaan dengan maksud sebagai berikut: a. Menetapkan Tanggung Jawab Terhadap Transaksi Setiap orang yang bertanggung jawab atas terjadinya transaksi harus membubuhkan tanda tangan atau paraf pada formulir, sebagai bukti pertanggungjawaban pemakaian wewenang/otorisasi terhadap pelaksanaan transaksi yang terjadi. Disamping itu, di dalam formulir juga perlu disediakan ruang untuk tanda tangan/paraf pejabat atau pelaksana sebagai bukti pertanggungjawaban atas langkah-langkah yang telah dilakukan sesuai dengan tugas/kewajibannya masingmasing. b. Merekam Data Transaksi Perusahaan

Semua data yang diperlukan untuk identifikasi transaksi direkam pertama kali dalam formulir akuntansi. Data yang direkam pada masing-masing formulir disesuaikan dengan kebutuhan. c. Mengurangi kemungkinan kesalahan (dengan menyatakan semua kejadian dalam bentuk tertulis). d. Menyampaikan informasi dari satu orang ke orang lain di dalam suatu organisasi atau organisasi lain.

1.2.

Jurnal/Buku Harian Jurnal adalah catatan akuntansi permanen yang pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan Perusahaan. Dalam catatan akuntansi ini transaksi mulai digolongkan sesuai dengan klasifikasi rekening buku besar atau klasifikasi yang lebih rinci dan transaksi mulai diringkas untuk kepentingan penyajian laporan keuangan dan laporan manajemen. Data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan/laporan manajemen. Di dalam jurnal terdapat kegiatan peringkasan data/jumlah rupiah, lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain yang diperlukan. Jurnal dibuat menurut urutan tanggal kejadian transaksi dan lebih lengkap/terinci bila dibandingkan dengan catatan akuntansi lainnya. Jurnal berfungsi sebagai: Petunjuk untuk menemukan sumber data-data transaksi Penyedia ringkasan informasi yang akan ditampung dalam rekening buku besar Jurnal dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi satu transaksipun yang tidak dicatat. Catatan yang dilakukan di dalamnya lengkap dengan penjelasan, tanggal, jumlah dan informasi lain agar mudah ditelusuri ke dokumen sumbernya. Jurnal dibuat dengan menggunakan formulir 08 Data-data yang harus tercantum dalam jurnal, harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

Tanggal transaksi yang berurutan/kronologis. Keterangan/ penjelasan lengkap dan ringkas mengenai transaksi yang terjadi dan referensi nomor invoice/order/faktur atau nomornomor bukti lainnya. Nomor bukti dokumen sumber dari transaksi yang dicatat dalam jurnal. Nama/nomor kode rekening buku besar/buku pembantu yang harus didebet dan dikredit atas transaksi yang terjadi untuk keperluan peringkasan secara periodik. Jumlah nilai rupiah dari transaksi yang harus didebit/dikredit pada masing-masing nomor kode rekening.

Jenis-jenis jurnal yang dipakai oleh Perusahaan yang disesuaikan dengan Aplikasi Manage You Own Hotel (SISTEM), yaitu: a. Jurnal Account Receivable (Piutang/Penjualan) b. Jurnal Account Payable (Hutang/Pembelian) c.Jurnal Cash Payment (Pengeluaran Kas) d. Jurnal Cash Received (Penerimaan Kas)

e. Jurnal Umum yang berasal dari dokumen sumber: Bukti penerimaan barang; Bukti pengeluaran gudang; Bukti pemakaian barang; Debit/Kredit Nota Intern; Bukti Memorial /Memorial Pelengkap. 1.3. Buku Besar (General Ledger) Buku Besar dan Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi terakhir dalam sistem akuntansi pokok, yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal Buku Besar merupakan kumpulan rekening-rekening (perkiraan) yang digunakan untuk meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal untuk menghasilkan laporan keuangan. Rekening (perkiraan) adalah judul suatu catatan akuntansi yang berbentuk T dimana sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit, digunakan sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry book keeping) dan untuk penyajian laporan keuangan. Hubungan Laporan Keuangan dengan buku besar dan jurnal adalah sebagai berikut: Susunan informasi dalam laporan keuangan merupakan dasar untuk menyusun rekening-rekening yang ada dalam buku besar.

Rekening-rekening yang ada dalam buku besar digunakan sebagai dasar penggolongan transaksi yang dicatat dalam jurnal.

