PENGUKURAN LISTRIK

TUJUAN, Setelah selesai modul ini siswa dapat

:

1. Mengukur tegangan arus, daya, energi 1 fasa dan 3 fasa 2. Menggunakan alat ukur volt meter, ampere meter, kwh meter 1 fasa dan 3 fasa 3. Menjelaskan arti gambar / simbol pada alat ukur

Pengukuran ialah suatu langkah/ kerja untuk melakukan kagiatan mengetahui besaran listrik dengan cara mengubah suatu zat kedalam bentuk harga/ angka yang dalam hal ini arus, tegangan, tahanan daya energi

MENURUT JENIS PENUNJUKANNYA 1. 2. 3. 4. Jarum Recorder Integrator Digital

MENURUT PRINSIP KERJANYA
1. 2. 3. 4. 5. 6. Sistem Besi putar Sistem Kumparan putar Sistem Induksi Sistem Elektro Dinamis Sistem Elektro Statis Sistem Kawat Panas

1. Teknologi Analog. . Kelebihan  Tidak mudah dimakan usia  Biaya yang digunakan murah  Hasil yang didapatkan dapat diuji ketepatannya Kelemahan  Tidak efesien  Lambat pengoperasiannya. Alat ukur listrik analog pada prinsipnya terdiri dari sebuah kumparan yang dipasang sedemikian rupa di dalam suatu medan magnet sehingga ia dapat berputar karena pengaruh momen gaya megnetik yang bekerja padanya ketika dilalui arus listrik.

2. Teknologi Digital Teknologi digital menggunakan sistem bit dan bite. satu atau nol. untuk menyimpan dan memproses data. Kelebihan Mudah dalam penggunaan Konstruksinya lebih ringan Ada yang bisa nyimpan data Kelemahan Tidak tahan lama Memerlukan singkronasi (saling tukar data agar memiliki jml yg sama) . Switch biner ini bisa dalam keadaan on atau off. sistem digital mempekerjakan sejumlah besar switch listrik yang hanya memiliki dua keadaan atau nilai.

 Tipe recorder Harga yang kita baca adalah harga yang ditulis/dicatat pada kertas . harga tersebut adalah harga sesaat pada waktu meter tersebut dialiri arus listrik. . pencatatan ini dilakukan secara otomatis dan terus menerus selama meter tersebut dialiri arus listrik.  Tipe integrator Harga yang kita baca adalah harga dari hasil penjumlahan yang dicatat pada selang waktu tertentu selama alat tersebut digunakan (misal : KWH meter).  Tipe digital : harga yang dibaca adalah harga sesaat.Pembedaan alat ukur menurut jenis penunjukannya:  Tipe jarum petunjuk Harga yang kita baca adalah yang ditunjuk oleh jarum petunjuk.

• Besi Putar (Penggunaan Ac + Dc) • Kumparan Putar (Penggunaan Dc) • Induksi Penggunaan (Ac) • Elektro Dinamis (Penggunaan Ac + Dc) • Thermis (Penggunaan Ac / Dc) • Tegangan Uji Tembus Maximal 2 Kv • Tegangan Uji Max 1000 V 2 .

Sistem Besi putar + I I - U U U 0 max Alat ukur dengan besi putar bekerja berdasar pada yang akan diukur melalui kumparan yang tetap menyebabkan terjadinya medan magnit. sehingga besi lunak tersebut berputar arus dan besi gaya akan .1. Potongan ditempatkan dimedan magnit tersebut dan menerima elektromagnetis.

Sistem Kumparan putar I + U + .2. S I - .

.

biasa disebut alat ukur ferraris. tromol tsb akan berputar menurut arah putaran garis² gaya magnit tadi.3. dipasang sebuah tromol berbentuk silinder. Sistem Induksi I2 B Tromol C I1 A Q2 Q1 Q D SISTEM INDUKSI ( Kwh meter ) Alat ukur dengan sistem induksi atau dikenal juga dengan sistem ferraris ini mempunyai prinsip kerja sebagai berikut : Bila didalam medan magnit dengan garis gaya magnit arah yang berputar. medan magnit ini dinamakan alat ukur medan putar atau induksi. AC saja .

