Anda di halaman 1dari 19

Kesehatan & Produktivitas di Lingkungan Kerja

Materi Kuliah: K3

Yulia Arfiani

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Sasarannya manusia Bersifat Medis

Sasarannya lingkungan kerja Bersifat Teknis

Produktivitas Kerja Konsep yang berkaitan dengan IN PUT dengan OUT PUT yang dibutuhkan oleh seorang karyawan untuk menghasilkan produk/jasa

Pengukuran Produktivitas
Kualitas kerja Standart Minimal Pelayanan Kuantitas Kerja Hasil yang dicapai dalam
jumlah tertentu

Ketepatan waktu Tingkat aktivitas


diselesaikan pada awal waktu

Faktor-faktor yg mempengaruhi kesehatan tenaga kerja


Beba n kerja -Fisik -Mental Kapasitas - Ketrampilan kerja
- Kesegaran jasmani & rohani - Status kesehatan/gizi - Usia - Jenis kelamin - Ukuran tubuh

Lingkun gan kerja


-Fisik -Kimia -Biologi -Ergonomi -Psikologi

Beban Kerja

Faktor Non Fisik


Kebencian/ketidakcocokan dengan atasan/rekan kerja sering terlambat, sering tidak masuk, sakit, pulang lebih awal, sering salah Pekerjaan tidak sesuai dengan cita2nya Konflik dalam RT Horizontal/vertikal ketegangan penyakit/kecelakaan

Kapasitas Kerja
Kemampuan kerja dari seorang tenaga kerja Keterampilan AA, Non AA, TTK, APT Kesegaran Jasmani & Rohani Usia Jenis Kelamin Status Kesehatan/Gizi Ukuran Tubuh

Status Gizi

Kesehatan dan daya kerja erat kaitannya dengan tingkat gizi

Perlu diperhatikan
Pengaruh frekuensi dan komposisi makan
Kantin Makan pagi, siang, malam Pergantian shift

Tempat kerja dg suhu tinggi :


Ketersediaan air minum minum (1,9-2,8lt/hari)

Zat makanan :
Susu, vitamin,makanan ekstra

Jenis Kelamin
Jenis kelamin Laki-laki Berat badan (Kg) 60 55 50 50 45 40 Kalori (=1000 kalori) 3000 2900 2600 2050 2000 1800

Wanita

USIA
Umur (tahun) 20 30 30 40 40 50 50 60 60 70 Lebih 70 Persent (%) 100,0 97,0 94,0 86,5 79,0 69,0

2. Derajat kegiatan. Untuk orang standard dapat dipakai kegiatan-kegiatan yang meliputi: Laki-laki 8 jam 8 jam 1 jam 1 jam 4 jam 1 jam Wanita 8 jam 8 jam 1 jam 1 jam 5 jam 1 jam

Istirahat Bekerja Berjalan Mencuci dan berpakaian Duduk Rekreasi akif dan atau kegiatan-kegiatan di rumah

Sedangkan penyesuaian didasarkan atas daftar 23.

Faktor-Faktor Lingkungan Kerja


Faktor bising, getaran, radiasi, Fisika
Penerangan kurang baik, temperature extremes

Faktor Biologi

virus, bakteri, jamur, parasites, insects, dll

Faktor Psikologi

debu, gas, uap, asap, kabut, Faktor Ergonomi dll. Tenaga terlalu diporsir, berdiri lama/berlebihan, salah gerakan, angkat beban terlalu berat, job monotony, dll

Faktor Kimia

Hub dg : orang, pekerjaan, dan lingk. kerja

Lingkungan Kerja yang Sehat


Lingkungan pekerjaan memenuhi syarat kesehatan pekerja merasakan kenyamanan dalam melakukan aktifitas kerja meningkatkan gairah dan semangat kerja meningkatkan produktivitas kerja. Lingkungan kerja yang sehat meliputi :
Penerangan tempat bekerja Ventilasi udara yang cukup Penataan dan disain tempat kerja yang baik Pengaturan suhu udara ruangan memenuhi standar

Lingkungan Kerja yang Sehat


Kamar mandi dan WC yang memenuhi syarat Sumber air bersih yang memenuhi syarat Spal mempunyai alat untuk memproses limbah TPS khusus untuk bahan-bahan yang berbahaya Kantin pekerja yang memenuhi syarat Menyediakan ruang istirahat khusus dan tempat ibadah Menyediakan ruang ganti pakaian Memiliki ruang isolasi bahan-bahan yang berbahaya atau mesin-mesin yang hiruk pikuk.

Kebersihan di Perusahaan (SANITASI)


Kebersihan Perusahaan
Luar : Halaman,jalan Dalam : Lingkungan, dinding, lantai,atap, peralatan,mebel

Penyediaan Air Minum


Layak minum Penyediaan gelas

Penyediaan Kamar Mandi/WC

Pencegahan Terhadap Gangguan Kesehatan dan Daya Kerja


Subtitusi Mengganti bahan bahaya kurang bahaya Ventilasi Umum Mengalirkan udara sebanyak mungkin Ventilasi Lokal Menghisap udara dari ruang kerja Isolasi Mengisolasi bahan berbahaya APD Pemeriksaan Kesehatan sebelum bekerja Pemeriksaan Kesehatan berkala Penerangan sebelum bekerja SOP, tertib aturan Pendidikan tentang K3

Sekian & Sampai Jumpa