Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Semester/Kelas Tema Pertemuan keAlokasi waktu : SMK N 1Salatiga : Ilmu

Gizi : 1 / X BO 1 : Zat Gizi Sumber vitamin :5 : (2 x 45 menit)

A. Kompetensi Dasar 1. Menghayati karunia Tuhan Yang Maha Esa, melalui pemahaman seluk beluk pariwisata dan mampu menjaga, melestarikan keutuhan jiwa jiwa raga manusia sebagai tindakan pengalaman pengamalan menurut agama yang dianutnya. 2. Memiliki motivasi internal dan menunjukan rasa ingin tahu dalam merancang dan mengolah makanan yang diperlukan tubuh. 3. Menunjukan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli santun, ramah lingkunga, gotong royong) dalam melakukan penga 4. Mendeskripsikan zat gizi zat pengatur 5. Mendeskripsikan fungsi dan komponen B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mendiskripsikan pengertian zat gizi sebagi sumber vitamin 2. Mendeskripsikan fungsi zat gizi sebagai sumber vitamin 3. Mendiskripsikan komponen zat gizi sebagai sumber vitamin

C. Tujuan Pembelajaran a. Selama dan setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat mensyukuri anugerah Tuhan, melalui pengertian zat gizi sebagai sumber vitamin . b. Selama dan setelah proses pembelajaran, peserta didik memiliki dan menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam aktivitas dalam melakukan pembelajaran ilmu gizi c. Setelah menerima materi pengertian dan fungsi zat gizi sebagai sumber vitamin. d. Setelah berdiskusi dan berlatih, peserta didik mampumemahami pengertian,fungsi serta komponen zat gizi sebagai sumber vitamin. D. Materi Pembelajaran 1. Pengertian zat gizi sebagai sumber vitamin 2. Fungsi zat gizi sebagai sumber vitamin 3. Komponen zat gizi sebagai sumber vitamin

E. Metode Pembelajaran 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Diskusi F. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan

Diskripsi

Alokasi Waktu

A. Pendahuluan

1. Peserta didik menjawab sapaan guru, berdoa, dan 10menit mengkondisikan diri siap belajar. 2. Memeriksa kehadiran peserta didik (presensi peserta didik). 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan memberikan penjelasan tentang manfaat menguasai materi pembelajaran. 4. Guru menyampaikan pokok-pokok/cakupan materi

pembelajaran B. Inti MENGAMATI 1. Peserta didik untuk mencari informasi dari berbagai sumber tentang materi yang akan dipelajari. 2. Siswa aktif mencari informasi dari berbagai sumber seperti modul, internet, buku pelajaran. 3. Siswa mengolah informasi yang telah didapat. MENANYA 1. Peserta pertanyaan 30 menit mengenai materi tentang pengertian dan fungsi zat gizi sebagai sumber vitamin. didik ditugasi menjawab 15 menit

MENALAR 1. Peserta didik diminta berpartisipasi aktif dalam 20 menit menanggapi materi yang disampaikan. 2. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan menunjuk siswa yang dapat menjawb pertanyaan.

C. Penutup

1. Evaluasi, mengerjakan soal yang telah diberikan 45 menit oleh guru. 2. Guru menarik kesimpulan dari materi yang diajarkan. 3. Guru memberikan salam dan berdoa setelah kegiatan belajar mengajar.

G. Media dan Sumber Belajar 1. Media 2. Sumber : LCD, Laptop, lembar evaluasi :

Almatsier.Sunita 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi : PT Gramedia Pustaka Utama

H. Penilaian 1. Penilaian Hasil Indikator Kompetensi Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Isian Terlampir Instrumen

Pemahaman tentang materi Tes Tertulis pokok pengertian zat gizi sebgai zat tenaga Kemampuan individu dan Unjuk kerja kelompok menganalisis silang Sikap tanggap dap tugas yang diberikan guru. Sikap positif dalam diskusi kelompok kecil. teka dalam teki

Laporan hasil analisis

2. Penilaian Proses Panduan Internalisasi Sikap No. Nilai Sikap/Karakter yang Diamati Kondisi yang Diamati Ya 1. Sikap Ketuhanan melalui mengartikan pengertian zat gizi 2. Sikap Sosial a. Jujur b. Tanggungjawab c. Santun d. Menghargai pendapat teman e. Ekspresif Belum

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun pelajaran Waktu pengamatan : : : :

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras 1. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas. 2. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum konsisten. 3. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai konsisten. 4. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam

menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan konsisten.

Chek list () pada kolom sesuai hasil pengamatan No . Nama Peserta Didik Kreatif B T 1. 2. 3. 4. 5. Ajeng Normalasari Alfi Febriayanto Annisa Nilam Sari P Aprilia Tri Munika Delia Supiansyari M M T B Komunikatif M K BT M T M B Kerja Keras M K BT M T M B Santun M K B T M T M B M K

6. 7. 8. 9.

