Anda di halaman 1dari 6

SKENARIO 1 : PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN WAJAH Sepasang suami istri merupakan pasangan yang baru menikah datang

ke dokter spesialis kandungan ingin berkonsultasi tetntang kehamilannya yang baru berusia dua minggu. Pasangan muda ini ingin mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dan faktor-faktor apa saja yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga nantinya didapatkan hasil bayi yang sehat setelah lahir kelak. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter si janin dalam kondisi sehat dan pertumbuhannya normal sesuai dengan umur sang bayi...

E. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia Manusia mengalami dua tahap pertumbuhan dan perkembangan, yaitu prakelahiran dan pascakelahiran. Berikut ini adalah uraian tentang tahapan pertumbuhan prakelahiran dan pascakelahiran pada manusia. 1. Pertumbuhan Prakelahiran

Proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dimulai sejak terjadinya fertilisasi (pembuahan ovum oleh sperma) yang membentuk zigot. Zigot terus membelah membentuk embrio. Berikut ini adalah pertumbuhan dan perkembangan prakelahiran pada manusia. 1. a. Fertilisasi (Pembuahan)

Pada proses ini terjadi pembuahan antara sel telur dan sel sperma yang menghasilkan zigot, secara genetik bisa laki-laki atau perempuan. Dari satu sel tumbuh menjadi dua sel, empat sel, dan seterusnya. Sel-sel ini akan membentuk tubuh embrio dan organ internal, organ luar, sakus amnio, dan chorion. 1. b. Hari ke-6 s.d 9

Pada fase ini, embrio akan menanamkan diri atau menempel pada rahim ibunya. 1. c. Minggu ke-2

Di sini terjadi pertumbuhan pertama sel-sel otak embrio. Tubuh embrio terbentuk menjadi 3 lapisan. Lapisan luar (eksoderm) akan berkembang menjadi lapisan luar kulit dan sistem saraf. Lapisan tengah (mesoderm) akan berkembang menjadi pembuluh darah, tulang, kartilago, dan otot. Lapisan dalam (endoderm) akan berkembang menjadi organ-organ dalam dan kelenjar-kelenjar.

1. d. Minggu ke-3 Jantung embrio mulai berdenyut, semula hanya memiliki 1 ruang. Organ ini masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai seluruhnya dapat berfungsi sepenuhnya. Otak dan tulang belakang terpisah. Otak terbagi menjadi tiga segmen, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Plasenta dan anggota badan, seperti lengan dan kaki mulai terbentuk. 1. e. Minggu ke-4 Sirkulasi dari dan ke plasenta dimulai. Plasenta adalah organ sistem sirkulasi antara ibu dan embrio. Melalui plasenta ini, ibu memberi nutriens dan oksigen ke embrio. Tumbuh jari-jari pada tangan, memiliki kaki, paha, dan alat organ dalam mulai tumbuh, seperti: lidah, esofagus, dan lambung. Selain itu, ginjal, hati, kantung empedu, dan pankreas berkembang untuk beberapa hari. Paru-paru mulai berkembang, kelenjar tiroid, dan lainnya terbentuk. Muka, organ indera, dan organ reproduksi mulai terbentuk. 1. f. Minggu ke-5 Bagian-bagian otak mengalami spesialisasi fungsi. 40 hari gelombang otak bisa dideteksi. Telah terbentuk palate (lapisan dalam antara mulut dengan lidah), lengkap dengan ujung gigi. Wajah sudah menyerupai bentuk wajah manusia. Pada minggu ini, embrio mulai bergerak. Pergerakan awal ini penting untuk perkembangan kesehatan otot.

1. g. Minggu ke-6 Aktivitas sistem saraf bisa dicatat. Embrio terlihat seperti bayi miniatur dan kepala terlihat lebih besar karena pertumbuhan otak cukup cepat. Jari-jari embrio sudah jelas. Wajah dan bibir-bibir sensitif terhadap sentuhan. Beberapa sistem organ, seperti jantung dan sistem saraf (otak) siap berfungsi. Jari kaki sudah jelas. 1. h. Minggu ke-8 Embrio telah menjadi fetus karena telah selesai proses organogenesis (perkembangan dan pembentukan organ). Alat genital fetus sensitif terhadap sentuhan. Penutup mata mulai terbentuk (pelupuk mata). 1. i. Minggu ke-10 Fetus telah sanggup mempertahankan kedudukan wajahnya dan posisi menghisap ibu jari, membuat gerakan bernapas dan gerakan menelan. Telapak tangan dan telapak kaki fetus sensitif terhadap sentuhan. Indera penciuman mulai berkembang. Gerakan fetus biasanya konstan, dapat melangkah, menendang, jungkir balik, meregangkan badan, dan menggerakkan lengan. 1. j. Minggu ke-11 s.d 13 Sumsum tulang mulai memproduksi sel darah putih. Organ reproduksi luar tampak. Minggu ke 11, penis dan klitoris tampak sama. Bagian dalam telinga terbentuk, kemungkinan fetus bisa mendengar. Tulang mulai mengalami proses osikasi, menjadi keras seperti tulang orang dewasa, namun fetus masih memiliki tulang yang lunak. Indera pengecap berkembang. 1. k. Minggu ke-14 Fetus bereaksi terhadap suara dan ada reaksi bila mendengar. Fetus bisa merasakan emosi ibu saat senang dan sedih. Ibu bisa merasakan tendangan fetus yang kuat. 1. l. Minggu ke-15 s.d 16 Sidik jari fetus telah ada, saraf telah dilapisi myelin, dan seluruh tubuh fetus sensitif terhadap sentuhan. 1. m. Minggu ke-19 Bayi masih berumur muda. Bila lahir pada saat ini, rentan terhadap infeksi, sistem imun (kekebalan tubuh) belum sempurna, dan kemungkinan ada masalah dalam pernapasan. 1. n. Minggu ke-24 Pada umur ini, bila bayi lahir kemungkinan bisa bertahan hidup di luar rahim. 1. o. Minggu ke-38

Biasanya bayi lahir pada umur ini. Paru-paru bayi telah berfungsi sepenuhnya dan sistem imun siap untuk menghadapi dunia luar.