Rekening buku besar mempunyai fungsi sebagai: Wadah untuk menggolongkan data-data keuangan. Sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan keuangan. Proses klasifikasi dalam meringkas dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Rekening buku besar yang memerlukan rincian lebih lanjut dalam buku pembantu disebut rekening kontrol (controlling account). Jumlah rekening buku besar disesuaikan dengan jumlah perkiraan yang diperlukan dalam penyajian neraca dan laporan laba rugi. 1.4. Buku Pembantu (Subsidiary Ledger) Buku Pembantu adalah suatu cabang buku besar atau kelompok rekening yang merupakan rincian dari rekening tertentu dalam buku besar (controlling account), yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan keuangan dan neraca percobaan. Pencatatan (posting) buku pembantu dilakukan melalui jurnal atau dokumen sumber. Buku pembantu disebut juga rekening pembantu (subsidiary account).

Manfaat/ tujuan lainnya dari buku besar pembantu adalah: Menguji ketelitian posting dengan membandingkan saldo dalam perkiraan buku besar umum dengan jumlah saldo dalam buku pembantu. Untuk dapat diadakan pembagian tugas akuntansi sehingga tanggung jawab dapat lebih jelas. Buku Pembantu yang diselenggarakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut: a. Buku Pembantu Piutang Merupakan kartu/rekening piutang yang disusun menurut kelompok dan nama debitur Perusahaan dan berisi catatan mutasi dan saldo piutang yang digunakan untuk membuat pernyataan piutang yang dikirimkan kepada debitur secara periodik. Buku Pembantu Piutang merupakan rincian dari rekening-rekening piutang dalam buku besar Piutang Usaha, Piutang lain-lain dan uang muka yang diselenggarakan melalui modul Account Receivable (AR). b. Buku Pembantu Hutang

Merupakan kartu/rekening hutang yang disusun menurut nama kreditur Perusahaan yang berisi catatan mutasi dan saldo hutang yang digunakan untuk bahan rekonsiliasi dengan pernyataan hutang yang diterima dari debitur secara periodik. Buku pembantu hutang merupakan rincian dari rekening hutang dalam buku besar hutang usaha, uang muka penjualan, utang jangka pendek dan sebagainya yang diselenggarakan melalui modul Account Payable (AP). c. Buku Pembantu Persediaan Merupakan kartu/rekening per jenis persediaan yang berisi mengenai kuantitas dan harga serta mencatat mutasi dan saldo persediaan tiap jenis persediaan. Buku pembantu persediaan merupakan rincian dari rekening persediaan dalam buku besar persediaan yang diselenggarakan melalui modul General Ledger (GL) dan administrasi persediaan yang dibuat oleh fungsi yang bertanggung jawab terhadap persediaan. d. Buku Pembantu Aset Tetap dan Penyusutan Merupakan kartu/rekening per jenis aset tetap yang digunakan untuk mencatat tanggal perolehan, jenis aset tetap, spesifikasi, lokasi, penyusutan dan pengeluaran modal serta mutasi. Buku pembantu aset tetap dan penyusutan merupakan rincian dari rekening aset tetap dan penyusutan dalam buku besar yang diselenggarakan melalui modul Fixed Asset (FA). e. Buku Pembantu Pendapatan Usaha Merupakan kartu/rekening rincian pendapatan usaha yang digunakan untuk mencatat pendapatan kamar, makanan dan minuman serta usaha jasa lainnya, mutasi dan jumlah saldo.

Buku pembantu pendapatan usaha merupakan rincian dari buku besar pendapatan operasi yang diselenggarakan melalui modul General Ledger (GL), Account Receivable (AR) dan administrasi pada fungsi yang bertanggung jawab terhadap pendapatan usaha. f. Buku Pembantu Beban Merupakan kartu/rekening rincian biaya yang digunakan untuk mencatat biaya yang merupakan beban Perusahaan, mutasi dan saldo/totalnya. Buku pembantu beban merupakan rincian dari buku besar beban usaha langsung, beban usaha (administrasi dan umum, pemasaran, pemeliharaan dan energi serta penyusutan dan amortisasi) dan beban diluar usaha, yang diselenggarakan melalui