AC dan DC . U S + U I Pada saat arus melalui kumparan magnit dan kumparan putar Maka kedua kumparan menjadi magnit dan terjadi saling tarik /tolak antara kutub-kutubnya sehingga jarum penunjuk bergerak Sesuai arah dan besaran listrik yang diukurnya.4. Sistem Elektro Dinamis + S .

AC dan DC . Sistem Elektro Statis Alat ukur ini bekerja atas dasar gaya elektrostatis sebagai akibat interaksi antara dua elektroda yang mempunyai beda potensial Cra kerja : Bila tegangan yang akan diukur ditempatkan diantara elektroda tetap dan elektroda berputar maka pada elektroda putar akan mendapatkan momen putar yang sebanding dengan V2 elektroda ini dibuat sedemikian sehingga didapatkan skala rata.5. Alat ukur ini untuk mengukur tegangan yang tinggi. Momen yang menyebabkan elektroda putar bergerak didapat dari medan elektrostatis yang terjadi diantara kedua keping elektroda yang berttindak sebagai kondensator.

6. Sistem Kawat Panas I I .

Keterangan : 0 A B A – B = Baut terminal C = Tempat pengikat D = Ikatan Tali P = Pegas X m D n P a a = Poros penggulung m = Kawat penarik n = Tali penarik x = Kawat panas .

.

.

02 1 2.Menurut Peletakannya Waktu pemakaian • Diletakkan Mendatar • Diletakkan Tegak Lurus (Di Pakai Di Panel) • Diletakkan Dengan Derajat Kemiringan Menurut Ketelitiannya • Ketelitian / Kelas Alat Ukur Dalam Prosen 0.5 1.5.5 45 .

Batas Ukur Batas Ukur adalah angka yang membatasi masuknya besaran listrik pada alat ukur (yang terletak di samping terminal penyambungan alat yang bersangkutan). CONTOH VOLT METER 2 1 0 3 4 5 6 Angka Skala 7 8 9 10 Angka Skala Maximum Jarum Penunjuk 0 10 20 100 Angka Batas Ukur .

/ U. i . Sin  . Cos  U.i. COS Watt Meter kWh Meter KVARH Meter Frekwensi Daya Energi Energi R Getaran / det W KWH KVARH Hz AC + DC AC + DC AC + DC AC  U. R 12. t.t.Nama Alat Ukur Ampere Meter Volt Meter Besaran Yang di Ukur Tanda Satuan Penggun aan Keterangan Arus Tegangan A E AC + DC AC + DC U/R i. / U.t.i. R / U. i .i. t.

Pemasangan Alat Ukur Untuk Mengukur Arus Amper Meter Disambungan Seri AntaraSumber Dengan Beban 1. Ampere meter F A Rangkaian serie A N .

Volt meter V F V N 3. Cos φ meter F Cos  A V Cos  N .Rangkaian Paralel 2.

Frequensi meter Hz FREQUENSI F Hz FREQUENSI N 5.4. Watt meter F W W A V N .

KWH METER ANALOG1 FASE 1 L N 3 4 6 .6.

KWH METER ANALOG 33 FASE KWH METER ANALOG FASE 1 3 4 6 7 9 10 12 R S T N .

.

.

.

.

.

. BEKERJA BERDASARKAN PRINSIP ELEKTRO MEKANIK. MELIPUTI MODUL MODUL : • TRANSFORMER MODUL • POWER SUPPLY MODUL • ANALOG TO DIGITAL MODUL • REGISTER PROCESSOR MODUL • DISPLAY MODUL • MASS MEMORY MODUL • INPUT / OUTPUT MODUL • COMMUNICATION MODUL METER ELEKTRO MEKANIK. PUTARAN POROS PIRINGAN DITERUSKAN MELALUI RODA-RODA GIGI KE DRUM REGISTER. BEKERJA BERDASARKAN PRINSIP ELEKTRONIK SINYAL ARUS DAN TEGANGAN DITERUSKAN KE SINYAL PROCESSOR MODUL.PERBEDAAN PRINSIP DASAR KERJA METER METER ELEKTRONIK. ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK MENIMBULKAN GAYA GERAK LISTRIK YANG MENGGERAKKAN / MEMUTAR PIRINGAN PADA POROSNYA.

