Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

Membuat Jaringan LAN

Dibuat Oleh: Zul Fajar : Diki Anggara

Tekhnik Komputer Jaringan Smk Bina Dharma 2

Diki Anggara Zul Fajar

1.0 MBAHASAN1. Jaringan LAN (Local Area Network) adalah sebuah jaringan yang tidak begitu luas jangkauannya atau hanya bersifat lokal. Jaringan LAN biasanya merupakan jaringan pribadi dan hanya menghubungkan komputer-komputer dalam satu sekolah, gedung, kantor, atau kampus. Biasanya, salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut. Dalam membuat sambungan kabel LAN ada dua cara yaitu STRAIGHT dan CROSS. Kalau jumlah komputer yang akan dikoneksikan hanya dua buah, maka kita cukup menyediakan satu buah kabel UTP dengan panjang sesuai jarak antar komputer yang di kedua ujung kabelnya telah dipasangi konektor RJ-45, cara seperti ini disebut CROSS / SILANG.
Kalau Jumlah komputer yang akan dikoneksikan lebih dari 2 buah, maka kita harus menambahkan suatu alat yang bernama Switch atau Hub. Dari masing-masing komputer dihubungkan ke switch menggunakan kabel UTP dengan konektor RJ-45 di kedua ujungnya, cara seperti ini disebut STRAIGHT / LURUS.

2.0
1. 2. 3.

1. 2.

3. 4.

- PENDAHULUAN Membuat jaringan LAN merupakan langkah untuk mengetahui sistem jaringan internet Dengan mengerjakan tugas ini kita akan dapaat mengetahui tujuan dari pembuatan kabel LAN, yang pasti bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-harinya. Untuk mempelajari jaringan LAN(Local Area Network). Salah satunya yaitu dengan membuat jaringan LAN sederhana. Dalam kesempatan ini kami akan menjelaskan tentang alat dan bahan, proses, pembahasan dan kesimpulan tentang pembuatan jaringan LAN secara sederhana. -Alat alat yang dibutuhkan untuk membuat jaringan LANTang Crimping, silet/cutter, gunting Kabel UTP Konektor RJ45 LAN TESTER Pulpen / spidol kecil -Langkah PembuatanSiapkan kabel UTP sepanjang 1 meter dan konektor sebanyak dua buah Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas) Rapikan susunan kabel yang melilit agar lurus menggunakan pulpen Susun kabel itu-itu sesuai urutan STRAIGHT : Putih Orange = berfungsi mengirim paket data Orange = berfungsi mengirim paket data Putih Hijau =berfungsi mengirim paket data Biru = berfungsi mengirim paket suara Putih Biru = berfungsi mengirim paket suara Hijau = berfungsi mengirim paket data Putih Cokelat = berfungsi mengirim arus DC Cokelat = berfungsi mengirim arus DC

5.

Setelah warna kabel urut sesuai urutan, potong kabel agar rata

6. 7.

Kemudian masukkan kabel ke dalam konektor. Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping, tekan sampai terdengar bunyi klik. 8. Lakukan cara yang sama pada ujung kabel satunya. 9. Setelah kabel UTP dipasangi konektor RJ-45 sesuai urutan ujilah kabel UTP menggunakan LAN Tester. 10. Bila lampu berwarna hijau semua, maka kabel telah dijadikan jaringan LAN dan selesai.

2.1 SETTING Jaringan

Lan

Untuk membangun jaringan LAN yang besar kita harus menguasai cara membangun LAN yang sederhana terlebih dahulu. Karena jaringan LAN yang besar sebenarnya kumpulan dari jaringan LAN yang sederhana yang kemudian dirangkaikan satu sama lain sehingga membentuk suatu jaringan yang sangat besar. Memang tidak ada patokan berapa jumlah komputer untuk jaringan sederhana ini, ya paling tidak hanya mempunyai 1 (satu switch hub) yang dihubungkan beberapa komputer tergantung jumlah dari port Switch hub tersebut. Sedangkan untuk jaringan LAN yang besar tentu mempunyai beberapa switch hub untuk menghubungkan komputer-komputer dalam area yang lebih luas. Disini saya hanya menulis artikel mengenai cara membangun LAN yang sederhana saja. Pertama-tama kita harus mempersiapkan terlebih dahulu Switch Hub, Kabel UTP, Connector RJ45 dan tang Crimpping. Dan kita ingin membuat jaringan dengan 3 unit komputer seperti diagram dibawah : Untuk peng-kabel-annya sebagai berikut :

