P. 1
Peran Fungsi Polri dalam Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Guna Mengamankan Pemilu Tahun 2014

Peran Fungsi Polri dalam Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Guna Mengamankan Pemilu Tahun 2014

5.0

|Views: 7,770|Likes:
Dipublikasikan oleh Tri Cahyono
Langkah-langkah yang dilakukan POLRI dalam mengamankan Pemilu 2014
Langkah-langkah yang dilakukan POLRI dalam mengamankan Pemilu 2014

More info:

Published by: Tri Cahyono on Sep 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/06/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

Peran Fungsi Polri dalam Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Guna Mengamankan Pemilu Tahun 2014 Oleh

: (Nama : ...........................) Kepolisian Sektor Genteng

Pendahuluan Pelaksanaan pemilihan umum 2014 (pesta demokrasi rakyat Indonesia) semakin dekat. KPU dan aparat Kepolisian menjadi salah satu ujung tombak yang seharusnya mengamankan jalannya pemilihan umum. Untuk itulah, setiap ada event pemilihan umum, baik secara nasional maupun pemilihan pemimpin daerah, KPU menjalin kerjasama dengan pihak Kepolisian untuk mensukseskan jalannya pemilihan umum. Kerjasama tidak sebatas pada mengamankan jalannya pemilu tetapi juga menciptakan suasana pemilu yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia. Memang, bagi Polri sendiri adanya pesta demokrasi menjadi tantangan yang harus terselesaikan dengan baik lantaran fungsi utama Polri adalah sebagai aparat pengayom, pelindung, pelayan masyarakat, maupun penegak hukum (sesuai amanat undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia) untuk menciptakan kondisi keamanan dalam negeri yang masih dirasakan sangat rumit dan beragam. Rumitnya permasalahan yang harus dihadapi teridentifikasi dari munculnya berbagai konflik antar suku, antar daerah maupun isu-isu terorisme. Dari penjabaran tersebut, tujuan utama dari tulisan ini adalah bagaimana menciptakan Kamtibmas ditinjau dari berbagai aspek utama yaitu dari aspek internal dan eksternal. Sebab, upaya untuk menciptakan kondisi kamtibmas pada hakekatnya merupakan proses yang harus melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam komunitasnya, karena kamtibmas selain merupakan suatu kondisi yang harus diwujudkan dalam proses pembangunan nasional, juga merupakan sosial yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

1

5. 02 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berbagai kegagalan dalam strategi. Hal ini tercermin dari munculnya berbagai gejolak permasalahan baru yang memerlukan pengamanan dan perhatian khusus. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partaipartai Politik. taktik dan teknis pengamanan lingkungan serta munculnya berbagai macam tindak kekerasan di berbagai daerah oleh institusi dan atau oknum aparat pengamanan telah menimbulkan penilaian negatif bagi sistem keamanan dan pengamanan negara yang digelar dan diselenggarakan oleh pemerintah saat ini. dan lain sebagainya. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor TAP MPR/VII/2000 tentang Peran TNI dan Polri. Undang-undang Republik Indonesia Nomor. Selain itu. Kondisi Internal dan Eksternal Keamanan Negara a. 2. Kondisi Internal Kondisi internal ini sering kali muncul lantaran beberapa aspek baik berupa kebijakan dari pemerintah. 2 . Undang-undang Republik Indonesia Nomor. isu-isu politik.Landasar Dasar Penyusunan Tulisan 1. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) Tahun 2002 – 2004. yang tidak jarang menimbulkan konrban warga masyarakat yagn tidak berdosa. 4. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum. 3. maraknya rasa ketidakpuasan masyarakat akan pemimpin (pusat maupun daerah) memberikan kontribusi bagi terciptanya kondisi kamtibmas yang rawan dan kritis. Disini kondisi internal kemanan negara di bagi dalam lima bentuk diantaranya : Berbagai kegagalan dalam mewujudkan otonomi daerah telah menimbulkan berbagai kerawanan di lingkungan hidup nasional maupun lokal. Undang-undang Republik Indonesia Nomor.

