Anda di halaman 1dari 6

STABILITAS NASIONAL Menurut Menteri Pertahanan RI H.

Matori Abdul Djalil, stabilitas nasional merupakan suatu hal yang sangat penting dalam rangka membangun demokrasi, tanpa stabilitas nasional yang mantap mustahil proses demokrasi dapat berjalan dengan baik.( menurut Menteri Pertahanan RI H. Matori Abdul Djalil). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia stabilitas nasional berarti kemantapan; kestabilan; keseimbangan: menciptakan suatu -- nasional yg dinamis bukanlah semata-mata tugas pemerintah dan aparatnya, melainkan tugas segenap anggota masyarakat juga stabilitas nasional merupakan salah satu dari Trilogi Pembangunan yang mana merupakan wacana pembangunan nasional yang dicanangkan

oleh pemerintahan orde baru di Indonesia dalam sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara. Trilogi pembangunan terdiri dari:

Stabilitas Nasional yang dinamis Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, dan Pemerataan Pembangunan dan hasil-hasilnya.

Macam macam stabilitas nasional 1. stabilitas ekonomi Setiap pemerintahan di semua negara pasti memiliki kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas perekonomian tentunya demi terciptanya kesejahteraan untuk masyarakatnya. Di Indonesia, memiliki banyak kebijakn ekonomi seperti :

a. Kebijakan Moneter Kebijakan Moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa ( otoritas) moneter ( bank sentral) untuk memengaruhi

jumlah uang yang beredar di masyarakat. Tujuan kebijakan moneter ada dua yaitu umum dan khusus Tujuan umum dari kebijakan moneter:untuk memengaruhi kondisi perekonomian agar sesuai dengan yang dikehendaki yakni dengan adanya pertumbuhan ekonomi. Tujuan khusus dari kebijakan moneter : untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar atau yang ada di tangan masyarakat, untuk mencapai target-target tertentu dalam bidang ekonomi.

b. Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah mengenai pengeluaran dan penerimaan negara. Kebijakan fiskal mencakup 2 instrumen yaitu: 1. Kebijakan fiskal bersifat kuantitatif Yaitu mengenai jumlah uang yang akan dibelanjakan . 2. Kebijakan fiskal bersifat kualitatif Yaitu mencakup skala prioritas dalam pembelanjaan. c. Kebijakan Ekonomi Mikro dan Makro Adapun contoh dari kebijakan pemerintah dalam ekonomi mikro, yaitu : Penetapan Harga Minimum Penetapan ini dilakukan oleh pemerintah untuk

melindungi produsen. Penetapan Harga Maksimum Penetapan melindungi Konsumen. ini dilakukan oleh pemerintah untuk

Adapun contoh dari kebijakan pemerintah dalam ekonomi makro, yaitu : Penentuan Tingkat Bunga Bank Kebijakan ini akan dilakukan oleh pemerintah jika inflasi sudah terlampau tinggi. Penambahan Jumlah uang yang beredar Kebijakan ini akan dilakukan pemerintah jika terjadi deflasi .

2. stabilitas politik menciptakan stabilitas politik bias dilakukan dengan beberapa cara seperti (menurut Amir Santoso): a. diperlukan percepatan penyederhanaan sistem politik terutama kepartaian tanpa mengurangi makna kebebasan berserikat dan berkumpul. Upaya mengurangi jumlah partai sudah dilakukan meskipun masih ada upaya untuk menghambat dan untuk menyukseskannya dibutuhkan keteguhan sikap. b. diperlukan penyederhanaan proses formulasi dan implementasi kebijakan publik. Formulasi atau pembuatan kebijakan publik yang berlarut-larut akibat konflik antara eksekutif dengan legislatif memberi kesan adanya inefisiensi pemerintahan. Sedangkan inefisiensi dalam implementasi kebijakan publik memberi kesan banyaknya korupsi di level pemerintahan. c. pemerintah harus berupaya membina kepastian hukum. Tidak boleh dibiarkan masyarakat terus terombang-ambing dan menjadi korban meskipun mereka benar dari segi hukum. d. diperlukan pendidikan politik yang bertujuan membangun generasi yang sportif dalam persaingan politik harus dimulai sekarang juga agar segera lahir generasi yang mampu melakukan persaingan secara dewasa. e. dibutuhkan upaya terus-menerus untuk membina integrasi bangsa agar heteregonitas masyarakat bisa dipertahankan dan tidak berubah menjadi fragmentasi sosial.

