Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN Sampah kini menjadi permasalahan bagi seluruh masyarakat di dunia. Khususnya di kota Surakarta.

Dalam manajemen kota, hampir setiap kota mempunyai permasalahan terhadap sampah. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, Surabaya menghadapi permasalahanpermasalahan tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungannya. Masalah itu antara lain meluasnya permukiman kumuh, menumpuknya sampah, terbatasnya fasilitas umum seperti prasarana air minum dan ruang terbuka hijau, pedagang kaki lima, transportasi, pencemaran udara, meningkatnya kriminalitas dan berbagai masalah kependudukan yang lain. Salah satu masalah pelik yang sulit dipecahkan adalah masalah sampah, mengingat volume sampah yang cenderung terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan permukiman serta keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir. Berbagai sumber sampah yang memberikan kontribusi terhadap timbulan sampah kota Surabaya antara lain berasal dari permukiman, perkotaan, pasar, layanan kesehatan, fasilitas umum. 60-80% sampah kota berasal dari permukiman atau rumah tangga. Timbunan sampah rumah tangga rata-rata di Kota Surabaya sebesar 319 gram per orang per hari, yang terdiri dari sampah organik 250 gram per orang ( 75,58% ) dan sampah anorganik sebesar 61 gram per orang per hari ( 24,42% ). Pengelolaan sampah di kota Surabaya masih sebatas mengumpulkan dan menumpuknya pada tempat pembuangan akhir ( TPA ), dan belum melakukan proses pengolahan misalnya menjadi kompos. Pengolahan lanjut sampah yang ada selama ini masih sebatas pemusnahan melalui mesin pembakar. Misalnya di LPA Benowo, proses pemilahan sampah di LPA ini dilakukan dengan memanfaatkan aktifitas pemulung di sekitar. Karena ada aktifitas pemulung tersebutlah pihak pengelola LPA menjadi sedikit terbantu dalam proses pemilahan sampah. Disisi lain, permasalahan sampah di Kota Surabaya menjadi semakin berat, mengingat makin meningkatnya

jumlah penduduk dan makin kompleksnya permasalahan. Dalam konteks manajemen kota, hampir setiap kota mempunyai permasalahan, seperti minimnya lahan pembuangan akhir, budaya membuang sampah sembarang tempat, serta keterlibatan sektor informal. Manajemen pengelolaan sampah yang masih terbatas dan tidak mendukung cukup meresahkan bagi warga Surabaya dan cukup menyita perhatian dari berbagai kalangan. Pengelolaan sampah di Indonesia khususnya kota-kota besar seperti Surabaya masih menggunakan paradigma lama yaitu cara kumpul-angkut-buang. Reduksi di sumber atau pemilahan sampah tidak pernah berjalan dengan baik. Meskipun telah ada upaya pengomposan dan daur ulang, tapi masih terbatas. Berkaitan dengan sistem pengelolaan persampahan, dasar pengelolaan mesti mengedepankan pada minimasi sampah dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Keberhasilan penanganan sampah tersebut juga harus didukung oleh tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi mengingat perilaku masyarakat merupakan variabel penting dalam pengelolaan sampah.

BAB II PERMASALAHAN Saat ini permasalahan yang dihadapi kota Surabaya yaitu jumlah sampah yang terus meningkat tidak sebanding dengan proses penguraian atau pengolahan sampah yang ada. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi kita, karena setiap kota pasti memiliki masalah yang hampir serupa, baik itu dilingkungan sumber, distribusi, peng Permasalahan yang akan penulis bahas yaitu mengenai : 1. Jenis sampah di kota Surabaya 2. Sumber sampah di Kota Surabaya

BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Sampah Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya. B. Jenis-jenis sampah Berdasarkan sumbernya 1. Sampah alam 2. Sampah manusia 3. Sampah konsumsi 4. Sampah nuklir 5. Sampah industri 6. Sampah pertambangan Berdasarkan sifatnya 1. Sampah organik dapat diurai (degradable) 2. Sampah anorganik tidak terurai (undegradable) Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos; Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah

anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton; Berdasarkan bentuknya Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai: A. Sampah Padat Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya. Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi: Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi: Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain. Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain

B. Sampah Cair Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah. Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya. Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan. Sampah alam

Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman. Sampah manusia

Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu

perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air. Sampah Konsumsi

Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri. Limbah Radioaktif

Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan). C. Jenis sampah d Kota Surabaya Seperti yang kita ketahui semua kota menghadapi masalah yang sama, yaitu sampah. Sampah sendiri merupakan sutau hasil buangan(sisa) dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Di kota Surabaya, sampah domestik merupakan sampah yang sangat banyak jumlahnya. Artinya, masyarakat Surabaya menghasilkan sendiri sampah yang kini menjadi permasalahan bersama bagi kota Surabaya. Berdasarkan asalnya sampah padat dapat digolongkan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah Organik terdiri dari bahan -bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam

proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun. Sedangkansampah anorganik tersdiri dari bahan-bahan yang sukar terurai. Sampah anorganik perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar dapta terurai. Sampah di Kota Surabaya umumnya berupa sampah organik dan sampah anorganik D. Sumber Sampah di Kota Surabaya Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, Surabaya menghadapi permasalahan-permasalahan tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungannya. Berbagai sumber sampah yang memberikan kontribusi terhadap timbulan sampah kota Surabaya antara lain berasal dari permukiman, perkotaan, pasar, layanan kesehatan, fasilitas umum. Sebagian besar sampah kota yang dihasilkan tergolong sampah hayati. Ratarata sampah yang tergolong hayati ini adalah di atas 65 % dari total sampah. Melihat komposisi dari sumber asalnya maka sebagian besar adalah sisa-sisa makanan dari sampah dapur, maka jenis sampah ini akan cepat membusuk, atau terdegradasi oleh mikroorganisme yang berlimpah di alam ini, dan berpotensi pula sebagai sumberdaya penghasil kompos, metan dan energi. a. Pemukiman/rumah tangga Biasanya sampah rumah tangga berupa sisa pengolahan makanan, perlengkapan rumah tangga bekas, kertas, kardus, gelas, kain, sampah/kebun/halaman, dan lain-lain. b.Pertanian dan Perkebunan Sampah dari kegiatan pertanian tergolong bahan organik, seperti jerami dan sejenisnya. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama musim panen dibakar atau dimanfaatkan untuk pupuk. Untuk sampah bahan kimia seperti pestisida dan pupuk buatan perlu perlakuan khusus agar tidak mencemari lungkungan. Sampah pertanian lainnya adalah lembaran plastik penutup tempat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi

untuk mengurangi penguapan dan penghambat pertumbuhan gulma, namun plastik ini bisa didaur ulang.

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Dari permasalahan yang telah digambarkan pada BAB I dan BAB II penulis menyimpulkan bahwa di Kota Surabaya diperlukan solusi agar permasalahan sampah yang ada di kota Surabaya dapat dikurangi, selain itu sumber sumber sampah disurabaya juga berbeda-beda, ada yang berasal dari limbah domestic, limbah industri, limbah pertanian dan lain-lain.

4.2. Rekomendasi Berikut adalah saran dari penulis untuk mengurangi dan mengatasi permasalahan sampah di kota Surabaya. Pemilahan, Pemilahan dari sumber dihasilkannya sampah yang terdiri dari sampah organic dan anorgaini serta pemanfaatan kembali sampah yang memiliki resources bernilai tinggi Pewadahan, Pewadahan individual disediakan di tingkat rumah dengan menyediakan 2 unit penampungan sampah terdiri dari sampah organic dan anorganik. Pewadahan komunal (container atau TPS) khusus untuk menampung berbagai jenis sampah baik organik maupun anorganik seperti untuk sampah plastik, gelas, kertas, pakaian/tekstil, logam, sampah besar (bulky waste), sampah B3 (batu baterai, lampu neon, dll) dan lain-lain. Pengumpulan, Waktu pengumpulan door to door setiap 1 sampai 2 hari dan waktu pengumpulan sampah dari TPS 1 x seminggu.
Daur Ulang, Pemanfaatan kembali kertas bekas yang dapat digunakan

terutama untuk keperluan eksterna. Plastik bekas diolah kembali untuk dijadikan sebagai bijih plastik untuk dijadikan berbagai peralatan rumah tangga seperti

ember

dll.

Peralatan

elektronik

bekas

dipisahkan

setiap

komponen

pembangunnya (logam, plastik/kabel, baterai dll) dan dilakukan pemilahan untuk setiap komponen yang dapat digunakan kembali Composting, dilakukan secara manual atau semi mekanis baik untuk skala individual, komunal maupun skala besar (di lokasi landfill). Pembuatan lubang biopori yang berfungsi upaya composting juga dan sebagai lubang resapan air.
Biogas, Sampah organik sebagian diolah dengan alat digester sebagai energi

(gas bio). Pemanfaatan gas bio antara lain untuk district heating, energi listrik, dan kompor untuk memasak.
Incinerator, Incinerator komunal dengan kapasitas minimal per unitnya 500

ton per hari. Energi panas dari incinerator digunakan untuk district heating (T 50 70 derajat Celcius) dan supplai listrik (20 40 % pasokan listrik berasal dari incinerator). Emisi gas dari Incinerator sesuai dengan ketentuan standar kualitas udara termasuk komponen dioxin. Selain penangan secara teknis juga harus dilakukan peran serta masyarakat emerintah dan swata dalam upaya peningkatan kesadaran masayarakat dalam pengelolaan sampah dengan upaya yaitu adanya kesadaran dari masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah. Serta peran serta pemerintah dan swasta dalam pengelolaan sampah (pengumpulan/pengangkutan, incinerator, daur ulang, landfill, dll) yang dilakukan dengan professional, transparan. Peraturan yang dibuat oleh Pemerintah yang berkaitan dengan ketentuan pengelolaan sampah harus realistis, sistematis dan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan penanganan sampah yang mendukung pihak pengelola maupun masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Sastrawijaya,A.Tresna.1991.Pencemaran Lingkungan.Jakarta:Rineka Cipta. Anonim.2012. Manajemen Sampah di Perkotaan ( studi kasus : Masalah sampah di Surabaya ). http://ekonomi.kompasiana.com/ (17 Februari 2013) Anonim.Sumber - Sumber Sampah. http://www.ilmusipil.com/sumber-sumbersampah . (17 Februari 2013)