Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Teori Dasar 1.1.1 Pengertian Jaringan Cloud Istilah Cloud atau awan dalam bahasa indonesia berasal dari diagram awal jaringan, di mana citra awan digunakan untuk menunjukkan jaringan besar, seperti WAN . Awan di anggap terkait dengan seluruh Internet , dan kedua istilah ini sekarang digunakan secara sinonim. Teknologi Cloud adalah sebuah penemuan manusia yang

menghubungkan suatu alat dengan alat yang lain melalui sebuah jaringan yang besar yang saling terkoneksi (internet). Teknologi awan atau Cloud disini sendiri adalah sebagai cikal bakal konsep dari Teknologi informasi, yaitu dengan menghubungkan segala jenis aspek media untuk mendapatkan informasi yang dituju. Begitupula dengan Cloud teknologi ini, bisa dibilang segala sesuatunya terhubung dengan jaringan yang luas dalam hal ini Internet. Mungkin pada awalnya teknologi Coud ini bisa dibilang hanya "impian" semata, namun seiring dengan perkembangan jaringan internet, teknologi ini semakin mendekati masa kejayaannya. Dalam

pengaplikasiannya teknologi Cloud ini bisa dibilang sangat praktis. Sebagai contoh Joystick yang terhubung ke internet, kemudian dia

menuju

alamat

IP

terntentu,

dan

mengirimkan joystick

Request tersebut

untuk telah

mengendalikan

sebuah

aplikasi,

berarti

mengaplikasikan Teknologi Cloud. Awan juga pada hal tertentu dapat digunakan untuk

menggambarkan jasa secara online, yang secara kolektif diberi label cloud computing.

1.1.2 Command Line Frame Relay Frame relay (FR) merupakan protocol WAN yang mempunyai performance tinggi yang bisa memberikan koneksi jaringan WAN sampai 2,048 Mbps (dan bahkan bisa lebih tinggi) ke berbagai belahan dunia. FR menggunakan circuit virtual untuk koneksi site-2 dan memberikan lebar pipa bandwidth berskala yang bisa dijamin (dengan menggunakan apa yang disebut sebagai CIR- committed information rate). FR begitu popular karena penawaran bandwidth yang berskala melalui jalur digital. Dengan menggunakan konfigurasi standard FR akan merupakan cara yang sederhana untuk meminimalkan masalah-masalah jaringan. Berikut adalah step untuk konfigurasi jaringan Frame relay: Cisco command Keterangan

Router (config-if) # encap frame

Enable jaringan frame relay dan

setting metoda encapsulation type

Router (config-if) # ip address 10.0.0.1 255.0.0.0

Memberikan suatu address network layer pada interface yang dipilih

Router (config-if) # frame inverse- Enable inverse-arp (jika kondisi arp Atau melakukan static address Router (config-if) # frame map ip 10.0.0.3 100 disable) atau melakukan pemetaan manual ke nomor DLCI

Router (config-if) # frame lmi-type Konfigurasi jenis LMI cisco Router (config-if) # keepalive 9

Konfigurasi serial sub-interface: Point-to-Point Untuk melengkapi interface Point-to-Point anda bisa melakukan step berikut: Cisco command Keterangan

Router (config-if) # encap frame

Enable jaringan frame relay dan setting metoda encapsulation type

Router (config-if) # int s0.1 point

Membuat sub-interface pada serial s0 dan memberikan identitas interface Point-to-point

Router (config-subif) # ip address 11.0.0.1 255.0.0.0

Memberikan address network layer

Router (config-subif) # frame interface- Konfigurasi jenis addressing dlci 100 static ataupun dynamic

Catatan: untuk sub-interface Point-to-Point ataupun sub-interface multipoint dengan addressing dynamic, anda juga harus memberikan suatu nomor DLCI pada sub-interface.

Konfigurasi sub-interface Multi-point Step berikut adalah konfigurasi jaringan frame relay serial sub-

interface multi-point

Cisco command

Keterangan

Router (config-if) # encap frame

Enable jaringan frame relay dan setting metoda encapsulation type

Router (config-if) # int s0.100 multipoint

Membuat sub-interface dan mengidentifikasikan interface multipoint.