ALAT UKUR SATU SATUAN ENERGI METER ELEKTRONIK .REGISTER MEKANIS .ALAT UKUR ANEKA ENERGI . .ARUS DAN TEGANGAN MENGHASILKAN MEDAN LISTRIK / GGL .PEREKAMAN .SINYAL DIGITAL DIUKUR / DIPROSES OLEH CHIPS.INDUKSI MAGNIT .PERUBAHAN SINYAL ANALOG TO DIGITAL .REGISTER LCD .ARUS DAN TEGANGAN MERUPAKAN SINYAL ANALOG. .PERBEDAAN CARA KERJA METER ELEKTRO MEKANIK .PIRINGAN BERPUTAR .

 REM MAGNIT  PIRINGAN  POROS / AS PIRINGAN.  GIGI CACING POROS PIRINGAN  RODA GIGI PENGHUBUNG KE REGISTER.KOMPONEN METER ELEKTRO MEKANIK  KUMPARAN ARUS  KUMPARAN TEGANGAN. ELEKTRONIK  TRANSFORMATOR MODUL  POWER SUPPLY MODUL  ANALOG TO DIDITAL MODUL  REGISTER PROCESSOR MODUL  DISPLAY MODUL  INPUT / OUTPUT MODUL  MODEM MODUL .

FEATURE METER ELEKTRONIK MENGUKUR BEBERAPA PARAMETER LISTRIK • MENGUKUR DAYA / ENERGI DI 4 KWADRAN AKTIF DAN REAKTIF • MENGUKUR MAX DEMAND SERTA MENCATAT WAKTU DAN TANGGAL KEJADIANNYA • MEREKAM HASIL UKUR KWH. KVARH. COSQ. • DILENGKAPI POWER SUPER CAPASITOR DAN BATERAI UNTUK BACKUP CLOCK SELAMA 720 JAM. V. • DESAIN DAN ARSITEKTUR YANG LEBIH BAIK. • MENGIRIM SINYAL UNTUK MEMUTUS / KONEKSI BEBAN. DENGAN INTERVAL WAKTU 15. 45. • PEMBACAAN / PEMPROGRAMAN METER SECARA REMOTE MAUPUN LOKAL • DILENGKAPI SECURITY LEVEL PADA METER DAN PASWORD PADA SOFTWARE PROGRAM. 30. A. 60 MENIT ATAU SESUAI KEBUTUHAN • MENDETEKSI KELAINAN KELAINAN HASIL PENGUKURAN AKIBAT KESALAHAN ALAT MAUPUN AKIBAT PENCURIAN / PEMAKAIAN TIDAK SAH. • EXPORT / IMPORT ENERGI .

NILAI DAN BESARAN PARAMETER YANG DIUKUR . MISALNYA 5 DETIK PER ITEM UNTUK TAMPILAN ISI DAN 2 DETIK UNTUK TAMPILAN BLANK ANTARA SATU ITEM ISI DENGAN ITEM ISI BERIKUTNYA. SELANG WAKTU PER ITEM TAMPILAN DAN SELANG WAKTU TAMPILAN BLANK DAPAT DIPROGRAM.INFORMASI / KETERANGAN .KETERANGAN LEBIH DARI SERATUS ITEM / URUTAN TAMPILAN YANG DAPAT DITAMPILKAN PADA DISPLAY. .DISPLAY METER ELEKTRONIK • PADA DISPLAY METER ELEKTRONIK DITAMPILKAN: .KODE – KODE .

PHASE SQUENCE Rangkaian Pemeriksaan fasa R S T S U M B E R PHASA SQUENCE .

5 .10m ERATH TESTER L .E E P C P C L .

3. Cos  meter F Cos  N .

ALAT UKUR TAHANAN ISOLASI (MEGGER) Md Transformator .

CT = Current Transformer (Trafo Arus) Dengan Simbol Alat Ini Digunakan Pengukur Arus / Transfer Arus A BEBAN .

Penggunaan Alat Ukur Tidak Langsung PT = Potential Transformer (Trafo Tegangan) Dengan Simbol F N Digunakan Mengukur / Transfer Tegangan BEBAN V .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful