Anda di halaman 1dari 24

G.Sistem Refrigrant a.

Siklus pendingin Setelah kita memahami uraian tenting hakikat pendingin dan komponen-komponen pokok, kita dapat menggabungkan ke empat komponen pokok tersebut dalam satu rangkaian proses-proses yang melalui sejumlah perubahanperubahan bentuk maupun kondisi menjadi suatu syklus yang kita sebut siklus pokok system pendingin (jenis kompresi) yang secara berurutan terdiri dari 1. proses penguapan, terjadi di evaporator dilanjutkan dengan 2. proses kompresi yang dilaksankan oleh kompresor, kemudian 3. proses kondensasi di kondensor dan terakhir 4. proses eskpansi dilakukan oleh katup ekspansi yang selanjutnya kembali lagi ke proses penguapan. Kalau penggabungan tersebut kita tuangkan dalam, bentuk diagram skematik maka akan tergambar syklus pokok system pendingin seperti gambar 13 - 12.

Gambar 13-12 Siklus Pokok system pendingin

Dimulai dari cairan jenuh dititik A, refrigerant yang keluar kondensor dengan kondisi temperatur tinggi (40C), bertekanan tinggi 9,1 (karena kondensasi terjadi pada tekanan tetap), mengalir melalui saluran cairan menuju ke pengatur aliran refrigerant (katup ekspansi) ditik A' dengan kondisi cairan agak dingin (subcooled) bersuhu 30C dan tekanan tetap 9,61 bar. Di dalam katup ekspansi tekanan cairan diturunkan menjadi tekanan evaporator sebesar 2,61 bar sehingga suhu (uap jenuh, cairan campuran uap menjadi -5C, bertahan selama bentuk refrigerant masih jenuh (catrpo) nap dan cairan) dititik sampai dengan C.

Keluar dari evaporator dititik C, dimana diperkirakan bentuk refregant menjadi uap kering tanpa cairan lagi, maka dalam perjalanan menuju ke kompresor refrigerant menjadi uap superheated dimana panas yang masuk ke refrigerant merupakan panas sensible yang digunakan menaikkannya refngeran, sehingga masuk ke kompresor telah bersuhu 10C dengan tekanan tetap 2,61 bar. Dengan peristiwa kompresi, tekanan uap naik menjadi 9,61 bar sementara suhu uap kering (superheated sekitar 61,7C. Selanjutnya dalam perjalanannya menuju ke kondensor mengalami penyerahan panas keluar system, sehingga suhu refrigerant yang mulai menjadi nap jenuh menjadi 40C dengan tekanan tetap sampai dengan dititik E' dimana bentuk refrigerant masih jenuh, campuran uap dan cairan. Lepas dari titik bentuk refrigerant telah berubah seluruhnya menjadi cairan. Dari uraian diatas dan pemahaman terhadap yang sudah diuraikan pada jab-bab terdahulu tentang fungsi dan cara kerja komponen-komponen pokok system

pendingin dan setelah kita tuangkan dalam gambar siklus pokok system pendingin, kita dapat mengenali daerah-daerah berdri khusus yang harus diketahui sebagai pemahaman mutlak : a. Menurut temperatur Sesuai dengan proses yang terjadi ditiap komponen pokok, maka uncut mengontrol bahwa system berjalan normal (dengan permukaan kulit dapat kita rasakan ) kita kenali 1. Daerah panas (hot) : dimulai dari cylinder block dan cylinder heat kompresor sampai dengan pipa masuk kondensor 2. Daerah hangat (suam kuku) campuran panasnya gas refrigerant akibat- kompresi dan dinginnya air laut pendingin (pengembun) : Dari kondensor sampai dengan katup ekspansion bagian masuk. 3. Daerah dingin mulai dari katup ekspansi sampai dengan evaporator 4. Daerah dingin sedang, mulai keluar evaporator sampai dengan kompresor bagian masuknya refrigeran dari evaporator. Menurut bentuk fisis (Lihat gambar) 1. Daerah gas keluar evaporator, kompresor sampai masuk kondensor 2. Daerah cair : keluar kondensor sampai keluar expansion valve 3. Daerah campuran : a. Gas berubah cairan di kondensor b. Cairan (partikel cairan) berubah menjadi uap. : dalam evaporator. b. Menurut tekanan 1. daerah tekanan tinggi : mulai dari kompresor bagian tekan sampai masuk katup

ekspansi, besinya tekanan adalah tekanan kompresi 2. daerah tekanan rendah : mulai dari keluar katup ekspansi sampai kompresor bagian masuk.

