Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH SPSS (STATISTIK)

Nama Anggota Kelompok : Aprilia Wita Rebeka Damaraghita Augusta Dinda Puji Lestari Fani Usnawati Fariza Nur Azizah (01) (02) (03) (05) (06)

A. Pokok Bahasan

BAB I SPSS OVERVIEW Pada bagian ini anda akan ditunjukkan bagaimana cara melakukan instalasi spss dan memahami area kerjanya serta yang terpenting adalah kapan saat yang tepat dalam memanfaatkan aplikasi spss dalam pengolahaan data.

BAB II DATA ENTRY Data yang anda miliki perlu di entrykan terlebih dahulu sebelum diolah untuk menghasilkan hasil olahan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

BAB III TRANSFORMASI DATA Data mentah yang kita entrykan kadang belum menggambarkan apa-apa. Pada bagian ini anda akan ditunjukkan bagaimana memodifikasi data untuk keperluan lanjutan.

BAB IV STATISTIK DESKRIPTIF Data hasil penelitian anda sudah selayaknya dapat dinikmati pihak lain agar data yang anda miliki mempunyai karakteristik data. Pada bagian ini anda akan ditunjukkan step by step bagaimana cara menyajikan data. BAB V STATISTIK INDUKTIF

Pada bagian ini anda akan ditunjukkan suatu analisis lanjutan dimana hasil dari data yang anda olah dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan.

B. Isi
BAB I
Statistical Product and Service Solution atau biasa dikenal dengan SPSS merupakan salah satu software statistika yang banyak digunakan, baik bagi mahasiswa, peneliti, maupun pengolah data statistika. Hal ini karena SPSS versi terbarunya, yaitu versi 15.0 merupakan software yang sangat mudah dioperasikan, juga karena output SPPS tampil lebih cantik dibandingkan dengan software statistika yang lain. Mempelajari SPSS tidaklah sulit karena untuk kalangan pemula pun, software ini sangat mudah dipelajari. Untuk memulai SPSS, terlebih dahulu pastikan software SPSS 15.0 telah terinstal pada komputer Anda. Berikut ini cara melakukan instal program SPSS 15 Evaluation Version. Pada folder SPSS 15 temukan file bernama Setup.exe (atau Setup saja) yang bertipe application, selanjutnya klik ganda file tersebut. Ikuti instruksi dari perintah instalasi. Jika telah selesai, salin file patch.exe pada folder \Crack\ ke file C:\Program Files\SPSS Evaluation\. Klik ganda file patch, SPSS selesai diinstalasi. Agar lebih lancar, klik ganda file expoff.bat pada folder yang sama.

Menjalankan SPSS 15 Untuk memulai menjalankan SPSS 15.0 yang sudah terinstal, dapat dilakukan langkahlangkah berikut: Klik Start. Klik Program. Klik SPSS For Windows. Klik SPSS 15 Evaluation Version Kotak dialog SPSS 15.0 Windows Evaluation Version memberikan 6 pilihan kepada pengguna SPSS, antara lain: Run the tutorial Type in data Run an existing query Create new query using Database Wizard Open an existing data source Open another type of file

BAB II
Masukkan data di bawah ini dengan prosedur berikut: 1. Buka program SPSS 2. Tekan menu File Data Namun jika kita membuka SPSS biasanya sudah dalam tampilan data kosong siap entri dengan nama file Untitled SPSS Data Editor maka kita bisa langsung mengisinya 3. Buka Variabel View untuk memberi nama dan men-setting variabel 4. Langkah berikutnya, input data yang diinginkan

