Anda di halaman 1dari 29

Spectophotometer

Kelas A1: A. Miftakh Huda Andrea Afif L Annisa Fitria S. Ardyn J.

Spectophotometer

Kata Spectophotometer berasal dari > bahasa Latin, Spectrum berarti gambar > dan dari bahasa Yunani, Phos atau Photos yang berarti cahaya

Spectophotometer digunakan di labotarorium untuk menentukan keberadaan suatu zat, atau konsentrasi suatu zat pada sample, sehingga bisa dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif. Contoh: analisa kadar protein terlarut (soluble protein).

Prinsip dasarnya adalah cahaya, dimana cahaya memiliki kecepatan konstan dan universal [C] sekitar 3x108 m/s. Saat melewati medium (transparant) kecepatan cahaya akan berkurang. Dan dapat dihitung dengan rumus:

Macam-macam energi elektromagnetik


Tipe Gelombang Radio Jarak panjang gelombang Beberapa meter s/d beberapa kilometer Gelombang Radar Gelombang Infrared Cahaya Tampak Xray Sinar Gamma 1-10cm 1-10 micron 300-700 nm 0,1 s/d 0,5 Angstrom Sekitar 0,0012 Angstrom

Tabel rentang panjang gelombang yang digunakan untuk melaksanakan tes spektrofotometri:
Spektrum Cahaya Ultraviolet UltraViolet dekat Panjang gelombang 10-200nm 200-280 nm

Cahaya Tampak
Infrared Dekat

380-780 nm
780-300 nm

Infrared Menengah
Infrared Jauh

3000-20000 nm
30000-300000 nm

Setelah melewati/berinteraksi dengan medium yang beragam, cahaya akan mengalami serangkaian fenomena, dintaranya; refleksi, refraksi, difraksi, absorbsi, difusi, polarisasi, dan fenomena lainnya yang diukur dengan berbagai macam instrumen dan alat.

*Fenomena pada Spektofotometer berdasarkan Absorb (penyerapan) dan Transmisi.

Hukum Beer Lambert


Ada 2 konsep implisit yaitu Transmitansi (T) dan Absorbansi (A) Transmitansi : fraksi cahaya insidental dari panjang gelombang yang ditentukan yang melewati sample. Absorbansi: daya radiasi sinar yang diserap oleh larutan

RUMUS !
Transmitansi: T = It/Io
It = Intensitas radiasi tertransimisi Io = Intensitas radiasi Insidensial

Absorbansi A=xlxc
= Koef. Absorbansi molekul l = jarak lintasan yg dilalui cahaya c = konsentrasi sample

Grafik Transmitansi & Absorbansi


dengan meningkatnya konsentrasi zat, transmitansi menurun, setelah meningkatnya konsentrasi substansi, absorbansi meningkat

Komponen Spektofotometer
1. Light Source 2. Monokromator 3. Sample Carier 4. Detektor Sistem 5. Reading Sistem

Light Source
bisa menggunakan lampu tungsten (wolfram) untuk cahaya tampak

Lampu deuterium arc untuk cahaya ultraviolet

Beberapa pabrikan mendesain spectophotometer dengan menggunakan lampu xenon tahan lama yang dapat bergantiam memancarkan cahaya tampak dan ultraviolet

Monocromator
Monokromator adalah seperangkat elemen yang digunakan untuk mendispersi cahaya putih menjadi berbagai macam gelombang cahaya, salah satunya digunakan dalam pembacaan sample

Sample Holder
Perangkat ini memegang sample yang akan dianalisa

Sample holder terdiri dari Kufet, mikrosel, mikroplate, tabung reaksi, dll

Detector System
Detection sistem dapat terbentuk dari photocells, phototube, photodiode atau photomultipliers. Hal tersebut tergantung dari jarak gelombang cahaya, sensitifitas, dan kecepatan respon yang dibutuhkan. Sistem detektor menerima cahaya dari sample dan mengkonversikannya menjadi signal listrik sebanding dengan energi yang diterima.

Reading System
Sinyal yang meninggalkan detector telah melalui berbagai macam perubahan. Sinyal tersebut di diperkuat dan diubah hingga intensitasnya sesuai dengan persentasi transmitansi/absorbansi. Ada Sistem pembeca berbentuk analog (menunjukkan hasil dalam skala) atau juga dalam bentuk digital (menunjukkan hasil di layar/monitor)

Indikator analog disebut meter Indikator digital biasanya menunjukkan hasil pada layar monitor

Diagram Spektofotometer

Blok Diagram
LightSource Reading System

Monochromator

Sample

Detector System

Persyaratan Instalasi
listrik yang sesuai dengan standar. (berbeda tiap negara). Di Amerika, tegangan 110v Frekuensi 60Hz. Di negara-negara lain 220-230v/50-60Hz.

Lingkungan yang bersih dan bebas debu.


