Anda di halaman 1dari 37

PENDAHULUAN

Latar belakang. 1896, Henry Becquerel (Perancis) : Unsur yg berat sec spontan memancarkan radiasi Radioaktif. 1903, Marie dan Pierre Curie mengisolasi 2 isotop r.a. dr Uranium, yg lebih kuat drpd Po dan Ra Hadiah NOBEL dlm bidang Fisika. Tiga org diatas + Schmidt, Debierne : isolasi Uranium dan Thorium yg menghitamkan film, akibat beberapa radiasi. 1899 Rutherford: Radiasi ada 2 jenis Alfa dan Beta. 1900, Pierre Curie dan Villard: ada sinar ketiga yaitu Gamma 1903, Rutherford dan Soddy: atom2 unsur R.A. mengadakan pancaran/emisi spontan dr partikel Alfa dan Beta dg pembentukan Atom2 Unsur Baru

1897, Elektron ternyata memiliki sf fisika yg sama dg partikel Beta 1909, Partikel Alfa adalah inti Helium. 1911,Rutherford: muatan + suatu atom terpusat pd inti 1913,Bohr: publikasi Struktur Atom 1912,Soddy mengusulkan nama Isotop. 1919, Rutherford: menembaki atom N dg AlfaO (Transmutasi). 1942, Ferni: Reaktor Nuklir di Chicago Pengembangan 1400 ahli atom jenis berbeda. Aplikasi : Listrik, Industri, Kedokteran, FARMASI, pertanian, dll

ATOM DAN INTI Atom: bag terkecil yg tak dapat dibagi-bagi menjadi bagian2 yg lebih kecil. Atom disusun oleh Elektron, Proton, Netron Massa Elektron = 9,1095 x 10 -28 g, dg muatan listrik negatif 1,6022 x 10 -19 coulomb; Proton 1836mc, Netron:1838 mc. Muatan Elektron -1, Proton +1 dan Netron : takbermuatan.

NETRINO: tak memiliki muatan dan masa, pegang peran penting dlm penguraian beta. LEPTON: masa = elektron: elektron, positron dan netrino (tak bermasa). NUKLEON: partikel2 yg terdapat dalam inti: PROTON dan NETRON MESON: Masa besarnya diantara dr Lepton (>L) dan netron (<n) HIPERON:partikel dg massa > nukleon.

STRUKTUR ATOM

X Z
A=Z+N X= SIMBOL ATOM A=JUMLAH MASSA Z= NOMOR ATOM (jumlah proton) N= JUMLAH NETRON

ISTILAH DLM RADIOISOTOP


BEBERAPA ISTILAH 1. NUKLIDA 2. NUKLIDA INDUK 3. NUKLIDA ANAK 4. ISOMER 5. ISOTOP 6. ISOBAR 7. ISOTON 8. ELECTRON CAPTURE 9. NEUTRON CAPTURE 10. DISINTEGRASI 11. KONSENTRASI RADIO AKTIF 12. AKTIVITAS JENIS 13. CURIE

NUKLIDA DAN ISOTOP

PERSAMAAN REAKSI INTI

MACAM RADIASI
A. PARTIKEL ALFA

B. PARTIKEL BETA C. RADIASI GAMMA

KESTABILAN INTI DAN RADIOAKTIVITAS


A. REAKSI INTI B. DEEKSITASI INTI C. DEEKSITASI ATOMIK D. ENERGI NUKLIR

RADIOAKTIV ALAM DAN TRANSMUTASI BUATAN


A. RADIOAKTIF ALAM B. TRANSMUTASI BUATAN

PELURUHAN RADIOAKTIF
1. 2. 3. 4. 5. STATISTIKA KESTABILAN INTI DAN RADIO AKTIVITAS. MACAM-MACAM PELURUHAN. BAGAN PELURUHAN LAJU PELURUHAN

PRODUKSI RADIO ISOTOP


A. TUJUAN B. FASILITAS PRODUKSI
1. PEMBOMAN TARGET DG NETRON (dlm Reaktor Nuklir). 2. Pemisahan dr bahan bakar Reaktor. 3. Pemboman dg Partikel (CYCLOTRON)