3. stabilitas keamanan nasional Keamanan adalah kemampuan bangsa Indonesia melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

Contoh bentuk-bentuk ancaman menurut doktrin Hankamnas(catur dharma eka karma) : a. Ancaman di dalam negeri Contohnya adalah pemberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat Indonesia. b. Ancaman dari luar negeri Contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh luar negeri. Kebijakan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas keamanan nasional antara lain : Kebijakan Penggunaan kekuatan pertahanan : diarahkan untuk menghadapi ancaman atau gangguan terhadap keamanan nasional, serta untuk membantu pemerintah dalam upaya pembangunan nasional dan tugas-tugas internasional. Kebijakan Kerjasama internasional : Kebijakan Kerjasama internasional di bidang pertahanan merupakan salah satu jembatan untuk membangun rasa saling percaya dengan bangsa-bangsa lain bagi terwujudnya stabilitas keamanan kawasan. Permasalahan-permasalahan kawasan akan dapat diselesaikan dengan mengedepakan semangat kebersamaan dan perimbangan kepentingan, yang

dibangun berdasarkan prinsip persamaan hak, saling menghormati, dan tidak saling intervensi. Pembangunan kekuatan pertahanan negara Indonesia merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Isu-isu keamanan yang mendesak akan dapat diatasi apabila kapasitas dan kemampuan kekuatan pertahanan yakni TNI berada pada kondisi yang memadai. Terorisme menjadi persoalan negara yang sangat mengkhawatirkan. Selain para pelaku adalah warga sipil dan bisa membangun jaringan dengan para punggawa teroris di luar kawasan, keberadaannya menjadi ancaman bagi stabilitas keamanan nasional. Dalam hal ini Indonesia sedang mengalami insurgensi terkait persoalan terorisme di dalam situasi keamanan nasionalnya. Indonesia berada dalam tahap bencana keamanan, di mana masyarakat secara aktual terhubung langsung dengan risiko besar yang bisa berujung pada penderitaan dan yang lebih serius adalah kematian. Dengan perang melawan terorisme berarti berhadapan dengan tantangan berat untuk bisa membuktikan bahwa pemerintah bisa menjamin keamanan rakyatnya. Untuk menjawab tantangan itu, perlu merumuskan kondisi akhir yang ingin diwujudkan di masa depan secara kongkret. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat dapat mempertimbangkan dan berkembang menjadi sebuah security community untuk mewujudkan cita-cita negara yang damai dan terjamin stabilitas keamanannya. Keamanan nasional kita tidak boleh dibiarkan mengambang tanpa adanya sense of purpose yang jelas. Tanpa adanya tujuan praktis yang perlu dicapai dan tanpa adanya gambaran kondisi yang ideal untuk mewujudkan stabilitas keamanan, maka gagasan mengenai security community dimaksudkan untuk memberikan sense of purpose yang

dibutuhkan, untuk tujuan praktis yang dimiliki dan kondisi keamanan negara yang stabil. Dalam hal ini security community bukan dalam artian security community deutschian yang didasarkan pada pemahaman keamanan secara militer. Tetapi security community yang lebih komprehensif, yang mencakup dan memberikan penekanan kuat pada aspek-aspek keamanan nonmiliter. Selain itu juga security community bukanlah fakta pertahanan (defence pact) atau aliansi militer. Melainkan kreativitas untuk menciptakan inovasi baru mencegah menjalarnya terorisme.
4. stabilitas sosial

Stabilitas social terhadap ekonomi : Tingkat Pengangguran merupakan salah satu yang menyebabkan kekacaukan Stabilitas Sosial. Menurut Direktur Jenderal International Labour Organization
(ILO), Juan Somavia, kaum muda adalah motor penggerak dalam roda pembangunan ekonomi. Mengabaikan potensi ini merupakan suatu kesia-siaan dalam membangun ekonomi dan dapat mengacaukan stabilitas sosial. Stabilitas sosial terhadap pornografi : berkaitan dengan moralitas masyarakat. Istilah MORALITAS kita kenal secara umum sebagai suatu sistem peraturan-peraturan perilaku sosial, etika hubungan antar-orang. Baik dan buruk, benar dan salah. Moralitas berasal dari dalam kepribadian manusia itu sendiri. Peredaran pornografi dalam berbagai bentuk dan media, pemalsuan, KKN, dan berbagai kejahatan moral yang merajalela di dunia sekarang ini tidak akan bisa diberantas dengan hukum dan kekerasan.