Router (config-subif) # ip address 13.0.0.1 Memberikan address 255.0.0.0 network layer

Router (config-subif) # frame interface-dlci Konfigurasi static ataupun 300 Atau konfigurasi static address Router (config-subif) # frame map ip 13.0.0.3 300 Catatan: untuk sub-interface point-to-point atau multi-point dengan dynamic addressing, anda harus juga memberikan DLCI number pada sub-interface. dynamic addressing (DLCI untuk untuk inverse-arp)

Konfigurasi jaringan frame relay back-to-back Lengkapi step berikut untuk konfigurasi dua router yang

dihubungkan back-to-back menggunakan jaringan frame relay. Hubungkan kedua router dengan kabel yang benar, gunakan kabel DTE pada satu router dan kabel DCE untuk kabel router satunya atau gunakan saja suatu kabel DTE/DCE crossover cable. Pada modus interface, set clock rate pada interface router yang berfungsi sebagai DCE. Lengkapi konfigurasi item-2 berikut untuk setiap interface yang terhubung. Enable jaringan frame relay dan set metoda encapsulation Berikan addressing network layer Matikan keep-alive interval Petakan address pada DLCI (gunakan DLCI yang sama untuk keduanya) atau berikan DLCI number pada interface (gunakan DLCI yang sama untuk keduanya) Pemakai no keepalive perlu dilakukan pada Frame-Relay back-toback, akan tetapi untuk konfigurasi Frame-Relay dengan LMI ( Local Management Interface) hal tersebut tidak perlu dilakukan. Setelah konfigurasi telah benar, maka hal yang perlu dilakukan adalah menguji konfigurasi tersebut apakah bekerja baik atau tidak.

Map ip digunakan untuk menentukan apakah frame-relay inverse-arp diselesaikan alamat IP terpencil ke DLCI lokal. Perintah ini tidak diaktifkan untuk point-to-point subinterfaces. Hal ini berguna untuk antarmuka multipoint dan subinterfaces saja. Untuk show frame-relay LMI tidak menghasilkan konfigurasi, karena seperti telah dijelaskan untuk frame-relay back-to-back tidak dengan LMI.

1.1.3 DCLI dan Tabel Range DLCI (Data Link Connection Identifier)-nya merupakan nomor rangkaian virtual Frame Relay yang berkaitan dengan destination dari frame tersebut. Dalam hal hubungan antar kerja LAN-WAN, DLCI ini akan menunjukkan port-port yang merupakan LAN pada sisi destination. Adanya DLCI tersebut memungkinkan data mencapai node Frame Relay yang akan di-transmit melalui network dengan menempuh proses tiga langkah sederhana yakni: Integrity check dari frame dengan menggunakan FCS (Frame Check Sequence), jika dalam proses checking ini dideteksi adanya error, maka frame tersebut akan di-discard. Search DLCI dalam suatu table, jika DLCI tersebut tidak didefinisikan untuk link yang dimaksud, maka frame akan di-discard.

Retransmit frame tersebut menuju ke destination-nya dengan


mengirimnya ke luar, ke port atau trunk yang telah dispesifikasikan dalam daftar tabelnya. Range pada DLCI Harga DCLI DLCI 1 - 15 DLCI 16 - 1007 DLCI 16 - 991 Kegunaan Untuk keperluan dimasa mendatang Dapat digunakan untuk PVC Dialokasikan pelanggan DLCI 992 - 1007 Dialokasikan untuk pemakaian didalam jaringan DLCI 1008 - 1022 Dialokasikan untuk penggunaan yang akan datang DLCI 1023 Digunakan sebagai kanal LMI (Local Management Interface) untuk pemakaian oleh

1.1.4 Fungsi Kabel DTE dan DCE DTE, yang merupakan kepanjangan dari Data Terminal Equipment, merujuk ke pengguna peralatan akhir(end-user device), seperti

workstation, terminal (merupakan monitor dengan sedikit atau tanpa kemampuan pemrosesan data independen), atau peralatan (misalnya,