C. FAKTOR YG MEMPENGARUHI PEMILIHAN REAKSI INTI D. SEDIAAN RADIO FARMASI.


Jenis radio isotop yag dipakai utk sediaan tergantung : 1. KEGUNAAN 2. KEMURNIAN 3. AKTIVITAS 4. MEMAKAI atau TIDAK pakai PENGEMBAN

ALAT DETEKTOR
A. ALAT PENCACAH PARTIKEL.
1. ALAT CACAH DETEKTOR GAS 2. ALAT DETEKTOR SINTILASI 3. ALAT DETEKTOR SEMIKONDUKTOR

B. ALAT PENGUKUR DOSIS


1. POCKET CHAMBER (AIR WALL CHAMBER). 2. FILM BADGE 3. DOSIMETER SAKU 4. KAMAR ARUS ION (ION CURRENT CHAMBER).

PENANGANAN ZAT RADIOAKTIF


1. SATUAN DOSIS RADIASI 2. KESELAMATAN KERJA. 3. PENYIMPANAN SUMBER2 RADIO AKTIF 4. PENGURUSAN SAMPAH RADIASI 5. DOSIS MAKSIMUM 6. NILAI BATAS UNTUK NON PEKERJA

RADIOFARMASI

RADIOFARMASI
RADIOFARMASI=NUKLIR FARMASI INSTALASI DALAM INSTALASI RADIOFARMASI TERDAPAT :
1. SEDIAAN RADIO FARMAKA : DISIAPKAN, DISIMPAN, DIDISPENSING UNTUK MANUSIA = OBAT BIASA. 2. STAF : ORANG-2 YG TELAH DIDIDIK A.L.: RADIOFARMASIS, AHLI RADIOKIMIA, DLL. 3. PUSAT PENDIDIKAN & TRAINING MHS FARMASI & TEKNOLOGI KEDOKTERAN NUKLIR.

RADIO FARMASI lanjut 4. RISET : RISET DASAR DLM DISAIN + PENGEMBANGAN RADIOFARMAKA BARU. 5. TEMPAT PEMBUATAN SEDIAAN RADIOFARMAKA UTK PEMAKAIAN KLINIK DI HOSPITAL: perlu penjagaan ketat, dan penanganan yang aman.
6. STANDARD TINGGI: RF harus DPT MENANGANI RADIOFARMASI DG STANDARD TINGGI dan PENYERAHAN RADIOFARMAKA DG KUALITAS TINGGI UNTUK PEMAKAIAN PD MANUSIA.

DISAIN RADIOFARMASI
A. MEMPROTEKSI STAF DR BAHAYA RADIASI : menghindarkan diri dari KONTAMINASI oleh INSTRUMEN PENDETEKSI. B. SIRKULASI UDARA YG BERSIH C. PEMBUANGAN SAMPAH RADIASI
1. TEMPAT. _________________________________________________________ OFFICES COUNTING HEALT LAB PHYSICS LAB ______ ___________________ ________________ _________ ____________ ____________________ _____________ ___ DISPENSING COMPOUNDING HOT LAB AREA AREA _________________________________________________________ 2. CEGAH BUKAN STAF MASUK INSTALASI. 3. SAMPAH : PETUGAS KHUSUS, SETIAP HARI DIBUANG.

AREA RADIOFARMASI
1. TANDA-TANDA RADIOFARMASI PADA SETIAP PINTU. 2. LAB COMPUNDING DAN DISPENSING :
a. MEJA DILAPISI STAINLESS STEEL atau KAYU DILAPISI PLASTIK. b. LANTAI DITUTUP TEGEL yg MUDAH DIGANTI (ADA CECERAN RADIOAKTIF mudah diganti) c.SINK (WASTAFEL) : STAINLESS STEEL, CUKUP DALAM utk menghindari cipratan d. PEMBUANGAN ASAP BERFILTER YG MENGABSORBSI GAS RADIOAKTIF e.STORAGE AREA (AREA PENYIMPANAN) BERDINDING SEMEN TEBAL, DINDING DILAPISI LEAD( TIMAH) UTK MENANGKAL RADIASI. f. SHOWER : ORANG TERKONTAMINASI RADIOAKTIF CEPAT DIBERSIHKAN