Sebelah kiri merupakan salah satu ujung kabel dan disebelah kanan merupakan ujung kabel yang lainnya. Posisi warna disesuaikan dengan posisi nomer pin untuk ditempatkan di pin RJ45 seperti dibawah ini :

Setelah pemasangan kabel sudah sempurna tinggal dimasukkan (plug) ke port Ethernet dikomputer dan ujung kabel satunya dimasukan ke Switch Hub. Yang perlu diingat panjang kabel tidak boleh lebih dari 100 meter. Langkah Selanjutnya Menyeting IP Address Pada Win XP... Step 1 Tekan tombol > Control Panel

Pada gambar diatas pilih Network and Internet Connections. Kemudian Pilih Network Connection Setelah itu Klik lagi Local Area Connection. Klik Tombol Propertis sehingga muncul tampilan seperti berikut :

Kemudian pilih TCP/IP, dan tampilan berikutnya seperti di bawah ini:

Pilih use the following IP address. IP Address : bisa dipilih 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.255 . Antara komputer IP Address tidak boleh sama dalam satu jaringan LAN. Subnet Mask diisi 255.255.255.0 Default gateway dikosongkan DNS juga dikosongkan saja. Setelah selesai di klik OK terus. Tahap pertama sudah selesai. Step 2 Pada Control Panel tadi pilih Performance and Maintenance > System dan akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Pilih tab Computer Name Kemudian Klik tombol Change

Computer Name nya diganti sesuai dengan ke inginan Anda asal janga sama dengan nama komputer lainnya dalam satu jaringan LAN. Pilih Workgroup dan isi workgroup Anda, misalnya Bagian Penjualan dikelompokan dalam Penjualan semua, atau Accounting dikumpulkan dalam Accounting semua. Setelah itu klik tombol OK. Sampai disini sebenarnya jaringan Anda sudah bekerja kalau kabel-kabelnya sudah tersambung semua. Step 3. Setelah Step 1 dan dan 2 selesai kita lanjutkan dengan men test jaringan kita dengan perintah ping. Click tombol start > run kemudian ketik cmd atau command

Kemudian ketik perintah ping -t 192.168.1.1 atau ping -t 192.168.1.2 dan seterusnya , tergantung IP Address- IP Address apa saja yang digunakan dalam jaringan LAN kita. Selanjunya eksekusi dengan menekan Enter. Apabila muncul tulisan seperti dibawah berarti jaringan anda normal

Atau kita juga bisa lihat di Start > My Network Places > View Workgroup Computers. Maka akan terlihat nama2 group computer yang telah di bikin dan kalau anda klik pada group komputer akan kelihatan nama2 komputer yang telah di inisialisasi tadi. Sampai disini dulu, selamat mencoba. Notes : Panjang Kabel tidak boleh lebih dari 100 meter, kalau lebih kita harus sambung pakai Switch Hub atau Repeater juga bisa.

3.1. Jaringan komputer secara umum dan manfaatnya Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Pembatasan istilah otonom disini adalah untuk membedakan dengan sistem master/slave. Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainnya aktif atau tidak aktif dan mengontrolnya, maka komputer komputer tersebut tidak otonom. Sebuah sistem dengan unit pengendali (control unit) dan sejumlah komputer lain yang merupakan slave bukanlah suatu jaringan; komputer besar dengan remote printer dan terminal pun bukanlah suatu jaringan.

Manfaat Jaringan Secara umum, jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri dan dunia usaha telah pula mengakui bahwa akses ke teknologi informasi modern selalu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas dalam bidang teknologi. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien, Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date, sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses. Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing), transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan. Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien, surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif. Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif, akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan pemasok.

3.2.

