Anda di halaman 1dari 2

Hukum perdata internasional 1alah satu comtoh Kasus Perdata Internasional yaitu Harta Peninggalan dari J.

C van A, mengenai hukum waris. Duduk Perkara : J.C van A yang ternyata telah menikah di Cirebon dengan istri pertamanya M.H of A.B dari perkawinan itu telah lahir di Surabaya seorang anak perempuan.(Tergugat dalam perkara kasasi ini) Penggugat dalam kasasi ini adalah istri kedua dari si pewaris, yaitu perempuan K 2. Dalam instansi pertama, anak perempuan van A, telah menggugat perempuan K, agar menurut hukum dinyatakan sebagai ahli waris pula dan bahwa ia dilindungi oleh Legitieme portie sebesar berdasarkan ketentuan pasal 960 dan 961 B.W.Ned. (pasal 913-914 KUHPerdata) ternyata bahwa almarhum ayahnya, van A-senior telah membuat suatu testamen di Jakarta pada tahun 1932 dan yang kedua di s`Gravenhage tahun 1936. Menurut testamen-testamen ini pihak K diangkat sebagai executeur testamentrice dan dalam testament tahun 1932 ditentukan bahwa K adalah ahli waris satu satunya dan universil sedangkan dalam testamen tahun 1936, van A dikeluarkan sebagai ahli waris, antara lain dengan tetap memperhatikan testament semula. Pada tanggal 29 Oktober 1942 van A senior meninggal dunia yang menjadi persoalan hukum apakah van A mempunyai hak waris yang dilindungi oleh Undangundang atau tidak ? 3. Menurut van A, harus dipergunakan hukun Belanda dalam perkara ini karena warisan telah terbuka di Nederland dan ayahnya adalah seorang Belanda karena kelahiran, dan terus menerus telah bertempat tinggal di Nederland dan jajahannya (Hindia Belanda) selama hidupnya., hanya beberapa bulan melawat ke Estlandia. Ia tercatat dalam pendaftaran penduduk dari Hilversum dan bertempat tinggal disana sampai ia meninggal. Ia tidak mempunyai hubungan apapun dengan Eslandia kecuali bahwa ia dinaturlisasi dan bahwa ia sama sekali tidak berbahasa Estilandia, maka ia menganggap telah dilindungi legitime portienya, sebesar , oleh hukum Belanda. Terhadap dalil dalil ini, pihak K mengajukan bahwa pewaris ini harus diatur menurut hukum Estlandia karena si pewaris adalah warganegara Eslandia Pendirian van A dalam instansi pertama telah dibenarkan dan gugatan telah dikabulkan. Atas keputusan ini, pihak K mengajukan banding. Bahwa Yurisprudensi doctrine di Nerderland sekarang ini pada umumnya mempergunakan hukum nasional si pewaris untuk soal-soal warisan, bukan berdasarkan Undang-undang tetapi kaidah HPI tidak tertulis. Telah kami uraikan salah satu contoh warisan, contoh lain dalam hubunganya dengan perjanjian yang melibatkan perusahaan luar negeri yang tunduk pada putusan Hukum Perdata International yaitu sengketa segitiga Permindo dan Twin Oilfield Services

(TOS) serta Equatorial Energy Inc (EEI), suatu perusahaan yang berbasis di Kanada. Dan banyak kasus-kasus serta penyelesaiannya yang bisa saudara dapatkan di BPHN (Badan Pengajian Hukum Nasional) dn buku-buku bertemakan Hukum Perdata Internasional.

Anda mungkin juga menyukai