Anda di halaman 1dari 7

CASE REPORT ERITRODERMA

A. IDENTIFIKASI PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Suku Agama Status : Tn. T : 26 tahun : Laki-laki : Lampung Tengah : Buruh : Jawa : Islam : Belum menikah

B. ANAMNESIS Keluhan Utama : Bercak-bercak kemerahan dan kulit mengelupas pada seluruh tubuh.

Keluhan Tambahan : Gatal-gatal pada seluruh tubuh

Riwayat Penyakit sekarang : Pasien datang ke Poliklinik Kulit RSAM dengan keluhan bercak-bercak kemerahan dan kulit mengelupas pada seluruh tubuh sejak 2 minggu yang lalu. Bercak awalnya timbul pada daerah lengan yang kemudian menyebar keseluruh tubuh dalam waktu sehari. Wajah dirasakan membengkak dan bos juga mengeluh demam.

Os sebelumnya pernah mengkonsumsi antibiotik (Cefadroxil) selama 2 minggu setelah menjalani operasi usus buntu. Sejak obat habis saat itu ia merasa mulai timbul bercak kemerahan pada kedua tangannya. Kemudian os berobat ke dokter di Puskesmas dan didiganosis alergi obat cefadroxil yang telah diminum os. Kemudian os diberi obat minum berukuran kecil berwarna putih dan hijau, kapsul berwarna biru-putih dan tablet putih panjang. Keluhan bengkak pada wajah berkurang, tetapi bercak kemerahan dan kulit mengelupas masih dirasakan pasien.

Keluhannya saat itu juga disertai gatal-gatal. Rasa gatal tersebut menyebabkan ia terus menggaruk-garuk di daerah yang gatal. Karena terus-menerus digaruk maka timbul bintil-bintil berisi cairan seperti butiran pasir. Semakin lama bintil-bintil tersebut semakin banyak. Bintil bintil tersebut terus digaruk pasien sehingga pecah dan menyebar ke seluruh lengan hingga sekarang ke seluruh tubuh. Karena terus digaruk oleh os seluruh kulitnya menjadi menebal dan mengelupas. Karena tidak ada perubahan, sehingga pasien dirujuk dari puskesmas untuk ke berobat

Poliklinik Penyakit Kulit kelamin RSAM.

Riwayat penyakit dahulu : Pasien belum pernah mengalami penyakit seperti ini. Penyakit kencing manis, darah tinggi, keganasan dan lain-lain disangkal.

Riwayat penyakit keluarga dan lingkungan : Tidak ada penyakit yang sama pada keluarga ataupun lingkungan sekitar pasien. Keluarga tidak ada yang menderita alergi.

Riwayat pengobatan : Pasien sudah pernah berobat ke dokter di Puskesmas tetapi tidak ada perubahan.

C. STATUS GENERALIS Keadaan Umum Kesadaran Tanda vital a. Tekanan darah b. Nadi c. RR d. Suhu Kepala Thoraks Abdomen KGB Ekstremitas Saraf perifer : Tampak sakit sedang : Kompos mentis : : 120/80 mmHg : 82x/menit : 22x/menit : 36,5 oC : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Tidak ada pembesaran : Tidak ditemukan deformitas : Tidak ditemukan penebalan

D. STATUS DERMATOLOGIS/ VENEROLOGIS Lokasi Inspeksi : Generalisata : Tampak makula hiperpigmentasi dengan skuama dan likenifikasi berbentuk plakat yang multipel tersebar generalisata

E. LABORATORIUM Tidak dilakukan

F. RESUME Laki-laku, 26 thn, datang ke RS dengan keluhan bercak-bercak kemerahan dan kulit mengelupas pada seluruh tubuh sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya timbul bercak kemerahan pada kedua kedua lengan kemudian menyebar keseluruh tubuh. Wajah membengkak dan os mengeluh demam. Keluhan juga disertai gatal-gatal pada seluruh tubuh, sehingga menyebabkan ia terus

menggaruk-garuk di daerah yang gatal. Karena terus-menerus digaruk maka timbul bintil-bintil berisi cairan seperti butiran pasir. Semakin lama bintilbintil tersebut semakin banyak. Karena terus digaruk oleh os seluruh kulitnya menjadi menebal dan mengelupas

Riwayat minum obat sebelum sakit diakui oleh pasien, pasien meminum obat cefadroxil selama 2 minggu setelah operasi usus buntu. Karena keluhannya pasien berobat ke dokter di Puskesmas. Pasien diberikan 3 macam pil, berukuran kecil berwarna putih dan hijau, kapsul berwarna biru-putih dan tablet putih panjang. Tidak ada perubahan sehingga pasien dirujuk ke Poli Klinik Kulit RSAM. Pasien belum pernah mengalami penyakit seperti ini. Penyakit kencing manis, darah tinggi, keganasan dan lain-lain disangkal. Tidak ada penyakit yang sama pada keluarga ataupun lingkungan sekitar pasien. Keluarga tidak ada yang menderita alergi.

