Anda di halaman 1dari 12

Journal Biologi Sains Vol. 1.

12-02-2013
Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

DIVERSITAS JENIS GASTROPODA SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN PANTAI KECAMATAN KOTA LAMA KOTA KUPANG DIVERSITY TYPE GASTROPODA AS BIOINDICATOR COASTAL WATER QUALITY DISTRICT OLD CITY OF KUPANG
*)

Yohanis Lopo, **)Frans Kia Duan dan ***)Mbing Maria Imakulata

Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI NTT E-mail: Johanes_Lopo@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang pada bulan September sampai Oktober 2012 dengan tujuan untuk mengetahui kualitas peairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang berdasarkan indeks diversitas jenis gastropoda. Pengambilan sampel dilakukan di 3 stasiun dengan interval pengamatan setiap minggu selama dua bulan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan transek garis dan plot. Analisis data diversitas jenis gastropoda menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil penelitian ditemukan 10 jenis gastropoda yaitu Nasarius clarus, Marginella cincta, Tonna perdix L, Nerita polita, Nerita Plicata, Columbella melanozoa, Nassarium pauperus, Conus dorreensis, Thais echinata dan Siphonalia varicosus . Hasil analisis nilai diversitas tertinggi adalah jenis Nasarius clarus (0.3026) dan terendah adalah jenis Siphonalia (0.0999), total indeks diversitas jenis gastopoda adalah 2.1860. Dengan demikian kualitas perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang berdasarkan indeks diversitas jenis gastropoda dikategorikan tercemar ringan. Hasil pengukuran parameter fisik kimia adalah Kecepatan arus 58.1 m/s, suhu 28.9C, pH 7.1, salinitas 43.9, TSS 263 mg/l, TDS 41.3 mg/l. Kata Kunci : Diversitas Gastropoda, Kualitas Perairan, Pantai Kecamatan Kota Lama

ABSTRACT The research was conducted in the coastal waters of the Old Town District of Kupang in September to October 2012 in order to determine the quality of the coastal waters of the Old Town district Kupang diversity index based on the type gastropods. Sampling was conducted at three stations with observation intervals every week for two months. Sampling technique in this study was purposive sampling using line transect and plot. Analysis of the data types of gastropod diversity using Shannon 1

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

Wiener diversity index formula. The research found that 10 species of gastropods Nasarius Clarus, Marginella cincta, Tonna perdix L, Nerita polita, Nerita plicata, Columbella melanozoa, Nassarium pauperus, Conus dorreensis, Thais echinata and Siphonalia varicosus. The results of the analysis of the value of the highest diversity is kind Nasarius Clarus (0.3026) and the lowest is the kind Siphonalia (0.0999), total diversity index was 2.1860 gastopoda types. Thus the quality of the coastal waters of the Old Town district Kupang based diversity index categorized types of gastropods lightly polluted. The results of measurements of the physical parameters of the chemical is the current Speed 58.1 m/s, temperature of 28.9 C, pH 7.1, 43.9 salinity, TSS 263 mg /l, TDS 41.3 mg/l. Keywords : Diversity Gastropoda, Water Quality, Coastal District Old City

PENDAHULUAN Wilayah perairan pantai di Indonesia merupakan suatu wilayah yang mempunyai potensi sumberdaya alam yang cukup besar. Wilayah ini telah mengalami banyak perubahan fungsi untuk dapat memberikan manfaat dan sumbangan yang besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan devisa negara. Dahuri (2003), meyatakan bahwa secara empiris wilayah pesisir merupakan tempat aktivitas ekonomi yang mencakup perikanan laut dan pesisir, transportasi dan pelabuhan, pertambangan, kawasan industri, agribisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata serta kawasan pemukiman dan tempat pembuangan limbah. Selain itu memiliki potensi yang besar, beragamnya aktivitas manusia di wilayah pesisir menyebabkan daerah ini merupakan wilayah yang paling mudah terkena dampak dari kegiatan manusia. Aktivitas-aktivitas tersebut di atas, baik secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan pantai tersebut. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan pesisir, karena adanya masukan limbah yang terus bertambah. Pengkajian kualitas perairan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan analisis fisika dan kimia serta analisis biologi. Tekanan lingkungan terhadap perairan ini semakin lama semakin meningkat karena masuknya limbah dari berbagai kegiatan di kawasan-kawasan yang telah terbangun di wilayah pesisir tersebut. Jenis limbah yang masuk seperti limbah organik, dan anorganik (sampah) inilah yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