H.SISTEM REFRIGERANT

Gambar : system refrigrant

I.Diagram Alir / Kerangka Pemikiran Sesuai dengan judul proposal yang diambil maka susunan kerangka pemikiran adalah sebagai berikut: Analisis kurang normalnya suhu pada ruang pendingin bahan makanan diatas kapal

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Kurangnya media pendingin

Tidak maksimalnya penyerapan panas pada kondensor

(Freon)

didalam

sistem

karena Adanya kebocoran pada instalasi mesin

pendingin itu sendiri

Pengaruh tekanan yang kurang besar

FAKTOR PENYUMBATAN FAKTOR PERAWATAN

PEMBAHASAN

KESIMPULAN

SARAN Gambar 2.4 : Kerangka pikir.

BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian Waktu yang dipergunakan penulis untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan yang terjadi pada instalasi mesin pendingin yaitu selama penulis melaksanakan praktek laut mulai dari tanggal 10 desember 2011 sampai dengan tanggal 15 Desember 2012. Mengingat status penulis di atas kapal, sebagai cadet mesin maka dalam pengumpulan data sepenuhnya dibantu oleh para perwira mesin (masinis) dalam menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di kapal MT.NIRBITA milik perusahan pelayaran yaitu PT.CARAKA TIRTA PRATAMA B. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data yang penulis gunakan untuk menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan fakta, data dan pengalaman yang pernah penulis alami selama penulis melaksanakan praktek laut di atas kapal. Hal ini bertujuan agar data dan pengalaman dapat diolah dan dapat disajikan menjadi gambaran kepada pembaca. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan penulis Udalam penelitian ini adalah : 1. Metode Survey (Observasi) Suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung mengenai objek yang diteliti selama penulis

melaksanakan praktek laut di atas kapal . terhadap suhu ruang pendingin bahan makanan yang tidak normal. 2. Metode Wawancara Suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan cara tanya jawab, temu wicara dan wawancara langsung dengan kepala kamar mesin (KKM), dan para masinis (perwira-perwira mesin) lainnya. 3. Metode Penelitian Pustaka (Library Research) Suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan cara study kepustakaan, literatur yang ada kaitannya dengan permasalahan penulis

baik melalui buku-buku, teori-teori yang penulis dapatkan dibangku perkuliahan serta artikel-artikel lainnya yang ada kaitannya dengan permasalahan penulis C. Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis Data Adapun jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif yang diperoleh melalui bentuk variable berupa informasi-informasi sekitar pembahasan baik secara lisan maupun tulisan. 2. Sumber Data Adapun yang penulis gunakan terdiri atas :
a. Data Primer

Data ini merupakan data yang diperoleh secara langsung di atas kapal dengan cara melakukan pengamatan, pengukuran,pencatatan dan terlibat langsung dengan kegiatan di kapal.
b. Data Sekunder

Data ini merupakan data yang diperoleh dari literatur-literatur dan artikelartikel yang ada hubungannya dengan masalah.
D. Metode Analisis

Metode analisis yang dipergunakan dalam penyelesaian hipotesis adalah analisis deskriptif, yaitu suatu analisis yang menjelaskan tentang penyebab tidak normalnya suhu kerja ruang pendingin bahan makanan di atas kapal.

