Anda di halaman 1dari 20

Terpena merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan dan terutama terkandung pada getah

dan vakuola selnya. Pada tumbuhan, senyawa-senyawa golongan terpena dan modifikasinya, terpenoid, merupakan metabolit sekunder. Terpena dan terpenoid dihasilkan pula oleh sejumlah hewan, terutama serangga dan beberapa hewan laut. Di samping sebagai metabolit sekunder, terpena merupakan kerangka penyusun sejumlah senyawa penting bagi makhluk hidup. Sebagai contoh, senyawa-senyawa steroid adalah turunan skualena, suatu triterpena; juga karoten dan retinol. Nama "terpena" (terpene) diambil dari produk getah tusam, terpentin (turpentine). Terpena dan terpenoid menyusun banyak minyak atsiri yang dihasilkan oleh tumbuhan. Kandungan minyak atsiri mempengaruhi penggunaan produk rempah-rempah, baik sebagai bumbu, sebagai wewangian, serta sebagai bahan pengobatan, kesehatan, dan penyerta upacara-upacara ritual. Nama-nama umum senyawa golongan ini seringkali diambil dari nama minyak atsiri yang mengandungnya. Lebih jauh lagi, nama minyak itu sendiri diambil dari nama (nama latin) tumbuhan yang menjadi sumbernya ketika pertama kali diidentifikasi. Sebagai misal adalah citral, diambil dari minyak yang diambil dari jeruk (Citrus). Contoh lain adalah eugenol, diambil dari minyak yang dihasilkan oleh cengkeh (Eugenia aromatica). Terpenoid adalah komponen-komponen tumbuhan yang memiliki bau dan dapat diisolasi dari bahan nabati dengan penyulingan disebut minyak atsiri Terpenoid disebut juga isoprenoid. Hal ini dapat dimengerti karena kerangka penyusun terpena dan terpenoid adalah isoprena (C5H8).

Struktur molekul isoprene Senyawa yang pertama dinamakan monoterpena yang diketemukan mengandung oksigen dalam bentuk gugus aldehid, selanjutnya senyawa ini dikenal dengan istilah terpenoid. Contoh monoterpena adalah sitronelal (minyak jeruk). Molekul isoprena dapat membentuk siklis seperti yang ditunjukan pada senyawa mentol.

Lipida yang berstruktur Terpena A. Penamaan Terpena dan struktur Senyawa terpenoid dikaitkan terhadap bentuk strukturnya. Komposisi senyawa terpenoid (C10,C15,C20,C30 dan sebagainya) dapat dipandang merupakan kelipatan satuan lima-atom karbon dan satuan tersebut mempunyai kerangka karbon isopentil. Berdasarkan penelitian pada tahun-

tahun yang silam isoprena hidrokarbon terpena dipandang sebagai hasil dekomposisi pirolitik maka terpen dianggap' tersusun dari "satuan isopren". Dengan alasan tersebut, maka senyawa terpenoid sering dinyatakan sebagai "isoprenoid". Meskipun demikian banyak terpen yang memiliki struktur yang tidak dapat dikategorikan sebagai satuan lima-karbon dengan kerangka isopren. Sekarang diketahui bahwa senyawa terpenoid tidak diturunkan dari isoprene sendiri, dan isopren sendiri merupakan senyawa yang tidak terdapat dialam. Pada dasamya limonen dapat disintesis dari dua mol isopren dengan reaksi Diels-Alder. (Torssell, 1983).

Gambar di atas menunjukkan beberapa senyawa terpenoid yang "mengikuti" aturan isopren, struktumya dapat dipandang tersusun dari dua, tiga atau empat satuan isopren yang terangkai berdasarkan kepala dengan ekor. Industri parfum tertarik pada minyak atsiri, terpentin digunakan untuk cat, dan yang paling penting diantara terpen secara psiologi merupakan senyawa sangat aktif yang terlibat dalam proses kehidupan, seperti hormon adrenal (kortison), hormon seks (oestron dan testosteron), vitamin A, D, dan E, dan sebagainya (Geissman, 1969).