jelas dan tegas. profesional dan terbuka. Ironisnya. masyarakat yang merasa negaranya atau dirinya kurang siap akan kebijakan tersebut menjadi khawatir dimana suatu saat negaranya akan dijadikan sebagai pusat eksploitasi oleh negara-negara kaya yang lebih siap segalanya.- Egoisme kelompok dan elit politik yang banyak muncul akhir-akhir ini lebih dikonsentrasikan untuk meraih kesuksesar dana atau guna mencari dukungan ataupun memperbanyak jumlah suara dalam pemilu 2014. Oleh karena itu. - Berbagai institusi yang selama ini diharapkan dapat menjadi penampung dan penyalur aspirasi keluhan masyarakat ternyata belum mampu berfungsi dengan baik dan benar. Kondisi eksternal Kondisi ekternal sering kali muncul dari adanya perubahan ditataran lingkungan global. Hal ini dapat diidentifikasi dari beberapa hal berikut : Kesepakatan masyarakat internasional dalam mewujudkan perdagangan bebas telah memunculkan berbagai kebijakan di tataran pemerintah dalam negeri. - Munculnya berbagai kebijakan nasional yang dirasakan tidak populer bagi masyarakat telah banyak mengundang reaksi keras yang tidak jarang dimanfaatkan oleh berbagai oposan untuk menjatuhkan kewibawaan kepemimpinan nasional dan menggulingkan kelangsungan pemerintah yang sah. 3 . berbagai program pencerahan dalam rangka meningkatkan dan meredam berbagai aksi-aksi dengan mengerahkan masa atau gerakan dari para elite politik yang bersifat anarkis harus segera dilakukan secara tegas. Imbasnya. Sehingga kondisi tersebut memicu masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan keluhannya melalui cara-cara anarkis atau dengan model pengerahan masa. Kondisi tersebut tidak lain disebabkan oleh kesemrawutan sistem politik dan sistem pemerintahan yang terkonsentrasi pada kepentingan kelompok atau golongan tertentu. b. hal tersebut belum dipagari dengan rambu-rambu berupa perangkat perundang-undangan yang terbuka.

Sesuai dengan Ketetapan MPR RI tersebut. Polri dituntut untuk bersikap netral dan tidak boleh melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis. ditentukan bahwa Polri tidak menggunakan hak memilih dan dipilih. dan antiterorisme dalam tataran kehidupan masyarakat internasional telah dimaknai dengan berbagai pengertian. maka dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2014. transparansi. keberadaan maupun peran dan fungsi Polri dalam Pemilu 2014 harus dapat diprioritaskan dan difokuskan untuk melakukan berbagai peran dan tugasnya sebagai Alat Negara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Binkamtibmas). dalam kehidupan politik. Memberikan Pengayoman.- Wacana proses pembentukan iklim demokrasi. dan Pelayanan Kepada Masyarakat. Peran dan Fungsi Secara Mandiri Polri dalam Menciptakan Kamtibmas Ketetapan MPR RI Nomor VII Tahun 2000 menyatakan bahwa : Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan Alat Negara yang berperan dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Disamping itu. Dalam hal ini manajemen otonomi daerah yang mengedepankan aspek desentralisasi pada pelaksanaan peran dan fungsi Polri pada Pemilu 2014. Oleh karena itu. Polri sebagai lembaga kepolisian nasional pada hakekatnya mempunyai struktur organisasi yang disusun secara berjenjang dari pusat sampai daerah. secara 4 . Menegakkan Hukum. Disamping itu. maupun berdasar pada Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2003 tentang pemilu. Berkaitan dengan hal tersebut. perlu secara prioritas dilakukan penataan dan peningkatan kinerja Polri secara profesional dengan mendasarkan pada kultur maupun tata kehidupan masyarakat Indonesia serta sistem hukum nasional. Penegak Hukum (Aparat Gakkum) maupun Aparat Pengayom. disadari bersama bahwaannya Pemilu 2014 dapat menjadi pesta demokrasi Indonesia dan juga menjadi media guna membangun kemampuan politis menuju Indonesia Baru (lebih maju secara ekonomi dan lebih sejahtera). Pelindung dan Pelayan Masyarakat. Hal tersebut memunculkan gejolak tersendiri lantaran adanya proses antisipasi dari munculnya kebijakn tersebut yang dinilai akan mengganggu sistem keamanan negara.

