Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN BERAT JENIS ASPAL

A.

MAKSUD Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis bitument keras dengan vicnometer. Berat jenis bitument adalah perbandingan antara berat bitument dan berat air suling dengan isi yang sama pada suhu tertentu.

B.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN

1. Termometer dan neraca dengan ketelitian 0,1 mg. 2. Bak perendam yang dilengkapi pengatur suhu dengan ketelitian (25 0,1)C. 3. Vicnometer. 4. Air suling sebanyak 1000 cm3 5. Bejana gelas.

C.

BENDA UJI Memanaskan contoh bitument keras atau ter sejumlah 50 gram, sampai menjadi cair dan diaduk untuk mencegah pemanasan setempat. Pemanasan tidak boleh lebih dari 30 menit pada suhu 56C di atas titik lembek. Menuangkan contoh tersebut ke dalam vicnometer yang telah kering sehingga berisi 3/4 bagian.

D.

CARA MELAKUKAN PEMERIKSAAN Prosedure pemeriksaan mengikuti PA-0307-76 yaitu

1.

Mengisi bejana dengan air suling hingga diperkirakan bagian atas vicnometer yang tidak terendam 40 mm. Dan kemudian merendam dan menjepit bejananya dalam bak perendam hingga terendam sekurang-kurangnya 100mm. Suhu di bak diatur pada 25C.

2. Membersihkan vicnometer dan dikeringkan dengan ketelitian 1 mg (A). 3. Mengangkat bejana dari bak perendam dan Vicnometer diisi dengan air suling dan ditutup tanpa ditekan. 4. Meletakkan vicnometer dalam bejana dan menutup hingga rapat, dan mengembalikan bejana tersebut lagi ke dalam bak perendam.Dan didiamkan selama sekurang-kurangnya 30 menit, kemudian mengangkat picnometernya dan dikeringkan dengan lap. Setelah itu

menimbang vicnometer dengan ketelitian 1 mg (B). 5. Menuangkan benda uji tersebut ke dalam vicnometer yang telah kering hingga terisi 3/4 bagian. 6. Vicnometer dibiarkan sampai dingin, waktu tidak boleh kurang dari 40 menit dan menimbang beserta penutupnya dengan ketelitian 1 mg (C). 7. Mengisi vicnometer yang berisi benda uji dengan air suling dan ditutup tanpa ditekan, mendiamkan agar gelembung-gelembung udara keluar. 8. Mengangkat bejana dari bak perendam dan meletakkan vicnometer didalamnya dan kemudian menekan penutup hingga rapat. Memasukkan Bejana dan didiamkan ke dalam bak perendam sekurang-kurangnya 30 menit. Diangkat, kemudian mengeringkan dan menimbang (D).

E.

HASIL PENGAMATAN

Tabel 1.1. Hasil Pengamatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 URUTAN PEMERIKSAAN Berat Vicnometer kosong Berat Vicnometer + Aquadest Berat air (2 - 1) Berat Vicnometer + Asphal Berat Asphal (4 - 1) Berat Vicnometer + Asphal + Aquadest Berat airnya saja (6 - 4) Volume Asphal (3 - 7) ( gr ) ( gr ) ( gr ) ( gr ) ( gr) ( gr) ( gr ) ( cm3 ) BERAT 12,35 24,02 11,67 13,4 1,05 24,08 10,68 0,99 13,8 25,38 11,58 14,61 0,81 25,4 10,79 0,79

9 10

Berat Jenis Asphal : berat/vol (5/8) Berat Jenis Rata Rata

( cm3/gr ) ( cm3/gr )

1,06

1,025 1,0425 F.

PERHITUNGAN Berat jenis bitument 1 dihitung dengan rumus : (C - A) BJ = (B-A) - (D - C) keterangan: A B C D = Berat Vicnometer kosong = Berat Vicnometer berisi air = Berat Vicnometer berisi aspal = Vicnometer berisi aspal + air = 12,35 gram = 24,02 gram = 13,4 gram

= 24,08 gram

(13,4-12,35) BJ1 = = 1.06 (24,02 -12,35) - (24,08-13,4)

Berat jenis bitument 2 dihitung dengan rumus : (C - A) BJ = (B-A) - (D - C) keterangan: A B C D = Berat Vicnometer kosong = Berat Vicnometer berisi air = Berat Vicnometer berisi aspal = Vicnometer berisi aspal + air = 13,8 gram

= 25,38 gram = 14,61 gram = 25,4 gram

(14,61-13,8) BJ2 = = 1.025 (25,38-13,8) - (25,4-14,61)

G.

PEMBAHASAN Berat Jenis Aspal adalah perbandingan antara berat aspal dengan berat air suling dengan volume yang sama pada suhu tertentu. Berat jenis aspal berguna untuk mencari berat jenis campuran aspal dan agregat, dan dalam test Marshall berguna untuk menentukan VITM, VFWA dan mempengaruhi stabilitas. Menurut spesifikasi Bina Marga aspal dengan penetrasi antara 60 - 70 mempunyai berat jenis aspal sebesar > 1 . Hasil pemeriksaan benda uji aspal mempunyai berat jenis 1 sebesar 1,06 dan berat jenis 2 sebesar 1.025 sehingga memenuhi persyaratan Bina Marga yang mempunyai spesifikasi berat jenis > 1 .

H.

KESIMPULAN Hasil pemeriksaan/percobaan diatas, diperoleh hasil berat jenis aspal uji 1 sebesar 1,06 dan berat jenis aspal uji 2 sebesar 1.025, berarti berat jenis aspal uji 1 dan 2 memenuhi persyaratan/spesifikasi Bina Marga aspal dengan penetrasi 60/70 dan dapat digunakan sebagai bahan konstruksi jalan.

Anda mungkin juga menyukai