Aturan isopren menyatakan bahwa terpen merupakan kelipatan satuan C5 yang terikat bersama melalui kepala dengan ekor. Penelitian lebih lanjut mengungkap bahwa banyak senyawa terpenoid yang ditemukan mempunyai struktur yang tidak mengikuti aturan. Hal ini segera diketahui bahwa "ketidakaturan" struktur dapat dikembalikan pada kenyataan berdasarkan hipotesis dasar dengan pustulasi tata ulang keteraturan kerangka isoprenoid kepala- dengan -ekor, lazim diikuti dengan siklisasi, atau dengan degradasi parsial molekul dengan lepasnya satu atom karbon atau lebih. Pemyataan modem yang berkaitan dengan hal tersebut dikenal aturan isopren biogenetik dan suatu kenyataan yang perlu diperhatikan bahwa senyawa yang akhirnya dibentuk dalam tanaman dapat mengalami perubahan struktur lebih lanjut selama elaborasinya menjadi hasil akhir yang akhimya dapat diisolasi. Namun demikian pengertian "isoprenoid" dan "aturan isopren" lazim digunakan dan merupakan ringkasan informasi struktur. Sebagian besar terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua atau lebih unit C-5 yang disebut unit isopren yang disambungkan dengan berbagai cara dan dengan berbagai jenis penutupan cincin, derajat ketidakjenuhan, dan gugus fungsi. Unit C-5 ini dinamakan demikian

karena kerangka karbonnya sama seperti senyawa isopren. Kebanyakan terpenoid mempunyai struktur gelang yang multicyclic. Dengan rumus kimia terpenoid adalah (C5H8)n , dengan n merupakan penentu kelompok tipe terpena. Dan modifikasi terpena (terpenoid) adalah senyawa dengan struktur serupa tetapi tidak dapat dinyatakan dengan rumus dasar.

Susunan yang paling umum rupanya kepala ke ekor: karbon 1 adalah kepala bagi unit isopren manakala karbon 4 adalah ekor dan kaidah kepala ke ekor ini dianggap demikian umum sehingga benar atau tidaknya suatu struktur yang diusulkan dapat dinilai dengan memperhatikan apakah struktur sesuai dengan kaidah. Sebagaimana senyawa organic lainnya, tatanama sitematika terpenoid didasarkan pada struktur dari hidrokarbon terpenoid tertentu. Nama hidrokarbon terpenoid itu ditambahi awalan atau akhiran yang menunjukkan jenis substituen. Sedangkan posisi dari substituen itu ditunjukkan oleh nomor atom karbon, dimana substituen itu terikat. Penamaan lebih disederhanakan dengan memberikan penomoran pada tiap atom karbon, sehingga memudahkan dalam penentuan substituen pada masing-masing karbon. Struktur terpenoid yang beragam itu timbul sebagai akibat dari reaksi-reaksi sekunder seperti hidrolisa, isomerisasi, oksidasi, reduksi dan siklisasi general. B. Klasifikasi terpenoid Terpenoid dapat diklasifikasikan dengan jumlah unit terpenoid dalam molekul; sebuah awalan dalam nama menunjukkan jumlah unit terpenoid yang diperlukan untuk berkumpul molekul. Satu unit terpenoid dibentuk dari dua molekul yang isoprene, sehingga mono terpene yang terdiri dari satu terpene tetapi dua unit isoprene. Terpenoids dapat dibayangkan sebagai dimodifikasi terpenes, dimana methyl kelompok telah dipindahkan atau dihapus, atau oksigen atom tambahnya. 1) Hemiterpenoids terdiri dari satu unit isoprene. Isoprene sendiri dianggap satu-satunya hemiterpene, tetapi mengandung zat-derivatif seperti prenol dan isovaleric asam yang hemiterpenoids. 2) Monoterpenoids terdiri dari dua unit isoprene dan memiliki rumus molekul C 10 H 16. Monoterpenoid merupakan senyawa essence dan memiliki bau yang spesifik yang dibangun oleh 2 unit isopropen atau dengan jumlah atom karbon 10. Lebih dari 1000 jenis senyawa monoterpenoid telah diisolasi dari tumbuhan tingkat tinggi, binatang laut, serangga dan binatang jenis vertebrata dan struktur senyawanya telah diketahui. Dari segi biogenetik, perubahan geraniol nerol da linalol yang saat menjadi yang lain berlangsung sebagai akibat reaksi isomerisasi. Ketiga alkohol ini, yang berasal dari hidrolisis geranil pirofosfat (GPP) dapat menjadi reaksi-reaksi sekunder, misalnya dehidrasi menghasilkan mirsen, oksidasi menjadi sitral dan oksidasi-reduksi menghasilkan sitronelal. Perubahan GPP in vivo menjadi senyawa-senyawa monoterpen siklik dari segi biosintetik disebabkan oleh reaksi alkilisasi yang diikuti oleh reaksi-reaksi sekunder. Seperti senyawa organik bahan alam lainya, monoterpenoid mempunyai kerangka karbon yang banyak variasinya. Oleh karena itu penetapan struktur monoterpenoid mengikuti suatu sistematika tertentu yang dimulai dengan penetapan jenis kerangka karbon. Jenis kerangka karbon suatu monoterpenoid monosiklik antara lain dapa ditetapkan oleh reaksi dehidrogenasi

