Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN Cahaya adalah suatu bentuk pancaran tenaga atau energi elektromagnetik yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan makhluk hidup di bumi. Dengan adanya cahaya kita dapat melihat benda atau sesuatu dengan jelas. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan berbagai macam sumber cahaya, seperti sinar matahari, cahaya lampu, lilin, dan lain sebagainya. Setiap cahaya mempunyai nilai kuat cahaya (intensitas cahaya) yang berbeda-beda. Sebagai contoh, matahari memiliki intensitas cahaya yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan cahaya lampu atau lilin. Untuk mengukur nilai intensitas cahaya dari suajtu sumber cahaya dapat menggunakan alat yang dinamakan fotometer. Fotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas pencahayaan atau penyinaran. Kebanyakan fotometer berlandaskan pada sebuah fotoresistor atau fotodioda. Masing-masing mengalami perubahan sifat kelistrikan ketika disinari cahaya, yang selanjutnya dapat dideteksi dengan suatu rangkaian elektronik tertentu.

II. TUJUAN Menentukan intensitas cahaya bohlam sebagai fungsi daya listrik yang diserap oleh lampu.

III. DASAR TEORI Bohlam menyala karena menyerap daya listrik. Daya listrik tidak seluruhnya diubah menjadi cahaya, tetapi sebagian berubah menjadi panas. Ini terbukti, ketika bohlam menyala, kawat wolfram di dalam lampu memijar dan gelas penutupnya menjadi panas. Bahkan keramik tumpuan lampu juga ikut memanas. Bohlam memancarkan intensitas cahaya yang besar bila menyerap daya listrik yang besar pula. Daya listrik yang diserap bohlam sebanding dengan besar tegangan yang terpasang. Intensitas cahaya bermakna sebagai jumlah energi cahaya yang menembusi luasan secara normal per satuan waktu per satuan luas. Tentu saja intensitas cahaya semakin kecil bila jarak dari bohlam yang menyala semakin jauh. Ini disebabkan oleh semakin luasnya luasan yang diterangi oleh bohlam itu. Intensitas cahaya oleh pancaran bohlam biasa diukur dengan luxmeter, dan dinyatakan dalam satuan lux. Lampu jalanan dapat menyala otomatis ketika malam hari (atau pada saat intensitas cahaya kecil) karena dilengkapi dengan LDR ( Light Dependent Resistor ). LDR merupakan sebuah sensor bergeometri silinder kecil yang nilai tahanannya besar jika intensitas cahaya yang diterima besar. LDR bereaksi otomatis terhadap intensitas cahaya.
1

Ketika cahaya terang (intensitas cahaya besar) LDR bertahanan besar sehingga lampu penerang tidak menyala, demikian pula sebaliknya. Berhubung nilai tahanan ohm pada LDR ada hubungannya dengan intensitas cahaya, maka intensitas cahaya dapat diukur dengan luxmeter dan juga LDR. Hanya saja dengan luxmeter dinyatakan dalam lux dan dengan LDR dalam ohm. Ini artinya ada kesetaraan antara nilai terbaca oleh luxmeter dalam lux dan dengan LDR dalam ohm. Intensitas cahaya berkurang bila jarak dari sumber semakin jauh, dan nilainya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumber penerang. Lampu penerang, termasuk bohlam, disebut berkualitas baik apabila mampu memberikan intensitas cahaya lebih besar pada konsumsi daya listrik kecil.

IV. METODE EKSPERIMEN 1. Alat dan Bahan Bohlam sebagai sumber cahaya Kotak hitam sebagai penutup Bangku optik, untuk mengatur posisi luxmeter dan LDR dari bohlam Luxmeter, sebagai alat ukur intensitas cahaya (dalam lux) LDR, sebagai alat ukur intensitas cahaya (dalam ohm) Multimeter, sebagai ohmmeter untuk mengukur tahanan LDR Variax, sebagai pengatur tegangan lampu

2. Skema Percobaan

Skema percobaan 1 2

Skema percobaan 2

3. Tata Laksana Percobaan a. Kalibrasi LDR - Alat-alat disusun sesuai dengan skema percobaan - Bohlam dinyalakan, dipilih tegangan variac 200 Volt - LDR dan Luxmeter ditempatkan di bangku optik. Kedua alat itu berada pada jarak yang sama dari bohlam - LDR dihubungkan dengan multimeter - Jarak LDR dan Luxmeter dari bohlam divariasikan: 20 cm, 40 cm, 60 cm,... - Setiap variasi jarak dari bohlam dicatat angka yang terbaca pada Luxmeter dan nilai ohm dari LDR di multimeter sebagai ohmmeter - Diplot grafik nilai lux (I) dan tahanan LDR (R) sebagai fungsi jarak dari bohlam (r) dalam 1 grafik - Diplot grafik I vs R b. Penentuan Intensitas Bohlam Fungsi Daya Listrik yang diserapnya - LDR ditempatkan di posisi yang tetap pada kotak hitam penutup lampu. LDR terhubung dengan ohmmeter - Lampu dinyalakan, tegangan variac diatur - Tegangan variac divariasikan

