Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

UNIVERSITAS ANDALAS

KONSEP GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DALAM KESEHATAN MASYARAKAT Oleh :

NURDAFRIKA RAHMADIANA No. BP. 1210336044

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Epidemiologi Pelayanan Kesehatan

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2013

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................ i DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. iii BAB 1 : PENDAHULUAN ......................................................................................1 1.1 Latar Belakang ................................................................................................1 1.2 Tujuan Penelitian ............................................................................................1 1.2.1 Tujuan Umum ..........................................................................................1 1.2.2 Tujuan Khusus .........................................................................................1 1.3 Ruang Lingkup Penelitian ...............................................................................2 BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA ..............................................................................3 2.1 Geographic Information System (GIS).............................................................3 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis .....................................................3 2.1.2 Komponen GIS (2).....................................................................................3 2.1.2.1 Hardware/Perangkat Keras .................................................................3 2.1.2.2 Software/Perangkat Lunak .................................................................3 2.1.2.3 Sumber Daya Manusia .......................................................................4 2.1.2.4 Data ...................................................................................................4 1. Data Spasial ............................................................................................4

2.1.3 Tahapan GIS ............................................................................................8 2.1.4 Model Aplikasi GIS dalam Kesehatan Masyarakat (3)................................9 2.1.4.1 Bidang bencana .................................................................................9

2.1.4.2 Bidang Kesehatan ............................................................................ 10 BAB 3 : KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 12 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................12 3.2 Saran ............................................................................................................. 12 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Komponen GIS .......................................................................................4 Gambar 2 : Data Spasial dan Data Atribut .................................................................5 Gambar 3 : Citra Satelit Hasil Penginderaan Jauh (Quickbird, Landsat 7) .................6 Gambar 4 : Model Data Vektor .................................................................................7 Gambar 5 : Model Data Raster ..................................................................................8 Gambar 6 : Peta Risiko Bencana Kekeringan ............................................................9 Gambar 7 : Peta Bencana Merapi ..............................................................................9 Gambar 8 : Peta Pelayanan Kesehatan .....................................................................10

iii

BAB 1 : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang System informasi geografis atau geographic Informasi System merupakan suatu system informasi yang berbasis computer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). System ini mencapture, mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi GIS mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan analisa statistic, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan. Kemampuan inilah yang membedakan GIS dengan system informasi lainnya yang membuatnya menjadi beerguna di berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi dan memprediksi apa yang terjadi.
(1)

System GIS dapat digunakan untuk menentukan distribusi penderita suatu penyakit, pola atau model penyebaran penyakit, penentuan distribusi unit-unit Rumah Sakit ataupun Puskesmas, fasilitas kesehatan maupun jumlah tenaga medis. 1.2 Tujuan Penelitian 1.2.1 Tujuan Umum Mengetahui konsep Geographic Information System (GIS) dalam kesehatan masyarakat. 1.2.2 Tujuan Khusus 1. Mengetahui pengertian Geographic Information System (GIS) 2. Mengetahui komponen Geographic Information System (GIS) 3. Mengetahui aplikasi Geographic Information System (GIS) dalam kesehatan masyarakat

1.3 Ruang Lingkup Penelitian Makalah ini membahas tentang konsep Geographic Information System (GIS) dalam kesehatan masyarakat, yang meliputi pengertian, komponen dan aplikasi Geographic Information System (GIS) dalam kesehatan masyarakat.

BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Geographic Information System (GIS) 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis mulai dikenal pada awal 1980-an. Sejalan dengan berkembangnya perangkat komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, SIG berkembang mulai sangat pesat pada era 1990-an dan saat ini semakin berkembang. Sistem informasi geografis merupakan system informasi berbasis computer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. Secara umum SIG/GIS adalah komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumber daya manusia. (2) 2.1.2 Komponen GIS (2) 2.1.2.1 Hardware/Perangkat Keras Geographic Information System (GIS), membutuhkan hardware atau perangkat computer yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan system informasi lainnya untuk menjalankan software-software GIS, seperti kapasitas memory (RAM), hard-disk, prosesor serta VGA card. Hal tersebut disebabkan karena data-data yang digunakan dalam GIS baik data vector maupun data raster penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan proses yang cepat. 2.1.2.2 Software/Perangkat Lunak Software GIS merupakan sekumpulan program aplikasi yang dapat memudahkan dalam melakukan berbagai macam pengolahan data penyimpanan, editing, hingga layout ataupun analisis keruangan.