ALAT ALAT RADIOFARMASI


1. KALIBRATOR DOSIS 2. ALAT MONITOR RADIASI 3. SURVEYMETER RADIASI 4. HEMOSITOMETER & MIKROSKOP 5. pH METER. 6. KLT 7. PEMANAS UTK PREPARASI KOLOID SULFUR. 8. ULTRASONIC BATH PREPARASI MIKROSPER 9. DETEKTOR & MULTI CHANEL ANALYZER. 10. KULKAS + FREEZER 11. GAMMA COUNTER 12. ALAT ALAT UNTUK QUALITY CONTROL (QC)

OPERASIONAL INSTALASI RF
BAHAN RADIO AKTIF 131J-ROSE BENGAL BERUMUR LAMA, MAKA BIASANYA DIBELI DR PABRIK SETIAP 2 MINGGU, TAK PERLU DIKONTROL KUALITAS SETIAP HARI. 99mTc DIENCERKAN SETIAP HARI DR GENERATOR MOLY, DILAKUKAN TES SETIAP HARI. SEBELUM DIOPERASIKAN , SEMUA ALAT HARUS OK

1. PENERIMAAN BAHAN RADIO AKTIF


A. PENERIMAAN BAHAN RADIO AKTIF. SEGERA STL BAHAN R.A TIBA, HRS DIMONITOR RADIASINYA (MAX 3 HR STL TIBA), PENGUKURAN SINAR DG DIDETEKSI 1 m DR BARANG, BILA BESAR DICEK PD PERMUKAAN JUGA, BILA TERDETEKSI >> CEK VIAL YG PECAH. Bila > 200mrem/hr cek permukaan kontainer atau bila>> 10 mrem/hr pd 1 m, BERITAHU PABRIK/KURIR PEMBAWATINDAKAN. BUAT CATATAN KHUSUS. SEMUA PENERIMAAN BARANG harus DICATAT PD REGISTER : No, Tgl terima, Pabrik, Jumlah, Aktivitas/Unit

.OPERASIONAL RF
B. PREPARASI RADIOFARMAKA 99m Tc DISIAPKAN SETIAP HARI, DIENCERKAN DR GENERATOR MOLY SETIAP HARI QC SETIAP HARI. 99mTc VIAL MENUNJUKKAN IDENTITAS : aktivitas total, akt/ml, waktu kalibrasi, No.kontrol dicatat juga pd LEMBAR KONTROL GENERATOR KEPERLUAN DOSIS SESUAIKAN DG AKTIVITAS SETIAP SAAT PROSES DILAKUKAN DLM ALMARI LAF (LAMINA AIR FLOW) SEC ASEPTIK. SETIAP SEDIAAN RF HARUS DIBERI LABEL, YG BERISI : Aktivitas Total, Konsentrasi, Tgl , Jam, Menit Penetapan, Tanda tangan (catat juga pd BUKU)

C. KONTROL KUALITAS
SEBELUM DIPAKAI PD MANUSIA, HARUS LULUS QC SETIAP SEDIAAN HARUS DICEK SECARA TERATUR : 1. KEMURNIAN 2. STERILITAS 3. PIROGENITAS KOLOID DAN MAKROAGREGAT, DICEK UKURAN PARTIKEL 99m Tc HARUS SECARA RUTIN DICEK DG TLC

D. PENYIMPANAN
SETELAH PENYIAPAN SEMUA RADIOFARMAKA HARUS DISIMPAN DG BAIK. CEGAH KERUSAKAN DG MELINDUNGI DR CAHAYA DAN TEMPERATUR. 99mTc ALBUMIN, DISIMPAN PADA 20 40 C (HINDARI BAKTERI). 99m Tc-koloid sulfur, DISIMPAN PD TEMP KAMAR JARUM SUNTIK DISIMPAN DLM KONTAINER TIMAH ATAU DIBALIK PELINDUNG TIMAH

e. DISPENSING

1. RESEP ATAU PERINTAH LISAN SR DOKTER 2. BERI NOMOR 3. LIHAT DOSIS (DLM RESEP DAN STANDAR) 4. DOSIS: LIHAT VOLUME YG AKAN DIBUAT, KONSENTRASI WAKTU KALIBRASI (TABEL PELURUHAN). 5. CATAT VOL. PADA SIRING (DIBALIK PELINDUNG) SECARA ASEPTIK, UKUR DOSIS DG KALIBRATOR, SESUAIKAN DG BESAR JARUM. 6. UNTUK KLINIK YG JAUH, KALIBRASI LAGI DITEMPAT TUJUAN (INGAT KOREKSI PELURUHAN). 7. CATAT PD LEMBAR REKORD, ISI SEDIAAN, KUANTITAS, NAMA PASIEN, NO. RESEP. 8. DOSIS OBAT : LIHAT AKTIVITAS STOK, AKTIVITAS SISA (dibuang dan QC tes).