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

A. Analisa Data Adapun penyebab sehingga kurang normalnya suhu pada ruang pendingin bahan makanan, disebabkan oleh beberapa faktor berdasarkan pengamatan dan hasil penelitian serta data-data yang penulis temukan, maka penulis akan membahas mengenai Apa yang menyebabkan tidak tercapainya temperatur normal pada ruang pendingin makanan. Dengan demikian penulis menganalisa gangguan gangguan tersebut. 1.Adanya penyumbatan pada instalasi atau system pemipaan. Dalam suatu system sering terjadi penyumbatan.adapun penyebabnya biasa dari akibat adanya udara dalam system yang kemudian menguap menjadi cair dan mengakibatkan karat atau kotoran yang dapat menyumbat system. Dan penyumbatan ini juga dapat di sebakan oleh bunga-bunga es yang sukar mencair,maka di tempuh beerapa cara untuk mengatasi maslah tersebut,adapun beberapa cara yang di lakukan adalah: Defrosting. Karena udara mengandung uap air, sedangkan uap air mempunyai sifat yang sama dengan air, maka pada suhu yang rendah (dibawah 0C), akan membeku. Dalam jumlah kecil bekuan itu berbentuk bunga-bunga es, (frost), tetapi dalam

jumlah besar frost ini akan menebal dan mengeras membentuk lapisan es yang menyelimuti pipa-pipa evaporator. Karena lapisan es merupakan isolator (penghalang) penyerahan panas dari ruangan ke refrigerant yang ada didalam pipa evaporator maka gualitas pendinginan juga turun. ltulah sebabnya maka lapisan es atau bunga-bunga es (frost) harus dihilangkan. Upaya menghilangkan lapisan es (frost) tersebut disebut defrosting. Pelaksanaan defrosting 1. Alarniah (natural defrosting), Cara ini yang juga disebut cara 'shut down" atau 'off cycle" merupakan cara paling mudah namun tidak efisien, yaitu dengan mematikan system. Dengan dimatikannya system maka praktis tidak ada pengambilan panas lagi dievaporator, maka yang terjadi adalah penggunaan panas udara ruangan untuk mencairkan lapisan es. Dengan menggunakan air (sebaiknya panas) lapisan es disemproT 3. Menggunakan peralatan listrik (electric defrosting) Pemanas-pemanas (heaters) sering digunakan untuk defrostinf system coil-coil blower jenis sirip. Pemanas ini merupakan satu piket system pedingin dipasang dan bekerja secara otomat. 1. Menggunakan gas panas a. Untuk system yang lebih dari satu evporator System ini yang umum digunakan dikapal, karena system pendingin dikapal pada umumnya mempunyai lebih dari satu evapordtro dan biasanya konstruksi untuk melakukan defrosting telah dirancang dan diungkapkan Prinsip

kerja, adalah bahwa evaporator yang akan didefrosting berubah fungsi sebagai kondensor sementara evaporator lain berjalan normal.. b. Untuk system yang hanya mempunyai satu evaporator, dengan system defrosting gas panas sirkufasi terbalik. Untuk system ini, defrosting dapat dilakukan dengan dua cara pertama dengan aliran searah, dengan menambahkan peralatan reevaporator coil dan kedua dengan aliran terbalik dengan masing check valve 2.Adanya kebocoran pada instalasi mesin pendingin itu sendiri. Suatu instalasi mesin pendingin yang sedang beroperasi tidak akan berkurang freon-nya bila tidak terjadi kebocoran, sehingga untuk menambah freon ke dalam sistem maka kebocoran harus terlebih dahulu

ditanggulangi.bahwa sistem pendingin mengalami kekurangan bahan pendingin, hal ini disebabkan karena adanya kebocoran pada sisi hisap yang akan menyebabkan berkurangnya freon yang bersirkulasi di dalam sistem. Hal ini dapat terjadi pada kompressor, katup-katup, sambungan pipa, kondensor dan receiver. Dimana refrigerant yang bersirkulasi dalam sistem mempunyai tekanan lebih tinggi daripada tekanan atmosfer, yaitu terjadi kenaikan tekanan dari 3,545 Bar menjadi 5,657 Bar. Maka apabila terjadi kebocoran pada media pendingin (freon) tersebut akan keluar. Sehingga kebocoran yang tidak diketahui menyebabkan freon semakin lama semakin berkurang dan mengakibatkan suhu pendingin bahan makanan meningkat pada suhu vegetable room +200C, fist & meat room -50C sampai dengan -60C.di bandingkan dengan suhu yang sudah ditentukan yaitu tempat penyimpanan