perairan (Wiryawan 1999 et.al, dalam Wijayanti, 2007). Penurunan kualitas lingkungan ini dapat diidentifikasi dari perubahan komponen fisik, kimia dan biologi perairan di sekitar pantai. Pantai kecamatan Kota Lama merupakan suatu lokasi yang dimanfaatkan oleh beberapa sektor seperti pertanian, perikanan, perdagangan, rumah potong hewan, perhotelan dan pariwisata, adanya aktivitas manusia dipantai tersebut akan menyebabkan pantai mengalami perubahan-perubahan kondisi lingkungan perairan. Dalam perubahan suatu kondisi lingkungan perairan yang dinamis, analisis biologi khususnya analisis diversitas gastropoda dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kualitas perairan (Odum, 1994 dalam Wijayanti, 2007). Hewan gastropoda ini juga hidup relatif menetap, sehingga dapat digunakan sebagai petunjuk kualitas lingkungan suatu perairan, karena selalu kontak dengan limbah yang masuk kehabitatnya. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas jenis gastopoda sebagai bioindikator kualitas perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang dan kondisi fisik kimia kimia lingkungan perairan Penentuan komunitas perifiton sebagai indikator menggunakan indeks keanekaragaman menurut Shannon Wiener (Wilha, 1979 dalan Fachrul,2007).

METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan September sampai Oktober 2012 di Perairan Pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pH meter, Thermometer air raksa, Salinometer, Bola pimpong, GPS (Magellan Explorist 500), Kotak plot berukuran 1 x 1 m, Kamera (Panasonic DMC-TZ1) Stoples atau ember plastik, Stopwatch, Alat tulis (pulpen dan kertas), Alkohhol 70% dan Larutan formalin 4 %. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek dan plot untuk pengambilan data dan metode deskriptif untuk analisis data. Sampel yang diambil di tiga stasiun selanjutnya dilakukan identifikasi. Jarak antar stasiun berkisar 1500 meter. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan teknik sampling purposive sampling dan garis transek dibuat sebanyak 3 buah dengan jarak masing-masing garis transek adalah 400 meter. Jarak dari garis

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

pantai ke garis surut terjauh adalah kurang lebih 25 meter, maka dapat dibuat plot sebanyak 5 buah dengan ukuran 1 x 1 meter dengan jarak antar plot sejauh 1 meter. Pengukuran parameter fisik kimia dilakukan di laboratorium BLHD Prov. NTT dan di lapangan dengan satuan alat yang digunakan dapat dilihat pada tabel 1 Sebagai berikut: Tabel 1 Alat dan metode yang digunakan dalam penetuan kualitas air (APHA, 1989). Parameter Fisika Kecepatan Arus Suhu Substrat TDS TSS Kimia Salinitas pH Satuan m/s 0 C Mg/L Mg/L Alat/Metode Bola Pimpong Thermometer Air Raksa Manual Gavimetrik Gavimetrik Refraktometer pH meter Keterangan Insitu Insitu Insitu Laboratorium Laboratorium Laboratorium Insitu

Data hasil indeks diversitas dari Shannon-Wiener (Fachrul, 2007) adalah sebagai berikut:

Dimana: H Pi = Indeks diversitas Shannon-Wiener = ni/N (perbandingan jumlah individu suatu jenis dengan keseluruhan jenis) ni N S = Jumlah individu jenis ke i = Jumlah total individu = Jumlah genus

Penentuan kualitas perairan mengikuti kriteria Shanon-Wiiner, (Wilha 1975, dalam Fachrul (2007:109) sebagai berikut: H<1 = Tercemar berat H1,0-2,0 = Tercemar sedang

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

H2,0-3,0 = Tercemar ringan H3,0-4,0 = Tercemar sangat ringan H>4 = Kualitas perairan bersih atau tidak tercemar

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pantai Kecamata Kota Lama Secara geografis lokasi penelitian di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang terletak pada 10008825LS - 123036297BT dengan panjang pantai 3 Km . Pantai kecamatan Kota Lama juga merupakan salah satu perairan asin yang ada di wilayah kota Kupang dengan substrat dasar berpasir, berlumur dan berbatu. Pantai Kota Lama terletak di empat (4) kelurahan yaitu kelurahan Lai Lai Besi Kopan (LLBK), kelurahan Tode Kisar, kelurahan Fatu Besi dan kelurahan Pasir Panjang. Pantai ini juga berubah fungsi karena banyak pemukiman yang cukup padat sehingga adanya berbagai aktivitas manusia disepanjang pesisir dan pantai berupa perikanan, perhotelan, perdagangan, rumah potong hewan dan pariwisata, dimana aktivitas-aktivitas ini secara langsung ataupun tidak langsung memberikan limbah organik dan anorganik yang masuk ke lingkungan perairan sehingga menyebabkan biota yang hidup di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang yang hidup terganggu.

