Anda di halaman 1dari 6

Kegiatan Jasa Konstruksi: Pihak-Pihak Dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Tiga pihak terkait dalam kegiatan jasa konstruksi diantaranya adalah owner, konsultan dan kontraktor. Masing-masing memiliki peran tersendiri. Dua artikel pertama menunjukan kasus pada kegiatan jasa konstruksi yang masing-masing melibatkan peran konsultan dan kontraktor pada artikel lainnya. Artikel pertama diambil dari website yang beralamat situs http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2011/03/15/140002/Diduga-AdaPermainan-sejak-Awal, yang diakses pada tangga 10 Juli 2013.

Diduga Ada Permainan sejak Awal Proyek Tol Semarang-Solo


SEMARANG - Kalangan Komisi D DPRD Jateng menyatakan perlu dilakukan penelusuran sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan proyek jalan tol Semarang-Solo. Hal itu terkait amblesnya jalan tol Semarang - Solo Seksi I (Semarang-Ungaran) ruas GedawangPenggaron pada stasiun 5 + 500 hingga 5 + 700. Anggota Komisi D, Alwin Basri mengatakan akan mengusulkan supaya Komisi D memanggil pihak-pihak yang terlibat pembangunan jalan tol Semarang-Ungaran sejak perencanaan. Soal dugaan pelaksanaan pembangunan tol berbeda dari perencanaan awal, hal itu perlu pengecekan data-data laboratorium segala, katanya, kemarin. Ketua Komisi D Rukma Setia Budi mengemukan pendapat senada. Komisi yang membidangi masalah pembangunan itu perlu mengundang PT Transmarga Jateng, Dinas Bina Marga, konsultan perencana dan konsultan pengawas, serta pihak-pihak terkait lainnya, untuk menyelidiki dugaan kesalahan dalam pembangunan jalan tol tersebut. Tampaknya ada kesalahan sejak perencanaan, yang berakibat merugikan negara. Artinya, dalam memilih rute jalan sampai penerapan teknologinya, harus diselidiki. Bahkan, kami mendapatkan data, ada indikasi permainan dana di situ sejak pembuatan amdal, tegasnya. Komisaris PT Transmarga Jateng Danang Atmodjo kemarin belum dapat dimintai keterangan. Danang yang juga kepala Dinas Bina Marga Jateng ini biasanya mudah dikonfirmasi, namun semalam saat dihubungi ponselnya menunjukkan nada aktif tetapi tidak ada yang mengangkat. Belum Memastikan Kepala Badan Pengembangan Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gazali mengatakan, hingga kemarin pemerintah belum memastikan penyebab keretakan dan amblesnya Jalan Tol Semarang-Ungaran. Tim ahli dari BPJT, Bina Marga, Litbang PU dan perguruan tinggi sudah mengecek di lapangan untuk mengetahui penyebab dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penyebab retak masih dalam kajian. Tim ahli sudah di lapangan untuk mengecek, kata Ghani di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan, pihaknya belum memutuskan apakah proyek jalan tol Semarang-Ungaran yang ambles itu akan dirubah trasenya atau menggunakan teknologi lain seperti bentang panjang. Sebab, Libtang PU dan para ahli belum memberikan laporan hasil pengecekan mereka. Sementara itu, beredar SMS yang mengatakan proyek Jalan Tol Semarang-Solo Seksi I pada ruas Gedawang-Penggaron milik PT Trans Marga Jateng (TMJ) diindikasikan tidak sesuai perencanaan dan desain awal. Hal itu menyusul ambles dan retaknya jalan tol yang baru selesai dan belum diresmikan itu sepanjang 200 meter di Gedawang, tepatnya pada KM STA 5 + 500 hingga STA 5+700. Ada indikasi ketidakberesan sejak awal, yakni dalam perencanaan dan studi Amdal To l SemarangSolo pada 2003-2004. Demikian bunyi sms tersebut. Disebutkan pula, bahwa berdasarkan pembuatan studi kelayakan, studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan detail engineering desaign (DED) dibuat oleh satu perusahaan BUMN bidang kekaryaan dan konsultan. Saat itu disebutkan bahwa untuk biaya studi kelayakan ruas tol Semarang-Solo sepanjang 75 km adalah Rp 20 juta per km atau mencapai Rp 1,6 miliar, sedangkan dalam laporan disampaikan Rp 3,8 miliar.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Frans S Sunito mengatakan, baru mendapatkan kabar adanya dugaan salah desain dan perencanaan atas proyek tol Semarang-Solo. Terima kasih infonya dan pihaknya menyakinkan bahwa Jasa Marga selalu bekerja dengan landasan Good Corporate Governance (GCG), katanya. Menurut dia, semua keputusan dan langkah dalam pembangunan jalan tol baru semata-mata dibuat untuk kepentingan perusahaan dan negara dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur. (H30,H23,bn35) *** Berdasarkan buku ajar TKA 137 Pranata Pembangunan, ada tujuh poin penting tugas konsultan perencana. Diantaranya adalah 1. Membuat skema/konsep pemikiran awal(maksud dan tujuan) 2. Membuat disain pra rencana termasuk didalamnya pekerjaan penyelidikan data lapangan/kondisi tapak/lingkungan, menyusun usulan kerja (uraian tentang persyaratan setempat), dan pengurusan surat-surat ijin yang diperlukan. 3. Membuat gambar pelaksanaan lapangan, gambar detail, dan bestek. 4. Membuat rencana anggaran biaya. 5. Mengikuti penjelasan gambar rencans dan bestek pekerjaan. 6. Mengikuti proses pelelangan pekerjaan (tender). 7. Melakukan pengawasan berkala (kesesuaian bestek pada pelakanaan pekerjaan di lapangan, dan kesesuaian dari sudut perancangan arsitektur). Pada poin kelima yakni mengikuti penjelasan gambar rencana dan bestek pekerjaan, menjadi dasar untuk dugaan penebab kasus pada artikel di atas. Seperti yang tertera pada judul artikel, mungkin memang ada penyelewengan pada kegiatan konstruksi ini. Atau mungkin karena ada masalah pada pendanaan, sehingga konsultan tidak mengikuti seperti pada gambar kerja atau bestek, karena material yang di gunakan cukup mahal. Maka dari itu di buatlah alternatif lain pada pembangunan. Namun kurang banyak pertimbangan karena waktu sehingga terjadi hal seperti diatas. Artikel berikutnya diakses dari http://www.lensaindonesia.com/2012/08/08/ mangkrak-proyek-gapura-semarang-senilai-rp-11-miliar.html, pada tangga 10 Juli 2013.