BAB III
Seorang pengunjung blog ini (Marol) menanyakan bagaimana cara mentransformasi variabel dengan menggunakan SPSS. Beliau sudah mencoba beberapa kali, ternyata selalu gagal. Jawabannya diberikan dalam postingan ini, mudah-mudahan juga bisa membantu yang lainnya. Sebagai contoh, misalkan kita ingin mentransformasikan variabel Penjualan berikut ini dengan melogaritma naturalkan. 600 400 350 625 1000 710 825 700 820 725 1800 Tentunya data tersebut harus diketik dalam satu kolom pada worksheet SPSS (karena ini adalah satu variabel). Kemudian beri nama variabel tersebut dengan nama Penjualan. Selanjutnya, untuk mentransformasi variabel ini, Klik Transform > Compute Variable. Pada kotak Target Variable, masukkan nama variabel untuk menampung data hasil transformasi variabel tersebut. Misalnya dalam contoh kita diatas, diberi namaLnJual. Dengan cara ini, akan menghasilkan satu variabel baru dengan namaLnJual. Tetapi jika nama yang diberikan sama dengan nama variabel asal (misalnya jika diisi dengan nama Penjualan), maka hasil transformasi akan menindih variabel asal (data variabel asal akan diganti dengan data hasil transformasi). Pada kotak Numeric Expression, isikan perintah transformasinya. Anda bisa mengisi perintah transformasi ini dengan dua cara: a. Membuat rumus sendiri, misalnya: 2*Penjualan atau Penjualan**3. (Catatan: perkalian menggunakan bintang satu, pangkat menggunakan bintang 2) b. Menggunakan fungsi yang sudah disediakan SPSS dalam kotak Function Group. Dalam contoh ini kita akan melogaritmakan variabel. Fungsi tersebut sudah disediakan oleh SPSS dalam Kelompok Fungsi Arithmethic. Oleh karenanya, klik Arithmethic, maka akan muncul di kotak Function and Special Variables, fungsi-fungsi yang tersedia pada kelompok arithmetic ini (lihat gambar diatas). Kemudian klik Ln, dan klik tanda panah yang mengarah ke atas pada gambar diatas. Maka pada kotak Numeric Expression akan muncul tulisan seperti ini: LN(?). Selanjutnya klik variabel Penjualan (variabel asal yang akan ditransformasikan), dan klik panah yang mengarah kekanan dari gambar diatas. Prosedur ini akan mengganti tanda tanya diatas menjadi Penjualan, sehingga tulisan pada kotak Numeric Expression akan menjadi: LN(Penjualan).

Proses mengisi kotak Numeric Expression ini cukup berbelit, tetapi jika Anda sudah hafal cara penulisan fungsinya, anda tidak harus melalui tahapan-tahapan tersebut. Cukup langsung diketikkan saja: LN(Penjualan). Setelah itu klik OK, maka akan akan keluar output dari logaritma natural dari penjualan yang berada pada variabel baru yang bernama LnJual. Cara mentransformasikan dengan fungsi-fungsi lainnya adalah relatif sama dengan cara melogaritmakan diatas. Lalu kenapa Sdr. Marol selalu gagal mencobanya ?Ada beberapa kemungkinan: 1. Nama variabel yang dimasukkan ke dalam kotak Numeric Expression tidak sama dengan nama variabel yang sudah ada (yang akan ditransformasikan). 2. Variabel tersebut bukan variabel numerik (untuk variabel bukan numerik atau variabel string). Untuk variabel string, ada fungsi khususnya pada kotak Function Group di atas. 3. Atau penyebab lainnya, tetapi sifatnya kasuistis yang tidak bisa dideteksi dari sini, tanpa melihat langsung file datanya Ok, silakan dicoba.

BAB IV
Deskriptive data ini digunakan untuk menggambarkan (mendeskripsikan) suatu data, misalnya rataratanya (mean), Standar deviasi, Varians, dsb. Contoh kasusnya : ingin diketahui deskripsi dari variabel GAJI pada data Karyawan. Langkah yang dilakukan : Pilih menu Analyze, kemudian pilih Descriptive Statistics, selanjutnya pilih Descriptives... Pada kotak Variable(s), isikan variabel Gaji seperti pada gambar berikut : Option atau pilihan untuk pengerjaan deskripsi data.