menjadi suatu senyawa aromatik. Penetapan struktur selanjutnya ialah menentukan letak atau posisi gugus fungsi dari senyawa yang bersangkutan didalam kerangka karbon tersebut. Posisi gugus fungsi dapat diketahui berdasarkan penguraian oksidatif. Cara lain adalah mengubah senyawa yang bersangkutan oleh reaksi-reaksi tertentu menjadi senyawa lain yang telah diketahui strukturnya. Dengan kata lain, saling mengaitkan gugus fungsi senyawa lain yang mempunyai kerangka karbon yang sama. Struktur dari senyawa monoterpenoid yang telah dikenal merupakan perbedaan dari 38 jenis kerangka yang berbeda, sedangkan prinsip dasar penyusunnya tetap sebagai penggabungan kepala dan ekor dari 2 unit isopropen, struktur monoterpenoid dapat berupa rantai terbuka dan tertutup atau siklik.

Monoterpenes adalah kelas terpenes yang terdiri atas dua isoprene unit dan memiliki rumus molekul C10H16. Monoterpenes mungkin linear ( acyclic) atau berisi berdering. Biochemical modifikasi seperti oksidasi atau kembali memproduksi monoterpenoids terkait. Monoterena dengan kerangka yang hanya mengandung dua satuan isoprena adalah terpena yang sederhana. Namun monoterpena pun memperagakan keanekaragaman struktur. Monoterpena asiklik :
CH3 OH

CH3

H3C

CH3

H3C

CH3

G E R A N IO L d a la m m a w a r

S itr a l g e ra n ia l

Monoterena siklik :
CH3 CH3

OH H3C CH2 H3C CH3

L im io n e n a d a la m b u a h je r u k

m e n to l d a la m t u m b u h a n m in t

Acyclic Biosynthetically, isopentenyl pyrophosphate digabungkan untuk membentuk geranyl pyrophosphate. dan dimethylallyl pyrophosphate

Geranyl pyrophosphate

Myrcene, sebuah monoterpene

Eliminasi pyrophosphate grup yang mengarah ke pembentukan acyclic monoterpenes seperti ocimene dan myrcenes. Hidrolisis dari kelompok fosfat mengarah ke prototypical acyclic monoterpenoid geraniol. Tambahan rearrangements dan memberikan oxidations compounds seperti citral, citronellal, citronellol, linalool, dan sebagainya. Banyak ditemukan di monoterpenes organisme laut yang halogenated, seperti halomon. Monocyclic Selain linear lampiran, unit isoprene yang dapat membuat sambungan ke formulir berdering. Yang paling umum cincin ukuran monoterpenes adalah enam membered berdering. Sebuah contoh klasik yang cyclization dari geranyl pyrophosphate untuk membentuk limonene.

Terpinenes, phellandrenes, dan terpinolene yang dibentuk mirip. Hydroxylation-kata di atas compounds diikuti oleh dehidrasi dapat mengakibatkan aromatik p-cymene. Penting terpenoids berasal dari monocyclic terpenes adalah menthol, thymol, carvacrol dan sebagainya. Bicyclic Geranyl pyrophosphate juga dapat menjalani dua cyclization reaksi berurut untuk membentuk bicyclic monoterpenes, seperti pinene yang merupakan unsur utama dari getah pinus. Bicyclic monoterpenes lainnya termasuk carene, sabinene, camphene, dan thujene. Kapur, borneol dan eucalyptol adalah contoh dari bicyclic monoterpenoids berisi ketone, alkohol, dan eter fungsional kelompok, masing-masing

Monoterpenes adalah emitted oleh hutan dan bentuk aerosol yang dapat digunakan sebagai awan condensation nuclei (CCN). Seperti aerosol dapat meningkatkan kecerahan awan dan iklim yang sejuk.