2.1.2.3 Sumber Daya Manusia Teknologi GIS tidaklah bermanfaat tanpa manusia yang mengelola system dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi dunia nyata. Sama seperti pada system informasi lain, GIS pun memiliki tingkatan tertentu, dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan memelihara system sampai pada pengguna yang mebggunakan GIS untuk menolong pekerjaan sehari-hari. 2.1.2.4 Data Data dan informasi spasial merupakan bahan dasar dalam GIS. Data ataupun realitas di dunia/alam akan diolah menjadi suatu informasi yang terangkum dalam suatu system berbasis keruangan dengan tujuan-tujuan tertentu. Tingkat keberhasilan dari suatu kegiatan GIS dengan tujuan apapun itu sangat bergantung dari interaksi ke empat komponen GIS, jika salah satunya pincang, maka hasilnya akajn sia-sia.

Gambar 1 : Komponen GIS

1. Data Spasial Sebagian besar data yang akan ditangani dalam GIS merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki system koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya

berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute) yang dijelaskan berikut ini : a. Informasi lokasi atau informasi spasial. Contoh yang umum adalah informasi lintang dan bujur, termasuk diantaranya informasi data umum dan proyeksi. b. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi non spasial. Suatu lokalitas bias mwmpunyai beberapa atribut atau properti yang berkaitan dengannya; contohnya jenis bencana, kependudukan, pendapatan pertahun dan lain-lain.

Gambar 2 : Data Spasial dan Data Atribut Format Data Spasial Secara sederhana format dalam bahasa computer berarti bentuk dan kode penyimpanan data. Secara fundamental, GIS bekerja dengan dua tipe format/model data geografis yaitu model data vector dan model data raster. Sumber Data Spasial Data spasial diperoleh dari beberapa sumber : a. Peta analog Peta analog (peta topografi, peta tanah) yaitu peta dalam bentuk cetak. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, kemungkinan besar

memiliki referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dan sebagainya. Dalam tahapan GIS sebagai keperluan sumber data, peta analog dikonversi menjadi peta digital dengan cara format raster diubah menjadi format vector melalui proses digitasi sehingga dapat menunjukkan koordinat sebenarnya di permukaan bumi. b. Data Sistem Penginderaan Jauh Data dari system penginderaan jauh (citra satelit, foto udara), dapat dikatakan sebagai sumber data yang terpenting bagi GIS, karena ketersediaannya secara berkala. Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing, kita bias menerima berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster.

Gambar 3 : Citra Satelit Hasil Penginderaan Jauh (Quickbird, Landsat 7) c. Data Hasil Penguluran Lapangan (termasuk GPS) Data pengukuran lapangan yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri, pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut, contohnya batas administrasi, batas kepemilikan lahan, batas persil, batas hak pengusahaan hutan, dll.

Teknologi GPS (Global Positioning System) memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi GIS. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengna berkembangnya teknologi. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vector. 2. Data Vektor Data vector merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan titik, garis dan polygon (area). Informasi posisi titik, garis dan polygon disimpan dalam bentuk x,y koordinat. Suatu lokasi titik dideskripsikan melalui sepasang koordinat x,y. Bentuk garis, seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai kumpulan dari koordinat-koordinat point. Bentuk polygon, seperti zona projek disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup.

Gambar 4 : Model Data Vektor Keuntungan utama dari format data vector adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya adalah untik mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Kelemahan data vector yang utama adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual. 3. Data Raster Data raster (sel digrid) adalah dihasilkan dari system penginderaan jauh. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut

dengan pixel (picture element). Masing-masing grid/sel atau pixel memiliki nilai tertentu yang bergantung pada bagaimana image tersebut digambarkan. Sebagai contoh, pada sebuah image hasil penginderaan jarak jauh dari sebuah satelit, masingmasing direpresentasikan sebagai panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari posisi permukaan bumi dan diterima oleh satelit dalam satuan luas tertentu yang disebut pixel.