buah-buahan dan sayur-sayuran(vegetable room)dengan suhu +50C, tempat penyimpanan danging (meat room)dan ikan(fish room) dengan suhu -180C, sedangkan untuk ruang lobby +100C. 3.Penyerapan kandungan air pada dryer tidak maksimal. Dehydrator adalah suatu alat yang berisikan butiran silicagel yang berfungsi untuk menyerap uap air yang terdapat dalam bahan pendingin, uap air harus dihilangkan karena sifat dari air tidak bisa di mampatkan dan akhirnya akan menganggu instalasi mesin pendingin. Sudah tidak bagus atau sudah kehitam hitaman. Untuk mengatasi permasalahan diatas, maka penulis mencari jalan

keluarnya guna menanggulangi atau mengatasi yang terjadi pada instalasi mesin pendingin, hal ini harus segara mendapat perbaikan. 1. Tidak normalnya kerja dari katup solenoid. Solenoid valve letaknya diantara filter dan expansion valve, tugas utamanya adalah mengatur suhu kamar dingin. Cara kerjanya valve ini diatur oleh thermostatic switch yang mempunyai control bulb atau tabung pengontrol yang letaknya didalam kamar dingin.bila aliran listrik mengalir kedalam kumparan atau coil, maka timbullah lapangan magnit yang akan menarik pluyer besi lunak keatas untuk kemudian mengangkat klep jarum. Kemudian klep mengalir ke evaporator melalui klep itu. Bila aliran listrik terputus, maka jarum klep jarum kembali, karena berat klep serta pluyer maka Freon tidak mengalir lagi kedalam evaporator 2. Penyerapan panas pada kondensor tidak maksimal.

Pengaruh kondensasi freon pada kondensor sangat besar terhadap temperature yang optimal, hal ini di pengaruhi oleh aliran air laut pada kondensor serta tekanan yang air laut masuk di kondensor. Berdasarkan pengamatan bahwa, yang harus diperhatikan pada

kondensor tersebut adalah kotoran di permukaan pipa yang disebabkan air laut yang mana pada air laut tersebut terdapat bahan-bahan padat kemudian

melekat pada permukaan pipa. Pada umumnya kotoran pada pipa dipengaruhi oleh kualitas air yang dgunakan serta jadwal pembersihan (perawatan) kondensor. B. Pembahasan Masalah
1. adanya kebocoran pada instalasi mesin pendingin itu sendiri

Setelah menganalisa instalasi mesin pendingin, yang menyebabkan suhu diruang pendingin tidak normal karena adanya kebocoran pada sistem mesin pendingin makanan. Dan untuk mencari atau mengetahui letak suatu kebocoran dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : a. Mencari Lokasi Kebocoran Dalam mencari lokasi kebocoran tersebut, dilakukan dengan dua cara yang digunakan di kapal MT. NIRBITA yaitu : 1. Busa sabun Cara mencari kebocoran yang paling murah, mudah dan praktis yaitu dengan busa sabun, tetapi busa sabun hanya dapat dipakai untuk mencari kebocoran yang besar dan pada tempat yang mudah dilihat dengan mata dan dapat dicapai oleh tangan.

Oleskan busa sabun dengan kuas pada tempat-tempat dimana kemungkinan ada kebocoran dan pada semua sambungan-sambungan pipa, lalu tunggulah beberapa saat sampai timbul gelembung-gelembung dari gas yang bocor. Memakai air sabun harus pada bagian yang ada tekanannya. 2. Nyala api (halide torch) Suatu alat untuk mencari kebocoran dengan memakai bahan bakar gas jenis acetylene. Dari perubahan warna nyala apinya, kebocoran dapat diketahui. Jika ada kebocoran maka warna api halide torch akan berubah menjadi kehijau-hijauan. Penggunaan halide torch yaitu dengan cara meletakkan sedekat mungkin pada bagian yang sedang dicari

kebocorannya, tetapi tidak menempel karena apabila ujung dari halide torch seluruhnya menempel pada pipa maka nyala api akan padam. Karena kebocoran yang sangat besar, pemeriksaan dengan halide torch menjadi sukar, kita harus menunggu sampai media pendingin yang bocor habis tertiup udara atau menggunakan alat lain untuk mencari kebocorannya. 3. Dengan kertas lakmus. Pelaksanaan seperti halnya busa sabun dan lampu halide. Hanya saja sekarang menggunakan kertas lakmus yang dibasahi Dengan amoniak kertas lakmus akan berubah warna menjadi biro. Karena amoniak merupakan alkaline, dengan menggunakan kertas yaitu kertas lunak yang dicelupkan kedalam larutan yang berisi sektar setengah