modul General Ledger (GL). Bentuk dari buku-buku pembantu akan dijelaskan pada bab-bab lainnya. Daftar dari buku-buku pembantu, rekening kontrol dan jurnal yang berkaitan adalah sebagai berikut: No. 1 Nama Buku pembantu Buku pembantu Piutang Usaha Jurnal/Sumber Posting Piutang Usaha Jurnal Penjualan (guest ledger Jurnal Penerimaan dan city Kas ledger) Jurnal Umum Jurnal Pengeluaran Kas Piutang LainJurnal Penerimaan lain Kas Jurnal Umum Jurnal Pengeluaran Kas Uang Muka Jurnal Penerimaan Kas Jurnal Umum Jurnal pemb./pengadaan Utang Usaha Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Umum Jurnal Penerimaan Utang Jangka Kas Pendek Jurnal Pengeluaran Lainnya Kas Jurnal Umum Jurnal Penerimaan Uang Muka Kas Penjualan Jurnal Penjualan Jurnal Umum Jurnal Umum Biaya yang Jurnal Pengeluaran MHD Kas Jurnal Persediaan Pemb./Pengadaan Jurnal Umum Jurnal Aset Tetap dan Pemb./Pengadaan Penyusutan Jurnal Umum Rekening Pendapatan Usaha Jurnal Penjualan Jurnal Umum

Buku Pembantu Piutang Lain-lain

3.

Buku Pembantu Uang Muka

4.

Buku Pembantu Utang Usaha

5.

Buku Pembantu Utang Jangka Pendek Lainnya

6.

Buku Pembantu Uang Muka Penjualan Buku Pembantu Biaya yang MHD Buku pembantu Persediaan Buku Pembantu Aset Tetap dan Penyusutan Buku Pembantu Pendapatan Usaha

7. 8. 9.

10.

11

Buku Pembantu Biaya

Biaya/ Beban

Jurnal Pemb/ Pengadaan Jurnal pengeluaran Kas Jurnal Umum

1.5.

Laporan Laporan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang dilakukan oleh Perusahaan. Laporan Utama yang dihasilkan dari proses akuntansi yaitu: Neraca Laporan Laba Rugi Laporan tersebut diproses dari buku besar hasil pencatatan selama periode penyusunan. Untuk menghasilkan neraca dan laporan laba rugi dilakukan melalui penyusunan: a. Neraca Percobaan (Trial Balance) Neraca Percobaan adalah suatu daftar yang berisikan saldo yang terdapat pada masing-masing rekening buku besar (general ledger) dan menunjukkan jumlah saldo debit dan kredit yang seimbang. Tujuan neraca percobaan adalah: Untuk memeriksa kesamaan (balance) antara jumlah debit dan jumlah kredit perkiraan buku besar pada akhir periode. Sebagai dasar untuk persiapan penyusunan laporan keuangan Perusahaan. b. Jurnal Penyesuaian (Adjustment) Jurnal penyesuaian adalah jurnal-jurnal yang dilakukan pada akhir periode pembukuan untuk menyesuaikan jika catatan akuntansi tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, dengan tujuan untuk mendapatkan laporan yang benar dan wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan. Jurnal penyesuaian perlu dilakukan dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Laporan Keuangan disusun dengan asumsi Perusahaan akan

berjalan terus (going concern) sehingga untuk dapat menghitung secara wajar antara hasil dan beban Perusahaan dalam satu periode akuntansi, beberapa aset Perusahaan perlu ditentukan umur penggunaannya yang mengakibatkan pembebanan periodik atas jasa aset yang telah digunakan, misalnya:

Penyusutan aset tetap Amortisasi aset tidak berwujud Penghapusan/penyisihan piutang, dan lain-lain

2. Kenyataan dalam akuntansi ada beberapa transaksi yang belum

dicatat yang perlu disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya misalnya: Adanya biaya yang masih harus dibayar Adanya pendapatan yang masih harus diterima
3. Dalam akuntansi terdapat beberapa transaksi yang sudah dicatat

tetapi saldonya harus dikoreksi untuk menghitung saldo yang sebenarnya, misalnya: Biaya dibayar dimuka Pendapatan yang diterima dimuka Persediaan pada akhir periode Kas/ Bank dan sebagainya
4. Dalam akuntansi yang dikerjakan secara manual/dilakukan oleh

manusia belum menjamin adanya kebenaran yang mutlak dan masih sering terjadi kekeliruan yang memerlukan koreksi. c. Neraca Lajur (Work Sheet) Neraca Lajur adalah suatu daftar berlajur-lajur yang berisi data saldo rekening buku besar yang diperlukan untuk tempat memasukkan jurnal penyesuaian (adjustment) dan saldo rekening buku besar setelah dilakukan penyesuaian dalam rangka mempersiapkan laporan keuangan (Financial Statement). d. Jurnal Penutup (Closing Entry) Jurnal Penutup adalah jurnal untuk menutup perkiraan-perkiraan pendapatan dan biaya (nominal) dengan lawan perkiraan laba rugi pada perkiraan neraca (riil). Pada akhir periode akuntansi, perkiraan-perkiraan pendapatan dan biaya (nominal) harus dijadikan perkiraan neraca (riil) karena perkiraan pendapatan dan biaya merupakan temporary account dan perkiraan neraca merupakan permanen account. Tujuan dari jurnal penutup adalah: Memindahkan perkiraan pendapatan dan biaya (saldo laba/rugi) dalam rangka penyajian neraca Perusahaan. Memindahkan saldo laba/rugi ke dalam perkiraan ekuitas pada pos neraca.

