Anda di halaman 1dari 21

Philip M Ullrich, Shelley Wiechman Askay, and David R.Patterson Rehabil Psychol. 2009 May ; 54(2): 211216. doi:10.1037/a0015613.

Susanto

mengetahui : nyeri & depresi setelah luka bakar mempengaruhi f/ fisik s jangka panjang.

memeriksa hub antara nyeri , depresi & fungsi fisik pada penderita luka bakar

koesioner u/ menilai nyeri, depresi & f/ fisik pd 64 pdta luka bakar dewasa setelah di pulangkan dari perawatan luka bakar & evaluasi lanjut setelah 1 & 2
tahun

nyeri & f/ fisik alami perbaikan setelah 2 tahun penelitian, sedangkan depresi menetap. Nyeri & depresi di hubungkan dgn f/ fisik yg buruk seiring berjalannya waktu tetapi waktunya bervariasi. Nyeri & fungsi fisik berhub erat pada orang dgn skor depresi yg lebih

nyeri & depresi mempengaruhi fungsi fisik secara sendiri-sendiri. Nyeri & depresi memberikan faktor resiko yg lebih besar terhadap berkurangnya fungsi fisik seiring berjalannya waktu pada penderita luka bakar

ringkasan

, perkembangan medis menyebabkan terjadinya p jumlah orang dgan luka bakar, shg penting u/ mempelajari bgm f/ fisik dipengaruhi o/ nyeri & depresi.

hipotesis

Tdpt hub antara nyeri & fungsi fisik antara penderita luka bakar yang bertahan dengan psn depresi .

penderita luka bakar dewasa yg rawat inap luka bakar pada pusat perawatan luka bakar daerah. Pasienjika : (a) berusia antara 18 dan 60 tahun, (b) berbahasa inggris, (c) tidak mengalami keinginan bunuh diri atau psikosis (d) dirawat dirumah sakit untuk luka bakar minimal 5 hari.

Pasien tmsk dlm penelitian setelah 48 jam berada di pusat rawat inap luka bakar memberikan persetujuan berpartisipasi dalam penelitian dan mengumpulkan informasi medis dan demografis Setelah keluar RS, kuisioner di kirimkan ke rumah pasien pada 1 bulan, 1 tahun dan 2 tahun.
.

Fungsi fisik diukur menggunakan skala kesehatan fisik dari Short-From 36 Health Survey Bodily Pain subscale SF-36 digunakan untuk mengukur derajat nyeri dan pengalaman interfensi selama 4 minggu sebelumnya. Derajat depresi menggunakan Beck Depression Inventory

Regresi

secara hirarki u/ memeriksa hub antara nyeri, derajat depresi hasil & f ungsional (subskala fungsi fisik dari SF-36)

Menggunakan dua set dari persamaan regresi.

menggunakan uji t data yang kontinu tes chi-square variabel kategorika

Variabel Demografis dan Medis

Kesimpulan

tabel 1 :

Variabel

TBSA dan demografis termasuk usia, status perkawinan, etnis, pekerjaan dan pendidikan tidak berhubungan dengan depresi, nyeri atau fungsi fisik secara signifikan

Kesimpulan

fungsi fisik mengalami perbaikan dan nyeri berkurang setelah 1 bulan 1 tahun perawatan luka bakar.

Nilai

nyeri setelah 1 bulan perawatan luka bakar dan interaksi dari nyeri kali depresi pada 1 bulan perawatan luka bakar tidak berhubungan secara signifikan setelah 1 tahun.

Dalam tahap ketiga persamaan ditunjukkan pada table 4, interaksi antara Nyeri X Depresi setelah 1 tahun secara signifikan berkontribusi terhadap variasi yang unik dalam fungsi fisik ( = 0,29, p < 0,05).

Ringkasannya, interaksi yang signifikan dalam hasil-hasil ini menyatakan bahwa hubungan antara nyeri setelah 1 tahun dan fungsi fisik setelah 2 tahun perawatan luka bakar bervariasi tergantung dari derajat depresi setelah 1 tahun.

Gambar 1. Hubungan antara nyeri setelah 1 tahun perawatan luka bakar dan fungsi fisik setelah 2 tahun perawatan luka bakar, berdasarkan satus depresi

dan depresi fc resiko yg menggangu fungsional setlh luka bakar. Penelitian u/ pengetahuan keadaan fungsional setelah luka bakar dgn : (a) hub antara nyeri, depresi & f/ fisik mungkin bervariasi tergantung dari waktunya (b) nyeri & depresi mungkin memp efek interaksi terhadap f/ fisik setelah luka bakar.
Nyeri

Setelah 1 bulan keluar dari perawatan luka bakar & 1 tahun tindak lanjutnya, nyeri dan fungsi fisik tampaknya mengalami perbaikan dan menetap setelah 2 tahun perawatan luka bakar akut.

nyeri, depresi & hasil fisik bervariasi tergantung pada waktu terjadinya luka bakar.

Depresi tampaknya menjadi prediktor prospektif yang lebih baik terhadap fungsi fisik pada tahun pertama setelah luka bakar,

interaksi antara nyeri dan depresi menunjukan perbaikan pd sebagian besar nilai nyeri seiring berjalannya waktu.

beberapa keterbatasan yang harus dipertimbangkan dalam menginterpretasikan hasil dari penelitian ini,

hasil yg dipresentasikan dpat diterapkan pada populasi, konstruksi dan lokasi yang lain.

Terimakasih