- Setiap variasi tegangan diukur besar nilai hambatan LDR yang terbaca pada multimeter - Diplot grafik V vs R

V. HASIL EKSPERIMEN 1. Data a. Intensitas Cahaya Fungsi Jarak dari Lampu V = 200 volt No 1 2 3 4 5 r (cm) 20 40 60 80 100 I (lux) 170 50 20 15 10 R (ohm) 3400 7000 10000 16000 25000

b. Tegangan Variac Fungsi Tegangan LDR No 1 2 3 4 5 V (volt) 40 60 80 100 120 R (ohm) x 105 180 11 5 2 1,3

2. Grafik

VI. PEMBAHASAN Dalam praktikum Fotometer ini praktikan berupaya membuktikan teori

bahwasannya besar sumber tegangan dan jarak sumber cahaya berpengaruh terhadap nilai intensitas cahaya yang dihasilkan. Juga bertujuan untuk menentukan intensitas lampu sebagai fungsi dari daya listrik yang diserap oleh lampu itu. Pada eksperimen yang pertama tegangan variac dibuat tetap, sementara itu ruangan dibuat gelap. Besar jarak dari luxmeter beserta LDR divariasikan. Dengan demikian akan diketahui besar intensitas cahaya dari bohlam dan besar hambatan dari LDR pada setiap jarak yang diukur. Dari hasil pengukuran dapat diketahui bahwa semakin jauh jarak luxmeter dari sumber cahaya maka harga intensitas cahaya (dalam lux) menjadi semakin kecil. Intensitas cahaya ini bermakna sebagai jumlah energi cahaya yang menembusi luasan secara normal per satuan waktu per satuan luas. Tentu saja intensitas cahaya semakin kecil bila jarak dari bohlam yang menyala semakin jauh. Ini disebabkan oleh semakin luasnya luasan yang diterangi oleh bohlam itu. Sementara itu untuk nilai hambatan akan semakin besar bila jarak LDR dari sumber cahaya semakin jauh. Pada eksperimen yang kedua besar jarak LDR terhadap sumber cahaya dibuat tetap. Sementara itu yang divariasikan adalah besar tegangan variac. Supaya sumber cahaya dari bohlam tidak mendapat gangguan dari cahaya luar maka kotak hitam penutup bohlam harus ditutup dengan rapat. Dari hasil eksperimen yang dilakukan menunjukan bahwa semakin besar tegangan variac (semakin besar intensitas cahaya) maka harga hambatannya menjadi semakin kecil. Dengan demikian nilai tahanan ohm pada LDR ada hubungannya dengan besar nilai intensitas cahaya. Hanya saja dengan luxmeter dinyatakan dalam lux dan dengan LDR dalam ohm. Ini artinya ada kesetaraan antara nilai terbaca oleh luxmeter dalam lux dan dengan LDR dalam ohm. Intensitas cahaya berkurang bila jarak dari sumber semakin jauh.

VII. KESIMPULAN Berdasarkan data yang diperoleh dari praktikum Fotometer diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: - Semakin jauh jarak luxmeter dari sumber cahaya maka harga intensitas cahaya (dalam lux) menjadi semakin kecil dan begitu pula sebaliknya - Nilai hambatan akan semakin besar bila jarak LDR dari sumber cahaya semakin jauh, begitu pula sebaliknya
5

- Semakin besar tegangan variac (semakin besar intensitas cahaya) maka harga hambatannya menjadi semakin kecil dan juga sebaliknya - Semakin kecil harga intensitas cahaya (dalam lux) maka akan semakin besar harga hambatannya (dalam ohm)

VIII.

DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Fotometer diakses tanggal 22 September 2013 pukul 09.30 WIB http://www.scribd.com/doc/24206088/LAPORAN-PRAKTIKUM-Fotometer diakses tanggal 22 September 2013 pukul 22.15 WIB Staf Laboratorium Fisika Dasar. 2013. Panduan Praktikum Fisika Dasar. Yogyakarta: Laboratorium Fisika Dasar FMIPA UGM

Yogyakarta, September 2013 Praktikan,

Wida Nur Hasan 12/334816/PA/15024