3) Sesquiterpenoids terdiri dari tiga unit isoprene dan memiliki rumus molekul C
terdiri dari kerangka asiklik dan bisiklik dengan kerangka dasar naftalen.

15

24.

yang

Senyawa ssquiterpenoid diturunkan dari cis famesil pirosfat dan trans famesil pirofosfat melalui reaksi alkilisasi dan reaksi sekunder lainnya. Kedua isomer farmesil pirofosfat ini dihasilkan in vivo melalui mekanisme yang sama seperti isomerisasi antara geranil dan nerol.

4) Diterpenoids yang terdiri isoprene untuk empat unit dan memiliki rumus molekul C

H 32. Mereka berasal dari geranylgeranyl pyrophosphate. Contoh diterpenes adalah cafestol, kahweol, cembrene dan taxadiene (pendahulu dari taxol). Diterpenes juga membentuk dasar untuk compounds biologis penting seperti retinol, retinal, dan phytol. Mereka yang diketahui antimicrobial dan antiinflammatory. Senyawa ini dapat berbentuk asiklik, bisiklik, trisiklik dan tetrasiklik dan tatanama yang digunakan lebih banyak adalah nama trivial.
20

5) Sesterterpenoids, terpenes memiliki 25 carbons dan lima unit isoprene yang langka relatif
terhadap ukuran lainnya. Sester-awalan yang berarti setengah ke tiga, yakni dua setengah. Contoh sesterterpenes adalah geranylfarnesol.

Berbagai sesterpenes yang dikenal sebagai Haslenes ditemukan dalam jenis diatomaceous algae .Mereka didistribusikan secara luas dan berlimpah dalam sedimen laut. Beberapa haslenes yang ditemukan yang akan diproduksi oleh pennate diaton Haslea ostrearia sesuai dengan budaya dan suhu yang ditampilkan untuk memiliki properti cytostatic. Salah satunya adalah di bawah ini.

6) Triterpenoids terdiri dari enam unit isoprene dan memiliki rumus molekul C

H 48. Yang linear triterpene squalene, unsur utama dari minyak hati hiu, adalah berasal dari reductive kopel dua molekul yang farnesyl pyrophosphate. Squalene tersebut kemudian diproses untuk menghasilkan biosynthetically baik lanosterol atau cycloartenol, yang struktural precursors kepada semua steroids.
30

Lebih dari 4000 jenis triterpenoid telah diisolasi dengan lebih dari 40 jenis kerangka dasar yang sudah dikenal dan pada prinsipnya merupakan prses siklisasi dari skuealen. Triterpenoid terdiri dari kerangka dengan 3 siklik 6 yang bergabung dengan siklik 5 atau berupa 4 siklik 6 yanng mempunyai gugus fungsi pada siklik tertentu. Steroids Steroid merupakan hasil modifikasi dari triterpenes yang juga berasal dari squalene oleh substitusi. Inti dari semua steroids yang tetracyclic C17 zat air arang 1,2cyclopentanoperhydrophenanthrene (gonane atau sterane) digantikan oleh kelompok methyl di C10 dan C13, serta alkyl di sisi-rantai C17. Steroids memiliki inti yang berasal dari satu per satu atau lebih ikatan CC scissions atau cincin expansions atau contractions. Gonane dan tiga contoh dasar steroids akan ditampilkan di bawah ini.

Unsaturated steroids dengan sebagian besar dari cholestane yang berisi 3 kelompok dan rantai aliphatic sisi atau lebih dari 8 atom karbon terpasang ke posisi 17 membentuk kelompok sterols. Hopanods adalah pentacyclic triterpenoids berdasarkan hopane bengkarak (dengan lima membered cincin E) didistribusikan secara luas di prokaryotes namun tidak terdeteksi di Archaea Dalam kebanyakan kasus, hopanoid isi sel adalah sebanding dengan kolesterol konten eukaryotic cells. Mereka dianggap sebagai selaput rigidifiers. Selain itu, mereka yang berasal dari beberapa komponen precursors (homohopanoids) dalam sedimen dan minyak,dengan demikian dapat dianggap sebagai produk alam yang paling banyak di bumi . Hopanoids besar terjadi di bakteri aerobik (methanotrophs, heterotrophs dan cyanobacteria) tetapi juga telah ditemukan di beberapa bakteri anaerobic. C30 hopanoid yang sederhana adalah diploptene.