VISUALISASI GRAFIK
Selain berbentuk tabel maupun penjelasan yang lain, laporan mengenai suatu data bisa juga ditampilkan dengan menggunakan grafik (berbentuk visual). Garfik ada bermacammacam, misalnya : histogram, pie, line, dll. Dalam contoh kasus deskripsi data ini akan diberikan grafik dalam bentuk histogram, yaitu grafik batang distribusi data yang dikelompokkan menurut intervalinterval tertentu. Sebagai contoh, akan dibuat histogram tentang Gaji karyawan (file yang digunakan Karyawan) sebagai berikut :

Dari menu utama SPSS, pilih menu Graphs, Histogram

Pada kotak dialog, isikan variable Gaji sesuai dengan kasus. Untuk menampilkan kurva normalnya, aktifkan pilihan Display normal curve, seperti pada gambar berikut : Berikan judul histogram dengan mengaktifkan bagian Titles seperti berikut ini : Isikan judulnya sesuai kebutuhan, misalnya pada Line 1 : HISTOGRAM, sedangkan Line 2 : Gaji Karyawan. Jika anda masih ingin menambah Subtitle, isikan bagian Footnote, sesuai keinginan anda. Selanjutnya tekan Continue, untuk proses berikutnya. Setelah selesai anda melakukan pengisian, tekan OK untuk melihat hasilnya. (Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan hasil di bawah ini !). Simpan output anda dengan nama HISTOGR.spo.

PENGHITUNGAN DATA MENGGUNAKAN RUMUS


Transformasi adalah proses merubah variabel melalui fungsi matematika. Misalkan kita mengambil logaritma dari suatu variabel (data), atau kita melakukan transformasi Sebagai latihan, buka file Anxiety 2 yang ada di folder SPSS, kemudian lakukan langkah berikut : Pilih menu Transform, kemudian Compute. Dialog box perintahnya dapat anda lihat pada gambar berikut : INFERENSI TENTANG RATA-RATA Ilmu statistik berkembang dengan cepatnya. Orang sekarang tidak hanya menggunakan statistik untuk melihat rata-rata, dev. Standar, Modus, atau Rentang dari data, akan tetapi berkembang menjadi pengambilan keputusan untuk mendukung manajemen. Sehingga berkembanglah statistik inferensi yaitu statistika pengambilan keputusan. PENGANTAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN Di teori statistika dalam menentukan H0 ditolak atau diterima anda selalu membandingkan antara statistik hitung dengan statistik tabel. Langkah seperti itu tidak familiar dalam SPSS. Tentu saja anda masih ingat dengan p-value yaitu nilai terkecil yang masih menolak H0. Prinsip itulah yang digunakan dalam SPSS. Dalam SPSS nilai p-value ini dikenal dengan istilah signifikan yang sering disingkat dengan sig. H0 akan kita tolak jika nilai sig < . Walaupun dalam ouput SPSS tidak ada, anda bisa juga melihat Statistik Tabel melalui fasilitas compute dan memanfaatkan function .

UJI RATA-RATA POPULASI NORMAL

Untuk uji rata-rata 1 populasi SPSS hanya melengkapi dengan uji t ( 1 populasi normal). Langkah-langkah dalam SPSS : Buka file World95 Pilih menu Analyze, kemudian Compare Means, dan One Sample T-Test. Tampilan menu seperti pada gambar berikut : Masukkan variable Lifeexpf pada kotak Test Variable(s) dan angka 72.5 pada Test Value (sesuai dengan angka yang akan kita test). Klik tombol OK untuk melihat outputnya. Simpan file output anda ini

UJI RATA-RATA 2 POPULASI INDEPENDENT


Uji ini bertujuan untuk membandingkan rata-rata dari dua grup yang tidak berhubungan satu dengan yang lain, apakah kedua grup tersebut mempunyai rata-rata yang sama, ataukah tidak secara signifikan Langkah-langkah dalam SPSS : Pilih menu Analyze, kemudian Compare Means, dan Independent Samples T Test. Tampilan menu bisa anda lihat pada gambar berikut : Pada kotak Test Variable(s) isikan susu. Grouping Variable adalah variabel bertipe kualitatif, maka sesuai kasus isikan salesman. Kemudian variabel tersebut harus didefinisikan. Klik pada Define Group... Isikan sesuai yang ada pada gambar di bawah ini : Untuk kolom Options, biarkan tingkat kepercayaan 95%. Setelah selesai pengisian semua, tekan OK.