Polri dituntut mampu berwawasan nusantara dan berwacana demokrasi serta globalisasi dalam pelaksanaan peran dan fungsinya. Sehingga. 4. Polri sebagai aparat negara yang sekaligus merupakan sub sistem pemerintahan dituntut untuk berperan dalam pemeliharaan kamtibmas. Polri sebagai warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban tanggungjawab menentukan arah kebijakan nasional sesuai aturan dan norma hukum yang diberlakukan baginya. Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan nasional lantaran Polri sendirin merupakan anak bangsa. pada pelaksanaan Pemilu 2014 ini nantinya akan terjadi dua bentuk pemilihan yaitu memilih para anggota legislatif dan memilih presiden dan wakil presiden dalam tenggat waktu yang hampir bersamaan. Polri dituntut untuk memiliki keahlian dan keterampilan yang ditunjukkan dengan kinerja profesional. Dilain pihak. 2. petunjuk maupun wacana pelaksanaan peran dan fungsi Polri di daerah tetap harus mengacu pada pedoman dari berbagai piranti yang dikeluarkan atau ditentukan oleh organisasi Polri di tingkat pusat (Mabes Polri). Untuk merealisasikan peran dan fungsinya.formal tidak dapat diterapkan karena komando. perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat. Polri sebagai elemen masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk berkemampuan atau berkekuatan dasar dalam suksesnya pelaksanaan peran dan tugasnya. makna Polri Dibawah Naungan Presiden harus diartikan sebagai pemangku kepentingan pengamanan yang lebih bertanggungjawab secara luas dalam menciptakan kemanan nasional. Peran Fungsi Polri dalam Tugas Pokok Mendukung Operasional dan Kesatuan Keberadaan maupun wujud dari pelaksanaan peran dan fungsi Polri dalam proses Pemilu 2014 pada hakekatnya dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk : 1. menegakkan hukum dan memberikan pengayoman. 3. Untuk itu. Oleh 5 .

Kemampuan untuk berkomunikasi sosial. Mencipatakan dan mencari berbagai terobosan (inovasi) terbaru untuk menggapai keberhasilan Polri yang dilakukan melalui bermacam upaya serta kesempatan yang dapat diraih. e. kiranya masih harus diukur kembali atau diuji kembali dengan beberapa poin penting pengujian diantaranya . Untuk itu. b. Membina tata perilaku dalam menjalankan profesi Polri dengan sasaran utamanya pada upaya membagun kemampuan bidang pembinaan maupun operasional. Tantangan Kesatuan Polri dalam Mengamankan Pemilu 2014 Penyelenggaraan pemilu pada tahun 2014 tentunya memiliki perbedaan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. dalam proses pengamanan pemilu 2014 ini. Pelaksanaan pengamanan di setiap TPS-TPS 6 . d. d. a. Kemampuan dalam memantau situasi dan siklus medan kerjanya. Dari variabel yang telah ditentukan tersebut. Mewujudkan pelaksanaan peran dan tugas Polri secara optimal melalui berbagai upaya mewujudkan visi dan misi Polri yang telah ditentukan. Kemampuan untuk menyiapkan media dan sarana pendukung lainnya. Unsur pengawas dalam proses penyelenggaraan pemilu b. b. serta f. Keadaan ini baik secara langsung maupun tidak langsung juga akan membedakan penerapan strategi maupun penyelenggaraan kemampuan Polri yang harus didayagunakan demi kepentingan proses pengamanan penyelenggaraan pemilu tahun 2014.karena itu. Polri bertindak sebagai : a. Kemampuan bermitra dengan instansi lain. c. c. variabel profesionalisme polri harus ditentukan dalam berbagai proses dan level manajemen diantaranya : a. Memelihara dan meningkatkan etos kerja maupun kinerja Polri melalui upaya pengembangan kemampuan yang dilakukan melalui proses pendidikan dan pelatihan. Kemampuan memanfaatkan dan mendayagunakan ilmupengetahuan dan teknplogi (iptek). Kemampuan me-manage pelaksanaan kerjanya secara efektif dan efisien.