Kontraktor Putuskan Kontrak Mangkrak, Proyek Gapura Semarang Senilai Rp 1,1 Miliar
LENSAINDONESIA.COM: Sudah setahun lebih harapan Pemkot Semarang memiliki gapura balai kota yang megah dan indah belum bisa terealisasi. Pasalnya, pengerjaan gapura senilai Rp 1,1 M dalam APBD 2011 amburadul sehingga kini kondisinya mangkrak menyusul pemutusan kontrak CV Tri Aditya Pratama selaku pelaksana proyek sejak Juli 2011. Sekarang yang nampak hanya dua bangunan gapura yang didanai APBD tahun 2011 itu terlihat tak terawat. Proyek gapura yang menjadi pertanda akses keluar-masuk Gedung DPRD dan Pemkot Semarang ini sempat dihentikan karena syarat penyimpangan spect teknis pekerjaan. Bangunan gapura yang rencananya mengadopsi gaya kolonial Belanda dan menyesuaikan gedung perkantoran kota Semarang ini kondisinya hanya separuh jadi dan tak terurus. Gapura yang membentang sepanjang 19,5 meter dengan tinggi luar 11,65 meter,dan tinggi dalam 7,1 meter, serta ketebalan dinding mencapai sekitar 4 meter tersebut wujudnya tidak cocok seperti perencanaan awal. Bahkan pagar besi gapura yang dilengkapi hiasan gunungan wayang tak nampak. Informasinya, awal tahun 2012 lalu proyek pembangunan gapura balai kota gagal dilanjutkan. Pasalnya, penganggaran sebesar Rp 633, 81 juta tidak disetujui Dewan untuk dimasukkan dalam APBD 2012. Dikofirmasi LIcom, Kabag Humas Pemkot Semarang, Achmad Yani tidak mau berkomentar banyak dan cenderung menghindar. Nanti saja mas, saya cari bahan dulu, cetusnya, Rabu, (8/8/2012).