Jenis-Jenis Gastropoda yang di Temukan Berdasarkan hasil penelitian keanekaragaman jenis Gastropoda pada setiap stasiun di perairan pantai pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang, diperoleh 10 jenis Gastropoda antara lain Nasarius clarus, Marginella cincta, Tonna perdix L, Nerita polita, Nerita Plicata, Columbella melanozoa, Nassarium pauperus, Conus dorreensis, Thais echinata dan Siphonalia varicosus yang tergolong dalam 3 ordo yang terdiri dari 7 famili dengan jumlah individu secara keseluruhan adalah 716. Pengelompokan atau klasifikasi jenis Gastropoda mengikuti acuan pada buku-buku mengenai identifikasi Gastropoda antara lain Simon & Scuster (1979) dan Dharma (1988). Hasil perhitungan indeks keanekaragaman jenis (H) Gastropoda di perairan pantai Kota Lama Kota

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

Kupang adalah 1.7593 2.1590. Adapun jenis dan jumlah anggota kelas Gastropoda yang ditemukan di pantai Kota Lama Kota Kupang dapat dilihat pada tabel berikut.

Keanekaragaman Jenis Jenis-jenis gastropoda yang ditemukan pada semua stasiun yaitu stasiun satu, stasiun dua dan stasiun tiga berjumlah 10 jenis yang terdiri dari: Nasarius clarus, Marginella cincta, Tonna perdix L, Nerita polita, Nerita Plicata, Columbella melanozoa, Nassarium pauperus, Conus dorreensis, Thais echinata dan Siphonalia varicosus . Perhitungan nilai keanekaragaman jenis gastropoda tersebut untuk menggambarkan kualitas perairan pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang. Tabel 4.5 Keanekaragaman jenis gastropoda di perairan Pantai Kota Lama Kota Kupang Nama Jenis Jumlah Jenis pi ln pi H' Nassarium pauperus 123 0.1717 -1.7614 0.3026 Marginella cincta 35 0.0488 -3.0183 0.1475 Tonna perdix L 103 0.1438 -1.9389 0.2789 Nerita Polita 98 0.1368 -1.9887 0.2721 Nerita Plicata 85 0.1187 -2.1310 0.2529 Columbella melanozoa 80 0.1117 -2.1916 0.2448 Nasarius clarus 52 0.0726 -2.6224 0.1904 Conus dorreensis 88 0.1229 -2.0963 0.2576 Thais echinata 32 0.0446 -3.1079 0.1389 20 0.02793 -3.5779 0.0999 Siphonalia varicosus Jumlah 716 1 2.1860 H' (Diversitas) Dari tabel 4.5 tersebut diatas dapat diperoleh nilai keanekaragaman jenis gastropoda pada perairan pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang berkisar antara 0.0999 sampai 0.3026 dengan nilai keanekaragaman terbesar ditemukan pada jenis Nassarium pauperus yaitu sebesar 0.3026 dan nilai keanekaragaman jenis terendah ditemukan pada jenis Siphonalia varicosus, sebesar 0.0999. Keanekaragaman tertinggi dipengaruhi karena pada perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang substrat dasarnya berbatu dan berlumpur sehingga jenis Nassarium pauperus mudah dapat menyesuaikan diri dengan substrat yang ada artinya mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan 6

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

perairan. Nassarium yang didapati menempel diatas batu, celah-celah batu, dan membenamkan diri pada substrat yang berlumpur dan sedikit berbatu. Sedangkan keanekaragaman terendah pada jenis Siphonalia varicosus karena pergerakan untuk berpindah tempat sangat lambat hal ini disebabkan karena kondisi perairan dilokasi penelitian substrat berlumpur dan sedikit berbatu sehingga Nassarium dapat bertahan hidup. Indeks keanekaragaman Shannon Wiener, (Wilha, 1975 dalam Fachrul 2007) menyatakan apabila H2,03,0 kualitas perairan tercemar ringan.

Berdasarkan indeks keanekaragaman tersebut diatas maka penentuan kualitas perairan pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang dapat dikategorikan tercemar ringan. Keanekaragaman jenis gastropoda pada perairan pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang dilihat pada grafik 4.4.