2.

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle) Siklus akuntansi (accounting cycle) adalah tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penyusunan laporan akuntansi keuangan Perusahaan. Siklus akuntansi secara umum terdiri atas tahapan-tahapan sebagai berikut: 2.2. Tahapan Pencatatan (Periode Penyusunan) Tahap pencatatan adalah tahap pengumpulan informasi mengenai transaksi-transaksi/kejadian ekonomi serta penyaringan informasi ke dalam bentuk yang bermanfaat bagi proses akuntansi. Transaksi adalah kejadian ekonomi yang mempengaruhi aset, kewajiban dan ekuitas Perusahaan (posisi keuangan Perusahaan). Tahap pencatatan terdiri atas: a. Identifikasi Transaksi b. Analisis bukti transaksi c. Penjurnalan transaksi d. Posting/pencatatan transaksi ke dalam buku besar dan buku pembantu 2.2. Tahapan Pelaporan (Akhir Periode Akuntansi) Tahap pelaporan adalah tahapan penyusunan laporan akuntansi keuangan yang dilakukan pada akhir periode akuntansi. Tahap penyusunan laporan terdiri atas: a. Penyusunan neraca percobaan (trial balance) b. Pembuatan jurnal penyesuaian (adjustment) c. Penyusunan neraca lajur/sisa setelah penyesuaian (worksheet) d. Pembuatan jurnal penutup (closing entries) e. Penyusunan Laporan akuntansi keuangan 2.3. Tahapan Pembukaan (Awal Periode Akuntansi Berikutnya) Tahap pembukaan atau awal tahap pencatatan periode akuntansi tahun berikutnya dimulai dengan membuat jurnal penyegaran/pembalikan (reversing entries), yaitu jurnal untuk mengembalikan pos-pos neraca yang timbul akibat adjustment yang dilakukan pada akhir tahun buku sebelumnya yang harus dikembalikan pada pos-pos nominal (pendapatan atau beban) semula agar tidak terjadi pengakuan pendapatan/ biaya yang tidak sesuai/ salah.

3. Proses Akuntansi PT (Persero) PT Hotel Indonesia Natour Sesuai program sistem informasi akuntansi dan keuangan Perusahaan, maka dalam penyelenggaraan akuntansi Perusahaan, PT(Persero) Hotel Indonesia Natour menggunakan bantuan komputer dengan memanfaatkan teknologi Manage Your Own Hotel (SISTEM).

Modul SISTEM yang dipakai/diterapkan dalam akuntansi Perusahaan, yaitu: a. Modul General Ledger (GL) sebagai modul pokok dengan: q Keluaran : General Ledger (buku besar) dan buku pembantu yang tidak dapat dihasilkan oleh modul Account Receivable (AR) dan Account Payable (AP) Jurnal yang berasal dari keluaran modul AP dan AR. Jurnal umum yang diproses dalam modul GL yang berasal dari transaksi-transaksi diluar transaksi yang diproses melalui modul AP dan AR.

Masukan

b. Modul Account Receivable (AR) sebagai modul tambahan dengan: q Keluaran : Dokumen sumber/bukti transaksi AR Jurnal AR Buku pembantu piutang Dokumen pendukung/bukti transaksi AR

Masukan

c. Modul Account Payble (AP) sebagai modul tambahan dengan: q Keluaran : Dokumen sumber/bukti transaksi AP Jurnal AP Buku pembantu utang Dokumen pendukung/bukti transaksi AP

Masukan :

Sehubungan dengan penerapan aplikasi SISTEM tersebut, maka proses akuntansi Perusahaan (siklus akuntansi) yang telah disesuaikan dengan sistem dan organisasi yang telah ada dapat dijelaskan sebagai berikut: 3.1 Tahapan Pencatatan (Periode Penyusunan) Langkah-langkah dan prosedur yang dilakukan pada tahapan pencatatan adalah sebagai berikut: a. Identifikasi Transaksi Langkah pertama dalam proses akuntansi adalah mengidentifikasikan transaksi dengan sistematik agar transaksi dapat dicatat sebagaimana mestinya.