Hopanoids yang paling banyak di prokaryotes adalah C35 bacteriohopanepolyols di mana pihak-rantai dari orang tua struktur berisi variabel jumlah berdampingan hydroxyl kelompok.

Hopanoids yang secara luas didistribusikan oleh bakteri dan alga biru-hijau yang penting selaput sel konstituen. Ia sering mengatakan bahwa hopanoids adalah "paling banyak produk alam di dunia". Biomarkers ini sebagian besar berasal dari bakteri bacteriohopanepolyols (biohopanoids). Pentacyclic triterpenoids lain berdasarkan lupane dengan berbagai kelompok fungsional yang terdapat dalam sayuran dan buah. Diantaranya, lupeol

Ester asam pati dari lupeol telah terisolasi dari hijau propolis dihasilkan oleh honeybees dari vegetatif apices dari Asteraceae Baccharis dracunculifolia dari BrasiL. Komponen ini bernama procrim a dan b.

Palmitic ester dari asam lupeol (Procrim a)

Tetrahymanol (gammaceran-21) diisolasikan dari ciliate protozoan Tetrahymena pyriformis. Belakangan, ia terdeteksi di sejumlah eukaryotes lainnya, misalnya di tanaman pakis paku, jamur, dan beberapa ciliates lainnya. Temuan dari tetrahymanol dalam ungu nonsulfur bakteri Rhodopseudomonas palustris membuka wawasan baru ke dalam biokimia dari bakteri ini dalam molekul . Tetrahymanol juga ditemukan pada bakteri nitrogen-fixing Bradyrhizobium japonicum. Triterpenoid saponins

Triterpenoid saponins adalah triterpenes kelompok saponin. Triterpenes memilik komponen besar yang diatur dalam empat atau lima ring konfigurasi 30 carbons dengan beberapa oxygens terpasang. Triterpenes digabungkan C5 isoprene dari unit melalui jalan cytosolic mevalonate untuk membuat C30 kompleks dan steroidal di alam. Kolesterol merupakan salah satu contoh dari triterpene. Phytosterols dan phytoecdysteroids juga triterpenes. Triterpenes terbagi menjadi beberapa kelompok 20, tergantung pada struktur tertentu. Walaupun semua komponen terpenoid aktivitas biologi yang ada di mamalia. Triterpenes yang paling penting adalah efek adaptogenic yang ditemukan di tanaman seperti Panax ginseng atau Eleutherococcus senticosus. Komponen Triterpenoid yang terdapat dalam tanaman adaptogenic yang terdapat dalam tanaman saponin glycosides yang merujuk ke berbagai molekul gula ke unit.triterpene. Gula ini dapat dengan mudah dicerna di usus oleh bakteri, mengizinkan aglycone (triterpene) yang akan diserap. Hal ini memungkinkan mereka memasukkan ke dalam sel membranes dan mengubah komposisi, mempengaruhi selaput

ketidakstabilan dan berpotensi mempengaruhi signaling oleh banyak ligands dan cofactors. Saponin glycosides mengurangi ketegangan permukaan air seperti busa dan akan berhenti di lipid. Biasanya triterpene saponins berakhir di suffix, seperti ginsenoside, atau astragaloside, yaitu pada tanaman genera.

1) Tetraterpenoids berisi delapan unit isoprene dan memiliki rumus molekul C40 H64. Biologis penting
tetraterpenes termasuk acyclic lycopene, yang monocyclic gamma-carotene, dan bicyclic alpha-dan betacarotenes.

2) Polyterpenoids terdiri dari banyak panjang rantai isoprene unit. Alam karet terdiri dari polyisoprene di
mana dua obligasi adalah CIS. Beberapa tanaman menghasilkan polyisoprene trans ganda dengan obligasi, yang dikenal sebagai getah perca. C. Sifat Kimia Pada Terpenoid 1. Monoterpenoid khas berupa cairan tak berwarna tetapi beberapa senyawa kompleks spesies aromatic berwana, tidak larut dalam air, dapat disuling uap dan berbau harum. 2. Bersifat aktif optik. 3. Dapat bekerja sebagai insektisida atau berdaya racun terhadap hewan tinggi. 4. Diterpenoid mempunyai titik didih tinggi, sehingga tidak ditemukan dalam minyak atsiri. 5. Merupakan senyawa aktif dalam tumbuhan obat. 6. Glikosida jantung atau racun jantung yang strukturnya menyerupai saponin steroid mempunyai kelarutan dan pembentukan busa yang sama. 7. Tetraterpenoid, pigmen yang larut dalam lemak, misalnya eter, koroform, benzene, dan alcohol panas. 8. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi terpenoid mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak berwarna. 9. Kebanyakan terpenoid berupa padatan kristal dengan titik lebur yang tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. Dapat juga bebentuk amorf dan beberapa seperti nikotin dan noniin berupa cairan. D. Biosintesis Terpena Tahap pertama biosintesis terpena adalah kondensasi ester secara enzimatik dari porsi-porsi asetil dari asetilkoenzim A. Zat antara dalam pembentukan terpena adalah piroposfat (diposfat) dari asam mevalonat dan sepasang isopentil alcohol. Suatu jalur biosintetik terpena dan steroid yang disingkat ditunjukkan berikut :