Perhatikan output yang diberikan, tentukan analisanya, apakah tingkat pendidikan sarjana prestasinya sama dengan salesman dengan tingkat pendidikan akademik dalam hal penjualan roti susu. Analisalah dengan membandingkan t hitung, atau signifikansi yang dihasilkan.

UJI RATA-RATA 2 POPULASI DEPENDENT


SPSS juga dilengkapi dengan uji t (student-t) untuk 2 populasi normal sample dependent atau sample berpasangan. Kasus : Ingin diuji apakah rata-rata angka harapan hidup penduduk wanita di dunia = angka harapan hidup penduduk pria dengan anggapan bahwa angka harapan hidup penduduk keduanya saling bergantung. Hal ini cukup beralasan karena angka harapan hidup keduanya banyak ditentukan oleh faktor-faktor yang berdekatan. Langkah-langkah uji hipotesismya sbb :

File data yang digunakan : file World95. Langkah dalam SPSS : Buka file World95 Pilih menu Analyze, kemudian Compare Means, dan Paired-Samples T Test. Tampilan Untuk pengisian variabel ke kotak Paired Variable(s), caranya berbeda dengan yang terdahulu. Karena kedua variabel yang akan ditest sifatnya berpasangan, maka kedua variabel tersebut dimasukkan ke kotak Paired Variable(s) secara bersamaan. Sorot kedua variabel tersebut (lifeexpf dan lifeexpm) kemudian klik mata panah ke kanan (seperti pada gambar 33). Setelah selesai semua pengisian, tekan OK untuk melihat hasilnya. Analisalah output yang diberikan berdasarkan teori statistik yang anda peroleh dari kuliah Satistika. Simpan file output anda ini dengan nama PairSamT.spo.

BAB V
STATISTIK INDUKTIF (INFERENSI)
Metode statistik inferensi dalam praktek cukup beragam, dan salah satu kriteria penting dalam pemilihan metode statistik yang akan digunakan adalah melihat distribusi sebuah data. Jika data yang diuji berdistribusi normal atau mendekati distribusi normal, maka selanjutnya dengan data-data tersebut bisa dilakukan berbagai inferensi atau pengambilan keputusan dengan metode statistik parametrik. Namun, jika terbukti data tidak berdistribusi normal atau jauh dari kriteria distribusi normal, maka metode parametrik tidak bisa digunakan; untuk kegiatan inferensi sebaiknya digunakan metode statistik nonparametrik.Bab ini akan membahas uji beda rata-rata, khususnya penggunaan uji t. Namun, uji t hanyalah sebuah alat yang digunakan dalam kegiatan yang disebut dengan uji hipotesis,

Uji Hipotesis
Salah satu kegiatan statistik induktif adalah menguji sebuah hipotesis (dugaan sementara). Dalam melakukan uji hipotesis, ada banyak faktor yang menentukan, seperti apakah sampel yang diambil berjumlah banyak atau hanya sedikit; apakah standar deviasi populasi diketahui; apakah varians populasi diketahui; metode parametrik apakah yang dipakai, dan seterusnya.

PROSEDUR UJI HIPOTESIS

Menentukan H0 dan Hi Menentukan Uji (Prosedur) Statistik yang digunakan; apakah akan digunakan uji t, ANOVA, uji z, dan lainnya. Menentukan statistik tabel. Menentukan statistik hitung. Mengambil keputusan.

Berbagai Metode Statistik Parametrik


Berikut sistematika penggunaan metode-metode statistik parametrik untuk diterapkan pada berbagai kasus.

INFERENSI TERHADAP SEBUAH RATA-RATA POPULASI


Tujuan pengujian ini adalah ingin mengetahui apakah sebuah sampel berasal dari sebuah populasi yang mempunyai rata-rata (mean) yang sudah diketahui. Atau, bisa juga dikatakan ingin menguji apakah rata-rata sebuah sampel sudah bisa mewakili populasinya. Seperti jika diketahui rata-rata berat badan sekelompok orang di sebuah kota adalah 50 kilogram, maka apakah bisa disimpulkan bahwa rata-rata berat badan semua orang di kota tersebut(sebagai populasi) juga 50 kilogram? Pada inferensi ini, perlu diperhatikan ukuran sampel, apakah termasuk sampel besar ataukah sampel kecil. SAMPEL BESAR Dalam kasus di mana jumlah sampel yang diambil cukup besar atau varians populasi diketahui, maka bisa dipakai rumus (uji) z. Yang dimaksud dengan Sampel besar, sebenarnya tidak ada ketentuan yang tepat batas besar kecilnya suatu sampel. Namun, sebagai sebuah pedoman, jumlah sampel di atas 30 sudah bisa dianggap sampel yang besar, sedangkan di bawahnya dianggap sampel kecil.

