Anda di halaman 1dari 19

Nama Nim

: Aulia Rizkhan : 1208109010032

Mata Kuliah : Analisa Farmasi 1 No 1. Nama Pereaksi 2,6-Diklorofenol Indofenol Cara Pembuatan ditimbang seksama 50 Natrium 2,6 Referensi mg Farmakope Keterangan

diklorofenol Indonesia IV

indofenol P yang telah disimpan dalam eksikator. ditambahkan 50 ml larutan NaHCO3 0.84% (b/v) kocok kuat. jika sudah terlarut, tambahkan air hingga 200 ml. lalu 2. Adeninaguanina-urasil saring ke dalam botol bersumbat kaca berwarna coklat. Larutkan 200 mg adenina sulfat, Farmakope 200 mg guenina hidroklorida dan Indonesia III 200 mg urasil, dalam dengan 10 ml pemanasan

campuran yang terdiri dari 1 bagian volume asam klorida dan 3 bagian volume air, dinginkan dan tambahkan air secukupnya hingga menutupi permukaan dan simpan dalam lemari pada suhu 0 3. 4. Air bebas Amonia P Air bebas karbon dioksida P derajat sampai 8 derajat. Pada 50 mL + 2 mL kalium raksa Farmakope (II) iodida alkalis LP. Indonesia III Air murni yang didihkan selama Farmakope 5 menit atau lebih dan didiamkan Indonesia III sampai dingin dan tidak boleh menyerap karbon dioksida dari udara. 3 ml brom P dalam 100 ml air, Farmakope dibuat segar dengan pengocokan Indonesia III sekali-kali selama 24 jam,biaarkan hingga terpisah

5.

Air Brom LP

6.

Air kloroform LP

Kocok 2,5 ml kloroform P Farmakope dengan 900 mL air sampai larut Indonesia III dan encerkan dengan air hingga 1000 ml. Dilarutkan 380 mg alizarin Farmakope

7.

Alizarin Kompleksan

kompleksan dalam 25 mL larutan Indonesia III natrium hidroksida 1,2 % b/v. Encerkan dengan air hingga lebih kurang 1500 mL, tambahkan 500 mg natrium asetat dan asam klorida encer secukupnya hingga lapisan tipis air dari larutan berwarna merah jambu pucat. Tambahkan secukupnya hingga 2000 mL. 7 g nitrogen masukkan ke dalam Farmakope labu 1000 mL berleher panjang, Indonesia III tambahkan 40 mL HCl sedikit demi sedikit, kocok berulang hingga gas hidrogen yang timbul berhenti, dinginkan, kemudian tambahkan 100 mL larutan NaOH 80% b/v, suling 75 ml larutan tadi dalam labu yang sudah diisi 100 mL HCl 0.02 N,titrasi asam yang berlebih dengan merah,lalu NaOH lakukan 0.02 N metil menggunakan indikator

8.

Aloi Devarda

penetapan

blanko dengan selisih kedua 9. Alumunium Hidroksida P tItrasi tidak lebih dari 1.8 mL. Larutkan 5 g tawas p dalam 95 Farmakope mL air, tuang kedalam campuran Indonesia III 6 ml amonia encer p dan 94 ml air. Cuci dengan memusingkan

(searah) endapan beberapa kali dengan air hingga bening tidak mengandung sulfat. campur sisa 10. Ammonium molibdat LP dengan air volume sama. Larutkan 6,5 gram asam Farmakope

molibdat P yang diserbuk halus Indonesia IV dalam campuran 14 ml air dan 14,5 ml ammonium hidroksida P didinginkan larutan, tambahkan perlaha-lahan sambil diaduk kedalam campuran 32 ml asam nitrat P dan 40 ml air yang sudah dingin. Biarkan selama 48 jam, dan saring melalui penyaring kaca masir dengan porositas halus. Larutan ini rusak dalam penyimpanandan tidak boleh digunakan pada jika penambahan 2 ml natrium fosfat di besah LP kedalam 5 ml larutan: tidak segera terbentuk endapan ataupun setelah dihangatkan. 500 g asam sitrat dilarutkan Farmakope dalam 200 ml campuran air dan Indonesia IV 200 ml ammonium hidroksida. disaring dan diencerkan dengan air hingga 1000 ml. 20ml tambh 1ml kalium sianida Farmakope encerkan dengan air hingga 50ml Indonesia III tambahkan 2 tetes larutan natrium sulfat,tdk trjd warna

11.

