Anda di halaman 1dari 13

IKTERUS NEONATORUM

ZAHIDAH KELOMPOK 12

PENDAHULUAN
Ikterus neonatorum merupakan fenomena biologis yang timbul akibat tingginya produksi dan rendahnya ekskresi bilirubin selama masa transisi pada neonatus. Pada neonatus produksi bilirubin 2 sampai 3 kali lebih tinggi dibanding orang dewasa normal. Hal ini dapat terjadi karena jumlah eritosit pada neonatus lebih banyak dan usianya lebih pendek.

DEFINISI
Ikterus:

gambaran klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit dan mukosa kerana adanya deposisi produk akhir katabolisme hem iaitu bilirubin.

Ikterus

pada neonatus akan tampak bila konsentrasi bilirubin serum lebih 5 mg/dL.
adalah keadaan kadar bilirubin dalam darah >13 mg/dL.

Hiperbilirubinemia

Pada

bayi baru lahir, ikterus yang terjadi pada umumnya adalah fisiologis, kecuali: Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan. Bilirubin total/indirek untuk bayi cukup bulan > 13 mg/dL atau bayi kurang bulan >10 mg/dL. Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL/24 jam. Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL. Ikterus menetap pada usia >2 minggu. Terdapat faktor risiko.

i. ii.

iii. iv. v. vi.

Ikterus pada bayi

ETIOLOGI
Peningkatan

kadar bilirubin umum terjadi pada setiap bayi yang baru lahir, karena: Hemolisis Fungsi hepar yang belum sempurna penurunan ambilan bilirubin oleh hepatosit dan konjugasi Siklus enterohepatik meningkat

i.

ii.

iii.

Peningkatan kadar bilirubin yang berlebihan (ikterus nonfisiologis) disebabkan oleh:


Hemolisis akibat inkompatibilitas ABO atau isoimunisasi Rhesus, defisiensi G6PD, sferositosis herediter dan pengaruh obat. Infeksi, septikemia, sepsis, meningitis, infeksi saluran kemih, infeksi intra uterin. Polisitemia. Ekstravasasi sel darah merah, sefalhematom, kontusio, trauma lahir. Ibu diabetes. Asidosis. Hipoksia/asfiksia. Sumbatan traktus digestif yang mengakibatkan peningkatan sirkulasi enterohepatik.

i.

ii.

iii.
iv.

v. vi. vii. viii.

FAKTOR RESIKO
a.

Faktor maternal Ras Komplikasi kehamilan (DM) Penggunaan infus oksitoksin dalam larutan hipotonik ASI Faktor perinatal Trauma lahir infeksi

b.

Faktor neonatus Prematuritas Faktor genetik Polisitemia Obat (streptomisin, kloramfenikol, benzylalkohol, sulfisoxazol) Rendahnya asupan ASI Hipoglikemia Hipoalbuminemia
c.

PATOFISIOLOGI
Bilirubin pada neonatus meningkat akibat terjadinya pemecahan eritrosit

Bilirubin mulai meningkat secara normal setelah 24 jam, dan puncaknya pada hari ke 3-5

Kadar bilirubin kembali menurun mendekati nilai normal secara perlahan-lahan dalam beberapa minggu

Gambar berikut menunjukan metabolisme pemecahan hemoglobin dan pembentukan bilirubin:

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Visual

Bilirubin

serum

Bilirubinometer

transkutan

Pemeriksaan

bilirubin bebas dan CO