Anda di halaman 1dari 12

PENEGAKAN DIAGNOSA PADA GANGGUAN MUSKULOSKLETAL

RHABDOMIOLISIS
Adanya peningkatan kadar serum creatine

phosphokinase lebih dari lima kali dari nilai normal Hyperkalaemia Hypocalcaemia Hyperphosphataemia Hyperuricaemia peningkatan kadar ureum dan serum creatinine peningkatan AST (SGOT) dan LDH

MYASTENIA GRAVIS
TES WARTENBERG TEST PROSTIGMIN ATAU TEST NEOSTIGMIN TEST EDROPHONIUM CHLORIDE (TENSILON) TEST DARAH TEST SINGLE FIBER ELECTROMYOGRAPHY

(EMG). COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN (CT SCAN) ATAU MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) PULMORY FUNCTION TEST (TEST FUNGSI PARUPARU)

SYNDROM LAMBERT EATON

Pada elektromiografi menunjukkan peningkatan progresif amplitudo potensial aksi pada kontraksi berulang (efek yang berlawanan dengan mistenia gravis)

Terimakasih Atas Perhatiannya


WASSALAMUALAIKUM WR. WB

Test Wartenberg
Bila gejala-gejala pada kelopak mata tidak jelas,

dapat dicoba test Wartenberg. Penderita diminta untuk menatap tanpa kedip kepada suatu benda yang terletak diatas dan diantara bidang kedua mata untuk beberapa waktu lamanya. Pada Myasthenia Gravis, kelopak mata yang terkena akan menunjukkan ptosis.

Back

Test Edrophonium Chloride (Tensilon)


Reaksi (+) ada perbaikan kekuatan otot yang jelas

(misalnya dalam waktu 1 menit), menghilangkan ptosis, lengan dapat dipertahankan dalam posisi abduksi lebih lama, dan meningkatnya kapasitas vital. Reaksi ini tidak akan berlangsung lebih lama dari 5 menit. Test ini dapat dikombinasikan dengan pemeriksaan EMG.
Back

Test Prostigmin Atau Test Neostigmin


Prostigmin 0.5-1.0 mg + 0.1 mg atropine sulfas

injeksi dalam pembuluh darah penderita (IM/SC). Test (+) Gejala kelemahan menghilang dan tenaga membaik. Prostigmin secara oral juga bisa diberikan sebagai dosis test. Efeknya masih perlahan pada permulaan dan berakhir lebih dari 2 sampai 3 jam.

Back

Test Darah

Test darah dilakukan untuk menentukan tingkatan serum dari beberapa antibodi (seperti, AChRpengikat antibodi, AChR-modulasi antibodi, antitriasional antibodi). Tingkat yang tinggi dari antibodi-antibodi ini dapat mengindikasikan MG. 80 % dari semua pasien dengan MG memiliki peningkatan serum antibodi yang tidak normal.

Back

Test Single Fiber Electromyography (EMG).


EMG mengukur potensi elektrik dari sel-sel otot.

Serat-serat otot pada MG Pada MG tidak memberi respon yang baik pada rangsangan elektrik yang berulang-ulang dibanding dengan otot-otot pada individu yang normal. Test ini memiliki kesensitifan hingga 95 % secara sistem dan 84 % pada MG ocular, membuat test ini menjadi yang paling sensitif untuk penyakit ini.

Back

Computed Tomography Scan (CT Scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Digunakan untuk mengidentifikasi kelenjar thymus yang tidak normal atau keberadaan dari thymoma.

Back

Pulmory Function Test (Test Fungsi Paru-Paru)

Test mengukur kekuatan pernafasan untuk memprediksikan apakah pernafasan akan gagal dan membawa kepada krisis Myasthenia.

Back