Status generalis dalam batas normal. Status dermatologis : Tampak macula hiperpigmentasi dengan skuama dan likenifikasi berbentuk plakat yang multipel tersebar generalisata

G. DIAGNOSIS BANDING Eritroderma Pemfigus foliaseus Psoriasis

H. DIAGNOSIS KERJA Eritroderma

I. PENATALAKSANAAN 1. Umum Diet tinggi protein

2. Khusus Kortikosteroid sistemik metilprednisolon 4 x 10 mg. Kortikosteroid topikal Antihistamin oral cetirizine 1 x 10 mg Topical emolien lanolin 10% untuk mengurangi radiasi akibat vasodilatasi oleh eritema.

J. PEMERIKSAAN ANJURAN Pemeriksaan HIstopatologis Tes Nikolsky Percobaan Tzanck

K. PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam

PEMBAHASAN

Permasalahan

1. Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat? 2. Apakah penanganan pada kasus ini sudah tepat?

Analisis kasus 1. Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat? Dari anamnesis didapatkan pasien laki-laki mengeluh timbul bercak-bercak kemerahan yang disertai gatal yang berawal pada lengan kemudian menyebar keseluruh tubuh. Bercak-bercak kemerahan pada kulit tersebut merupakan pelebaran pembuluh darah yang disebut eritema. Tanda ini khas pada pasien dengan eritroderma karena tempat predileksinya hampir mengenai seluruh tubuh.

Dari anamnesis juga didapatkan bahwa keluhan pasien timbul setelah pasien mengkonsumsi obat cefadroxil selama 2 minggu setelah pasien menjalani operasi usus buntu. Pasien juga mengeluh wajah yg dirasakan membengkak. Waktu mulai masuknya obat hingga timbul penyakit bervariasi dapat segera sampai 2 minggu. Adanya eritema pada seluruh tubuh, rasa gatal dan skuama pada kulit didiagnosis eritoderma.

Beberapa teori yang dapat menyebabkan penyakit ini adalah alergi obat secara sistemik, perluasan penyakit kulit, penyakit sistemik termasuk keganasan. Jadi pada pasien ini didiagnosis eritoderma karena alergi obat secara sistemik.

Diagnosis banding eritoderma pada kasus ini adalah psoriasis dan pemfigus foliaseus. Ketika psorias menjadi eritoderma lesinya khas yakni tidak tampak

lagi lesi psoriasis karena plak-plaknya menyatu. Pada pemfigus foliaseus bersifat kronik dan lesinya khas terdapat eritema yang menyeluruh disertai banyak skuama yang kasar dan bula yang berdinding kendur dan berbau. Persamaan pada diagnosis banding adalah lesi yang ditemukan dan rasa gatal. 2. Apakah penanganan pada kasus ini sudah tepat? Penatalaksanaan yang baik dan sesuai adalah mengikuti kaidah a. Non Medikamentosa Diet tinggi protein

b. Medikamentosa Kortikosteroid sistemik metilprednisolon 4 x 10 mg. Kortikosteroid topikal Antihistamin oral cetirizine 1 x 10 mg Topical emolien lanolin 10% untuk mengurangi radiasi akibat vasodilatasi oleh eritema. Pada pasien ini diberikan metilprendisolon 4x10 mg. Pemberian kortikosteroid sudah tepat, karena lesi yang luas dan diharapkan dapat mengurangi gejala. Pemberian Cetirizine 2x10 mg sebagai antihistamin nonsedatif sudah tepat karena pasien menyatakan gatal yang dirasakan sangat mengganggu sehingga dapat berkurang dan kebiasaan menggaruk pada pasien dapat berkurang. Pada pasien ini dapat diberikan obat emolient secara topikal untuk meningkatkan kelembapan kulit. Pasien juga diberikan edukasi yang terdiri dari : daerah yang gatal tidak boleh digaruk, diet cukup protein, menjaga kelembapan kulit.