Anda di halaman 1dari 3

BAB III SOLUSI PERMASALAHAN

3.1 Pengembangan Produk dan Fasilitas Dari segi nama tempat sudah cukup menarik, hal lain yang perlu diperhatikan adalah dari segi tempat dan penyajian produk. Sesuai dengan target penjualan adalah anak-anak muda maka perlu dibuat tempat: 1. Membuat produk bandrek dengan bermacam variasi yang beda dengan bandrek yang lainnya seperti memberikan rasa coklat, vanilla, kopi, cappucino, dan yang lainnya. Sehingga ini dapat membuat konsumen menjadi penasaran. 2. Menyajikan jenis-jenis bandrek dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkaya jenis menu yang ditawarkan sehingga akan mengundang kedatangan konsumen pecinta kuliner domestik. 3. Membuat menu produk yang di tawarkan menjadi unik seperti bandrek penambah cinta, bubur sejuta cinta, dan sebagainya. 4. Mendesign wadah penyajian makanan dan minuman semenarik mungkin seperti memberi nuansa pink dan gambar-gambar yang menunjukkan keromantisan. 5. Membuat warna tempat menjadi warna pink sehingga menarik perhatian dan mengatur penerangan pada lokasi usaha untuk menunjukkan suasana nyaman dan romantis.

Gambar 3.1 Aneka Jenis Bandrek Berbagai Rasa (Balba Hitechindo, 2011)

Gambar 3.2 Bandrek Cihanjuang Khas Daerah Jawa Barat (Sumiati, 2011)

3.2 Pengembangan Manajemen Usaha Dari segi manajemen, usaha ini masih kurang. Dimana karyawan masih kurang dan ketika konsumen datang harus menunggu agak lama untuk mendapat pesanannya. Pemilik kesulitan untuk menanganinya dan suasana yang gaduh yang ditimbulkan menimbulkan ketidaknyamanan. Belum lagi tempat yang sempit menjadikan tempat sesak, parkiran konsumen yang tidak tertata dengan baik. Solusi untuk permasalahan ini adalah : 1. Menyesuaikan dengan minat pembeli, misalnya pada siang hari bandrek masih kurang tepat untuk dikonsumsi, sehingga hanya menjual pudding dan makanan lain saja yang cocok. 2. Mencari tempat yang lumayan luas, sehingga penatan ruangan dan penerangan dapat dilakukan dengan baik. 3. Menambah jumlah karyawan sehingga pelayanan konsumen berjalan dengan baik dan karyawan memakai kostum yang khas untuk menambah daya tarik konsumen. 4. Tempat parkir harus ditata dengan baik sehingga diperlukan pemanfaatan lahan yang ada untuk tempat ini.

3.3 Pengembangan Sistem Produksi dan Sistem Pemasaran Sistem produksi yang baik secara langsung akan menciptakan produk yang berkualitas dan mengefisiensi biaya yang digunakan. Sistem pemasaran yang baik menyebabkan jumlah konsumen bertambah (Sumiati, 2011). Permasalahan pada

tempat ini adalah sistem pemasaran yang kurang baik. Hal yang harus diperbaiki adalah: 1. Penyediaan bahan baku dari kalangan sendiri untuk menjaga kualitas produk yang akan dijual, misalnya mengelola proses penanaman jahe sampai masa panennya. 2. Pemanfaatan limbah organik hasil usaha untuk dijadikan kompos dan bila memungkinkan dapat dimanfaatkan untuk diproses menjadi biogas, sehingga gas tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar. 3. 4. Membuat salah satu kualitas unggulan untuk unggulan bandrek tersebut. Membuat promosi produk dalam bentuk brosur yang dapat dibaca oleh masyarakat umum. 5. Memanfaatkan teknologi informasi untuk pemasaran, seperti membuat iklan secara online. 6. 7. Menyediakan pesanan menu delivery yang menjadi pertama di kota Medan. Menyediakan paket-paket khusus untuk konsumen pada momen-momen tertentu, seperti pada hari valentine memberikan promo untuk konsumen yang berpasangan, pada hari ibu memberikan cindera mata mengenai hari ibu, dan sebagainya.