Ammonium Sitrat

12.

Amonium

13.

Amonium Sianida PPb

kehitaman Larutkan 2 g kalium sianida P Farmakope dalam 15 ml amonia P, encerkan Indonesia III dengan air secukupnya hingga

14.

Antimon klorida larutan

100 ml. (III) Pada 100 ml larutan antimon (III) Farmakope P klorida P 22% bebas b/v dalam Indonesia III P, kloroform etanol

tambahkan 2,5 ml asetilklorida P, 15. Antron LP biarkan selama 30 menit. Larutkan dengan cepat 35 mg Farmakope antron P dalam campuran oanas Indonesia IV 35 ml air, 65 ml asam sulfat didinginkan segera didalam tangas es hingga suhu kamar, aing melalui mol kaca wol. Biarkan larutan pada suhu kamar selama 30 menit sebelum digunakan. Larutan ini harus 16. Arsenomolobat digunakan dalam waktu 12 jam. Larutkan 25 gram NH4 molibdat Farmakope dalam 450 ml Aquades, lalu Indonesia III tambahkan sambil diaduk 25 ml H2SO4 pekat. Pada wadah yang lain, larutkan 3 gram Na2HAsO4.7H2O dalam 25 ml aquades, lalu tuangkan larutan ke dalam larutan molibdat sebelumnya dan aduk. simpan larutan botol gelap dan inkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. 17. Asam Fenoldisulfonat LP pereaksi ini berwarna kuning. Larutkan 2,5 gram fenol P dalam Farmakope 15 ml asam sulfat P dalam labu Indonesia IV dengan kapasitas yang sesuai. Tambahkan 7,5 ml asam sulfat berasap P, aduk dengan baik, dan panaskan dengan suhu 100o selama 2 jam. Pindahkan

hasilnya sementara masih cair kedalam botol bersumbat kaca, dam bila diperlukan hangatkan untuk dalam digunakan, 18. Asam Fosfowolframat

tangas air hingga mencair. larutkan 25 g Natrium wolframat Farmakope P dalam P, 175 lalu ml air, lalu Indonesia III ditambahkan 18,75 ml asam fosfat dipanaskan memakai pensingin alir balik selama 6 jam, d saring, kemudian tambahkan hingga 250 air ml. secukupnya larutan ini

disimpan pada suhu antara 2 dan 10 celcius dan terlindung dari 19. Asam Klorida cahaya. larutkan 159,8mg timbal(II) Farmakope

nitrat dalam100 ml air yg tlah Indonesia III dtmbah 1ml asam nitrat encerkan dengan air secukupnya hingga 1L buat dan simpan dalam wadah polietilena atau kaca bebas dari 20. Asam kromat timbal terlarut. Larutkan 84 gram kromtrioksida Farmakope kedalam 700 ml air, lalu Indonesia III tambahkan 400 ml asam sulfat P 21. Asam Kromatropat 22. Asam Metafosfat Asetat perlahan lahan sambil diaduk. 500 mg asam kromatropat Farmakope dilarutkan dalam H2SO4 sampai Indonesia III 100 ml. dilarutkan 15 g asam metafosfat Farmakope P dlm 40 ml asam setat glasial P Indonesia IV dan diencerkan ditempat dengan 500 dingin air ml. dan secukupnya simpan hingga

hanya boleh digunakan dalam 23. Asetiletanol Tanami jangka waktu 2 hari. Tambahkan 5 mL larutan Farmakope

natrium hidroksida P 10/ b/v, Indonesia III kocok, biarkan pada suhu kamar selama beberapa jam, terjadi warna merah yang menunjukkan terjadinya asetiletanol. 33 gram Cu(CH3COO)2 + 5 ml Farmakope asam asetat, diaduk perlahan Indonesia III kemudian ditambahkan sedikit aquadest sambil diaduk hingga larut, setelah larut ditambahkan aquadest hingga 500 ml. Timbang sebanyak 17,7 gram Farmakope CuSO4.10 H2O + 173 gram Indonesia III Natrium Sitrat + 117 gram Natrium Karbonat, Kemudian larutkan dengan air sehingga tiga

24.