Gambar 4.4 Grafik Keanekaragaman Jenis Gastropoda pada Perairan Pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang

Nilai Parameter Fisik Kimia Berdasarkan hasil pengamatan nilai parameter fisik kimia perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang dapat di peroleh kisaran nilai Hasil pengukuran parameter fisika dan kimia perairan Kota Lama menunjukan kecepatan arus 30-61 m/s, suhu 29-30 0C, substrat (berlumpur,

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

berpasir, dan berbatu), pH 6.8-7, salinitas 41, 75-45,75 , TSS 110-549 mg/l, TDS 39,15-42,9 mg/l. Tabel 4.9 Hasil pengukuran parameter fisik kimia Perairan Pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang
No 1 2 3 Parameter Kecepatan Arus Suhu Substrat Satuan m/s C St I 57.6 29 Berpasir & Berbatu, sedikit berlump ur 7 45.47 130 42.9 Sampling St II 58.3 28.6 Berlump ur & Berbatu Rerata St III 58.6 29.3 Berpasir, & Berbatu 58.1 28.9 Kriteria 10-100 25-31 Kategori Alami /Normal Alami /Normal

4 5 6 7

pH Salinitas TSS TDS Mg/L Mg/L

6.8 41.75 549 39.15

7.5 44.75 110 41.95

7.1 43.9 263 41.3

7 - 8.5 30-80 20 -

Alami /Normal Alami /Normal Tercemar Alami /Normal

Dari tabel tabel 4.9 tersebut diatas rata-rata parameter fisik kimia di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang antara lain kecepatan arus 58.1, suhu 28.9, pH 6.7, salinitas 43.9, TSS 263 dan TDS 41.3. untuk selengkapnya dapat dilihat pada grafik berikut:

Gambar 4.8 Grafik Hasil Pengukuran Nilai Rata-Rata Parameter Fisik Kimia Perairan Pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang 8

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

Berdasarkan hasil penelitian menunujukan bahwa kisaran nilai kecepatan arus pada perairan kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah 57,658,6 m/s. Menurut Wood (1987) bahwa kisaran 10100 cm/dtk termasuk kategori alami dimana menguntungkan bagi organisme dasar; terjadi pembaruan antara bahan organik dan anorganik dan tidak terjadi akumulasi. Dari hasil pengukuran kecepatan arus rata-rata di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah 58,1 m/s dikategorikan masih alami atau normal. Kisaran nilai suhu pada perairan kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah 28,629,3 C. Menurut Sukarno (1981) bahwa suhu dapat membatasi sebaran hewan gastropoda secara geografik dan suhu yang baik untuk pertumbuhan hewan gastropoda berkisar antara 2531 C. Dari hasil pengukuran kecepatan arus rata-rata di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah 28,9 C dikategorikan masih alami atau tidak tercemar. Pengukuran pH pada perairan kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah berkisar antara 6.87.5. berdasarkan Kepmen LH Nomor 51 tahun 2004 tentang baku mutu kualitas air laut maka pH yang optimum untuk kehidupan organisme laut adalah antara 78.5. Dari hasil pengamatan di lapangan, nilai rata-rata pH di pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah 7.1 yang berarti masih dalam batas maksimum pH yang optimal, sehingga dikategorikan alami atau tidak tercemar. Berdasarkan hasil pengukuran salinitas pada perairan kecamatan Kota Lama Kota Kupang berkisar antara 41.7545.47. Menurut Barnes (1987) pengaruh salinitas secara tidak langsung mengakibatkan adanya perubahan komposisi dalam suatu ekosistem. Menurut Gross (1972) menyatakan bahwa gastropoda umumnya mentoleransi salinitas berkisar antara 2540 . Nilai rata-rata salinitas di perairan pantai kecamatan Kota Lama adalah 43.9 berada dalam kategori normal atau tidak tercemar. Pengukuran zat padatan tersuspensi (TSS) pada penelitian ini adalah berkisar antara 110549 Mg/l. Menurut APHA dalam Effendi (2003) mengatakan bahwa, TSS yang tinggi akan menurunkan tingkat kecerahan 9

