Anda di halaman 1dari 4

Arti berbicara dan retorika Berbicara mempunyai arti: (a) saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara

verbal, (b) mewujudkan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. Dapat disimpulkan berbicara adalah salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. Sedangkan berkomunikasi merupakan proses dua arah. Untuk terjadinya komunikasi dan percakaran diperlukan mendengar dan bberbicara. Untuk barbicara secara efektif belajar mendengarkan dan belajar berbicara sama pentingnya. Sehingga pendengar dalam komunikasi antar pribadisedikitnya ada 3 hal yang arus dilakukan (Heterighon dan Park, 1979:296): a. Mengukur pembicaraan yang didengarnya secara pasti; b. Belum mengaetahui bahwa pesan yang disampaikan itutidak jelas, ia dapat memberitahukan kepada si pembicara; c. Ia dapat menentukan informasi tambahan yang ditujukan agar dapat menerima pesan tersebut

Retorika berarti kesenian untuk berbicara baik, yang digunakan dalam proses komunikasi antar manusia. Kesenian berbicara ini bukan hanay berarti berbicara lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi, melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato secara singkat, jelas, padat dan mengesankan. Retorika modern mencakup ingatan yang kuat, daya kreasi dan fantasi yang tinggi, teknik pengungkapan yang tepat, dan daya pembuktian serta penilaian yang tepat. Retorika modern adalah gabungan yang serasi antarapengetahuan, pikiran, kesenian, dan kesanggupan berbicara. Dalam bahasa percakapan atau bahasa populer, retorika berarti pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, atas cara yang lebih efektif, mengucapkan kata-kata yang tepat, benar dan mengesankan. Itu berarati kita harus dapat berbicara jelas, singkat, dan efektif. Jelas supaya mudah dimengerti, singkat untuk menghemat waktu, dan sebagai tanda kepintaran, dan efektif karena apa gunanya kalau berbicara tidak membawa efek? Dalam konteks ini pepatah China mengatakan, orang menembak banyak nelum tentu seorang penembak yang baik, dan orang yang berbicara banyak tidak selalu berarti seorang yang pandai bicara.

Pengertian, Tujuan dan Tes Kemampuan Berbicara


Oleh Muchlisin Riadi Pada Senin, Juni 03, 2013 Labels: Pendidikan, Psikologi

Pengertian Berbicara
Pengertian berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan (Tarigan, 2008:16). Pengertian tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa berbicara berkaitan dengan pengucapan kata-kata yang bertujuan untuk menyampaikan apa yang akan disampaikan baik itu perasaan, ide atau gagasan. Definisi berbicara juga dikemukakan oleh Brown dan Yule dalam Puji Santosa, dkk (2006:34). Berbica adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi bahasa untuk mengekspresikan atau menyampaikan pikiran, gagasan atau perasaan secara lisan. Pengertian ini pada intinya mempunyai makna yang sama dengan pengertian yang disampaikan oleh Tarigan yaitu bahwa berbicara berkaitan dengan pengucapan katakata. Haryadi dan Zamzani (2000:72) mengemukakan bahwa secara umum berbicara dapat diartikan sebagai suatu penyampaian maksud (ide, pikiran, isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat dipahami orang lain. Pengertian ini mempunyai makna yang sama dengan kedua pendapat yang diuraikan diatas, hanya saja diperjelas dengan tujuan yang lebih jauh lagi yaitu agar apa yang Sedangkan disampaikan St. Y. Slamet dapat dan Amir dipahami (1996: 64) oleh orang lain.

mengemukakan pengertian

berbicara sebagai keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan sebagai aktivitas untuk menyampaikan gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyimak. Pengertian ini menjelaskan bahwa berbicara tidak hanya sekedar mengucapkan kata-kata, tetapi menekankan pada penyampaian gagasan yang disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyimak atau penerima informasi atau gagasan.

Berdasarkan pendapat-pendapat yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian berbicara ialah kemampuan mengucapkan kata-kata dalam rangka menyampaikan atau menyatakan maksud, ide, gagasan, pikiran, serta perasaan yang disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyimak agar apa yang disampaikan dapat dipahami oleh penyimak.

Tujuan Berbicara
Tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga

pesan yang dimaksud dapat dipahami. Oleh karena itu, agar dapat menyampaikan pesan secara efektif, pembicara harus memahami apa yang akan disampaikan atau dikomunikasikan. Tarigan juga mengemukakan bahwa berbicara mempunyai tiga maksud umum yaitu untuk memberitahukan dan melaporkan (to inform), menjamu dan menghibur (to entertain), serta untuk membujuk, mengajak, mendesak dan meyakinkan (to persuade).

Gorys Keraf dalam St. Y. Slamet dan Amir (1996: 46-47) mengemukakan tujuan berbicara diantaranya adalah untuk meyakinkan pendengar, menghendaki tindakan atau reaksi fisik pendengar, memberitahukan, dan menyenangkan para pendengar. Pendapat ini tidak hanya menekankan bahwa tujuan berbicara hanya untuk memberitahukan, meyakinkan, menghibur, namun juga menghendaki reaksi fisik atau tindakan dari si pendengar atau penyimak.

Tim LBB SSC Intersolusi (2006:84) berpendapat bahwa tujuan berbicara ialah untuk: (1) memberitahukan sesuatu kepada pendengar, (2) meyakinkan atau mempengaruhi pendengar, dan (3) menghibur pendengar. Pendapat ini mempunyai maksud yang sama dengan pendapat-pendapat yang telah diuraikan di atas.

Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan berbicara yang utama ialah untuk berkomunikasi. Sedangkan tujuan berbicara secara umum ialah untuk memberitahukan atau melaporkan informasi kepada penerima informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi, untuk menghibur, serta menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi.

Pengertian Berbicara Menurut Para Ahli Bahasa


Keterampilan berbicara adalah salah satu keterampilan berbahasa dalam bentuk lisan. Keterampilan ini melatih siswa untuk mengeluarkan ide/pendapat melalui alat ucapnya. H. G. Tarigan (Resmini, Novi dkk, 2006: 18) mengemukakan bahwa berbicara adalah: Kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Bentuk kegiatan berbicara, yaitu: memperkenalkan diri, menyapa orang lain, menceritakan pengalaman, mendeskripsikan benda atau seseorang, bercakap-cakap, menanyakan sesuatu, menceritakan kegiatan sehari-hari, melaporkan peristiwa, menceritakan kesukaan atau ketidaksukaan, bermain telepon, memberikan tanggapan atau saran, berdiskusi, pidato dan lain-lain. Mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan melisankan hasil karya sastra berupa dongeng, cerita rakyat, fabel, puisi anak, drama, pantun dan karya sastra lainnya.

Pengertian Menyimak Menurut Para Ahli Bahasa


Menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang melibatkan indera pendengaran. Selain itu dalam kegiatan menyimak diperlukan konsentrasi yang baik agar bahan simakan dapat seluruhnya dipahami. Djago Tarigan (1993: 4) mengemukakan bahwa: Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan dan memahami isi bahan simakan. Kegiatan dalam aspek menyimak meliputi mendengarkan berita, petunjuk, pengumuman, perintah, bunyi dan suara, bunyi bahasa, ceramah, pidato,laporan, khotbah, pembicaraan narasumber, percakapan, dialog, menyimak hasil karya sastra berupa pembacaan dongeng, pantun, cerita rakyat, fabel, puisi anak dan pertunjukan drama anak.