gram phenol phthalein dalam alcohol. Setelah dikeringkan, Bunting menjadi potongan-potongan berbentuk strip. Untuk menggunakannya, basahi kertas tersebut dan basa atau dekatkan ketempat-tempat yang dicurigai terjadi kebocoran. Jika terjadi kebocoran maka kertas ini akan berubah warna menjadi pink In, cara terbaik untuk mengecek kebocoran amoniak kedalam air kondensor b. Mengatasi Kebocoran Setelah menemukan lokasi kebocoran maka langkah-langkah

selanjutnya adalah mengatasi masalah tersebut yang bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan penambalan pipa bocor. Penambalan pipa bocor dilakukan dengan cara pengelasan dengan menggunakan las kuningan dengan suhu pemanasan 550 0C, dibawah titik cair logam yang akan ditambal dan dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Mempersiapkan pipa yang akan ditambal, kemudian dilakukan

pembersihan pada bagian pipa yang mengalami kebocoran dengan menggunakan amplas halus untuk membersihkan kotoran-kotoran yang melekat pada pipa tersebut. b. Mengalirkan gas nitrogen ke dalam pipa yang akan ditambal setelah

terlebih dahulu dipanasi dengan menggunakan burner yang berbahan bakar acetylene. Pengisian gas nitrogen kedalam pipa bertujuan untuk menghindari oksidasi pada saat pipa dipanasi pada bagian dalam maupun luarnya.

c.

Setelah pipa dipanasi selanjutnya silver flug untuk membantu menghindari terjadinya oksidasi oleh udara luar, lalu kawat perak yang akan digunakan untuk menambal didekatkan pada burner dan diarahkan pada bagian yang bocor tersebut sambil terus dipanasi dengan burner dan bila perlu ditambal lapisan kuningan untuk memperkuat tambalan.

d.

Mengganti pipa yang bocor dengan pipa yang baru Apabila kebocoran pada pipa kapiler sudah tidak dapat diatasi, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan mengganti pipa kapiler yang bocor dengan pipa kapiler yang baru. Sebelum mengadakan pergantian pipa, maka hal-hal yang harus

dipersiapkan terlebih dahulu yaitu : 1 Persiapan pipa tembaga yang sama ukurannya dengan pipa yang akan diganti. 2 Memotong pipa sepanjang kurang lebih 3cm sampai 4cm dan ujung-ujung hasil pemotongan pipa tersebut dibersihkan sampai tidak ada sisa-sisa serbuk tembaga hasil potongan, dengan menggunakan gergaji besi atau pemotongan pipa. 3 Pipa yang baru tersebut dikembangkan ujung-ujungnya dengan swaging tool sehingga diameter ujung-ujung pipa tersebut pas dengan ujung pipa yang akan disambung. 4 Setelah disambung lalu dilas dengan las kuningan, pengelasan ini harus merata sehingga kuningan yang mencair masuk kedalam sela-sela sambungan pipa.

e. Penambalan media pendingin freon pada sistem Dengan adanya kebocoran dalam sistem, maka jumlah freon pun akan berkurang, karena freon akan keluar dari sistem. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan pengisian freon kembali kedalam sistem. Pengisian freon

dapat dilakukan melalui sesudah kondensor dan sebelum drayer. Sebelum melakukan pengisian freon, perlu dilakukan beberapa langkah-langkah sebagai berikut : 1. Mempersiapkan botol freon Hal ini dilakukan untuk memperlancar proses pengisian masuk ke dalam sistem, diantaranya : a. Ambil botol berisikan freon, kemudian digantung dengan terbalik pada timbangan. b. Catat berapa banyak jumlah freon yang ada di dalam botol tersebut sebelum digunakan. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat berat dari botol tersebut dari timbangan. c. Pasang selang penghubung dari botol freon dengan nipple pengisian yang letaknya sebelum drayer. d. Buang udara (purging) yang ada dalam pipa penghubung dengan mengendorkan nipple pengisian yang ada sebelum drayer dengan membukanya beberapa putaran. e. Buka katup yang ada pada botol freon tersebut dan tunggu sampai freon yang bercampur dengan udara keluar dari nipple tersebut. 2. Mengisi freon ke dalam sistem posisi