PEMBUANGAN SAMPAH DAN SENTRALISASI


f. PEMBUANGAN SAMPAH > 2. BIASANYA TEMPAT PENAMPUNGAN UMUM R.A. DIBAWAH RSO (Radiation Safety Officer). 3. UNTUK SAMPAH RA UMUR PENDEK, DIBUANG DI SINK TERTENTU. 4. PEMBUANGAN SAMPAH HARUS DICATAT, RA YG MELURUH HARUS DIBERI LABEL ; IDENTITAS, JUMLAH, TGL PEMBUANGAN. 1.SESUAI PROSEDUR g. SENTRALISASI. BERHUBUNGAN DENGAN : 1. COST EFFECTIVENESS dari PREPARASI, DISTRIBUSI, DISPENSING. 2. RADIOFARMASI ITU MAHAL : UNIT RF BEBERPA HOSPITAL DISENTRALKAN

SEDIAAN RADIOFARMAKA

SEDIAAN RADIOFARMAKA
A. DEFINISI B. PENGGOLONGAN SEDIAAN RF. 1. ISOTOP PRIMER. 2. SENYAWA BERTANDA 3. UNTUK RADIOLOGI

C. PENGGUNAAN SEDIAAN RF. 1. WADAH TERTUTUP 2. WADAH TERBUKA

PEMBUATAN SEDIAAN RADIO FARMASI



PEMBUATAN SEDIAAN RF 1. TARGET YG DI IRADIASI 2. PEMISAHAN KIMIA 3. PENANDAAN MOL ORGANIK 4. KOLOID RADIO AKTIF 5. RADIO ISOTOP DG T PENDEK
BENTUK SEDIAAN RF : 1. LARUTAN UT PEMAKAIAN ORAL 2. KAPSUL GELATIN 3. LARUTAN INJEKSI 4. BENTUK SEDIAAN LIOFILISASI

PEMERIKSAAN KUALITAS SEDIAAN RF


PEMERIKSAAN SEDIAAN: A. PEMERIKSAAN FISIKA B. PEMERIKSAAN KIMIA : 1. KROMATOGRAFI KERTAS. 2. ELEKTROFORESIS KERTTAS 3. KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT/ TLC). C. PEMERIKSAAN BIOLOGI BEBERAPA ISTILAH : KEMURNIAN RADIONUKLIDA, KEMURNIAN KIMIA, PEMBAWA ISOTOP RADIOAKTIVITAS SPESIFIK KONSENTRASI RADIOAKTIF

PEMERIKSAAN BIOLOGI
Perlu diperiksa : 1. Sterilitas. 2. Pirogenitas. 3. Toksisitas. Waktu paruh efektif Waktu paruh biologis Aktivitas jaringan

PENENTUAN DOSIS
Tiga hal yg perlu diperhatikan: 1. Sensitivitas alat pengukur isotop 2. Faktor pengenceran 3. Faktor Pembawa Kimia

APLIKASI SEDIAAN RF (DIAGNOSTIK)


1. Iod radioaktif dan kelenjar tiroid 2. Radiotracers untuk melihat fungsi dan penyakit darah 3. Pernicious Anaemia 4. Kadar besi dalam darah 5. Labelling of blood cells 6. Tumor Otak

APLIKASI TERAPETIK
1. External sources. 2. Teletherapy Units. 3. Surface sources. 4. Extracorporeal irradiation 5. Internal sources. 6. 192 Ir. 7. Natrium fosfat (32P) 8. Yttrium (90Y) 9. Natrium Iodida (131I) 10. Iod (125I) dengan waktu paruh 60 hari.