O O

H3C SH C o A

b a n y a k ta h a p

H3C OH OH HO

- H

O
2

H3C

CH2 OH

+
H3C

OH CH3

- C O

A s e til k o e n z im A

A lk o h o l- a lk o h o l is o p e n til

a s a m m e v a lo n a t

CH3
H2C

CH3

CH3

CH3 OH

CH3
OH

H3C

CH3

H3C

CH3

G e r a n io l

fa rn e s o l

CH3

K e t e r p e n a d a n s t e r e o id y a n g le b ih t in g g i
H3C CH2

L im o n e n a

Jalur biosintesis umum menuju ke terpena dan steroid. (untuk menekankan porsi - porsi terpena dari senyawanya, maka gugus piroposfat tidak ditunjukkan). Ada dua jalur metabolis terpenoid: 1. Lintasan Asam Mevalonic

Mevalonate jalan atau HMG-COA reductase jalan atau mevalonate tergantung (MAD) atau isprenoid rute jalan, yang penting adalah selular metabolis jalan hadir di semua eukaryotes tinggi dan banyak kuman. Penting untuk produksi dimethylallyl pyrophosphate (DMAPP) dan isopentenyl pyrophosphate (IPP), yang dijadikan sebagai dasar untuk biosynthesis molekul yang digunakan dalam proses yang sangat berbeda seperti terpenoid sintesis, protein prenylation, selaput sel pemeliharaan, hormon, protein anchoring, dan N-glycosylation.

2. MEP / Lintasan DOXP 2 - C-methyl-D-erythritol 4-phosphate/1-deoxy-D-xylulose 5-fosfat jalan (MEP / DOXP jalan), juga dikenal sebagai non-mevalonate jalan atau mevalonic asam-jalur independen, mengambil tempat di plastids tanaman dan apicomplexan protozoa, serta di banyak bakteri. Pyruvate dan glyceraldehyde 3-fosfat akan diubah oleh DOXP synthase (Dxs) ke-1-deoxy D-xylulose 5-fosfat, dan oleh DOXP reductase (Dxr, IspC) ke 2 - C-methyl-D-erythritol 4-fosfat (MEP ). Reaksi yang berlaku tiga langkah catalyzed oleh 4-diphosphocytidyl-2-methyl-C-Derythritol synthase (YgbP, IspD), 4-diphosphocytidyl-2-methyl-C-D-erythritol kinase (YchB, IspE), dan 2-C-methyl-D-erythritol 2,4-cyclodiphosphate synthase (YgbB, IspF) sebagai pembentukan 2C-methyl-D-erythritol 2,4-cyclopyrophosphate (MEcPP). Akhirnya, MEcPP dikonvert ke (E)-4-hydroxy-3-methyl-tapi-2-enyl pyrophosphate (PPHMB) oleh HMB-PP synthase (GcpE, IspG), dan PP-HMB dikonvert ke isopentenyl pyrophosphate ( IPP) dan dimethylallyl pyrophosphate (DMAPP) oleh HMB-PP reductase (LytB, IspH). IPP dan DMAPP adalah produk akhir baik di jalan, dan yang precursors dari isoprene, monoterpenoids (10-karbon), diterpenoids (20 karbon), carotenoids (40 karbon), chlorophylls, dan plastoquinone -9 (45-karbon ). Sintesis dari semua tinggi terpenoids hasil melalui pembentukan geranyl pyrophosphate (gpp), farnesyl pyrophosphate (FPP), dan geranylgeranyl pyrophosphate (GGPP). Meskipun kedua jalur, MVA dan MEP, yang saling eksklusif pada kebanyakan organisme, interaksi di antara mereka telah dilaporkan dalam tanaman dan beberapa bakteri spesies.