1.

Pertumbuhan Pascakelahiran

S etelah bayi lahir, tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah masa balita dan anak-anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua (manula).

1.

a. Masa Balita dan Anak-Anak

Kelahiran merupakan perubahan lingkungan. Pertum-buhan dan perkembangan yang terjadi setelah kelahiran merupakan suatu proses kelanjutan dari proses perubahan dari embrio dan janin. Bayi sangat membutuhkan ASI (Air Susu Ibu) untuk pertumbuhannya. Setelah bayi lahir, penyesuaian yang pertama kali adalah pernapasan karena setelah lahir persediaan O dari ibu terputus. Saat bayi lahir, perubahan mendadak antara udara yang hangat di dalam rahim dengan udara luar yang dingin menyebabkan bayi menangis sehingga menarik udara masuk paru-paru dan pernapasan pun dimulai. Pada saat bayi lahir, gigi susu serta gigi seri telah ada pada gusi. Namun, gigi susu biasanya tumbuh pada usia enam bulan atau tujuh bulan. Gigi bawah tumbuh lebih dulu daripada gigi atas. Geraham pertama muncul antara umur 12 dan 16 bulan, kemudian gigi taring menyusul. Pada usia 1 bulan, bayi mulai membalikkan kepala, belajar memfokuskan mata, serta mengkoordinasikan mata de ngan mengikuti benda bergerak. Usia 2 bulan mulai tersenyum. Selanjutnya, bayi mengkoordinasikan tangan untuk memegang benda. Umur 3 bulan, bayi sudah mulai belajar bersuara. Umur 6 bulan bayi sudah mulai dapat membedakan antara orang yang dikenalnya dan orang asing. Memasuki umur 7 bulan, bayi mulai berputar, duduk, kemudian merangkak, belajar berdiri sambil berpegangan. Selanjutnya, berdiri tanpa berpegangan di akhir tahun pertama. Selain itu, mulai belajar meniru bermacam-macam bunyi yang memiliki arti tertentu. Tahun kedua, telah mengetahui hubungan dirinya dengan keluarga, dan ingin mengetahui semuanya. Perhatian mu dah teralihkan. Antara umur 1 3 tahun, bayi belajar memusatkan perhatian dan minat pada benda-benda, belajar untuk tidak tergantung pada orang lain. Perasaan cemas dan takut mulai ada. Belajar lebih cepat, dapat berjalan, mulai berceloteh hingga bercakap-cakap, menyelidiki rumah dan sekitarnya, serta belajar makan sendiri. Antara umur 3 6 tahun, sifat keingintahuan sangat menonjol. Banyak bertanya, kemampuan pengamatan bertambah dengan teratur sehingga mulai mampu memecahkan teka-teki sederhana. Angan-angan anak berkembang pesat, penuh imajinasi, misalnya teman main pura-pura, ayah khayalan, dan meniru orang tua.

Pertumbuhan dan Perkembangan Wajah saat Prenatal Proses pemebentukan wajah terjadi pada akhir minggu ke empat pusat perkembangan yang membentuk wajah dibentuk oleh suatu lekuk ectoderm yang dikenal sebagai stomodeum, dikelilingi oleh sepasang lengkung insang pertama. Ketika mudigah berumur empat setengah minggu dapat dikenal lima tonjolan disekitar stomodeum yang dibentuk oleh pertumbuhan mesenkim. Tonjol mandibula dapat dilihat dengan jelas kaudal terhadap stomodeum, tonjol maxilla disebelah lateralnya, dan tonjol frontal yang berbentuk agak bulat, disebelah kranialnya.

Di sebelah kanan dan kiri tonjol frontal dan tepat diatas stomodeum, terdapat penebalan setempat ectoderm permukaan, lempeng hidung.

Selama minggu ke lima dua buah rigi, tonjol hidung lateral dan medial, tumbuh cepat dan mengelilingi lempeng hidung yang kemudian membentuk dasar suatu lekuk, lubang hidung. Tonjol hidung lateral akan membentuk cuping hidung, tonjol hidung medial akan menghasilkan:

1. 2. 3. 4.

Bagian tengah hidung Bagian tengah bibit atas Bagian tengah rahang atas Seluruh langitan mulut primer Sementara itu, tonjol-tonjol maxilla mendekati baik tonjol hidung lateral maupun medial, tetapi tetap dipisahkan daripadanya oleh alur-alur yang jelas. Selama dua minggu berikutnya bentuk wajah berubah banyak. Tonjol-tonjol maxilla terus tumbuh kearah medial dan mendesak tonjol-tonjol hidung medial kearah garis tengah. Selanjutnya tonjol-tonjol ini bersatu dengan yang lain pada saat yang sama dengan tonjol-tonjol maxilla disebelah lateralnya. Oleh karena itu bibir atas dibentuk oleh dua tonjol hidung medial dan dua tonjol maxilla. Pada perkembangan normal bibir atas tidak pernah ditandai adanya celah-celah.