Transaksi adalah suatu kejadian atau peristiwa yang: Mengakibatkan perubahan pada posisi keuangan suatu Perusahaan Dapat diukur atau dinyatakan ke dalam unit moneter secara objektif Transaksi dikategorikan sebagai: Transaksi Ekstern Yaitu transaksi yang terjadi antara Perusahaan dengan pihak lain (entitas/orang lain). Transaksi Intern Yaitu transaksi yang terjadi didalam Perusahaan sebagai suatu entitas. b. Analisis Bukti Transaksi Sesuai dengan modul SISTEM yang digunakan dalam akuntansi Perusahaan, maka pencatatan awal di Perusahaan dilakukan pada modul AP, AR dan GL. Oleh karena itu transaksi Perusahaan juga dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu: Transaksi Account Receivable (AR) Transaksi Account Payable (AP) Transaksi Umum (General Ledger) yaitu transaksi Perusahaan diluar transaksi AP dan AR yang diproses langsung melalui modul GL. Sebelum melakukan pencatatan awal pada akuntansi Perusahaan, maka pemegang/penanggung jawab modul AP, AR atau GL perlu terlebih dahulu melakukan analisis bukti transaksi yang akan dipakai dasar pencatatan awal. Analisis bukti transaksi (dokumen sumber/dokumen pendukung) yang akan menjadikan landasan untuk pembuatan catatan awal meliputi langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pengecekan keabsahan/sahihnya transaksi/bukti transaksi dilakukan dengan langkah-langkah: Meneliti kelengkapan tanda tangan/paraf dari pejabat otorisator. Meneliti kelengkapan dan kebenaran bukti transaksi (dokumen sumber dan dokumen pendukung). Meneliti kebenaran perhitungan dan penjumlahan angka dalam bukti transaksi. 2. Pengecekan terhadap kelengkapan informasi yang diperlukan untuk pencatatan transaksi. c. Penjurnalan Transaksi

Penjurnalan transaksi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Analisis Transaksi Mengidentifikasikan perkiraan (akun) yang terkait/terpengaruh dengan transaksi Menentukan perkiraan yang akan berkurang dan bertambah (didebit dan dikredit ) Menentukan jumlah yang perlu didebit/dikredit pada setiap perkiraan 2. Menuliskan data-data transaksi dalam formulir jurnal (buku harian) secara kronologis, yang merupakan catatan permanen pertama dalam akuntansi Perusahaan. Dalam modul SISTEM penulisan data-data transaksi tersebut menghasilkan dokumen sumber dan sekaligus menghasilkan jurnal transaksi.

Langkah analisis transaksi penjurnalan dilakukan dengan berpedoman pada: Kebijakan akuntansi Perusahaan Daftar perkiraan (Chart of Account). Perlakuan akuntansi Perusahaan atau SOP dari modul AP/AR/GL d. Pencatatan ke Dalam Buku Besar dan Buku Pembantu (Posting) Posting atau proses pemindahan data-data yang telah direkam pada jurnal, ke dalam masing-masing perkiraan buku besar dan buku pembantu dilakukan sesuai dengan pengklasifikasian dari jurnal. Posting transaksi-transaksi dari modul AP dan AR dilakukan setelah data-data jurnal dari modul AP dan AR ditransfer ke modul GL. Posting ke dalam buku pembantu dapat dilakukan dengan metode: Langsung dari bukti transaksi Sekaligus melalui jurnal yang dibuat 3.2 Tahap Pelaporan (Akhir Periode Penyusunan) Tahap pelaporan dilakukan pada akhir periode penyusunan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Penyusunan Neraca Percobaan (Trial Balance) Dari seluruh perkiraan buku besar (perkiraan riil, nominal dan perantara), pada akhir periode dibuat daftar yang berisi saldo masingmasing perkiraan buku besar/trial balance. Sebelum dilanjutkan pada tahap berikutnya, maka terlebih dahulu dilakukan pengecekan terhadap kebenaran dan keakuratan pencatatan/ posting, dengan cara membandingkan jumlah saldo debet dan kredit yang harus menunjukkan jumlah yang seimbang. b. Pembuatan Jurnal Penyesuaian (Adjustment) Untuk mendapatkan laporan keuangan yang benar dan wajar maka saldo-saldo buku besar dalam trial balance perlu dilakukan koreksi/ adjustment agar laporan yang dihasilkan sesuai dengan kenyataan pada akhir periode. Koreksi koreksi yang perlu dilakukan meliputi: Pembebanan Periodik Pembebanan penyusutan aset tetap. Pembebanan amortisasi aset tetap tidak berwujud Pembebanan penyisihan piutang (akhir tahun).