Biosintesis dari Klasifikasi Terpenoid Monoterpenoid

Monoterpen dan seski terpen adalah komponen utama minyak esensial (minyak atsiri) yang dapat diperoleh dengan penyulingan. Vitamin A adalah suatu diterpenoid, skualena (terdapat dalam ragi, kecambah gandum, dan minyak hati hiu) tergolong triterpenoid dan lanosterol (suatu komponen lanolin, yang diperoleh dari lemak wol). Kedua senyawa ini merupakan zat antara dalam biosintasis steroid. Karet alam merupakan suatu politerpena. Biosintesis terpen adalah kondensasi ester secara enzimatik dari porsil-porsil asetil dari asetilkoenzime A. zat antara dalam pembentukan terpen adalah porofosfat (difosfat) dari asam mevalonat dan sepasang isopenteril alkohol. Sesquiterpenoid

Diterpenoid

Sesterterpenoid

Triterpenoid

Steroid adalah kelompok senyawa yang mempunyai kerangka dasar siklo pentana perhidrofenantrena, mempunyai empat cincin terpadu. Senyawa-senyawa ini mempunyai efek fisiologis tertentu. Beberapa steroid penting adalah kolesterol, yaitu steroid hewani yang terdapat paling meluas dan dijumpai pada hampir semua jaringan hewan. Batu kandung kemih dan kuning telur merupakan sumber yang kaya akan senyawa ini. Kolesterol merupakan zat antara yang

diperlukan dalam biosisntesis hormon steroid, namun merupakan tak keharusan dalam makanan, karena dapat dikaitkan dengan arterioksklerosis (pengerasan pembuluh darah), suatu keadaan dalam mana kolesterol dan lipid-lipid lain melapisi dinding dalam pembuluh darah. Suatu steroid yang berkaitan dengan kolesterol yaitu, 7-dehidrokolesterol, dijumpai dalam kulit, diubah menjadi vitamin D bila disinari dengan cahaya ultraviolet. Hormon-hormon seks yang dihasilkan terutama pada testis dan indung telur adalah suatu steroid, hormon jantan disebut androgen dan hormon betina entrogen dan hormon kehamilan progesteron. Saponin merupakan senyawa glikosida kompleks yaitu senyawa hasil kodensasi suatu gula dengan suatu senyawa hidroksil organik yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan non-gula (aglikon). Saponim ini terdiri dari dua kelompok : saponim triterpenoid dan saponin steroid. Saponim banyak digunakan dalam kehidupan manusia, salah satunya banyak terdapat dalam letak yang dapat digunakan untuk bahan pencuci kain (batik) dan sebagai shampo. Saponim dapat diperoleh dari tumbuhan melalui metoda ekstraksi. Tetraterpenoid

Polyprenol biosynthesis

F. Manfaat

1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

14. 15.

Terpenoids tanaman yang digunakan secara ekstensif untuk kualitas aromatik. Mereka berperan dalam tradisional herbal remedies dan berada di bawah penyelidikan untuk antibacterial, antineoplastic, dan farmasi fungsi. Terpenoids berkontribusi untuk jejak dari Eucalyptus, maka rasa dari kayu manis, cengkeh, dan jahe, dan warna kuning bunga. Dikenal terpenoids termasuk citral, menthol, kapur, Salvinorin J pada tanaman Salvia divinorum, dan cannabinoids ditemukan di Cannabis. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh. Terdapat di mengkudu. Dapat digunakan sebagai obat radang ginjal, radang selaput lendir mata, virus hepatitis, peluruh dahak, peluruh haid, ayan, nyeri gigi, sakit kuning, sariawan, antibakteri, kanker, dan infeksi saluran kencing. Bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami Asam sesquiterpenoid pada tomat liar merangsang ngengat bertelur. Diterpenoid mencakup banyak snyawa yang bekerja sebagai fungisida, racun terhadap hewan, penolak serangga dan sebagainya. Diterpenoid lain memberi harapan lain sebagai oabat anti tumor, karena efek sitoksiknya. Seskuiterpenoid mempunyai bioaktivitas ang cukup besar sebagai antifeedant, hormone, antimikroba, antibiotic dan toksin serta regulator pertubuhan tanaman dan pemanis. Antioksidan sebagai penangkap radikal bebas yang dapat mematikan sel-sel otak dan merevitalisasi pembuluh darah. Pertahanan terhadap serangga dan penyakit serta elicitors dari antifeeding reaksi di beberapa vertebrates. Zat ini menarik dan serangga pollinators mereka implicated di pheromonal komunikasi dan interaksi di allelopathic. Farnesol digunakan sebagai pengatur stomata pada gandum. Untuk mensintesis senyawa kompleks yang tidak dihasilkanleh hewan.