Devita Puspita Sari Dewi Kusuma Arafah Dina Tri Amalia

Dyah Ayu Wijayanti 10. Fitria Rahmawati 11. Fitria Wahyu Ningrum 12. Handika Adi P 13. Intan Septiani 14. Irya Dwi Pradna P 15. Katrina Ajeng Pratiwi 16. Kenny Novtyastuti 17. Lia Anggraeni 18. Lorena Rosita Sari 19. Maharani Nur Fauziah 20. Marcellina Deby Andrea 21. Maria Rima Winanti 22. Martha Dwi Kristanti 23. Mira Santika Sari 24. Novi Marina Putri 25. Nurul Alvita Sari 26 Prima Dewi Hakiki

27. Putri Fika Aprilia

28. Rahayu Rinatiningsih 29. Rio Pengestu 30. Rima Suci Destiani 31. Ruth Apriliyanti 32. Saskia Pratiwi 33. SitiNurjanah 34. Solekah 35. Tanlis Dewi Kurnia 36 37 38 Tyas Arum Sari Uswatun Khasanah Wahyuningsih

Mengetahui, Guru Pamong

Salatiga, 27 September 2013 Mahasiswa Praktikan

Wuri Sulandari, S.Pd NIP. 19720513 200501 2 007

Hanif Masitoh Sari NIM. 5401410053

MATERI AJAR Vitamin Larut Air Istilah vitamine atau vitamin pada mulanya dikenalkan olehseorang ahli kimia Polandia yang bernama Funk. Ia percaya bahwa zat penangkal penyakit beri-beri yang larut dalam air itu suatu amina yang sangat vital, dan dari kata tersebut lahirlah istilah vitamine dan yang kemudian menjadi vitamin. Saat ini vitamin dikenal sebagai suatu kelompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat, maupun lemak. Senyawa ini terdapat dalam jumlah yang kecil dalam bahan makanan tapi sangat penting peranannya bagi tubuh untuk menjaga kelangsungan kehidupan serta pertumbuhan. Vitamin merupakan suatu molekul organik yang sangat diperlukan tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh manusia dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi. Terkecuali pada vitamin D, yang dapat dibentuk dalam kulit jika kulit mendapat sinar matahari.Dalam bahan pangan hanya terdapat vitamin dalam jumlah. Vitamin pada umumnya dapat dikelompokan ke dalam dua golongan utama yaitu: 1. Vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K 2.Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan vitamin B.

1) Vitamin C a) Sifat Vitamin C Sifat-sifat vitamin C adalah: - Vitamin C merupakan vitamin yang paling mudah rusak. - Vitamin C mudah teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator, serta oleh katalis tembaga dan besi. Vitamin C mudah teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator, serta oleh katalis. 2) Vitamin B Kompleks Dipandang dari segi gizi, kelompok vitamin B termasuk dalam kelompok vitamin yang disebut vitamin B kompleks yang meliputi tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (asam nikotinat, niasinamida), piridoksin (vitamin B6), asam pantotenat, biotin, folasin (asam folat dan turunan aktifnya), serta vitamin B12 (sianokobalamin). Vitamin B Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas.Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh

terhadap berbagai jenis sumber energi.Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau. 3. Vitamin B1 Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein danlemak. Sumber vitamin B1berasal dari jantung, hati, gandum, beras pecah kulit, kedelai, susu, dan kacang-kacangan. 4. Vitamin B2

Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia.Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzimflavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. 5. Vitamin B3 Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin.Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, danprotein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. 6. Vitamin B5 Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh.Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak.Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak,

sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh.Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. 7. Vitamin B6 Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolismenutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan 8. Vitamin B12 Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman.Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini.Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah.Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. D. Fungsi vitamin Vitamin berperan dalam beberapa tahap reaksi metabolism energy, pertumbuhan, dan pemeliharaan tubuh, pada umumnya sebagai koenzim.Sebagian besar koenzim terdapat dalam bentuk apoenzim, yaitu vitamin yang terikat dengan protein.Hingga sekarang fungsi biokimia beberapa jenis belum diketahui dengan pasti.Konstribusi suatu makanan terhadap kandungan vitamin makanan sehari hari bergantung pada jumlah vitamin yang semula terdapat dalam makanan tersebut, jumlah yang rusak pada saaat panen atau penyembelihan, penyimpanan, pemrosesan dan pemasakan. Pada saat dan penyimpanan sejumlah vitamin akan hilang, bergantung pada suhu, penyingkapan terhadap udara dan matahari, serta lama disimpan akan semakin banyak vitamin yang hilang.