pengguna antarmuka untuk router), sedangkan DCE, Data CircuitTerminating Equipment, lebih mengacu kepada perangkat, seperti multiplexer atau modem, yang bertugas memproses sinyal. Yang penting, DCE juga menyediakan sinyal clock untuk mencocokkan transmisi antara DTE dan DCE. Kebanyakan perangkat networking, seperti router dan switch, dapat dikonfigurasi untuk bertindak sebagai DTE atau DCE, tergantung pada konteks di mana mereka digunakan. DTE dan DCE tersambung melalui kabel khusus, biasanya pendek, yang terpasang pada antarmuka serial pada peralatan. Serial mengacu pada gaya transmisi data di mana pulsa yang mewakili bit mengikuti satu sama lain sepanjang jalur transmisi tunggal. Dengan kata lain, mereka dikeluarkan berurutan, tidak secara bersamaan. Kabel serial adalah salah satu kabel yang membawa transmisi serial. 1.1.5 IETF IETF ( Internet Engginering Task Force ) adalah Komunitas International jaringan terbuka dalam perancangan jaringan, operator, vendor peneliti berkaitan dengan evolusi arsitektur Internet dan kelancaran Internet. Pekerjaan teknis sebenarnya dari IETF dilakukan dalam kelompokkelompok kerja, yang diatur menurut topiknya ke dalam beberapa wilayah (misalnya, routing, transportasi, keamanan, dll). Banyak

10

pekerjaan yang ditangani melalui mailing list. IETF mengadakan pertemuan tiga kali per tahun. Kelompok-kelompok kerja IETF dikelompokkan ke daerah-daerah, dan dikelola oleh Area Director atau ADs. ADs adalah anggota Internet Engineering Steering Group (IESG). Memberikan pengawasan arsitektur merupakan Internet

Architecture Board (IAB). IAB juga mengadili banding ketika seseorang mengeluh bahwa IESG telah gagal. IAB dan IESG disewa oleh Internet Society (ISOC) untuk tujuan ini. Direktur Jenderal Area juga menjabat sebagai ketua IESG dan IETF, dan merupakan ex-officio anggota IAB. Internet Assigned Numbers Authority (IANA) adalah koordinator pusat untuk penugasan nilai parameter yang unik untuk protokol Internet. IANA ini disewa oleh Internet Society (ISOC) untuk bertindak sebagai clearing house untuk menetapkan dan mengkoordinasikan penggunaan parameter protokol internet banyak.

Misi dari IETF Misi dari IETF adalah untuk membuat pekerjaan Internet yang lebih baik dengan menghasilkan kualitas tinggi, dokumen teknis yang relevan yang mempengaruhi cara orang desain, penggunaan, dan mengelola Internet.

11

Prinsip-Prinsip Utama IETF 1. Open Prosses : setiap orang yang tertarik dapat berpartisipasi dalam pekerjaan itu, tahu apa yang sedang diputuskan, dan memberikan suaranya sesuai dengan masalah yand ada. Bagian dari prinsip ini adalah komitmen kami untuk membuat dokumen-dokumen kami, WG mailing list kami, daftar kehadiran kita, dan menit pertemuan kami tersedia untuk umum di Internet. 2. Technical competence : isu-isu di mana dokumen IETF menghasilkan isu-isu mana IETF memiliki kompetensi yang diperlukan untuk berbicara kepada mereka, dan bahwa IETF bersedia untuk mendengarkan masukan secara teknis kompeten dari sumber manapun. Kompetensi teknis juga berarti bahwa kita mengharapkan output IETF harus dirancang untuk suara prinsip teknik jaringan ini juga sering disebut sebagai kualitas rekayasa. 3. Volunteer Core :peserta dan kepemimpinan kami adalah orang-orang yang datang ke IETF karena mereka ingin melakukan pekerjaan yang sesuai dengan misi IETF tentang membuat Internet yang lebih baik. 4. Rough consensus and running code : Kami membuat standar berdasarkan pertimbangan rekayasa gabungan peserta kami dan pengalaman nyata dunia kita dalam menerapkan dan menggunakan spesifikasi kami.

12

5. Protocol ownership : ketika IETF mengambil kepemilikan sebuah protokol atau fungsi, ia menerima tanggung jawab untuk semua aspek dari protokol, meskipun beberapa aspek mungkin jarang atau tidak pernah terlihat di Internet. Sebaliknya, ketika IETF tidak bertanggung jawab atas sebuah protokol atau fungsi, tidak mencoba untuk mengontrol lebih dari itu.