Seperti diketahui awalnya pekerjaan gapura dan pagar senilai Rp 1,1 miliar, dikerjakan oleh CV Tri Aditya Pratama. Dalam perjalannya kontraktor tidak mampu mengerjakan proyek pembangunan gapura sesuai target yang ditentukan. Meski sempat Pemkot Semarang memberikan denda dan sanksi kepada CV Tri Aditya Pratama, tetapi pemkot dinilai tidak tegas dalam penegakkan aturan lelang dan kepada kontraktor terkait. Dari hasil penilaian opname volume pekerjaan terakhir hanya sampai 60-70%. Pemborong hanya dikenakan denda maksimum sebesar lima persen dari nilai akhir prestasi pekerjaan. Pemkot memotong uang muka yang dibayarkan sebagai jaminan, sebesar lima persen dari nilai kontrak proyek saja. Terpisah, Koordinator Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Semarang (KOMSAK), Rifai Jamus, mengungkapkan Pemkot Semarang seharusnya tegas dalam penegakkan sanksi terhadap CV. Tri Adi Pratama, Menurutnya kasus ini bisa masuk ranah hukum pidana yang harus dipertanggung jawabkan semua pihak. Mulai panitia lelang, pejabat pembuat komitmen, kontraktor pelaksana, dan pengguna anggaran harus dievaluasi tegasnya. @nur *** Kontraktor adalah pihak yang diserahi tugas untuk melaksanakan pembangunan proyek oleh owner melalui prosedur pelelangan. Pekerjaan yang dilaksanakan harus sesuai dengan kontrak ( Rencana Kerja dan Syarat-Syarat serta Gambar-Gambar Kerja ) dengan biaya yang telah disepakati. Kontraktor mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut : 1. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan peraturan dan syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. 2. Membuat gambar kerja (shop drawing) sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. 3. Membuat dokumen tentang pekerjaan yang telah dilaksanakan dan diserahkan kepada owner. 4. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan kemajuan proyek. 5. Mengasuransikan pekerjaan dan kecelakaan kerja bagi tenaga kerja. 6. Melakukan perbaikan atas kerusakan atau kekurangan pekerjaan akibat kelalaian selama pelaksanaan dengan menanggung seluruh biayanya. 7. Menyerahkan hasil pekerjaan setelah pekerjaan proyek selesai. (http://eprints.undip.ac.id/33972/5/1857 CHAPTER_II.pdf) Pada kasus di atas, penyebab tidak selesainya pembangunan gapura balai kota adalah waktu pengerjaannya telah jatuh tempo. Poin pertama menjadi acuan mengapa kontraktor pada artikel tersebut bersalah, yaitu karena tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak, tidak selesai sesuai dengan kesepakatan waktu yang telah ditentukan. Banyak faktor yang menjadi penyebab jatuh tempo pekerjaan konstruksi. Seperti telatnya pasokan bahan bangunan atau masalah anggaran biaya. Di atas katakan bahwa penganggaran pembangunan gapura tidak disetujui oleh Dewan. Mungkin ini yang menjadi kendala juga mengapa kontraktor tidak bisa menyelesaikan proyeknya sesuai target. Dalam kegiatan jasa konstruksi bukan hanya dari pihak yang terkait yang harus disikapi. Tetapi instrumen penyelenggaraan jasa konstruksi juga sangat perlu diperhatikan. Proses pelelangan, kontrak konstruksi, perijinan pembangunan, K3 dan etika profesi merupakan instrumen- instrumen penyelenggaraan jasa konstruksi. Pada artikel terakhir ini, tersirat tentang pentingnya K3 dalam kegiatan konstruksi. (http://www.lawangsewupos.com/2012/07/proyek-apartemen-petempen-regang-nyawa.html, pada tanggal 10 Juli 2013)

Proyek Apartemen Mutiara Garden Regang Nyawa Pembantu


SEMARANG- Sebuah proyek pembangunan Apartemen Mutiara Garden Semarang berlantai 22 di Jalan Petempen, Semarang Tengah, meregang nyawa seorang pembantu, Rabu (18/7) petang.

