BPJS Kesehatan Kelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Minggu, 1 September 2013 - 10:29 wib Advertorial - Okezone JKN (Foto

: dok Kemenkes) enlarge this image JAMINAN Kesehatan Nasional (JKN) merupakan jaminan perlindungan kesehatan agar peserta memeroleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan pada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Dalam operasionalnya, JKN akan dikelola oleh BPJS Kesehatan. Menuju Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan diberlakukan mulai Januari 2014 nanti, pemerintah perlu segera berbenah, antara lain dengan beroperasionalnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Kesehatan sebagai badan hukum publik yang akan menyelenggarakan JKN tersebut. Menurut Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Drg. Usman Sumantri, MSc, beroperasinya BPJS merupakan implementasi dari diberlakukannya UU No 24 tahun 2011 tentang BPJS dan UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). “Dengan telah diundangkannya UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS, maka JKN akan diakselerasi untuk upaya pencapaian kepesertaan bagi seluruh penduduk. Begitu pula dalam waktu singkat, hal-hal terkait dengan proses transformasi PT Askes menjadi BPJS Kesehatan sudah selesai,” ujarnya. Usman menambahkan, ada dua kelompok peserta yang dikelola BPJS Kesehatan, yaitu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta non-PBI. Peserta PBI terdiri dari fakir miskin dan orang tak mampu. Sedangkan peserta non-PBI, terdiri dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), karyawan perusahaan swasta, pekerja mandiri, bukan pekerja seperti veteran, penerima pensiun, dan lain-lain. “Pada tahap awal pelaksanaan JKN, jumlah peserta PBI berjumlah 86,4 juta jiwa, termasuk tambahan 10 juta peserta dari tahun 2012. Jumlah ini bukan berarti penduduk miskin naik, tetapi pemerintah ingin melindungi masyarakat yang rentan bisa jadi miskin jika sakit," paparnya. Pihaknya berharap, dengan persiapan yang sangat baik dan terencana, kelahiran BPJS dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. "Dengan begitu beroperasinya BPJS kesehatan diharapkan sudah dapat di deklarasikan oleh Presiden di Januari 2014,"katanya. (ind) http://m.okezone.com/read/2013/08/31/482/858591 pa Saja Manfaat Jamkesnas? Kamis, 22 Agustus 2013 - 16:15 wib Qalbinur Nawawi - Okezone Sosialisasi Jamkesnas (Foto: Qalbi/Okezone) enlarge this image

imunisasi dasar. baik milik pemerintah maupun swasta yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. mereka harus memberikan iuran sebesar lima persen dari penghasilannya untuk digunakan sebagai pengobatan saat diperlukan.BANYAK manfaat yang didapat seseorang bila mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 1 Januari 2014. keluarga berencana dan skrining kesehatan. pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama dan pelayanan rawat inap tingkat pertam sesuai dengan keluhan penyakit. Untuk mengetahuinya.okezone. baik operatif maupun non-operatif. (ind) http://m.Okezone Sosialisasi Jamkesnas (Foto: Qalbi/Okezone) enlarge this image MANFAAT dari Jaminan Kesehatan Nasional bisa dirasakan masyarakat per-tanggal 1 Januari 2014 nanti. 22 Agustus 2013 . PH selaku Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Nasional. termasuk pembayar iuran.com/read/2013/08/22/482/853914/apa-saja-manfaat-jamkesnas Bagaimana Cara Jadi Peserta Jamkesnas? Kamis. Tetapi manfaat tersebut dapat dirasakan sejauh mereka membayar iuran ke Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). -Tindakan medis non spesialistik. penyuluhan kesehatan perorangan. M. Selain memberikan manfaat jaminan kesehatan perorangan. . Pertama ialah pekerja didaftarkan oleh perusahaan. kuratif dan rehabilitatif.Usman Sumantri. Di mana pelayanan promotif dan preventif meliputi pemberian pelayanan. preventif. Kemudian. -Manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan kesehatan perorangan. sekunder dan tersier. Selain itu. pengobatan dan konsultasi medis seseorang sampai non-medis seperti akomodasi dan ambulan. Dia menjelaskan bahwa seseorang akan mendapat manfaat jaminan kesehatan yang bersifat pelayanan kesehatan perorangan mencakup dari awal pengobatan sampai bahan medis sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan. Jamkesnas ternyata juga menjamin pelayanan lima anggota keluarga lainnya.Peserta jaminan kesehatan mendapat jaminan kesehatan meliputi fasilitas primer. Terdapat tiga cara agar seseorang bisa menjadi peserta JKN. -Menjamin kesehatan medis dari administrasi pelayanan. mencakup pelayanan promotif. pemeriksaan. Drg Usman Sumantri membantu memberikan pemahaman mengenai manfaat JKN: . beragam manfaat lainnya pun bisa Anda rasakan. mendaftarkan sendiri secara individu atau kelompok dan menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) . Di mana dari kedua cara itu.18:45 wib Qalbinur Nawawi . Hal ini seperti diungkap Drg. kemudian pelayanan transfusi darah sesuai kebutuhan medis. -Menjamin pelayanan kesehatan sebanyak lima anggota keluarga.

ada pengecualian untuk fakir miskin. M. mereka mendaftarkan diri mereka ke BPJS kesehatan cabang terdekat untuk mendapat perlindungan kesehatan untuk keluarganya. (22/8/2013)."Cara pertama menjadi peserta JKN ialah penerima upah atau para karyawan akan didaftarkan oleh ke BPJS. Jakarta Pusat. Sementara itu. dari pekerja menanggung dua persen dari penghasilannya per bulan.com/read/2013/08/22/482/854067/bagaimana-cara-jadi-peserta-jamkesnas . bagi yang tidak mampu membayar iuran. (ind) http://m. Usman. Kamis. cacat total atau masyarakat yang tak mampu membayar iuran yaitu pemerintah akan menanggung pembayarannya sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI)."tutup Drg.Usman Sumantri. Kemudian. Tetapi untuk menjadi peserta pada cara ketiga ini. Mereka bukan mendaftarkan dirinya menjadi peserta PBI. iuran akan dibayar pemerintah. Contoh non-penerima upah itu seperti tukang becak.okezone. "kata Drg. PH selaku Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan kesehatan Kementerian Kesehatan Nasional kepada khalayak media dalam acara yang bertema Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional di Balai Kartini. tambah dia.225 ribu per bulan. "Pada prinsipnya. Kedua untuk non-penerima upah. dan sisa tiga persen ditutupi oleh perusahaan. Di mana per bulannya mereka akan menerima iuran sebesar 19. supir dan lain-lain. peserta PBI ditetapkan oleh pemerintah mana-mana orang yang tidak mampu.