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

perairan serta dapat mengurangi penetrasi cahaya dan masuknya matahari ke dalam perairan sehingga akan membatasi proses fotosintesis. Kisaran nilai rata-rata TSS di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah 263 Mg/l, hasil analisa menunjukan bahwa zat padatan tersuspensi melampaui baku mutu air laut sehingga di kategorikan tercemar hal ini disebabkan karena jarak antara pemukiman dengan pantai sangat dekat dan aktivitas disekitar pantai seperti perdagangan, pertokoan, rumah potong hewan, perikanan dan peternak juga semakin meningkat sehingga limbah organik dan anorganik dari aktivitas-aktivitas tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung masuk ke dalam lingkungan perairan pantai dan tidak langsung mengendap sehingga zat padatan tersuspensi semakin tinggi akan mengurangi penetrasi cahaya matahari yang masuk kedalam perairan atau kekeruhan semakin meningkat sehingga akan memperhambat proses fotosintesis bagi organisme laut. Kisaran nilai padatan terlarut (TDS) pada perairan pantai kecamatan Kota Lama berkisar antara 39.1542.9 Mg/l. Padatan terlarut terdiri dari senyawa anorganik dan organik yang terlarut dalam air, mineral, dan garam (Fardiaz 1992). Senyawa oganik dan anorganik yang mengendap dan terlarut di dasar perairan tidak bersifat toksik sehingga hasil analisa nilai TDS pada perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang di kategorikan tidak tercemar atau masih alami.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian indeks keanekaragaman jenis gastropoda yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Gastropoda yang ditemukan di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang yang terdiri dari 10 jenis yaitu: Nasarius clarus, Marginella cincta, Tonna perdix L, Nerita polita, Nerita Plicata, Columbella melanozoa, Nassarium pauperus, Conus dorreensis, Thais echinata dan Siphonalia varicosus yang tergolong dalam 3 ordo dan 7 famili.

10

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

2. Nilai indeks keanekaragaman jenis gastropoda tertinggi di perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang adalah 2.1602 dan yang terendah adalah 1.7551. Nilai keanekaragaman jenis gastropoda pada perairan pantai Kecamatan Kota Lama Kota Kupang berkisar antara 0.0999 sampai 0.3026 dengan nilai keanekaragaman tertinggi ditemukan pada jenis Nasarius clarus yaitu sebesar 0.3026 dan nilai keanekaragaman jenis terendah ditemukan pada jenis Siphonalia varicosus sebesar 0.0999. Berdasarkan indeks keanekaragaman tersebut diatas maka nilai indeks keanekaragaman gastropoda pada perairan pantai Kota Lama memiliki keanekaragaman jenis yang rendah. 3. Kualitas perairan pantai kecamatan Kota Lama berdasarkan indeks keanekaragaman menurut (Wilha 1975, dalam Fachrul 2007) H2,03,0 menunjukan kualitas perairan tercemar ringan. Berdasarkan indeks

keanekaragaman tersebut diatas maka kualitas perairan pantai kecamatan Kota Lama Kota Kupang dikategorikan tercemar rinngan.

DAFTAR PUSTAKA Asikin, 1982. Kerang Hijau. Jakarta : Penebar Swadaya Barnes, R. D. 1987. Invertebrate Zoology. Fith edition. Sounders College Publishing. London. Clark, R.B. 1986. Marine Pollution. Claredon Press. Oxford. Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Desmukh, I. 1992. Ekologi OborIndonesia dan Biologi Tropika. Jakarta : Yayasan

Dharma, B. 1988. Siput dan Kerang Indonesia. Jakarta: PT.Sarana Graha. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas air. Managemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta. Hughes, R.H. 1986. A Fungtional Biology of Marine Gastropods. FirstPublished. John Hopkins University Press. USA.

11

Journal Biologi Sains Vol. 1. 12-02-2013


Pogram Studi Biologi FMIPA Universitas PGRI NTT

Krebs, C.J. 1985. Ecology: The Experimental Analysis of a n d Abundance. Ed. New York. Nontji, A. 1987. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta.

Distributions

Nybakken, J.W. 1992 Biologi Laut . Suatu Pendektan Ekologis. PT Gramedia Pustaka, Jakarta. Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi . Penerjemahan: Samingan, T dan B.Srigandono. Gajahmada University Press. Yogyakarta. Primack, R. B ; J. Supriatna ; M. Indrawan & Kramadibrata. 1998. Biologi Konservasi . Jakarta : Yayasan Obor Indonesia Simon & Schuster . 1979. Guide to Shells . New york : Published by Simon & Schuster, inc Sinaga, T. 2009. Keanekaragamana Makrozoobentos Sebagai Indikator Kualitas Perairan Danau Toba Balige Kabupaten Toba samosir. Skripsi PDF Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara. Medan. Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Surabaya: Usaha Nasional. Sukarno, 1981. Terumbu Karang di Indonesia. Permasalahan dan Pengelolaannya LON-LIPI. Jakarta. Wilhm, J. L., and T.C. Doris. 1986. Biologycal Parameter for water qualityCriteria. Bio. Science: 18 Wijayanti, H. M. 2007. Kajian Kualitas Perairan di Kota Bandar Lampung Berdasarkan Komunitas Hewan Makrobenthos. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Semarang. Wood, M. S. 1987. Subtidal ecology. Edward Arnold Pty. Limited, Australia.

12