Pembebanan biaya ditangguhkan.

Adanya transaksi yang belum dicatat, yaitu: Biaya-biaya yang masih harus dibayar. Pendapatan yang masih harus diterima. Adanya transaksi yang sudah dicatat, namun saldonya perlu dilakukan koreksi, yaitu: Biaya dibayar dimuka yang perlu dialokasikan pembebanannya ke rekening biaya atau sebaliknya Pendapatan diterima dimuka yang perlu dialokasikan ke rekening pendapatan Hasil stock opname persediaan yang perlu mengoreksi saldo persediaan dalam catatan Hasil kas opname dan rekonsiliasi bank yang perlu mengoreksi saldo kas/bank dalam catatan Perobahan kurs valuta asing yang berlaku pada akhir periode akuntansi akan mengakibatkan koreksi terhadap saldo pospos moneter dalam catatan Adanya pos perantara yang pada akhir periode akuntansi/akhir tahun harus bersaldo nihil, yaitu: Rekening koran antar Unit Usaha Rekening pos silang Rekening pembelian/pemindahan aset tetap antar Unit Usaha Adanya kesalahan penjurnalan/pencatatan Untuk menjamin kebenaran saldo buku besar, perlu dilakukan penelitian/review kembali atas saldo-saldo buku besar Adanya kesalahan yang ditemukan perlu dilakukan koreksi melalui jurnal penyesuaian Koreksi/jurnal penyesuaian tersebut di atas diproses melalui modul General Ledger (GL) atau Account Receivable (AR).

c. Penyusunan Neraca Lajur (Work Sheet) Untuk memudahkan penyusunan laporan akuntansi keuangan maka yang perlu dilakukan adalah menyusun work sheet (neraca lajur) yang berisi data-data: Trial balance Jurnal Penyesuaian (Adjustment entries). Saldo buku besar setelah disesuaikan. d. Pembuatan Jurnal Penutup (Closing Entries) Dalam rangka mempersiapkan penyajian laporan akuntansi keuangan

berupa neraca dan laporan laba rugi maka perlu dibuat jurnal penutup yaitu: Jurnal untuk menutup perkiraan nominal/temporal (pendapatan dan beban) dengan memindahkan saldo perkiraan nominal tersebut ke rekening saldo laba (rugi) pada perkiraan riil/nominal (neraca). Setelah dilakukan jurnal penutup maka saldo buku besar hanya ada untuk perkiraan riil/permanen (neraca) saja yang selanjutnya akan menjadi neraca awal tahun buku berikutnya.

e. Penyusunan Laporan Akuntansi Keuangan Tahap berikutnya dari proses akuntansi adalah penyusunan laporan akuntansi keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi. Neraca Data-data perkiraan dan angka neraca diambil dari saldo buku besar perkiraan riil/permanen sebagaimana butir (d). Laporan Laba Rugi Data-data perkiraan dan angka laporan laba rugi diambil saldo buku besar perkiraan nominal/temporal selama periode yang dilaporkan Penyajian neraca dan laporan laba rugi merupakan tahap akhir dari proses akuntansi keuangan Perusahaan. Untuk menyajikan laporan akuntansi keuangan secara lengkap sesuai dengan standar akuntansi keuangan, maka disamping neraca dan laporan laba rugi perlu dilengkapi dengan: Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Penjelasan Pos-pos laporan keuangan yang penting Rincian pos-pos laporan keuangan yang penting 3.3 Tahap Awal Periode Berikutnya Untuk memulai tahapan pencatatan periode berikutnya maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. Data neraca periode sebelumnya dijadikan neraca awal untuk tahun periode. b. Dibuat jurnal pembalik (reversing entries) Untuk melanjutkan pencatatan pada periode berikutnya maka terhadap neraca awal perlu dibuat adjustment (jurnal penyegaran) untuk mengembalikan pos-pos neraca yang timbul akibat adjustment yang dilakukan pada akhir periode sebelumnya, yang harus dikembalikan pada

pos-pos nominal (pendapatan/biaya) semula agar tidak terjadi pengakuan pendapatan/biaya yang salah pada periode berikutnya.