Diketahui korban bernama Poniyem alias Mbah Pon (52), warga asal Kapung Slukaton RT 02 RW 01, Kelurahan Mojotengah wonosobo. Poniyem tewas seketika setelah tertimpa material bangunan berupa triplek. Material tersebut terjatuh dari lantai 17 dan menimpa kepala korban hingga pecah. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. Menurut keterangan salah seorang pekerja proyek, Wahyono (30), saat itu para pekerja sedang melakukan pencopotan kayu atau triplek penahan cor. "Posisi triplek tersebut terletak di tepi atau bagian pinggir proyek pembangunan Apartemen Mutiara Garden di lantai 17," ujar Wahyono di lokasi kejadian. Saat dilakukan penyongkelan ternyata papan triplek berukuran panjang sekitar 3 meter, lebar 1 meter dengan ketebalan sekitar 2 cm terjatuh menimpa nenek pembantu tersebut. Sebelumnya, beberapa saksi mengetahui korban sedang menyirami tanaman di pekarangan rumah yang terletak persis di sebelah timur proyek tersebut. Material triplek tersebut melayang dan menimpa tepat di kepala pembantu malang itu. Akibatnya, korban tewas seketika dengan luka kepala pecah. Darah pun berceceran di samping korban yang berposisi tengkurap dengan kepala di Selatan. Atas kejadian tersebut, proses proyek pembangunan yang digarap oleh sekitar 400 pekerja itu dihentikan sementara. Ratusan pekerja proyek dan warga sekitar berhamburan berusaha melihat lokasi kejadian yang terhalang tembok sekitar 3 meter itu. Sementara menantu pemilik rumah Sunarto mengatakan, korban sudah 10 tahun bekerja di rumah No 334 Jalan Petempen RT 03/RW 01 kelurahan Kembang Sari Semarang Tengah tersebut. "Korban disuruh menunggu dan menjaga rumah, karena sering kosong. Aktivitasnya membersihkan rumah dan menyirami bunga," katanya. Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan dari pihak PT Apartemen Mutiara Garden Semarang yang memulai pembangunan sejak awal 2012 itu. Jasad korban dievakuasi petugas kepolisian dari Polsek Semarang Tengah dan Polrestabes Semarang, kemudian dibawa di RSUP Dr Kariadi. (G-15) *** K3 adalah singkatan dari Keamanan, Keselamatan dan Ketertiban. K3 ini sangat diperlukan. Karena bahaya dari kegiatan konstruksi bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Kecelakaan bisa terjadi pada pekerja atau bahkan orang di luar proyek. Seperti pada artikel di atas, kegiatan konstruksi Apartemen Mutiara Garden memakan korban jiwa dari luar proyek. Banyak faktor yang mengakibatkan hal ini terjadi. Misalnya karena lokasi proyek yang kurang mengantisipasi akan lingkungan sekitarnya (keadaan tempat tinggan di dalam lokasi proyek), peralatan kerja yang kurang aman untuk orang di sekitarnya, fisik pekerja yang kurang sehat atau tidak mampu pada bidang tertentu atau mungkin karena pengetahuan pekerja tentang standar K3, penggunaan fasilitas kerja, dan berbagai hal dalam pekerjaan konstruksi . Semua itu bisa menjadi penyebabnya. Sehingga kontraktor perlu memastikan kesiapan secara matang proses konstruksi pada objek dan pekerja proyek.

Daftar Pustaka: http://eprints.undip.ac.id/27117/1/172-BA-FT-2007 http://eprints.undip.ac.id/33972/5/1857 CHAPTER_II.pdf http://www.lawangsewupos.com/2012/07/proyek-apartemen-petempen-regang-nyawa.html

http://www.lensaindonesia.com/2012/08/08/mangkrak-proyek-gapura-semarang-senilai-rp11-miliar.html http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2011/03/15/140002/Diduga-AdaPermainan-sejak-Awal http://fariable.blogspot.com/2010/09/opini-tentang-pelaksanaan-k3-dalam.html

PRANATA PEMBANGUNAN (SEMESTER PENDEK) PIHAK-PIHAK DALAM PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI

Oleh Ratih Puspitaningrum 21020111130094

TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS DIPONEGORO