Setelah langkah-langkah persiapan diatas dilakukan, pengisian freon dapat dimulai secara bertahap :
a. Tutup katup setelah kondensor dan sebelum drayer.

b. Jalankan kompresor hingga terjadi kehampaan (vacum) pada sistem. c. Buka katup pengisian sebelum drayer. Karena terjadinya kehampaan pada kompresor, maka freon tersebut akan mengisap masuk yang kemudian ditekan menuju kondensor untuk dirubah menjadi cairan, lalu freon tersebut ditampung dalam receiver. Banyaknya freon yang telah masuk ke dalam sistem dapat diketahui dengan membandingkan berat freon ditimbang pada saat pertama kali digantung. Sedangkan untuk memastikan jumlah dari refrigerant tersebut tidak melewati batas normalnya, dapat dilihat jelas pada gelas duga yang ada pada receiver. 3. Menambah Minyak Lumur Minyak lumur yang dipakai pada instalasi pendinginan ialah : Nama Pabrik Merek Valvoline Oil Valvoline Oil 3231 BP Energol LPT 100 Caltex Capella D Zerrice 50 Esso Gulf Oil Veritas Ice Machine Oil 4/5 Shell Clavaus Oil 33 Mobil Oil Gargoyl Artic Oil no. 300

Wakefield Icematic Heavy Bila dikehendaki pemakaian minyak lumudr lain dari pada daftar tersebut di atas sebaiknya memilih minyak lumur mineral yang murni dengan beberapa ketentuan sebagai berikut dibawah ini : Berat jenis kira-kira 0,90 Titik nyala 1800 hingga 2000 P.M Titik Beku 300C Kekentalan (Viscosity) 4,5 hingga 5,50 Engler Oksidasi tembaga negative Sisa abu nihil Penggunaan minyak lumur janganlah sekali-kali dicampur satu merek dengan merek lain. Bila merek itu tidak terdapat lagi dan harus ganti merek lain, sebaliknya minyak lumur yang lama dikeluarkan dan system dibersihkan semua (seluruhnya). Campuran minyak luhur dari beberapa jenis minyak lumur mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat dihindarkan. Kekentalan minyak lumur akan berkurang atau akan terjadi hubungan kimia yang tidak kita inginkan. Membeli minyak lumur sebaiknya dalam kaleng sebesar 20 liter, bila kaleng ini telah dibuka dan isinya tidak habis dipakai, maka akan terjadi oksidasi pada minyak lumur itu. Tutuplah kaleng itu dengan rapat. Cara mengisi minyak lumur sebagai berikut : Telah diketahui, bahwa tekanan isap selalu diatas tekana atmosfir bila Kompresor berjalan dengan keadaan biasa. Sediakan sebuah corong

dengan pipa isi berbentuk L dengan corong dihubungkan rapat pada pipa itu agar udara tidak daapt terisap. Low pressure control switch disetel pada cakum 10 cm dan jalankan Kompresor. 2. Penyebab kandungan air pada dryer tidak maksimal Sifat dari pengering harus dapat menyerap kadar air dalam udara dan kadar air yang ada dalam instalasi. Upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah penggantian silica gel dan pembersihan saringan. Dengan adanya udara dalam sistem maka akan mengganggu kerja instalasi mesin pendingin. Untuk mencegah terjadinya penyumbatan pada saringan, maka ditempuh beberapa cara untuk mengatasinya. adapun cara-cara untuk mengatasi penyumbatan pada saringan yaitu : a. Penggunaan silica gel harus dari jenis yang baik, cadangan silica gel harus disimpan dalam tabung yang tertutup rapat untuk menghindari oksidasi yang merusak silica gel tersebut. Silica gel yang baik dapat diuji sebelum dipakai, apabila biji silica gel jatuh berarti sudah jenuh sedangkan yang baik tetap menempel. b. Untuk mencegah penyerapan debu silica gel yang terkena erosi, maka dipasang saringan yang terbuat dari bahan topi (felt), sebelum dan sesudah penempatan silica gel. Untuk penggantian silica gel dan pembersihan saringan dapat dilakukan dengan menutup kran sebelum dan sesudah tabung pegering sambil