Barfoed

Analisa: Monosakarida

25.

Benedict

26.

Bouchardat

solusi tepat 1 Liter. Sebanyak 4 g KI dilarutkan Farmakope dalam air suling, ditambahkan Indonesia III iodium sebanyak 2 g dan dicukupkan dengan air suling

27. 28.

DAB HCL Dapar Asetat

sampai 100 ml. Dilarutkan 1 gr DAB dalam 100 Farmakope Indonesia III bikarbonat Farmakope

ml HCL 4 N. Amino 42 g natrium

dicampur dengan 50 g kalium Indonesia III bikarbonat, dilarutkan dalam 180 ml air sebagai larutan pertama. 37,5 g aminoasetat dicampur 15 ml amonia dilarutkan 180 ml air sebagai larutan kedua. Masukkan larutan pertama kedalam wadah

500 ml, tambahkan larutan kedua kedalamnya kemudian ditambah 29. Deniges air hingga 500 ml. Campur 5 g raksa (II) oksida Farmakope kuning P dengan 40 ml air, dan Indonesia IV sambil diaduk perlahan-lahan tambahkan 20 ml asam sulfat P, kemudian tambahkan lagi 40 ml 30. Diazo A air, aduk hingga larut sempurna. 1 gr Asam Sulfanilat dilarutkan Farmakope dalam 60 ml HCL 4 N kemudian Indonesia III ditambahkan Aquadest sebanyak 31. Difenilkarbazon 140 ml. 1 g hablur difenilkarbazon Farmakope

dilarutkan dalam 75 ml etanol, Indonesia IV kemudian ditambahkan etanol 32. Ditizon PPb hingga 100 ml. Larutkan 30mg ditizon P dalam 1000 mL kloroform P, tambahkan 5 mL etanol (95%) P. Simpan larutan dalam lemari es. Sebelum digunakan, kocok sejumlah volume yang cocok larutan ditizon PPb dengan lebih kurang separo volume asam nitrat P (1% v/v) dan buang asam 33. Dragendroff nitrat. 8 gram Bi(No3)3. H2O Farmakope Farmakope Indonesia III

dilarutkan dalam 30% b/v HNO3 Indonesia III dan 27,2 gram KI dilarutkan dalam 50 ml air, lalu kedua larutan tersebut dicampurkan dan dibiarkan selama 24 jam,saring lalu ad air sampai volume keseluruhan campuran menjadi

34.

Fehling A

100 ml. Larutkan 34,64 gr CuSO4 dalam Farmakope air yang mengandung 0,50 ml Indonesia III H2SO4 pekat,diencerkan sampai 500 ml. Larutkan 60 gr NaoH dan 173 gr Farmakope KNaTartrat dalam air,saring dan Indonesia III encerkan filtratnya,add 500 ml larutkan 700 mg besi (II) sulfat P Farmakope kedalam tambahkan fenantrolina 70 ml 1,5 P, air gram dan Indonesia III o-

35.

Fehling B

36.

Feroin Sulfat

kemudian

diencerkan dengan air hingga 37. Fosfat 100 mL 5 g ammonium molibdat P Farmakope dilarutkan dalam asam sulfat 1 N Indonesia III 38. Fosfomolibdat Asam Sulfat secukupnya hingga 100 ml Larutkan dengan pemanasan 4.0 Farmakope gram natrium fosfomolibdat Indonesia III dalam 40 ml air , dinginkan, tambahkan 60 ml asam sulfat 39. Fouchet sedikit demi sedikit. Asam Trichlorasetat dilarutkan Farmakope dengan 100 ml aquadest Indonesia III kemudian ditambahkan FeCl3 10 40. % 10 ml Fuhsin natrium Larutkan 200 mg fuhsin P dalam Farmakope sulfit P 120 ml air panas, biarkan dingin. Indonesia III kemudian tambahkan larutan 2 g natrium sulfit anhidrat P dalam 20 ml air. lalu tambahkan 2 ml asam klorida P, dan diencerkan larutan dengan air secukupnya hingga 200 ml. biarkan selama 41. Fuhsin P tidak kurang dari 1jam. Larutkan 1 g fuhsin P dalam 600 Farmakope

