Anda di halaman 1dari 34

MENGAPA BAGAIMANA UNTUK APA

Variabel
Jlh koleksi/minggu Volume Konsentrasi (juta/ml) Jlh sperma /ejakulat (milyar)

Sapi
1-6 5-8 (1-15) 1000 -1800 (300-2500) 4,8 (5 15)

Domba
7-25* 0,8-1,2 (0,7-3,0) 2000 3000 (1000 6000) 3,0 (1,6 3,6)

Babi
2-5 150-200** (125-500) 200 -300 (25 1000) 37,5 (30 60)

Kuda
2-6* 60-100 (30-125) 100 150 (30 600) 8,4 (7 -15)

% Motilitas
% sperma morfologi normal

65
85

75
90

70
80

65
80

Satu duahari istirahat per minggu ** Volume tanpa bahan gelatinous (dari Hafs et al 1959.Jdairy Sci,42,426)

DATA VOLUME KOLEKSI SEMEN


Spesies Kuda Sapi Domba Babi Volume 50 100 ml 5 ml 1 ml 200 250 ml Jlh Betina IB 15 - 20 400 - 600 30 - 40 20 - 30

Manajemen Pejantan :(Prado et al., 2002, 2003) Untuk mempertahankan Libido Untuk menjaga kualitas ejakulat Hasil Penelitian pd Domba Jantan: Volume Ejakulat dipengaruhi oleh : 1. Teknisi 2. Waktu koleksi 3. Pola frekuensi Koleksi 4. Minggu Koleksi dan 5. Pejantan

Dapat digunakan untuk : Penilaian Fertilitas Pejantan: Parameternya : motilitas sperma; densitas sperma dan abnormalitas sperma. Pada Babi: dilaporkan penilaian parameter PAF (Platelet Activating Factor): farrowing rate tinggi

Manfaat Lain Untuk Prediksi Fertilitas Jantan : -Metode Fluorescence dengan zat Propidium Iodida---- dikaitkan dengan %NRR rendah

- Pengamatan abnormalitas sperma : Parameter: Knobbed acrosome--- steril, spermanya tidak bisa menembus ZP

AV Makro

Koleksi Semen Evaluasi Sentrifus Packaging dan Penambahan Pengencer Equilibrasi 05 C (1-2 jam) Proses Pembekuan Sistem komputer Pembekuan Sistem dg Uap Nitrogen Cair Penyimpanan dalam tangki N2 Cair

EE mikroskopis

Perhitungan Jumlah Straw dan Volume Pengencer Contoh : Pada Semen Kuda:

Ukuran Straw : tipe 0,5 ml dan 5 ml Straw 0,5 ml utk 400 juta sperma Straw 5 ml utk 600 juta sperma Contoh : Ejakulat mengandung 12 milyar Maka dibutuhkan 60 buah straw 0,5 ml dan 20 buah straw 5ml Kemudian bisa ditetapkna volume pengencer yang dibutuhkan : Misal: setelah sentrifus terdapat pellet dg volume 6 ml Maka: volume pengencer utk straw 0,5 ml adalah 24 ml dan 94 ml pengencer utk straw 5 ml

Fungsi : 1. Nutrient 2. Buffer 3.Agent cryopreservant 4. Antibiotik

1. Nutrisi : - gula (Glukosa dan sukrosa) energy 2. Buffers - utk mennyeimbangkan pH dan osmolaritas larutan - Gula jg bisa berfungsi utk ini 3. Agent cryopreservant - glycerol -DMSO - Fungsi : menstabilkan sel selama proses pembekuan dan thawing.

Bahan Pengencer Kuning Telur : - Berfungsi sbg nutrisi, buffer, pelapis sel mencegah hilangnya lipoprotein yg ada pada membran sel selama pembekuan dan thawing. 4. Antibiotik : mengendalikan kandungan bakteri

SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNIK INSEMINASI BUATAN


Tahun
1677 1780 1803

Penemuan
Penemuan Spermatozoa dg Kaca pembesar IB anjing betina dan melahirkan setelah 62 hari kmdn Freezing sperma kuda dengan salju dan terdapat motilitas sperma setelah dihangatkan IB pada kuda pertama kali di Prancis Mulai program IB pada Kuda di Univ negeri Moskow Hasil IB pada kuda sama baik dg kawin hasil dari Kawin Alami IB mulai di Itali dan penemuan Vagina buatan utk koleksi semen anjing Penemuan Vagina buatan di Rusia utk Sapi jantan;kuda dan

Peneliti
Anton van Leeuwenhoek Spallanzai Spallanzani

1890 1899 1912 1914

Rapiquet Ivanov Ivanov Amantea

1920 & 1930

Milavanov

Lanjutan Tabel:
Tahun
1936 1937 1941 1946

Penemuan
Pengiriman sperma domba dari Inggeris ke Scotlandia: kelahiran anak domba setelah IB Perkembangan IB secara rektovagina pd sapi di Denmark Perkembangan pengencer semen dari sitratkuning telur pada sapi Antibiotik (Pen Strep) utk kontrol microorganisme patogen dalam semen utk IB Metode pembekuan semen utk bbrp species Anak sapi pertama lahir dari IB dg semen beku Nitrogen Cair utk bahan pembekudalam kulkas ukt mengawetkan sperma sapi. Baekunyak negara menerapkan IB dg semen b

Peneliti
Arthur Walton Bbrp peneliti Denmark Glenn Salisbury

1949 1952 1960

1. Sapi dan Kerbau : A. Sapi Perah - menghasilkan turunan dg sifat genetis superior terutama Sapi Perah - Maksimal potensi sapi jantan (KA: 1 ekor Sapi jantan utk 30-40 sapi betina/thn) vs IB : 1 ekor jantan : menghasilkan ribuan anak di beberapa negara dlm 1 thn) - produksi susu meningkat 2x lipat - Pengurangan dosis di Selandia Baru: 12-20 juta menjadi 2 juta dg semen Segar - waktu kawin serentak - waktu melahirkan serentak (periode 2 bulan)

b. Sapi Potong : 1. Kualitas panen anak sapi meningkat 2. Perkawinan pd hari pertama musim kawin 3. Periode melahirkan serentak 4. Pencegahan Penularan Penyakit kelamin (Veneral disease) contoh : Campylobacter fetus veneralis Permasalahan: deteksi berahi tidak akurat - pd musim panas Solusi : triple Estrus Synchronisasi dg IB terjadwal Hasil : Sapi potong menyusui: 1. IB----melahirkan dalam periode 4 minggu sebanyak 75% 2. IB ---melahirkan dalam periode >46 hari sebanyak 90%

Target : Perkawinan Silang antara Zebu dan Taurus Komentar:


Kurang Informasi mengenai IB terjadwal Lama berahi sapi betina tropis lebih singkat.

3. Kerbau IB prasyarat perbaikan program pemuliabiakan Permasalahan: Gejala berahi eksternal kurang nyata Tingginya service per conception (S/c) Persentase kebuntingan rendah (krn sulitnya menembus servik saat IB (kerbau betina dara). Persentase kebuntingan bervariasi: Semen beku = 25 45% Semen Cair = 50-60%

Tabel 2. Hasil Penelitian ttg Persentase Kebuntingan Kerbau Betina dara dg variasi tingkat Kesulitan menembus Servik Tingkat Kesulitan
Tinggi Medium

%Kebuntingan
0 80

Rendah

73,1%

Solusi : 1.Penggunaan alat Ghent (Ghent Device) 2.Dosis IB :1/4 dosis standard 3.%kebuntingan normal