SAMPEL KECIL
Jika sampel kecil (<30) dan varians populasi tidak diketahui, metode parametrik yang digunakan adalah uji t (student). B. INFERENSI TERHADAP DUA RATA-RATA POPULASI Dalam inferensi dua populasi, tujuan utama adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara dua rata-rata populasi. Sebagai contoh, ingin diketahui apakah ada perbedaan antara rata-rata berat badan semua orang di kota A dengan rata-rata berat badan semua orang di kota B? Oleh karena tidak mungkin atau sulit untuk menghitung semua berat badan orang di dua kota tersebut, maka akan diambil sampel sejumlah tertentu orang di kota A dan kota B; dari kedua sampel tersebut akan diuji dengan beberapa metode statistik. Selain menguji dua rata-rata populasi yang independen

INFERENSI TERHADAP LEBIH DARI DUA RATA-RATA

POPULASI
Untuk lebih dari dua populasi, misal tiga jenis sampel, empat jenis sampel dan seterusnya, dipakai analisis ANOVA, yang bisa terdiri atas: ANOVA satu faktor ANOVA dua faktor dengan replacement ANOVA dua faktor tanpa replacement

INFERENSI UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA VARIABEL


Inferensi ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara dua variabel, seperti apakah ada hubungan antara jumlah gizi yang diserap tubuh dengan nilai ujian seseorang, promosi suatu produk dengan penjualan produk tersebut, dan sebagainya. Beberapa alat statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel: o Hubungan antardua variabel, menggunakan metode korelasi dan regresi sederhana. o Hubungan antara lebih dari dua variabel (tiga, empat, dan seterusnya), menggunakan metode korelasi dan regresi berganda. Sistematika dan metode-metode statistik di atas bersifat garis besar. Dalam bab-bab selanjutnya (sebagian diakses lewat CD KERJA) akan dijelaskan secara terperinci, baik penggunaannya maupun penafsirannya. Menu Statistik Inferensi dalam SPSS SPSS menyediakan berbagai metode parametrik untuk melakukan inferensi terhadap data statistik. Oleh karena luasnya cakupan parametrik, maka inferensi dengan parametrik akan dibagi dalam beberapa menu pada SPSS, yaitu menu COMPARE MEANS, GENERAL LINEAR MODEL (GLM), CORRELATE, dan REGRESSION. COMPARE MEANS Pembahasan pada COMPARE MEANS meliputi:

MEANS UJI t ONE WAY ANOVA

GENERAL LINEAR MODEL

GLM merupakan kelanjutan dari ANOVA, di mana pada GLM dibahas satu variabel dependen namun mempunyai satu atau lebih faktor.

CORRELATE
Membahas uji hubungan antara dua variabel.

REGRESSION
Membahas pembuatan model regresi untuk menggambarkan hubungan dua variabel atau lebih. Tidak semua menu tersebut akan dibahas pada buku ini. Bab ini akan membahas penggunaan uji t dan means, dengan masing-masing pembahasan akan disertai kasus dan penyelesaiannya. Beberapa menu lain akan dibahas pada bab-bab di belakang.

ONE SAMPLE t TEST


Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu di sini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi. 208 Sebagai contoh, selama ini diduga rata-rata konsumsi sabun pada rumah tangga di desa Telogo Sari adalah 3 batang per bulan. Jika dibuktikan secara statistik apakah konsumsi tersebut memang benar demikian. Untuk itu diambil sejumlah sampel, yakni sejumlah penduduk Telogo Sari yang dipilih dengan metode sampling tertentu, dan pada sampel tersebut dihitung rata-rata penggunaan sabun mandi selama sebulan. Kemudian dilakukan proses pembandingan, yang disebut sebagai uji satu sampel (one sample test). Penggunaan uji t karena jumlah sampel yang diambil pada uji semacam itu di bawah 30 buah. Sekarang akan diberikan contoh kasus untuk menjelaskan proses uji t.