Meja/ tempat yang bebas dari alat yang menghasilkan getaran contohnya centrifuge

Prosedur Umum Penggunaan Spektrofotometer


1. Sampel dilarutkan dalam pelarut 2. Sampel dimasukkan dalam kuvet 3. Dalam keadaan tertutup, atur T = 0% (dalam beberapa instrumen, ini disebut 0%T. Dark current control) 4. Dalam keadaan terbuka, atur T = 100% (A=0). Gunakan cell penuh dengan pelarut murni 5. Masukkan sampel dan ukur %T (atau A)

SOP
1. Persiapan alat dihubungkan stop kontak dengan arus listrik AC 220 volt, 50-60 Hz. Yakinkanlah dengan tegangan tegangan listrik yang dipakai. 2. Nyalakan Alat. Biarkan alat menyala (on) selama 15 menit untuk pemanasan, sampai jarum kembali ke titik nol 3. Dipilih panjang gelombang yang akan digunakan dengan memutar pengatur panjang gelombang . Panjang gelombang yang diinginkan dapat dilihat pada skala. Panjang gelombang yang akan digunakan terlebih dahulu dicari 4. Atur hingga jarum skala menunjuk transmittance nol. 5. Isi tabung sample dengan aquades atau pelarut lain sampai tanda garis 6. Masukkan tabung tersebut ke tempatnya . Tanda garis pada tabung harus tepat berada pada tanda garis pada tempatnya sample. 7. Dengan pertolongan tombol putar jarum skala sehingga menunjukkan transmitance 100 persen 8. Isi tabung sample yang lain dengan larutan yang akan ditera 9. Keluarkan tabung standar pada tahap 5 dan ganti dengan tabung sampel pada tahap 8 10.Transmittance atau optical dencity dapat dibaca langsung pada skala .

Penggunaan Alat yang Baik


Kalibrasi alat setiap kali melakukan pengujian sampel Simpan pelindung dari sample holder dan kotak penutup selama proses pengukuran untuk menjamin pembacaan yang tepat Hindari penggunaan ulang cuvette yang disposable Gunakan hanya cuvette quartz untuk melakukan analisa di bawah 310 nm Hindari penggunaan cuvette plastik jika menggunakan bahan pelarut organik Gunakan kaca silikat boron berkualitas tinggi untuk persiapan standar. Hindari penggunaan kaca sodium (oksida sodium). Bersihkan secara hati-hati cuvette kaca setelah digunakan

Gunakan bahan ragent kualitas tinggi. Reagenti kualitas rendah dapat menyebabkan kontaminasi bahkan pada konsentrasi rendah. Cairan yang digunakan ( air atau larutan) harus bebas dari pencemaran Pastikan tidak terdapat gelembung pada permukaan dalam cuvette, karena dapat mengakibatkan eror pada pembacaan Pertimbangkan bahwa tidak semua zat sesuai dengan hukum Beer

Troubleshooting Automated spectrophotometer


Kendala Tidak Adanya Daya pada Spectrophotometer Penyebab Kemungkinan Saklar berada pada posisi OFF Tidak Ada energy listrik yang dibutuhkan alat Solusi Tekan saklar pada posisi ON Periksa energy listrik yang dibutuhkan. Test bahwa beberapa mekanisme keselamatn tidak ada masalah matikan perlengkapan dan nyalakan lagi. Matikan alat dan nyalakan kembali Periksa koneksi (sambungan)

inisialisasi perlengkapan selama start-up tidak sempurna. salah perintah pengaktifkan selama start-up. Serial port RS 32 tidak Terdapat inisialisasi yang tidak merespon sempurna selama start up Kabel interkoneksi terhubung tidak baik Layar LCD sulit melakukan Contart control belum pembacaan disesuaiakn Sistem pencahayaan lemah

Tombol Keyboard tidak merespons

Atur Kontras Hubungi bagian yang bersangkutan

Kendala Printer terblok (macet)

Penyebab Terdapat kertsa yang menyumbat printer

Solusi Pindahkan kertas yang berlebih pada jepitan kertas dengan sempurna Matikan alat-alat perlengkapan, Pindahkan kertas dan Atur kembali

Kertas printer dipasang dengan tidak menentu. Tepi depan kertas tidak lurus atau melipat Kuvet tidak dapat masuk ke Ukuran kuvet salah tempat bagian sampel Pengaturan kuvet berada pada posisi yang salah Pembacaan menunjukkan Ada hambatan pada alur fluktuasi cahaya.

Printer tidak berjalan otomatis

Matikan alat, pasang kembli gulungan kertsa Hubungi yang bersangkutan


Gunakan kuvet sesuai dengan pabrikan Sesuaikan pada posisi yang benar Periksa bahwa kuvet tidak tergores Periksa bahawa tidak ada partikel terapung pada cuvette. Lap dinding optik dari kuvet

Troubleshooting Non Automated spectrophotometer


Kendala Sumber lampu nyala Penyebab Kemungkinan Filamen pecah Fuse pengaman terbakar Tegangan tidak menentu Pembacaan yang rendah pada meteran atau galvanometer Sumber lampu ruska Photocell kotor atau rusak Solusi Ganti Lampu Ganti Lampu Perikas teganagan. Cek sumber tegangan Ganti lampu Bersihkan atau ganti Photocell Ganti atau perbaiki amplifying circuit. Sesuaikan tegangannya Ganti diode zener

Amplifiying rusak
Tegangan pada sumber lampu lemah Menunjukan indikasi yang Stabilisator diode zener tidak stabil pada rusak pengukuran

Terima kasih