Anda di halaman 1dari 4

KEKUASAAN Kekuasaan merupakan suatu unsur yang penting dalam suatu kehidupan bermasyarakat.

Pada umumnya kekuasaan sering ditemui dalam organisasi-organisasi kemasyarakatan. Di dalam suatu organisasi sosok yang paling berkuasa adalah seorang pemimpin, yang bertugas mengorganisir semua kegiatan dalam organisasi tersebut. Sedangkan kekuasaan sendiri adalah kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin, dimana dengan kemampuan tersebut ia mampu mempengaruhi para penganutnya untuk melakukan apapun sesuai dengan keinginannya. Misalnya, seorang ketua (pemimpin) dalam organisasi karang taruna menginstruksikan kepada pengurusnya, yakni bendahara agar menarik iuran rutin setiap minggu kepada para anggota karang taruna. Kemudian setiap mingggunya bendahara tersebut akan menarik uang iuran dari setiap anggotanya. Sifat dan hakikat kekuasaan terdiri dari hubungan simetris dan asimetris. Hubungan simetris adalah hubungan antara dua atau lebih orang yang berkuasa sehingga saling mempengaruhi dimana posisi/kedudukannya sejajar. Misalnya, pada hubungan persahabatan. Rani dan Sinta merupakan dua orang sahabat. Rani memiliki keinginan untuk membeli baju, kemudian ia mengajak Sinta agar membeli baju itu juga. Dengan cara mempengaruhi dan membujuknya, akhirnya Sinta juga mau membeli baju itu. Yang kedua adalah hubungan asimetris merupakan hubungan antara dua orang atau lebih orang yang berkuasa sehingga saling mempengaruhi dimana posisi/kedudukannya tidak sejajar. Misalnya, pada popularitas. Dewi adalah seorang anak yang populer di sekolahnya. Karena ingin populer juga temantemannya meniru perilaku Dewi. Secara tidak sadar Dewi memiliki kekuasaan dan mampu mempengaruhi teman-temannya untuk meniru perilakunya. Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang bersumber dari hak milik kebendaan dan kedudukan yang ia miliki. Kemampuan-kemampuan khusus dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu yang tidak dimiliki orang lain merupakan sumber yang paling mendukung ketika seseorang ingin memperoleh kekuasaan. Kemampuan dalam mengatur birokrasi juga merupakan modal penting yang harus dimiliki oleh seorang yang berkuasa. Misalnya, Bu Nina adalah seseorang guru sekolah. Profesi sebagai guru sekolah ini ia dapatkan melalui usaha-usaha tertentu, yakni mengenyam pendidikan hingga memiliki predikat sarjana pendidikan. Kemudian ia juga mahir dalam mengajar sehingga proses belajar

mengajar yang dipimpinnya mampu menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman bagi para siswa-siswinya. Kekuasaan memiliki unsur-unsur pokok untuk melancarkan jalannya proses kekuasaan, antara lain: 1. Rasa Takut Perasaan takut dari seorang penganut kepada penguasa yang otoriter menimbulkan suatu kemauan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan dari penguasa tersebut. 2. Rasa Cinta Seorang penguasa yang mengerti kemauan penganutnya akan menimbulkan rasa cinta dari penganutnya tersebut. Dengan adanya perasaan cinta dari para penganutnya ini membuat proses kekuasaan berjalan dengan baik dan teratur. 3. Kepercayaan Unsur kepercayaan dari penganut kepada penguasanya biasa berawal dari hubungan pribadi, namun bisa saja berkembang dalam suatu organisasi atau masyarakat. 4. Pemujaan Penguasa adalah seseorang yang dipuja oleh penganutnya. Maka apapun yang diinstruksikan oleh penguasa tersebut penganutnya akan mematuhi, karena adanya anggapan bahwa penguasa tersebut merupakan orang yang baik dan selalu benar sehingga pantas untuk dipatuhi. Seorang penguasa menggunakan saluran-saluran untuk memperlancar proses berjalannya kekuasaan, antara lain: 1. Saluran Militer Penguasa menggunakan cara paksaan dan kekuatan militernya dengan tujuan agar timbul rasa takut dari para penganutnya, sehingga apapun keinginan penguasa tersebut dipatuhi oleh para penganutnya.

2. Saluran Ekonomi Dengan memanfaatkan kondisi kebutuhan masyarakat, seorang penguasa berusaha menguasai situasi ekonomi yang ada di masyarakat. Kemudian membuat peraturanperaturan perekonomian yang menguntungkan dirinya. 3. Saluran Politik Penguasa bekerjasama dengan pemerintah yang berwenang membuat peraturanperaturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Namun dalam kerjasama pembuatan peraturan tersebut ada pihak yang diuntungkan, yakni penguasa. 4. Saluran Tradisional Dengan cara penguasa menyesuaikan diri terhadap tradisi masyarakat yang ada. Kemudian proses kekuasaan di masyarakat tersebut akan berjalan secara baik dan teratur. 5. Saluran Ideologi Seorang penguasa memberikan ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin kepada masyarakat dengan tujuan agar mau menjadi penganutnya. Sehingga kemampuan penyampaian yang baik dari seorang penguasa sangat dibutuhkan.

Seorang penguasa yang sudah berhasil menguasai suatu lingkungan dan memiliki penganut yang banyak, akan berusaha untuk mempertahankan kekuasaannya. Baik untuk menguntungkan dirinya atau orang lain. Usaha-usaha seorang penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya antara lain: 1. Peraturan yang dibuat oleh penguasa lama yang sekiranya dapat merugikan penguasa baru akan dihapus, kemudian akan digantikan dengan peraturan baru yang menguntungkan pihak penguasa baru. 2. Mengadakan sosialisasi mengenai visi misi kepada para penganutnya dengan tujuan agar penguasa tersebut dipandang baik oleh para penganutnya. 3. Penguasa tersebut harus mampu mengatur dan melaksanakan administrasi dan birokrasi yang baik dalam masa jabatannya.

Daftar Pustaka: Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.