Anda di halaman 1dari 2

Yoga Restu Nugraha 170210100091 Essay Jika Aku Menjadi Jika Aku Menjadi Kepala Desa Nagraksari Memang

bukan hal yang mudah ketika delapan belas orang dari berbagai daerah dengan berbagai karakter dan sifat yang masing-masing berbeda satu sama lain dipaksa untuk tinggal satu atap selama tiga puluh hari. Dengan dibekali beberapa program kerja untuk dikerjakan, kami semua akhirnya dipertemukan takdir untuk belajar dari masyarakat desa Nagraksari, kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Sebagai calon akademisi yang selama ini terus berkutat dengan buku, teori ataupun pembelajaran lainnya yang bersifat di atas meja, tentu kami para mahasiswa perlu sesuatu hal baru yang bisa berdampak langsung tidak hanya pada kemampuan akademik, namun juga khususnya pada diri sendiri. Maka saya pun sebagai mahasiswa Hubungan Internasional yang dalam setiap perkuliahan terus menerus dijejali teori-teori dan pembelajaran yang sejujurnya selama dua puluh tahun hidup saya hanya seujung jari kuku yang langsung saya rasakan dalam hidup mengingat konteksnya yang terlalu luas yakni jangkauan internasional. Maka bagi saya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Tematik 2013 Universitas Padjadjaran ini adalah sesuatu yang sangat berharga dan sungguh bisa menjadi media pembelajaran kepribadian langsung dari warga desa. Akhirnya setelah hampir tiga puluh hari saya mengalami semua hal di desa Nagraksari sambil berusaha menemukan-menemukan celah harapan akan kemajuan warga masyarakatnya. Kemudian saya berpikir, sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, saya terpikir bagaimana saya jika menjadi seorang kepala pemerintahan bertitel Kepala Desa Nagraksari. Sejak dulu saya cukup tertarik dengan kehidupan politik masyarakat desa karena kebetulan saya sendiri hidup di sebuah desa bernama desa Nagrak Selatan, kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Unik memang, orang asli Sukabumi ber-KKN di Sukabumi juga dengan nama desa yang hampir mirip, warga desa Nagrak Selatan yang ber-KKN di Nagraksari. Mengapa saya memilih kepala desa jika seandainya saya menjadi warga desa Nagraksari? Saya melihat potensi kemajuan desa Nagraksari yang cukup besar. Mengingat desa Nagraksari adalah satu dari dua desa/kelurahan di kecamatan Jampangkulon yang wilayahnya terbelah jalan raya provinsi selain kelurahan Jampangkulon sebagai pusat pemerintahan kecamatan. Apa artinya itu? Ketika desa-desa lain wilayahnya masih harus masuk jalan kecil kedalam dan cukup jauh dari tepi jalan raya provinsi, desa Nagraksari bisa dengan mudahnya mendapatkan akses langsung dengan kendaraan umum sehingga memudahkan berpergian kemanapun masyarakat ingin, meskipun angkot hanya beroperasi hingga pukul 4 sore saja. Selain akses jalan, desa Nagraksari yang memiliki tipikal melebar dari barat ke timur, memiliki lahan yang cukup luas dan berpotensi untuk ditanami berbagai macam tanaman pertanian bahkan kawasan semiindustri.

Dari letak geografisnya itu lah saya tertarik menjadi kepala desa Nagraksari yang bercitacita mendatangkan berbagai investor yang mau menanamkan modalnya untuk pengembangan berbagai usaha mikro-menengah yang sangat berpotensi di Nagraksari. Akses jalan dan keramaian yang relatif mudah mungkin bisa menjadi faktor penarik awal para investor. Sebagai kepala desa, saya ingin mengupayakan terbentuknya sebuah lembaga kerukunan tani desa yang selain bekerjasama dengan kooperasi unit desa juga bisa berkoordinasi langsung dengan dinas pertanian kabupaten bahkan provinsi untuk mendukung pendayagunaan lahan-lahan kosong di bagian barat dan timur desa Nagraksari. Intinya agar lahan tersebut sepanjang tahun bisa terisi dan terpaka contoh bila musim hujan, mayoritas lahan akan ditanami padi dan bila musim kemarau akan ditanami cabe rawit, kacang kedelai ataupun jagung. Selain pembentukan lembaga kerukunan tani, saya juga ingin mengupayakan pembangunan kooperasi unit desa yang terintegrasi dengan dinas perindustrian dan perdagangan. Sehingga tidak hanya hasil pertanian saja yang bisa dijual, namun produk hasil usaha mikro dan menengah masyarakat bisa diakomodir dan selanjutnya bisa didistribusikan hingga ke tangan konsumen. Dalam kehidupan berpolitik dan sosial, saya ingin agar setiap masyarakat mulai dari tingkat RT sampai ke desa agar tetap mempertahankan tradisi musyawarah dan demokratis sesuai UUD 1945 dan Pancasila. Juga tetap memelihara sikap-sikap fundamentarl asli masyarakat Indonesia seperti gotong-royong membersihkan fasilitas umum desa seperti jalan, gorong-gorong dan lain-lain. Itu semua demi kehidupan desa Nagraksari yang lebih baik lagi.