Gambar 5 : Model Data Raster 2.1.3 Tahapan GIS Secara garis besar, GIS terdiri atas 4 tahapan utama : 1. Tahap input data, dalam suatu GIS, tahaoan input data merupakan salah satu tahapan kritis. Tahap ini akan menghabiskan sekitar 60 % waktu dan biaya. Tahap input data meliputi proses perencanaan, penentuan tujuan,

pengumpulan data, serta mamasukkan ke dalam computer. 2. Tahap pengolahan data, tahap ini meliputi kegiatan klasifikasi data, kompilasi, serta geoprosesing (clip, merge, dissolve). Proses ini akan menghabiskan waktu dan biaya mencapai 20 % dari total kegiatan GIS. 3. Tahap analisis data, pada tahapan ini dilakukan berbagai macam analisa keruangan, seperti buffer, overlay, dll. Tahapan ini akan menghabiskan waktu dan biaya mencapai 10 %.

4. Tahap output, tahap ini merupakan fase akhir, berkaitan dengan penyajian hasil analisa yang telah dilakukan, dapat disajikan dalam bentuk peta hardcopy, tabulasi data, CD system informasi, maupun dalam bentuk web site. 2.1.4 Model Aplikasi GIS dalam Kesehatan Masyarakat (3) 2.1.4.1 Bidang bencana Penggunaan teknologi GIS dalam bencana paling umum adalah untuk memetakan kawasan-kawasan rawan atau berisiko bencana, peta jalur evakuasi, peta rencana kontigensi, dll.

Gambar 6 : Peta Risiko Bencana Kekeringan

Gambar 7 : Peta Bencana Merapi

10

2.1.4.2 Bidang Kesehatan Bidang kesehatan menggunakan teknologi GIS dalam membantu efektifitas pengambilan kebijakan dalam meningkatkan pelayanan ataupun dalam rangka menanggulangi wabah penyakit tertentu. Memetakan sebaran pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Rumah Sakit, Puskesmas, hingga Posyandu atau Pustu), sebaran kepadatan penduduk, sebaran pemukiman kumuh, dal lain sebagainya.

Gambar 8 : Peta Pelayanan Kesehatan Menurut WHO, GIS dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan antara lain untuk : 1. Menentukan distribusi geografis penyakit 2. Analisis trend spasial dan temporal 3. Pemetaan populasi berisiko 4. Stratifikasi faktor risiko 5. Penilaian distribusi sumberdaya 6. Perencanaan dan penentuan intervensi

11

7. Monitoring penyakit Beberapa contoh pemanfaatan GIS dalam bidang kesehatan masyarakat: 1. Memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat, dalam mendukung fungsi ini, GIS dapat digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat serta areanya berdasarkan status kesehatan tertentu, 2. Mendiagnosa dan masyarakat. 3. Menginformasikan, mendidik dan memberdayakan masyarakat nmengenai isu-isu kesehatan. 4. Membangun dan menggerakkan hubungan kerjasama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. 5. Membangun kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan. 6. Membangun perangkat hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan masyarakat. 7. Menghubungkan individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan tersebut jika belum tersedia. 8. Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat yang berkompeten di bidangnya. 9. Mengevaluasi efektifitas, kemudahan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. 10. Penelitian untuk menciptakan penemuan baru dan inovasi dalam menginvestigasi masalah serta resiko kesehatan di

memecahkan masalah-masalah kesehatan di masyarakat.

BAB 3 : KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan Geographic Information System (GIS) merupakan aplikasi computer yang dapat digunakan untuk mengolah dan menyimpan data yang berbasis geografi, yang dapat mempermudah dalam menyelesaikan masalah di berbagai bidang, termasuk di bidang kesehatan. Komponen GIS meliputu Hardware, Software, Sumber daya manusia dan data yang akan dianalisis/diolah. Sistem Informasi Geografis dapat di manfaatkan dalam bidang kesehatan, diantaranya : 1. Menentukan distribusi geografis penyakit 2. Analisis trend spasial dan temporal 3. Pemetaan populasi berisiko 4. Stratifikasi faktor risiko 5. Penilaian distribusi sumberdaya 6. Perencanaan dan penentuan intervensi 7. Monitoring penyakit 3.2 Saran Disarankan untuk dapat menggunakan aplikasi GIS dalam kesehatan masyarakat, agar mempermudah pengolahan data dan melihat penyebaran penyakit dan masalah bidang kesehatan lainnya.

12

DAFTAR PUSTAKA

1. 2. 3.

Aini A. Sistem Informasi Geografis Pengertian dan Aplikasinya. 2012. Tim Teknis Nasional. Konsep GIS. Modul Pelatihan ArcGIS Dasar. Jakarta: UNDP; 2007. calvin. Contoh Kasus GIS Pada Bidang Kesehatan. 2013.