G. Identifikasi senyawa Terpena Uji Kuantitatif Metode lieberman-burchard Beberapa tetes lapisan kloroform pada uji alkaloid, ditempatkan pada plat tetes. Tambahkan 5 tetes anhidrida asetat dan biarkan mengering. Kemudian tambahkan 3 tetes H 2SO4 pekat. Timbulmya warna merah jingga atau ungu menandakan uji positif terhadap triterpenoid sedangkan warna biru menunjukkan uji positif untuk steroid. Uji Salkowski Apabila kolesterol dilarutkan dalam kloroform dan larutan ini dituangkan di atas larutan asam sulfat pekat dengan hati-hati maka bagian asam berwarna kekuningan dengan fluoresensi hijau bila dikenai cahaya. Bagian kloroform akan berwarna biru dan yang berubah menjadi merah dan ungu. Reaksi ini dan beberapa reaksi warna umum lainnya tidak dapat dipakai pada lembaran kertas karena merusak kertas tetapi reaksi itu dapat dipakai pada lembaran serat kaca atau pada lempeng kaca yang dilapsia silica gel. Uji Kualitatif Kromatografi kolom Pembentukan senyawa kompleks sangat lazim pada beberapa senyawa steroid. Gejala ini menimbulkan kesulitan pada pemurnian, tetapi dapat pula dimanfaatkan terutama digitonin sering digunakan untuk mengendapkan sterol dari larutan dalam alcohol sebagai digitonida yang tidak larut. Kemudian stero bebas dapat diperoleh kembali dengan mempartisi senyawa kompleks antara air panas dan benzene atau xilena, saponin terdapat dalam lapisan air dan sterol dalam lapisan organic. Cara lain untuk saponin menguraikan senyawa kompleks ialah dengan mendidihkannya dalam piridin, didinginkan lalu ditambahkan eter untuk mengendaopkan saponin dansterol tetap larut. Sebaliknya, cara ini dapat digunakan untuk memurnikan banyak saponin dengan menambahkan kolesterol agar terbentuk senyawa kompleks adisi yang tidak larut Pemurnian lebih lanjut biasanya dilakukan memakai kromatografi kolom sebagai cara umum meskipun cara khusus untuk masing-masing ada (misalnya penyulingan bertingkat untuk terpenoid berbobot molekul rendah). Pemurnian saponin kardenolida dan glikosida lain sulit tetapi dapat dilakukan dengan berbagai jenis kromatografi. Senyawa ini biasanya dihidrolis dulu menjadi aglikonnya dengan menidihkannya beberapa jam dalam HCl 1-4 M, aglikon diekstraksi dengan benzene dan dimurnikan dengan kromatografi memmakai laumina, dan pelarut pengembang non polar seperi eter minyak bumi, benzene dan sebagainya. Secara umum alumina yang sangat aktif tidak diinginkan

karena dapat menimbulkan reaksi penguraian. Alumina ktif dapat dinetralakan dengan sam dan ditambah air beberapa persen untuk menurunkan aktivitasnya. Sterol dapat diubah menjadi uretan yang berearna untuk membantu penampakan pemisahannya pada kolom frolisil. Setelah dipisahkan, sterol asal dapat diperoleh kembali secara kuantitatif. Kromatografi lawan arus tetes telah digunakan untuk apokarotenoid. Karotenoid dapat dipisahkan dari steroid dngan cara kromatografi memakai dekstran lipofil. Penyerap lazim lain seperti kalsium karbonat dan silica gel telah dipakai untuk beberapa terpenoid, glikosida jantung bdan sebagainya. Tropolon diisolasai dengan tata kerja yang serupa dengan tata kerja isolasai fenol tumbuhan tetapi elain itu kita dapat memanfaatkan sifat pembentukan kompleks khelatnya. Banyak tata kerja yang dipublikasi untuk kromatografi preparative giberelin, misalnya kromatografi partisis pada silica gel, filtrasi gel, dan fase balik atau kromatiografi ion.