C. Pertanyaan dan Penyelesaian


1. Kasus menggunakan data berat badan konsumen yang meminum obat

penurun berat badan. Sebagai contoh, dibuat dugaan bahwa populasi rata-rata berat sebelum minum obat adalah 84,51 kilogram. Untuk membuktikan hal tersebut, sekelompok anak muda ditimbang, dan mereka mempunyai rata-rata berat badan 90 kilogram. Dengan data di atas, apakah dapat disimpulkan bahwa berat populasi rata-rata memang 84,51 kilogram?

Penyelesaian:
Kasus di atas terdiri atas satu sampel yang akan dipakai dengan nilai populasi hipotesis, yaitu 90 kg. Di sini populasi diketahui berdistribusi normal, dan karena sampel sedikit, dipakai uji t untuk dua sampel yang berpasangan (paired). 1. Pemasukan Data ke SPSS Langkah-langkah pemasukan data sama dengan pembahasan terdahulu. Jika data sudah diinput, lakukan tahap pengolahan data. 2. Pengolahan Data dengan SPSS Telogo Sari dianggap populasi, maka angka tersebut adalah suatu parameter.

2.

Bagaimana langkah operasional yang dapat Anda lakukan untuk menghitung validitasreliabilitas adalah :

Penyelesaian :
1. 2. 3. 4. Buka data instrumen (format excel) dan program SPSS. Copy- kan semua data jawaban responden termasuk jumlah skor setiap responden Paste-kan data di no. 2 pada program SPSS Lakukan proses penghitungan validitas dengan SPSS sebagai berikut ; Pilih menu Analyze > Correlate > Bivariate Blok semua item instrumen dan jumlah skor yang ada disebelah kiri kotak data dan pindahkan ke sebelah kanan kotak dengan cara meng-klik tombol segitiga yang ada di tengah kedua kotak. Pastikan pilihan coefficient correlation adalah pearson, lalu klik tombol OK. Lihat hasil yang muncul di jendela SPSS output viewer. Lakukan proses penghitungan reliabilitas dengan SPSS sebagai berikut ; Pilih menu Analyze > Scare > Reliability Analysis o Blok semua item instrumen saja yang ada disebelah kiri kotak data dan pindahkan ke sebelah kanan kotak dengan cara meng-klik tombol segitiga yang ada di tengah kedua kotak. o Pilih metode alpha sebagai model perhitungan yang kita gunakan, lalu klik tombol OK.

5.

6.

Lihat hasil yang muncul di jendela SPSS output viewer. Tafsirkan hasil perhitungan validitas reliabilitas sebagai berikut ;

Kriteria validitas Kriteria validitas dapat Anda tentukan dengan melihat nilai pearson correlation dan Sig. (2tailed). Jika Nilai pearson correlation > nilai pembanding berupa r-kritis, maka item tersebut valid. Atau jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 berarti item tersebut valid dan berlaku sebaliknya. r-kritis bisa menggunakantabel r atau dengan uji -t. Kriteria reliabilitas Nilai reliabilitas diperoleh dengan melihat pada kotak output perhitungan. Nilai alpha yang dihasilkan tinggal ditafsirkan sesuai dengan kriteria pembanding yang Anda gunakan. Sebagai tafsiran umum, jika nilai reliabilitas > 0,6 dapat dikatakan bahwa instrumen yang kita gunakan sudah reliabel.

D. Kesimpulan
Pada dasarnya statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan kegiatan mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif. Sedangkan statistik adalah suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka.Sehingga spss dapat digunakan untuk mempermudah kita dalam mengolah data,sehingga data yang kita punyai bisa menjadi data yang mudah dibaca.sebagai contohnya yaitu mengolah data rancangan percobaan.