Anda di halaman 1dari 2

RIMPANG TEMULAWAK Curcuma XANTHORRIZAE Rhizoma Rimpang kunyit adalah Curcuma Domesticae va.

, suku zingiberaceae mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 5,80% v/b dan kurkuminoid tidak kurang dari 4,0% dihitung sebagai kurkumin. Identitas simplisia. Senyawa identitas: Xantorizol Pola Kromatografi Fase gerak Fase diam : Toluen P-etilasetatP (93:7) : Silika gel 60 GF254

Larutan uji : 0,1% dalam toluene P, gunakan Larutan, gunakan larutan uji KLT seperti yang tertera pada kromatografi 61 Larutan pembanding : 0,1% Xantorizol dalam toluene P

Volume penotolan : 20 mcL larutan uji dan 5 mcl larutan pembanding Deteksi: Biru permanen LP dan ammonium hidroksida Susut pengeringan: tidak lebih dari 13% Abu total Tidak lebih dari 4,8% Abu tidak larut asam Tidak lebih dari 0,7% Sari larut air: tidak kurang dari 9,1% Sari larut etanol: tidak kurang dari 3,6%

Ekstrak kental rimpang temulawak Mengandung Penetapan kadar kurkuminoid: Tidak kurang dari 33,90% dihitung sebagai kurkumin. Lakukan penetapan kadar KLT-densitometri sebagai berikut: Lakukan penotolan pada lempeng, dan dibaca intensitasnya sesuai dengan pembanding. Jika perlu, dilakukan penotolan pada lempeng tidak kurang dari 3 larutan baku dari zat yang ditetapkan, dengan kadar diantara perkiraan zat dalam larutan uji (missal: 80%, 100%, 120%). Jika perlu lakukan derivatisasi dengan pereaksi dan rekam pantulan atau fluoresensi pada kromatogram. Gunakan hasil pengukuran untuk perhitungan jumlah zat dalam llarutan uji.

Isolasi Kadar kurkumin, desmetoksi kurkumin dan bisdemetoksi kurkumin dihitung relatif terhadap kurkumin. Pembanding kurkumin diperoleh dengan cara mengisolasinya dari rimpangCurcuma domestica Val. yang berumur 4, 6, 8 dan 12 bulan. Isolasi kurkumin dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama ekstraksi menggunakan metode refluks menggunakan pelarut eter minyak bumi dan ampasnya diekstraksi dengan metanol dua jam. Kemudian ekstrak pekatnya dikromatografi cair vakum yang dielusi dengan campuran n-heksan, etil asetat dan metanol secara gradien elusi untuk memisahkan pengotor seperti resin dan amilum. Fraksi yang hanya mengandung kurkuminoid dikromatografi kolom untuk memisahkan kurkuminnya dengan absorben silika gel dan eluen kloroform-asam asetat glasial (9:1). Kristal kurkumin yang diperoleh dimurnikan dan diidentifikasi. Penetapan kadar kurkumin, desmetoksi kurkumin dan bisdesmetoksi kurkumin dilakukan dengan metode spektrofotodensitometri. Sebelumnya dibuat ekstrak sampel berumur 4, 6, 8 dan 12 bulan dengan cara perkolasi dalam pelarut etanol setelah sebelumnya diekstraksi dengan eter minyak bumi. Pengukuran kadar dengan cara menotolkan sampel pada pelat lapis tipis silika gel G 60 F Merck siap pakai yang telah dijenuhkan dengan pengembang kloroform-asam asetat glasial (9:1). Pada pelat yang sama ditotolkan larutan pembanding. Hasil kromatogram yang diperoleh diukur dengan spektrofotodensitometer. Kadar zat dihitung berdasarkan kurva regresi yang dihasilkan. Untuk melihat apakah ketiga komponen kurkuminoid yang dikandungnya merupakan produk genuine atau artefak maka dilakukan pemeriksaan keberadaan komponen kurkuminoid terhadap panas. Ekstrak dari rimpang Curcuma domestica Val. yang berumur 4, 6, 8 dan 12 bulan diekstraksi pada kondisi panas (refluks) dan dingin (perkolasi) menggunakan pelarut metanol setelah sebelumnya kedua ekstrak diekstraksi dengan metode yang sama dengan pelarut eter minyak bumi untuk menghilangkan pengotor bersifat non polar. Pemeriksaan kualitatif ekstrak kurkuminoid dilakukan dengan memakai pelat silika gel G 60 Merck siap pakai dan sistem pemngembang kloroform-asam asetat glasial (9:1). Deteksi menggunakan sinar ultraviolet pada panjang gelombang 254 nm dan larutan penampak bercak anhidrida asam asetat-asam sulfat pekat (9:1). Keberadaan kurkumin, desmetoksi kurkumin dan bisdesmetoksi kurkumin tidak dipengaruhi suhu, ketiga komponen merupakan produk genuine bukan senyawa artefak. Hasil identifikasi kurkumin: o Titik Leleh : (183-184) C max (dalam metanol) : 430 nm Dari penentuan kadar secara spektrofotodensitometri diperoleh bahwa kadar kurkumin tertinggi terdapat pada tanaman berumur 12 bulan, dan kadar terendah pada umur 4 bulan, sedangkan desmetoksi kurkumin dan bisdesmetoksi kurkumin kadar menunjukkan tidak ada perubahan sejak umur 4 sampai bulan, lalu meningkat secara tajam sampai umur 8 bulan. sesudah umur tersebut peningkatan kadar tidak berarti lagi.

Anda mungkin juga menyukai