mL air, dinginkan dalam es, Indonesia III tambahkan 20 g air natrium sulfit P yang dilarutkan dalam 100 mL air, dinginkan dalam es dan tambahkan perlahan-lahan sambil tetap diaduk,10 mL asam klorida P, encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 mL.jika larutan keruh, harus disaring, dan jika cokelat, harus dikocok dengan 200 mg sampai 300 mg arang jerap P, saring segera. Terkadang perlu ditambahkan 23 mLasam klorida, dikocok untuk menghilangkan sisa warna merah kersen. Larutan harus disimpan 42. Hidroksilamina etanol (60%) P selama 1 malam sebelum digunakan. Larutkan 34,75 g hidroksilamina Farmakope hidroklorida P dalam 950 mL Indonesia III etanol (95%) P, tambahkan 5 mL larutan jingga metil P 0,2% b/v dalam etanol (60%) P dan kalium hidroksida 0,5 N dalam etanol (60%) P hingga warna kuning. Tambahkan 43. Hijau berlian P etanol (60%) P secukupnya hingga 1000 mL. Larutkan 1 g hijau malakit Farmakope oksalat P dalam 100 ml asam Indonesia III asetat glasial P Larutan hangatkan 100 mg Farmakope

44.

hijau bromkresol P

bromkresol P dengan 2,9 mL Indonesia III NaOH 0,05 Ndan 5 mL etanol (90%) P. setelah larut sempurna,

tambahkan 45. Indigokamin

etanol

(20%)

secukupnya hingga 250 mL Pada campuran 10 mL asam Farmakope klorida p dan 990 mL asam sulfat Indonesia III bebas nitrogen p 20,0 % b/v ; tambahkan secukupnya indigokamin hingga p larutan

memenuhi pengujian berikut : tambahkan 10 mL pada larutan 10 mg kalium nitrat p dalam 10 mL air, tambahkan dengan cepat 20 mL asam sulfat bebas nitrogen p dan panaskan sampai mendidih; terjadi warna biru yang segera hilang dalam waktu 46. Iodumklorida 1 menit. Larutkan 3 g iodumtriklorida P Farmakope dalam lebih kurang 200 ml asam Indonesia III asetat glasial P. larutkan 9 g iodum P dalam P. 300 ml karbontetraklorida campur

kedua larutan dan tambahkan asam asetat glasial P secukupnya hingga 1000 ml. simpan dalam botol bersumbat kaca, terlindung 47. Kalium Antimonat LP dari cahaya, di tempat sejuk. Didihkan 2g Kalium Antimonat Farmakope P dengan 95 mL air sampai larut. Dinginkan segera dan tambahkan 50 mL kalium hidroksida 1N dan 5 mL natrium hidroksida 1 N. Biarkan selama 24 jam dan 48. Kalium Hidroksida tambahkan air hingga 150 mL. Larutkan 2,5 g dalam 50 ml air, Farmakope tambahkan 15 ml asam klorida Indonesia IV

brom P As, hilangkan kelebihan Indonesia III brom dengan penambahan beberapa tetes larutan timah (II) klorida P As 49. Kalsium Hidroksida Larutkan 2,5 g dalam 18 ml asam Farmakope klorida brom P As dan 42 ml air. Indonesia III Hilangkan kelebihan brom dengan penambahan beberapa tetes larutan timah (II) klorida P As Larutkan 2,5 g dalam 15 ml asam Farmakope klorida brom P As dan 45 ml air. Indonesia III Hilangkan kelebihan brom dengan penambahan beberapa tetes larutan timah (II) klorida P As Larutkan 5 g dalam 50 ml air, Farmakope tambahkan 12 ml asam klorida Indonesia III timah P As Dispersikan 5 g dalam 50 ml air, Farmakope tambahkan 10 ml asam klorida Indonesia III timah P As tambahkan 125 g iodium P Farmakope kedalam campuran 670 ml Indonesia III metanol P dan 170 ml piridina mutlak P didinginkan. masukkan 100 ml piridina dalam mutlak es. P kedalam gelas ukur 250 ml. dinginkan alirkan belrang dioksida P kering higga volume bertambah menjadi 200 ml. tambahkan larutan ini perlahan lahan sambil dikocok kedalam canmpuran iodiun yang didinginkan, kedalam kocok hingga biarkan iodum larut. pindahkan larutan pencadang,

50.