Komponen jaringan komputer 1. Kartu Jaringan / Network Interface Card (NIC) Perangkat antar muka (interface) yang mengkonversi data paralel dari komputer menjadi serial pada jaringan dan sebaliknya. Saat ini, kartu jaringan hampir semuanya menggunakan fast-ethernet dengan kecepatan pengiriman data (transfer rate) mencapai 100 Mbps. Kartu ini dijepitkan dalam slot mainboard komputer. Pada beberapa komputer telah terintegrasi pada mainboard (onboard). Sedangkan, pada komputer laptop/notebook menggunakan kartu LAN PCMCIA, model terbaru telah menggunakan kabel koneksi USB. Setiap kartu jaringan yang telah terpasang/diinstal dikomputer, biasanya diberi nomor alamat IP (Internet Protocol).

2. Kabel Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk jaringan komputer: a. Thin Ethernet (Thinnet) Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.

Gambar 3.1 Kabel Thinnet

b. Thick Ethernet (Thicknet) Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk

menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

Gambar 3.2 Kabel Thiknet

c. Twisted Pair Ethernet

Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karenaHUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed. Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB. Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

Gambar 3.3 UTP, STP, dan RJ-45 Connector

d. Fiber Optic Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

Gambar 3.4 Fiber Optic

3. Konsentrator Untuk menghubungkan komputer lebih dari dua dibutuhkan konsentrator. Alat ini berfungsi sebagai pengumpul kabel yang biasa disebut Hub atau Switch. Pada umumnya, konsentrator mempunyai transfer rate atau kecepatan pengiriman data sebesar 10 Mbps atau 100 Mbps. Perbedaan antar Hub dengan Switch terletak pada cara penggunaan transfer rate. Pada Hub, tranfer rate dibagi sejumlah kabel yang terkoneksi. Sedangkan pada Swicth, transfer rate yang diterima setiap kabel sama (tidak dibagi).

Gambar 3.5 Hub atau switch

4. Router (Pembagi Jalur Jaringan) Router merupakan sebuah komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer dengan alamat IP yang berbeda. Router digunakan untuk mengontrol alamat IP yang diperbolehkan lalu-lalang pada jalur tersebut. Selain itu, dengan penambahan sedikit program pada Router, komputer dengan alamat IP yang satu grup dengan Router tersebut dapat mengakses internet secara bersama-sama.

3.3. Tipe-Tipe Jaringan Komputer 1. Jaringan Workgroup Jaringan ini terdiri dari beberapa unit komputer yang dihubungkan dengan menggunakan Network Interface Card atau yang biasa disebut dengan Local Area Network Card, serta dengan menggunakan kabel BNC maupun UTP. Semua unit komputer yang terhubung dapat mengakses data dari unit komputer lainnya dan juga dapat melakukan print document pada printer yang terhubung dengan unit komputer lainnya. Keuntungan Jaringan Workgroup Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing). Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua unit komputer (Printer Sharing). Akses data dari/ke unit komputer lain dapat dibatasi dengan tingkat sekuritas pada password yang diberikan. Bila salah satu Komputer terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian unit komputer pada jaringan ini dapat mengakses ke jaringan internet atau mengirim fax melalui 1 modem.

Gambar 3.6 Model Jaringan Workgroup

2. Jaringan LAN LAN (Local Area Network) adalah suatu kumpulan komputer, dimana terdapat beberapa unit komputer (client) dan 1 unit komputer untuk bank data (server). Antara masing-masing client maupun antara client dan server dapat saling bertukar file maupun saling menggunakan printer yang terhubung pada unit-unit komputer yang terhubung pada jaringan LAN. Jarak antara komputer yang dihubungkan bisa mencapai 5 sampai 10 km. Suatu LAN biasanya bekerja pada kecepatan mulai 10 Mbps. Berdasarkan kabel yang digunakan, ada dua cara membuat jaringan LAN, yaitu dengan kabel BNC dan kabel UTP. Keuntungan Jaringan LAN Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing). Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing). File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua user, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin. File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol. Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat. Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali. Bila salah satu komputer terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian unit komputer pada jaringan ini dapat mengakses ke jaringan internet atau mengirim fax melalui 1 modem.