Pengorganisasian kelompok preman sebagai tenaga bantuan pengamanan pemili (Pam Swakarsa) atau sebagai masa parta yang keadaanya cenderung sulit dikontrol. Ini umumnya berkaitan dengan jatah perolehan kursi keanggotaan di DPR-RI d. juga harus memperhatikan kondisi maupun ketentuan yang diberlakukan secara khusus dalam penyelenggaraan pemilu 2014. e.c. Rapat-rapat umum yang cenderung mengedepankan strategi pengerahan masa saat kampanye merupakan agenda acara yang masih dihalalkan dalam proses kampanye 2014. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah. Dampak dari daerah yang berkonflik seringkali menimbulkan kelompok masyarakat pengungsi. Pelaksanaan pengamanan dalam masa kampanye pemilu d. Dan sebagai pihak penengah atau penyelesai konflik. h. a. KPU maupun unsur keamanan dalam mensukseskan pemilu 2014. Muncul berbagai polemik yang cenderung menimbulkan konflik kepentingan dari berbagai pihak sehubungan dengan penentuan daerah pemilihan. Pengerahan kekuatan masa oleh partai-partai politik dalam bentuk satgassatgas yang dilengkapi atribut-atribut pengamanan yang tidak jarang melampaui ketentuan atau batasan yang diberlakukan baginya. Hal ini menjadi tugas dan pekerjaan tambahan bagi Polri dalam kaitannya dengan upaya mewujudkan kelayakan pemilu serta pemenuhan hak sebagai warga negara dan warga masyarakat pengungsi dalam perannya sebagai pemilih atau orang yang dipilih dalam pemilu 2014. Masih adanya daerah di Indonesia yang bermasalah dengan intensitas konflik mendasar sehingga terasa sulit menyelesaikan dalam waktu singkat. b. ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan diantaranya . Tindakan kepolisian yang dilakukan oleh Polri selain harus mengacu pada berbagai ketentuan hukum yang berlaku. f. c. g. 7 . Dari tugas-tugas Polri yang diembatkan dalam pemilu 2014 itulah.

Berbagai macam kritikan dan kecaman serta bentu ketidakpercayaan dari elemen masyarakat terhadap pelaksanaan dan kinerja Polri (adanya penembakan terhadap oknum polisi yang diberitakan media) menjadikan upaya dalam membentuk masyarakat aman. beberapa kemampuan yang perlu dibina diantaranya : 8 . Berbagai kemampuan yang secara selektif dan prioritas harus disiapkan antara lain meliputi kemampuan berikut : a. help delinquence and deny to jail (tidak serta merta memerangi kejahatan dengan memasukkan semua yang bersalah kedalam penjara). b. love humanities (lebih dekat dan mencintai masyarakat). perlu dilakukan upanya penyiapan dan pembinaan kemampuan Polri. pelindung. telah dinyatakan bahwa batas dan ruang lingkup kewenangan Polri dalam melaksanakan peran dan fungsinya.Selain kondisi diatas. ada pula beberapa hal yang perlu diantisipasi oleh Polri diantaranya : a. Untuk itu. b. Kesenjangan hubungan kemitraan antara Polri dengan pers (wartawan) selama ini sering kali memberikan dampak yang tidak sehat bagi kondisi kinerja Polri. Kemampuan dan Kondisi Polri yang Harus Dipersiapkan Untuk menghadapi peran dan tugas Polri dalam penyelenggaraan pemilu 2014. Sesuai keberadaan maupun peran dan tugas Polri yang ditentukan dalam konstitusi negara. pelayan masyarakat dan penegak hukum serta dengan mendasari filsafat tugas kepolisian secara umum yaitu : fight crimes (memerangi tindak kejahatan). c. tenteram dan damai yang berusaha diciptakan oleh Polri menjadi sulit diimplementasikan. yaitu Polri harus dapat berperan dan bertugas sebagai pengayom. Banyaknya tekanan-tekanan politik dari berbagai pihak yang sering melemahkan etos kerja serta kinerja Polri dalam melaksanakan peran dan fungsinya. Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang pemilu.