Kalsium Karbonat

51.

Kalsium Laktat

52.

Kaolin

53.

Karl Fischer

selama 54. Kobalt klorida K

malam

sebelum

dibekukan. (II) Larutkan lebih kurang 65 g Farmakope kobalt (II) klorida P dalam Indonesia III campuran yang terdiri dari 25 mL asam klorida P dan 975 mL air. Pipet 5 mL ke dalam labu iodium 25 mL, tambahkan 5 mL hidrogenperoksida encer P dan 15 mL larutan natrium hidroksida P, didihkan selama 10 menit, didinginkan, tambahkan 2 g kalium iodida P dan 20 mL asam sulfat P 25% v/v. Setelah endapan larut, dititrasi dengan natrium tiosulfat 0,1 N menggunakan indikator larutan

55.

Kuning LP

kanji P. Titan Lakukan uji kepekaan sebagai Farmakope berikut: tambahkan 0,1 ml pada Indonesia IV campuran 100 ml air, 0,2 ml larutan baku magnesium (10 bpj Mg) dan 1 ml natrium hidroksida 1 N. warna merah yang jelas dapat dilihat dengan larutan sama tanpa membangdingkan perlakuan yang

pembanding yang dibuat dengan larutan baku magnesium. Didihkan 25 gram serbuk kasar Farmakope lakmus P dengan 100 ml etanol P Indonesia IV 90% selama 1 jam menggunakan pendingin alir balik, buang cairan jernih dan ulangi pendidihan 2

56.

Lakmus LP

kali

masing-masing

menggunakan 77 ml etanol 90% P. Digesti lakmus terekstraksi 57. Laktofenol P dengan 250 ml air dan disaring. Larutkan 20 gram fenol P dalam Farmakope campuran 20 gram asam laktat P, Indonesia IV 58. Lieberman Buchard 40 gram gliserol P dan 20 ml air. 1 ml asam asetat anhidrat Farmakope dicampur dengan 1 ml Indonesia III kloroform,lalu dinginkan pada suhu 0 derajat C,lalu tambahkan 59. Mayer S 1 tetes asam sulfat pekat. 1,4 g raksa (II) klorida Farmakope dilarutkan dalam air suling Indonesia III hingga 60 ml. Pada wadah lain ditimbang sebanyak 5 g KI lalu dilarutkan dalam 10 ml air suling. Kemudian dicampur dan ditambahkan air suling hingga 60. . Merah Fenol 100 ml. 50 mg larutan merah fenol Farmakope hangatkan dengan 2.85 mL Indonesia III NaOH 0.05 N dan 5 mL etanol (90%), setelah larut sempurna, tambahkan 61. Merah metil/ methyl red etanol (20%) secukupnya hingga 250 mL. 25 mg merah metil + 0,95 ml Farmakope NaOH 0,05 N + 5 ml etanol 95%, Indonesia III dihangatkan. setelah larut sempurna, ditambahkan etanol 62. Millon 50% sampai 250 ml. Larutkan 10 gram Merkuri (Hg) Farmakope dalam 20 ml Asam Nitrat pekat Indonesia III (lakukan di udara terbuka atau kamar asam). Bila telah larut dan

tidak timbul asap coklat lagi, encerkan dengan 60 ml air. Tuangkan cairan bagian atas dan simpan dalam botol bertutup 63. Molisch gelas. Timbang dengan seksama Farmakope