kompresor dijalankan terus menerus dengan membuka kran by pass sehingga bahan pendingin dalam evaporator kedap semua, tunggu kembali

sampai kompresor berhenti secara outomatik dan tutup kran sesudah pegering, lepas tabung pengering. Penggantian dan pembersihan saringan dilakukan untuk tetap mengoperasikan instalasi pada saat pembersihan maka bahan pendingin dilewatkan melalui kran by pass, sehingga kompresor jalan kembali. 3. Tidak normalnya kerja dari katup solenoid Katup solenoid harus dipilih yang tepat untuk pemakaian yang tertentu, selain itu cara pemasangannya yang tepat juga harus diperhatikan. Kumparan katup solenoid jangan dipasang dibawah atau lebih rendah dari rumah katup. Katup solenoid dengan plunyer atau diafragma yang memakai pegas dipasang pada semua posisi, vertical atau horizontal. Katup model lama yang memakai plunyar dan hanya tergantung dari berat plunyer untuk menutup lubang katup harus dipasang pada posisi tegak dan pipanya mendatar. Bagian yang bergerak celah kebebasannya sangat sempit, apabila ada sedikit kotoran akan menyebabkan katup bocor atau kumparan terbakar. Untuk menghindari gangguan seperti ini, katup solenoid yang memakai drad ulir diberi saringan dari 100 mesh. Pada waktu memasang katup solenoid yang tidak memakai saringan, pada bagian masuk harus ditambah dengan saringan. Pada waktu memasang harus diperhatikan agar arah aliran dari fluida harus searah dengan tanda panah pada rumah katup atau tanda in pada bagian masuk. Apabila pemasangan tersebut terbalik maka katup tersebut akan selalu dalam keadaan terbuka dan bocor.Pada waktu pemasangan harus diperhatikan agar jangan terjadi kesalahan.

4. Peyerapan panas pada kondensor tidak maksimal.. Upaya-upaya pemeliharaan yang dilakukan pada kondensor ialah pembersihan lubang-lubang pipa air laut pendingin dan penggantian zinc anoda pada cover-cover kondensor. Kerusakan pada kondensor jarang sekali terjadi, yang sering terjadi adalah penyumbatan pada lubang pipa air pendingin oleh lumpur atau kotoran, sehingga mengganggu penyerapan panas. Pembersihan dapat dilakukan dengan

menggunakan sikat khusus atau rotan. Apabila pembersihan sudah dilakukan maka sebelum ditutup kembali, cover perlu dicat anti karat dan diganti zinc anodanya. Bila perlu kondensor dilakukan test hidrolic untuk mengetahui bila terjadi kebocoran pipa

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Dari hasil uraian di atas maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Kurang normalnya suhu pendingin bahan makanan di atas kapal MT. NIRBITA disebabkan oleh kurangnya media pendingin (freon) yang mengalir dalam sistem, yang disebabkan oleh terjadinya kebocoran pada sambungan pipa sistem pendingin bahan makanan. 2. Terjadinya penyumbatan saringan / filter ekspansion valve disebabkan karena adanya kotoran-kotoran dari silicagel drayer yang telah memuai. B. Saran Setelah mengambil kesimpulan di atas, maka penulis memberikan beberapa saran-saran dengan harapan dapat menjadi bahan masukan atau bahan acuan untuk meningkatkan kualitas kerja. Adapun saran-saran yang penulis dapat berikan yaitu : 1. Untuk mengatasi kebocoran pada pipa tersebut maka dilakukan dengan pergantian pipa yang baru cara ini dipilih karena dapat bertahan lama dibandingkan dengan melakukan perbaikan pada pipa-pipa.

2. Sebaiknya penggantian silicagel drayer dilakukan seminggu sekali, agar tidak terjadi penyumbatan yang disebabkan oleh kotoran yang berupa silicagel yang telah memuai.

Anda mungkin juga menyukai