Perlu disiapkan berbagai sistem dan metode serta bermacam fasilitas sehingga dapat dilakukan proses komunikasi informasi. c. Kemampuan untukk membangun dan membina kemampuan pelaksanaan peran dan fungsi Polri dalam penyelenggaraan Pemilu 2014. Perlu diinventarisir berbagai sumber-sumber kerawanan dalam setiap tahapan proses pemilu 2014. sistem dan metode maupun fasilitas yang dibutuhkan dalam peelaksanaan untuk mencapai keberhasilannya. baik dalam proses pengembangan kemampuan personil. 3. koordinasi maupu kerjasama dengan berbagai pihak. Harapannya saat ini Polri lebih dekat dan lebih bermasyarakat. 4. maupun bidang penegakan hukum dan penyelesaian masalah serta sengketa pada proses penyelenggaraan pemilu 2014. material. Kemampuan untuk ikut serta dalam mewujudkan peningkatan kesadaran politik masyarakat. 2. Saran dan Rekomendasi Tindakan Berbagai saran dan rekomendasi tindakan untuk dapat mewujudkan pelaksanaan peran dan fungsi Polri secara maksimal pada proses penyelenggaraan Pemilu 2014 diantaranya : 1. Perlu dihilangkan berbagai kecanggungan yang diwariskan dari stigma masa lalu dalam berbagai pelaksanaan peran dan tugas Polri pada penyelenggaraan Pemilu 2014. bidang pengamanan kampanye dan pemungutan suara. 3.1. interaksi sosial. 9 . 2. pengetahuan dan keterampilan dalam proses penyelenggaraan pemilu. Kemampuan untuk dapat melakukan dan menyelenggarakan bermacam forum kemitraan dan koordinasi dengan berbagi pihak. Kemampuan untuk melakukan pembinaan community poicing maupun penyelenggaraan operasi-operasi kepolisian guna menciptakan kondisi yang kondusif. baik dalam bidang pengawasan penyelenggaraan. Berbagai kemampuan yang dibutuhkan guna melaksanakan peran dan fungsi Polri dalam penyelenggaraan Pemilu 2014.

Realisasikan kewenangan dalam melaksanakan peran maupun fungsi Polri dalam proses Pemilu 2014 dengan berdasar pada batasan atau ramburambu yang telah ditentukan. Kordinasikan dan jabarkan serta pahami secara jelas berbagai pengertian serta makna peran. 10 . 5. 6. hambatan maupun kendala yang mungkin bisa menjadi penghalang dalam pelaksanaan peran dan fungsi Polri dalam pengamanan Pemilu 2014. fungsi. 7. maupun kewenangan yang menjadi tanggungjawab Polri agar berbagai risiko yang mungkin timbul dalam pekerjaan Polri dapata dantisipasi secara dini (efektif) dan lebih efisien. Ciptakan kepercayaan tinggi dalam diri personil maupun unit-unit kerja dalam institusi Polri. 8.4. Berdayakan secara efektif keseluruhan fungsi dan institusi serta personil pananggungjawab dan pelaksana bidang-bidang tugas yang telah distrukturkan dalam organisasi Polri. Memprediksi berbagai gangguan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->