sebanyak 3 ,00 gram Alpha Indonesia III Naphtol lalu larutkan dengan Etanol hingga menjadi 100 ml 64. Natrium Metabisulfit larutan. Campurkan 2,5 g dalam cawan Farmakope porselen dengan 10 ml air, 1,25 g Indonesia III kalium klorat P As dan 16 ml asam klorida, panaskan untuk menghilangkan klor. hilangkan klor dengan penambahan beberapa tetes larutan timah (II) 65. Natrium Salisilat klorida dan tambahkan 35 ml air. Campur 5 g zat uji dengan 10 ml Farmakope larutan brom, uapkan di atas Indonesia III tangas air hingga keringa, pijarkan hati-hati, didinginkan. larutan sisa dalam 50 ml air, tambahkan 14 ml asam klorida brom, hilangkan kelebihan brom dengan penambahan beberapa 66. Nelson A tetes larutan timah (II) klorida. Dilarutkan 12,5 g Natrium Farmakope karbonat anhidrat, 12,5 g garam Indonesia III Rochelle (K-NaTartrat), 10 g Natrium Bikarbonat dan 100 g Natrium Sulfat anhidrat dalam 300 ml aquades dan diencerkan 67. Nelson B sampai 500 ml. Dilarutkan 7,5000 g CuSO4.5H2 Farmakope

O dalam 50 ml akuades dan Indonesia III ditambahkan 1 tetes asam sulfat pekat. Pereaksi Nelson dibuat dengan cara mencampur 25 bagian larutan Nelson A dan I bagian Nelson B. Pencampuran dilakukan 68. Nessler setiap kali akan digunakan. Dilarutkan 5 gr KI dalam 5 ml Farmakope air, tambahkan kedalamnya Indonesia III larutan HgCl2 ( 1:2 ) sampai terjadi endapan merah yang tidak hilang lagi bila di gojok, saring dengan glasswool. Tambahkan kepada filtratnya larutan dari 15 gr NaOH dalam 30 ml aquadest, encerkan dengan aquadest add 100 ml, diamkan ambil g supaya bagian mengendap, 69. jernihnya. Nitrofenil Fosfat larutkan 4,08 LP

4-nitrofenil Farmakope

dinatrium ortofosfat P dalam Indonesia IV dapar dietanolamina pH 10,0 secukupnya hingga 100 mL. larutan nitrofenil fosfat harus disimpan dalam suhu 4 dan digunakan dalam waktu 24 jam. Timbang secara seksama Cobalt Farmakope Nitrat [Co(NO3)2] sebanyak 0,5 Indonesia III gram, larutkan 30 ml Metanol [CH3OH], Tambahkan Tuang larutan ke dalam Labu takar ukuran 50 ml, kembali Metanol

70.

Parry

hingga tanda atau sampai 50 ml 71. Pirogalol basa P larutan. Larutkan 500 mg Piroglol P Farmakope dalam 2 mL air. Larutkan 12 g Indonesia III Kalium Hidroksida P dalam 8 mL air. Campur kedua larutan 72. Roux segera sebelum digunakan. Dilrautkan Na Nitroprusid Farmakope dengan aquadest kemudian Indonesia III ditambahkan NaoH dan KMn04, akan terbentuk endapan, disaring, dimasukkan 73. Schiff dalam botol cokelat,sebaiknya dibuat baru. Ditambahkan 0,2 gr Fuchsin Farmakope basis kedalam 120 ml aquadest Indonesia III panas, diamkan sampai dingin. Tambahkan 2 ml larutan NaHSO3 dalam 20 ml aquadest. Kemudian tambahkan 2 ml HCL pekat. Selanjutnya encerkan dengan aquadest hingga volume 200 ml. Tutup rapat, diamkan 1 malam 74. Schlesinger untuk menghilangkan Farmakope Indonesia III warna paars. Zn. Asetat 10 gr + Alkohol 95 % 100 ml. Kocok kuat-kuat dan biarkan bagian yang tidak larut di 75. Selywanoft dalam botol. 0,15 gram resorsinol + 34 ml Farmakope HCl pekat diaduk perlahan Indonesia III kemudian ditambahkan aquadest 76. Tartrat hingga 68 ml. Larutkan 1 gram dalam 10 ml air, Farmakope tambahkan 1 ml kalium Indonesia IV hidroksida LP, dididihkan untuk Analisa: Fruktosa

mengendapkan

besi

(III)

hidroksida, jika perlu tambahkan lagi kalium hidroksida LP, untuk mengendapkan semua besi, saring dan filtrat dibuat sedikit asam dengan asam asetat glasial P. tambahkan asam asetat glasial 77. Timoftalein P, dan biarkan selama 24 jam. Larutkan 200 mg timoftalein p Farmakope dala 60 mL etanol (90%) p, Indonesia III tambahkan 78. Tioasetamida air secukupnya hingga 100 mL Ditambahkan 1 ml campuran Farmakope yang terdiri dari 15 ml natrium Indonesia III hidroksida 1 N, 5 ml air dan 20 ml gliserol pada 0,2 ml larutan tioasetamida 4 % b/v. Panaskan 79. Trifenilmetil klorida P diatas tangas air selama 20 detik. 1 g zat +40 ml etanol P +1 g Farmakope NaOH P, panaskan hingga larut. Indonesia IV + 40 ml perak nitrat 0,1 N, panaskan hingga tepat mendidih. + asam nitrat berlebih,dinginkan + 3 ml nitrobenzen P, kocok kuat-kuat. Titrasi dengan amonium tiosianat 0,1 N dengan indikator larutan besi (III) amonium sulfat P. Larutkan asam pikrat P, larutan Farmakope ditambahkan 0,5 ml NaOH encer Indonesia III P pada 100 ml larutan jenuh trinitrofenol P dalam air

80.

Trinitrofenol P

81. 82.

Titan klorida P Ungu

(III) Larutkan titan (III) klorida P Farmakope 15% b/v dalam HCl encer P Indonesia III Hangatkan (90%) P 100 mg ungu Farmakope larut,

bromkresol P

bromkresol P dan 5 mL etanol Indonesia III hingga

ditambahkan

100 mL etanol

(20%) P, 3.7 mL NaOH 0,05 N dan etanol (20%) P secukupnya 83. 84. 85. 86. Ungu katekol P Ungu metakresol P Uretan P Valser hingga 250 Ml. Larutkan 100 mg ungu katekol P Farmakope dalam 100 ml air Indonesia III Larutkan ungu metakresol P 0,1 Farmakope % b/v dalam NaOH 0,001 N Indonesia III 200 mg zat + 7mL asam sulfat Farmakope bebas nitrogen P. Perlahan-lahan Indonesia IV tambahkan Farmakope

larutan kalium iodida P (1 dalam Indonesia IV 10) ke dalam raksa (II) iodida merah P hingga hampir semua terlarut, dan saring. Farmakope 87. Vitamin I P Indonesia IV Larutkan 10 mg riboflavina P 10 Farmakope mg tiamina hidrokloria P, 100 g Indonesia III biotin P dan 20 mg asam nikotinat P dalam asam asetat 0,02 N secukupnya hingga 400 ml. Tambahkan toluen P secukupnya hingga menutup permukaan lautan. Simpan dalam pendingin pada suhu 20 sampai 80, terlindung dari cahaya 200 mg xantina disuspensikan Farmakope dalam 30-40 ml air, kemudian Indonesia III dipanaskan sampai suhu lebih kurang 70 derajat. ditambahakan 6 ml amonia encer, diaduk hingga kemudian hingga toluen larut. 2000ml. secukupnya didinginkan. air hingga tambahkan ditambahkan

88.

Xantina

menutupi permukaan. kemudian

disimpan dalam lemari pendingin 89. Xilosa P pada suhu 2-8 drjt. 600 mg zat + air 50 mL yang Farmakope mengandung 5 mL asam nitrat P. Indonesia IV + 50 mL perak nitrat 0,1 N dan 3 mL dibutilftalat P,kocok. Titrasi dengan amonium tiosianat 0,1 N dengan indikator larutan besi 90. (III) amonium sulfat P. Zirkonil alizirin Larutkan 300 mg zirkonil klorida Farmakope asam P P dalam 50 ml air, tambahkan Indonesia III perlahan-lahan larutan 70 mg natriumalizarin sulfonat P dalam 50 ml air, sambil menggoyangkan, labu encerkan hingga 1000 ml dengan larutan yang dibuat sebagai berikut : tambahkan 112 ml HCl p pada 500 ml air, pada 400 ml air tambahkan 37 ml asam sulfat P, tambahkan air secukupnya hingga 500 ml, biarkan hingga dingin. Campur kedua larutan tersebut